• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL EDUCATIONAL ANIMATION THE HORSEPOWER SECRET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL EDUCATIONAL ANIMATION THE HORSEPOWER SECRET"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL

EDUCATIONAL ANIMATION

“THE HORSEPOWER SECRET”

David Pangemanan 1200996650

Universitas Bina Nusantara

Jl. K H. Syahdan No. 9 Kemanggisan – Palmerah Jakarta Barat 11480, 021-534-5830 David Pangemanan, A.F. Choiril Anam Fathoni, M.Sn. Tunjung Riyadi, M.Sn.

ABSTRACT

RESEARCH GOALS to give information and knowledge about how to determine best

suited fuel for maintaining vehicle longetivity.

RESEARCH METHOD conducted a survey about how good people at understanding the

importance of choosing proper fuel, and to collect suggestions for development of public information in the future.

OUTPUT an educational film about history and how vehicle engine was invented, with

animation of engine components simulation to show how engine works inside vehicle.

CONCLUSION an educational animation about the importance of choosing proper fuel and

to understand how engine works inside vehicle in general. Kata Kunci: Engine, Automobile, Motorcycle, Vehicle, Fuel

ABSTRAK

TUJUAN PENELITIAN, untuk memberikan suatu informasi dan pengetahuan tentang

bagaimana menentukan bahan bakar untuk kelangsungan usia kendaraan.

METODE PENELITIAN melakukan survei kepada masyarakat umum apakah sudah

memahami pentingnya bahan bakar yang tepat, dan mengumpulkan pandangan maupun saran untuk pengembangan informasi masyarakat kedepan.

HASIL YANG DICAPAI sebuah film edukasi tentang sejarah awal mesin kendaraan dan

animasi sebuah komponen mesin dan simulasi dalam pembakaran didalamnya.

SIMPULAN membuat sebuah educational animation yang berisi informasi mengenai

pentingnya memilih bahan bakar dan bagaimana memahami secara umum kinerja kendaraan.

Kata Kunci: Mesin, Mobil, Motor, Kendaraan, Bahan bakar minyak

1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Kendaraan bermotor sudah bukan sesuatu yang asing lagi bagi kita, mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sudah bukan merupakan barang mewah lagi. Kendaraan bermotor merupakan salah satu penemuan paling penting dalam sejarah kehidupan manusia, disamping lampu listrik dan internet.

(2)

Kendaraan bermotor mendominasi moda transportasi di Indonesia dalam mendukung kehidupan lalu-lintas masyarakat sehari-hari. Beralih pada lingkup yang lebih khusus, di dalam kendaraan bermotor terdapat jantung dari suatu kendaraan yang disebut dengan mesin. Mesin ini pun dibagi lagi menjadi dua jenis berdasarkan revolusi pembakarannya, yaitu mesin empat langkah dan mesin dua langkah. Mari kita tinggalkan sejenak mesin dua langkah, karena mesin dua langkah semakin tidak mampu menyesuaikan standari emisi kendaraan yang meningkat seiring zaman.

Mesin empat langkah dewasa ini mendominasi kendaraan bermotor yang sekarang sering kita temui di jalan raya dikarenakan mesin empat langkah mampu meredam tingkat emisi kendaraan lebih baik, dan memiliki rentang tenaga yang lebih merata dibandingkan mesin dua langkah, membuat seseorang lebih mudah belajar mengemudikan kendaraan, tanpa perlu khawatir mesin kurang tenaga dan cepat mati karena kurang diinjak gas, atau berakselerasi terlalu tinggi karena terlalu banyak menginjak pedal gas.

Permasalahan pun berlanjut pada satu hal yang sering diperdebatkan, "Bahan bakar apa yang cocok untuk kendaraan saya?", apakah Premium dan Pertamax hanyalah pembeda golongan mampu dan tidak mampu, atau apakah ada sesuatu yang lebih penting lagi yang harus diperhatikan?

Berdasarkan masalah diatas, penulis membuat sebuah Educational Animation yang berisi tentang bagaimana sebetulnya kinerja mesin empat langkah pada kendaraan, dan bahan bakar apa yang cocok untuk kendaraan, untuk memberikan suatu informasi yang tepat kepada pengguna kendaraan tentang apa yang sebetulnya terjadi didalam mesin dan pengaruhnya kepada lingkungan dan tentu keuangan pemilik kendaraan.

