Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab IV

37 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan tahunan Pemerintah Daerah, yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta mengacupada RKPD Provinsi dan RKP Nasional. Namun karena RPJMD Tahun 2010-2015 Kabupaten Musi Rawas berakhir sampai tahun 2015 dan RPJMD Tahun 2015-2020 belum ditetapkan maka penyusunan RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Nomor 7 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2005–2025”serta memperhatikan pada RPJMD sebelumnya dengan tujuan menyelesaikan masalah-masalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan akhir periode RPJMD dan masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam tahun pertama masa pemerintahan baru.

Prioritas pembangunan daerah adalah merupakan sekumpulan program prioritas yangsecara khusus berhubungan dengan sasaran pembangunan yang ingin dicapai oleh suatu daerah, oleh karena itu suatu prioritas pembangunan daerah pada dasarnya meliputi program-programunggulan dari SKPD yang paling tinggi relasinya bagi tercapainya target sasaran pembangunan daerah pada tahun rencana.

Program prioritas tidak semua menjadi prioritas pembangunan daerah sehubungan dengan keterbatasan anggaran dan identifikasi masalah. Program prioritas adalah program yang diselenggarakan oleh SKPD yang merupakan prioritas baik secara langsung maupun tidak langsung mendukung capaian program pembangunan daerah atau prioritas pembangunan daerahserta berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar serta syarat layanan minimal.

Dalam menyeimbangkan kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, maka harus ditentukan prioritas

BAB IV

PRIORITAS DAN

(2)

pembangunan daerah Tahun 2016 dengan berpedoman pada RPJPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2005-2025 dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi pada tahun 2014 dan2015, disamping itu juga berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu, identifikasi isu strategis dan masalah mendesak, serta rancangan kerangka ekonomi daerah dan kerangka pendanaannya.

Program prioritas pembangunan daerah ini menjadi arahan bagi seluruh SKPD dalam menjabarkan program dan kegiatan yang direncanakan serta kebutuhan pendanaan untuk mencapai sasaran pembangunan yang diinginkan.

4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan

Mengingat bahwa RPJMD Tahap II Musi Rawasperiode 2010-2015 berakhir pada tahun 2015, maka sesuai dengan Permendagri No. 54 Tahun 2010 Pasal 287 ayat 2 bahwa “Untuk menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah kabupaten/kota, penyusunan RKPD berpedoman pada sasaran pokok arah kebijakan RPJPD kabupaten/kota dan mengacu pada RPJMD provinsi untuk keselarasan program dan kegiatan pembangunan daerah kabupaten/kota dengan pembangunan daerah provinsi”. Maka pada Bab ini Misi, tujuan dan sasaran pembangunan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP) Kabupaten Musi Rawas 2005-2025 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Nomor 7 Tahun 2010yang didalamnya memuat arah pembangunan dua puluh tahun ke depan dengan Visi sebagai berikut :“Kabupaten Musi Rawas yang Maju, Mandiri dan Religius”

Tabel 4.1

Penjabaran Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran RPJPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2005-2025

VISI : Kabupaten Musi Rawas yang Maju, Mandiri dan Religius

TUJUAN SASARAN

Misi 1 : Mewujudkan daya saing dan kemandirian daerah

(3)

segala bidang dengan mengoptimalkan pemanfaatan dan potensi daerah dengan rincian sebagai berikut: pembangunan sumber daya manusia; tercapainya pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan; terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh dengan basis keunggulan kompetitif pada sektor–sektor ekonominya; terwujudnya jaringan infrastruktur transportasi dan ekonomi yang handal dan terintegrasi; terwujudnya pasokan energi listrik dan air bersih baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri, terwujudnya Musi Rawas sebagai Cyber District melalui pengembangan sistem informasi berbasis elektronik yang mampu mendorong produktivitas; dan terwujudnya Kabupaten Musi Rawas yang aman, nyaman dan damai.

meningkat dengan ditandai oleh meningkatnya nilai IPM. 2. Tercapainya pertumbuhan ekonomi yang stabil dan

6. Terwujudnya Musi Rawas Cyber District.

7. Terwujudnya Kabupaten Musi Rawas yang aman, tertib dan damai. mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh, keberpihakan kepada masyarakat, kelompok dan wilayah/daerah yang masih lemah; menanggulangi kemiskinan dan pengangguran; menyediakan akses yang sama bagi masyarakat terhadap berbagai pelayanan sosial serta sarana dan prasarana ekonomi; serta menghilangkan

1. Tingkat pembangunan semakin merata diseluruh wilayah.

2. Terwujudnya Kemandirian pangan.

(4)

diskriminasi dalam berbagai aspek termasuk gender

Misi 3 :Mewujudkan Kabupaten Musi Rawas yang asri dan lestari.

Memperbaiki pengelolaan pelaksanaan pembangunan daerah yang dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan, keberlanjutan, keberadaan, dan kegunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan tetap menjaga fungsi, daya dukung, dan kenyamanan dalam kehidupan pada masa kini dan masa depan, melalui pemanfaatan ruang yang serasi antara penggunaan untuk permukiman, kegiatan sosial ekonomi, dan upaya konservasi; meningkatkan pemanfaatan dan memperbaiki pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk mendukung kualitas kehidupan; memberikan keindahan dan kenyamanan kehidupan; serta meningkatkan pemeliharaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai modal dasar pembangunan.

1. Membaiknya pengelolaan dan pendayagunaan SDA

3. Penerapan prinsip-prinsip pembangunanyang

berkelanjut-an secara konsisten di segala bidang. 4. kebijakan pengelolaan SDA

yang didukung oleh daya dukungnya dengan menjaga kelestarian

fungsi daerah tangkapan air dan keberadaan air tanah. 6. Meningkatnya kesadaran,

sikap mental dan perilaku

masyarakat akan

pengelolaan SDA dan pelestarian lingkungan hidup.

