• Tidak ada hasil yang ditemukan

USUL PENELITIAN HIBAH BERSAING (Tahun Ke-2) PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN WRITING BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "USUL PENELITIAN HIBAH BERSAING (Tahun Ke-2) PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN WRITING BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

USUL PENELITIAN

HIBAH BERSAING

(Tahun Ke-2)

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN “WRITING”

BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN

TINGGI

Oleh:

Dra. Sri Mulatsih, M.Pd. Sunardi, S.S., M.Pd. Muhammad Rifqi, S.S., M.Pd.

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

SEMARANG

OKTOBER 2012

(2)
(3)

I. Identitas Penelitian

1. Judul Penelitian :Pengembangan Model Pembelajaran ”Writing” Berbasis Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi. 2. Ketua Peneliti:

a. Nama Lengkap : Dra. Sri Mulatsih, M.Pd. b. Bidang Keahlian : Pendidikan Bahasa Inggris c. Pangkat/Golongan : Pembina/IVa

d. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

e. Unit Kerja : Universitas Dian Nuswantoro

f. Alamat Surat : Jl. Imam Bonjol No. 205 – 207 Semarang 50131 g. Telepon/Fax : (024) 3564647, Fax. (024) 3564647

h. Email : [email protected]

3. Anggota Peneliti : Tim Peneliti

No Nama dan Gelar Akademik

Bidang Keahlian

Instansi Alokasi Waktu (jam/minggu) 1 Sunardi, S.S., M.Pd. Pendidikan Bahasa Inggris Univ. Dian Nuswantoro 8 2 Muhammad Rifqi, S.S., M.Pd. Pendidikan Bahasa Inggris Univ. Dian Nuswantoro 8

4. Objek Penelitian : Proses pembelajaran

Aspek Penelitian : Model pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi menulis teks bahasa Inggris berbasis pendidikan karakter

5. Masa Pelaksanaan Penelitian • Mulai : Juli 2011 • Berakhir : Desember 2013 6. Anggaran yang Diusulkan :

• Tahun I (disetujui) : Rp. 27.500.000,-

• Tahun II : Rp. 49.625.000,-

7. Lokasi Penelitian : Universitas Dian Nuswantoro

8. Hasil yang ditargetkan : model pembelajaran baru, buku ajar 9. Institusi lain yang terlibat : 1. Unisbank Semarang

2. IKIP PGRI Semarang

3. Universitas Negeri Semarang 4. Akaba ‘17’ Semarang

10.Keterangan lain yang dianggap perlu: • Mahasiswa yang terlibat : 2 orang

(4)

DAFTAR ISI

Halaman Daftar Isi

Abstrak ... 1

Bab I : PENDAHULUAN ... 3

Bab II : TINJAUAN PUSTAKA ... 9

Bab III : METODE PENELITIAN ... 11

Bab IV : JADWAL PELAKSANAAN ... 16

Daftar Pustaka ... 17

Rekapitulasi Anggaran Penelitian ... 17

(5)

II. Substansi Usul Penelitian

ABSTRAK RENCANA PENELITIAN

(Pengembangan Model Pembelajaran “Writing” Berbasis Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi)

Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk perguruan tinggi harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat.

Proses pembelajaran di perguruan tinggi seharusnya mampu membentuk mahasiswa memiliki kemampuan teknis berkenaan dengan bidang ilmu yang mereka pelajari (hard skills) dan kemampuan non-teknis di luar bidang ilmu yang mereka perlukan di dunia kerja atau kehidupan bermasyarakat (soft skills). Namun, kenyataanya sebagian besar proses dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan dosen saat ini masih menekankan pada pencapaian kompetensi hard skills, dan kurang memperhatikan pencapaian kompetensi soft skills.

Dalam rangka menyeimbangkan pencapaian hard skills dan soft skills mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran maka pengembangan suatu model pembelajaran yang memungkinkan dosen dan mahasiswa mencapai kedua jenis skills tersebut sangat diperlukan.

Penelitian ini dirancang untuk dua tahun (2011-2012 dan 2012-2013). Pada tahun pertama tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah model pembelajaran menulis (Writing) yang dapat diterapkan di perguruan tinggi yang memungkinkan tercapainya kompetensi hard skills dan soft skills mahasiswa secara terpadu lewat kegiatan perkuliahan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan yang dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu investigasi awal, desain model, konstruksi rencana pembelajaran, implementasi, dan evaluasi. Metode pembelajaran yang akan diterapkan adalah metode pembelajaran berbasis pendidikan karakter yang memungkinkan mahasiswa dapat mencapai prestasi akademik (hard skills) secara maksimal melalui kerjasama kelompok sehingga mahasiswa juga dapat belajar berinteraksi secara intrapersonal dan interpersonal dengan mahasiswa lain untuk membentuk soft skills.

Pada tahun pertama ini telah diperoleh model pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter yang terdiri atas 4 langkah yaitu Building Knowledge of the Field, Modelling, Joint Construction dan Independent Construction. Model ini telah dilengkapi dengan rancangan pembelajaran dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan menuju tercapainya hardskills dan softskills mahasiswa.

Tahun ke-2 penelitian ini bertujuan mengujicobakan model pembelajaran tersebut dalam kegiatan perkuliahan. Pengujian model pembelajaran ini akan

(6)

PGRI Semarang, Unisbank Semarang, Universitas Negeri Semarang, dan Akaba ‘17’ Semarang. Di tahun ke-2 ini diharapkan ada model pembelajaran ‘Writing’ yang telah teruji yang nantinya akan ditulis menjadi buku ajar.

(7)

BAB I. PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Metode pembelajaran saat ini yang dilaksanakan oleh sebagian besar dosen di perguruan tinggi belum mampu mencapai tujuan pembelajaran secara utuh yang meliputi kemampuan kognitif dan psikomotorik (hard skills), dan afektif (soft skills) mahasiswa. Fakta yang mudah dilihat tentang kegagalan pencapaian hard skills adalah rendahnya rerata nilai mahasiswa secara klasikal di setiap mata kuliah di akhir semester. Fakta seperti ini juga terjadi di Universitas Dian Nuswantoro. Rerata nilai dari semua mata kuliah yang diajarkan pada semester ganjil tahun akademik 2010 – 2011 di tingkat Universitas adalah sebesar 2,37 yang merupakan angka yang kurang memuaskan sebagai indikator kemampuan hard skills mahasiswa.

