• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Perumusan Teori Akuntansi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Metodologi Perumusan Teori Akuntansi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Pada awal dipraktikkannya akuntansi bahkan sampai beberapa tahun Pada awal dipraktikkannya akuntansi bahkan sampai beberapa tahun kemudian tidak ada teori akuntansi. Oleh karena itu,orang bertanya untuk apa teori kemudian tidak ada teori akuntansi. Oleh karena itu,orang bertanya untuk apa teori akuntansi? Selama tidak adanya struktur teori akuntansi formal maka yang terjadi akuntansi? Selama tidak adanya struktur teori akuntansi formal maka yang terjadi adalah banyaknya

adalah banyaknya alternatif alternatif metode pencatatan metode pencatatan yang yang berlaku dalam berlaku dalam praktik, semuapraktik, semua bersifat diizinkan (permissive) sehingga menimbulkan kebingungan masyarakat.

bersifat diizinkan (permissive) sehingga menimbulkan kebingungan masyarakat.

Setiap negara mempunyai standar akuntansi yang berbeda-beda karena Setiap negara mempunyai standar akuntansi yang berbeda-beda karena banyaknya

banyaknya faktor yang faktor yang mempengaruhi mempengaruhi seperti nasionalisme seperti nasionalisme dan dan budaya budaya tiap-tiaptiap-tiap negara,

negara, perbedaan system perbedaan system pemerintahan tiap-tiap negara, perekonomian pemerintahan tiap-tiap negara, perekonomian suatu negarasuatu negara dan politik serta organisasi profesi ditiap

dan politik serta organisasi profesi ditiap  –  – tiap negara. Hal ini menyebabkan tidak tiap negara. Hal ini menyebabkan tidak  adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi, oleh karena itu diperlukan perumusan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi, oleh karena itu diperlukan perumusan teori akuntansi dan standar akuntasi berskala internasional.

(2)

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN

A.

A. Teori AkuntansiTeori Akuntansi

Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikan pandangan yang Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikan pandangan yang sistematis fenomena dengan menunjukkan hubungan antara variable yang satu sistematis fenomena dengan menunjukkan hubungan antara variable yang satu dengan yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. dengan yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

Webster’s Third New International Dictionary

Webster’s Third New International Dictionary mendefinisikan teori sebagaimendefinisikan teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesis, konsep, dan prinsip pragmatis suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesis, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk bidang yang dipertanyakan.

yang membentuk kerangka acuan untuk bidang yang dipertanyakan. Tiga dimensi teori (Most, 1982) yaitu :

Tiga dimensi teori (Most, 1982) yaitu : 1. 1. Reductionism Reductionism 2. 2. Instrumentalism Instrumentalism 3. 3. Realism Realism

Tingkatan teori menurut Sue (2003) Tingkatan teori menurut Sue (2003)

Level

Level Jenis Jenis TeoriTeori 1

1  Methapor Theory Methapor Theory Menggambarkan Menggambarkan dan dan membumikanmembumikan pengalaman manusia dalam kehidupannya pengalaman manusia dalam kehidupannya sehingga terstruktur, sistematis, teratur, dan sehingga terstruktur, sistematis, teratur, dan dapat dipahami

dapat dipahami 2

2 DifferentiatiDifferentiation on Theory Theory Memotong-motong Memotong-motong pengalaman pengalaman dengandengan

membedakan, mengontraskan

membedakan, mengontraskan

misalnya:hadir absen publik seasta, misalnya:hadir absen publik seasta, obyektif, subyektif  obyektif, subyektif  3 Conceptualization 3 Conceptualization Theory Theory

Menghubungkan unit dan struktur melalui Menghubungkan unit dan struktur melalui praktik, menjelaskan bagaimana dunia kerja praktik, menjelaskan bagaimana dunia kerja 4

(3)

Theorizing

Theorizing of of Settings Settings tersusundari suatu tersusundari suatu unit unit spesifik:kegiatan,spesifik:kegiatan, proses, kejadian

proses, kejadian 5

5 Context Free “grand”Context Free “grand” Theorizing (Stuctures) Theorizing (Stuctures)

Menjelaskan secara metanaratif Menjelaskan secara metanaratif aspek-aspek kehidupan social

aspek kehidupan social

B.

B. Teori dan Pembuat Kebijakan AkuntansiTeori dan Pembuat Kebijakan Akuntansi

Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori bersama factor politik dan kondisi ekonomi akan menentukan pembuatan Teori bersama factor politik dan kondisi ekonomi akan menentukan pembuatan kebijakan akuntansi.

kebijakan akuntansi.

Teknik akuntansi dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain : Teknik akuntansi dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain :

1.

