Page | 471
ojs-unita.com
PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA
PT. POS INDONESIA (PERSERO) TARUTUNG
Ryanto Cipto Nainggolan1), Delviana Romauli Wanti Sihombing2), Ester Mawar Siagian3)
1Fakultas Ekonomi, Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
Email : [email protected]
2
Fakultas Ekonomi, Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
Email : [email protected]
3Fakultas Ekonomi, Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
Email : [email protected]
Abstract - Along with the phenomenon of postal liberalization throughout the world with big names such as DHL, Federal Expres (Fedex), TNT Post and UPS in the global world, the postal operators of the State barely move. Not to mention competitors in their own country such as Tiki and JNE and local post operators who play in a small scope become a challenge for the State postal operator. The efforts made by the company in facing various challenges from outside are by preparing competent and qualified human resources. Total Quality Management is a tool that has been widely used by business people in the past few decades that has proven to be able to improve competitiveness, quality, productivity and profitability. The research objective is to find out the effect of total quality management on employee performance at PT. PT Indonesia (Persero) Tarutung. This type of research is quantitative research. The research method used is: simple correlation, simple regression and t test. The results of the study are that there is a positive relationship between Total Quality Management (X) and Employee Performance (Y) whose value is 0.448, R Square value (coefficient of determination) of 0 , 201 or equal to 20.10%, regression was obtained Y = 7,338 + 0,353 (X), thitung 2,457> ttabel. 1,710. Total Quality
Management has a positive and significant influence on Employee Performance at PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung.
Keywords: total quality management, performance
1. PENDAHULUAN
Meningkatnya kebutuhan manusia akan surat-menyurat dan pengiriman barang dan uang membuat bisnis ini berkembang di masyarakat. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi saat ini membuat pola komunikasi masyarakat juga turut berkembang, surat-menyurat yang mengandalkan fisik kini mulai ditinggalkan. Menghadapi tantangan perubahan global akibat teknologi, dunia perposan yang dulunya dikelola
oleh pemerintah kini harus bersaing dengan para pemain swasta. Seiring dengan fenomena liberaliasi pos diseluruh dunia munculnya nama besar seperti DHL, Federal Expres (Fedex), TNT Post dan UPS dalam dunia global membuat operator pos milik Negara nyaris tak berkutik. Belum lagi pesaing-pesaing yang ada di dalam negeri sendiri seperti Tiki dan JNE serta operator-operator pos lokal yang bermain dalam lingkup kecil menjadi suatu tantangan tersendiri buat operator pos milik Negara. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan dari luar adalah
Page | 472
ojs-unita.com
dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan berkualitas. Karena pentingnya sumber daya manusia dalam suatu organisasi diperlukan langkah-langkah dan alat yang tepat dalam mengelola SDM untuk meningkatkan kinerja SDM. Total Quality Management adalah alat yang telah banyak digunakan oleh pelaku bisnis dunia dalam beberapa dekade terakhir yang terbukti mampu untuk meningkatkan daya saing, kualitas, produktivitas dan profitabilitas. Krawjeskiand Ritzman, 2006 dalam (Munizu, 2010: 185) Sejak tahun 1980-an TQM telah mendapat perhatian besar dari para manajer, karena terbukti mampu meningkatkan kinerja perusahaan.
Total Quality Management (TQM) merupakan paradigma baru dalam menjalankan bisnis yang berupaya memaksimumkan daya saing organisasi. Ada sebelas unsur-unsur kunci mutu total, yaitu: didasarkan pada strategi, fokus pada pelanggan, obsesi terhadap mutu, pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang, kerja kelompok, peningkatan sistem terus-menerus, pendidikan dan pelatihan, kebebasan melalui kontrol, kesatuan tujuan, keterlibatan dan pemberian wewenang kepada karyawan (Goetsch and Davis, 2002: 11-13).
PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung adalah salah satu perusahaan yang tak luput dari permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya. Fenomena sumber daya manusia yang terjadi pada PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung adalah komposisi pegawai sebagian besar berpendidikan rendah yaitu SLTA ke bawah dan didominasi oleh karyawan yang sudah berusia tua (kurang produktif dan kurang energik). Sehingga menghambat kinerja serta menimbulkan konsekuensi biaya pensiun yang sangat besar. Pada sisi budaya, masih kental dengan nuansa birokrasi kekeluargaan, kaku, dan kurang empati dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Akibatnya perusahaan lamban bergerak dalam merespon perubahan cepat yang terjadi. Masalah yang dirumuskan adalah :
Bagaimana
pengaruh Total Quality Management Terhadap
Kinerja Karyawan Pada PT. Pos Indonesia
(Persero) Tarutung
Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahuibagaimana pengaruh Total
Quality
Management
Terhadap
Kinerja
Karyawan Pada PT. Pos Indonesia (Persero)
Tarutung?