1.2 Kajian Pustaka

Dalam produksi Educational Animation "The Horsepower Secret", penulis menggunakan data berupa temuan masalah sebagai dasar dan teori desain sebagai dasar untuk memulai proses produksi Educational Animation ini, diantaranya sebagai berikut :

Permasalahan

Adanya kecendrungan seseorang melihat bahwa bahan bakar seperti Premium dan Pertamax hanya dari segi ekonomi, dan bahan bakar subsidi seperti Premium adalah bahan bakar yang mengandung timbal adalah salah, dan kesalahpahaman ini juga dimanfaatkan oleh beberapa produsen otomotif untuk saling berperang dalam bidang pemasaran untuk melawan produsen kendaraan lainnya, yang tidak langsung juga menyebarkan informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Gbr.1 poin nomor 3 pada brosur merek sepeda motor Yamaha yang menyebutkan bahwa bensin tanpa timbal adalah Pertamax, tidak termasuk Premium.

Berikut adalah kutipan berita yang dirilis oleh Antara yang menjelaskan bahwa semua bahan bakar di Indonesia sudah bebas timbal :

"Pertamina sudah melaporkan kepada kami bahwa mereka sudah tidak produksi lagi bensin pakai timbal, karena bila tetap dengan timbal dampaknya akan merusak otak terutama pada anak kecil.

(3)

Sekarang ada dua pilihan pakai bensin tanpa timbal atau tidak perlu produksi bensin lagi bila harus tetap menggunakan timbal, karena itu sama aja dengan makan racun yang dampaknya ke otak manusia. Ini sudah bukan masalah ramah lingkungan tapi ramah kehidupan yang lebih penting ketimbang lingkungan. Jadi, bila dijumpai dilapangan ada produksi bahan bakar minyak pakai timbal itu jelas melanggar keputusan Menteri Lingkungan Hidup. Bila melanggar ini ada sanksinya dan Pertamina sudah berhasil produksi BBM tanpa timbal,"

- Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar

Premium dan Pertamax dibedakan dengan kadar oktannya masing-masing. Premium memiliki kadar oktan 88 dan Pertamax memiliki kadar oktan 92. Apa arti nomor oktan tersebut? Angka kadar oktan atau yang dikenal dengan istilah Octane rating adalah petunjuk dalam produk bahan bakar untuk menentukan seberapa tingkat kompresi yang dibutuhkan oleh bahan bakar untuk dapat meledak didalam pembakaran mesin secara spontan. Bahan bakar dengan oktan tinggi membutuhkan kompresi lebih besar sebelum meledak, dan didalam ruang pembakaran, ledakan dalam siklus kompresi hanya boleh terjadi oleh percikan busi, bukan melalui ledakan kompresi. Apabila ledakan terjadi karena kompresi bukan karena busi, maka akan terjadi pembakaran spontan sebelum percikan busi yang sering disebut knocking. Ketika knocking terjadi bukan pada titik optimal atas piston pada siklus kompresi, busi akan tetap memercik pada siklus kompresi dan menyebabkan ada pembakaran tambahan yang tidak sempurna dan mampu menimbulkan tekanan balik ke dinding piston dan sekitar ruang pembakaran yang kalau terjadi secara terus menerus dapat merusak komponen piston dan mesin yang berhubungan lainnya. Oleh karena itu perlu diperhatikan berapa tingkat kompresi mesin pada kendaraan untuk menentukan bahan bakar yang tepat.

Berikut adalah tabel perbandingan kompresi dan oktan yang dibutuhkan dalam pembakaran :

Gbr.2 Perbandingan rasio kompresi mesin dengan kadar oktan.

Teori Desain dan Animasi a. Semiotika Desain

Semiotika secara etimologi berasal dari kata Yunani semeion yang berarti “tanda”. Jadi berdasarkan (Saussure, 2002) semiotika (semiologi) didefinisikan sebagai ilmu yang mengkaji tentang peran tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial yang membentuk sebuah psikologi sosial di lingkup publik. Selanjutnya Ferdinand de Saussure menjelaskan semiotika dalam bentuk gagasan dua elemen dalam sebuah tanda, yaitu signifier (penanda) sebagai bentuk objek yang terlihat atau terbaca secara visual dan signified (petanda) sebagai informasi atau konsep yang ingin disampaikan kepada penerima tanda. Contoh penggunaan semiotika desain dapat dilihat pada contoh diatas, yang diambil dari salah satu scene The Horsepower Secret, dimana rantai oktan didalam bensin yang berubah menjadi kelompok uang kertas, menunjukkan bahwa harga bahan bakar minyak kendaraan empat langkah juga ditentukan dari kadar oktan didalamnya.