7. Meningkatkan kemampuan pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam menyediakan kebutuhan dasar (basic need) masyarakat.

(5)

tidak dikonsumsi secara langsung, melainkan diperlakukan sebagai input untuk proses produksi berikutnya sehingga dapat menghasilkan nilai tambah yang optimal.

9. Meningkatkan nilai tambah atas pemanfaatan SDA tropis yang unik dan khas. 10. Memperhatikan dan

mengelola keragaman jenis SDA yang ada di setiap wilayah.

11. Kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan memberikan ruang untuk mengembangkan

kemampuan dan penerapan sistem deteksi dini, sosialisasi dan diseminasi informasi secara dini 13. Meningkatkan kapasitas

pengolahan SDA dan lingkungan hidup

Misi 4 : Mewujudkan ”GoodGovernance” Mengutamakan pelayanan kepada

masyarakat dengan meningkatkan profesionalisme aparatur, serta melakukan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan partisipatif,

sehingga terwujudnya

kepemerintahan yang baik, demokratis, menjamin kebebasan

1. Penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik pada semua tingkat dan lini pemerintahan pada semua kegiatan

2. Peningkatan peranan komunikasi dan informasi yang ditekankan pada proses pencerdasan

(6)

berpendapat, memperkuat peran masyarakat sipil, dan mengarahkan setiap program pembangunan untuk kepentingan seluruh rakyat

kehidupan politik

3. Memfasilitasi dan menjalin kemitraan yang baik dengan berbagai organisasi dan lembaga profesi hukum dan badan peradilan

4. Peningkatan perwujudan

masyarakat yang

Misi 5 : Mewujudkan masyarakat Musi Rawas yang religius Memperkuat jati diri dan karakter

masyarakat Kabupaten Musi Rawas melalui berbagai program pendidikan dan keagamaan yang bertujuan membentuk manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mematuhi aturan hukum, memelihara kerukunan internal dan

antarumat beragama,

melaksanakan interaksi

antarbudaya, mengembangkan modal sosial, menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan memiliki kebanggaan sebagai bangsa

Indonesia dalam rangka

memantapkan landasan spiritual, moral, dan etika pembangunan

(7)

berorientasi

iptek terus dikembangkan

Berdasarkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Musi Rawas 2005-2025 maka RPJMD pada tahap III Periode 2016-2020 ditujukan untuk mencapai kemandirian masyarakat Musi Rawas dalam segala bidang sehingga tingkat ketergantungan terhadap pihak eksternal dapat direduksi, selain itu pencapaian kemandirian juga dimaksudkan untuk meningkatkan kontribusi Musi Rawas terhadap pembangunan nasional. Pada tahapan ini, batas bawah status pembangunan manusia terkategorikan tinggi dapat diwujudkan(Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Musi Rawas 2005-2025, hal.104).

Maka sesuai dengan yang tersirat di atas bahwa tujuan pembangunan untuk RPJMD tahap III periode 2016 – 2020 adalah : “Mewujudkan masyarakat Kabupaten Musi Rawas yang berkualitas dan memiliki kemandirian tinggi dalam mewujudkan kontribusi pembangunan nasional”. Dengan sasarannya adalah sebagai berikut :

1. Rendahnya tingkat ketergantungan masyarakat Musi Rawas terhadap pihak eksternal,

2. Meningkatnya kontribusi Kabupaten Musi Rawas pada pembangunan nasional, dan

3. Tingginya indeks pembangunan manusiaMusi Rawas.

4.2. Tema dan Isu Strategis 1. Tema

(8)

a. Semangat Kebersamaan

Dimaksudkan sebagai upaya konsolidasi paska pemilihan kepala daerah tahun 2015 dan mengadopsi kata-kata gotong royong pada Visi di RPJMN 2015-2019 yaitu “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

b. Membangun Musi Rawas Darussalam

Menggambarkan keterkaitan antara RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 dengan RPJMD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2015 serta tema pembangunan pada RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2015. Disini juga memperlihatkan bahwa meskipun RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 sudah harus mengacu kepada RPJMD Tahap III periode 2016-2020, namun karena RPJMD Tahap III belum ditetapkan maka penyusunan RKPD Tahun 2016 ini tetap memperhatikan pada RPJMD sebelumnya dengan tujuan menyelesaikan masalah-masalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan akhir periode RPJMD.

c. Maju dan Mandiri

Sesuai dengan RPJP Kabupaten Musi Rawas Tahun 2005-2025 maka RPJM Daerah III periode 2016-2020 ditujukan untuk mencapai kemandirian masyarakat Musi Rawas di segala bidang.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menetapkan tema pembangunan tersebut untuk mendukung visi nasional dan tema Provinsi Sumatera Selatan. Keselarasan tema pembangunan Musi Rawas dengan visi pembangunan nasional dan tema Provinsi Sumatera Selatan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.2

(9)

Nasional dan RKPD Musi Rawas adalah memiliki kata kunci “gotong royong” . Gotong royong merupakan istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil. Asas Gotong – Royong adalah asas kekeluargaan dan kebersamaan tanpa adanya pamrih, bersama-sama bekerja atau berjuang tanpa adanya maksud untuk kepentingan sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama. Asas gotong royong adalah suatu bentuk perwujudan dari kebudayaan bangsa Indonesia yang disimpulkan didalam Pancasila dan dituangkan pada Visi Pembangunan Nasional pada RPJMN Tahun 2014-2019.

Tabel 4.3

Keselarasan Tema Pembangunan RKP Nasional Tahun 2016 dan Tema Pembangunan RKPD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016 dengan Tema

Pembangunan Musi Rawas Tahun 2016

(10)

Keselarasan tema pembangunan antara RKP Nasional dan RPKD Provinsi Sumatera Selatan dengan RKPD Musi Rawas adalah memiliki kata kunci “Pembangunan”. Pembangunan dapat diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang sekaligus merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan Tujuan Nasional.