Selain rendahnya pencapain hard skills, mahasiswa juga kurang menunjukkan kemampuan soft skills seperti yang diharapkan, seperti kurangnya kemauan untuk belajar, tidak berpikir kritis, kurang memiliki inisiatif untuk berhasil, kurang memiliki motivasi untuk meraih prestasi, lemahnya kemampuan berkomunikasi, dan tidak berpikir kreatif. Padahal, menurut NACE (2005), dalam dunia kerja dibutuhkan keahlian kerja berupa 82% soft skills dan 18% hard skills. Menurut Sailah (2008), saat ini sistem pendidikan di perguruan tinggi baru memberikan rata-rata 10% muatan soft skills di kurikulumnya, sedangkan sisanya lebih banyak diberikan kemampuan hard skills sesuai dengan tujuan pengembangan keilmuannya.`

Metode pembelajaran yang diterapkan dosen belum menciptakan suasana belajar yang memotivasi mahasiswa untuk mencapai hard skills dan soft skills secara bersamaan dalam kegiatan belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dikembangkan sebuah model pembelajaran di perguruan tinggi yang mampu membentuk mahasiswa memiliki kemampuan hard skills dan soft skills secara bersamaan di akhir masa pembelajaran, sehingga ketika mereka lulus dan memasuki dunia kerja mereka telah dibekali dengan kemampuan akademis sesuai bidang keahliannya dan ketrampilan intrapersonal dan interpersonal yang akan mereka butuhkan di dunia kerja.

(8)

1. 2 Roadmap Penelitian

Penelitian Sri Mulatsih (tahun 2009) yang berjudul ‘Peningkatan Koherensi Tulisan Teks Bahasa Inggris Mahasiswa melalui Pola Pengembangan Tema (Thematic Progression) menunjukkan bahwa pola pengembangan tema efektif dalam membuat tulisan bahasa Inggris mahasiswa koheren. Penelitian ini hanya menekankan pada kemampuan menulis teks bahasa Inggris mahasiswa yang baik.

Pada tahun 2010, Penelitian Sri Mulatsih dan Gatri Astri Putri yang berjudul ‘Meningkatkatkan Kemampuan Menulis Teks Bahasa Inggris melalui Teknik Scaffolding’ menunjukkan bahwa teknik scaffolding efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks bahasa Inggris mahasiswa. Hasil Penelitian ini hanya ditekankan pada kemampuan hardskills mahasiswa yaitu kemampuan menulis teks bahasa Inggris yang benar.

Untuk mencapai kemampuan hardskills dan softskills di dalam pembelajaran menulis teks bahasa Inggris mahasiswa (Writing), Sri Mulatsih, Sunardi, dan Muhammad Rifqi mengusulkan penelitian yang berjudul ‘Pengembangan Model pembelajaran ‘Writing” Berbasis Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan hardskills yaitun kemampuan menulis teks bahasa Inggris yang baik tetapi juga kemampuan softskills yaitu pengembangan karakter mereka.

Penelitian ini dirancang selama dua tahun yaitu tahun 2011-2012 dan 2012-2013. Tujuan tahun pertama adalah pembentukan model pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter di perguruan tinggi dan rencana pembelajarannya, sedangkan hasil tahun kedua adalah model pembelajaran yang telah teruji dan draf materi ajar pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter. Alur pencapaian tujuan akhir penelitian dan ruang lingkup komponen penelitian dapat divisualisasikan dalam bentuk diagram kerangka ikan (fishbone diagram) pada gambar 1.

(9)

Gambar 1. Diagram Kerangka Ikan (

Keterangan:

A 2009 : Peningkatan Koherensi Tulisan Bahasa Inggris Mahasiswa Melalui Pola Pengembangan Tema (

B 2010 : Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Bahasa Inggris Mahasiswa melalui Teknik

I C : Model Pembelajaran ‘Writing’ Berbasis Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi

I D : Rencana pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter di Perguruan Tinggi

II E : Model pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter yang sudah

II F : Draf bahan ajar pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter di Perguruan Tinggi.

1. 3 Temuan Penelitian Tahun Pertama

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model pembelajaran “Writing”

alternatif dan pengayaan terhadap model pembelajaran yang selama ini telah diterapkan oleh dosen dalam kegiatan perkuliahaan mereka. Model pembelajaran yang akan diterapkembangkan adalah model pembelajaran

karakter yang mampu mencapai tujuan akademis sesuai dengan ilmunya sekaligus Gambar 1. Diagram Kerangka Ikan (Fishbone)

: Peningkatan Koherensi Tulisan Bahasa Inggris Mahasiswa Melalui Pola Pengembangan Tema (Thematic Progression : Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Bahasa Inggris

Mahasiswa melalui Teknik Scaffolding.

: Model Pembelajaran ‘Writing’ Berbasis Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi

: Rencana pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter di Perguruan Tinggi

: Model pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter yang sudah teruji.

: Draf bahan ajar pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter di Perguruan Tinggi.

Temuan Penelitian Tahun Pertama

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model “Writing” di perguruan tinggi yang dapat dijadikan sebagai alternatif dan pengayaan terhadap model pembelajaran yang selama ini telah diterapkan oleh dosen dalam kegiatan perkuliahaan mereka. Model pembelajaran yang akan diterapkembangkan adalah model pembelajaran berbasis pendidikan yang mampu mencapai tujuan akademis sesuai dengan ilmunya sekaligus

: Peningkatan Koherensi Tulisan Bahasa Inggris Mahasiswa Thematic Progression). : Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Bahasa Inggris

: Model Pembelajaran ‘Writing’ Berbasis Pendidikan Karakter

: Rencana pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter

: Model pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter

: Draf bahan ajar pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model di perguruan tinggi yang dapat dijadikan sebagai alternatif dan pengayaan terhadap model pembelajaran yang selama ini telah diterapkan oleh dosen dalam kegiatan perkuliahaan mereka. Model pembelajaran berbasis pendidikan yang mampu mencapai tujuan akademis sesuai dengan ilmunya sekaligus

(10)

membentuk karakter mahasiswa sehingga mereka memiliki ketrampilan intrapersonal dan interpersonal.

Dengan demikian, tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut: Tahun Pertama:

1. Mengidentifikasi masalah yang terjadi dan kebutuhan dalam pengembangan pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter di perguruan tinggi yang berorientasikan pada peningkatan hard skills dan soft skills mahasiswa secara bersamaan dalam proses pembelajarannya;

2. Mengembangkan model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter yang menekankan pada peningkatan hard skills dan soft skills mahasiswa secara bersamaan dalam proses pembelajarannya;

3. Menyusun rencana pembelajaran mata kuliah “Writing”dengan menggunakan model pembelajaran berbasis pendidikan karakter untuk meningkatkan hard skills dan soft skills mahasiswa secara bersamaan dalam dalam proses pembelajarannya;

Pada tahun pertama ini telah diperoleh model pembelajaran ‘Writing’ berbasis pendidikan karakter yang telah diperiksa oleh expert (expert Judgement). Model tersebut terdiri atas 4 langkah yaitu Building Knowledge of the Field, Modelling, Joint Construction dan Independent Construction. Model ini telah dilengkapi dengan rencana pembelajaran yang terdiri atas kegiatan pengajaran, metode pembelajaran, dan atribut karakter yang dicapai.

