OBJEK PAJAK PENGHASILAN
02
Adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh
Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar
Indonesia, yang dapat dipakai untuk : a. Konsumsi; atau
b. menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan;
dengan nama dan dalam bentuk apapun termasuk
OBJEK PAJAK PENGHASILAN
a. penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yg diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honororarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dlm bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam undang-undang ini.
b. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan c. laba usaha
d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta
e. Penerimaan kembali pembayaran pajak yg telah dibebankan sebagai biaya
f. bunga termasuk : premium, diskonto, imbalan krn jaminan pengembalian utang g. deviden dengan nama dalam bentuk apapun termasuk:
deviden dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis pembagian sisa hasil usaha koperasi
h. royalty / imbalan atas penggunaan hak
j. Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala
k. Keuntungan krn pembebasan utang kecuali sampai dengan jumlah tertentu yg ditetapkan dengan PP
l. Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing m. Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva tetap n. Premi asuransi
o. Iuran yang diterima/diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari wp yg menjalankan usaha/pekerjaan bebas
p. Tambahan kekayaan neto yg berasal dr penghasilan yg belum dikenakan pajak q. Penghasilan dari usaha berbasis syariah
r. Imbalan bunga sebagaimana dimaksud dlm uu yg mengatur mengenai ketentuan umum dan tatacara perpajakan ; dan
s. Surplus bank indonesia.
YANG DIKECUALIKAN DARI OBJEK PAJAK ADALAH :
a. 1. Bantuan/sumbangan, termasuk zakat yg diterima o badan amil zakat atau lembaga amil zakat yg dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan para
penerima zakat yg berhak / sumbangan keagamaan sifatnya wajib bagi
pemeluk agama yg diakui di indonesia, yg diterima o/ lembaga keagamaan yg dibentuk dan di sahkan oleh pemerintah dan yg diterima oleh penerima
sumbangan yg berhak, yg ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan peraturan pemerintah (PP nomor 18/2009)
2. Harta hibahan yang diterima oleh: keluarga sedarah dalam garis keturunan
lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial, termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi, yang menjalankan
usaha mikro dan kecil yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan peraturan menteri keuangan, sepanjang tidak ada hubungan usaha,
b. Warisan
c. Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagaimana yang dimaksud Psl.2 Ayat (1) Huruf (b)
sebagai pengganti saham atau sbg pengganti penyertaan modal
d. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yg diterima atau diperoleh dlm bentuk natura dan atau kenikmatan dari wp/pemerintah, kecuali yang diberikan oleh bukan wajib pajak, wajib pajak yang dikenakan pajak secara final, atau wajib pajak yang menggunakan norma perhitungan khusus (deemed profit),
sebagaimana dimaksud psl 15.
e. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dg :
1. Asuransi kesehatan 2. Asuransi kecelakaan 3. Asuransi jiwa 4. Asuransi dwi guna
5. Asuransi bea siswa
Perbedaan Laporan Keuangan menurut PSAK dan UU Pajak
Perihal PSAK Ketentuan Perpajakan
Definisi Laporan Keuangan
Suatu Penyajian mengatur
dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas (par.7)
Ketentuan Pajak tidak
mendefinisikan laporan keuangan dan tidak mengatur standar penyajian laporan keuangan tersendiri
Tujuan Laporan Keuangan
Untuk memberikan informasi
mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar
kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi (par.9)
Untuk bisa di gunakan
dalam mengitung besarnya Penghasilan Kena Pajak, termasuk Pajak
Perbedaan Laporan Keuangan menurut PSAK dan UU Pajak
Perihal PSAK Ketentuan Perpajakan Informasi
dalam laporan keuangan
a. Asset b. Liabilitas c. Ekuitas
d. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian
e. Kontribusi dari dan
distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya
sebagai pemilik f. Arus kas [par.9]
a. Harta
b. Kewajiban c. Modal
d. Penghasilan e. Biaya
Perbedaan Laporan Keuangan menurut PSAK dan UU Pajak
Perihal PSAK Ketentuan Perpajakan Komponen
Laporan Keuangan lengkap
a) Laporan posisi
keuangan (neraca) pada akhir periode; b) Laporan laba rugi
komperhensif selama periode
c) Laporan perubahan ekuitas selama
periode;
d) Laporan arus kas selama periode;
a) Neraca
Perbedaan Laporan Keuangan menurut PSAK dan UU Pajak
Perih al
PSAK Ketent
uan Perpaj
akan Komp
onen Lapor an Keua ngan lengk p
e) Catatan atas laporan keuangan, berisi
ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lain;dan
f) Laporan posisi keuangan pada awal
periode komperatif yang di sajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan
akuntansi retrospektif atau mebuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas
Perihal Akuntansi Perpajakan
Metode
Pengukuran Berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah [par.8]
Berdasarkan harga
perolehan [Pasal 10 ayat (6)]
Cara penilaian Rata-rata (weighted
average)
Masuk pertama keluar
pertama (MPKP) atau first-in first-out (FIFO) [par.23]
Rata-rata (weighted
average)
Mauk Pertama Keluar
Pertama (MPKP) atau first-in first-out (FIFO) [Pasal 10 ayat (6)]
Perihal Akuntansi Pajak 1. Pengukuran
& Pengakuan Awal
Dikui sebesar biaya
perolehan Diakui sebesar biaya perolehan
1. Pengukuran & pengakuan berikutnya
Nilai tercatat investasi ditambah atau
dikurang untuk mengakui bagian
investor atas laba atau rugi investee setelah tanggal perolehan
Bagian investor atas laba atau rugi investee diakui dalam laporan laba rugi investor
Bagian investor atas laba atau rugi investee diakui dalam laporan laba rugi investor jika sudah ada keputusab Rapat Umum Pemegang Saham yang menyatakan adanya pembagian laba dalam bentuk dividen. Hal ini diatur dalam Pasal 15 ayat (3) Peraturan
Perihal Akuntansi Pajak
Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi
Penyesuian terhadap nilai tercatat tersebut juga
diperlukan jika terdapat perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari Perubahan tersebut termasuk
perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan
selisih penjabaran mata uang asing. Bagian investor atas peruahan tersebut diakui dalam pendapatan
komprehensif lain investor.
Bagian investor atas laba atau rugi investee diakui dalam laporan laba rugi investor jika sudah ada keputusab Rapat Umum
Perihal Akuntansi Pajak
1. Pengaku an
Utang PPh
Tidak Diatur
Jika kepemilikan saham investor pada investee kurang dari 25%. Bagian laba investor atau dividen merupakan objek pemotongan PPh Pasal 23 sebesar 15%. PPh dipotong pada akhir bulan saat pengumuman dala RUPS
No. Perihal Akuntansi Perpajakan
1. Pengakuan
Aset tetap diakui jika ada manfaat ekonomis masa depan dan biaya perolehan tersebut dapat diukur secara andal
Aset tetap diakui jika
biaya perolehan tersebut dapat diukur secara
andal dan jenis aset tetap tersebut tercakup didalam kelompok harta berwujud sesuai
No. Perihal Akuntansi Perpajakan
2 Pengukura
n Saat pengakuan awal, aset dicatat berdasarkan biaya perolehan
Pengukuran setelah pengakuan awal
dilakukan dengan model biaya atau model
revaluasi
Dalam model revaluasi, nilai tercatat aset
disesuaikan dengan harga pasar sehingga bisa mnegalami
peningkatan ataupun penurunan
Saat pengakuan awal, aset diakui berdasarkan niaya perolehan
Pengukuran setelah
pengakuan awal dilakukan dengan model biaya
Pengukuran setelah pengakuan awal bisa dilakukan dengan model revaluasi sepanjang
diajukan permohonan kepada Dirjen Pajak dan Dirjen Pajak berwenang menerbitkan surat
No. Perihal Akuntansi Perpajakan
3. Penyusutan
Metode penyusutan tidak diatur secara spesifik
Masa manfat
ditentukan oleh entitas dan perubahan masa manfaat diizinkan
Nilai residu diperbolehkan
Metode penyusutan diatur secara spesifik di dalam Pasal 11 UU PPh
Penyusutan yang diakui secara fiscal hanya atas aset yang digunakan
dalam operasi perusahaan dalam hal mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan.
Masa manfaat diatur secara spesifik di dalam Pasal 11 UU PPh
Pada akhir masa manfaat tidak diperkenankan
Perihal Deskripsi secara akuntansi Pengertian secara pajak Pengertian
Penghasilan
Peningkatan manfaat ekonomi selama periode
akuntansi dalam bentuk arus masuk atau peningkatan aset atau penurunan liabilitas
yang mengakibatkan
kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi
penanaman modal
Setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia yang dapat dipakai untuk menambah
kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentul apapun
Pembagian Penghasilan
a) Pendapatan ( revenue ) b) Keuntungan ( gain )
a) Penghasilan yang tidak dikenakan pajak atau non objek pajak
b) Penghasilan yang dikenakan pajak bersifat final