• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANGKUMAN MATERI KULIAH FILSAFAT 2012 KO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RANGKUMAN MATERI KULIAH FILSAFAT 2012 KO"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

RANGKUMAN MATERI KULIAH FILSAFAT KOMUNIKASI

Sejarah ilmu filsafat terbagi atas empat tradisi besar, yakni:

Filsafat India

Berpangkal pada keyakinan bahwa ada

kesatuan fundamental antara manusia

dan alam, harmoni antara individu dan

kosmos, komunalisme, sosialisme dan

spiritualisme.

Filsafat Cina

Memiliki tiga tema pokok, yakni

harmoni, toleransi dan

perikemanusiaan. Filsafat Cina lebih

antroposentris (menempatkan manusia

sebagai pusat kajian), komunalisme,

sosialisme dan spiritualisme.

Filsafat Islam

Kebebasan manusia dalam berfikir

serta berbuat dan adanya hukum alam

ciptaan Tuhan serta komunalisme,

sosialisme dan spiritualisme.

Filsafat Barat

Menjelaskan bahwa segala sesuatu

terdiri dari “bilangan-bilangan”,

individualisme, matrealisme dan

humanisme.

Isu-isu filosofis dalam kajian komunikasi

Ontologi

Epistemologi

Aksiologi

Beranggapan bahwa individu

merupakan agen-agen yang

diarahkan oleh tujuan yang

menciptakan pengertian,

memiliki maksud, membuat

pilihan-pilihan yang nyata,

dan bertindak dalam

berbagai situasi dengan

cara-cara yang disengaja

Difokuskan pada

bagaimana cara ilmu

pengetahuan diperoleh

kebenarannya atau

bagaimana cara

mendapat pengetahuan

yang benar

Difokuskan pada

nilai-nilai dalam

hubungannya dengan

proses penemuan

kebenaran ilmu

Hubungan Filsafat Komunikasi dengan Logika, Etika dan Estetika

DASAR TUJUAN

NILAI

HASIL

LOGIKA PIKIRAN

KEBENARAN

BENAR/SALAH

PENGETAHUAN

Filsafat

ETIKA KEHENDAK

KECOCOKAN

BAIK/BURUK

KESERASIAN

ESTETIKA PERASAAN

KEINDAHAN

INDAH/JELEK

KESENIAN

Perspektif Komunikasi

Realisme

Nominalis

Konstruktivisme

Beranggapan bahwa

benda-benda atau objek yang

diamati sebagai apa adanya,

telah berdiri disana secara

benar, tanpa campur tangan

ide dari pengamat

Menganggap bahwa dunia

sosial adalah eksternal

pada persepsi individu,

tersusun tidak lebih dari

sekedar nama, konsep

dan label yang digunakan

untuk membuat struktur

realitas

Kita tidak pernah

dapat mengerti

realitas yang

sesungguhnya secara

ontologis. Yang kita

mengerti adalah

struktur konstruksi

kita akan suatu

objek.

Paradigma Ilmu Komunikasi

PARADIGMA

Asumsi Dasar

HAKEKAT MANUSIA

(2)

(Auguste Comte 1798-1857)

Semesta luaran digerakkan

oleh hukum-hukum alam

secara mekanis dalam

hukum jika..maka… ilmu

pengetahuan bertujuan

untuk menemukan

hukum-hukum kausalitas

Epistemologi: Dualisme.

Teori ini menggambarkan

semesta apa adanya tanpa

keterlibatan nilai-nilai

subjektif peneliti.

Metodologi: eksperimental.

Hipotesis dirumuskan lebih

awal dalam bentuk

proposisi yang lalu

dihadapkan pada verifikasi

atau falsifikasi dibawah

situasi yang benar-benar

terkontrol.

digeneralisasikan

dan dianggap

sebagai objek

penderita yang

bersifat pasif yang

dapat diilusikan

dengan angka-angka

dan memiliki

keteraturan-keteraturan.

Postpositivistik

(Karl Popper 1902- 1994)

Melakukan kritik terhadap

paradigma positivistik yang

dianggap kaku dengan cara

menggunakan serta hanya

mengakui metoda ilmiah

yang umumnya digunakan.

Asumsi: Pertama, fakta

tidak bebas melainkan

bermuatan teori ; Kedua,

falibilitas teori. Tidak satu

teori pun yang dapat

sepenuhnya dijelaskan

dengan bukti-bukti empiris,

bukti empiris memiliki

kemungkinan untuk

menunjukkan fakta anomali

; Ketiga, interaksi antara

subjek dan objek penelitian.

Interaksi manusia

dan semesta yang

penuh dengan

persoalan dan

senantiasa berubah.

Interpretif

(Immanuel Kant 1724-1803)

Menitikberatkan pada

peranan bahasa,

interpretasi dan

pemahaman dalam ilmu

sosial.

