• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI PENDEKATAN AKSIONAL DAN MEDIA TEXTES MÉDIATIQUES PADA LAMAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS JENIS FAIT DIVERS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "APLIKASI PENDEKATAN AKSIONAL DAN MEDIA TEXTES MÉDIATIQUES PADA LAMAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS JENIS FAIT DIVERS"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

61

APLIKASI PENDEKATAN AKSIONAL DAN MEDIA TEXTES MÉDIATIQUES PADA LAMAN WWW.JDE.FR DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN

MENULIS TEKS JENIS FAIT DIVERS Yadi Mulyadi

Departemen Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154

E-mail: yadimulyadi825@yahoo.fr

Abstrak: Keterampilan menulis bukanlah merupakan keterampilan yang diperoleh pembelajar secara alamiah melainkan perlu dipelajari dan dibudayakan pelatihannya baik secara formal maupun di lingkungan belajar lainnya. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan diperlukan penerapan pendekatan dan metode yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) penerapan pendekatan aksional dan media textes médiatiques pada laman http://www.jde.fr untuk meningkatkan keterampilan menulis teks jenis fait divers, dan; (2) metode pembelajaran yang dapat memadukan antara pendekatan aksional dengan media textes médiatiques pada laman http://www.jde.fr untuk membantu mahasiswa Semester II Departemen Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI dalam akuisisi keterampilan menulis teks bahasa Perancis jenis fait divers. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode praeksperimental dengan desain the one groupe pre-test post-pre-test design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan dan media yang diteliti telah membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan menulis teks jurnalistik jenis fait divers; (2) metode relevan untuk mengintegrasikan pendekatan aksional dan media textes médiatiques adalah metode reciprocal teaching telah membantu mahasiswa dalam proses pemodelan tulisan teks jurnalistik bahasa Perancis melalui 6 (enam) tahapan, yaitu tahap predicting, questioning, clarifying, visualization, summarizing, dan start writing. Kata-kata kunci: Pendekatan aksional, textes médiatiques, DELF level A2, fait divers Abstract: Writing skills is not naturally acquired skill but need to be learned and cultivated training both formally and in other learning environments. To achieve the learning objectives it is required the application of the relevant approach and methods. Therefore, this study aims to assess: (1) the application of actional approach and media “textes médiatiques” on page http://www.jde.fr to improve the writing skills of journalistic text type “fait divers”, and; (2) a method of learning that can combine actional approach and media “textes médiatiques” to help students of the second semester of Department of French FPBS UPI in the acquisition of french writing skills. In practice, the method used in this research was pre-experimental method using the one group pre-test post-test design. The results showed that: (1) approach and media analyzed have helped students in improving their writing skills, (2) method used to combine the actional approach and media “textes médiatiques” was reciprocal teaching method has helped the students in organizing the writing process using 6 (six) phases, namely phase predicting, questioning, clarifying, visualization, summarizing, and start writing.

(2)

PENDAHULUAN

Misi Departemen Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI yang mengacu pada misi Universitas Pendidikan Indonesia di antaranya adalah melakukan inovasi dalam proses pembelajaran bahasa Perancis baik

berupa pengembangan model

pembelajaran, media, teknik, metode, begitu pula dengan sistem evaluasinya dengan merujuk pada Kerangka Umum Acuan Bahasa-Bahasa Eropa (Cadre européen commun de référence pour les langues - CECRL). Oleh karena itu, sebagai realisasi dari misi tersebut, pembelajaran menulis bahasa Perancis yang telah disusun dan dikembangkan dalam kurikulum departemen tahun 2013 di antaranya adalah mata kuliah Production Ecrite I, II, III, IV, V, dan VI.

Selama proses pembelajaran keterampilan menulis pada mata kuliah Production Ecrite I dan II sebagai keterampilan menulis tingkat dasar yaitu pada level A1 dan A2 DELF (Diplome d’étude en langue française) seringkali peneliti temui kendala baik dari sisi peneliti sebagai pengajar maupun dari sisi mahasiswa sebagai pembelajar. Di antara kendala yang kerap ditemui di antaranya adalah dalam pemahaman konsep penulisan bahasa Perancis sesuai kompetensi yang ditargetkan pada level tersebut yaitu level A1 dan A2 dalam hal memahami strategi penulisan teks bahasa Perancis, analisis tulisan, orthographe, grammaire, type de textes, pengembangan tulisan dan evaluasi hasil tulisan yang telah dibuat.