1. 4 Tujuan Penelitian Tahun Kedua (2012-2013)

Tujuan Penelitian tahun ke-2 adalah:

1. Membuktikan bahwa model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter dapat meningkatkan hard skills dan soft skills mahasiswa secara bersamaan dalam dalam proses pembelajarannya.

2. Untuk mengembangkan prototipe materi ajar yang nantinya bisa digunakan untuk materi pengajaran ‘Writing’ di perguruan tinggi.

(11)

1. 5 Urgensi (Keutamaan) Penelitian

Peningkatan prestasi akademik dan pengajaran soft skills di perguruan tinggi telah menjadi objek beberapa penelitian di Indonesia. Namun, sebagian besar penelitian tersebut lebih menekankan pada salah satu dari dari kedua objek penelitian tersebut. Jarang sekali dilakukan penelitian yang mengkaji kedua objek tersebut dalam satu penelitian. Kajian pembelajaran hard skills dan soft skills secara bersamaan akan dapat menggambarkan pencapaian hasil pembelajaran secara menyeluruh yang meliputi aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. SK Mendiknas No. 045/U/2002 secara tegas menyatakan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi seyogyanya mampu membentuk mahasiswa memiliki: landasan kepribadian, penguasaan ilmu dan ketrampilan, kemampuan berkarya, sikap dan perilaku dalam berkarya, dan pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat. Menurut Waggoner (2009), pembelajaran hard skills dan soft skills secara bersamaan lewat kegiatan perkuliahan akan membentuk mahasiswa menjadi manusia seutuhnya (the whole person).

Metode pembelajaran yang baik seharusnya memungkinkan setiap peserta belajar mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. Tujuan pembelajaran yang dicapai meliputi pengetahuan dan ketrampilan akademis (hard skills) dan ketrampilan sosial (soft skills). Pemerolehan kedua jenis kemampuan ini harusnya tidak hanya dimiliki oleh mahasiswa yang mampu secara akademis saja. Setiap mahasiswa yang terlibat dalam proses pembelajaran tersebut berhak memperoleh kedua jenis kemampuan tersebut secara maksimal dan bersamaan. Sayangnya, metode pembelajaran yang dipakai dosen selama ini kurang mendukung bagi setiap mahasiswa, terutama yang kurang mampu secara akademis, untuk mencapai kedua jenis kemampuan tersebut. Hal ini terjadi karena dosen lebih sering memakai metode pembelajaran yang bersifat kompetitif atau individualistis. Dalam metode pembelajaran kompetitif (competitive learning), setiap mahasiswa akan bersaing satu sama lain dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan hanya satu atau sedikit mahasiswa yang mampu mencapainya. Sedangkan dalam metode pembelajaran individualistis (individualistic learning), setiap mahasiswa hanya berpikir bagaimana caranya agar dirinya mampu mencapai tujuan pembelajaran, tanpa peduli apakah mahasiswa lainnya mampu mencapai atau tidak.

(12)

Berbeda dengan metode pembelajaran individualistis dan kompetitif, metode pembelajaran berbasis pendidikan karakter memungkinkan setiap mahasiswa mencapai kemampuan hard skills dan soft skills secara maksimal dalam suasana belajar yang menggambarkan kehidupan sosial.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada sivitas akademika yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di perguruan tinggi, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan kuliah, pengelolaan kampus, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan kampus.

Pendidikan mengajarkan kebiasaan cara berpikir dan perilaku yang membantu mahasiswa untuk hidup dan bekerja bersama sebagai keluarga, masyarakat, dan bernegara dan membantu mereka untuk membuat keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan

Pendidikan karakter di atas, yang apabila dipahami dan diterapkan dengan benar dalam proses pembelajaran, baik oleh dosen sebagai fasilitator maupun oleh mahasiswa sebagai subjek belajar, akan memungkinkan setiap mahasiswa yang terlibat dalam proses belajar tersebut memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai tujuan pembelajaran, baik hard skills maupun soft skills. Oleh karena itu, model pembelajaran berbasis pendidikan karakter ini perlu diterapkembangkan lewat model pembelajaran, berikut rencana pembelajarannya, di perguruan tinggi sehingga hasil belajar akan menggambarkan kemampuan hard skills dan soft skills secara terpadu. Agar model tersebut dapat diterapkan di dalam perkuliahan di perguruan tinggi manapun, maka model tersebut perlu diuji keefektivitasannya dalam pembelajaran sebenarnya.

(13)

BAB II. STUDI PUSTAKA

2.1 Pendidikan Karakter

Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.

Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk perguruan tinggi harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar, 2000), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan.

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

(14)

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada sivitas akademika yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di perguruan tinggi, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan kuliah, pengelolaan kampus, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan kampus.

2.2 Hard skills dan Soft skills

Istilah hard skills merujuk kepada pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan suatu proses, alat, atau teknik. Kemampuan tersebut biasanya diperoleh melalui perkuliahan formal atau dari buku (Sukhoo, 2005). Ketrampilan yang termasuk dalam hard skills, misalnya ketrampilan mengoperasikan komputer, pengetahuan dan ketrampilan finansial, ketrampilan berbahasa asing, dan ketrampilan perakitan produk. Dalam kegiatan pembelajaran hard skills merupakan hasil belajar yang tergolong pada ranah kognitif dan psikomotorik yang diperoleh dari proses pemahaman, hapalan dan pendalaman materi dari model-model pembelajaran yang dilakukan di kelas. Kemampuan hard skills mahasiswa dapat dinilai dari indeks prestasi yang diperoleh di setiap semester.

Berbeda dengan hard skills, soft skills lebih merupakan perilaku personal dan intersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia, seperti coaching, kerjasama, inisiatif, dan pengambilan keputusan (Berthal dalam Sailah, 2008). Soft skills adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Atribut soft skills meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter, dan sikap. Atribut soft skills ini

(15)

soft skills yang yang dominan di lapangan kerja. Ke 23 atribut tersebut diurutkan berdasarkan prioritas kepentingannya di dunia kerja, yaitu: inisiatif, etika/integritas, berpikir kritis, kemauan belajar, komitmen, motivasi, bersemangat, dapat diandalkan, komunikasi lisan, kreatif, kemampuan analitis, dapat mengatasi stres, manajemen diri, menyelesaikan persoalan, dapat meringkas, kerjasama, fleksibel, kerja dalam tim, mandiri, mendengarkan, tangguh, berargumentasi logis, dan manajemen waktu.