Varian-varian:

Fenomenologi (Edmund

Husserl, Maurice

Merleau Ponty, Martin

Heidegger dan Alferd

Schutz)

Dua garis besar dalam

pemikiran

fenomenologi ; pertama,

bahwa pengetahuan

tidak dapat ditemukan

dalam pengalaman

eksternal tetapi dalam

diri kesadaran individu ;

Kedua, makna yang

berasal dari suatu objek

atau pengalaman akan

bergantung pada latar

belakang individu dan

kejadian tertentu dalam

hidup.

Hermeneutika

(konsep teks)

Hans Georg Gadamar

Manusia mempunyai

pengetahuan dan

pengalaman

subjektivitas yang

apriori yang bersifat

independen dari

dunia luar.

(3)

memberikan dua kata

kunci tentang teks yang

sangat penting dalam

pemikiran hermeneutika

yakni what is said (apa

yang dikatakan teks) dan

the act of saying (cara

kita dalam

mengungkapkan teks).

Interaksionisme Simbolik

George Herbert Mead

(1863-1931). Karya Mead

yang paling terkenal

berjudul Mind, Self, and

Society,

menggarisbawahi tiga

konsep kritis yang

dibutuhkan dalam

menyusun sebuah diskusi

tentang teori

interaksionisme simbolik.

Bahwa tiga konsep ini

saling memengaruhi satu

sama lain dalam term

interaksionisme simbolik.

Dari pikiran manusia

(mind) dan interaksi

sosial (diri/self dengan

yang lain)

digunakanuntuk

menginterpretasikan dan

memediasi masyarakat

(society) dimana kita

hidup.

Konstruktivis

(Max Weber)

Pengetahuan dibentuk

dalam struktur konsepsi

seseorang. Struktur

konsepsi membentuk

pengetahuan bila

konsepsi itu berlaku

ketika berhadapan

dengan

pengalaman-pengalaman seseorang.

Bila kita berhadapan

dengan suatu persoalan

atau kejadian yang baru

atau berbeda, kita

tertantang untuk

mencari arti dan makna

hal itu dengan

menggunakan gagasan,

ide-ide, maupun

konsep-konsep yang telah kita

punya.

Manusia bertindak

sebagai agen yang

mengkonstruksi

dalam realitas sosial

mereka, baik itu

melalui pemberian

makna ataupun

pemahaman

perilaku di kalangan

mereka sendiri.

Kritis

(Immanuel Kant, Hegel, Karl

Marx)

a. Pengaruh Marxisme

Model analisis seperti ini

adalah model khas Marx

atau Marxisme, yaitu

model analisis yang

mencoba menemukan

keuntungan pihak

tertentu (dan kerugian

bagi pihak lain) di balik

fenomena yang dianggap

biasa.

Kritik dalam pemikiran

Marx berarti usaha

Munculnya

kesadaran sosial

individu agar

seseorang atau

masyarakat dapat

memperbaiki dan

merubah kondisi

kehidupannya dan

berusaha

mengungkap “the

real structures”

dibalik ilusi atau

kesadaran palsu

(4)

mengemansipasi diri dari

penindasan dan aliensi

yang dihasilkan oleh

hubungan-hubungan

kekuasaan di dalam

masyarakat.

b. Mazhab Frankfurt

Teori kritis ini

dipengaruhi oleh

Marxisme. Teori ini

disebut juga Mazhab

Frankfurt. Cara

pemikiran Aliran

Frankfurt mereka sebut

dengan “Teori Kritik

Masyarakat” (Teori

Kritis). Maksud teori ini

adalah membebaskan

manusia dari

pemanipulasian para

teknorat modern.

yang ditampakkan

dipermukaan

Referensi

Dokumen terkait

1. Faktor Internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar individu. Kondisi perokonomian keluarga yang kurang

Lewat fenomenologi, Husserl mau mengembalikan kemampuan rasional manusia dalam bentuk kesadaran yang hadir dan mengarahkan diri kepada objek, sedemikian hingga rasio

Sedangkan objek penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi baik yang berasal dari dalam (internal) maupun dari luar diri mahasiswa (eksternal).

Faktor yang berasal dari dalam diri individu anak korban kekerasan seksual sebagai faktor internal dan juga faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar

Oleh karena itu, fenomena yang ditampilkan individu merupakan cerminan dari pengalaman transendental dan pemahaman makna (Kuswarno, 2013). ABH dalam konteks fenomenologi Schutz,

Sedangkan dampak psikologis negatif merupakan dampak yang timbul dari suatu reaksi pengalaman yang dapat menghambat individu dalam mencapai proses pemenuhan diri (Heider

Berdasarkan definisi tersebut, makna adalah hasil dari segala proses pemaknaan dalam diri individu terkait objek yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, evaluasi,

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar diri indivdu itu sendiri, dan dalam