• Tidak ada hasil yang ditemukan

Copy of SPO AKREDITASI.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Copy of SPO AKREDITASI.doc"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

RSU

Sari Mutiara Medan

IDENTIFIKASI PASIEN No. Dokumen 01 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Identifikasi Pasien adalah pengisian identitas pasien ke dalam dokumen rekam medik dan pemberian nomor rekam medik. Tujuan : 1. Untuk memberikan identitas pasien agar tidak tertukar atau

salah tindakan

2. Untuk memudahkan pencarian kembali dokumen rekam medis.

Kebijakan : SK Direrktur No :949/XII.I/RSU-SM/2015

Prosedur : 1. Identifikasi pasien dilakukan petugas registrasi/pendaftaran di instalasi rekam medis

2. Petugas pendaftaran menanyakan dan mencatat nama, umur, jenis kelamin, alamat, agama, pekerjaan, pendidikan dsb.

3. Bila pasien datang dengan keadaan shock/ tidak sadar/ sakit berat, maka identifikasi dilakukan dengan menanyakan kepada keluarga/yang bertanggung jawab. 4. Setiap pasien diberi satu nomor Rekam Medis yang

berlaku seumur hidup selama masih menggunakan jasa pelayanan Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan. 5. Panduan penulisan nama sesuai dengan prosedur cara

penulisan nama yang telah ditetapkan Direktur Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan

Unit Terkait : - IGD - IRJA - IRNA

(2)

RSU

Sari Mutiara Medan

IDENTIFIKASI BAYI BARU LAHIR (BBL)

No. Dokumen 02 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Identifikasi Bayi Baru Lahir adalah suatu cara untuk memberi tanda secara administrasi maupun fisik kepada bayi yang baru lahir supaya tidak terjadi kesalahan identitas.

Tujuan : Memberikan identitas yang jelas pada bayi baru lahir yang dilahirkan di RSU Sari Mutiara Medan, baik yang dilahirkan di ruang persalinan maupun di ruang operasi sehingga BBL terhindar dari masalah yang mungkin timbul.

Kebijakan : SK Direrktur No :949/XII.I/RSU-SM/2015

Prosedur : 1. Setelah bayi lahir dan tali pusat dipotong kemudian diikat, dibersihkan jalan nafas bayi, oleh dokter penolong / bidan diperlihatkan kepada ibu bayi dan atau keluarga diberitahu/ ditunjukkan jenis kelamin, normal dan tidaknya kondisi bayi.

2. Kemudian bayi dibersihkan dari lendir dan darah.

3. Dibuat cap telapak kaki bayi (kiri dan kanan) dengan tinta biru/ tinta cina pada lembar formulir rekam medik BBL dan diberi tanggal, ditandatangani dan dicantumkan nama jelas petugas.

4. Menimbang berat badan dan mengukur panjang badan bayi kemudian ditulis di rekam medik bayi.

(3)

RSU

Sari Mutiara Medan

No. Dokumen 02/ 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2 / 2

5. Memasang gelang plastik yang sesuai dengan jenis kelamin BBL untuk bayi laki-laki warna biru muda dan bayi perempuan warna merah muda yang sudah diisi kertas identitas yang tertuliskan nomor register, nama ibu, tanggal kelahiran, jenis kelamin, dan dipasang di tangan atau kaki kanan BBL, gelang tidak boleh terlepas dan hanya bisa diambil dengan cara menggunting.

6. Kemudian bayi diserahkan ke perawat/ petugas ruang untuk diletakkan (ditempatkan) dalam box bayi dengan dilengkapi identitas bayi (nama / nama ibu, nomor register, BB, PB, Jenis kelamin, alamat, dokter yang merawat dan penolong kelahiran)

7. Dalam hal bayi kembar, masing-masing BBL dipasangkan satu gelang dengan identitas yang sesuai dengan BBL tersebut.

8. Gelang tersebut baru diserahkan kepada orang tua BBL saat pulang dengan tanda terima bila dalam keadaan tertentu ibu sudah boleh pulang, sedangkan BBL masih dalam perawatan di RSU Sari Mutiara Medan, maka gelang tersebut tetap terpasang.

9. Register bayi yang meminta/ mengisi adalah perawat/ petugas ruangan.

10. Rekam medis ibu berisi catatn medis (status rekam medis) ibu yang melahirkan, diisi lengkap oleh petugas rekam medik, bidan/ perawat di ruangan dan dokter obgyn/ bidan yang memimpin partus dengan lengkap.

11. Rekam medis bayi (formulir BBL) diisi dengan lengkap oleh perawat dan dokter spesialis anak.

Unit Terkait : - IGD - IRJA - IRNA

- IRM

- Ruang Bersalin - Ruang Operasi

(4)

RSU

Sari Mutiara Medan

IDENTIFIKASI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP (PEMASANGAN GELANG) No. Dokumen 03 / 04 /45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Identifikasi pasien di ruang rawat inap adalah suatu cara untuk memberi tanda sebagai ciri khas pada setiap pasien yang dirawat di RSU Sari Mutiara Medan

Tujuan : 1. Memberi identifikasi agar pasien tidak tertukar 2. Mencegah terjadinya kesalahan tindakan pengobatan Kebijakan :

SK Direrktur No

Prosedur : 1. Setelah pasien di periksa di poli/IGD, ternyata pasien harus rawat inap maka petugas IGD/poli memasang gelang di tangan pasien dan di tulis nama, jenis kelamin, umur, nomor rekam medik.

2. Laki-laki dengan warna gelang yang biru Perempuan dengan warna ping

Alergi dengan warna merah Resiko jatuh dengan warna kuning 3. Tulisan dibuat singkat dan jelas. Unit Terkait : IGD

IRJA IRNA IRM

(5)

RSU Sari MutiaraMedan No. Dokumen 04 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1/3

SPO Tanggal terbit

Januari 2015

Ditetapkan Direktur

Dr.Tahim Solin, M.MR

Pengertian : Identifikasi pasien adalah suatu cara untuk memberi tanda sebagai ciri khas pada setiap pasien di RSU Sari mutiara Medan

Tujuan : Memberikan identitas pada pasien sehingga dapat membedakan pasien yang satu dengan yang lainnya, disamping umur, alamat,dan nomor rekam medik.

Kebijakan : SK.Dir. No.733/1.2/ RSU-SM / II / 2015

Prosedur : 1. Penulisan nama pasien menggunakan huruf balok dan berdasarkan ejaan baru yang disempurnakan.

2. Sebutan Saudara/ Bapak/ Saudari/ anak tidak dipergunakan, sebutan yang masih dipergunakan Tn/ Ny/ Nn/ An.

3. Nama orang indonesia yang mempunyai nama keluarga, diindeks menurut kata akhir (nama keluarga) sebagai kata pengenal diikuti koma, kemudian namanya sendiri.

Contoh :

Nama sendiri : Suwito Mangunkusumo Suwito Dipokusumo Diindeks : Mangunkusumo, Suwito Dipokusuma, Suwito 4. Nama orang indonesia yang majemuk Contoh :

Nama sendiri : Sutopo Yuono (yuono bukan nama keluarga) Diindeks : Sutopo Yuono

5. Nama orang indonesia yang mempunyai suku, marga, diindeks menurut nama suku dan marga tersebut.

Contoh :

Nama sendiri : Hamdan Harahap Arnold Manohutu

Diindeks : Harahap, Hamdan Manohuto, Arnold

6. Nama wanita yang menggunakan nama ayahnya diindeks dengan nama ayahnya.

Contoh :

Nama sendiri : Anna Matovani Heny Pusponegoro Diindeks : Matovani, Anna Pusponegoro, Heny

(6)

RSU Sari Mutiara

Medan

PENULISAN NAMA PASIEN No. Dokumen 04 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2/3

7. Untuk membedakan wanita yang belum bersuami dengan wanita yang sudah bersuami, di belakang nama di tulis Nn, Ny dalam tanda kurung.

Contoh : Ny.Kartini Sukarno Nn.Sutinah Binti Muhaji Diindeks : Sukarno, Kartini (Ny) Muhaji, Sutinah binti (Nn)

8. Petunjuk silang. Adalah petunjuk tentang seorang yang memiliki dari satu nama, untuk petunjuk ini digunakan kata lihat atau tanda X Alias/Samaran ditujukan kepada nama sebenarnya.

Contoh : Unyil alias Sumiati

Diindeks : Sumiati lihat unyil atau Sumiati X unyil 9. Nama orang Eropa :

Nama keluarga orang eropa terletak di bagian akhir dari nama tersebut Contoh : Robert Kennedy

Albert Van der Molen

Diindeks : Kennedy, Robert Molen,Albert Van der

10. Nama orang arab.

Contoh : Akhmad Albar Mohammad bin Gazali Diindeks : Albar, Akhmad

Gozali, Mohammad bin 11. Nama India, Jepang dan Thailand. Contoh : Mahatma Gandhi Saburo Kabayashi Charoom Rataranatsin Diindeks : Gandhi Mahatma Kabayashi Saburo Rataranatsin Charoom 12. Nama Cina, Korea, Vietnam

Nama keluarga terletak dibagian depan, sehingga cara penulisannya (keturunan, She) tidak mengalami perubahan.