Dalam proses pembelajaran, soft skills sebaiknya dikembangkan bersama-sama dengan hard skills dalam satu mata kuliah lewat pengalaman belajar. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang terpusat pada mahasiswa (student-centered learning) menjadi pilihan dalam pengembangan soft skills. Pengenalan dan pembelajaran soft skill dilakukan dengan menyisipkannya dalam materi perkuliahan. Misalnya, apabila atribut soft skill yang akan dikembangkan adalah komunikasi lisan, maka proses pembelajaran yang menggunakan presentasi, diskusi, diskusi kelompok menjadi perlu dilakukan. Namun, apabila atribut kerjasama yang ditekankan, maka penugasan kelompok perlu banyak diberikan.

Penelitian yang dilakukan oleh Sunardi, Pramudi, dan Sudibyo (2009) menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan praktek kewirausahaan di kampus dapat membentuk beberapa atribut soft skills yang diperlukan dalam menjalankan suatu wirausaha. Beberapa atribut soft skills yang perlu mendapatkan penekanan dalam penelitian ini adalah pengambilan keputusan, kepercayaan diri, pikiran kreatif, keberanian mengambil risiko, kemampuan mengorganisasi, dan mendengar. Sayang, kegiatan pembentukan soft skills seperti ini biasanya dilakukan bersamaan waktunya dengan jadwal perkuliahan mahasiswa, sehingga sering mengganggu aktivitas perkuliahan mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan keilmuan mereka (hard skills).

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Secara umum penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk pendidikan dan menginformasikan proses pengambilan keputusan selama

(16)

pengembangan produk dalam rangka meningkatkan produk itu dan kemampuan pengembang dalam menciptakan produk sejenis di masa mendatang (Van der Akker, 1999). Dalam penelitian ini produk yang akan dikembangkan adalah (1) adaptasi model pembelajaran ”Writing” berbasis karakter, dan (2) rencana pembelajaran hard skills dan soft skills dengan menggunakan model pembelajaran berbasis pendidikan karakter.

Secara khusus, penelitian yang akan dilakukan pada tahun pertama berjenis penelitian kualitatif-deskriptif, dengan menggunakan metode penelitian pengembangan. Sedangkan penelitian pada tahun kedua termasuk jenis penelitian kuantitatif-deskriptif, dengan menggunakan metode experimen murni ( true-experimental method).

3.2 Prosedur dan Tahapan Penelitian

Penelitian pengembangan ini akan dijalankan dengan mengikuti prosedur dan tahapan sebagai berikut:

Tahun Pertama

1. Tahap 1 (Investigasi Awal)

Pada tahap ini akan dilakukan identifikasi masalah dan kebutuhan terhadap penyusunan model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter yang memadukan hard skills dan soft skills. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi: a. Pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dosen di

beberapa perguruan tinggi di Semarangsemua fakultas dengan cara acak. b. Diskusi dengan dosen tentang pembelajaran yang telah mereka lakukan

untuk mendapatkan informasi tentang kendala yang muncul dalam pembelajaran.

c. Wawancara dengan beberapa mahasiswa tentang tanggapan dan harapan mereka tentang perkuliahan yang mereka ikuti.

d. Merumuskan masalah dan kemungkinan solusinya. 2. Tahap 2 (Desain Model)

Pada tahap ini akan dilakukan diskusi kelompok terbatas (Focus Group Discussion) untuk mendiskusikan hasil investigasi yang selanjutnya akan

(17)

3. Tahap 3 (Rencana Pembelajaran)

Setelah mendapat masukan Pada tahap ini akan disusun rencana pembelajaran mata kuliah Writing dengan menekankan pencapaian hard skills dan soft skills bagi mahasiswa. Mata kuliah yang akan dijadikan sebagai objek penyusunan adalah mata kuliah Writing.

4. Tahap 4 (Tinjauan Ahli)

Model dan rencana pembelajaran yang telah dirancang selanjutnya akan dikonsultasikan dengan beberapa ahli (experts) yang menguasai permasalahan pembelajaran baik dari sudut pandang hard skills maupun soft skills. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan masukan atau evaluasi terhadap model dan rencana pembelajaran yang telah disusun, untuk menjaga validitas model pembelajaran tersebut.

5. Tahap 5 (Analisis dan Revisi I)

Hasil tinjauan dari beberapa ahli akan dijadikan sebagai bahan untuk menganalisis model dan rencana pembelajaran yang dirancang. Tahap ini akan menghasilkan sebuah model dan rencana pembelajaran yang sudah divalidasi oleh ahli.

Tahun Kedua

6. Tahap 6 (Ujicoba Lapangan)

Pada tahap ini akan dilakukan penelitian eksperimen untuk menguji efektivitas model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya (tahap 5) terhadap peningkatan hard skills dan soft skills mahasiswa. Varibale bebasnya adalah model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter, sedangkan 2 (dua) variable terikatnya adalah hard skills dan soft skills. Variabel hard skills akan diukur lewat test yang akan diberikan kepada mahasiswa peserta eksperimen di awal dan akhir tindakan (pretest dan posttest). Sedangkan variabel soft skills akan dilihat dengan menggunakan instrumen persepsional. Penelitian eksperimen ini akan dilakukan dengan menggunakan model Pretest-Posttest Control Group Design dengan satu macam perlakuan (Arikunto, 2003), yang dilakukan pada

(18)

satu kelompok eksperimen dan satu kelompok pembanding. Model eksperimen dilakukan seperti yang digambarkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Pretest-Postest Control Group Design

Keterangan :

E = Kelompok Eksperimen P = Kelompok Pembanding O1 = Pretest

O2 = Posttest

Eksperimen ini untuk menjawab 3 (tiga) hipotesis penelitian:

1. Ho : Penggunaan model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter tidak meningkatkan hard skills mahasiswa.

2. Ho : Penggunaan model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter tidak meningkatkan soft skills mahasiswa.

3. Ho : Penggunaan model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter tidak meningkatkan hard skills dan soft skills mahasiswa.

7. Tahap 7 (Analisis dan Revisi 2)

Pada tahap ini akan dilakukan tinjauan ahli terhadap model pembelajaran “Writing” berbasis pendidikan karakter dengan memperhatikan hasil ujicoba. Selanjutnya apabila terbukti bahwa model pembelajaran ‘Writing: berbasis pendidikan karakter dapat meningkatkan baik hard skills mapun soft skills mahasiswa dalam proses pembelajaran, maka model tersebut akan dibakukan untuk dijadikan sebagai model peningkatan kompetensi teknis sesuai dengan jenis keilmuan sekaligus sebagai model pengembangan soft skills mahasiswa lewat kegiatan perkuliahan.