Pelaksanaan pembangunan mencakup aspek kehidupan bangsa, yaitu aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan secara berencana, menyeluruh, terarah, terpadu, bertahap dan berkelanjutan untuk memacu peningkatan kemampuan dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan masyarakat lain yang lebih maju. Oleh karena itu, sesungguhnya pembangunan merupakan pencerminan kehendak untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

2. Isu Strategis

Mengacu pada evaluasi pembangunan tahun 2014 serta perkiraan pelaksanaan pembangunan tahun 2015, maka permasalahan yang dihadapi pada Tahun 2016 dijabarkan dalam bentuk isu strategis daerah sebagaimana berikut :

a. Kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur

Meskipun secara umum pembangunan infrastruktur sudah memadai, namun pembangunan infrastruktur masih perlu ditingkatkan pemerataan dan kualitas pembangunannya agar dapat dirasakan hasilnya oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke daerah pelosok. Kebijakan diarahkan pada pengembangan infrastruktur wilayah secara berkeadilan dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Daya dukung pusat-pusat pertumbuhan seperti Agropolitan Centre dan Agropolitan District perlu lebih ditingkatkan sehingga akan terlihat nyata manfaatnya.

b. Kualitas layanan dan aksesibilitas Layanan Dasar

(11)

berkeadilan. Saat ini aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan belum berjalan secara optimal. Oleh karenanya pemerintah senantiasa berupaya untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang murah dan memadai, menjangkau seluruh masyarakat, terutama masyarakat miskin; meningkatkan jumlah, jaringan, dan kualitas puskesmas; mewujudkan lingkungan perumahan yang sehat dan sanitasi yang layak.

Dalam bidang pendidikan, kebijakan diarahkan pada peningkatan aksesibilitas dan mutu pendidikan dalam rangka pencapaian wajib belajar pendidikan dasar 12 tahun. Saat ini masyarakat masih belum memperoleh aksesibilitas pendidikan secara merata. Pemerintah berupaya mewujudkan pelayanan pendidikan yang murah dan bermutu untuk semua, tanpa diskriminasi; selain itu pemerintah berupaya menjamin pemerataan kesempatan pendidikan bagi semua.

c. Penanggulangan Kemiskinan dan masalah sosial lainnya

Untuk tahun ini, kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan pada penguatan sinergi program-program penanggulangan kemiskinan. Selain itu, pemerintah mencoba untuk memberdayakan kelompok masyarakat yang kurang beruntung, termasuk anak-anak terlantar, fakir miskin, lansia, penyandang cacat, dan masyarakat miskin. Kebijakan pengembangan manajemen penanggulangan bencana diharapkan akan lebih efektif dengan terbentuknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk penanganan bencana. Sementara itu, dalam hal perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, kebijakan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak.

d. Pengembangan agribisnis dan ketahanan pangan

(12)

e. Peningkatan daya beli masyarakat

Pada periode ini, Kabupaten Musi Rawas ingin mencapai kemandirian dengan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah pusat, maupun pihak lain. Oleh karenanya pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama untuk mencapai kemandirian itu. Kebijakan diarahkan dengan cara meningkatkan daya beli masyarakat melalui pengembangan usaha ekonomi masyarakat

f. Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan

Kemajuan suatu daerah ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Untuk mencapai kemajuan itu, kebijakan diarahkan pada upaya pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai pemerataan hasil pembangunan.

g. Penataan ruang dan kualitas lingkungan hidup

Dalam hal ini, permasalahan yang dihadapi adalah pada pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup dalam rangka mendukung capaian ketahanan pangan, pengendalian bencana dan kawasan lindung. Pada akhirnya diharapkan akan terwujud keserasian pemanfaatan ruang dan pendayagunaan tanah yang memperhatikan kualitas lingkungan hidup.

h. Kinerja Aparatur dalam Pelayanan Publik

Kinerja aparatur dalam melayani masyarakat selalu menjadi sorotan di masa sekarang ini. Untuk itu kebijakan diarahkan pada upaya mewujudkan kualitas dan kapasitas aparatur yang profesional dan peningkatan pelayanan publik. Upaya yang dilakukan antara lain dengan mempercepat perwujudan birokrasi yang efisien, kreatif, inovatif, bertanggung jawab dan profesional untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta meningkatkan kualitas pelayanan publik menuju pelayanan prima

(13)

dikembangkan dengan optimal akan menjadi modal dalam membangunMusi Rawas Darussalam. Sumberdaya lokal dimaksud antara lain adalah potensi usaha pertanian dan perkebunan, potensi sumberdaya alam serta potensi sistem sosial budaya masyarakat dengan ciri religiusitas yang menonjol.

4.3. Prioritas dan Sasaran Pembangunan

1. Arah Kebijakan Pembangunan Nasional RPJMN 2015 – 2019 Arah kebijakan pembangunan nasional 2015 – 2019 adalah perwujudan agenda NAWA CITA yang terdiri dari:

a. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara.

b. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.

c. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. d. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi

sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

e. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia.

f. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

g. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

h. Melakukan revolusi karakter bangsa.

i. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

2. Arah Kebijakan Pembangunan Sumatera Selatan

(14)

2016 bertemakan 'Percepatan Pembangunan Infrastruktur'. Tahapan ini menitikberatkan pembangunan infrastruktur strategis terutama pembangunan jalan, pelabuhan, jaringan infrastruktur lainnya untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, pemantapan hilirisasi industri pengolah hasil pertanian dan pertambangan, serta pengembangan pariwisata berstandar internasional.

