~ibun
Jahar
123
17
18
19
OJan
OPeb
4
20
8 Mar
o Selasa 0 Rabu
6
7
21
22
OApr
OMel
o Minggu
14
15
16
29
30
31
ONov
ODes
BAN DUNG, TRIBUN
-
Ka-sus kebutaan di dunia
meng-alami peningkatan. Selama
20 tahun terakhir jumlah
orang buta meningkat dari 30 juta tahun 1980 menjadi 50 juta di tahun 2000.
Diproyeksikan tahun 2020 jumlah kebutaan mencapai
75 juta orang atau setiap 5
detik seorang penduduk
menjadi buta dan seorang
anak menjadi buta setiap
menitnya.
"Sebagai upaya
meng-hapus kebutaan secaFa
glo-bal sudah dicanangkan
Vi-sion 2020,
TheRightto Sight," kataProf. Dr. dr. Farida
Sirlan, SpM., dalam orasi
ilmiahnya yang berjudul
Peran Oftalmoloj;i
K?rnli---
-Ihniah
nitas dalam Mencapai Tu-juan Vision 2020 The Right
To Sight Guna
Mening-katkan Kualitas Hidup. Orasi tersebut dibacakan
dalam acara Penerimaan
Jabatan Guru Besar dalam bidang ilmu Kesehatan Mata pada Fakultas Kedokteran
Un pad, di Graha Sanusi
Hardjadinata Unpad Jalan
Dipati Ukur, Jumat (5/3).
Dipaparkan Farida,
pen-dekatan oftalmologi
komu-nitas digunakan untuk
membant~ seluruh
.!,ng-5
o
Kamis0
JumatD
9
10
11
23
24
25
26
OJun
OJul
0 Ags
o Sabtu
12
13
27
28
OSep
OOkt
Tiap Menit. Seorang
al~
J
adi Buta
--~
- -,-.. ..-
~--gota masyarakat
mence-gah gangguan penglihatan
dan melakukan promosi
kesehatan mata sehingga
dapat mempertahankan
kualitas hidup pada tingkat
terbaik yang paling
me-mungkinkan.
"Prioritas tahap pertama di negara kita adalah buta
katarak, kelainan refraksi,
dan buta pada aflak serta
promosi kesehatan mata.
Intervensi ini dilakukan
secara terintegrasi dan
ter-padu dalam sistem
kese-hatan yang ada," kata Farida yang pernah menjabat seba-gai Dirut RS Mata Cicendo ini.
Beberapa upaya yang
dilakukan melalui
pende-~ : ~ .'.-.
dalam kegiatan bedah kata-rak massal yang dilakukan
dengan berbagai lembaga
sosial yang ditujukan
kepa-da masyarakat yang tidak
mampu.
"Selain itu upaya pence-gahan juga melalui pende-katan pelayanan yang men-cakup kegiatan promosi dan
penyuluhan kesehatan
ma-ta," katanya.
Ia juga memaparkan,
ke-lain an pada orang dewasa
yang tidak dikoreksi akan
menurunkan produktivitas
dan kualitas hidupnya.
Na-mun, kelainan yang tidak
dikoreksi pada anak akan
menyebabkan gangguan
penglihatan seumur
hidup-nya. (tif)
~
---Prioritas tahap
pertama di negara
kita adalah buta
katarak, kelainan
refraksi, dan buta
pada anak serta
promosi kesehat~m
mata.
FARIDA SIRLAN Guru Sesar Fakultas
Kedokteran Unpad
katan terhadap
komunitas
untuk menganalisa
efek-tivitas intervensi penyakit
seperti buta katarak. Upaya tersebut, jelas
Fari-~ntara lain dituangkan