Prosedur penelitian dan tahapan kegiatan dapat disajikan pada Gambar 3

E : O1 X O2

P : O1 X O2 E : O1 X O2

(19)

PENELITIAN

Judul : Peningkatan Koherensi Tulisan Bahasa Inggris Mahasiswa melalui Pola Pengembangan Tema, dan Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Bahasa Inggris mahasiswa melalui Teknik Scaffolding

Sudah dilaksanakan (Tahun 2009 dan 2010) TAHAP I INVESTIGASI AWAL

Analisis masalah dan kebutuhan dalam pembelajaran Writing berbasis pendidikan karakter

TAHAP II DESAIN MODEL

Merancang model pembelajaran Writing berbasis pendidikan karakter

TAHAP III RENCANA PEMBELAJARAN

Menyusun rencana pembelajaran Writing berbasis pendidikan karakter

TAHAP IV TINJAUAN AHLI

Tinjauan oleh ahli isi dan media pembelajaran(expert judgement) terhadap model dan rencana yang disusun

TAHAP V ANALISIS DAN REVISI I

Menganalisis dan merevisi model dan rencana pembelajaran berdasarkan hasil tinjauan ahli

TAHAP VI UJI COBA LAPANGAN

Mengujicobakan model dan rencana pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran nyata

TAHAP VII ANALISIS DAN REVISI II

Menganalisis dan merevisi model dan rencana pembelajaran berdasarkan hasil uji coba lapangan

CAPAIAN MODEL PEMBELAJARAN TERUJI Indikator:

• Meningkatnya kemampuan writing mahasiswa di akhir pembelajaran • Dimilikinya beberapa atribut soft skills oleh mahasiswa di akhir pembelajaran

Akan dilaksanakan Tahun Pertama (2012)

CAPAIAN MODEL PEMBELAJARAN Indikator:

Terbentuknya model dan rencana pembelajaran Writing berbasis pendidikan karakter

Akan dilaksanakan Tahun Kedua (2013)

(20)

BAB IV . JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN (TAHUN KE-2)

NO. Jenis Kegiatan 2013

Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Penyusunan proposal 2 Pengajuan proposal 3 Persiapan penelitian 4 Pengumpulan data 5 Analisis data 6 Penulisan laporan penelitian

(21)

REKAPITULASI ANGGARAN PENELITIAN

Jenis Pengeluaran Rincian Anggaran

Tahun I Tahun II

Honor Penelitian 8.700.000 14.025.000

Sewa Peralatan 3.000.000 3.000.000

Bahan Habis Pakai 5.200.000 6.200.000

Perjalanan dan Akomodasi 1.650.000 4.900.000

Pertemuan/Lokakarya/Seminar 3.675.000 10.000.000

Publikasi 3.500.000 6.500.000

Laporan 1.000.000 5.000.000

Lain-Lain 775.000 1.000.000

Total Anggaran 27.500.000 49.625.000

Total keseluruhan anggaran tahun 1 dan 2

Rp. 77.125.000,-

(tujuh puluh tujuh juta seratus dua puluh lima ribu rupiah)

DAFTAR PUSTAKA

Arkunto, Suharsimi. 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Johnson, D.W., and R.T. Johnson. Cooperation and Competition: Theory and

Research. Edina, MN: Interaction Book Company. 1989. NACE (National Association of Colleges and Employers). 2005.

Sailah, Illah. Pengembangan Soft skills di Perguruan Tinggi. Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas. 2008. Santyasa, I Wayan. 2009. Metode Penelitian Pengembangan dan Teori

Pengembangan Modul. Makalah. Universitas Pendidikan Ganesha.

Sukhoo, Aneerav, et. al. Accomodating Soft skills in Software Project Management. Working Paper in Issues Informing Science and Information

Technology. available at

http://informingscience.org/proceedings/InSITE2005/I55f42Sukh.pdf

Sunardi, Tyas Catur Pramudi, Usman Sudibyo. 2009. Pengembangan Soft skills Kewirausahaan dalam Mewujudkan IT-Preneurs di Universitas Dian Nuswantoro. Laporan Penelitian.

Van der Akker, J. 1999. “Principles and Methods of Development Research” in Jan Van der Akker, Robert M. Bearch, Kent Gutafson, Nienke Nieveen, and Tjeerd Polmps (Eds.). Design Approaches and Tools in Action and Training.

(22)

LAMPIRAN

I. Pertimbangan Alokasi Biaya Anggaran Tahun I

1. Honor Penelitian

Tim Peneliti Lama/Jumlah Biaya Satuan

(Rp)/Bulan

Jumlah Biaya

Ketua Peneliti 9 bulan 300.000 2.700.000,-

Anggota Peneliti 1 9 bulan 250.000 2.250.000,-

Anggota Peneliti 2 9 bulan 250.000 2.250.000,-

Konsultan (expert judgement)

1 orang 1.500.000 1.500.000,-

Sub Total 8.700.000,-

2. Sewa Peralatan

Nama Alat Kegunaan satuan Lama Biaya Satuan

(Rp.)

Jumlah Biaya

Handycam Untuk merekam

kegiatan pembelajaran dan diskusi 1 30 hari 100.000 3.000.000 Sub Total 3.000.000

3. Bahan Habis Pakai

Nama Bahan/Materi Jumlah Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah Biaya

Kertas HVS 4 rim 50.000 200.000,-

Foto kopi materi perkuliahan 500.000,-

Foto kopi test, kuesioner, lembar observasi

1.000.000,-

Foto kopi bahan pustaka 1.500.000,-

Cartridge printer 2 250.000 500.000,-

ATK dan penyimpanan data 500.000,-

Biaya tabulasi data 1 500.000 500.000,-

Kaset handycam 4 125.000 500.000,-

(23)

4. Perjalanan dan Akomodasi (Konsultasi dengan expert (expert judgement))

Kegiatan Frek Jumlah

Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah Biaya Transportasi Semarang – Solo 1

kali

3 orang 200.000 600.000,- Akomodasi dan Konsumsi selama

konsultasi di Solo

1 hari

3 orang 150.000 450.000,-

Uang saku ke Solo 1

hari 3 orang 200.000 600.000,- Sub Total 1.650.000,- 5. Pertemuan/Lokakarya/Seminar

Kegiatan Frek Jumlah

Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah Biaya Diskusi dengan dosen untuk

identifikasi masalah dan kebutuhan pembelajaran

2 kali

8 orang 75.000 1.200.000,-

Diskusi kelompok terbatas (FGD) 1 kali

8 orang 75.000 600.000,- Diseminasi hasil secara internal 1

kali 25 orang 75.000 1.875.000,- Sub Total 3.675.000,- 6. Publikasi

Kegiatan Frek Jumlah Biaya

Satuan (Rp)