Tahap pembangunan tahun 2016 terutama diarahkan untuk mendukung tercapainya hal-hal berikut:

a. Meningkatnya mutu sumber daya manusia.

b. Meningkatnya efisiensi dan efektivitas program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan.

c. Terbangunnya infrastruktur strategis terutama pembanguanan pelabuhan, jalan dan jaringan infrastruktur pendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api.

d. Terbangunnya infrastruktur pendukung pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, serta pariwisata.

e. Meningkatnya produksi, produktivitas, nilai tambah dan pendapatan dari kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, serta pariwisata.

f. Meningkatnya produktivitas, nilai tambah dan pendapatan industri pengolah hasil pertanian dan pertambangan.

g. Berkembangnya usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK) terutama dari meningkatnya akses permodalan, manajemen usaha, teknologi produksi, informasi dan pemasaran.

h. Berkembangnya pusat-pusat inovasi dan bisnis inovatif dalam menghasilkan keunggulan daerah.

i. Meningkatnya kerjasama riset unggulan.

3. Prioritas dan Sasaran Pembangunan Musi Rawas Tahun 2016

(15)

buah isu strategis daerah sebagaimana diatas, maka permasalahan isu strategis tersebut perlu dijawab dalam prioritas dan sasaran pembangunan tahun 2016.

Prioritas pembangunan Tahun 2016 diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat didukung infrastruktur yang semakin mantap dengan mempertimbangkan keberlanjutan program pembangunan yang masih relevan dilaksanakan serta prioritas pembangunan nasional. Untuk mendukung arah kebijakan pembangunan tersebut maka pembangunan di Musi Rawas bertumpu pada prioritas pembangunan sektoral dan prioritas pembangunan berdimensi kewilayahan, dimana prioritas pembangunan sektoral membutuhkan sinergitas lintas bidang dan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, antar tingkatan pemerintahan baik pusat, provinsi, kabupaten/kota maupun desa/kelurahan dan antar pelaku pembangunan baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, serta perwilayahan pembangunan. Ciri utama dari sinergitas tersebut sebagai berikut:

a. Tingginya komitmen kebersamaan lintas SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

b. Perencanaan program/kegiatan terpilih dibuat secara bersama¬sama seluruh SKPD dalam Forum SKPD dan bersifat akselerasi pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.

c. Pelibatan secara aktif lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Pemerintah Provinsi, Pemerintah pusat serta segenap pelaku pembangunan lain termasuk DPRD dan masyarakat sebagai mitra strategis sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

(16)

a. Peningkatan infrastruktur, konektivitas, dan daya dukung pusat-pusat pertumbuhan (Kawasan Agropolitan dan Distrik Agropolitan).

Prioritas ini diarahkan kepada pengembangan pusat-pusat pertumbuhan (kawasan agropolitan dan distrik agropolitan) yang perlu mendapatkan penekanan pada pemanfaatan dan pemeliharaan, perlu ditekankan juga kebijakan pada pengembangan kawasan-kawasan pedesaan dengan menciptakan potensi ekonomi lokal wilayah, serta pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mengurangi ketimpangan wilayah dan meningkatkan distribusi komoditas antar wilayah. Dukungan terhadap upaya mewujudkan konektivitas nasional dan konektivitas regional memberikan konsekuensi pengembangan infrastruktur khususnya transportasi dan logistik. b. Peningkatan akses dan mutu layanan dasar.

Arah kebijakan prioritas ini adalah meningkatkan masyarakat yang cerdas melalui perwujudan pendidikan 12 tahun, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kualitas tenaga pendidikan dan kependidikan dan implementasi kartu Indonesia Pintar. Meningkatkan pelayanan kesehatan melalui peningkatan peran puskesmas sebagai pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelaksanaan BPJS bagi seluruh penduduk di Kabupaten Musi Rawas dalam pemeliharaan kesehatan, peningkatan perilaku hidup berrsih dan sehat serta perbaikan gizi masyarakat.

c. Peningkatan ketahanan pangan dan daya saing ekonomi

Kebijakannya diarahkan membuat skema pada peningkatan daya saing di bidang ekonomi dan perluasan kesempatan kerja. Upaya mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan pendapatan daerah menjadi prioritas, melalui pengembangan sektor ekonomi strategis yang didukung oleh pengembangan infrastruktur wilayah sebagai bagian dari aktivitas distribusi komoditas.

(17)

Prioritas ini diarahkan kepada pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. Pengelolaan lingkungan hidup menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari skema penataan ruang. Prioritas lingkungan hidup adalah meningkatkan kualitas lingkungan yang diindikasikan dengan meningkatnya usaha perbaikan kualitas air (sungai, sumur, dan sumber air lainnya), kualitas udara yang terintegrasi dengan penanganan transportasi, serta kualitas tanah.

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu didukung pula oleh pemanfaatan ruang yang selaras dengan rencana tata ruang yang telah disusun dan ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

e. Peningkatan kapasitas birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Prioritas kinerja aparatur dan birokrasi diarahkan pada peningkatan tata kelola dan kelembagaan, serta peningkatan kinerja aparatur dalam mendukung pembangunan.

f. Pengembangan sumber daya manusia melalui penguatan nilai-nilai kearifan lokal

Prioritas Pengembangan sumber daya manusia diarahkan untuk mengembangkan masyarakat Musi Rawas yang bersinergi dengan kultur darussalam dan nilai-nilai kearifan lokal. Meningkatkan perluasan dan pemerataan pembinaan masyarakat dan percepatan perwujudan Desa – Kelurahan – Kecamatan – DARUSSALAM, pengembangan kultur darussalam serta penguatan lembaga adat.

Memahami rencana prioritas dan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016, maka dalam tabel dibawah ini akan diuraikan sasaran setiap prioritas tersebut.