Contoh : Tan Po Guan Kim III Sung Tranh Van Dang Diindeks : Tan Po Guan Kim III Sung Tranh Van Dang

(7)

RSUSari Mutiara Medan

PENULISAN NAMA PASIEN

No. Dokumen 04 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 3 / 3 13. Nama-nama orang suci dan Haji menjadi bagian dari nama Contoh : Santa Claus

Santo Josep Fx.Suharjo

Haji Amir Mahmud

Di indeks : Claus, Santa Josep, Santa Suharjo, FX

Mahmud Haji Amir

14. Gelar Kesarjanaan seperti dr,DR,SH dsb, bukan merupakan bagian dari mengindeks gelar-gelar kesarjanaan tersebut di tempatkan di belakang nama tanda kurung demikian juga pangkat dan jabatan bila di perlukan.

Contoh : Gubernur Sumarno Noto negoro, SH Mayor KRT Sumantri Parto Kusumo MSc Dindeks : Noto Negoro Sumarno (SH) (Gubernur)

Parto Kusumo KRT.Sumantri (MSc) (Mayor) Unit Terkait IGD IRJA IRNA IRM

(8)

RSU

Sari Mutiara Medan

PERSIAPAN NOMOR BARU REKAM MEDIS No. Dokumen 05 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Nomor Rekam Medis adalah nomor tertentu yang dituliskan pada dokumen rekam medis yang digunakan untuk memberi identitas pada dokumen rekam medis

Tujuan : Mengantisipasi agar nomor rekam medis yang dipergunakan tidak terjadi nomor ganda.

Kebijakan : SK.Dir.No.

Prosedur : 1. Petugas mencatat nomor register yang sudah digunakan ke dalam buku register.

2. Nomor yang belum tercatat ditulis secara urut di Kartu Identitas Berobat.

3. Rekam Medis kosong yang telah bernomor diletakkan di tempat pendaftaran dan di Instalasi Gawat Darurat.

Unit Terkait : IGD IRJA IRNA

(9)

RSU

Sari Mutiara Medan

PENOMORAN REKAM MEDIS

No. Dokumen 06 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Nomor Rekam Medis adalah nomor tertentu yang dituliskan pada dokumen rekam medis yang digunakan untuk memberi identitas pada dokumen rekam medis

Tujuan : Mengantisipasi agar nomor rekam medis yang dipergunakan tidak terjadi nomor ganda.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Tanyakan kepada pasien/ keluarganya, apakah sudah pernah datang berobat / belum.

2. Bila ternyata baru satu kali datang berobat, maka pasien diberi nomor dokumen rekam medis baru, dan satu nomor hanya dipakai satu pasien.

3. Bila pasien pernah datang berobat dan mempunyai nomor lama maka pasien tidak diberi nomor dokumen baru dan dokumen rekam medisnya yang lama di tetap dipakai. 4. Bila pasien pernah datang tetapi tidak dapat menunjukkan

nomor rekam medis lama, maka petugas pendaftaran mencari nama dalam KIUP atau di sistem komputer.

5. Tidak dibenarkan selain petugas rekam medis memberikan nomor rekam medis.

6. Nomor ganda (kesalahan pemberian nomor) menjadi tanggung jawab petugas rekam medis untuk merevisinya. 7. Nomor rekam medis diambil dari buku register pasien baru,

dengan menggunakan delapan digit mulai dari 00-00-00-00 s/d 99-99-99-99

Unit Terkait : IGD IRJA IRNA

(10)

RSU

Sari Mutiara Medan

NOMOR REKAM MEDIS DOBEL

No. Dokumen 07 / 04 / 47 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Nomor Rekam Medis adalah nomor tertentu yang dituliskan pada dokumen rekam medis yang digunakan untuk memberi identitas pada dokumen rekam medis

Tujuan : Supaya tidak terjadi duplikasi nomor rekam medis Kebijakan :

Prosedur : 1. Pada saat pasien ingat telah mempunyai nomor, sedangkan petugas telah terlanjur memberikan nomor baru, maka nomor yang terbaru dibatalkan.

2. Bila pasien lupa nomernya maka dicari di KIUP atau di system Komputer.

3. Nomor baru pada buku pendaftaran pasien baru dicoret tetap terbaca dan dibubuhi paraf (tidak boleh di tipp-ex) diberi keterangan agar dapat dipakai untuk poasien yang lain.

4. Dilakukan penggabungan berkas rekam medis

5. Kemudian pada buku pendaftaran pasien ulang dicatat pada tanggal dan jam pasien datang

Unit Terkait : IGD IRJA IRNA IRM

(11)

RSU Sari Mutiara Medan No. Dokumen 08 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 3

SPO Tanggal terbi

Januari 2015 Ditetapkan Direktur dr.Tahim Solin MMR Pengertian

Pendaftaran pasien adalah proses penerimaan pasien yang datang berobat ke RSU Sari Mutiara Medan, mulai dari pendaftaran pasien dengan wawancara dan mencatat identitas pasien sampai mengantarkan pasien ke instalasi pelayanan yang dikehendaki pasien.

Tujuan : 1. Memberikan kesan baik pada kunjungan pasien/ keluarga pasien

2. Mengarahkan pasien secara efisien sesuai kasus untuk mendapatkan pelayanan medis yang cepat dan tepat.

Kebijakan : SK Direktur No. : No.733/1.2/RSU-SM/II/2015 .

Prosedur :

1. Pendaftaran Pasien Baru.

A. Pasien mengambil nomor antrian dan mendapatkan informasi tentang syarat-syarat administrasi yang harus di penuhi oleh pasien, sesuai dengan kepesertaannya (Umum, BPJS, Asuransi/Perusahaan, dll ). b. B. Tunggu panggilan oleh petugas pendaftara

c. C. Pendaftaran dilakukan di instalasi rekam medik urusan pendaftaran R.Jalan - petugas pendaftara mencek/meneliti kelengkapan persyaratan

dokumen pasien dan hasil hasil asesmen pasien di PPK.I BPJS termasuk hasil foto,hasil laboratorium pemeriksaan imejing dll lampirkan ke status pasien serta tanya kembali kepastian poli yg di tuju pasien, apabila sudah lengkap petugas pendaftaran mengambil nomor rekam medik yang baru dari buku bank nomor dan menuliskan nama pasien di buku bank nomor serta mencantumkan nomor rekam medik ke lembaran dokumen rekam medik yg baru (maf status).

d. Petugas pendaftaran memberikan kartu berobat kepada pasien dan memasukkan

data pasien ke dalam komputer : 1. Nama Pasien :

- Diisi nama pasien lengkap dengan gelar, ditulis sesuai prosedur kerja tetap pemberian nama yang telah ditetapkan di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan.

2. Umur pasien 3 Jenis kelamin, 4.Pekerjaan 5. Agama

6. Alamat Diisi lengkap RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan kabupaten. 7. Nama keluarga

(12)

(khususnya bagi perempuan yang sudah menikah), atau nama orang yang mengantar pasien (umum/ petugas kepolisian) 8. Klinik yang dituju

f. petugas pendaftaran mengarahkan pasien untuk menunggu di poli yang di tuju.

(13)

RSU

Sari Mutiara Medan

No. Dokumen 08 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2 / 3

g. Bagi pasien umum yang baru berobat, berkas rekam mediknya langsung di antar ke poliklinik yang di tuju oleh petugas pendistribusian rekam medis. h. Bagi pasien BPJS yg baru berobat, petugas pendaftaran memberikan

berkas RM (yaitu kartu BPJS asli, rujukan yg asli dan foto copi masing2 rangkap dua) ke bagian pengendali BPJS untuk menerbitkan SEP (surat egibilitas pasien) dan petugas BPJS membubuhkan stempel serta menanda tangani SEP.

i. Petugas pengendali BPJS RSU Sari Mutiara Medan menyerahkan dokumen rekam medik tersebut kepada petugas pendistribusian rekam medis. j. Petugas pendistribusian mencatat di buku ekspedisi sesuai buku poli yang

di tuju dan membuat nomor urut dengan tepat, sama dengan nomor urut di pendaftaran supaya pasien tidak komplein.

k. petugas rekam medik mendistribusikan/mengantar rekam medis ke poliklinik yang dituju dengan memakai buku expedisi, mencatat nama dan kelengkapan berkas ( kartu,rujukan asli)

l. Sebelum pemeriksaan, petugas Poliklinik/IGD menganjurkan penadatanganan

persetujuan umum (General Consent) , dan skrining pasien tersebut, serta menyerahkan kartu BPJS/surat rujukan yang asli kepada

pasien/keluarganya

m. Setelah selesai menjalani pemeriksaan, petugas poliklinik(Perawat & DPJP) mencek kelengkapan pengisian rekam medis dan mengembalikan status ke rekam medis di terima oleh petugas assembling/pengentri data.

1. Pendaftaran Pasien Lama.

a. Pasien mengambil nomor antrian di informasi b. Tunggu panggilan oleh petugas pendaftaran

c. Pendaftaran dilakukan di instalasi rekam medik urusan pendaftaran.