b. Teori dan Mood Warna

Berdasarkan (Brewster, 1835) teori warna adalah pengembangan dari teori cahaya yang dikemukakan David Brewster pada tahun 1831 dimana cahaya yang dibiaskan kedalam kristal optik 2 sisi merupakan gabungan dari tiga warna utama (warna primer) yaitu merah, kuning, dan biru. Selanjutnya

(4)

dalam teori warna, pembagian ini dikategorikan kedalam 4 kelompok, yaitu warna primer, warna sekunder, warna tersier dan wana netral.

Gbr.3 Lingkaran warna Brewster

Kelompok warna ini kemudian dimasukkan kedalam Lingkaran warna Brewster yang kemudian dapat menjelaskan apa itu warna komplementer, warna split, triad, tetrad komplementer, dan warna analogus.

Warna Primer

Adalah warna dasar yang tidak didapatkan dari campuran warna lain. Warna primer adalah merah, biru dan kuning.

Warna Sekunder

Adalah warna yang merupakan hasil campuran antara primer,Is the result of mixing primary colors. Misalnya warna jingga yang merupakan campuran warna merah dan kuning.

Warna Tersier

Adalah warna yang didapatkan melalui campuran warna primer dan sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan yang merupakan campuran warna jingga dan kuning.

Warna Netral

Adalah warna yang dihasilkan dari campuran tiga warna primer, yang dalam warna cahaya adalah putih dan warna pigmen adalah hitam. Dua warna netral ini membangun tingkat gradasi yang disebut value, dalam terminologi warna, yang digunakan untuk menambahkan tingkat gelap dan terang dalam sebuah gambar.

Warna Komplementer

Warna komplementer adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180°) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.

Warna Split Komplementer

Warna split komplementer adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180°). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan Warna Triad Komplementer

Warna triad komplementer adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°.

Warna Tetrad Komplementer

Warna tetrad komplementer disebut juga dengan double komplementer, adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90°).

Warna Analogus

Warna analogus merupakan kombinasi dari warna-warna terdekat. Misalnya warna merah akan serasi dengan warna jingga, dan jingga akan terlihat harmonis dengan warna kuning. Begitu juga jika kuning dipadukan dengan hijau atau biru jika dipadukan dengan ungu, dan ungu jika dikombinasikan dengan pink.

c. Psikologi Warna

Mood warna yang dikemukakan David Brewster kemudian didefinisikan (Elliott, 2007, pp. 250-253) sebagai psikologi warna yang merupakan bentuk rangsangan visual yang diterima manusia yang

(5)

didalamnya terdapat informasi mengenai warna, yang selanjutnya akan mempengaruhi perilaku manusia sebagai penerima visual.

Warna Panas dan Dingin

Lingkaran warna dapat dibagi menjadi dua kategori besar yaitu warna dingin dan warna panas, dimana warna panas berada pada rentang warna hijau kekuningan sampai merah, dan warna dingin berada pada rentang merah keunguan sampai hijau.

Warna Panas

Merah : Agresif, dan bergejolak

Merah adalah warna yang memiliki nuansa emosional tinggi, memacu denyut jantung dan intensitas nafas, oleh karena itu merah kerap digunakan sebagai warna yang melambangkan emosionalitas, seperti lambang cinta, sampai warna mobil sport yang mampu mencapai kecepatan tinggi, memacu adrenalin pengemudinya.

Kuning : warna matahari, tanda kemegahan dan kemilau.

Kuning adalah warna yang menyilaukan mata dan mampu mencuri perhatian, oleh karena itu warna kuning sering digunakan sebagai marka jalan untuk menandakan perlunya perhatian lebih pada marka tersebut dibanding marka lain seperti marka hijau atau biru.

Jingga: warna enerjik, dan segar. Jingga adalah warna yang mampu menunjukkan nuansa enerjik namun tidak terlalu menekan secara emosional, dan mampu membangun nuansa kenyamanan tanpa melepaskan rasa enerjiknya, oleh karena itu jingga kerap dimasukkan entah sebagai warna utama maupun warna pendamping untuk mendapatkan nuansa untuk meningkatkan mood.