1. Teori akuntansiTeori akuntansi 2.

2. Faktor politik Faktor politik  3.

3. Kondisi ekonomiKondisi ekonomi

Hal ini membuktikan bahwa kita harus mempelajari teori akuntansi untuk dapat Hal ini membuktikan bahwa kita harus mempelajari teori akuntansi untuk dapat merumuskan kebijaksanaan akuntansi dengan tepat. Teori dapat didefinisikan sebagai merumuskan kebijaksanaan akuntansi dengan tepat. Teori dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran yang berdasarkan atas metode ilmiah atau logika. Teori terdiri dari hasil pemikiran yang berdasarkan atas metode ilmiah atau logika. Teori terdiri dari dua bagian, yaitu :

dua bagian, yaitu : 1.

1. Asumsi-asumsi termasuk definisi variable-variabel dan logika yangAsumsi-asumsi termasuk definisi variable-variabel dan logika yang menghubungkan

menghubungkan antar antar variable variable tersebut. tersebut. Asumsi-asumsi, Asumsi-asumsi, definisi, definisi, logika,logika, digunakan untuk mengatur, menganalisis, memahami, gejala empiris yang digunakan untuk mengatur, menganalisis, memahami, gejala empiris yang menjadi perhatian.

menjadi perhatian. 2.

2. Himpuan hipotesi-hipotesis yang penting. Sementara itu, hipotesis merupakaHimpuan hipotesi-hipotesis yang penting. Sementara itu, hipotesis merupaka anggapan awal dari sebuahfenomena atau masalah yang akan dianalisis. anggapan awal dari sebuahfenomena atau masalah yang akan dianalisis. Tujuan teori akuntansi adalah menjelaskan dan meramalkan praktik akuntansi. Tujuan teori akuntansi adalah menjelaskan dan meramalkan praktik akuntansi. Untuk memperkuat argumen bahwa akuntansi merupakan disiplin ilmu yang Untuk memperkuat argumen bahwa akuntansi merupakan disiplin ilmu yang didasari oleh metode ilmiah, akuntansipun mengalami perkembangan disiplin didasari oleh metode ilmiah, akuntansipun mengalami perkembangan disiplin ilmunya. Watts dan Zimmerman menjelaskan bahwa perkembangan dari teori ilmunya. Watts dan Zimmerman menjelaskan bahwa perkembangan dari teori

(4)

akuntansi dari normative ke teori akuntansi positif dan dewasa ini berkembang kea akuntansi dari normative ke teori akuntansi positif dan dewasa ini berkembang kea rah teori akuntansi interpretative. Di mana masing-masing dalam menyusun teori rah teori akuntansi interpretative. Di mana masing-masing dalam menyusun teori terdapat berbagai pedekatan. Misalnya dalam teori akuntansi positif dilakukan terdapat berbagai pedekatan. Misalnya dalam teori akuntansi positif dilakukan pendekatan ekonomi dan perilaku (

pendekatan ekonomi dan perilaku (behavior behavior ).).

C.

C. Sifat dan Teori AkuntansiSifat dan Teori Akuntansi

Teori akuntansi adalah susunan konsep, definisi, dalil yang menyajikan secara Teori akuntansi adalah susunan konsep, definisi, dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variable sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variable dengan variable lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dengan variable lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin akan muncul.

dan meramalkan fenomena yang mungkin akan muncul.

D.

D. Periodisasi Teori AkuntansiPeriodisasi Teori Akuntansi

Godfrey dkk (1992) membuat periodisasi teori akuntansi sebagai berikut: Godfrey dkk (1992) membuat periodisasi teori akuntansi sebagai berikut: 1.

1. Pre-theory period (1492-1800)Pre-theory period (1492-1800)

Peragalo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang Peragalo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang dirumuskan sejak Pacioli sampai pada awal abad ke-19. kalaupun ada dirumuskan sejak Pacioli sampai pada awal abad ke-19. kalaupun ada saran-saran atau pertanyaan-pertanyaan belum dapat digolongkan sebagai teori atau saran atau pertanyaan-pertanyaan belum dapat digolongkan sebagai teori atau pernyataan yang sistematis.

pernyataan yang sistematis. 2.

2. General scientific period (1800-1955)General scientific period (1800-1955)

Dalam periode ini sudah ada pengimbangan teori yang penekanannya Dalam periode ini sudah ada pengimbangan teori yang penekanannya baru berupa penjelasan terhadap praktek akuntansi. Di sini sudah ada baru berupa penjelasan terhadap praktek akuntansi. Di sini sudah ada kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktek akuntansi. kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktek akuntansi. Akuntansi dikembangkan berdasarkan metode empiris yang mengutamakan Akuntansi dikembangkan berdasarkan metode empiris yang mengutamakan pengamatan atas kenyataan sehari-hari atau realitas bukan didasarkan pada pengamatan atas kenyataan sehari-hari atau realitas bukan didasarkan pada logika. Laporan AAA ”A Tentative Statement of Accounting Principles logika. Laporan AAA ”A Tentative Statement of Accounting Principles Affecting Corporate Reports pada tahun 1938 serta laporan AICPA tentang A Affecting Corporate Reports pada tahun 1938 serta laporan AICPA tentang A Statement of Accounting Principle (Sanders, Hatfield dan Moore) merupakan Statement of Accounting Principle (Sanders, Hatfield dan Moore) merupakan

(5)

dua contoh perumusan teori akuntansi berdasarkan metode empiris atau dua contoh perumusan teori akuntansi berdasarkan metode empiris atau disebut era general scientific ini.

disebut era general scientific ini. 3.