Pada level A2 DELF, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan CECRL, Tagliante (2005) menyatakan bahwa “pembelajar diharapkan dapat menulis catatan, pesan sederhana dan singkat, mampu menulis surat informal yang sangat sederhana, misalnya untuk mengucapkan terima kasih, mengundang teman, dapat menuliskan secara sederhana hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mendeskripsikan secara

singkat tentang suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi di sekitarnya, dan menceritakan aktivitas di masa lalu atau pengalaman pribadi”. Oleh karena itu, salah satu tuntutan keterampilan menulis untuk level tersebut adalah menulis teks jurnalistik jenis fait divers (ragam peristiwa).

Sehubungan dengan pendekatan dalam proses pembelajaran menulis yang selama ini peneliti lakukan di kelas, yaitu pendekatan aksional yang diusung CECRL, menitikberatkan pada “tugas” yang diberikan pada pembelajar bahasa Perancis sebagai pelaku sosial. Ducrot (2006) menjelaskan bahwa “

La notion de " tâche " dans le CECRL, c’est la tâche est à relier à la théorie de l’approche actionnelle du cadre au sens de réalisation de quelque chose, d’accomplissement en termes d’actions. Autrement dit, l’usage de la langue n’est pas dissocié des actions accomplies par celui qui est à la fois locuteur et acteur social. (…)

[makna “tugas” dalam CECRL adalah tugas terkait teori pendekatan aksional dari CECRL dengan maksud untuk menghasilkan sesuatu, melengkapi istilah-istilah kegiatan. Dengan kata lain, penggunaan bahasa tidak terpisah dari kegiatan berbahasa seorang pembicara dan pelaku sosial] Untuk memiliki keterampilan menulis, seorang pembelajar diperlukan banyak membaca teks-teks yang disajikan baik di media cetak maupun elektronik. Saat ini, hampir seluruh surat kabar atau pun majalah menyediakan berita versi daring (online). Hal ini dilakukan pihak pengelola surat kabar atau majalah untuk mengimbangi zaman yang menuntut segalanya serba praktis sehingga beragam informasi banyak disajikan secara daring.

(3)

63 Oleh sebab itu, sejak beberapa tahun terakhir ini, peneliti telah menggunakan sejumlah laman (website) yang dikelola oleh media surat kabar Perancis terkait teks-teks yang layak dan sesuai dengan tujuan pembelajaran membaca dan tuntutan kompetensi CECRL untuk tingkat dasar (A1 dan A2). Salah satu laman yang menyajikan informasi aktual dan penyajian bahasa yang sesuai dengan public pembelajar bahasa Perancis sebagai bahasa asing (pembelajar Indonesia) adalah laman

www.jde.fr atau dikenal dengan nama Journal des Enfants. Selain surat kabar on-line, surat kabar Journal des Enfants pun tersedia versi cetaknya.

Pada laman tersebut memuat ratusan artikel terkait berita aktual di Perancis dan dunia. Teks-teks pada laman tersebut tergolong dalam jenis textes médiatiques. Menurut Cicurel dalam Benito (2009:602) yang dimaksud dengan textes médiatiques adalah teks yang berasal dari surat kabar (la presse) seperti teks informatif (fait-divers), teks opini, iklan suatu produk, iklan layanan publik, yang tujuannya adalah untuk memberikan informasi aktual dan hiburan.

Dalam penelitian ini, keterampilan menulis yang diteliti adalah keterampilan menulis teks jenis faits divers. Teks fait divers merupakan bagian dari teks jurnalistik. Teks jurnalistik seringkali kita temui bahkan kita baca dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak semua mengetahui kategori teks jurnalistik apa yang pernah dibaca atau sering dibaca. Terdapat dua jenis teks jurnalistik yang dikutip dari laman http://bv.alloprof.qc.ca

(2013), yaitu la nouvelle journalistique (berita jurnalistik/koran) dan le fait divers (ragam peristiwa). Masih menurut laman

yang sama, « la nouvelle

journalistique est un texte qui, à partir d'un événement d'actualité, met en scène le plus efficacement possible l'essentiel des faits nouveaux ou intéressants. Elle vise à informer le plus précisément et le plus rapidement possible, de façon simple et

concise”. [la nouvelle journalistique merupakan teks yang menyajikan seefektif mungkin suatu peristiwa/kejadian aktual, baru atau menarik. Teks ini bertujuan untuk menginformasikan serinci dan secepat mungkin informasi secara sederhana dan singkat.