Warna dingin

Biru : warna langit, ketenangan.

Warna biru adalah warna langit dan lautan, menjadi salah satu warna yang populer karena sebagai warna penyeimbang dari merah karena biru menghasilkan nuansa yang berlawanan dari merah. Biru melambangkan ketenangan dan cocok dijadikan nuansa didalam kamar atau tempat istirahat. Nuansa ketenangan biru juga sering dijadikan sebagai simbol loyalitas dan rasa aman, untuk meyakinkan atau menenangkan seseorang untuk memberikan kepercayaan terhadap orang lain.

Hijau : warna kehidupan, makanan, alam dan tanda kelestarian.

Salah satu warna yang populer digunakan sebagi dekorasi, karena melambangkan warna alam. Hijau mudah diterima oleh mata dan meningkatkan tingkat penglihatan warna. Hijau juga salah satu warna yang melambangkan relaksasi, pengharapan, dan ketenangan, oleh karena itu ruangan di rumah sakit banyak menggunakan elemen warna hijau.

Ungu : melambangkan kemewahan, tanda jabatan dan otoritas.

Ungu melambangkan sebuah kemewahan, nuansa bangsawan dan juga tanda kekayaan. Di sisi lain ungu juga kerap dipakai untuk ditambahkan kedalam warna utama untuk menambahkan nuansa romantisme dan feminisme.

d. Limited Animation

Berawal dari permasalahan bagi perusahaan animasi yang masih berkembang pada saat itu tidak mampu menghasilkan animasi-animasi yang sangat detail setiap frame-nya seperti animasi hasil karya Walt Disney dari tahun 1930 sampai 1940-an, dikarenakan terlalu mahal dalam ongkos pengerjaan dan terlalu memakan waktu banyak, Limited Animation muncul sebagai solusi teknik dalam pembuatan animasi yang tidak memerlukan penggambaran keseluruhan frame, tapi lebih banyak menggunakan pengulangan dari beberapa gambar pada frame sebelumnya sehingga ongkos produksi dan terpangkas hampir setengah dari animasi Disney pada waktu itu. Dalam (Canemaker, 2005), dikemukakan bahwa Winsor McCay dalam filmnya tahun 1914, Gertie the Dinosaur ditampilkan dengan menganimasikan setiap elemen dalam filmnya termasuk background rumput dan bebatuan, namun dalam film lainnya The Sinking of Lusitania McCay membuat elemen dalam film dianimasikan dengan jumlah frame per second lebih sedikit dan banyak menggunakan pengulangan animasi yang digabungkan.

e. 12 Prinsip Animasi

12 Prinsip Animasi pertama kali dicanangkan oleh Frank Thomas dan Ollie Johnston, dua dari sembilan orang core animator studio Disney pada era awal, yang telah menghasilkan karya-karya terbaik Disney seperti Snow White and Seven Dwarves, Alice in Wonderland, atau Bambi, yang kesembilan orang ini terkenal dengan julukan Disney's Old Men. Berdasarkan (Thomas, 1981) setelah lama bekerja dan banyak menghasilkan karya bagi Disney, Frank dan Ollie merumuskan resep dasar bagaimana membuat sebuah pergerakan animasi yang realistis sebagai dasar utama dalam animasi yang dikenal dengan 12 Prinsip Animasi. Dasar utama ini menggabungkan hukum fisika yang berlaku dalam setiap pergerakan karakter namun juga ditambahkan dengan berbagai macam aspek abstrak untuk menunjukkan ciri khas sebuah karakter animasi.

(6)

1.3 Rumusan Masalah

Educational Animation ini menceritakan tentang awal bagaimana mesin empat langkah diciptakan dan cara kerjanya, sehingga pemirsa akan memahami mengapa perlu menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan dengan demikian bahaya potensial yang akan terjadi akibat dari kesalahan penggunaan bahan bakar juga dapat terhindarkan.

1.4 Tujuan Penelitian

Penyampaian informasi dalam bentuk Educational Animation yang banyak menggunakan gambar bergerak dan animasi diharapkan mampu menyampaikan informasi lebih efektif kepada masyarakat. Dengan komunikasi visual yang efisien dan tepat, mampu memberikan kesadaran kepada pemirsa akan pentingnya hal ini dan membuat perubahan pada pola pikir dan pandangan pemirsa.