3. Normative period (1956-1970)Normative period (1956-1970)

Dalam periode ini perumus teori akuntansi mencoba merumuskan Dalam periode ini perumus teori akuntansi mencoba merumuskan “norma

“norma--norma” atau “praktek akuntansi yang baik”. Kalau dalam periodenorma” atau “praktek akuntansi yang baik”. Kalau dalam periode sebelumnya menekankan kepada ”APA” yang terjadi dalamperiode ini sebelumnya menekankan kepada ”APA” yang terjadi dalamperiode ini ”Bagaimana seharusnya” dilakukan, ”What should be”. Pada periode ini ”Bagaimana seharusnya” dilakukan, ”What should be”. Pada periode ini muncul kritik t

muncul kritik terhadap konsep ”historical cost” dan pendukung adanyaerhadap konsep ”historical cost” dan pendukung adanya ”conceptual framework”. Beberapa terbitan laporan pada era ini adalah: An ”conceptual framework”. Beberapa terbitan laporan pada era ini adalah: An Inquiry into the Nature of Accounting oleh Goldberg yang diterbitkan pada Inquiry into the Nature of Accounting oleh Goldberg yang diterbitkan pada tahun 1965, AAA menerbitkan A Statement of Basic Accounting Theory. tahun 1965, AAA menerbitkan A Statement of Basic Accounting Theory. 4.

4. Specific Scientific Period (1970-sekarang)Specific Scientific Period (1970-sekarang)

Periode ini disebut juga “positive era”. Di sini teori akuntansi tidak cukup Periode ini disebut juga “positive era”. Di sini teori akuntansi tidak cukup hanya dengan sifat normatif tetapi harus bisa diuji kebenarannya. Norma hanya dengan sifat normatif tetapi harus bisa diuji kebenarannya. Norma dinilai subyektif jadi harus diuji secara positif. Pendekatan normatif dikritik  dinilai subyektif jadi harus diuji secara positif. Pendekatan normatif dikritik  karena:

karena: a.

a. teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa.teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa. b.

b. teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif.teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif.

E.

E. Metode Perumusan ( Konstruksi ) TeoriMetode Perumusan ( Konstruksi ) Teori

Merumuskan teori akuntansi mesti memiliki metode. Dari berbagai pendapat dan Merumuskan teori akuntansi mesti memiliki metode. Dari berbagai pendapat dan praktek, Belkaoui dan Godfrey mengemukakan dalam literatur dikenal beberapa praktek, Belkaoui dan Godfrey mengemukakan dalam literatur dikenal beberapa metode:

metode: 1.

1. Metode Deskriftif (pragmatic) yaitu teori akuntansi mencoba menjawabMetode Deskriftif (pragmatic) yaitu teori akuntansi mencoba menjawab  pertanyaan ”APA”.

 pertanyaan ”APA”. Dalam metode Dalam metode ini akuntansi ini akuntansi dianggap sebadianggap sebagai seni gai seni yangyang tidak dapat dirumuskan dan karenanya metode perumusan teori akuntansi tidak dapat dirumuskan dan karenanya metode perumusan teori akuntansi harus bersifat menjelaskan atau descriptive. Dia menjelaskan dan harus bersifat menjelaskan atau descriptive. Dia menjelaskan dan menganalisa praktek yang ada dan diterima sekarang. Di sini diamati menganalisa praktek yang ada dan diterima sekarang. Di sini diamati

(6)

perilaku akuntan dalam berhubungan dengan prinsip akuntansi yang berlaku. perilaku akuntan dalam berhubungan dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Metode ini disebut juga deskriptive accounting atau deskriptive theory of  Metode ini disebut juga deskriptive accounting atau deskriptive theory of  accounting. Beberapa contoh prinsip akuntansi yang menggunakan metode accounting. Beberapa contoh prinsip akuntansi yang menggunakan metode ini adalah buku Paul Grady: Inventory of General Accepted Accounting ini adalah buku Paul Grady: Inventory of General Accepted Accounting Principle for Business En terprises, APB Statement No. 4, Skinners and Ijiri. Principle for Business En terprises, APB Statement No. 4, Skinners and Ijiri. 2.