Jumlah Biaya Publikasi hasil di seminar

nasional

1 3 orang 500.000,- 1.500.000,- Publikasi hasil di jurnal nasional

(terakreditasi)

1 1 500.000 500.000

Publikasi hasil di jurnal internasional

1 1 1.500.000 1.500.000,-

Sub Total 3.500.000,-

7. Laporan

Kegiatan Banyak Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah Biaya

Penggandaan laporan 5 100.000 500.000,-

Dokumentasi kegiatan (foto) 500.000,-

(24)

8. Lain-lain

Komunikasi dan keperluan lain yang tak terduga yang sifatnya teknis

775.000,-

Sub Total 775.000,-

Total Anggaran Tahun I : Rp. 27.500.000,-

Anggaran Tahun II 1. Honor Penelitian

Tim Peneliti Lama/Jumlah Biaya Satuan

(Rp)/Bulan

Jumlah Biaya

Ketua Peneliti 9 bulan 475.000 4.275.000,-

Anggota Peneliti 1 9 bulan 375.000 3.375.000,-

Anggota Peneliti 2 9 bulan 375.000 3.375.000,-

Konsultan (expert judgement)

2 orang 1.500.000 3.000.000,-

Sub Total 14.025.000,-

2. Sewa Peralatan

Nama Alat Kegunaan satuan Lama Biaya Satuan

(Rp.)

Jumlah Biaya

Handycam Untuk merekam

kegiatan pembelajaran dan diskusi 1 30 hari 100.000 3.000.000 Sub Total 3.000.000

3. Bahan Habis Pakai

Nama Bahan/Materi Jumlah Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah Biaya

Kertas HVS 4 rim 50.000 200.000,-

Foto kopi materi perkuliahan 500.000,-

Foto kopi test, kuesioner, lembar observasi

1.000.000,-

Foto kopi bahan pustaka 1.000.000,-

ATK dan penyimpanan data 500.000,-

Biaya tabulasi data 1 750.000 500.000,-

Kaset handycam 4 125.000 500.000,-

Pembelian media pengajaran 2 500.000 1.000.000,-

Penerian reward kepada mahasiswa dalam kerja kelompok

(25)

4. Perjalanan dan Akomodasi (Konsultasi dengan expert (expert judgement))

Kegiatan Frek Jumlah

Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah Biaya Transportasi Semarang – Solo

untuk konsultasi dengan expert dari UNS

1 kali

3 orang 200.000 600.000,-

Uang saku ke solo 1

kali

3 orang 200.000 600.000,- Transportasi Semarang –

Bandung untuk konsultasi dengan expert dari UPI Bandung

1 kali

3 orang 500.000 1.500.000,-

Uang saku ke Bandung 1

kali

3 orang 300.000 900.000,- Transportasi lokal di Solo dan

Bandung

400.000,- Akomodasi dan Konsumsi selama

konsultasi di Solo

1 hari

3 orang 150.000 450.000,- Akomodasi dan Konsumsi selama

konsultasi di Bandung 1 hari 3 orang 150.000 450.000,- Sub Total 4.900.000,- 5. Pertemuan/Lokakarya/Seminar

Kegiatan Frek Jumlah

Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah Biaya Diskusi kelompok terbatas (FGD) 2

kali

15 orang

75.000 2.250.000,- Workshop pembelajaran

kooperatif (konsumsi, akomodasi, honor pembicara)

1 kali

4.000.000 4.000.000,-

Diseminasi hasil secara internal 1 kali 50 orang 75.000 3.750.000,- Sub Total 10.000.000,- 6. Publikasi

Kegiatan Frek Jumlah Biaya

Satuan (Rp)

Jumlah Biaya

Seminar hasil Dikti 1 3 orang 500.000 1.500.000,-

Publikasi hasil di seminar nasional

1 3 orang 1.000.000,- 3.000.000,- Publikasi hasil di jurnal nasional

(terakreditasi)

1 1 500.000 5000.000

Publikasi hasil di jurnal internasional

(26)

7. Laporan

Kegiatan Banyak Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah Biaya

Penggandaan laporan 15 300.000 4.500.000,-

Dokumentasi kegiatan (foto) 500.000,-

Sub Total 5.000.000,-

8. Lain-lain

Komunikasi dan keperluan lain yang tak terduga yang sifatnya teknis

1.000.000,-

Sub Total 1.000.000,-

Total Anggaran Tahun II : Rp. 49.625.000,-

II. DUKUNGAN PADA PELAKSANAAN PENELITIAN 2.1 Dukungan aktif yang sedang berjalan : tidak ada

2.2 Dukungan yang sedang dalam pertimbangan : tidak ada

2.3 Proposal yang sedang direncanakan atau dalam taraf persiapan : tidak ada

III. SARANA DAN PRASARANA 3.1 Laboratorium : tidak ada

3.2 Peralatan Utama : sewa

3.3 Keterangan tambahan : tidak ada

IV. BIODATA PENELITI A. Ketua Peneliti

1. Nama : Dra. Sri Mulatsih, M.Pd.

2. TempatdanTanggal

Lahir : Ponorogo, 3 September 1966

3. Agama : Islam

4. Golongan /Pangkat : IVA/Pembina

5. Jabatan Akademik : Lektor Kepala

6. Perguruan Tinggi : Universitas Dian Nuwantoro

7. Alamat : Jl. Imam Bonjol No. 205 – 207 Semarang

Telp./Faks. : (024)3560582

8. Alamat Rumah : Jl. Mutiara Raya No. 19 Perum Intan Semarang

(27)

10. Riwayat Pendidikan :

NO Pendidikan Tahun Lulus Bidang Studi

1 Perguruan Tinggi (S1) Universitas Diponegoro 1990 Bahasa Inggris 2 Perguruan Tinggi (S2) Universitas Negeri Semarang 2007 Bahasa Inggris 11.Pengalaman Penelitian/Publikasi: I. Penyaji pada Seminar Internasional:

1. Enhancing the Students’ Multiliteracies through the Use of Genre and Intertextuality-Based Approach in Teaching Writing. RELC International

Conference. Singapore, April 2012p

2. The Use of Scaffolding Technique as Mediated Learning to Improve the Students’ Competence in Writing Genre-Based Texts.International Seminar

on Culture and Language Teaching. Soegijapranata Catholic University.

January 2011

3. Peningkatan Koherensi Teks Bahasa Inggris Mahasiswa melaui Thematic Progression. Seminar Tindakan Kelas dalam Perpektif Etnografi. UNDIP, Agustus 2010.

4. Improving Lexical Density of the Students’ Writing Using Nominalization.

56th TEFLIN International Conference, UIN Malang, 8 – 10 Desember

2009.