Adapun teks jurnalistik jenis le fait divers dalam bidang jurnalistik, « traite des événements qui ne sont classables dans aucune des rubriques qui composent habituellement un média d'actualité (international, national, politique, économie, etc.) et qui sont, par conséquent, regroupés au sein d'une même rubrique malgré l'absence de liens qui les unissent. Il s'agit généralement d'événements tragiques, tels que les crimes, les accidents ou de faits cocasses, insolites, etc.”.[mengulas peristiwa-peristiwa yang tidak dikelompokkan dalam rubrik koran, biasanya disajikan pada media berita (internasional, nasional, politik, ekonomi dan lain-lain). sehingga dikelompokkan ke dalam rubrik yang sama walaupun tanpa ada kaitan berita yang menyatukannya. Secara umum diulas berita-berita tragis, seperti criminal, kecelakaan atau berita lucu, nyelenéh, dan lain-lain.]

Selain penjelasan di atas, menurut Wojowasito dalam Anshori dan Kurniawan (2005:31) dijelaskan bahwa bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa sebagaimana tampak dalam harian-harian dan majalah. Melihat fungsinya sebagai alat komunikasi massa, bahasa jurnalistik harus jelas dan mudah dibaca oleh mereka dengan ukuran intelektual yang melek huruf dan aksara dan dapat menikmatinya. Walaupun demikian, tuntutan bahwa bahasa jurnalistik harus baik dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku tidak boleh ditinggalkan. Sesuai prinsip dasar dari pendekatan aksional yaitu adanya pemberian tugas, maka tugas yang dimaksud harus memenuhi kriteria di antaranya: (1) Tugas merujuk pada contoh/model yang berupa dokumen

(4)

O

1

X

O

2

otentik; (2) Tugas disesuaikan dengan kompetensi siswa; (3) Tugas dihubungkan dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari; (4) Tugas berhubungan dengan aspek kebahasaan dan non kebahasaan; (5) Tugas dapat diklasifikasikan berdasarkan bidang, tujuan, dan jenis dokumen.

Sehubungan dengan pemaparan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) penerapan pendekatan aksional dan media textes médiatiques pada laman http://www.jde.fr untuk meningkatkan keterampilan menulis teks jenis fait divers, dan; (2) metode pembelajaran yang dapat memadukan antara pendekatan aksional dengan media textes médiatiques pada laman

http://www.jde.fr untuk membantu mahasiswa Semester II Departemen Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI dalam akuisisi keterampilan menulis teks bahasa Perancis jenis fait divers level A2 DELF.

METODE

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode praeksperimen dengan desain the one groupe pre-test and post-test design (Sugiyono, 2011). Berikut ini gambaran dari desain penelitian tersebut:

Keterangan: O1 : Prates

X : Perlakuan (dilakukan beberapa kali proses pembelajaran)

O2 : Pascates

Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI dengan mengambil sampel karakteristik kemampuan menulis mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI yang mengontrak mata kuliah

Production Ecrite II tahun akademik 2013/2014. Untuk criteria penilaian keterampilan menulis level A2 DELF, peneliti merujuk pada criteria penilaian sesuai ketentuan CECRL dengan total nilai 25.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam proses pelaksanaan penelitian ini, peneliti melaksanakan sejumlah tahap kegiatan di antaranya: (1) tahap persiapan berupa pemilihan masalah penelitian, studi pendahuluan, perumusan masalah, asumsi, pemilihan pendekatan dan metode penelitian, penentuan variabel dan sumber data penelitian; (2) tahap pelaksanaan berupa penyusunan instrumen, pengumpulan data, dan pengolahan data; (3) tahap evaluasi berupa penarikan kesimpulan dan saran.

Selama proses pelaksanaan penelitian, peneliti telah melakukan studi literatur terkait proses implementasi pendekatan aksional untuk keterampilan menulis teks bahasa Perancis jenis fait divers setara level A2 DELF CECRL. Terkait studi literatur, telah diperoleh beberapa teori yang mendukung riset ini begitu pula dengan materi teks mediatik yang digunakan telah diunduh dari laman

http://www.jde.fr yang berisikan berita jurnalistik dan telah diseleksi serta disesuaikan dengan level A2 DELF CECRL.

