SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN. Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. TahunPelajaran 2020/2021

Download (0)

Teks penuh

(1)

SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN

MODUL

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas / Semester : XI (Sebelas) / Genap

KB. 06

TahunPelajaran 2020/2021

A. Kompetisi Dasar

1.4 Meyakini adanya rasul-rasul Allah Swt.

2.4 Menunjukkan perilaku saling menolong sebagai cerminan beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. 3.4 Menganalisis makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt.

4.4 Menyajikan kaitan antara iman kepada rasul-rasul Allah Swt. dengan keteguhan dalam bertauhid, toleransi, ketaatan, dan kecintaan kepada Allah

B. Tujuan Pembelajaran

1. Meyakini adanya rasul-rasul Allah Swt.

2. Menunjukkan perilaku saling menolong sebagai cerminan beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. 3. Mengimplementasikan perilaku iman kepada rasul-rasul Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menyebutkan arti iman kepada rasul-rasul Allah Swt.

5. Menjelaskan kandungan dalil naqli tentang iman kepada rasul-rasul Allah Swt. 6. Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt.

7. Menunjukkan perilaku yang mencerminkan iman kepada rasul-rasul Allah Swt.

8. Menyimpulkan keterkaitan antara beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. dengan perilaku saling tolong menolong.

9. Menyajikan paparan tentang makna, tanda-tanda, hikmah, dan manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. .

C. Uraian Materi Pembelajran

1. Pengertian Iman kepada Rasul-rasul Allah.

Beriman kepada rasul-rasul Allaah memiliki dua pengertian , yaitu beriman kepada rasul secara keseluruhan dan beriman kepada kerasulan Nabi Muhammad SAW.

a. Beriman kepada rasul artinya meyakini baahwa Allah mengutus para rasul untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman bahwa merekaa akan mendapatkan balasan Surga dan memberikan peringatan kepada orang-oraang kafir bahwa mereka akan mendapatkan ancaman berupa siksa Neraka

b. Beriman kepada kerasulan Nabi Muhammad SAW arttinya meyakini dengan sepennuh hati tanap keraguan bahwa Muhammad bin Abddullahadalah hamba Allah dan rasul utusan Allah serta membenarkan semua wahyu yang telah disampaikan kepadanya, baik berupa All-Qur’an maupun hadist-hadistnya. Beriman kepada Nabi Muhammad SAW adalah membenarkan semua apa yang beliau sampaaikan , baik berupa hukum, beritta, maupun kejadian pada hari Kiamat . Secara umum , hal-hal yang disampaikaan beliau dapat diklasifikasikan menjadi tiga hal, yaitu sebagai berikut:

(2)

1. Berita tentang hal-hal yang telah terjadi masa lampau

2. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuaatan dan ucapan manusia , seperti bahwa perbuatan ini Haram dan perbuatan itu halal, perkataan ini haram dan perkataan ini halal, perkara ini wajib dan perkara ini haram, dan lain sebagainya.

3. Berita tentang sesuatu yang akan terjadi pada massa yang akan datang , baik didunia, alam kkubur maupun akhirat .

2. Dalil Adanya Nabi dan Rasul

3. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menyatakan kebenaran bahwa Allah menggutus para rasul untuk diberi tugas mengajak umat manusia masuk kedalam Agama Islam, satu satunya Agama yang benar . Di antara dallil-dalil tersebut adalah firman Allah:

Dan setiap umat (mempunyai Rasul. Maka apabila Rasul mereka telah datang, berlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikit pun) ttidak dizolimi.” Q.S. Yunus/10:47”

Manusia merupakan makhluk Alloh yang paling sempurna karena Alloh telah melengkapi manusia dengan akal pikiran. Namun dengan akalnya yang terbatas manusia senantiasa berselisih, mendengki, bermusuhan, dan bertikai sehingga tidak mampu membuat pedoman hidup yang dapat membawa mereka bahagia di dunia dan akherat. Itulah sebabnya Alloh mengutus para Rosul untuk memperbaiki kehidupan umat manusia dan membimbing hamba-Nya yang lain menuju jalan yang diridhoi-Nya. Tugas mereka sangat berat dan hanya hamba-hamba Alloh terpilih saja yang sanggup melakukan hal tersebut atas izin-Nya.

1 Pengertian Rasul dan perbedaan nya dengan Nabi

Menurut pengertian bahasa, perkataan rasul berasal dari bahaa arab yang artnya utusan ,kurir, pembawa misi, atau pembawa berita. Menurut istilah dalam tauhid, rasul adalah Manusia pilihan Alloh yang di angkat sebagai utusan-Nya untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada manusia agar dijadikan pedoman hidup, demi terwujudnya keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Percaya kepada raul-rasul Alloh merupakan pengamalan rukun iman yang ke empat. Iman kepada para rasul berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah orang laki-laki yang telah menerima wahyu dari Alloh untuk disampaikan kepada umatny agar mereka beriman. Bedanya dengan nabi adalah kalau nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari alloh untuk dirinya sendiri, tanpa berkewajiban menyampaikan kepada orang lain. Sedang rasul adalah orang yang menerima wahyu dari alloh, selain untuk dirinya sendiri, juga berkewajiban menyampaikan kepada orang lain, seperti pengertian berikut Rasul adalah seorang laki-laki , mereka yang diberi wahyu oleh Alloh tentang agama dan mendapat perintah supaya menyampaikan kepada semua mahluk. Jika tidak diperintahkan untuk menyampaikan (tabligh), orang itu disebut nabi saja. Rasul merupakan orang laki-laki pilihan Alloh yang diberi wahyu

(3)

Firman Alloh :

َنوُمَلْعَت َلا ْمُتنُك نِإ ِرْكِ ذلا َلْهَأ ْاوُلَأْساَف ْمِهْيَلِإ ي ِحوُّن ًلااَج ِر َّلاِإ َكَلْبَق اَنْلَس ْرَأ اَم َو Artinya

Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. ( AL-Anbiya:7)

2 Hak Rasul

Sebagai utusan Alloh untuk membimbing manusia, rasul mempunyai beberapa hak, diantaranya :

1. Ditaati dan diikuti segala sunah, keputusan, dan didahulukan ketetapannya atas yang lain 2. Dicintai dengan cara melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangannya serta diperlakukan secara ikhlas, jujur, dan tulus.