5. Grammatical Metaphor in the Translation of “Ms. Wiz Smells a Rat” into ‘Ms. Wiz seperti Tikus Masuk Perangkap”. International Conference on Systemic Functional Linguistics and Its Application to Translation

Studies, UNS Surakarta, Nopember 2009.

6. Message (Ideational Meanings) Organization in the Students’ Personal Recounts. 6 th ASIA TEFL International Conference, Bali, 1 – 3 Agustus, 2008.

(28)

7. Hedges in “Your Letters” of the Jakarta Post. Konferensi Linguistik

Tahunan 5 (KOLITA 5): Tingkat Internasional, Mei 2007, Universitas

Atmajaya Jakarta.

8. Employing Thematic Development in Teaching Paragraph-Based Writing.

54th TEFLIN International Conference, Desember 2006, UKSW Salatiga.

II. Menulis Artikle di Jurnal Imiah:

1. Improving the Competence of the Students’ Genre-Based Text Using Scaffolding Technique. Jurnal Parole: Magister Linguistik UNDIP, April 2011.

2. The Use of Thematic Progression to Improve the Coherence of the Students’ Writings. Eternal: Jurnal Pengajaran Bahasa Inggris. IKIP PGRI Semarang, Agustus 2010.

3. Hedges: The Expression of Doubt and Certainty. Jurnal LITE FBS Udinus Vol. 4 No. 2 September 2008, ISSN: 1907-3607.

4. Kesantunan Berbahasa sebagai Salah Satu Upaya Peningkatan Moral Bangsa. Jurnal DIAN Universitas Dian Nuswantoro, ISSN: 1412-3088, Vol. 1 No. 1 Januari 2008.

5. The Realization of Ideational Meanings in the Students’ Recounts. Jurnal CELT UNIKA Soegiyopranoto, ISSN: 1412-3320, dan terakreditasi SK Dirjen No. 56/DIKTI/Kep/2005 Vol. 7 No. 2, Desember 2007.

6. Speech Planning/Performace Features in the Students’ Conversation. (A Case Study of Fourth Semester Students of English Department, Dian Nuswantoro University). Majalah Ilmia Udinus “DIAN” Vol.5 No.3, Agustus 2006, ISSN: 1412-3088.

7. Tenses in Teaching Speaking: Is it necessary?. Majalah Ilmiah Udinus “DIAN” Vol.3 N0.1, Januari 2004, ISSN: 1412-3088

8. Using Communicative Techniques vs Explanation in Teaching Grammar. Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya UNISBANK Vol. 1 No.3, September 2002, ISSN: 1412-3355.

(29)

10.How to Test English Grammar. Majalah Catur Wulan AKABA 17 Edisi XL & XLI TH. XIX April, 2002. ISSN.02158965

III. Melakukan Penelitian:

1. Peningkatan Hardskills dan Softskills Mahasiswa melalui Pembelajaran Menulis Teks Bahasa Inggris berbasis Genre. Penelitian Internal Universitas Dian Nuswantoro, Bulan September 2012.

2. Meningkatkan Kompetensi Menulis Teks Bahasa Inggris Mahasiswa melalui Scaffolding Teknik. Penelitian Internal Universitas Dian Nuswantoro, Bulan September 2010.

3. Meningkatkan Koherensi Tulisan Bahasa Inggris Mahasiswa melalui Pola Pengembangan Tema (Thematic Progression Pattern). Penelitian Internal Universitas Dian Nuswantoro, Bulan Desember 2009.

4. Pengaruh Minat Baca Teks Bahasa Inggris terhadap Penguasaan Tata Bahasanya. Penelitian Internal Universitas Dian Nuswantoro, Bulan April 2005.

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Semarang, 30 Oktober 2012 Yang menyatakan,

(30)

B. ANGGOTA PENELITI I IDENTITAS:

a. Nama Lengkap dan Gelar : Sunardi, S.S., M.Pd. b. Golongan Pangkat dan NIP : III D / 0686.11.1994.052

c. Jabatan Fungsional : Lektor

d. Jabatan Struktural : Ketua Program Studi Sastra Inggris e. Fakultas/Program Studi : Bahasa dan Sastra/ Sastra Inggris

f. Perguruan Tinggi : Universitas Dian Nuswantoro

g. Riwayat Pendidikan :

No Pendidikan Perguruan Tinggi Tahun lulus

1. Sekolah Dasar 1979

2. SMP 1982

3. SMA 1985

4. Sastra Inggris (S1) Universitas Sebelas Maret Solo

1993

5. Pendidikan Bahasa Inggris (S2)

Universitas Negeri Semarang 2006

h. Penelitian Yang Pernah Dilakukan :

1. Analisis Konstruksi Kalimat Seru Bahasa Inggris dengan Tata Bahasa Transformasi (Anggaran Operasional P3M STMIK Dian Nuswantoro, Ketua, 1996).

2. Analisis Kostruksi Judul Berita pada Majalah Newsweek (Anggaran Operasional P3M STMIK Dian Nuswantoro, Ketua, 1997).

3. Analisis Kesalahan Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Laporan Proyek Akhir Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro (Anggaran Operasional P3M Universitas Dian Nuswantoro, Ketua, 2001).

(31)

5. Strategi Penerjemahan Istilah Bahasa Inggris Kedalam Bahasa Indonesia dalam Surat Kabar Harian Nasional (Dibiayai oleh DP2M Dikti Depdiknas, Ketua, No Kontrak 005/SP2H/PP/DP2M/III/2007 Tanggal 20 Maret 2007). Ketua

6. Pengembangan Soft skills Kewirausahaan Mahasiswa dalam Mewujudkan IT-Preneurs di Universitas Dian Nuswantoro. 2009. Ketua 7. Desain Virtual Gamelan Jawa Menuju Industri Kreatif serta Sebagai

Media Pembelajaran. Penelitian Hibah Strategi Nasional. Dibiayai DP2M Dikti. 2009. Anggota

i. Artikel Yang Dipublikasikan :

1. Proses Transformasi Kalimat Seru Bahasa Inggris, Majalah Ilmiah STMIK Dian Nuswantoro, 1997.

2. Internet dalam Pembelajaran Bahasa, Majalah Ilmiah STMIK Dian Nuswantoro, 1998.

3. Bentuk Judul Berita Utama Majalah Newsweek, Majalah Ilmiah STMIK Dian Nuswantoro, 1999.

4. Conversational Implicature, Majalah Ilmiah Dian, 2002.

5. Kesalahan Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, Majalah Ilmiah Dian, 2003.

6. Communication Skills for Business, Majalah Ilmiah Dian, 2004.

7. Interpersonal Relationship between Native Speaker and Non-Native Speaker in an English Casual Conversation, Majalah Ilmiah Dian, 2006. 8. Role Relationship Enactment between Native Speaker and Non-Native

Speaker in an English Dialogue. Majalah Ilmiah Lite, 2009.

j. Penataran dan Lokakarya :

1. Penataran Penelitian Bahasa Bagi Dosen PTS Se-Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Desember 1997, Bandungan Ambarawa, Peserta.