2. Psychological pragmatic, di sini diamati reaksi dari pemakai laporanPsychological pragmatic, di sini diamati reaksi dari pemakai laporan keuangan terhadap output akuntansi itu (laporan keuangan) yangdisusun dari keuangan terhadap output akuntansi itu (laporan keuangan) yangdisusun dari berbagi aturan, standar , prinsip atau pedoman. Jika ada reaksi maka berbagi aturan, standar , prinsip atau pedoman. Jika ada reaksi maka dianggap bahwa ternyata akuntansi itu bermanfaat dan relevan. Namun dianggap bahwa ternyata akuntansi itu bermanfaat dan relevan. Namun diakui juga bisa saja terjadi reaksi yang tidak logis dari pengguna laporan diakui juga bisa saja terjadi reaksi yang tidak logis dari pengguna laporan keuangan sehingga bukan saja reaksi itu disebabkan laporan keuangan.

keuangan sehingga bukan saja reaksi itu disebabkan laporan keuangan. 3.

3. Metode Normatif (1950-1960) yaitu teori akuntansi mencoba menjawabMetode Normatif (1950-1960) yaitu teori akuntansi mencoba menjawab  pertanyaan

 pertanyaan ”APA ”APA YANG YANG SEMESTINYA”. SEMESTINYA”. Di Di sini sini akuntansi akuntansi dianggapdianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti tidak peduli apakah berlaku atau sebagai norma peraturan yang harus diikuti tidak peduli apakah berlaku atau dipraktekkan sekarang atau tidak. Metode ini disebut juga normative dipraktekkan sekarang atau tidak. Metode ini disebut juga normative accounting research atau normative theory of accounting. Metode ini accounting research atau normative theory of accounting. Metode ini  berguna

 berguna dalam dalam hal hal membahas membahas isu isu “true “true income” income” dan dan “decision “decision usefulness”.usefulness”. Metode ini diatur antara lain oleh: Moonitz, Sprouse and Moonitz, A Metode ini diatur antara lain oleh: Moonitz, Sprouse and Moonitz, A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) dari AAA, Edward and Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) dari AAA, Edward and Bell, Chambers.

Bell, Chambers. 4.

4. Metode Positive (1970an) yaitu suatu metode yang diawali dari suatu teoriMetode Positive (1970an) yaitu suatu metode yang diawali dari suatu teori atau model ilmiah yang sedang berlaku atau diterima umum. Berdasarkan atau model ilmiah yang sedang berlaku atau diterima umum. Berdasarkan teori ini maka dirumuskan problem penelitian untuk mengamati perilaku teori ini maka dirumuskan problem penelitian untuk mengamati perilaku atau fenomena nyata yang tidak ada dalam teori. Kemudian dikembangkan atau fenomena nyata yang tidak ada dalam teori. Kemudian dikembangkan teori untuk menjelaskan fenomena tadi dan dilakukan penelitian secara teori untuk menjelaskan fenomena tadi dan dilakukan penelitian secara terstuktur dan peraturan yang standar dengan melakuklan perumusan terstuktur dan peraturan yang standar dengan melakuklan perumusan masalah, penyusunan hipotesa, pengumpulan data dan pengujian statistik  masalah, penyusunan hipotesa, pengumpulan data dan pengujian statistik  ilmiah. Sehingga diketahui apakah hipotesa yang dirumuskan diterima atau ilmiah. Sehingga diketahui apakah hipotesa yang dirumuskan diterima atau

(7)

tidak. Para pendukung ini menyebut metode inilah yang digolongkan sebagai tidak. Para pendukung ini menyebut metode inilah yang digolongkan sebagai ”ilmiah” karena menggunakan peraturean yang terstruktur dan data empiris ”ilmiah” karena menggunakan peraturean yang terstruktur dan data empiris yang objektif dan model statistik matematik yang bersifat logik. Dalam yang objektif dan model statistik matematik yang bersifat logik. Dalam penggolongan lain disebut metode kuantitatif (Quantitatif Research). Namun penggolongan lain disebut metode kuantitatif (Quantitatif Research). Namun bukan berarti metode ini tidak mendapatkan kritik. Disamping metode bukan berarti metode ini tidak mendapatkan kritik. Disamping metode kuantitatif ini dibuat juga penggolongan lain yaitu metode kualitatif  kuantitatif ini dibuat juga penggolongan lain yaitu metode kualitatif  (Qualitatif Research). Metode kualitatif tidak harus didasarkan pada model (Qualitatif Research). Metode kualitatif tidak harus didasarkan pada model yang terstruktur dan analisa yang menggunakan matematik atau statistik. yang terstruktur dan analisa yang menggunakan matematik atau statistik. Disamping penggolongan berdasarkan kuantitatif dan kualitatif ada juga Disamping penggolongan berdasarkan kuantitatif dan kualitatif ada juga penggolongan Scientific Research dan Naturalistic Research. Scientific penggolongan Scientific Research dan Naturalistic Research. Scientific disamakan dengan positive atau quantitative sedangkan Naturalistic disamakan dengan positive atau quantitative sedangkan Naturalistic disamakan dengan metode kualitatif.

disamakan dengan metode kualitatif.

F.