Selain studi literatur, peneliti telah merancang materi yang siap untuk digunakan selama proses pembelajaran berupa hand out dan bahan ajar menulis teks bahasa Perancis jenis fait divers untuk tingkat A2 DELF berupa modul pembelajaran menulis teks fait divers dengan menerapkan metode reciprocal teaching.

Setelah melalui proses pengambilan data prates dan pascates kepada responden yaitu mahasiswa yang telah mengontrak mata kuliah Production Ecrite II sebanyak 30 responden, diperoleh data nilai hasil prates yang disajikan pada tabel di bawah ini.

(5)

65

Tabel 1. Nilai prates keterampilan menulis teks jurnalistik jenis fait divers Nomor

Responden

NIM Nilai Prates Nomor Responden

NIM Nilai Prates

1 1300023 16 16 1303730 12 2 1300142 18 17 1303996 14 3 1300265 16 18 1303997 12 4 1300368 14 19 1304033 8 5 1300372 14 20 1304158 20 6 1303614 12 21 1304160 16 7 1300430 16 22 1304283 16 8 1300589 18 23 1305375 14 9 1300855 10 24 1305475 18 10 1300882 12 25 1305677 16 11 1301104 20 26 1306090 14 12 1301134 16 27 1306268 16 13 1303546 16 28 1307073 8 14 1303594 12 29 1307268 20 15 1303722 16 30 1307515 20

Mengacu pada data nilai prates di atas, diperoleh informasi bahwa 2 orang responden memperoleh nilai pada rentang 6-9, 6 orang responden memperoleh nilai pada rentang 10-13, 15 orang responden memproleh nilai pada rentang 14-17, 7

orang responden memperoleh nilai pada rentang 18-21, dan tidak ada satu pun responden yang memperoleh nilai pada rentang 22-25. Berikut disajikan distribusi bergolong nilai prates keterampilan menulis teks jurnalistik Jenis fait divers. Tabel 2. Distribusi frekwensi bergolong nilai prates keterampilan menulis

teks jurnalistik jenis fait divers

Nilai f 22 - 25 0 18 - 21 7 14 - 17 15 10 - 13 6 6 - 9 2 30

Dari tabel 2, dapat diperoleh informasi bahwa 50% responden berada pada rentang nilai 14-17 yang artinya kemampuan responden berada pada kategori C (Cukup). Adapun responden yang berada pada kategori B (Baik) yaitu berada pada rentang nilai 18-21 sebanyak

7 orang (23,33%). Sisanya yaitu sebanyak 8 orang (26,66%) berada pada kategori D dan E (Gagal). Untuk lebih jelasnya, sebaran nilai prates mahasiswa dalam menulis teks jurnalistik jenis fait divers disajikan pada grafik di bawah ini.

(6)

Grafik 1. Sebaran nilai prates mahasiswa dalam menulis teks jurnalistik jenis fait divers Selanjutnya penelitian melakukan

treatment (perlakuan pembelajaran) dengan menggunakan metode reciprocal teaching yang mengintegrasikan pendekatan aksional dan media textes mediatiques. Pada saat pelaksanaan treatment peneliti telah mengkaji pendekatan aksional yang diintegrasikan dengan metode reciprocal teaching yang

pada awalnya dikembangkan oleh Palinscar pada tahun 1986 selanjutnya dikembangkan lagi penerapannya oleh Brown & Campione pada tahun 1992 (Omari & Weshah, 2010:26). Berkaitan dari hasil integrasi pendekatan aksional dan media teks mediatik, dihasilkan beberapa tahapan pembelajaran sebagai berikut.