Penelitian dilakukan diPT.Pos
Indonesia (Persero) Tarutung yang beralamat di
Jl. Sisingamangaraja No. 200 Tarutung Kab.
Tapanuli Utara. Selama 3 bulan yaitu mulai bulan
Juli 2018 sampai bulan September 2018.2. TINJAUAN PUSTAKA
A. Manajemen sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan suatu organisasi. Sumber daya manusia merupakan salah satu sumberdaya yang memiliki peranan yang sangat penting untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Sehingga sangat penting suatu organisasi mengelola sumber daya manusia yang ada dengan baik yang sesuai dengan kebutuhan agar terciptanya daya saing suatu perusahaan. Manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan sejumlah individu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi (Mondy, 2008: 4). Manajemen sumberdaya manusia berkaitan dengan pengelolaan manusia melalui aktivitas-aktivitasorganisasi dan fungsi-fungsi operasionalnya. Menurut Schuler dalam buku Sutrisno (2009: 4) mengemukakan bahwa:“Manajemen sumber daya manusia merupakan pengakuan tentang pentingnya tenaga kerja organisasi sebagai sumber daya manusia yang sangat penting dalam memberi kontribusi bagi tujuan-tujuan organisasi, dan menggunakan beberapa fungsi dan Kegiatan untuk memastikan
Page | 473
ojs-unita.com
bahwa sumber daya manusia tersebut digunakan secara efektif dan adil bagi kepentingan individu, organisasi dan masyarakat.”
B. Total Quality Management
Total Quality Management adalah Perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan (Ishikawa, 2005 : 135). Total Quality Management adalah Suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya.
Indikator Total Quality Management adalah sebagai berikut :
a. Fokus pada Pelanggan b. Obsesi terhadap Kualitas c. Pendekatan Ilmiah
d. Komitmen Jangka Panjang e. Kerja Sama Tim (Teamwork)
f. Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan g. Pendidikan dan Pelatihan
h. Kebebasan Yang Terkendali i. Kesatuan Tujuan
j. Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan
Prinsip-prinsip
Total
Quality
Management adalah sebagai berikut :
1.
Kepuasan pelanggan2.
Kepemimpinan3.
Perbaikan berkesinambungan4.
Respek terhadap setiap orang5.
Manajemen berdasarkan faktaLima Pilar Total Quality Management yaitu : a. Produk
b. Proses c. Organisasi
d. Pemimpin e. Komitmen
Produk adalah titik pusat untuk tujuan dan pencapaian organisasi. Mutu dalam produk tidak mungkin ada tanpa mutu di dalam proses. Mutu di dalam proses tidak mungkin ada tanpa organisasi yang tepat. Organisasi yang tepat tidak ada artinya tanpa pemimpin yang memadai. Komitmen yang kuat dari bawah ke atas merupakan pilar pendukung bagi semua yang lain. Setiap pilar tergantung pada keempat pilar yang lain, dan kalau salah satu lemah dengan sendirinya yang lain juga lemah.
C. Kinerja
Kinerja merupakan hal yang fundamental bagi kelangsungan hidup organisasi karena kinerja bukan hanya membahas tentang hasil kerja atau prestasi kerja melainkan juga tentang bagaimana suatu proses kerja berlangsung, sehingga dapat dijadikan acuan untuk bahan evaluasi bagi pimpinan maupun manajer. ). Mathis and Jackson (2006: 378) Kinerja (performance) pada dasarnya adalah apa yang dilakukan oleh karyawan. Menurut Hasibuan (2006: 94) menjelaskan bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya didasarkan atas kecakapan, pengalaman, keunggulan serta waktu. Amstrong dan Baron dalam Wibowo (2014: 2) Performance sering diartikan sebagai kinerja, hasil kerja atau prestasi kerja. Kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan hanya menyatakan sebagai hasil kerja tetapi juga bagaimana proses kerja berlangsung. Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut.