F. Pendekatan Pendekatan dalam dalam Perumusan Perumusan TeoriTeori

Teori adalah rumusan yang direduksi dari kenyataan atau praktek. Menurut Teori adalah rumusan yang direduksi dari kenyataan atau praktek. Menurut Godfrey dkk (1992) dalam mengaitkan antara teori (dunia abstrak) dan kenyataan Godfrey dkk (1992) dalam mengaitkan antara teori (dunia abstrak) dan kenyataan (dunia pengalaman) dikenal 3 hubungan dalam struktur teoritis:

(dunia pengalaman) dikenal 3 hubungan dalam struktur teoritis: 1. Syntactis

1. Syntactis

Di sini teori itu dirumuskan dalam bentuk hubungan logis. Hubungan itu Di sini teori itu dirumuskan dalam bentuk hubungan logis. Hubungan itu dirumuskan dalam bentuk aturan seperti aturan bahasa (grammar), aturan dirumuskan dalam bentuk aturan seperti aturan bahasa (grammar), aturan matematik dan sebagainya. Biasanya rumusan teori menggunakan sylogism matematik dan sebagainya. Biasanya rumusan teori menggunakan sylogism yang memberikan hubungan logis. Sylogism tidak dimaksudkan menyatakan yang memberikan hubungan logis. Sylogism tidak dimaksudkan menyatakan kebenaran tetapi hanya hubungan logis, seperti:

kebenaran tetapi hanya hubungan logis, seperti:

Premis a : seluruh perkiraan aktiva bersaldo debet Premis a : seluruh perkiraan aktiva bersaldo debet Premis b : Biaya Sewa bersaldo debet

Premis b : Biaya Sewa bersaldo debet Kesimpulan : Biaya sewa adalah aktiva Kesimpulan : Biaya sewa adalah aktiva

Rangkaian premis dan kesimpulan di atas itu merupakan bahasa teori Rangkaian premis dan kesimpulan di atas itu merupakan bahasa teori dalam permainan logika. Tidak seluruhnya stuktur silogisme itu bisa dalam permainan logika. Tidak seluruhnya stuktur silogisme itu bisa

(8)

menjamin kebenaran. Syntactis hanya menggambarkan dunia kenyataan menjamin kebenaran. Syntactis hanya menggambarkan dunia kenyataan dalam bentuk bahasa ilmiah atau teori. dalam bentuk bahasa ilmiah atau teori. 2. Semantic

2. Semantic

Di sini teori menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke obyek  Di sini teori menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke obyek  nyata. Hubungan ini dituangkan dalam bentuk aturan yang sesuai atau definisi nyata. Hubungan ini dituangkan dalam bentuk aturan yang sesuai atau definisi operasional. Semantic menyangkut hubungan kata, tanda atau simbol dari operasional. Semantic menyangkut hubungan kata, tanda atau simbol dari kenyataan. Sehingga teori ini lebih mudah dipahami, realistik dan berarti. kenyataan. Sehingga teori ini lebih mudah dipahami, realistik dan berarti. Misalnya Kesamaan akuntansi Aktiva = Utang + Modal.

Misalnya Kesamaan akuntansi Aktiva = Utang + Modal. 3.

3. PragmaticPragmatic

Tidak semua teori memiliki aspek pragmatis. Di sini hubungan Tidak semua teori memiliki aspek pragmatis. Di sini hubungan pragmatis itu berkaitan dengan pengaruh kata-kata, simbol terhadap pragmatis itu berkaitan dengan pengaruh kata-kata, simbol terhadap manusia. Akuntansi dianggap memiliki kemampuan untuk mempengaruhi manusia. Akuntansi dianggap memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang. Teori akuntansi dianggap harus bermanfaat bagi pengambil perilaku orang. Teori akuntansi dianggap harus bermanfaat bagi pengambil keputusan sehingga informasi akuntansi juga harus sesuai dengan keputusan sehingga informasi akuntansi juga harus sesuai dengan kebutuhan para pengambil keputusan ini.

kebutuhan para pengambil keputusan ini.

Teori harus mampu merumuskan kebenaran sehingga teori ini harus Teori harus mampu merumuskan kebenaran sehingga teori ini harus terus-menerus diuji dan diverifikasi. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber terus-menerus diuji dan diverifikasi. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber yang memiliki wewenang menentukan kebenaran:

yang memiliki wewenang menentukan kebenaran: a.

a. Dogmatic, suatu pernyataan atau teori dapat kita sebut benar jikaDogmatic, suatu pernyataan atau teori dapat kita sebut benar jika pihak yang menyampaikannya memiliki wewenang untuk  pihak yang menyampaikannya memiliki wewenang untuk  menyampaikan kebenaran itu dan ini tidak perlu diuji lagi. menyampaikan kebenaran itu dan ini tidak perlu diuji lagi. keyakinan kepada kebenaran ini hanya berdasarkan pada keyakinan kepada kebenaran ini hanya berdasarkan pada kepercayaan, keyakinan atau iman seseorang. Sumber dogma ini kepercayaan, keyakinan atau iman seseorang. Sumber dogma ini misalnya berasal dari keyakinan agama, kharisma seseorang, misalnya berasal dari keyakinan agama, kharisma seseorang,  jabatan,

 jabatan, indoktrinindoktrinasi, asi, dan dan lain lain sebagaisebagainya. nya. Dalam Dalam akuntansakuntansi i adaada beberapa lembaga yang dikenal otoritasnya dalam menelorkan beberapa lembaga yang dikenal otoritasnya dalam menelorkan teori akuntansi misalnya AAA, FASB, IAI dan sebagainya.