Dengan hasil karya ini diharapkan memacu tingkat apresiasi publik kepada desainer digital untuk lebih dihargai dan dipandang sebagai salah satu elemen penting dalam dunia perfilman dan komunikasi visual ke publik.

2. Metode Penelitian

2.1 Referensi Visual

Referensi visual yang didapat penulis adalah sebuah acara semi dokumenter yang diproduksi oleh BBC (Inggris) yang berjudul "Things You Need to Know", sebuah acara yang dibawakan oleh James May yang membahas mengenai hal-hal berbau ilmu pengetahuan sekitar kita sehari-hari, mulai dari tubuh manusia sampai perubahan iklim di dunia.

Gbr.4 James May dalam acara "Things you need to know"

Penulis memilih acara ini sebagai referensi karena acara ini mampu menggabungkan nilai ilmu pengetahuan dalam bentuk animasi sederhana yang menghibur sehingga mampu menarik perhatian pemirsa terhadap sesuatu berbau teknis dan matematis yang umumnya rumit dan cepat membosankan. "Things You Need to Know" menggunakan banyak teknik Cutout Animation dari aset foto mengenai objek sedang dibahas dan tidak jarang terdapat distorsi bentuk dari karakter untuk menunjukkan ekspresi maupun keadaan yang terjadi pada karakter.

(7)

Gbr. 5 James May dalam episode "Einstein", merupakan gabungan syuting greenscreen dan footage tambahan yang kemudian dilakukan Color Grading ulang untuk menyelaraskan warna .

Gbr.6 Gaya animasi dalam acara "Things you need to know" sebagian besar merupakan animasi cut-out.

Referensi visual yang kedua adalah sebuah acara dokumenter bertema luar angkasa yang dikemas dalam format Series sebanyak 13 episode yang berjudul "Cosmos : A Spacetime Odyssey", Dalam film ini penulis mendapatkan referensi dari scene animasi 2D yang merupakan hasil karya Seth MacFarlane.

(8)

Gbr.8 Penataan perspektif pada salah satu scene animasi 2D "Cosmos : A Spacetime Odyssey".

Seth MacFarlane menggunakan teknik penggabungan Animasi 2D konvensional dan Cutout Animation yang digabungkan footage Background yang sebagian besar merupakan hasil Posterized dari aset foto yang ditata ulang, dan beberapa merupakan digital illustration. Penataan perspektif juga dilakukan dengan camera mapping antara layer footage baik karakter maupun background, ditambah dengan efek Depth of field pada kamera untuk menentukan point of interest pada sebuah scene.

Gbr.9 Footage background pada salah satu scene animasi 2D "Cosmos : A Spacetime Odyssey" yang merupakan hasil retouch pada sebuah foto yang digabungkan dengan aset visual yang lain.

2.2 Tahapan Produksi

Berdasarkan data yang diperoleh, landasan teori dan analisa data yang telah dipaparkan, strategi yang dilakukan oleh penulis untuk menyelesaikan film serial animasi ini menggunakan alur kerja sebagai berikut:

Pre Produksi

1. Penetapan Script dan skenario. 2. Pembuatan Storyboard Digital.

3. Animatic hasil pengembangan Storyboard Digital Production

1. Pengumpulan data, footage penunjang, stock images. 2. Character Design.

3. Rigging Character dan Aset Visual.

4. Sound Recording untuk Narator dan pengumpulan Aset Audio.

5. Trial and Error Rigging dan animasi Aset Visual. 6. Pengaturan Timeline Scene berdasarkan Animatic. Post Production

1. Footage composting. 2. Color grading.

(9)

4. Final output.

3. Hasil Dan Bahasan

3.1 Desain Karakter Nikolaus Otto

Karakter Otto merupakan cut-out character yang kepalanya adalah hasil digital illustration dengan referensi foto asli Otto, digabungkan dengan badan yang memakai jaket nilon dan celana straight cut melebar menyesuaikan era 1800-an.

Gbr.10 Karakter Otto. Gbr.11 Nikolaus Otto.

Etienne Lenoir

Lenoir dengan pengaplikasian desain karakter yang serupa dengan Otto, masuk ke dalam scene dengan mengendarai Hippomobile, yaitu kendaraan roda tiga buatannya, yang bertenaga gas batubara. Lenoir kemudian berkendara melewati Otto, melambangkan perjalanan sejarah mobil pada abad ke -19 dimana teknologi berkembang melalui pemikiran lain yang melengkapi hasil karya sebelumnya.