Mathis and Jackson (2006: 113) Tiga faktor utama yang memengaruhi bagaimana individu yang ada bekerja. Faktor-faktor tersebut adalah:
a. Kemampuan individual untuk melakukan pekerjaan tersebut
Page | 474
ojs-unita.com
c. Dukungan organisasi
Wirawan (2009: 7) mengatakan bahwa kinerja karyawan merupakan hasil sinergi dari sejumlah faktor. Faktor-faktor tersebut adalah:
a. Faktor internal karyawan, yaitu faktor-faktor dari dalam diri karyawan, misalnya: bakat dan sifat pribadi, kreativitas, pengetahuan, dan keterampilan, kompetensi, pengalaman kerja, keadaan fisik, dan keadaan psikologis. Faktor lingkungan internal organisasi yang meliputi: visi, misi, dan tujuan organisasi, kebijakan organisasi, teknologi, strategi organisasi, sistem manajemen, kompensasi, kepemimpinan, budaya organisasi, iklim organisasi, serta teman sekerja.
b. Faktor lingkungan eksternal organisasi adalah keadaan, kejadian atau situasi yang terjadi di lingkungan eksternal organisasi yang memengaruhi kinerja karyawan. Faktor tersebut meliputi kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya masyarakat.
Menurut Mathis dan Jackson (2006) penilaian kinerja (performance appraisal) adalah proses mengevaluasi seberapa baik karyawan melakukan pekerjaan mereka jika dibandingkan dengan seperangkat standar, dan kemudian mengkomunikasikan informasi tersebut kepada karyawan. Suatu pekerjaan dapat diukur melalui jumlah, kualitas, ketepatan waktu mengerjakannya, kehadiran, dan kemampuan bekerja sama yang dituntut suatu pekerjaan tertentu (Bangun, 2012 : 234).
3. METODE PENELITIAN
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Karyawan PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung yang berjumlah 26 orang.. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh,
maka seluruh populasi seluruhnya dijadikan sampel yaitu 26 orang.
Teknik Pengumpulan Data adalah dengan : Kuesioner dan observasi dan wawancara. Jenis dan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis atau pengolahan data menggunakan metode :
a. Analisis Korelasi Sederhana.
Analisis ini digunakan untuk mengetahui korelasi varibel X dengan Y, dengan menggunakan rumus perhitungan koefisien korelasi ( r ) dengan rumus sebagai berikut :
2 2
2
2
Y n. n. Y) X)( ( -XY n r
Y X X b. Uji Regresi.Dalam memprediksi berapa besar pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y digunakan uji Regresi Linier Sederhana dengan rumus Carl Pearson, yaitu :
Y = a + b X a =
b =
c. Uji Keberartian Koefisien Korelasi (Uji t) Guna menentukan/menyimpulkan hasil penelitian, maka perlu diuji terlebih dahulu apakah r ( koefisien korelasi ) yang telah ditentukan diatas signifikan atau tidak. Untuk mengetahui keberartian koefisien korelasi tersebut digunakan Uji t dengan rumus :
t hitung =
r
n
r
21
2
Page | 475
ojs-unita.com
Analisa korelasi (r) bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel Etika Masyarakat (X) terhadap Keinginan Berkunjung (Y) dengan menggunakan bantuan spss versi 17.00. sebagai berikut:
Tabel 4.24 Koefisien korelasi (r) Correlations Total Quality Manage ment Kinerja Karyawa n Total Quality Manag ement Pearson Correlation 1 .448 * Sig. (2-tailed) .022 N 26 26 Kinerja Karyaw an Pearson Correlation .448 * 1 Sig. (2-tailed) .022 N 26 26
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara Total Quality Management (X) dengan Kinerja Karyawan (Y) yang nilainya sebesar 0,448, yang artinya Total Quality Management cukup mempengaruhi Kinerja Karyawan, yaitu jika Total Quality Management meningkat maka Kinerja Karyawan juga akan meningkat.
Berdasarkan tabel pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi, bahwa 0,40 - 0,59 tingkat hubungan korelasi berada pada kategori cukup kuat, dengan demikian koefisien yang ditemukan sebesar 0,448 berada pada kategori cukup kuat. Jadi terdapat hubungan yang positif dengan kategori cukup kuat antara Total Quality Management dengan Kinerja Karyawan Di PT.Pos Indonesia (Persero) Tarutung.
Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar kontribusi Variabel Total Quality Management (X) terhadap Variabel Kinerja Karyawan (Y) Di PT. Pos Indonesia Persero Tarutung. digunakan koefisien de terminasi dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Science) for windows versi 23.0 sebagai berikut:
Tabel 4.25 Hasil R Square Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .448a .201 .168 1.983
a. Predictors: (Constant), Total Quality Management
Dari tabel data diatas diperoleh nilai R Square sebesar 0, 201 atau sebesar 20,10 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh Total Quality Management (X), terhadap Kinerja Karyawan di PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung adalah sebesar 20,10% dan sisanya sebesar 79,90% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di bahas dalam penelitian ini.