(9)

b.

b. Self evident, di sini kebenaran dibuktikan oleh pengetahuanSelf evident, di sini kebenaran dibuktikan oleh pengetahuan umum, pengamatan, pengalaman. Misalnya disebutkan bahwa umum, pengamatan, pengalaman. Misalnya disebutkan bahwa akuntansi menggunakan harga pasar. Pernyataan ini rasanya tidak  akuntansi menggunakan harga pasar. Pernyataan ini rasanya tidak  perlu lagi diuji kebenarannya karena sudah terbukti sendiri perlu lagi diuji kebenarannya karena sudah terbukti sendiri berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pengamatan kita.

berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pengamatan kita. c.

c. Scientific, di sini kebenaran itu dibuktikan oleh suatu metodeScientific, di sini kebenaran itu dibuktikan oleh suatu metode ilmiah. Teori dirumuskan, diuji dan seterusnya berulang secara ilmiah. Teori dirumuskan, diuji dan seterusnya berulang secara terus-menerus. Metode ilmiah ini sangat beragam dan akan kita terus-menerus. Metode ilmiah ini sangat beragam dan akan kita bahas berikut ini.

bahas berikut ini.

Perumusan Teori Akuntansi Perumusan Teori Akuntansi

Pendekatan dalam perumusan teori akuntansi menurut Belkaouli Pendekatan dalam perumusan teori akuntansi menurut Belkaouli I.

I. Pendekatan informal yang dibagi dalam:Pendekatan informal yang dibagi dalam: 1.

1. Pragmatis, Praktis, Non teoritisPragmatis, Praktis, Non teoritis 2.

2. OtoriterOtoriter II.

II. Pendekatan Teoritis yang dibaginya dalam:Pendekatan Teoritis yang dibaginya dalam: 1. 1. Deduktif Deduktif  2. 2. Induktif Induktif  3. 3. Etik Etik  4. 4. SosiologisSosiologis 5. 5. EkonomiEkonomi 6. 6. Eklektif Eklektif  G.

G. Perumusan Teori Akuntansi di IndonesiaPerumusan Teori Akuntansi di Indonesia

Sampai saat ini Indonesia masih belum berupaya untuk merumuskan teori Sampai saat ini Indonesia masih belum berupaya untuk merumuskan teori maupun standar akuntansinya sendiri. Kita masih tetap menggunakan teori atau maupun standar akuntansinya sendiri. Kita masih tetap menggunakan teori atau standar akuntansi Amerika atau terakhir dari IASC (International Accounting standar akuntansi Amerika atau terakhir dari IASC (International Accounting Standard Committee) sebagai dasar pengembangan akuntansi di Tanah Air. Standar Standard Committee) sebagai dasar pengembangan akuntansi di Tanah Air. Standar

(10)

Akuntansi Keuangan maupun Pernyataan Standar Pemeriksaan masih mengadopsi Akuntansi Keuangan maupun Pernyataan Standar Pemeriksaan masih mengadopsi atau menerjemahkan standar atau pedoman dari Amerika atau IASC dengan berbagai atau menerjemahkan standar atau pedoman dari Amerika atau IASC dengan berbagai modifikasi minor. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntansi adalah modifikasi minor. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntansi adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia namun belum menyentuh dasar teori perumusan prinsip akuntansi Indonesia namun belum menyentuh dasar teori akuntansinya. Dalam sebuah kuliahnya di gedung baja (1991), Belkaoui akuntansinya. Dalam sebuah kuliahnya di gedung baja (1991), Belkaoui menganjurkan agar setiap negara memiliki teori akuntansi sendiri termasuk  menganjurkan agar setiap negara memiliki teori akuntansi sendiri termasuk  Indonesia. Menurut beliau teori akuntansi lahir dari kondisi, lingkungan, dan situasi Indonesia. Menurut beliau teori akuntansi lahir dari kondisi, lingkungan, dan situasi ekonomi dan sosial yang ada disuatu negara yang tentu akan berbeda dengan negara ekonomi dan sosial yang ada disuatu negara yang tentu akan berbeda dengan negara lainnya. Akibatnya kita tidak akan tepat jika menggunakan teori akuntansi yang lainnya. Akibatnya kita tidak akan tepat jika menggunakan teori akuntansi yang dilahirkan dari negara lain dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan negara dilahirkan dari negara lain dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan negara kita.

