• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Sistem Pemberi Makanan Pada Ikan Di Aquarium.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Sistem Pemberi Makanan Pada Ikan Di Aquarium."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Seiring dengan kesibukan masyarakat sekarang ini, usaha untuk memberikan makanan pada ikan sering terlupakan. Oleh karena itu dibuatlah alat untuk meringankan pekerjaan tersebut.

Perancangan Sistem Pemberi Makanan Pada Ikan di Aquarium sudah dapat bekerja dengan baik. Dengan alat yang sederhana ini, masyarakat akan lebih mudah untuk memberi makan ikan peliharaan mereka. Alat ini dirancang berputar sebanyak 2 kali dalam sehari.

(2)

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

With the modernization and hectic life of the current life pace, we often neglected our pet (fish in this case). Most of the people often forgot to feed their fish, and ends up finding floating dead fish when come back after busy day outside.

Because of this, I created this tool to help fish owners to feed of their fish while they outside. The design is simple but yet functional as it will automatically rotate twice a day to feed the fish.

(3)

Universitas Kristen Maranatha

2.3.1. On-chip In-System Programmable Flash Memory 16

2.3.2. SRAM Data Memory 17

2.3.3. EEPROM Data Memory 19

2.3.4. Status Register – SREG 20

(4)

Universitas Kristen Maranatha 2.5.3.4. Jenis-jenis Motor Stepper Berdasarkan Lilitan

(5)

Universitas Kristen Maranatha BAB III. ANALISA DAN PEMODELAN 61

3.1.Perancangan Perangkat Keras (Hardware) 61

3.1.1. Blok Diagram 61

3.1.3. ATMega 16 63

3.1.4. Motor Stepper 63

3.2.Perancangan Perangkat Lunak (Software) 65

3.2.1. CodeVision ATMega 65

BAB IV. DATA PENGAMATAN DAN ANALISA 67 4.1.Pengujian Perangkat Keras (Hardware) 67

4.1.1. Pengujian Motor Stepper 67

4.2. Pengujian Perangkat Lunak (Software) 73 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 75

5.2. Saran 76

DAFTAR PUSTAKA 77

LAMPIRAN A A-1

(6)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. ATMega 16 7

Gambar 2.2. Pin- Pin ATMega 16 7

Gambar 2.3. Sistem Clock 14

Gambar 2.4. Arsitektur ATMega 16 15

Gambar 2.5. Peta Memory ATMega 16 17

Gambar 2.6. Pengaturan SRAM ATMega 16 18

Gambar 2.7. Register SREG 20

Gambar 2.8. Register Stack Pointer ATMega 16 22

Gambar 2.9. Timer / Counter Prescaler 23

Gambar 2.10. Logika Reset 25

Gambar 2.11. Perputaran Motor Stepper 35

Gambar 2.12 Perputaran Half Step 36

Gambar 2.13. Cara Kerja Motor Stepper 37

Gambar 2.14. Bagian-Bagian Motor Stepper 40

Gambar 2.15. Komponen Motor Stepper 42

Gambar 2.16. Motor Stepper Jenis VR 43

(7)

Universitas Kristen Maranatha

Gambar 2.18. PM-Hybrid 47

Gambar 2.19. Motor Stepper Unipolar 48

Gambar 2.20. Rangkaian Motor Stepper Unipolar 48 Gambar 2.21. Konstruksi Motor Stepper Unipolar 49

Gambar 2.22. Simbol Varian Motor Stepper Unipolar (a) 6 kabel (b) 5 kabel

49

Gambar 2.23. Motor Stepper Bipolar 52

Gambar 2.24. Rangkaian Motor Stepper Bipolar 52 Gambar 2.25. Simbol dan Diagram Pengkabelan Motor Stepper Bipolar 53 Gambar 2.26. Metode Satu Fase Aktif Pada Motor Stepper Bipolar 54 Gambar 2.27. Metode Dua Fase Aktif Pada Motor Stepper Bipolar 55 Gambar 2.28. Mode Setengah Langkah Pada Motor Stepper Bipolar 56 Gambar 2.29. Jumlah Langkah Gerak Motor Step Ditentukan Oleh Banyaknya