3. Dihormati sesuai dengan kedudukannya yang mulia dan agung serta dicintai sahabat-sahabatnya yang dekat.

Adanya hak tersebut bukan berarti nabi dan rasul didalam perjuangannya menegakan agama Alloh mengharap imbalan, apalagi menurut hak tersebut. Pada dasarnya, para nabi dan para rasul berbuat demikian semata-mata untuk Alloh swt.

3 Jumlah Dan Nama-Nama Rasul

Jumlah rasul yang diabadikan Allah dalam AL-Qur’an ada 25 orang. Delapan belas nama di antara mereka disebutkan dalam Surah AL-An’am ayat 83-86 dan selebihnya disebutkan dalam surah-surah yang lain. Dua puluh lima rasul tersebut adalah sebagai berikut

1. Adam a.s. 2. Idris a.s. 3. Nuh a.s. 4. Hud a.s. 5. Shalih a.s. 6. Ibrahim a.s. 7. Luth a.s. 8. Ismail a.s. 9. Ishaq a.s. 10. Ya'kub a.s. 11. Yusuf a.s. 12. Ayyub a.s. 13. Syu'aib a.s. 14. Musa a.s. 15. Harun a.s.

(4)

16. Zulkifli a.s. 17. Daud a.s. 18. Sulaiman a.s. 19. Ilyas a.s. 20. Ilyasa a.s. 21. Yusuf a.s. 22. Zakaria a.s. 23. Yahya a.s. 24. Isa a.s.

25. Muhammad SAW -- penutup, akhir.

Inilah yang wajib dikenal dan diimani. Selain itu dalam perjalanan sejarah dimungkinkan ada nabi-nabi lainnya selain ke-25 nabi di atas. Namun demikian, Muhammad SAW tetap sebagai nabi penutup, terakhir, dan tidak ada nabi/rasul yang diutus pasca beliau. Adapun nama-nama nabi selain 25 nabi/rasul di atas, bisa saja dibuat dalam berbagai macam versi menurut sejarah otentik. Namun, hanya 25 orang saja yang wajib diimani, dan disebutkan di dalam Al Qur'an.

Di dalam Al Qur'an, juga disebutkan beberapa identitas lainnya, namun tidak ada dasar/ petunjuk sehingga mereka dapat dikatakan sebagai nabi. Begitu pula sekalipun Al Qur'an menyebutkan istilah "nabi-nabi" atau "para nabi", namun tidak disebutkan jelas identitas orang yang dimaksud.

Nabi Muhamad Saw bersabda yang artinya :

“Dari Abu Zar berkata, saya bertanya, “Wahai Rasulluloh, berapa jumlah para nabi ? Beliau menjawab, Jumlah para nabi sebanyak 124.000 ) seratus dua puluh empat ribu) orang dan diantara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 ( tigaratus lima belas) orang, suatu jumlah yang besar” (HR Ahmad )

4 Persamaan Rasul

Islam tidak membedakan antara rasul yang satu dengan rasul yang lainnya. Semua rasul memiliki persamaan-persamaan diantaranya :

1. Semua rasul setelah Nabi Adam as. Adalah sama keturunan Nabi Adam as., sama-sama merupakan laki-laki yang mulia yang memperoleh wahyu dari Alloh.

2. Semua Rasul itu Ma’shum yaitu selalu terpelihara dan dijauhkan dari segala kejelekan dan kemaksiatan(dosa), sebab mereka dijadikan oleh Alloh untuk cermin teladan bagi masyarakat dan umat manusia pada umumnya.

3.Sifat-sifat Rasul Allah

a. Siddiq. Artnya jujur,, para Nabi dan rassul adalah orang yang jujur. Siddiq memiliki ttiga macam pengertian, ya itu jujur dalam pengakuan, jujur dalam penyampaian ajaran dan

(5)

hukum-hukum yang mereka sampaikan dari Allah, jujur dalam perkataan yang berkaitan dengan masalah kedunian

b. Amanah artinya dapatt dipercaya. Para Nabi dan Rasul dapat dipercaya baik dalam perkataan maupun perbuatan

c. Fatanah artinya cerdas Para Nabi Rasul memiliki kcerdasan yang tinggi, sehingga mereka selalu dapat memberikan alas an yang kuat

d. Tabliq artinya menyampaikan seluruh wahyu yang diperintahkan oleh Allah kepada makhluk-makhluknya

D. Tugas

1. Apakah perbedaan Nabi dan Rosul?

2. Apa saja yang disampaikan rosul kepada umat-umatnya? 3. Bagaimana fungsi dan tugas rosul?

4. Apa yang diberikan alloh kepada rosulnya?

5. Bagaimana sikap yang menunjukan adanya tanda penghayatan terhadap Iman kepada Rosul Alloh?

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di