(11)

BAB III BAB III

ANALISIS KRITIS ANALISIS KRITIS

Fenomena

Fenomena yang yang sedang sedang terjadi didunia terjadi didunia dan dan khususnya Ikhususnya Indonesia dalamndonesia dalam bidang akuntansi adalah adanya konvergensi IFRS. Yang mulai diberlakukan bidang akuntansi adalah adanya konvergensi IFRS. Yang mulai diberlakukan diseluruh dunia untuk menseragamkan standar akuntansi yang selama ini tiap

diseluruh dunia untuk menseragamkan standar akuntansi yang selama ini tiap  –  – tiaptiap negara mempunyai standar akuntansi yang berbeda-beda.

negara mempunyai standar akuntansi yang berbeda-beda.

Namun sejalan dengan diberlakukannya IFRS, masih banyak terdapat Namun sejalan dengan diberlakukannya IFRS, masih banyak terdapat hambatan-hambatan untuk menerapkan standar tersebut. Di Amerika sendiri yang hambatan-hambatan untuk menerapkan standar tersebut. Di Amerika sendiri yang sudah menerapkan lebih dulu daripada negara-negara yang lainnya masih sudah menerapkan lebih dulu daripada negara-negara yang lainnya masih kebingungan, apalagi di Indonesia. Dua puluh Sembilan Standar Akuntansi Keuangan kebingungan, apalagi di Indonesia. Dua puluh Sembilan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) masuk dalam program konvergensi IFRS yang dicanangkan DSAK IAI tahun (SAK) masuk dalam program konvergensi IFRS yang dicanangkan DSAK IAI tahun

2009 dan 2010.

2009 dan 2010.

“Sasaran konvergensi IFRS yang telah dicanangkan IAI pada tahun 2012 adalah “Sasaran konvergensi IFRS yang telah dicanangkan IAI pada tahun 2012 adalah

merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang

 berlaku efektif tahun 2011/2012,” demikian disampaikan Ketua DSAK IAI Rosita Uli  berlaku efektif tahun 2011/2012,” demikian disampaikan Ketua DSAK IAI Rosita Uli

Sinaga pada Public Hearing Eksposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Sinaga pada Public Hearing Eksposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan, di Jakarta Kamis 20 Agustus 2009 lalu.

Penyajian Laporan Keuangan, di Jakarta Kamis 20 Agustus 2009 lalu.

Banyaknya standar yang harus dilaksanakan dalam program konvergensi ini menjadi Banyaknya standar yang harus dilaksanakan dalam program konvergensi ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi DSAK IAI periode 2009-2012. Implementasi tantangan yang cukup berat bagi DSAK IAI periode 2009-2012. Implementasi program ini akan dipersiapkan sebaik mungkin oleh IAI. Dukungan dari semua pihak  program ini akan dipersiapkan sebaik mungkin oleh IAI. Dukungan dari semua pihak  agar proses konvergensi ini dapat berjalan dengan baik tentunya sangatdiharapkan. agar proses konvergensi ini dapat berjalan dengan baik tentunya sangatdiharapkan. Akuntan Publik diharapkan dapat segera mengupdate pengetahuannya sehubungan Akuntan Publik diharapkan dapat segera mengupdate pengetahuannya sehubungan dengan perubahan SAK, mengupdate SPAP dan menyesuaikan pendekatan audit dengan perubahan SAK, mengupdate SPAP dan menyesuaikan pendekatan audit yang berbasis IFRS. Akuntan Manajemen/Perusahaan dapat mengantisipasi dengan yang berbasis IFRS. Akuntan Manajemen/Perusahaan dapat mengantisipasi dengan segera membentuk tim sukses konvergensi IFRS yang bertugas mengupdate segera membentuk tim sukses konvergensi IFRS yang bertugas mengupdate

(12)

pengetahuan Akuntan Manajeman, melakukan gap analysis dan menyusun road map pengetahuan Akuntan Manajeman, melakukan gap analysis dan menyusun road map konvergensi IFRS serta berkoordinasi dengan proyek lainnya untuk optimalisasi konvergensi IFRS serta berkoordinasi dengan proyek lainnya untuk optimalisasi

sumber daya.

sumber daya.

Akuntan Akademisi/Universitas diharapkan dapat membentuk tim sukses Akuntan Akademisi/Universitas diharapkan dapat membentuk tim sukses konvergensi IFRS untuk mengupdate pengetahuan Akademisi, merevisi kurikulum konvergensi IFRS untuk mengupdate pengetahuan Akademisi, merevisi kurikulum dan silabus serta melakukan berbagai penelitian yang terkait serta Memberikan dan silabus serta melakukan berbagai penelitian yang terkait serta Memberikan input/komentar terhadap ED dan Discussion Papers yang diterbitkan oleh DSAK input/komentar terhadap ED dan Discussion Papers yang diterbitkan oleh DSAK maupunIASB.

maupunIASB.