- petugas pendaftara mencek/meneliti kelengkapan persyaratan dokumen pasien dan hasil asesmen pasien di PPK.I BPJS termasuk hasil foto,hasil laboratorium,pemeriksaan imejing dll, lampirkan ke status pasien serta tanya kembali kepastian poli yg di tuju pasien,

-

d. Petugas pendaftaran memasukkan data pasien ke dalam komputer : 1 Nama Pasien :

Diisi nama pasien lengkap dengan gelar, ditulis sesuai prosedur kerja tetap pemberian nama yang telah ditetapkan di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan.

2. Umur pasien, 3 Jenis kelamin, 4.Pekerjaan 5. Agama

(14)

7. Klinik yang dituju 8. Nama keluarga

Nama keluarga diisi dengan nama ayah atau nama suami (khususnya bagi perempuan yang sudah menikah), atau nama orang yang mengantar pasien (umum/ petugas kepolisian)

(15)

RSU Sari Mutiara Medan No. Dokumen 08 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 3 / 3

e. petugas pendaftaran mengarahkan pasien untuk menunggu di poli yang di tuju.

f. Bagi pasien umum, petugas pendaftaran memberikan berkas rekam medik yang sudah lengkap kepada petugas failing, untuk mengambil rekam medik yang lama di rak penyimpanan dan setelah itu diberikan kepada petugas pendistribusian untuk di antar ke poliklinik yang di tuju.

g. Bagi pasien BPJS petugas pendaftaran memberikan berkas RM (yaitu kartu BPJS asli, rujukan yg asli, rujukan internal,KTP,KK dan foto copi masing2 rangkap dua) ke bagian pengendali BPJS untuk menerbitkan SEP (surat egibilitas pasien) dan petugas BPJS membubuhkan stempel serta menanda tangani SEP.

h. Petugas pengendali BPJS RSU Sari Mutiara Medan menyerahkan dokumen rekam medik tersebut kepada petugas Failing/penyimpanan rekam medis. i. Petugas penyimpanan rekam medis mengambil status (dokumen rekam medis

yg lama) di rak penyimpanan/Failing dan menyatukannya dengan berkas persyaratan rekam medik dan menyerahkan kepada petugas pendistribusian, untuk di antar ke poliklinik yang di tuju.

j. Petugas pendistribusian mencatat di buku ekspedisi sesuai buku poli yang di tuju dan membuat nomor urut dengan tepat, sama dengan nomor urut di pendaftaran supaya pasien tidak komplein.

l. petugas rekam medik mendistribusikan/mengantar rekam medis ke poliklinik yang dituju dengan memakai buku expedisi.

k.Sebelum pemeriksaan, Petugas poli/IGD menganjurkan penandatanganan persetujuan umum (General Consent) dan skrining pasien tersebut, serta menyerahkan kartu BPJS/surat rujukan asli kepada pasien/keluarga.

l. Setela selesai menjalani pemeriksaan, petugas poliklinik(Perawat & DPJP) mencek kelengkapan pengisian rekam medik dan mengembalikan status ke rekam medik (Petugas Assembling/pengentri data)

Unit terkait : IGDIRJA IRNA IRM

(16)

RSU SARI MUTIARA

PASIEN YANG BATAL BEROBAT JALAN No.Dokumen 09 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 S P O Tanggal Terbit Jan 2015 Ditetapkan Oleh,

Direktur RSU. Sari Mutiara Medan

Dr. Tahim Solin MMR

Pengertian Pasien yang tidak mendapatkan pelayanan oleh karena dokter berhalangan.

Tujuan Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien, terutama dari ketepatan waktu/respon time dari pelayanan DPJP.

Kebijakan SK Direktur No.

Prosedur 1. Pasien yang mendaftar di rawat jalan akan di laporkan kembali oleh petugas instalasi rawat jalan kepada petugas pendaftran setelah selesai jam pelayanan terutama pasien pasien yang tidak menerima pelayanan atau batal.

2. Petugas Instalasi rawat jalan menginformasikan kepada pasien agar mendaftar ulang pada hari berikutnya ketempat pendaftaran seperti pasien biasa

3. Petugas pendaftaran melaporkan data pasien yg di layani pada hari itu kepada Komite rekam Medis dan instalasi rekam medis.

Unit terkait IGD

IRJA IRNA IRM

(17)

RSU

Sari Mutiara Medan

PENDAFTARAN PASIEN GAWAT DARURAT

No. Dokumen 10 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Pendaftaran pasien di IGD adalah proses penerimaan pasien yang datang berobat ke IGD RSU Sari Mutiara Medan, dan dicatat status sosial, identitas pasien dan keluarga (pihak yang bertanggung jawab terhadap pasien tersebut) serta menandatangani General Consent (persetujuan umum)

Tujuan : Untuk tertib administrasi pasien yang dirawat di IGD RSU Sari Mutiara Medan.

Kebijakan :

1. Pasien didaftarkan terlebih dahulu oleh keluarga/yang mengantar di tempat pendaftaran (prosedur sesuai pendaftaran pasien baru/ lama)

2. Tanyakan kepada keluarga yang mengantar apakah ada kasus polisi/ tidak.

3. Petugas pendaftaran menulis identitas pasien dan entri ke dalam komputer.

4. Jika pasien tidak sadar dan tidak ada keluarga, maka untuk sementara penulisan nama dengan nama “X”, baru setelah pasien sadar, petugas pendaftaran mendatangi pasien untuk memperoleh data selengkapnya untuk mengetahui apakah sudah pernah berobat atau belum.

5. Bagi pasien yang sudah pernah berobat, maka berkas rekam medisnya yang lama di ambil di rak penyimpanan segera diantar ke ruang instalasi Gawat Darurat)

6. Bagi yang belum pernah berobat, pendaftaran sesuai prosedur pendaftaran pasien baru.

Unit Terkait IGD

IRJA IRNA IRM

PENDAFTARAN PASIEN RAWAT INAP

(18)

RSU Sari Mutiara Meda No. Dokumen 11 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1

SPO Tanggal terbit

Januari 2015

Ditetapkan Direktur

Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Pasien yang datang membawa rujukan dari dokter/tenaga kesehatan lainnya ingin di rawat inap (opname) di RSU Sari Mutiara Medan atau yang sudah mendapatkan pelayanan diS rawat jalan/IGD dan indikasi rawat inap sesuai dengan kebutuhannya, oleh dokter yang memeriksa perlu perawatan lanjutan maka dokter menganjurkan untuk rawa inap.

Tujuan : 1. Untuk tertib administrasi pasien yang dirawat Inap di Rsu Sari Mutiara Medan.

2. Untuk mendapatkan dokumen rekam medik, Kebijakan : SK.Direktur. No.

Prosedur :  Pendaftaran Pasien Baru

a. Pasien mengambil nomor antrian di informasi dan menulis identitasnya dalam formulir yg sudah disediakan.

b. Pasien menunggu pangilan dari petugas pendaftaran

c. Petugas melakukan pendaftara di rekam medik urusan pendaftaran :

- Meneliti /mencek kelengkapan persyaratan pasien rawat inap - Mengambil nomor rekam medis yang baru dari buku bank nomor - Membuat rekam medik (status), kartu berobat yg baru dan

menuliskan nomor rekam medisnya.

- Menanyakan kepada pasien/keluarga kamar/kelas yg di butuhkan. - Mengentri data pasien ke dalam komputer

d. Bagi pasien BPJS Petugas pendaftaran memberikan berkas kepada BPJS untuk menerbitkan SEP, serta stempel dan tanda tangan, setelah itu berkas diberikan kepada pendistribusian rekam medik untuk di antar ke poliklinik /IGD.

e. Bagi pasien Umum petugas pendaftaran memberikan kepada pendistribusian rekam medik untuk di antar ke poliklinik atau IGD dimana pasien diperiksa.

Pendaftaran Pasien Lama

a. Pasien mengambil nomor antrian di informarmasi. b. Pasien menunggu pangilan dari petugas pendaftaran

c. Petugas melakukan pendaftara di rekam medik urusan pendaftaran : - Meneliti /mencek kelengkapan persyaratan pasien rawat inap - Menanyakan kepada pasien/keluarga kamar/kelas yg di butuhkan - Mengentri data pasien ke dalam komputer

d. Bagi pasien BPJS Petugas pendaftaran memberikan berkas kepada BPJS untuk menerbitkan SEP, serta stempel dan tanda tangan,

(19)

setelah itu berkas berkas diambil oleh petugas penyimpanan, dan mengambil status lamanya di rak penyimpanan rekam medis serta memberikannya kepada petugas pendistri busian rekam medik untuk di antar ke poliklinik / IGD dimana pasien di periksa.

e. Bagi pasien Umum petugas pendaftaran memberikan kepada pendistribusian rekam medik untuk di antar ke poliklinik atau IGD dimana pasien diperiksa

(20)

RSU

Sari Mutiara Medan

PASIEN RAWAT JALAN/IGD YANG DIHARUSKAN RAWAT INAP No. Dokumen 12 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Sebagai hasil dari asesmen yang telah dilakukan di rawat jalan. Tujuan : Untuk melanjutkan perawatan dan pengobatan pasien sesuai

dengan ilmu kesehatan. Kebijakan : SK Direktur No.

Prosedur : 1. Setelah pasien diperiksa oleh dokter dan ada temuan atau indikasi untuk dirawat selanjutnya menggunakan fasilitas dan tenaga kesehatan di RSU Sari Mutiara Medan, maka dokter menganjurkan kepada pasien/keluarga untuk di opname dan menandatangani persetujuan umum (General Consent) selanjutnya dokter membuat surat perintah opname. tetapi jika pasien/keluarga tidak setuju maka pasien harus menanda tangani bahwa tidak setuju (surat penolakan)

2. Petugas IGD/poli Melaporkan kepada bagian pendaftaran rawat inap supaya pasien tersebut di buat dokumen rekam medik rawat inap, dan di berikan kepada petugas IGD/POLI agar rekam medisnya di isi oleh dokter/tenaga kesehatan lainnya (perawat,gizi, lab,farmasi dll).

3. Petugas Pendaftaran menanyakan kepada pasien/ Ruangan atau kelas yang di gunakan dan petugas pendaftaran menanyakan kepada Instalasi rawat inap apakah ruangan tersedia. dan petugas pendaftaran mengubah (admid) status pasien didalam komputer (rawat jalan menjadi rawat inap) 4. Apabila dokumen rekam medik sudah di buat sesuai dengan

ketentuan maka pasien dan rekam medis di kirim ke ruangan yang dikehendaki untuk perawatan selanjutnya dan petugas ruangan mengkaji ulang serta mengisi lembaran pengkajian awal rawat inap

Unit Terkait : IGD IRJA IRNA IRM

(21)

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMBUATAN

KARTU INDEKS UTAMA PASIEN (KIUP) No. Dokumen 13 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Kartu indeks Utama Pasien (KIUP) adalah tanda pengenal pasien baru yang disimpan selamanya sesuai berkas rekam medis

Tujuan : 1. Memudahkan petugas mencari nomor rekam medis pasien walaupun pasien tidak membawa kartu berobat/ lupa nomor rekam mediknya

2. Mengantisipasi terjadinya kesalahan pengambilan berkas rekam medis nantinya, apabila namanya sama.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Siapkan blanko KIUP bersamaan dengan pendaftaran pasien baru

2. Catat identitas pasien meliputi :

a. Kode pasien : diambil 3 (tiga) huruf pertama nama pasien yang bersangkutan (data diambil dari buku pendaftaran pasien baru)

b. Nomor Rekam Medis : diisi nomor register pasien c. Nama pasien : diisi nama pasien sesuai dengan protap

cara penulisan nama pasien Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan.

d. Alamat pasien diisi alamat pasien lengkap dengan RT/ RW/ Kelurahan/ Kecamatan/ Kabupaten, bila pasien pindah alamat, maka alamat pertama dicoret dan diganti alamat baru.

e. Jenis kelamin dituliskan sesuai dengan jenis kelamin pasien.

f. Nama orang tua dituliskan nama orang tua pasien sesuai dengan protap cara penulisan

g. Pekerjaan dituliskan sesuai dengan pekerjaan pasien. h. Tempat/ Tanggal kunjungan dituliskan tanggal

(22)

kunjungan pertama.

3. Petugas bertanggung jawab terhadap kelengkapan data pasien

Unit Terkait : IGD IRM IRJA IRNA

PEMAKAIAN

(23)

RSU

Sari Mutiara Medan

No. Dokumen 14 / 04 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Kartu indeks Utama Pasien (KIUP) adalah tanda pengenal pasien baru yang disimpan selamanya sesuai berkas rekam medis

Tujuan : 1. Memudahkan petugas mencari nomor rekam medis pasien walaupun pasien tidak membawa kartu berobat/ lupa nomor rekam mediknya

2. Mengantisipasi terjadinya kesalahan pengambilan berkas rekam medis nantinya, apabila namanya sama..

Kebijakan :

Prosedur : 1. KIUP dipergunakan pada pasien yang sebelumnya pernah berobat ke Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan, tetapi pasien lupa/ hilang kartu identitas berobatnya, maka digunakan KIUP untuk mempermudah pencarian berkas rekam medis pasien.

2. Petugas menanyakan nama, umur dan alamat pasien. 3. Petugas mengambil KIUP di kotak penyimpanan KIUP

sesuai abjad nama pasien.

4. Petugas mencari nama, umur, alamat yang sesuai dengan data pasien yang dimaksud dan melihat nomor register pasien (RM)

5. Petugas membuatkan kembali KIB ( Kartu Identitas Berobat ) bagi pasien yang hilang kartu berobatnya.

6. Berkas rekam medis diambil sesuai nomor register pada KIUP.

Unit Terkait : Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Inap IGD

(24)

RSU

Sari Mutiara Medan

PENYIMPANAN

KARTU INDEKS UTAMA PASIEN (KIUP)

No. Dokumen 15 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Kartu indeks Utama Pasien (KIUP) adalah tanda pengenal pasien baru yang disimpan selamanya sesuai berkas rekam medis

Tujuan : 1. Memudahkan petugas mencari nomor rekam medis pasien walaupun pasien tidak membawa kartu berobat/ lupa nomor rekam mediknya

2. Mengantisipasi terjadinya kesalahan pengambilan berkas rekam medis nantinya, apabila namanya sama.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Kartu Indeks Utama Pasien yang telah dibuat, dikumpulkan oleh petugas penyimpanan rekam medik.

2. Dicatat dalam buku Register Pendaftaran. 3. Dicatat dalam komputer

4. Susun pola pada almari KIUP dengan urut abjad diambil 3 (tiga) huruf pertama untuk menyusunnya, dan diberi petunjuk.

5. Setiap pengambilan harus dikembalikan ke tempat semula secara benar.

6. Selain petugas penyimpnan rekam medis dilarang menyimpan KIUP.

(25)

IRJA IRNA IRM

(26)

RSU

Sari Mutiara Medan

No. Dokumen 16 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Pengembalian dokumen rekam medis adalah pengembalian dokumen dari tempat pelayanan ke Instalasi Rekam Medis setelah pasien selesai menerima pelayanan.

Tujuan : Untuk mencegah terjadinya dokumen rekam medis yang hilang Kebijakan : SK.Dir.No.

Prosedur : 1. Setelah pasien selesai dilayani di IRJ dan IGD maka, petugas poli dan IGD memberikan berkas rekam medis ke instalasi rekam medik beserta sensus harian rawat jalan, di terima oleh petugas assembling (petugas pendaftaran pada sore hari)

2. Petugas ruangan rawat inap mempersiapkan pasien yang hendak pulang, memeriksa kelengkapan catatan medis, melaporkan kepada piñata rekening supaya dipulangkan di system computer.

3. Berkas rekam medisnya dan sensus harian di berikan oleh petugas ruangan ke instalasi rekam medis, dan di terima oleh petugas assembling (petugas pendaftaran pada sore dan malam) setiap hari.

4. Petugas assembling memeriksa kelengkapan berkas rekam medik, berkas rekam medis yang lengkap dilakukan koding, indexing dan disimpan menurut nomor rekam medisnya di ruang penyimpanan, sedang berkas yang tidak lengkap dikembalikan ke ruangan untuk dilengkapi.

Unit Terkait : - IGD - IRJA - IRNA

- IRM

- Instalasi penunjang medis

- Ka.Bag Keuangan (penata rekening)

PENGEMBALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS TIDAK LENGKAP

(27)

RSU

Sari Mutiara Medan

No. Dokumen 17 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Pengembalian dokumen rekam medis tidak lengkap adalah pengembalian dokumen dari Instalasi Rekam Medis ke tempat pelayanan untuk dilengkapi karena ada ketidak lengkapan dokumen baik kualitas maupun kuantitasnya

Tujuan : 1. Untuk mencegah terjadinya dokumen rekam medis yang hilang

2. Agar dokumen rekam medis terisi dengan tepat dan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya.

Kebijakan : Kebijakan Direktur No.

Prosedur : 1. Berkas rekam medis yang dikirim dari ruang perawatan ke Instalasi rekam medis diterima bagian assembling

2. Bagian assembling meneliti kebenaran dan kelengkapan dalam pengisian dokumen rekam medis. Bila kurang lengkap dikembalikan ke ruang perawatan untuk dilengkapi dan segera dikembalikan ke bagian rekam medis maksimal 2 x 24 jam

Unit Terkait : - IGD - IRJA - IRNA

- IRM

- Penata Rekening

RSU

Sari Mutiara Medan

ASSEMBLING (PERAKITAN) REKAM MEDIS No. Dokumen 18 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1/1

(28)

S P O Tanggal Terbit Januari 2015

Ditetapkan Oleh,

Direktur RSU. Sari Mutiara Medan

Dr. Tahim Solin MMR

Pengertian Menyusun kembali berkas rekam medis, merapikan berkas rekam medik, sesuai dengan nomor lembaran urut rekam medis yang sudah di tetapkan.

Tujuan 1. Untuk mengetahui lembaran rekam medis yang belum lengkap dan meminta yang berwenang untuk melengkapi dalam 2 x 24 jam

2. Supaya berkas rekam medis rapi, lengkap, dan akurat serta memudahkan mencari data..

3. Kelengkapan dokumen rekam medis dan teratur merupakan standart pelayanan minimal Rekam Medis. Kebijakan

Prosedur 1. Petugas assembling menerima berkas rekam medis dari ruangan rawat inap, IPI, Rawat jalan, IGD dan mencatat dalam buku penerimaan Rekam Medis..

2. Petugas meneliti jumlah lembaran dan catatan yang seharusnya ada, dan mencatat pada lembar slip ketidak lengkapan catatan medis yang perlu dilengkapi oleh dokter maupun perawat atau petugas kesehatan lainnya. 3. Petugas mengirim pemberitahuan kepada dokter, perawat

dan petugas kesehatan lainnya yang akan melengkapi berkas rekam medis dalam waktu 2 x 24 jam.

4. Petugas Rekam Medis menyusun dan merapikan kembali berkas rekam medis sesuai urutan rekam medis yang sudah di tetapkan

5. Petugas mengembalikan berkas rekam medik yang tidak lengkaip isiannya dalam waktu 2 x 24 jam.

6. Petugas melayani dokter dan perawat yang akan melengkapi berkas rekam medis.

7. Petugas memeriksa kelengkapan pengisian dokumen rekam medik.

8. Menyerahkan berkas yang sudah lengkap ke bagian coding.

Unit terkait Instalasi Rekam Medik Bendahara penerima Instalasi Rawat jalan Instalasi Rawat Inap. Instalasi IGD

Seluruh DPJP

ANALISA KELENGKAPAN

(29)

RSU

Sari Mutiara Medan

No. Dokumen 19 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Analisa kelengkapan pengisian dokumen rekam medis meneliti berkas rekam medis yang diterima dari ruang rawat inap baik jumlah maupun kelengkapannya

Tujuan : Untuk mengetahui kelengkapan isi berkas rekam medis pasien yang telah dilakukan perawatan, tindakan medis baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Dokumen rekam medis pasien yang telah selesai dirawat diantar oleh petugas ruangan dengan buku ekspedisi, pengembalian rekam medis paling lambat 2 x 24 jam

2. Petugas penerima mengecek pengembalian berkas rekam medis pada buku ekspedisi.

3. Petugas melakukan pengecekan dengan lembar evaluasi kelengkapan catatan medis, lembar demi lembar kebenaran, keutuhan, dan kelengkapan berkas rekam medis baik secara kualitas maupun kuantitas.

4. Bila ditemukan adanya kekurangan tentang jumlah dan isi dokumen rekam medis, maka dokumen dikembalikan ke ruang rawat inap untuk dilengkapi dan mengikuti prosedur pengembalian dokumen tidak lengkap.

5. Dokumen rekam medis yang sudah lengkap dimasukkan/ ditulis dalam buku penerimaan dokumen rekam medis. 6. Dokumen rekam medis dilakukan coding, indexing setelah

lengkap disimpan di ruang penyimpanan. Unit Terkait : - Instalasi Rawat Inap

- Instalasi Rawat Jalan - IGD

- Instalasi penunjang - Instalasi Rekam Medis

(30)

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMBERIAN KODE PENYAKIT REKAM MEDIS (CODING) No. Dokumen 20 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Menentukan dan membubuhkan kode penyakit pada lembar rekam medis R.Inap (RM.2.1 dan RM.11) kolom diagnosa sesuai dengan kode ICD-X.

Tujuan : Mempermudah pencatatan dan mempersiapkan data morbiditas sebagai dasar pembuatan index penyakit untuk mendukung penyajian Sistem informasi RS dan pelaporan.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Menerima dokumen rekam medis yang sudah lengkap dari petugas analisa assembling.

2. Memakai buku pedoman untuk klasifikasi penyakit, ICD-X 3. Penulisan kode (Coding) nomor harus jelas di dalam kotak yang telah tersedia pada lembar rekam medis (RM 2.1 dan RM.11), termasuk memperhatikan dua klasifikasi,

Morphology Of Neoplasma dan External Causa Of Injury + Poisoning.

4. Bila petugas yang mengkode menemui kesulitan, harus dikonsultasikan ke dokter yang merawat termasuk istilah diagnosa pada lembar rekam medis yang tidak dapat ditentukan pada buku ICD.

5. Semua diagnosa tertulis pada lembar Rekam medis (RM.2.1dan RM.11) meliputi diagnosa utama dan komplikasi penyakit harus di coding.

6. Dokumen rekam medis yang sudah di coding diserahkan ke petugas indeksing.

Unit Terkait : Instalasi Rekam Medis (petugas Coding) Instalasi Rawat Jalan

Instalasi Rawat Inap Instalasi Penunjang Medis Instalasi Bedah Sentral Ka.Bagian Keuangan

(31)

RSU

Sari Mutiara Medan

PENCATATAN INDEKS PENYAKIT REKAM MEDIS (INDEKSING) No. Dokumen 21 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Mencatat setiap kode penyakit dan operasi pada lembar indeks penyakit, dan indeks operasi termasuk indeks dokter dan indeks wilayah.

Tujuan : Mencatat jenis penyakit dengan kode sesuai dengan klasifikasi penyakit, agar dapat mengetahui jumlah masing-masing jenis penyakit untuk dapat dijadikan sebagai bahan laporan RL 4a – 4b atau untuk keperluan lain.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Setiap diagnosa dengan kode yang sama diindeks dalam satu kartu indeks penyakit secara harian, begitu juga untuk indeks kematian, kelahiran, wilayah dan indeks dokter. 2. Pengisian indeks meliputi :

a. Indeks Penyakit : No. Kode, Judul, Bulan / tahun, No. rekam medis, Jenis Kelamin, Umur, Lama dirawat, Penyakit lain

b. Indeks Dokter : No. Kode, Nama dokter, Bulan / tahun, No. rekam medis, Jenis Kelamin, Umur, Lama dirawat, diagnosa

c. Indeks Operasi : No. Kode, Judul, No. rekam medis, Jenis Kelamin, Umur, Komplikasi diagnosis, tanggal operasi, wilayah 3. Bila ternyata diagnosa yang sama tersebut banyak, tidak

muat dalam satu lembar saja, harus ditambah lembar indeks penyakit baru (lanjutan) kemudian disatukan.

4. Bila ternyata diagnosa yang sama hanya sedikit, maka satulembar indeks penyakit dapat dipakai untuk beberapa bulan. 5. Setiap akhir bulan, lembar indeks dirtutup dan dijumlahkansemua kolom-kolom yang ada. 6. Ketelitian memasukkan dalam kolom-kolom harus

(32)

RSU

Sari Mutiara Medan

PENCATATAN INDEKS PENYAKIT REKAM MEDIS (INDEKSING) No. Dokumen 21 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2 / 2

7. Kemudian indeks tersebut digunakan untuk bahan laporan antara lain : laporan bulanan keadaan morbiditas penderita rawat inap dan rawat jalan ( RL 2a1 dan 2a)

Unit Terkait : IGD IRJA IRNA IRM

(33)

RSU RSU

Sari Mutiara Medan

(SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT) No. Dokumen 22 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 S P O Tanggal Terbit Januari 2015 Ditetapkan Oleh,

Direktur RSU. Sari Mutiara Medan

Dr. Tahim Solin MMR

Pengertian Setiap pasien yang sudah dilayani (pulang) rawat jalan dan rawat inap di entri datanya ke dalam computer, supaya data msuk kedalam system informasi rumah sakit (SIRS)

Tujuan Untuk supaya laporan RL.1 s/d RL.5 dapat di tampilkan di system informasi rumah sakit (SIRS).

Kebijakan Dokumen rekam medis pasien yang sudah selesai mendapatkan pelayanan dari ruangan rawat inap dan rawat jalan atau pelayanan lainnya harus di entri ke dalam sistem computer setiap hari SK Dir.No.

Prosedur 1. Petugas entri membuka program medical record, ketik atau pilih No.RM/Nama pasien setelah di pilih di enter, setelah muncul nama pasien sorot kolom nama dan tanggal pulang, selanjutnya klik kolom ICD X- dan Resume kunjungan. 2. Isi Kolom keluar (pilih Hidup, Mati)

Isi Kolom ICD X tulis kode yang di inginkan (pastikan diagnose)

Selanjutnya klik perintah simpan

3. Isi kolom Anamnese, Diagnosa awal, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, konsultasi, tindakan, terapi, intruksi/follow up, diagnose akhir.

4. Klik Rekapitulasi laporan I dan II dimana ada pelaporan RL.3.1 Kegiatan perawatan rawat inap

RL.3.2 Kunjungan rawat darurat RL.3.3 Kegiatan kesehatan Gigi RL.3.4 Kegiatan kebidanan RL.3.5 Kegiatan Perinatologi RL.3.6 Kegiatan pembedahan RL.3.10 Kegiatan pelayanan khusus RL.3.11 Kegiatan kesehatan jiwa RL.3.9 Pelayanan rehab medis RL.3.12 Kegiatan keluarga berencana RL.5.2 Kunjungan rawat jalan RL.3.14 Kegiatan rujukan Unit terkait - Instalasi Rekam Medik

- Instalasi Rawat Inap - Instalasi Rawat Jalan

(34)

- Instalasi penunjang medis - Instalasi IGD

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMBUATAN GRAFIK BARBER JOHNSON No. Dokumen 23 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Grafik Barber Johnson adalah grafik yang digunakan untuk mengetahui gambaran mengenai keadaan tempat tidur dan efisiensi penampilan rumah sakit.

Tujuan : Untuk memberi gambaran mengenai keadaan tempat tidur dan efisiensi penampilan rumah sakit.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Hitung data statistik rawat inap untuk BOR, LOS, TOI dan BTO.

2. Membuat grafik dengan sumbu X untuk garis TOI dan sumbu Y untuk garis LOS pertemuan antara garis X dan Y adalah titik O

3. Membuat kotak arsir yang disebut daerah efisien

4. Tentukan titik temu antara Los dengan Toi, setelah di temukan tarik garis lurus antara titi nol dengan titik temu los dengan Toi, dan garis inilah disebut BOR.

5. Bila garis BOR menyentuh daerah efisien maka pelayanan diasumsikan efisien, tapi jika garis BOR menjauh dari daerah efisien maka pelayanan di asumsikan kurang efisien. 6. Bila tidak diketahui jumlah BOR, maka ditarik garis yang diawali dari 0 sampai mencapai angka BOR yang sesuai dengan derajat kemiringan, bila garis mendekati garis datar berarti BOR menjauhi garis efisiensi dan bila garis tegak sampai melewati garis efisiensi berarti menunjukkan efisiensi.

Unit Terkait : - Instalasi Rekam Medis - Instalasi Rawat Inap - Ka.Bidang Sekretariat

(35)

RSU

Sari Mutiara Medan

PERSETUJUAN / PENOLAKAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) No. Dokumen 23 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Informed consent adalah penjelasan secara detail oleh dokter , tindakan apa yang dilakukan kepada pasien disertai efek samping yang mungkin terjadi pada pasien setelah dilakukan tindakan tersebut, juga memberikan alternatif tindakan yang dapat dipilih oleh pasien.

Tujuan : Memberi perlindungan hukum kepada RS, Dokter, Para medis dalam menjalankan tugas melakukan tindakan medis terhadap pasien di RS

Kebijakan :

Prosedur : 1. Disediakan Dua format Informed consent yaitu : 1. Persetujuan Tindakan Medis (RM 9)

2. Penolakan Tindakan Medis (RM 9.1) yang memuat :

- Identitas pasien dan keluarga

- Penjelasan singkat tindakan yang akan dilakukan

- Kolom tanda tangan persetujuan / penolakan tindakan yang akan dilakukan untuk pasien / keluarga dan dokter yang melakukan tindakan dan saksi saksi.

2. Dokter yang akan melakukan tindakan memberikan penjelasan mengenai tindakan yang akan dilakukan, kemungkinan efek samping dan memberikan alternatif tindakan lain yang bisa dipilih oleh pasien.

(36)

RSU

Sari Mutiara Medan

PERSETUJUAN / PENOLAKAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) No. Dokumen 23 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2 / 2 3. Setelah pasien dan keluarganya jelas dengan tindakan yang

dipilih, maka pasien dapat memberikan persetujuan atau penolakan tindakan tersebut kemudian membubuhi tanda tangan pada lembar persetujuan / penolakan yang telah disediakan, selain itu dokter yang memberikan penjelasan juga membubuhkan tanda tangan.

4. Pada kolom saksi

1. Untuk pihak keluarga yang ikut mendengarkan penjelasan

2. Untuk perawat yang turut mendengarkan penjelasan. Keduanya membubuhkan tanda tangan di kolom saksi. 5. Prosedur pengisian lembar persetujuan dan penolakan

tindakan medis mengikuti tanggung jawab pengisian pengisian rekam medis

Unit Terkait : - Instalasi Rawat Inap - Instalasi Rawat Jalan - Instalasi Rekam Medis - Instalasi Gawat Darurat - Instalasi Bedah Sentral - Instalasi IPI

(37)

RSU Sari Mutiara Medan No. Dokumen 26 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 S P O Tanggal Terbit Januari 2015 Ditetapkan Oleh,

Direktur RSU. Sari Mutiara Medan

Dr. Tahim Solin MMR

Pengertian Pasien operasi adalah pasien yang mendapat pelayanan tindakan/prosedur operasi yang telah ditetapkan dengan diagnosa oleh DPJP, di instalasi bedah sentral RSU Sari Mutiara Medan. Tujuan Untuk memenuhi persyaratan klaim bagi pasien yang

mendapatkan pelayanan tindakan/prosedur operasi di RSU Sari Mutiara Medan

Kebijakan SK. Direrktur No

Prosedur 1. Bagi pasien di instalasi Rawat Jalan/IGD/Inst.Rawat Inap, yang telah di assesmen oleh DPJP dan telah ditetapkan untuk mendapatkan tindakan/prosedur Bedah, wajib dilaporkan kepada Verifikasi BPJS.

2. Bagi pasien di instalasi rawat jalan oleh petugas poli yang brsangkutan

menyerahkan kepada verifikasi BPJS untuk mendapatkan persetujuan dengan tanda tangan oleh verifikator

3. Bagi pasien di instalasi Gawat Darurat di laporkan oleh petugas IGD, kepada verifikator BPJS untuk mendapatkan persetujuan, di luar jam kerja/ hari libur di laporkan oleh instalasi rawat inap (kepala ruangan, dimasing-masing ruangan pasien di rawat) untuk segera mendapat persetujuan dari verifikator BPJS.

4. Bagi pasien elektif di ruangan/instalasi rawat inap yang akan mendapat pelayanan /prosedur Bedah di laporkan lebih dahulu oleh Ka.ruangan kepada verifikator BPJS untuk mendapatkan persetujuan dilakukan tindakan/prosedur.

5. Untuk lancarnya pelayanan, setiap Ka.Ruangan melaporkan secara tertulis pasien yang menjalani pelayanan tindakan/operasi kepada Ka.instalasi setiap hari pelayanan. 6. Kelengkapan status pasien di cek oleh Ka.instalasi rawat inap

setiap pasien pulang untuk kelancaran klaim sebelum diserahkan ke instalasi rekam medis.

(38)

RSU

Sari Mutiara Medan

PENULISAN TANDA BAHAYA DAN SIMBOL DI DOKUMEN REKAM MEDIS

No. Dokumen 27 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Tanda bahaya dan simbol adalah tanda / simbol yang dituliskan di dokumen rekam medis untuk menandai pasien mempunyai kelainan khusus yang perlu diketahui oleh Dokter yang merawat dan para medis.

Tujuan : Untuk mengetahui seorang pasien memiliki kelainan khusus yang perlu diketahui oleh dokter yang merawat dan para medis Kebijakan : SK Dir.No.

Prosedur : 1. Apabila ditemukan adanya alergi obat-obatan / bahan kimia yang digunakan di dalam pengobatan di rumah sakit, atau pasien penyakit menular serta pasien HIV, maka petugas (baik dokter maupun perawat) diwajibkan memberikan tanda bahaya dengan membubuhkan tanda peringatan di lembar pertama RM.2.1 dan disampul folder pada bagian atas kanan dengan tinta merah.

2. Tanda atau simbol yang digunakan seperti yang telah ditetapkan oleh sub komite rekam medis. (lampiran)

Unit Terkait : - Instalasi Rawat Inap - Instalasi Rawat Jalan - Instalasi Rekam Medis - Instalasi Gawat Darurat - Instalasi Penunjang Medis

(39)

RSU

Sari Mutiara Medan

AUDIT KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS

No. Dokumen 28 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Audit Kelengkapan Pengisian Catatan Medis adalah audit terhadap semua aspek pengisian rekam medis baik kebenaran dan kelengkapan cara pengisiannya maupun kebenaran dan kelengkapan isi nya.

Tujuan : Menjadikan Instalasi rekam medis sebagai sumber informasi yang akurat.

Kebijakan : SK Dir.No.

Prosedur : 1. Dibuat cek list evaluasi ketidak lengkapan pengisian rekam medis untuk tiap bangsal per bulan.

2. Setiap dokumen rekam medis yang dikembalikan ke Instalasi Rekam Medis dari bangsal diteliti kelengkapannya oleh petugas dengan menggunakan cek list tadi.

3. Audit internal oleh Kepala Instalasi Rekam Medis setiap bulan sekali dengan menggunakan cek list evaluasi ketidaklengkapan pengisian catatan medis per bulan tadi yang meliputi semua aspek rekam medis antara lain :

1. Kelengkapan berkas rekam medik 2. Cara pemberian nama

3. Cara penomoran

4. Cara penyimpanan dan lain lain

4. Audit eksternal secara terpadu dengan bagian lain dan sub komite rekam medik selama periode tertentu,/ setiap enam bulan sekali, antara lain :

5. Pemberian diagnosa utama 6. Tindakan

7. Asuhan keperawatan 8. Resume

9. Informed consent dan lain-lain

5. Dibuat evaluasi dan analisis oleh Sub Komite Rekam Medis kemudian hasilnya dilaporkan kepada Direktur Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan disertai rekomendasinya untuk mendapatkan tindak lanjut

Unit Terkait Instalasi Rekam Medis Sub Komite Rekam Medis

(40)

RSU

Sari Mutiara Medan

PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS (FILLING) No. Dokumen 29 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Menyimpan dokumen rekam medis dalam rak-rak dokumen rekam medis yang telah selesai assembling, koding dan indexing berdasarkan sistem nomor langsung (straight numbering) agar memudahkan dalam pengambilan bila sewaktu-waktu berkas dibutuhkan.