Untuk mengetahui Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung, maka dapat dipakai perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Science) for windows versi 23.0. Hasil uji regresi linier sederhana sebagai berikut :
Page | 476
ojs-unita.com
Tabel 4.26
Hasil Uji Regresi Linear Sederhana
Coefficientsa Model Unstandardize d Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 7.338 5.824 1.26 0 .22 0 Total Quality Manageme nt .353 .144 .448 2.45 7 .02 2 . Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Y = a + b X Y = 7,338+0,353 X
a. = Konstanta sebesar 7,338; artinya jika Total Quality Management(X) nilainya adalah 0, maka kinerja karyawan (Y) nilainya sebesar 7,338. Ini menunjukkan bahwa ada indikasi faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan selain Total Quality Management(X).
b. = Koefisien regresi variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,353 artinya; jika Produktivitas bertambah 1 maka variabel Total Quality Management (X) akan di imbangi dengan perubahan Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,353.
Uji t dilakukan pertama dengan menentukan tingkat signifikansi α = 5%. Kriteria pengujian :
a. H0 ditolak dan Ha diterima jika thitung> ttabel
maka variabel X (Total Quality Managemernt) berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Y (Kinerja Karyawan ) Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung b. H0 diterima dan Ha ditolak jika thitung< ttabel
makavariabel X (Total Quality Management) tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel
Y (Kinerja Karyawan ) Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung.
Dari tabel 4.26 diatas diperoleh thitung sebesar 2,457
Sesuai dengan syarat pengujian bahwa thitung 2,457>
ttabel. 1,710. Ini berarti variabel Total Quality
Management mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan di PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung . Dengan demikian Ha
dinyatakan di terima dan menolak Ho .
5. KESIMPULAN
Kesimpulan adalah sebagai berikut :
a. Hubungan antara Total Quality Management (X) dengan Kinerja Karyawan (Y) yang nilainya positif sebesar 0,448, berdasarkan tabel pedoman interprestasi koefisien korelasi, maka koefisien yang ditemukan sebesar 0,448 termasuk kategori cukup kuat yang artinya Total Quality Management berpengaruh positif dengan kategori cukup kuat terhadap Kinerja Karyawan, yaitu jika Total Quality Management meningkat maka Kinerja Karyawan juga akan meningkat.
b. Nilai R Square sebesar 0, 201 atau sebesar 20,10 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh Total Quality Management (X), terhadap Kinerja Karyawan di PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung adalah sebesar 20,10% dan sisanya sebesar 79,90% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di bahas dalam penelitian ini.
c. Persamaan regresi linear sederhana sebagai berikut: Y= 7,338+0,353 X
a = Konstanta sebesar 7,338 ; artinya jika Total Quality Management (X) nilainya adalah 0, maka kinerja karyawan (Y) nilainya sebesar 7,338. Ini menunjukkan bahwa ada indikasi faktor yang
Page | 477
ojs-unita.com
mempengaruhi kinerja karyawan selain Total Quality Management (X).
b = Koefisien regresi variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,353 artinya; jika Produktivitas bertambah 1 maka variabel Total Quality Management (X) akan di imbangi dengan perubahan Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,353.
d. Uji t dilakukan dengan membandingkan thitung
dan ttabel. Berdasarkan tabel 4.26 diperoleh thitung
sebesar 2,457 Sesuai dengan syarat pengujian bahwa thitung 2,457> ttabel. 1,710. Ini berarti
variabel Total Quality Management mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan di PT. Pos Indonesia (Persero) Tarutung. Dengan demikian Ha dinyatakan di terima dan menolak
Ho .
REFERENSI
[1] Munizu, Musran.2010 “Praktik Total Quality Management (TQM) dan PengaruhnyaTerhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. Telkom Tbk. CabangMakassar”: Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
[2] Goetsch, David L, dan Stanley B. Davis. 2002. Manajemen Mutu Total. Jakarta:Prenhallindo
[3] Mondy, R. Wayne. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga [4] Sutrisno, Edy. 2009. Manajemen Sumber
Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup
[5] Ishikawa, Kaoru.(2005).Pengendalian Mutu Terpadu, PT Remaja Rosdakarya, Bandung [6] Mathis, Robert L. dan John H.
Jackson.2006. Human Resource Management. Jakarta:Salemba Empat [7] Hasibuan, S.P Malayu. 2002. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara
[8] Wibowo. 2014. Manajemen Kinerja. Depok: Raja Grafindo Persada,
[9] Wirawan. 2009. Evaluasi Kinerja Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat
[10] Bangun, Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga