PENGARUH PIUTANG TERHADAP
PROFITABILITAS PERUSAHAAN (STUDI KASUS
PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA)
Stevie Revigi Gunawan
UNIVERSITAS ATMA JAYA MAKASSAR
ABSTRAK
Dalam pelaksanaan aktivitas bisnis, perusahaan harus dapat menggunakan dan mengelola kas dan piutang secara bijaksana agar perusahaan memperoleh keuntungan. Hal ini karena piutang merupakan unsur aktiva yang paling lancar. Informasi mengenai piutang sebuah perusahaan dapat berguna untuk mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh piutang terhadap Tingkat profitabilitas yang diwaliki oleh retun on assets pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia selama periode 2010 – 2015. Data diambil dari laporan keuangan selama lima tahun dari tahun 2010-2015.
PENDAHULUAN
Latar BelakangDengan semakin berkembangnya dunia usaha saat ini, maka persaingan perusahaan, khususnya antar perusahaan yang sejenis akan semakin ketat. Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ketat tersebut, maka diperlukan suatu penanganan dan pengelolaan sumber daya yang dilakukan oleh pihak manajemen dengan baik. Bagi pihak manajemen, selain dituntut untuk dapat mengkoordinasikan penggunaan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efisien dan efektif, juga dituntut untuk dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang menunjang terhadap pencapaian tujuan perusahaan di masa yang akan datang.
Dalam hal ini, perusahaan juga dituntut untuk mampu menentukan kinerja perusahaan yang baik, sehingga perusahaan akan dapat menjamin kelangsungan hidupnya.
Pendukung konservatisma menyatakan bahwa konservatisma menghasilkan laba yang lebih berkualitas karena prinsip ini mencegah perusahaan melakukan tindakan membesar-besarkan laba dan membantu pengguna laporan keuangandengan menyajikan laba dan aktiva yang tidak overstate( Feltham dan Ohlson,1995; Watts1993). Mereka membuktikan bahwa laba dan aktiva yang dihitungdengan akuntansi konservatif dapat meningkatkan kualitas laba sehingga dapatdigunakan untuk menilai perusahaan.
Terdapat dua perbedaan dalam informasi yang dimiliki oleh manajer dan informasi tentang laba perusahaan . Pertama adalah bahwa manajer memiliki informasi tentang laba masa depan yang tidak dimiliki oleh para investor. Kedua investor informasi yang tercermin dalam harga saham (Mc Nichols dan Maureen, 1989).
Piutang adalah tagihan kepada kreditur langganan sebagai akibat adanya penjualan barang dagangan secara kredit. Apabila kita mampu mempercepat perputaran piutang, maka resiko tidak tertagih piutang dapat diperkecil dan diperoleh laba di masa yang akan datang dapat ditingkatkan. Sehingga dengan kecilnya piutang yang tidak tertagih dapat menambah modal perusahaan untuk mendapatkan laba Munawir (2010:75). Perputaran persediaan merupakan ratio antara jumlah harga pokok barang yang dijual dengan nilai rata-rata persediaan yang dimiliki oleh perusahaan.
Perubahan terhadap piutang dan persediaan dan kewajiban merupakan opsi yang diberikan kepada manajemen. Keputusan manajemen berkaitan dengan perubahan piutang, persediaan, dan kewajiban lancar merupakan bagian yang melekat dalam teori real options.
Rumusan Masalah
Berdasarkan dari penjelasan latar belakang di atas, penulis merumuskan “Bagaimana pengaruh piutang tetap terhadap profitabilitas?”
Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi di atas yang telah diuraikan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh piutang terhadap profitabilitas.
LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan (Raharjaputra, 2009:195), dimana hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri. Sedangkan menurut Wiagustini (2010:76) profitabilitas adalah menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba atau ukuran efektivitas pengelolaan manajemen perusahaan.
Kemampuan memperoleh laba bisa diukur dari modal sendiri maupun dari seluruh dana yang diinvestasikan ke dalam perusahaan (Wiagustini, 2010:77)
Pengertian Laba
Fokus utama dalam laporan keuangan adalah laba, dimana laba dapat dikatakan sebagai indikator kinerja perusahaan. Tujuan utama dari pelaporan laba adalah memberikan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam laporan keuangan. Sedangkan pengertian laba operasi adalah mengukur kinerja bisnis fundamental yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Laba operasi menunjukkan seberapa baik perusahaan melakukan aktivitas khusus dari bisnis tersebut, terlepas dari kebijakan pendanaan dan manajemen pajak penghasilan yang ditangani oleh level pusat. Laba operasi menunjukkan hubungan antara pendapatan yang diperoleh dengan biaya yang tnterimbul dalam menghasilkan pendapatan tersebut. Penyajian laba operasi berguna bagi pihak inal karena dapat membantu manajemen dalam mengukur efisiensi dari perusahaan.
Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva, atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Tidak adanya persamaan pendapat untuk mendefinisikan laba secara tepat disebabkan oleh luasnya penggunaan konsep laba. Para akuntan mendefinisikan laba dari sudut pandang perusahaan sebagai satu kesatuan. Laba akuntansi (accounting income) secara operasional didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yang direalisasi dari transaksi yang terjadi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut. Belkoui menyebutkan bahwa laba akuntansi memiliki lima karakteristik berikut (Belkoui, 1993) :
1. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual terutama yang berasaldari penjualan barang atau jasa.
2. Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodeisasi dan mengacu pada kinerja perusahaan selama satu periode tertentu.
3. Laba akuntansi didasarkan prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan.
4. Laba akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya (expenses) dalam bentuk biaya historis.
5. Laba akuntansi menghendaki adanya penandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut.
Pengertian Piutang
Pada umumnya, perusahaan-perusahaan lebih menyukai penjualan secara tunai, karena dengan demikian perusahaan akan dapat menghemat sejumlah biaya dan dapat menghindarkan diri dari sejumlah risiko yang sangat mungkin timbul jika penjualan dilakukan secara kredit. Namun, untuk meningkatkan penjualan, di samping melakukan penjualan tunai, perusahaan juga melayani pembelian secara kredit kepada pelanggan.
Piutang dagang adalah sejumlah uang yang dialihkan kepemilikannya kepada suatu perusahaan oleh para pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit (Van Horne dan Wachowicz, 2005).
Jenis-jenis Piutang
Piutang terdiri atas beberapa jenis, yaitu :
a. Piutang Usaha (account receivable)
Piutang usaha adalah suatu jumlah pembelian kredit dari pelanggan. Piutang timbul sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa. Piutang ini biasanya diperkirakan akan tertagih dalam waktu 30 sampai 60 hari. Secara umum, jenis piutang ini merupakan piutang terbesar yang dimiliki perusahaan.
Menurut Skousen dan Stice (2001:361) piutang usaha adalah piutang yang dihubungkan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis, yaitu penjualan kredit barang atau jasa untuk pelanggan.
b. Wesel Tagih (notes receivable)
Wesel Tagih adalah surat formal yang diterbitkan sebagai bentuk pengukuran utang. Wesel tagih biasanya memiliki waktu tagih antara 60 – 90 hari atau lebih lama serta mewajibkan pihak yang berhutang untuk membayar bunga. Wesel tagih dan piutang usaha yang disebabkan karena transaksi penjualan biasa disebut dengan piutang dagang (trade account). Menurut Skousen dan Stice (2001:361) piutang wesel adalah piutang yang diterbitkan oleh janji tertulis formal untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu.
c. Piutang lain-lain (other receivable)
Piutang lain-lain adalah mencakup selain piutang dagang. Contoh: piutang bunga, piutang gaji, uang muka karyawan, dan restitusi pajak. Secara umum bukan berasal dari kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu, piutang jenis ini diklasifikasikan dan dilaporkan pada bagian yang secara terpisah di neraca.
Menurut Skousen dan Stice (2001:362) piutang lain-lain adalah piutang apapun yang muncul dari transaksi yang tidak secara langsung berhubungan dengan aktivitas opersi normal sebuah bisnis.
Pengelolaan Piutang
yang diinvestasikan dalam piutang sesuai dengan tingkat kemampuan perusahaan sehingga tidak mengganggu aliran kas.
Kebijakan pengelolaan piutang meliputi pengambilan keputusan-keputusan sebagai berikut :
1. Standar kredit
Standar kredit adalah kualitas minimal kelayakan kredit seorang pemohon kredit yang dapat diterima oleh perusahaan. Dengan adanya standar tersebut, perusahaan dapat meningkatkan penjualannya melalui penjualan secara kredit namun tidak menimbulkan resiko piutang tak tertagih yang berlebihan.
Perusahaan harus menentukan standar kredit yang tepat, yang lebih besar manfaat yang akan diperoleh bagi perusahaan daripada biaya akan dikeluarkan perusahaan dengan adanya standar tersebut.
2. Syarat kredit
Suatu syarat kredit menetapkan adanya periode di mana kredit diberikan dan potongan tunai (bila ada) untuk pembayaran yang lebih awal. Faktor yang mempengaruhi syarat kredit adalah: a. Sifat ekonomik produk, b. Kondisi penjual, c. Kondisi pembeli, d. Periode kredit, e. Potongan tunai dan d. Tingkat bunga bebas risiko (tingkat bunga bank).
3. Kebijakan kredit dan pengumpulan piutang
Kebijakan kredit dan pengumpulan piutang mencakup beberapa keputusan yaitu: a. Kualitas jumlah yang diterima, b. Periode kredit, c. Potongan tunai, d. Persyaratan khusus, dan d. Tingkat pengeluaran untuk pengumpulan piutang.
Banyaknya piutang yang tak tertagih akan membuat biaya penagihan meningkat. Akan tetapi, usaha pengumpulan piutang juga tidak dianjurkan terlalu agresif, karena dapat mengurangi penjualan dan keuntungan perusahaan di masa mendatang karena pelanggan akan beralih ke perusahaan lain, dalam hal ini pesaing.
Pengaruh Piutang Terhadap Profitabilitas
penelitian dari Putra (2010), Wijaya (2012), Santoso dan Nur (2008) yang menyatakan bahwa tingkat perputaran piutang berpengaruh terhadap profitabilitas.
Kerangka Konseptual
Berdasarkan atas tinjauan teoritis diatas maka dapat digambarkan konsep kerangka pemikiran sebagai berikut:
Hipotesis
Berdasarkan landasan teori diatas, maka penulis menetapkan hipotesis penelitian sebagai
berikut : “piutang mempunyai pengaruh signifikan terhadap laba”.
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2010-2015. Sampel yang digunakan adalah 143 perusahaan manufaktur sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2015 yang memiliki laporan keuangan yang terpublikasi.
Pengukuran Variabel dan Model Penelitian
Variabel independen disini adalah jumlah piutang pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Sedangkan variabel dependen adalah jumlah saldo laba pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS24 untuk menguji hubungan antara variabel dependan dan variabel independen.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah menguji hubungan antara piutang dengan saldo laba, hasil yang ditemukan adalah:
1.Model Summary Besarnya pengaruh antara variabel piutang terhadap profitabilitas (laba) dapat dilihat dari nilai R square. Hasil uji R square dapat dilihat sebagai berikut:
Model Summary 1 .351a .124 .122 164848115
9000.0000 000000000 00
.124 66.386 1 471 .000
a. Predictors: (Constant), Piutang - Pihakhubunganistimewa
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai R Square sebesar 0,124 atau 12,4% artinya variabilitas variabel profitabilitas dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel piutang sebesar 12,4%, sedangkan sisanya sebesar 87,6%, dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi ini.
2. Anova ANOVAa
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 18040424060
b. Predictors: (Constant), Piutang - Pihakhubunganistimewa
3. Coefficient
2.806 .344 .351 8.148 .000 .351 .351 .351
a. Dependent Variable: Saldolaba
Kesimpulan & Saran
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
Piutang memiliki pengaruh terhadap profitabilitas (laba) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2015.
Saran
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan untuk mempertimbangkan pengaruh piutang terhadap profitabilitas (laba). Pertimbangan yang baik bagi perusahaan dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang baik pula dan akan berguna bagi perusahaan.
Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat berguna bagi siapa saja yang membutuhkan informasi ini.
Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat meneliti variabel lain yang juga dapat mempengaruhi profitabilitas, karena dari penelitian ini, selain variabel piutang ternyata masih banyak lagi variabel yang dapat mempengaruhi profitabilitas suatu perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Asri, Marselinus. 2010. Pengaruh Konservatisma akuntansi terhadap
hubungan good corporate governance dan Kualitas Laba. Makassar
Asri, Marselinus. 2017. Persistensi Akrual dan Harga Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Makassar
Muflihati, kun dan Hening Widi Oetomo. 2014. Pengaruh Perputaran Arus Kas, Piutang dan Persediaan Terhadap Profitabilitas Pakan Ternak yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Surabaya
Setiawan, Marwan. 2012. Pengertian Laba Akuntansi.
Skousen, Stice, 2001. Akuntansi Keuangan Menengah. Edisi kesembilan, JilidSatu, Terjemahan. Salemba Empat, Jakarta.
Suarnami, Luh Komang, I Wayan Suwendra dan Wayan Cipta. 2014.
Pengaruh Perputaran Piutang Dan Periode Pengumpulan Piutang Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Pembiayaan, E-Journal Bisma Universitas Pendidikan GaneshaJurusan Manajemen Volume 2.
Sufiana, Nina dan Ni Ketut Purnawati. 2013. Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas. Bali: Universitas Udayana
LAMPIRAN
KODE
PERUSAHAAN Nama Perusahaan Manufaktur
INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk SMBR Semen Baturaja Persero Tbk
SMCB Holcim Indonesia Tbk d.h Semen Cibinong Tbk
SMGR Semen Indonesia Tbk d.h Semen Gresik Tbk
WTON Wijaya Karya Beton Tbk AMFG Asahimas Flat Glass Tbk ARNA Arwana Citra Mulia Tbk
IKAI Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk MLIA Mulia Industrindo Tbk
TOTO Surya Toto Indonesia Tbk ALKA Alaska Industrindo Tbk
ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk BAJA Saranacentral Bajatama Tbk
BTON Beton Jaya Manunggal Tbk CTBN Citra Turbindo Tbk
GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk INAI Indal Aluminium Industry Tbk ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk JKSW Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk JPRS Jaya Pari Steel Tbk
KRAS Krakatau Steel Tbk LION Lion Metal Works Tbk LMSH Lionmesh Prima Tbk NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk PICO Pelangi Indah Canindo Tbk TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk BRPT Barito Pasific Tbk
BUDI Budi Starch and Sweetener Tbk d.h Budi Acid Jaya Tbk
DPNS Duta Pertiwi Nusantara EKAD Ekadharma International Tbk ETWA Eterindo Wahanatama Tbk INCI Intan Wijaya International Tbk SOBI Sorini Agro Asia Corporindo Tbk SRSN Indo Acitama Tbk
AKKU Alam Karya Unggul Tbk
AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk APLI Asiaplast Industries Tbk
BRNA Berlina Tbk
FPNI Lotte Chemical Titan Tbk d.h Titan Kimia Nusantara Tbk d.h Fatra
IGAR Champion Pasific Indonesia Tbk d.h Kageo Igar Jaya Tbk
IMPC Impack Pratama Industri Tbk IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk SIAP Sekawan Intipratama Tbk SIMA Siwani Makmur Tbk TALF Tunas Alfin Tbk TRST Trias Sentosa Tbk
YPAS Yana Prima Hasta Persada Tbk CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk JPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk MAIN Malindo Feedmill Tbk
SIPD Siearad Produce Tbk
SULI SLJ Global Tbk d.h Sumalindo Lestari Jaya Tbk
TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk ALDO Alkindo Naratama Tbk
DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk FASW Fajar Surya Wisesa Tbk
INKP Indah Kiat Pulp & paper Tbk INRU Toba Pulp Lestari Tbk
KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
KDSI Kedaung Setia Industrial Tbk pindah dari sub sektor peralatan SPMA Suparma Tbk
TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
AMIN Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk baru IPO 10-Des-2015 KRAH Grand Kartech Tbk
ASII Astra International Tbk AUTO Astra Auto Part Tbk
BOLT Garuda Metalindo Tbk )baru IPO 07-Jul-2015 BRAM Indo Kordsa Tbk d.h Branta Mulia Tbk
GDYR Goodyear Indonesia Tbk GJTL Gajah Tunggal Tbk
IMAS Indomobil Sukses International Tbk INDS Indospring Tbk
LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk d.h Lippo Enterprises Tbk
MASA Multistrada Arah Sarana Tbk NIPS Nippres Tbk
SMSM Selamat Sempurna Tbk ADMG Polychem Indonesia Tbk ARGO Argo Pantes Tbk
CNTX Centex Tbk ERTX Eratex Djaya Tbk
ESTI Ever Shine Textile Industry Tbk
HDTX Panasia Indo Resources Tbk d.h Panasia Indosyntec Tbk
INDR Indo Rama Synthetic Tbk MYTX Apac Citra Centertex Tbk PBRX Pan Brothers Tbk
POLY Asia Pasific Fibers Tbk d.h Polysindo Eka Persada Tbk
RICY Ricky Putra Globalindo Tbk STAR Star Petrochem Tbk
TFCO Tifico Fiber Indonesia Tbk SRIL Sri Rejeki Isman Tbk
SSTM Sunson Textile Manufacturer Tbk TRIS Trisula International Tbk
UNIT Nusantara Inti Corpora Tbk BATA Sepatu Bata Tbk
BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk IKBI Sumi Indo Kabel Tbk
JECC Jembo Cable Company Tbk KBLI KMI Wire and Cable Tbk KBLM Kabelindo Murni Tbk
SCCO Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk VOKS Voksel Electric Tbk
PTSN Sat Nusa Persada Tbk
AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk ALTO Tri Banyan Tirta Tbk
CEKA Cahaya Kalbar Tbk DLTA Delta Djakarta Tbk
ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk INDF Indofood Sukses Makmur Tbk MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk MYOR Mayora Indah Tbk
PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk
ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk SKBM Sekar Bumi Tbk
SKLT Sekar Laut Tbk STTP Siantar Top Tbk
HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk RMBA Bentoel International Investama Tbk WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk
DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk INAF Indofarma Tbk
KAEF Kimia Farma Tbk KLBF Kalbe Farma Tbk MERK Merck Tbk
PYFA Pyridam Farma Tbk
SCPI Schering Plough Indonesia Tbk
SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk SQBI & SQBB Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk
TSPC Tempo Scan Pasific Tbk
ADES
Akasha Wira International Tbk d.h Ades Waters Indonesia Tbkbaru pindah sektor.
KINO Kino Indonesia Tbk baru IPO 11-Des-2015. MBTO Martina Berto Tbk
MRAT Mustika Ratu Tbk TCID Mandom Indonesia Tbk UNVR Unilever Indonesia Tbk CINT Chitose Internasional Tbk KICI Kedaung Indag Can Tbk