Tujuan : 1. Menjaga terpeliharanya berkas rekam medis pasien dengan baik, aman, tidak rusak dan tidak hilang atau dipergunakan oleh orang yang tidak berhak dan terpeliharanya kerahasiaan isi berkas rekam medis.

2. Memudahkan dalam pengambilan bila sewaktu-waktu berkas dibutuhkan.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Setiap pagi petugas rekam medis mengambil berkas rekam medis yang telah selesai dipergunakan di unit-unit pelayanan. 2. Berkas yang telah kembali kemudian dilakukan foldering dan

assembling serta evaluasi kelengkapan berkas dan kelengkapan pengisian.

3. Berkas yang belum lengkap akan dikembalikan ke unit pelayanan untuk dilengkapi, sedangkan berkas yang telah lengkap akan kembali disimpan sesuai nomor urut pada rak penyimpanan.

4. Penyimpanan berkas rekam medis adalah berdasarkan nomor urut dan berkas dijajarkan pada rak penyimpanan. (straight

numerical system)

5. Penyimpanan diikuti penggantian tracer dan pada tracer dituliskan tanggal pengembalian/ penjajaran kembali.

Unit Terkait :

IGD IRJA IRNA IRM

(41)

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMISAHAN PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS No. Dokumen 30 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Pemisahan penyimpanan dokumen rekam medis adalah memisahkan penyimpanan dokumen rekam medis aktif (Dokumen Rekam medis yang dalam waktu 5 tahun terakhir masih aktif digunakan untuk berobat/ pelayanan lain) dan dokumen rekam medis inaktif (Dokumen Rekam medis yang dalam waktu 5 tahun terakhir tidak digunakan untuk berobat/pelayanan lain)

Tujuan : Agar penyimpanan lebih efisian dan tidak tercampur antara dokumen medik aktif dan inaktif.

Kebijakan : SK Dir No.

Prosedur : 1. Dokumen dipilah-pilah dan disortir dari rak penyimpanan aktif dengan melihat kunjungan terakhir selama lima tahun. 2. Rekam medis yang tidak aktif disimpan di ruangan

tersendiri (bagian penyimpanan dokumen inaktif)

3. Apabila dokumen rekam medis diambil, di tempat semula diletakkan tanda keluar (tracer)

4. Untuk menjaga keutuhan dokumen rekam medis, diberikan kapur barus agar terhindar dari serangga pemakan kertas.

Unit Terkait :

IGD IRJA IRNA IRM

(42)

RSU

Sari Mutiara Medan

DOKUMEN KEMATIAN No. Dokumen 31 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Bukti tertulis mengenai keadaan dan sebab kematian. Tujuan : Untuk dokumentasi dan pelaporan rumah sakit

Untuk dasar penyelesaian jenazah dan pengurusan administrasi yang menyangkut diri jenazah.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Setelah pasien dinyatakan meninggal, perawat mengisi lengkap formulir surat kematian nama, umur, pekerjaan, alamat, waktu kematian.

2. Dokter yang merawat atau dokter jaga yang menyatakan pasien telah meninggal, membubuhkan tanda tangan dan nama terang di kolom tanda tangan di formulir surat kematian.

3. Dokter yang merawat atau dokter jaga yang menyatakan kematian mengisi lembar Sebab Kematian di dokumen rekam medis dan membubuhkan tanda tangan dan nama terang.

4. Surat Kematian asli diserahkan kepada keluarga pasien. Untuk kepentingan yang menyangkut jenazah.

Unit Terkait : Instalasi Rawat InapInstalasi Rawat Jalan Instalasi Gawat Darurat

(43)

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS UNTUK URUSAN LAIN ( ASURANSI )

No. Dokumen 32 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Peminjaman dokumen rekam medis meliputi peminjaman untuk keperluan perawatan di rumah sakit dan untuk keperluan lain (asuransi, jasa raharja, penelitian dan lain-lain).

Tujuan : Agar informasi yang terkandung dalam dokumen medis pasien dijaga kerahasiannya dan terhindar dari penyalahgunaan pihak yang tidak berwenang.

Kebijakan : Kebijakan Direktur No.

Prosedur : 1. Bagi Pasien/ instansi yang akan mengurus jasa raharja/ asuransi, maka diharuskan mengajukan surat permohonan serta mengisi surat pernyataan membuka diagnosa atau surat kuasa yang ditujukan kepada Direktur Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan.

2. Direktur Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan memberikan disposisi kepada Instalasi rekam medis untuk ditidak lanjuti.

3. Petugas rekam medis kemudian mengambil berkas rekam medis yang dimaksud di ruang arsip dengan sebelumnya mengisi buku pinjam serta bon pinjam berkas.

4. Pengambilan berkas adalah sepengetahuan petugas penyimpanan, berkas yang diambil diganti dengan tracer yang berisikan keterangan : Nomor register berkas yang diambil, tanggal pengambilan, nama peminjam serta pengumpulan.

(44)

x

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS UNTUK URUSAN LAIN ( ASURANSI )

No. Dokumen 32 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2 / 2

5. Petugas rekam medis melengkapi isian formulir sesuai permintaan (dengan pensil).

6. Petugas rekam medis membawa formulir dan berkas rekam medis untuk diteliti dan dimintakan tanda tangan dokter yang bersangkutan, kemudian mengirimkan formulir isian kepada yang bersangkutan.

7. Jangka waktu pembuatan tersebut adalah 1 (satu) minggu 8. Setelah selesai dipergunakan, maka berkas dikembalikan ke

tempat semula, tracer diambil dan diisi tanggal pengembaliannya.

Unit Terkait : Instalasi Rekam Medis Pengendali BPJS Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Inap

(45)

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS UNTUK PENELITIAN No. Dokumen 33 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Peminjaman dokumen rekam medis meliputi peminjaman untuk keperluan perawatan di rumah sakit dan untuk keperluan lain (asuransi penelitian dan lain-lain).

Tujuan : Agar informasi yang terkandung dalam dokumen medis pasien dijaga kerahasiannya dan terhindar dari penyalahgunaan pihak yang tidak berwenang.

Kebijakan :

Prosedur : 1. Peminjaman berkas rekam medis untuk penelitian harus mengajukan surat permohonan kepada Direktur Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan

2. Direktur Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan memberikan disisi kepada Instalasi Rekam Medis untuk ditindak lanjuti.

3. Petugas rekam medis kemudian mengambil berkas rekam medis yang dimaksud di ruang arsip, dengan sebelumnya mengisi buku peminjaman serta bon pinjam berkas.

4. Pengambilan berkas adalah sepengatahuan petugas penyimpanan, berkas yang diambil diganti dengan tracer yang berisikan keterangan : Nomor Register berkas yang diambil, tanggal pengembalian, nama peminjam serta keperluan.

5. Peminjaman untuk penelitian hanya boleh dilakukan di ruang rekam medis

(46)

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS UNTUK PENELITIAN No. Dokumen 33 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2 / 2

6. Setelah selesai dipergunakan, berkas dikembalikan ke tempat semula, tracer diambil dan disi tanggal pengembalian

Unit Terkait : Instalasi Rekam Medis Instalasi Rawat Jala Instalasi Rawat inap IGD

(47)

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS UNTUK KEPERLUAN PELAYANAN KESEHATAN No. Dokumen 34 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Peminjaman dokumen rekam medis meliputi peminjaman untuk keperluan perawatan di rumah sakit dan untuk keperluan lain (asuransi, jasa raharja, penelitian dan lain-lain).

Tujuan : Agar informasi yang terkandung dalam dokumen medis pasien dijaga kerahasiannya dan terhindar dari penyalahgunaan pihak yang tidak berwenang.

Kebijakan : Dokumen rekam medis disimpan ditempat penyimpanan dokumen medik dan hanya petugas rekam medis yang berhak untuk mengambilnya dan bersifat rahasia.SK Dir No.

Prosedur : 1. Peminjaman berkas rekam medis untuk pelayanan baik rawat jalan maupun rawat inap dan IGD tidak perlu menggunakan surat permohonan/ surat kuasa, tetapi cukup dengan menggunakan tracer intern.

2. Pada tempat berkas yang diambil perlu diganti dengan tracer yang diisi tracer intern Rekam Medis.

(48)

3. Apabila pasien telah pulang, berkas dikembalikan pada tempat semula dan pada tracer dituliskan tanggal pengembalian

Unit Terkait : Instalasi Rekam Medis Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Inap IGD

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS UNTUK KEPERLUAN DILUAR

PELAYANAN KESEHATAN No. Dokumen 35 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Peminjaman dokumen rekam medis meliputi peminjaman untuk keperluan perawatan di rumah sakit dan untuk keperluan lain (asuransi, jasa raharja, penelitian dan lain-lain).

Tujuan : Agar informasi yang terkandung dalam dokumen medis pasien dijaga kerahasiannya dan terhindar dari penyalahgunaan pihak yang tidak berwenang.

(49)

dokumen medik dan hanya petugas rekam medis yang berhak untuk mengambilnya dan bersifat rahasia.

2. Pihak yang akan menggunakan informasi isi rekam medik untuk kepentingan visum et repertum, pengadilan, BPJS Jaminan Kesehatan, Penelitian dan lain lain harus dengan surat resmi dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.

Prosedur : 1. Peminjaman berkas rekam medis untuk keperluan lain diluar pelayanan kesehatan menggunakan surat permohonan/ surat kuasa.