Tabel 4.3

Prioritas dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016

No PRIORITAS SASARAN

1. Peningkatan infrastruktur,

(18)

konektivitas, dan daya

c. Tersedianya dan termanfaatnya Infrastruktur StrategisPendukung Pengembangan Wilayah dan Kegiatan Ekonomi (Kawasan agropolitan dan distrik agropolitan serta KTM).

d. Meningkatkan cakupan pelayanan infrastruktur pemukiman dan perumahan. 2. Peningkatan akses

dan mutu layanan dasar

a. Meningkatnya dukungan infrastruktur di tempat-tempat layanan dasar (pendidikan dan kesehatan).

b. Meningkatnya perluasan dan pemerataan pelayanan dasar. pendidikan masyarakat yang tercermin pada : a) Peningkatan angka rata-rata lama sekolah; b) Peningkatan Angka partisipasi kasar; dan c) Peningkatan Angka Partisipasi Murni.

(19)

3. Peningkatan

ketahanan pangan dan daya saing ekonomi

a. Meningkatnya perbaikan iklim usaha yang kondusif untuk

mempertahankan dan

menumbuhkan investasi.

b. Meningkatkan daya saing Koperasi, UMKM dan IKM dengan perluasan akses pasar dan permodalan.

c. Meningkatnya perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha dan peningkatan keterampilan tenaga kerja

d. Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas unggulan yangbernilai tambah dan berdaya saing.

e. Terkendalinya stok pangan dan keanekaragaman bahan pangan pada sentra produksi.

f. Terkendalinya tingkat kerawanan pangan dan kecukupan gizi masyarakat.

g. Meningkatnya prasarana dan sarana perekonomian.

h. Meningkatnya pemanfaatan sumberdaya energi.

i. Meningkatnya produktivitas dan

nilai tambah dari

sektorpertambangan. 4. Pengelolaan sumber

(20)

b. Terlaksananya pemanfaatan kekayaan keanekaragaman hayati dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

c. Melaksanakan manajemen pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan melalui penguatan kelembagaan masyarakat dan pemantapan penegakan hukum lingkungan.

d. Optimalisasi upaya

penanggulangan bencana dalam rangka pengurangan risiko dan pemulihan dampak bencana,

dengan perencanaan

penanggulangan bencana, peningkatan kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

5. Peningkatan kapasitas birokrasi dan tata kelola pemerintahan

a. Meningkatnya kinerja aparatur dalam mewujudkan good governance.

b. Meningkatkan kualitas perencanaan, pengendalian dan

akuntabilitas dalam

pembangunan.

c. Meningkatnya kompetensi danprofesionalisme

aparaturdalam penyelenggaraan pemerintahan;

6. Pengembangan

sumber daya manusia melalui penguatan nilai-nilai kearifan lokal

a. Berkembangnya kultur darussalam.

b. Terkelolanya eksplorasi dan pengembangan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

(21)

kapasitas kepemudaan dengan pengembangan kelembagaan dan kewirausahaan pemuda

serta optimalisasi

penyelenggaraan pusat pendidikan dan latihan pelajar dalam rangka peningkatan pembinaan keolahragaan.

d. Mewujudkan peran serta masyarakat untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan.

Selanjutnya, prioritas-prioritas tersebut diwujudkan dengan menjalankan program-program sebagai instrumen kebijakan yang terdiri dari satu atau lebih kegiatan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Program-program prioritas tahun 2016 adalah:

a. Program – program yang mendukung prioritas peningkatan infrastruktur, konektivitas, dan daya dukung pusat-pusat pertumbuhan (kawasan Agropolitan dan distrik agropolitan) adalah sebagai berikut :

•Program Pengembangan Kawasan Agropolitan •Program Pembangunan KTM

•Program Pembangunan Jalan dan Jembatan •Program Rehabilitasi Jalan dan Jembatan

•Program Pemeliharaan Rutin Sarana Infrastruktur •Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan

•Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

•Program Perencanaan Tata Ruang

•Program Pengendalian dan Pemanfaatan Tata Ruang

•Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan dan Penataan Lingkungan Pemukiman Pedesaan.

•Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih •Program Pengembangan Perumahaan.

(22)

•Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Sungai dan Kereta Api.

•Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi b. Program – program yang mendukung prioritas peningkatan

akses dan mutu layanan dasar adalah sebagai berikut : • Program Pendidikan Anak Usia Dini (Paud)

• Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun • Program Pendidikan Menengah

• Program Pendidikan Non Formal.

• Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

• Program Pembinaan Anak Terlantar.

• Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma. • Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial. • Program Peningkatan Kualitas dan Produltivitas Tenaga

Kerja.

• Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

• Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular.

• Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskemas, Puskesmas Pembantu dan Jaringannya.

• Program Peningkatan Pelayanan Anak Balita.

• Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak.

• Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit.

• Program Pengembangan Pembinaan dan Pengembangan Ketenaga Listrikan.

• Program Pembangunan Jaringan Listrik • Program pembangunan pembangkit listrik

(23)

• Program Peningkatan Produktivitas Pertanian dan Perkebunan

• Program Peningkatan Ketahanan Pangan

• Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian

• Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertaniaan. • Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

• Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi

• Program Optimalisasi Pengolahan Hasil Perikanan, Peternakan

• Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan.

• Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah. • Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial • Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi

Investasi

• Program Penciptan Iklim UKM Yang Kondusif, Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMK

d. Program – Program yang mendukung prioritas pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup serta penanganan bencana adalah sebagai berikut :

• Program Perlindungan dan Konservasi SDA

• Program Rehabilitasi Dan Pemulihan Cadangan SDA

• Program Peningkatan Kualitas dan Akses Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup.

• Program Pengendalian Kebakaran Hutan

• Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) • Program Pengembangan Energi Alternatif

• Progran Pengembangan Pengelolaan Persampahan

• Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan

• Program Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Rakyat yang Berpotensi Merusak Lingkungan

(24)

• Program Pengembangan Kinerja Air Minum dan Air Limbah

• Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

e. Program – Program yang mendukung Prioritas Peningkatan kapasitas birokrasi dan tata kelola pemerintahan adalah sebagai berikut :

• Program Peningkatan Disiplin Aparatur

• Program Peningkatan Sumber Daya Aparatur

• Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

• Program Pemeliharaan Kantratibmas dan Pencegahan Tidak Kriminal.