Tabel 3. Tahap pembelajaran menulis teks jurnalistik jenis fait divers dengan menggunakan metode reciprocal teaching

Tahap Pembelajaran Kegiatan Pelaksana

Tahap 1: Predicting (Memprediksi)

a) Membuat sejumlah asumsi dan hipotesis (jawaban sementara) tentang isi teks (apa kira-kira yang diulas oleh penulis/sumber teks pada teks tersebut, apa tujuan penulisannya, publik sasarannya,dll).

b) Mengaitkan antara teks yang dianalisis dengan

pengalaman pribadi (apakah pernah mengalami hal yang sama, pernah membaca teks yang sama, mengetahui permasalahan yang sama dengan teks yang dibaca)

Mahasiswa dan dosen

Tahap 2: Questioning

(Membuat pertanyaan)

a) Mengembangkan strategi meringkas ke arah kegiatan pemahaman teks yang dianalisis.

b) Mahasiswa membuat

Mahasiswa dan dosen

0 5 10 15 20 Rentang Nilai 6-9 Rentang Nilai 10-13 Rentang Nilai 14 -17 Rentang Nilai 18-21 Rentang Nilai 22-25

(7)

67

sejumlah pertanyaan berdasarkan hasil bacaan pada teks (informasi → pertanyaan) untuk menguji pemahaman (self-test) c) Mmemahami informasi

secara rinci dan menerapkan informasi tersebut berupa hasil pembuatan sejumlah pertanyaan berikut jawabannya. Tahap 3: Clarifying (Mengklarifikasi) a) Mengklarifikasi kesulitan yang ditemui pada saat proses pemahaman teks. b) Mahasiswa dan dosen

mencari tahu penyebab munculnya kesulitan tersebut pada saat proses pemahaman teks.

c) Mengidentifikasi kesulitan yang dialami di antaranya kesulitan secara gramatika (kala,modus,dll),

perbendaharaan kosakata, pemahaman budaya.

Mahasiswa dan dosen

Tahap 4: Visualization (Visualisasi)

a) Menyatakan kesan tentang visualisasi teks yang membantunya dalam memahami isi teks. b) Menerangkan kata dan

ungkapan pada teks dengan menghubungkannya pada gambar.

Mahasiswa dan dosen

Tahap 5:

Summarizing (Meringkas)

a) Mengidentifikasi informasi penting pada teks dengan cara membuat ringkasan dari analisis antarkalimat dan paragraf serta teks secara menyeluruh.

b) memfokuskan proses analisis pada kalimat dan paragraf yang terdapat pada teks.

Mahasiswa dan dosen

Tahap 6: Start Writing (Mulai menulis)

a) Planification, pembuatan kerangka tulisan dengan merujuk pada ketentuan menulis teks jurnalistik jenis fait divers b) Mise en texte, proses

menuliskan apa yang sudah dirancang pada kerangka tulisan.

c) Révision, proses revisi dilakukan untuk mengecek

(8)

apabila masih terdapat ide tulisan yang tidak sesuai dan mereviu bentuk waktu dan kosakata yang dipilih dan digunakan dalam tulisan.

Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan pascates. Kemudian peneliti melakukan penilaian hasil tulisan mahasiswa dengan merujuk pada kriteria

penilaian yang telah ditetapkan CECRL. Berikut ini disajikan data hasil pascates pada tabel 4.

Tabel 4. Nilai pascates keterampilan menulis teks jurnalistik jenis fait divers

Nomor Responden

NIM Nilai Pascates Nomor Responden

NIM Nilai Pascates

1 1300023 18 16 1303730 14 2 1300142 20 17 1303996 16 3 1300265 18 18 1303997 14 4 1300368 16 19 1304033 10 5 1300372 14 20 1304158 24 6 1303614 14 21 1304160 18 7 1300430 18 22 1304283 16 8 1300589 22 23 1305375 16 9 1300855 12 24 1305475 18 10 1300882 16 25 1305677 16 11 1301104 24 26 1306090 14 12 1301134 18 27 1306268 16 13 1303546 16 28 1307073 12 14 1303594 14 29 1307268 24 15 1303722 16 30 1307515 22

Merujuk pada data nilai pascates di atas, diperoleh informasi bahwa tidak ada responden yang memperoleh nilai pada rentang 6-9, namun masih terdapat 3 orang responden yang memperoleh nilai pada rentang 10-13. Data lainnya menunjukkan bahwa terdapat 15 orang responden

memproleh nilai pada rentang 14-17, 7 orang responden memperoleh nilai pada rentang 18-21, dan 5 orang responden yang memperoleh nilai pada rentang 22-25. Berikut disajikan distribusi bergolong nilai pascates keterampilan menulis teks jurnalistik Jenis fait divers.