2. Pada tempat berkas yang diambil perlu diganti dengan tracer yang diisi tracer yang diisi bon pinjam berkas rekam medis yang dibubuhi nama terang dan tanda tangan petugas rekam medis dan pihak yang meminjam.

3. Apabila berkas telah selesai dipergunakan maka dikembalikan pada tempat semula dan pada tracer dituliskan tanggal pengembalian

Unit Terkait : Instalasi Rekam Medis Ka.Bag.Kesekretariatan

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS UNTUK KEPERLUAN MELENGKAPI BERKAS No. Dokumen 36 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 1 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Peminjaman dokumen rekam medis meliputi peminjaman untuk keperluan perawatan di rumah sakit dan untuk keperluan lain (asuransi, jasa raharja, penelitian dan lain-lain).

Tujuan : Agar informasi yang terkandung dalam dokumen medis pasien dijaga kerahasiannya dan terhindar dari penyalahgunaan pihak

(50)

yang tidak berwenang.

Kebijakan : 1. Dokumen rekam medis disimpan ditempat penyimpanan dokumen medik dan hanya petugas rekam medis yang berhak untuk mengambilnya dan bersifat rahasia.

2. Pihak yang akan menggunakan informasi isi rekam medik untuk kepentingan visum et repertum, pengadilan, BPJS Jaminan Kesehatan, Penelitian dan lain lain harus dengan surat resmi dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.SK Dir No.

Prosedur : 1. Setiap berkas yang kembali setelah dipergunakan untuk pelayanan, harus dilakukan evaluasi kelengkapan berkas dan pengisian data.

2. Apabila berdasarkan evaluasi tersebut ternyata berkas belum terisi dengan lengkap, maka harus dikembalikan kepada unit pelayanan untuk dilengkapi.

3. Prosedur perbaikan didahului dengan mengisi buku pinjam berkas yang ditandatangani oleh pihak yang menerima berkas untuk diperbaiki (petugas unit pelayanan)

4. Pada tempat berkas yang diambil perlu diganti dengan tracer.

5. Batas maksimal pembenahan adalah 14 hari dan setelah pengembalian maka buku bon pinjam diIsi tanggal kembali dan tracer diambil untuk disimpan.

Unit Terkait : Instalasi Rekam Medis Instalasi Rawat Jala Instalasi Rawat Inap IGD

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMUSNAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS INAKTIF No. Dokumen 37 / 04 /45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO

(51)

Januari 2015 dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Kegiatan pemusnahan dokumen rekam medis yang sudah tidak aktif lagi yang terlebih dahulu disortir lembar-lembar yang harus disimpan abadi.

Tujuan : Menjaga kerahasiaan pasien.

Mengurangi kepadatan rak simpan dokumen rekam medis Menghindari penyimpanan bahan tidak perlu

Kebijakan : Pemusnahan dokumen rekam medis inaktif dilakukan sesuai jadwal

SK Dir.No.

Prosedur : 1. Petugas penyimpanan dokumen rekam medis mengadakan inventarisasi dokumen RM inaktif, mencatat, memisahkannya tersendiri dan kemudian melaporkan kepada kepala instalasi Rekam Medik.

2. Kepala Instalasi RM mengajukan surat permohonan ijin pemusnahan kepada :

a. Direktur

b. Ketua Komite Medik

c. Ketua Sub Komite Rekam Medik

3. Bila ada keberatan atas rencana pemusnahan baik dari Komite Medis / Sub Komite rekam Medis atau SMF melalui Komite Medis, disampaikan secara tertulis kepada Instalasi RM sebelum waktu tunggu / waktu tunggu perpanjangan jatuh tempo.

4. Sesudah ijin prinsip dari direktur diberikan, serta tidak adanya keberatan tertulis yang masuk ke Instalasi RM, persiapan dilanjutkan dengan pembentukan panitia pemusnahan. Kemudian kepala Instalasi RM melaporkan kepada direktur, Ketua Komite Medik dan Ketua Sub Komite Rekam Medik sekaligus mohon persetujuan direktur atas rencana pembentukan panitia pemusnahan. 5. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar / cara lain yang

(52)

RSU

Sari Mutiara Medan

PEMUSNAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS INAKTIF No. Dokumen 37 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2 / 2

6. Panitia pemusnah membuat berita acara pemusnahan (rangkap - 2) dan diajukan pengesahannya kepada Direktur. 7. Direktur mengirimkan lembar kedua berita acara

pemusnahan kepada Pemkab dan Dinkes Medan sebagai laporan, asli disimpan di Instalasi RM.

Unit Terkait : Instalasi Rekam Medis Sub Komite Rekam Medis Komite Medis

(53)

RSU

Sari Mutiara Medan

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI INSTALASI REKAM MEDIS

No. Dokumen 38 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur Dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Suatu prosedur mendapatkan input kebutuhan dan kesempatan mengikuti pendidikan / pelatihan di Instalasi Rekam medis Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan untuk peningkatan SDM dan prestasi.

Tujuan : 1. Rekam medis selalu dituntut memberikan informasi yang up to date, sehingga pengelolaannya harus selalu mengetahui sistem dan mengikuti segala perkembangan tentang pengelolaan rekam medis.

2. Semua staf mengetahui, dan diberi kesempatan meningkatkan prestasi dengan pendidikan lebih lanjut sehingga diharapkan akan dapat memacu semangat kerja. Kebijakan : Instalasi Rekam Medis harus selalu meningkatkan kualitas

Sumber daya manusia dengan mengikuti/ mengadakan pendidikan atau pelatihan.

(54)

dari anggota, dari staf rekam medik maupun dari unit kerja lain tentang kesempatan mengikuti pendidikan / pelatihan yang berkaitan dengan pengembangan pengelolaan rekam medik seperti komputer, manajemen rumah sakit, statistik atau pengetahuan medik.

2. Input yang didapatkan sub komite rekam medik bersifat insidentil sesuai kesempatan penawaran yang ada.

3. Sub komite rekam medis menentukan dan memutuskan membuat usulan staf rekam medis yang dapat mengikuti kesempatan tersebut berdasarkan :

- Urgensi mengikuti penidikan / pelatihan tersebut (kebutuhan unit rekam medis)

- Kemampuan dan loyalitas personal

RSU

Sari Mutiara Medan

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI INSTALASI REKAM MEDIS

No. Dokumen 38 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 2 / 2

4. Rapat sub komite rekam medik berdasarkan hal tersebut diatas membuat usulan yang diteruskan kepada pimpinan rumah sakit.

5. Pimpinan selanjutnya akan memberikan umpan balik ke bagian rekam medis melalui Sub komite Rekam medis untuk pertimbangan, persetujuan, penolakan atau tindak lanjut usulan tersebut.

6. Sub komite rekam medis memberikan input pada kepala rekam medis untuk menindak lanjuti persetujuan / penolakan tersebut kepada staf yang bersangkutan serta kepada unit lain yang terkait (bagian personalia).

7. Kepala Instalasi Rekam medis dibantu staf rekam medis mengatur jadwal sehubungan dengan persetujuan mengikuti pendidikan tersebut.

Unit Terkait : Instalasi Rekam Medis Sub Komite Rekam Medis

(55)

RSU

Sari Mutiara Medan

ORIENTASI PEGAWAI BARU / MUTASI DI INSTALASI REKAM MEDIS No. Dokumen 39 / 04 / 45 No. Revisi III Halaman 1 / 2 SPO Tanggal terbit Januari 2015 Ditetapkan Direktur dr.Tahim Solin M.MR

Pengertian : Orientasi adalah suatu proses untuk mengenalkan pekerjaan segala aspek yang berkaitan kepada pegawai baru di instalasi rekam medik yang meliputi pengetahuan dan ketrampilan. Tujuan : Untuk mengenalkan pekerjaan dan segala aspek yang berkaitan

Referensi

Dokumen terkait

Khususnya dalam kaitan dengan isu hak asasi manusia dalam hukuman mati, pengadilan dari berbagai negara, termasuk Afrika Selatan, Zimbabwe, Kanada, Tanzania dan Inggris juga

Kualitas sistem dan kualitas informasi yang ada pada LMS Exelsa sangat berpengaruh pada penggunaan dan kepuasan dari pemakai sistem tersebut, jadi jika diinginkan untuk

Permasalahan yang akan diteliti: “ Apakah Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Asertif dapat Mereduksi Intensi Tawuran pada siswa Kelas XI Multimedia SMK Taman Siswa Kudus

Jika dalam satu jam tempat parkir tersebut terisi penuh dan tidak ada kendaraan yang keluar atau masuk, hasil maksimum usaha jasa parkir tersebut selama 1 jam adalah.....

Bagi peserta lelang yang berkeberatan atas penetapan pemenang pelelangan ini sesuai ketentuan dalam Perpres, diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis

Terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah di Desa Sukamarga yaitu pendapatan padi, luas lahan padi, produksi padi,

The notes have been used as the introductory section of a course on Modern Organic Synthesis that com- poses 6 weeks or a little more than one-half of a quarter course at The

Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) selaku pemegang kuasa dari Pencipta. Karena, pihak Inul Vizta karaoke secara nyata telah mendapatkan manfaat. ekonomi dari suatu