• Program Kerjasama Pembangunan • Program Perencanaan Pembangunan

• Program Pengembangan Wilayah Perbatasan. • Program Pembangunan Sistem Pendaftaran Tanah. • Progran Pembinaan dan Pengembangan Aparatur.

• Program Peningkatan Pelayananan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah.

• Program Peningkatan Pengembangan Capaian Kinerja dan Keuangan

• Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan • Program Peningkatan Administrasi Pembangunan • Program Pengembangan Komunikasi dan Media Massa • Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perwakilan

Rakyat Daerah.

• Program Peningkatan Pengembagan Pengelolaan Keuangan Daerah.

• Program Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Kebijakan Kepala Daerah.

• Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah. f. Program – Program yang mendukung Prioritas Pengembangan

sumber daya manusia melalui penguatan nilai-nilai kearifan lokal adalah sebagai berikut :

(25)

• Program Menuju Musi Rawas Darussalam

• Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak Dan Perempuan.

• Program Penguatan Kelembagaan Pengarustamaan Gender Dan Anak.

• Program Peningkatan Kualitas Hidup Dan Perlindungan Perempuan.

• Program Pengembangan Nilai Budaya. • Program Pengelolaan Keragaman Budaya. • Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan • Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga

4. Dimensi Pembangunan

Dimensi pembangunan Musi Rawas yang ingin dicapai di tahun 2016 adalah :

a. Dimensi Pembangunan Manusia, melalui :

1. Pembangunan Pendidikan, arah kebijakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1.1. Melaksanakan Wajib Belajar 12 Tahun dengan melanjutkan upaya untuk memenuhi hak seluruh penduduk mendapatkan layanan pendidikan dasar, dan memperluas dan meningkatkan pemerataan pendidikan menengah berkualitas, antara lain melalui dukungan bagi anak dari keluarga kurang mampu;

1.2. Meningkatkan kualitas pembelajaran, melalui penguatan jaminan kualitas (quality assurance) pelayanan pendidikan; penguatan kurikulum dan pelaksanaannya; dan penguatan sistem penilaian pendidikan yang komprehensif dan kredibel;

(26)

1.4. Meningkatkan pengelolaan dan penempatan guru, serta jaminan hidup dan fasilitas pengembangan pengetahuan dan karir bagi guru ;

2. Pembangunan Kesehatan, dan Gizi Masyarakat, dengan arah kebijakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 2.1. Akselerasi pemenuhan akses pelayanan kesehatan ibu,

anak, remaja, dan lanjut usia yang berkualitas melalui peningkatan akses dan mutu continuum of care pelayanan ibu dan anak yang meliputi kunjungan ibu hamil, dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan serta penurunan kasus kematian ibu di rumah sakit; peningkatan cakupan imunisasi tepat waktu pada bayi dan balita; dan peningkatan peran upaya kesehatan berbasis masyarakat;

2.2. Mempercepat perbaikan gizi masyarakat melalui peningkatan akses dan mutu paket pelayanan kesehatan dan gizi dengan fokus utama pada 1.000 hari pertama kehidupan, remaja calon pengantin, dan ibu hamil termasuk pemberian makanan tambahan; peningkatan promosi perilaku masyarakat tentang kesehatan, gizi, sanitasi, hygiene, dan pengasuhan; peningkatan peran masyarakat dalam perbaikan gizi; dan penguatan peran lintas sektor dalam rangka intervensi sensitif yang didukung oleh peningkatan kapasitas pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan rencana aksi pangan dan gizi;

(27)

pengendalian dan promosi penurunan faktor risiko penyakit tidak menular; serta peningkatan kesehatan lingkungan dan akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak dan perilaku hygiene;

2.4. Memantapkan pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan melalui peningkatan cakupan kepesertaan Kartu Indonesia Sehat; peningkatan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi penyedia layanan; peningkatan pengelolaan jaminan kesehatan dalam bentuk penyempurnaan dan koordinasi paket manfaat, insentif penyedia layanan, pengendalian mutu dan biaya pelayanan, peningkatan akuntabilitas sistem pembiayaan, pengembangan health technology assesment, serta penyempurnaan sistem pembayaran;

2.5. Menguatkan advokasi dan KIE tentang program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) di setiap wilayah dan kelompok masyarakat, melalui peningkatan komitmen pemangku

2.6. kepentingan dan mitra kerja lintas sektor dan pimpinan daerah tentang pentingnya program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK); dan peningkatan sosialisasi, promosi, penyuluhan, penggerakan, dan konseling tentang program KKBPK baik melalui ketenagaan maupun bauran media dengan memperhatikan sasaran target untuk mengurangi kesenjangan informasi program KKBPK;

(28)

komplikasi dan efek samping dalam pemakaian kontrasepsi, pengembangan kualitas alat dan obat kontrasepsi produksi dalam negeri; dan penguatan tenaga KB (petugas KB, bidan, dan kader KB) dalam memberikan pelayanan KB;

2.8. Meningkatkan peran dan fungsi keluarga dalam pembangunan keluarga, melalui penyuluhan tentang pemahaman keluarga/orangtua, pembinaan kelompok kegiatan ketahanan dan pemberdayaan keluarga; dan peningkatan pembinaan kesertaan dan kemandirian ber-KB;

2.9. Meningkatkan pembinaan kesehatan reproduksi remaja dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga, melalui peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dalam pendidikan; pengembangan dan peningkatan fungsi dan peran kegiatan kelompok keluarga remaja sebagai wahana untuk meningkatkan kepedulian keluarga dan pengasuhan kepada anak-anak remaja mereka; serta meningkatkan keberlangsungan kesertaan ber-KB bagi keluarga dan memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar untuk kesertaannya dalam ber-KB;

2.10. Menguatkan kelembagaan kependudukan dan keluarga berencana yang efektif, dan menyusun landasan hukum melalui penyerasian kebijakan pembangunan bidang kependudukan dan KB, serta menguatkan data dan informasi kependudukan dan keluarga berencana.