2. Penataran dan Lokakarya Penulisan Artikel Ilmiah, Universitas Semarang, Desember 1998, Peserta.

3. Workshop Analisis Data Kualitatif Bidang Sosial Budaya, Lembaga Penelitian IKIP Semarang, 1999, Peserta.

(32)

4. Kongres Nasional Penerjemahan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, September 2003, Peserta.

5. Seminar Penyusunan Proposal Penelitian Unggulan Proyek Ditlitbamas Ditjen Dikti, Pusat Penelitian Universitas Dian Nuswantoro, Nopember 2003, Peserta.

6. Penataran dan Lokakarya Program Kreativitas Mahasiswa, DP2M Dikti Depdiknas, 2007. Peserta.

7. Pembimbing Program Kreativitas Mahasiswa dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (Pimnas) ke-21 Tahun 2008, Unissula Semarang.

8. Pelatihan bagi Pelatih (TOT) Pembimbingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa, Direktorat Akademik Dikti, 2008. Peserta.

9. Pembimbing Program Kreativitas Mahasiswa yang Didanai DP2M Dikti 2009, A.n. Mahasiswa: Gatri Putri, dkk. “Pelatihan Gamelan Jawa Berbasis Multimedia Komputer bagi Karang Taruna Kelurahan Pendrikan Kidul”.

10. Pembimbing Mahasiswa Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Tahun 2009. Juara III.

11. Pelatihan bagi Pelatih (TOT) Kewirausahaan Mahasiswa. Direktorat Kelembagaan. Dikti. 2009. Peserta.

12. Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah Nasional. DP2M Dikti. 2009. Peserta.

13. Pembimbing Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-AI) yang Didanai DP2M Dikti 2009, A.n. Mahasiswa: Herman Pamungkas, dkk. “Dampak Penayangan Acara Reality Show di Televisi”.

14. Interpersonal Relationship between Native Speaker and Non-Native Speaker in an English Casual Conversation. The Second International Conference on Applied Linguistics (Conaplin 2), Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. 2009. Penyaji.

(33)

and Its Constributions to Translation Studies, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 2009. Penyaji.

16. Improving Lexical Density of Student’s Writings through Nominalization The 56-th TEFLIN International Conference, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. 2009. Penyaji.

Semarang, 30 Oktober 2012

(34)

C. ANGGOTA PENELITI II IDENTITAS:

1. Nama : Muhammad Rifqi, S.S., M.Pd.

2. Tempat/Tanggal lahir : Lombok Timur/24 Nopember 1968

3. Golongan/Pangkat : Penata Muda TK I/IIIB

4. Gelar Akademik : Asisten Ahli

5. Agama : Islam

6. Alamat rumah : Jl. Bukit Cemara Indah V CD. No. 44

Bukit Kencana Jaya.

7. Unit Kerja : Universitas Dian Nuswantoro

8. Alamat Kantor : Jl. Nakula I No. 5 – 11 Semarang

9. Alamat Email : [email protected]

10.Riwayat Pendidikan :

NO Pendidikan Tahun Lulus Bidang Studi

1 Perguruan Tinggi (S1) Universitas Diponegoro 1994 Bahasa Inggris 2 Perguruan Tinggi (S2) Universitas Negeri Semarang 2007 Bahasa Inggris 11.Pengalaman Penelitian/Publikasi:

1. Penyajian (kopresentasi) makalah dengan judul “Enhancing the Students’ Creative Writing by the Use of Genre-and-Intertextuality-based Approach” pada Asia Creative Writing Conference di Pliteksnik Negeri Jember, Jeber, Jawa Timur, 2011

2. Penyajian makalah dengan judul “Seeing Multiculturalism through Indonesian Folktales” pada PALA (Poetics and Linguistics Association) International Conference di Genoa, Italia, bulan Juli 2010

(35)

4. Artikel ilmiah berjudul “Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa dalam Menyimak Bahasa Inggris Lisan”. Jurnal LITE (Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya), September 2009.

5. Artikel ilmiah berjudul “Cohesion in Poem: A Case Study in ‘Marks’ and “the way and the way things are”. Jurnal LITE (Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya), Maret 2009.

6. Artikel Ilmiah berjudul “Improving Students’ Listening-Response Skill” Jurnal LITE (Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya), September 2007.

7. Penelitian berjudul “Penggunaan Materi Otentik dalam Mata Kuliah Listening Comprehension 4: Suatu Tantangan bagi Dosen dan Mahasiswa” Didanai oleh LP3M Udinus. 2006.

8. Artikel Ilmiah berjudul “Pengaruh kebiasaan mendengarkan bahasa Inggris dengan Prestasi Belajar Listening Cmprehension Mahasiswa” LITE (Jurnal Linguistik dan Sastra, FBS Udinus) 2006

9. Makalah berjudul “Teacher’s Feedback to Improve Students’ Listening-Response Skill” di presentasikan di TEFLIN International Conference in 2005 di Yogyakarta

10.Penelitian berjudul “Pengaruh Umpanbalik Dosen pada Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Merespon Pertanyaan Lisan dalam Mata Kuliah Listening Comprehension IV”. Didanai oleh LP3M Udinus. 2005.

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Semarang, 30 Oktober 2012 Yang menyatakan,

Gambar

Gambar 1. Diagram Kerangka Ikan ( Keterangan:
Gambar 3. Prosedur Penelitian
Foto kopi materi perkuliahan  500.000,-
Foto kopi materi perkuliahan  500.000,-

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian sebanyak tiga informan memiliki pengetahuan yang kurang baik mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas.Ketika diberikan pertanyaan mengenai

Dari data-data yang telah didapatkan, serta dijabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwa perancangan animasi 3 dimensi pengenalan karakter Semar dalam wayang Purwa

Alhamdulillah, puji syukur senantiasa panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kenikmatan yang tiada tara sehingga penulis

Resume Title Annual

Manfaat tambahan dalam Jaminan Kesehatan Nasional adalah manfaat non medis berupa akomodasi. Misalnya: Peserta yang menginginkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari pada

Dari hasil analisis regresi logistik, hasilnya menunjukkan bahwa status gizi dan lama rawat inap memiliki hubungan yang bermakna yang ditandai dengan nilai p<0,05 (Tabel

Departemen Pendidikan Nasional.. Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan dan IPS di Indonesia. • Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS

Melihat kondisi alam di Kota Bitung yang dikelilingi oleh laut dengan potensi sumberdaya perikanan yang sangat besar, subsektor perikanan dapat dijadikan sebagai sektor andalan