Elektromagnet 57

Gambar 2.30. Berbagai Macam Motor Stepper 60

Gambar 3.1. Blok Diagram 62

Gambar 3.2. ATMega 16 Board 63

Gambar 3.3. Motor Stepper 64

Gambar 4.1. Tampak Atas Fish Feeder 68

Gambar 4.2. Tampak Depan Fish Feeder 69

Gambar 4.3. Pergerakan Pertama 70

Gambar 4.4. Pergerakan Kedua 71

(8)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Fungsi Khusus Port A 8

Tabel 2.2. Fungsi Khusus Port B 10

Tabel 2.3. Fungsi Khusus Port C 11

Tabel 2.4. Fungsi Khusus Port D 12

Tabel 2.5. Tipe Data 27

Tabel 2.6. Operator Kondisi 28

Tabel 2.7. Operator Aritmatika 28

Tabel 2.8. Operator Logika 29

Tabel 2.9. Operator Bitwise 29

Tabel 2.10. Operator Assignment 30

Tabel 2.11. Kombinasi Sinyal Motor Stepper Unipolar Untuk Mode Langkah

Penuh (satu fase aktif) 50

Tabel 2.12. Kombinasi Sinyal Motor Stepper Unipolar Untuk Mode Langkah

Penuh (dua fase aktif) 50

Tabel 2.13. Kombinasi Sinyal Motor Stepper Unipolar Untuk Mode Setengah

(9)

Universitas Kristen Maranatha Tabel 2.14. Kombinasi Sinyal Motor Stepper Bipolar Untuk Mode Langkah

Penuh (satu fase aktif) 58

Tabel 2.15. Kombinasi Sinyal Motor Stepper Bipolar Untuk Mode Langkah

Penuh (dua fase aktif) 58

Tabel 2.16. Kombinasi Sinyal Motor Stepper Bipolar Untuk Mode Setengah

Langkah. 59

Tabel 3.1. Pola dan Cara Kerja Motor Stepper 64

(10)
(11)

A-1

// Alphanumeric LCD Module functions #asm

.equ __lcd_port=0x15 ;PORTC #endasm

#include <lcd.h>

// Declare your global variables here void ulang()

// Declare your local variables here // Input/Output Ports initialization // Port A initialization

(12)

A-2

Universitas Kristen Maranatha // State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T PORTA=0x00;

DDRA=0x00;

// Port B initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T PORTB=0xff;

DDRB=0xff;

// Port C initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T PORTC=0x00;

DDRC=0x00;

// Port D initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T PORTD=0x00;

DDRD=0x00;

// Timer/Counter 0 initialization // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 0 Stopped // Mode: Normal top=FFh // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 1 Stopped // Mode: Normal top=FFFFh // OC1A output: Discon. // OC1B output: Discon. // Noise Canceler: Off

(13)

A-3 // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 2 Stopped // Mode: Normal top=FFh

(14)

A-4

waktuTotal = ((float)waktuX1 + (float)waktuX2 + (float)waktuX1X2) / 100; kecepatan = 1 / waktuTotal;

sprintf(buffer1,"V: %0.002f Km/H ",kecepatan*3.6); lcd_gotoxy(0,0);

lcd_puts(buffer1); delay_ms(10);

(15)
(16)

B-1

Universitas Kristen Maranatha

LAMPIRAN B

DIAGRAM SKEMATIK

(17)

1

Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dewasa ini, hobby memelihara ikan semakin banyak diminati masyarakat pada umumnya. Jenis ikan yang popular untuk dipelihara saat ini adalah lou han, arwana, oscar, dll. Harganya pun mencapai jutaan rupiah. Memelihara dan membeli ikan memang terlihat mudah, tetapi tidak semudah yang dibayangkan. Perawatannya tidak mudah. Seperti membersihkan aquarium, menjaga suhu air, dan memberi makan pada ikan. Tentunya hal tersebut cukup memakan waktu, khususnya bagi orang- orang bekerja yang memiliki hobby memelihara ikan, dan juga bagi yang sering bepergian ke luar kota selama beberapa hari. Apabila tidak dirawat dengan baik, maka akan membuat umur ikan itu pendek atau membuat ikan tersebut sakit.

Untuk meringankan beban tersebut, maka dikembangkanlah sistem untuk memberi makanan pada ikan secara otomatis, sehingga akan lebih meringankan beban dan tugas dari memelihara ikan.

(18)

2

Universitas Kristen Maranatha

1.2. Identifikasi Masalah

1) Bagaimana memberi makanan ikan pada waktu yang tepat?

2) Berapa jumlah takaran pellet yang akan dikeluarkan dalam sekali perputaran?