(10)

Gbr.14 Etienne Lenoir diatas Hippomobile, kendaraan roda tiga bertenaga gas batubara.

3.2 Visual Asset dan Environment

Gbr.15 Environment era Revolusi Industri

Environment pada era Revolusi Industri abad ke-19 menggunakan referensi salah satu wilayah di Jerman yaitu di Dornstetten yang masih mempertahankan gaya arsitektur half-timbering house sejak tahun 1770 sampai akhir tahun 1800, yaitu pada timeline yang sama ketika Nikolaus Otto di Jerman mengawali eksperimen mesin empat langkah.

Gbr.16 Jakarta kota modern

Environment kedua pada masa modern adalah lansekap kota Jakarta yang dihiasi gedung bertingkat di belakang dan pom bensin sebagai stasiun pengisian bahan bakar modern.

(11)

Gbr.17 Mobil era modern.

Mobil modern pada The Horsepower Secret, memakai referensi mobil Toyota Avanza, sebagai mobil yang mencapai penjualan tertinggi sebanyak 434.232 unit pada tahun 2013 lalu, sehingga tidak heran kerap dijumpai di jalanan kota besar di Indonesia termasuk di kota Jakarta.

Gbr. 18 Plang dan nozzle bensin.

Plang pom bensin, menggunakan referensi plang SPBU Pertamina, yang merupakan perusahaan negara yang memiliki stasiun pengisian bahan bakar paling banyak di Indonesia. Nozzle bensin sebagai lambang pengisian bensin, maupun sebagai analogi tempat bensin keluar dan juga digunakan pada scene untuk menunjukkan isi dari kandungan di dalam bensin.

4. Simpulan dan Saran

4.1 Simpulan

Proses pengerjaan mata kuliah Tugas Akhir berawal dari penetapan konsep dan ide dasar, pengumpulan data lapangan, baik permasalahan yang terjadi, sebab akibat penggunaan bahan bakar yang salah, sehingga penulis menemukan sebuah treatment penceritaan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya memilih bahan bakar yang tepat.

Yang pertama kali penulis perhatikan adalah pentingnya pengetahuan tentang mesin kendaraan secara umum, yang tentunya berawal dari sejarah mesin kendaraan itu sendiri, yang dijelaskan dengan sebuah adegan singkat pada masa Revolusi Industri di Eropa, dimana dua orang yang berperan penting dalam teknologi mesin kendaraan yang sudah dikenal sekarang. Setelah dasar informasi tentang kerja mesin kendaraan sudah disampaikan, penulis kemudian melanjutkan pada kondisi masa sekarang dan contoh bahan bakar apa saja yang ada di sekitar, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat kandungan di dalam bahan bakar yang mempengaruhi kinerja mesin kendaraan, apa manfaat dan akibatnya dari penggunaan bahan bakar yang tepat guna. Setelah penyampaian informasi, ditutup dengan narasi tentang saran kepada pemirsa untuk menggunakan bahan bakar yang tepat untuk pengguna kendaraan. Penulis merasa perlu untuk menyampaikan informasi ini dikarenakan hal seperti

(12)

ini juga kerap disalahgunakan untuk kepentingan tertentu, dan dengan penggunaan bahan bakar yang tepat penghematan secara ekonomi juga akan lebih baik.

5.1 Saran

Mata kuliah Tugas akhir adalah salah satu elemen penting dalam kelulusan mahasiswa dan sebagai ajang pembuktian terakhir secara akademis untuk dapat dinilai apakah mahasiswa tsb. sudah layak untuk lulus dan terjun ke dalam dunia kerja nyata. Mengenai permasalahan yang terjadi di dalam proses pengerjaan, secara teknis banyak proses maupun teknis yang harus dicoba dan dilakukan eksperimen sendiri oleh mahasiswa dikarenakan materi yang akan dikerjakan juga banyak yang tidak secara langsung diajarkan di dalam kelas. Permasalahan kedua adalah menyesuaikan tempo kerja dengan setiap batasan deadline Pra-Sidang sampai pada Sidang Akhir, pada permasalahan ini proses berpikir kreatif sangat diperlukan untuk menghemat waktu dan tetap menjaga kualitas hasil kerja. Adanya mata kuliah Tugas Akhir juga membuat penulis mampu meningkatkan kemampuan teknis freehand digital yang sudah lama tidak dilakukan dikarenakan materi akademis pada periode ini yang banyak mengedepankan produksi 3D, yang tentunya ada sebuah sense pencitraan visual yang berbeda ketika membuat suatu karya 3D dan digital painting.