3. Pembangunan Perumahan Rakyat, dilaksanakan dengan arah kebijakan sebagai berikut :

(29)

3.2. Peningkatan tata kelola dan keterpaduan pemangku kepentingan pembangunan perumahan;

3.3. Peningkatan efektifitas dan efisiensi manajemen lahan dan hunian di perkotaan;

3.4. Pengembangan sistem karir perumahan yang disertai dengan industrialisasi perumahan;

3.5. Pemanfaatan teknologi dan bahan bangunan yang aman dan murah;

3.6. Penyediaan layanan air minum dan sanitasi layak yang terintegrasi dengan perumahan;

3.7. Peningkatan keamanan dan keselamatan bangunan gedung termasuk keserasiannya terhadap lingkungan; serta

3.8. Pengembangan inovasi pembiayaan perumahan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui: (a) pendelegasian lembaga mikro pembiayaan perumahan dalam penanganan kumuh dan (b) memperluas penyaluran KPR swadaya.

4. Pembangunan Revolusi Karakter, arah kebijakan dan strategi yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:

(30)

4.2. Meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan untuk membina akhlak mulia dan budi pekerti luhur a). peningkatan kualitas proses pembelajaran dalam pendidikan agama; b). review dan penyempurnaan kurikulum mata pelajaran agama; c). pembinaan siswa melalui kegiatan kerokhanian dalam rangka pendalaman dan pengamalan ajaran agama di sekolah; d). peningkatan kompetensi guru-guru pendidikan agama melalui pelatihan metodologi pembelajaran dan materi ajar; e). penyediaan media pembelajaran, termasuk untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

5. Pembangunan Kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial, dilakukan dengan arah kebijakan sebagai berikut :

5.1. Meningkatkan promosi, diplomasi dan pertukaran budaya;

5.2. Meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan; dan

5.3. Menumbuhkan budaya dan prestasi olahraga.

6. Pembangunan revolusi mental, dilakukan dengan arah kebijakan yaitu Peningkatan kualitas penyelenggaraan birokrasi pemerintahan yang ditandai oleh tumbuhnya budaya pelayanan (service culture), yang berorientasi pada pelayanan prima dan transparan, yang berdampak pada peningkatan efisiensi dan kepuasan masyarakat.

b. Dimensi pembangunan sektor-sektor unggulan

1. Pembangunan Kedaulatan Pangan melalui Ketahanan Pangan, dilakukan dengan arah kebijakan sebagai berikut :

1.1. Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai; 1.2. Pengembangan promosi untuk mendukung Gerakan

(31)

1.3. Menjaga dan memantau kelancaran distribusi produk pangan pokok;

1.4. Pemantauan dan pengendalian harga pangan;

1.5. Diversifikasi penyediaan dan konsumsi pangan non beras bermutu, sehat dan halal;

1.6. Peningkatan konsumsi protein hewan (daging dan telur);

1.7. Peningkatan konsumsi sayur dan buah;

1.8. Peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan melalui pengembangan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP); serta

1.9. Penanganan Gangguan Ketahanan Pangan.

2. Pembangunan Ketahanan Air, dengan arah kebijakan sebagai berikut :

2.1. Pengelolaan kawasan hulu DAS secara berkelanjutan dengan melibatkan peran serta masyarakat untuk menjaga kualitas dan kapasitas sumber daya air;

2.2. Pembangunan prasarana air baku di daerah padat penduduk;

2.3. Pemenuhan air baku untuk SPAM dan mengendalikan penggunaan air tanah;

2.4. Mengembangkan dan menerapkan teknologi pengolahan air yang murah dan ramah lingkungan serta menerapkan prinsip-prinsip efisiensi pemanfaatan air; 2.5. Mendorong peran serta masyarakat dan swasta dalam

menjaga kualitas air; dan

2.6. Penataan daerah resapan air dan bantaran sungai. 3. Pembangunan Kedaulatan Energi dan Ketenagalistrikan,

dilakukan dengan arah kebijakan sebagai berikut :

Meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan energi dan ketenagalistrikan Pembangunan Industri, dilakukan dengan arah kebijakan sebagai berikut :

(32)

3.3. Peningkatan Daya saing dan Produktivitas; dan

3.4. Meningkatkan kualitas dan juga kuantitas sumber daya manusia industri melalui: (i) melaksanakan pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja; (ii) terciptanya SDM industri terampil yang kompeten dan siap kerja dengan penyelenggaraan pendidikan kejuruan.

4. Pembangunan Pariwisata, dilakukan dengan arah kebijakan sebagai berikut :

4.1. Pembangunan Destinasi Pariwisata; 4.2. Pemasaran Pariwisata Nasional;

4.3. Pembangunan Industri Pariwisata; dan 4.2. Pembangunan Kelembagaan Pariwisata. c. Dimensi Pembangunan Pemerataan Dan Kewilayahan

1. Kebijakan ketimpangan antar kelompok masyarakat, dilakukan dengan arah kebijakan untuk mengurangi kesenjangan sebagai berikut :

1.1. Penyelenggaraan perlindungan sosial yang komprehensif untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penduduk miskin dan rentan melalui bantuan sosial seperti: bantuan makanan, akses kepada kesehatan, akses kepada pendidikan;

1.2. Pengembangan penghidupan berkelanjutan melalui pengembangan sektor unggulan dan potensi ekonomi lokal, perluasan akses permodalan dan layanan keuangan mikro, peningkatan kapasitas dan keterampilan praktis masyarakat;

1.3. Perluasan dan peningkatan pelayanan dasar, melalui pembangunan infrastruktur dasar wilayah perdesaan dan pemenuhan standar pelayanan mínimum;

1.4. Perluasan akses bagi penduduk kurang mampu terhadap pengembangan usaha bersama;

(33)