1.3. Pembatasan Masalah

1) Projek ini akan diprogram dengan menggunakan CodeVision AVR, yang merupakan software yang bekerja dalam bahasa C.

2) Alat yang akan digunakan adalah sebagai berikut: satu set rangkaian microkontroller ATMega 16, aquarium, akrilik sebagai bahan tempat makan ikan, 1 buah adaptor 9 V, 1 buah motor stepper

3) Aquarium yang digunakan berukuran 40 cm x 30 cm

1.4. Tujuan

(19)

3

Universitas Kristen Maranatha

1.5. Sistematika Penulisan

Bab I : Pendahuluan

Membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, identifikasi masalah, tujuan, pembatasan masalah, dan jadwal pengerjaan.

Bab II : Kerangka Teoritis

Membahas tentang teori-teori yang menunjang topik Tugas Akhir.

Bab III : Perancangan dan Pemodelan

Membahas tentang perancangan sistem pemberi makanan pada ikan di aquarium.

Bab IV : Hasil dan Pembahasan

Membahas tentang hasil perancangan sistem pemberi makanan pada ikan di aquarium yang telah direalisasikan. Bab V : Kesimpulan dan Saran

(20)

74

Universitas Kristen Maranatha

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan data pengamatan dan analisa data yang sudah dibuat dapat diambil kesimpulan, bahwa Perancangan Sistem Pemberi Makanan Pada Ikan di Aquarium sudah berhasil direalisasikan. Keluarnya pellet sudah sesuai dengan yang diharapkan. Motor stepper pun dapat berputar dengan baik sesuai waktu yang sudah dijadwalkan.

Apabila ada kerusakan dari motor stepper ataupun ATMega 16, tidak akan menjadi hambatan. Karena fish feeder ini dapat dilepas pasang tutupnya, sehingga apabila rusak, fish feeder masih dapat dipakai, tinggal mengganti hardwarenya.

(21)

75

Universitas Kristen Maranatha

5.2. Saran

Setelah mengevaluasi Tugas Akhir ini, penulis berharap Tugas Akhir ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan beberapa saran sebagai berikut :

Perangkat keras dapat ditambahkan dengan sensor dan timer untuk mengetahui apabila pellet sudah habis, sehingga dapat diisi kembali.

(22)

77

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

1. http://micro062trisakti.blogspot.com/2009/07/aquarium-dengan-pemberi-makan-ikan.html

2. http://skripsielektro.blogspot.com/2008/09/pemberi-pakan-ikan-otomatis-auto-fish.html

3. http://www.flickr.com/photos/depokinstruments/2366007588/

4. http://www.innovativeelectronics.com/innovative_electronics/download_files/ manual/Manual%20SPC%20Stepper%20Motor.pdf

5. http://www.findtoyou.com/ebook/view.php?id=1991395

6. http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=16:mikropro cessorkontroller&id=27:motor-stepper&option=com_content&Itemid=15 7. http://www.mytutorialcafe.com/mikrokontroller%20bab8%20motor%20stepp

er.htm

Referensi

Dokumen terkait

(UNHCR) Dalam Memberikan Perlindungan Hukum Bagi Warga Negara Asing (Pengungsi) Di Indonesia (Kajian WNA Di Rudenim Kota Pekanbaru) adalah Seberapa lama aparat

Mencari nilai eigen vector 1 (Kriteria), untuk mendapatkan nilai eigen vector ini, hasil jumlah dari normalisasi kriteria tiap elemen dibagi dengan jumlah kriteria yang

Dan meningkatnya era global pada material berbasis agro (bersifat alami) sebagai sumber terbarukan dalam pembuatan komposit, yang salah satu jenis bahan pembuatnya

Latar belakang: Pasien Anomali Kongenital Multipel (MCA) merupakan kelainan serius yang berpengaruh besar baik terhadap aspek medis, sosial maupun kosmetik dengan

Analisis pengaruh faktor pengetahuan, motivasi, dan persepsi perawat tentang supervisi kepala ruang terhadap pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat

Metode yang digunakan dalam pene- litian ini adalah penentuan daur finansial Faustmann yaitu menentukan waktu tebang optimal dari tegakan sengon dimana keuntungan

(1) Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini, Pemerintah Wilayah Kecamatan Kisaran sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 7 Drt Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah

Pada tahap ini, edukasi dengan contoh-contoh penderita kanker karena rokok, hamil di luar nikah, sangatlah penting, mengingat remaja biasanya merasa bahwa ia adalah orang kuat