Tabel 5. Distribusi frekwensi bergolong nilai pascates keterampilan menulis teks jurnalistik jenis fait divers

Nilai F 22 – 25 5 18 – 21 7 14 – 17 15 10 – 13 3 6 – 9 0 30

(9)

69 Dari tabel 5 di atas dapat diperoleh informasi bahwa 50% responden berada pada rentang nilai 14-17 yang artinya setengah dari jumlah keseluruhan responden penelitian memiliki kemampuan menulis teks jurnalistik pada kategori C (Cukup). Adapun responden yang berada pada kategori B (Baik) yaitu berada pada rentang nilai 18-21 sebanyak 7 orang

(23,33%). Sedangkan responden yang memiliki nilai pada rentang 22-25 berjumlah 5 orang (16,66%). Sisanya yaitu sebanyak 3 orang (10%) berada pada kategori D (Gagal). Untuk lebih jelasnya, sebaran nilai pascates mahasiswa dalam menulis teks jurnalistik jenis fait divers disajikan pada grafik di bawah ini.

Grafik 2. Sebaran nilai pascates mahasiswa dalam menulis teks jurnalistik jenis fait divers

Sekaitan dengan temuan dari hasil penilaian prates dan pascates, peneliti memperoleh data perihal kendala yang dihadapi responden (mahasiswa) pada saat menulis teks jurnalistik jenis fait divers pada level A2 DELF ini. Kendala-kendala tersebut adalah: (1) Kesalahan dalam membuat judul tulisan yang seharusnya dalam bentuk kalimat nominal (phrase nominale) bukan dalam kalimat verbal, (2) Kesalahan mendassar dalam penulisan kata (fautes d’orthographe) pada kosakata yang digunakan di antaranya penentuan masculin-feminin (nomina maskulin dan feminin) dan singlier-pluriel (nomina tunggal dan jamak), (3) Kesalahan dalam menentukan bentuk waktu (le temps) terutama dalam hal konjugasi verba bentuk lampau di antaranya kesalahan dalam menggunakan passé composé dan

imparfait, begitu pula dalam menetukan participe passé pada kala passé composé, (4) Kemampuan menulis kalimat tunggal dan jamak dalam bahasa perancis masih menyulitkan mahasiswa, (5) Kesalahan gramatika masih seringkali terjadi di antaranya penggunaan article défini, indéfini, l’accord du pasrticipe passé, la négation, pronoms complément d’objet direct et indirect, dan kesalahan gramatika lainnya.

Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas, peneliti dapat mengkaji kelebihan dan kekurangan dari penerapan pendekatan aksional yang diintegrasikan dengan metode reciprocal teaching dalam menulis teks jurnalistik jenis fait divers. Kelebihan dari penerapan pendekatan dan metode ini di antaranya: (1) pendekatan dan media yang dikemas ke dalam metode

0 2 4 6 8 10 12 14 16 Rentang Nilai 6-9 Rentang Nilai 10-13 Rentang Nilai 14 -17 Rentang Nilai 18-21 Rentang Nilai 22-25

(10)

reciprocal teaching telah membantu responden dalam meningkatkan keterampilan menulis teks jurnalistik jenis fait divers walaupun masih terdapat 3 orang responden yang masih berada pada kategori D (gagal), namun secara keseluruhan telah meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, (2) laman yang digunakan yaitu laman

http://www.jde.fr telah membantu mahasiswa dalam proses pemodelan tulisan teks jurnalistik bahasa Perancis sehingga dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa dari segi pemutakhiran informasi dunia dan gaya penulisan (style d’écriture) para pewarta dalam bahasa Perancis, (3) tahapan proses pembelajaran menulis teks jurnalistik pada metode reciprocal teaching yang terdiri atas 6 (enam) tahapan, yaitu tahap predicting, questioning, clarifying, visualization, summarizing, dan start writing telah membantu mahasiswa dalam mengatur dan mengarahkan alur kerja proses menulis yang diawali dari proses membaca teks jurnalistik jenis fait divers dan diakhiri dengan proses penyusunan tulisannya.

Adapun kekurangan dari penerapan pendekatan, metode dan laman yang diteliti di antaranya adalah: (1) proses pembelajaran yang dilalui yaitu melalui 6 tahapan membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga satu tulisan bisa dihasilkan mahsiswa harus melalui 2 atau 3 sesi perkuliahan, dan (2) kemampuan dasar mahasiswa terkait bahasa Perancis (compétence linguistique) terutama dalam hal gramatika masih menjadi kendala dalam menulis teks jurnalistik jenis fait divers.