1.6. Pelaksanaan rencana aksi nasional hak asasi manusia bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia; 1.7. Perluasan cakupan dan paket manfaat Jaminan

Kesehatan Nasional (JKN) bagi penduduk rentan dan pekerja informal;

1.8. Penguatan peran kelembagaan sosial melalui akreditasi lembaga sosial dan implementasi Standar Pelayanan Minimum (SPM) Bidang Sosial; dan

1.9. Perkuatan pada penyaluran Program Raskin.

2. Pembangunan Pengembangan Wilayah, dilakukan dengan arah kebijakan sebagai berikut :

2.1. Meningkatkan pembangunan ekonomi dengan tetap mengacu Rencana Tata

2.2. Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS);

2.3. Mengembangkan infrastruktur wilayah yang terintegrasi dan terhubung dengan baik dan terpadu untuk mendukung konektivitas wilayah;

2.4. Menciptakan dan meningkatkan iklim usaha dan iklim investasi yang kondusif bagi para investor; dan

2.5. Meningkatkan kerjasama pemerintah pusat dan daerah dengan dunia usaha, termasuk BUMN untuk memperlancar distribusi logistik barang, jasa, dan informasi.

3. Kebijakan pengelolaan desentralisasi dan otonomi daerah, dilakukan dengan arah kebijakan sebagai berikut :

3.1. Peningkatan kualitas pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah melalui :

(34)

secara tepat waktu; (5) Penguatan kapasitas kelembagaan pemerintahan Daerah; 6) Pelaksanaan Peningkatan Sinergi DPRD dan Pemerintah Daerah; (7) Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah; (8) Penataan daerah; (9) Penguatan kapasitas aparatur Daerah melalui Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah;

3.2. Pengembangan Kapasitas Keuangan Pemerintahan Daerah, melalui (1) Meningkatnya kemampuan fiskal daerah; (2) Meningkatnya kualitas perencanaan dan penganggaran keuangan daerah; serta (3) Meningkatnya kualitas belanja dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah;

3.3. Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Daerah, melalui : (1) peningkatan kualitas pendidikan aparatur pemerintah daerah; (2) Terselenggaranya sistem pendidikan dan pelatihan manajemen pembangunan, kependudukan, keuangan daerah dan kepemimpinan pemerintah daerah; serta (3) Terlaksananya standarisasi, sertifikasi, dan kerjasama diklat pemerintahan dalam negeri; dan

3.4. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintahan Daerah, melalui: terlaksananya penataan kewenangan di tingkat pemerintahan pusat maupun daerah; terlaksananya penataan daerah; terjalinnya kerjasama daerah yang baik; penyusunan harmonisasi peraturan perundangan; terciptanya sinergi di bidang perencanaan maupun penganggaran di pusat maupun daerah; penataan akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan; terlaksananya peningkatan kualitas pelayanan publik; terlaksananya efektivitas pelaksanaan otonomi khusus dan penguatan kapasitas kepala daerah dan DPRD.

(35)

4.1. Peningkatan kualitas produk dan penyelesaian serta peninjauan kembali RTR,

4.2. Penyusunan peraturan zonasi yang lengkap untuk menjamin implementasi RTR;dan

4.3. Percepatan penyediaan data pendukung pelaksanaan penataan ruang yang mutakhir termasuk penyediaan peta dasar skala 1:5.000 untuk RDTR.

5. Kebijakan Tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, dilakukan dengan arah kebijakan sebagai berikut:

5.1. Penguatan kapasitas pengelolaan reformasi birokrasi daerah, melalui penguatan kelembagaan dan tata kelola pengelolaan reformasi birokrasi ; penataan regulasi dan kebijakan di bidang aparatur negara termasuk penguatan payung hukum reformasi birokrasi; perluasan dan fasilitasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada instansi pemerintah daerah; dan penyempurnaan sistem evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi daerah.

5.2. Penerapan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbasis sistem merit secara konsisten berlandaskan asas-asas antara lain profesionalitas, netralitas, akuntabilitas, dan keterbukaan melalui strategi antara lain: penyelesaian peraturan pelaksanaan UU ASN dan implementasinya; peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN; pemantapan sistem manajemen ASN berbasis prestasi kerja dan penerapan sistem manajemen kinerja pegawai; penyempurnaan sistem penghargaan dan kesejahteraan ASN.

(36)

kelembagaan inter/antar tingkatan kelembagaan pusat dan daerah.

5.4. Peningkatan kualitas implementas sistem manajemen dan pelaporan kinerja instansi pemerintah secara terintegrasi, kredibel, dan dapat diakses publik yang akan ditempuh melalui pemantapan implementasi SAKIP; penguatan sistem pengawasan intern pemerintah; penguatan pengawasan terhadap kinerja pembangunan nasional.

5.5. Penerapan e-government untuk mendukung bisnis proses pemerintahan dan pembangunan yang sederhana, efisien dan transparan, dan terintegrasi yang dilaksanakan melalui strategi, antara lain: penguatan kebijakan e-government; penguatan sistem dan infrastruktur e-government yang terintegrasi; penyempurnaan/penguatan sistem pengadaan secara elektronik serta pengembangan sistem katalog elektronik; dan penguatan sistem kearsipan berbasis TIK.

5.6. Penerapan open government melalui strategi pelaksanaannya antara lain: penguatan kelembagaan pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID) pada setiap badan publik negara; peningkatan kesadaran masyarakat tentang keterbukaan informasi publik; penyediaan ruang partisipasi publik dalam menyusun dan mengawasi pelaksanaan kebijakan publik; pengelolaan Sistem dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional.

(37)

Figur

Tabel 4.3Keselarasan Tema Pembangunan RKP Nasional Tahun
Tabel 4 3Keselarasan Tema Pembangunan RKP Nasional Tahun. View in document p.9

Referensi

Memperbarui...