Regulator perlu melakukan penyesuaian regulasi yang perlu terkait dengan pelaporan Regulator perlu melakukan penyesuaian regulasi yang perlu terkait dengan pelaporan keuangan dan perpajakan serta melakukan upaya pembinaan dan supervisi terhadap keuangan dan perpajakan serta melakukan upaya pembinaan dan supervisi terhadap profesi yang terkait dengan pelaporan keuanganseperti penilai dan aktuaris. Asosiasi profesi yang terkait dengan pelaporan keuanganseperti penilai dan aktuaris. Asosiasi Industri diharap dapat menyusun Pedoman Akuntansi Industri yang sesuai dengan Industri diharap dapat menyusun Pedoman Akuntansi Industri yang sesuai dengan perkembangan SAK, membentuk forum diskusi yang secara intensif membahas perkembangan SAK, membentuk forum diskusi yang secara intensif membahas berbagai isu sehubungan dengan dampak penerapan SAK dan secara proaktif  berbagai isu sehubungan dengan dampak penerapan SAK dan secara proaktif  memberikan input/komentar kepada DSAK IAI.

(13)

BAB IV BAB IV

KESIMPULAN KESIMPULAN

IFRS

IFRS merupakan merupakan standar standar akuntansi akuntansi internasional yinternasional yang ang diterbitkan diterbitkan oleholeh International Accounting Standard Board (IASB) yang bisa diartikan suatu upaya International Accounting Standard Board (IASB) yang bisa diartikan suatu upaya yang bisa memperkuat system keuangan dalam suatu perusahaan dan alat untuk bisa yang bisa memperkuat system keuangan dalam suatu perusahaan dan alat untuk bisa mencari solusi terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.

mencari solusi terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.

Indonesia akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012, Strategi adopsi Indonesia akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012, Strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan

tahapan  –  –  tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negaratahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara  –  –  negara maju.negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara

digunakan oleh negara –  – negara berkembang seperti Indonesia.negara berkembang seperti Indonesia. Manfaat Konvergensi IFRS adalah :

Manfaat Konvergensi IFRS adalah :

 Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar AkuntansiMemudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional

Keuangan yang dikenal secara internasional

 Meningkatkan arus investasi dlobal melalui transparansi.Meningkatkan arus investasi dlobal melalui transparansi. 

 Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasarMenurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global.

modal secara global. 

 Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan. 

 Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan mengurangi kesempatan untuk Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan mengurangi kesempatan untuk  melakukan earning management

(14)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Harahap, S. S (2007).

Harahap, S. S (2007). Teori Akuntansi (Edisi Revisi).Teori Akuntansi (Edisi Revisi). RajaGrafindo Persada, Jakarta.RajaGrafindo Persada, Jakarta. http://olivya-permata.blogspot.com/2012/03/fenomena-fenomena-ifrs-di-dunia-dan-di.html di.html http://novryssuhardianto-feb.web.unair.ac.id/artikel_detail-40743-IFRS-RESPON%20AKADEMISI%20TERHADAP%20KONVERGENSI%20IFRS.html RESPON%20AKADEMISI%20TERHADAP%20KONVERGENSI%20IFRS.html http://www.ima-unhas.com/index.php/akuntansi.html http://www.ima-unhas.com/index.php/akuntansi.html http://galuhwardhani.wordpress.com/ http://galuhwardhani.wordpress.com/

Referensi

Dokumen terkait

MBZ-001 memiliki kapasitas serap tertinggi sehingga aliran dengan larutan campuran TEOS:metanol dengan perbandingan komposisi 25%:75% merupakan komposisi yang

Daya Tarik wisata lain yang berada di dalam kawasan Istana Basa Pagaruyung yaitu kawasan ekowisata sebagai wisata alam, dilengkapi dengan taman bermain dan kawasan kuliner

Pengujian karakteristik fouling dilakukan terhadap permukaan membran UF hasil filtrasi larutan sodium alginat serta larutan campuran pada Fresh Water dan Larutan

Sementara itu dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi dollar Amerika, mengalami kenaikan pada sebagian besar seri, seiring dengan pergerakan imbal

Hasil uji deskriptifwarnapada Gambar 1 menunjukkan hasil deskriptif warna cake tepung ubi jalar ungu dengan penambahan gluten pada setiap perlakuan, semakin tinggi

Sasaran dari Pengadaan Jasa Konsultasi Perencanaan DED Pasar Bareng adalah perencanaan pekerjaan Pembangunan Pasar Bareng Kota Malang tahun 2015 yang sesuai

Iklan Baris Iklan Baris Mobil Dijual MERCY MITSUBISHI MERCY ML 320 Thn 2001 Silver Matic Body Mesin Halus 150Jt Nego.. 2B Bintara 9 Bekasi Ba-

Banyaknya manfaat yang diperoleh dari koA dengan reaksi menggunakan enzim pyruvate dehydrogenase complex ( PDC ). Asetil – koA merupakan prekursor untuk sintesis asam