SIMPULAN

Mengacu pada tujuan penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, peneliti dapat menyimpulkan bahwa: (1) pendekatan aksional dan media textes mediatiques yang dikemas dalam metode reciprocal teaching telah membantu pengajar dalam proses treatment pembelajaran dalam rangka memberikan

wawasan kepada mahasiswa perihal tuntutan kepemilikan kompetensi level A2 DELF dan dalam memenuhi kebutuhan materi untuk kompetensi menulis bahasa Perancis jenis fait divers setara tingkat A2 DELF CECRL, (2) menilik dari hal kualitas proses, pembelajaran telah berjalan dengan baik hanya saja terdapat kendala dimana produk tulisan mahasiswa tersebut berupa teks jenis fait divers seyogyanya dapat dimuat atau dipublikasikan pada suatu wadah yang menampung kreativitas menulis mahasiswa seperti journal d’étudiant (koran mahasiswa) atau bulletin du département de français (buletin lembaga/Departemen) yang memang sampai saat ini belum ada atau dimiliki baik untuk di tingkat mahasiswa maupun di tingkat departemen dan diharapkan ke depannya dapat diupayakan sebagai wahana komunikasi antarcivitas akademika, (3) terkait kualitas tulisan mahasiswa, pada saat pemberian treatment (perlakuan) pembelajaran terdapat sejumlah mahasiswa yang mengalami kesulitan terutama dalam hal penguasaan gramatika bahasa Perancis, leksik dan pengembangan paragraf untuk level A2 DELF sehingga ke depannya perlu diperkuat lagi pemahaman unsur gramatikal untuk level tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Anshori, D.S. & Kurniawan, K. (2005). Bahasa Jurnalistik. Bandung. Pusat Studi Literasi.

Bénito, J.A. (2009). « La lecture et le document authentique en classe de français langue étrangère ». International Journal Synergies, Mexique, 14(1). pp.607-617.

(11)

71 Ducrot, J-M.(2006). « Savoir mieux

déterminer un profil de compétences adéquat chez l’apprenant selon les niveaux du CECRL ». Diunduh tanggal 16

Maret 2014 dari:

http://www.edufle.net .

Nouvelle journalistique et fait divers. (2013). Diunduh tanggal 22 April 2014 dari: http://bv.alloprof.qc.ca. Omari, H.A. & Weshah, H.A. (2010).

“Using the Reciprocal Teaching Method by Teachers at Jordanian Schools”. European Journal of Social Sciences, 15 (1), pp.26-39. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian

Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Tagliante, C. (2005). Cadre européen commun de référence. Paris : CLE International.

http://www.jde.fr

UCAPAN TERIMA KASIH

Peneliti mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu proses pelaksanaan penelitian ini, di antaranya kepada pihak LPPM UPI dan DP2M Dikti yang telah membantu dalam pendanaan penelitian ini. Selain itu, ucapan terima kasih disampaikan kepada pimpinan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra dan pimpinan Departemen Pendidikan Bahasa Perancis FPBS Universitas Pendidikan Indonesia yang telah membantu dalam penyediaan lokasi dan fasilitas pelaksanaan penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Bahwa faktor penghambat dalam melakukan penegakan hukum oleh penyidik terhadap tindak pidana perdagangan janin di Bandar Lampung kurang jelinya penyidik dalam

Studi kadar trigliserida dan gambaran histopatologi hepar hewan model tikus (Rattus novergicus) huperkolesterolemia yang diterapi dengan ekstrak air benalu mangga

Nilai koefisien determinasi (Adjusted R 2 ) adalah 0,617 atau 61,7% hal ini menunjukkan bahwa motivasi dan kemampuan usaha dapat menjelaskan terhadap

Kelompok Kerja Pengadaan Jasa Konsultansi ULP Ditjen Mineral dan

Berdasarkan data Tabel 7 total emisi gas rumah kaca di Sulawesi Tengah pada tahun 2016 menunjukkan hasil terbesar disumbang oleh gas CH 4 dari hasil buangan kegiatan

Saudara sebagai calon pemenang WAJIB untuk menghadiri tahapan Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya seperti yang diamanatkan Perpres 54 Tahun 2010 sebagaimana

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Penerapan Media Film Pendek Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X IPS 1