5. Referensi

1. Saussure, F., & Bouquet, S. (2002). Ecrits de linguistique générale. Paris: Gallimard.

2. Brewster, D., & Bache, A. (1835). A treatise on optics. Philadelphia: Carey, Lea & Blanchard. 3. Elliott, A., & Maier, M. (2007). Journal of Experimental Psychology: General. Color and

Psychological Functioning, 250-253.

4. Graham Bell, Alexander (1981). Performance Tuning in Theory and Practice Four Strokes. Somerset: Haynes Publishing Group.

5. Canemaker, J. (2005). Winsor McCay: His life and art. New York: Harry N. Abrams.

6. Thomas, F., & Johnston, O. (1981). Disney animation: The illusion of life. New York: Abbeville Press.

7. Graham Bell, Alexander (1997). Modern Engine Tuning. Somerset: Haynes Publishing Group. 8. Starkey, David (2012). James May's Things You Need to Know. London: BBC Two.

9. Wright, Jean Ann (2005). Animation Writing & Development. Oxford: Focal Press. 10.Williams, Richard (2001). Animator's Survival Kit. London: Faber and Faber.

11.Braga, Brannon., Silvestri, Alan., & MacFarlane, Seth (2014). Cosmos : A Spacetime Odyssey. Los Angeles: National Geographic.

12.Bellis, Mary (2014). Understanding Internal Combustion. The History of Engines - How Engines Works, diakses 10 Maret 2014 dari http://inventors.about.com/library/inventors/

blinternalcombustion.htm

13.Bellis, Mary (2014). The Internal Combustion Engine and Early Gas-Powered Cars. The History of Automobile, diakses 10 Maret 2014 dari http://inventors.about.com/

library/weekly/aacarsgasa.htm

14.Bellis, Mary (2014). Nikolaus Otto. History of Cars, diakses 10 Maret 2014 dari http://inventors.about.com/library/inventors/blotto.htm

15.Gumelar, Pahla (2013). Memahami Rasio Kompresi Statis, Dinamis, dan Oktan BBM - Pengantar Review Norival. Part & Engine Archive - Satria155.com, diakses 10 Maret 2014 dari http://satria155.com/memahami-rasio-kompresi-statis-dinamis-oktan-bbm-review-norival/

16.Longhurst, Chris (2014). From Humble Beginnings to the Engine We Know Today. The Fuel and Engine, diakses 19 Januari 2014 dari http://www.carbibles.com/

enginehistory.html

6. Riwayat Penulis

David Pangemanan, lahir di kota Jakarta pada tanggal 15 April 1989. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara jurusan Desain Komunikasi Visual pada tahun 2015.

Referensi

Dokumen terkait

BAGI YANG SUDAH MELAKUKAN PEMBAYARAN T]KT WAJIB MELAKUKAI{ REGISTRASI Nf,AHASISWA BARU SECARA ONLINE PADA LAMAN htfp://reeistresi.unila.aeid.. PROSES REGISTRASI SESUAI

Kehidupan kerja adalah hal yang penting bagi setiap instansi karena di.. era kompetisi global ini, setiap instansi dihadapkan pada lingkungan

Tanggal Perkiraan periode pernyataan kehendak pemegang saham 24 November – 01 Desember 2011 Public Sorini yang berkehendak untuk menjual sahamnya. Tanggal efektif penggabungan

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024)

Sementara katalis H-c yang disintesis dengan waktu hidrotermal paling lama, memiliki kristalinitas yang tinggi yang berarti memiliki kestabilan yang baik sehingga

Tingginya nilai keanekaragaman fitoplankton pada stasiun tersebut dikarenakan faktor fisik kimia yang mendukung bagi pertumbuhan fitoplankton seperti kadar Nitrat

Anggota Gugus Tugas Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf c mempunyai tugas mernbantu Ketua dalam menyediakan bahan perumusan kebijakan umum Provinsi ,

muslim, sesungguhnya yang menyatukan mereka adalah al- Quran. b) Terjaga dari hawa nafsu. Kecenderungan seseorang beragam. Keinginannya sangat liar atau bahkan tanpa