• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS VIBRASI PADA ANGKUTAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS VIBRASI PADA ANGKUTAN UMUM"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS VIBRASI PADA ANGKUTAN UMUM

Insanul Khamil Dwi Cahyo Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan,

Tegal Indoneseia [email protected]

Abstract

The objective of the research was to analyze vibration of public trasportation. Vibration was measured by vibration tester. The result showed that the vibration frecuency and acceleration level of 2.10 Hz and 24.20 m/sec2 exceeded the critical tolerance of 2.10 Hz with acceleration of 10m/sec2. To reduce vibration, it is suggest to improve constraction of public transportation, by improving constraction of it and disesuaikan on fisrt standart the public transportation or spesifikasi of it.

Keywords: Vibration, Comfortability, Healthy

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa tingkat kebisingan dan getaran mekanis pada sarana transportasi umum khususnya pada Kendaraan Angkutan Kota. Kebisingan diukur dengan sound level meter tipe digital, sedangkan getaran mekanis diukur dengan vibration tester tipe digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat getaran mekanis dengan frekuensi 2.10 Hz dan percepatan 24.20 m/det2 yang me- lebihi batas yang diijinkan yaitu frekuensi 2.10 Hz dan percepatan 10 m/det2. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah getaran mekanis pada Kendaraan Angkutan Kota adalah dengan perbaikan konstruksi, diantaranya dengan perbaikan rancang bangun kendaraan itu sendiri dengan disesuaikan pada standard awal kendaraan atau spesifikasi kendaraan tersebut.

Kata-kata kunci: Getaran, Kenyamanan, Kesehatan

PENDAHULUAN

Aktivitas transportasi publik seringkali menggunakan sarana transportasi umum yang mampu mengangkut penumpang secara massal. Contoh sarana transportasi umum yang paling banyak diminati oleh masyarakat ialah Bus dan Angkutan Kota. Namun, penggunaan bus dan angkutan kota masih memiliki kendala yaitu, getaran mekanis yang dapat menimbulkan masalah dalam kenyamanan, padahal hal tersebut merupakan faktor pokok yang harus dipenuhi oleh penyedia sarana transportasi umum. Apabila permasalahan ini tidak dicegah, secara otomatis akan terjadi penurunan jumlah pengguna transportasi umum karena hilangnya minat dan ketertarikan masyarakat yang kemudian memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Jika getaran berlebihan dapat berpengaruh meningkatkan tensi otot dan vibration induced finger yaitu pemucatan telapak tangan karena pengecilan pembuluh darah (McCormick, 1970). Oleh karena itu perlu dilakukannya studi tentang kebisingan dan getaran mekanis pada sarana transportasi mobil bus dan angkutan kota. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan bahan masukan bagi perbaikan rancangbangun sarana transportasi Bus dan angkutan kota. Pertimbangan rancang bangun dan ambang batas merupakan suatu hal yang mendukung kenyamanan dan kesehatan pengguna mobil bus dan angkutan kota.

LANDASAN TEORI

Getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak- balik dari kedudukan keseimbangannya. Getaran terjadi saat mesin atau alat dijalankan

(2)

dengan motor, sehingga pengaruhnya bersifat mekanis (Sugeng Budiono, 2003). Vibrasi adalah getaran, dapat disebabkan oleh getaran udara atau getaran mekanis, misalnya mesin atau alat-alat mekanis lainnya. Getaran ialah gerakan osilasi disekitar sebuah titik (J.M. Harrington, 1996). Getaran merupakan efek suatu sumber yang memakai satuan hertz. Getaran mekanis adalah salah satu faktor berbahaya di tempat kerja yang disebabkan oleh peralatan atau mesin yang sedang dioperasikan (Depnaker, 1996).

Getaran (vibrasi) adalah suatu faktor fisik yang menjalar ke tubuh manusia, mulai dari tangan sampai ke seluruh tubuh turut bergetar (oscilation) akibat gerakan peralatan mekanis yang digunakan dalam tempat kerja (Emil Salim, 2002). Getaran mekanis dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

1. Getaran seluruh tubuh (whole body vibration)

Getaran seluruh badan terutama pada alat angkut dalam kegiatan transportasi seperti kendaraan berat yang memindahkan getaran mekanis dari kendaraan masuk dimaksud ke seluruh badan lewat getaran lantai melalui kaki. Percepatan getaran mekanis pada kendaraan, biasanya berfrekuensi 1-20 Hz, walaupun kadang-kadang frekuensinya dapat meningkat menjadi beberapa ratus Hz, berkisar antara 0,1–0,3 g.

2. Getaran lengan tangan (hands arm vibration)

Getaran setempat yaitu getaran yang merambat melalui tangan akibat pemakaian peralatan yang bergetar, biasanya antara 20 -500 Hz. Frekuensi yang paling berbahaya adalah pad 128 Hz, karena tubuh manusia sangat peka pada frekuensi ini.

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor:

PER.13/MEN/X/2011 mengenai nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja.

Tabel 1 Nilai Ambang Batas Getaran Untuk Pemaparan Lengan dan Tangan Jumlah Waktu Pemajanan Per Hari

Kerja

Nilai percepatan pada frekuensi dominan

(m/det2) Gram (1 gram :9,81 (m/det2)

4 jam dan kurang dari 8 jam 4 0,40

2 jam kurang dari 4 jam 6 0,61

1 jam kurang dari 2 jam 8 0,81

Kurang dari 1 jam 12 1,22

METODE PENELITIAN

Pada penelitian ini kami menggunankan metode pengambilan data secara langsung. Pada pengambilan data ini kami mengambil data di daerah kota tegal dan terminal kota tegal. Pengukuran getaran menggunakan Alat Vibration Tester tipe digital, ujung pada alat yang terdapat magnet di tempelkan ketempat yang akan diukur getarannya. Amati dan catat hasil getaran pada saat angka pada alat sudah stabil.

Saat dilakukan pengukuran, kendaraan pada posisi diam dengan mesin menyala.

Pengukuran dilakukan didua tempat, yaitu pada ruang cabin dan ruang penumpang.

Pengukuran getaran pada cabin dilakukan di lantai, tempat duduk, dan roda kemudi.

Sedangkan pada ruang penumpang pengukuran dilakukan di lantai dan tempat duduk.

Kami juga mengukur getaran pada body kendaraannya. Kami mengambil data

(3)

pengukuran ditempat – tempat tersebut karena pada tempat tersebut berkaitan dengan kenyamanan penumpang maupun pengemudi kendaraan tersebut. Apabila getaran pada tempat tersebut terlalu besar maka akan mengganggu konsentrasi pengemudi (pada cabin). Getaran yang berlebihan dapat juga menyebabkan kerusakan pada komponen – komponen kendaraan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil pengukuran yang kami dapat pada kondisi kendaraan diam dengan mesin kendaraan menyala stasioner atau stabil, diketahui bahwa hasil pengukuran getaran dari setiap kendaraan khususnya pada angkutan kota itu tidak sama walaupun jenis dan spesifikasi kendaraan sama tapi hasil dari pengukurannya berbeda – beda.

Data yang didapat dari sample kendaraan angkutan kota di kota Tegal dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 2 Hasil Pengukuran Getaran pada Angkutan Kota

Dari data diatas dapat dilihat melalui grafik dengan spesifikasi pada masing – masing tempat dilakukannya pengukur

Gambar 1 Grafik pada Ruang Cabin

Sampel Ruang Cabin Ruang Penumpang

Body (m/det2) Lantai

(m/det2)

Tempat Duduk (m/det2)

Roda Kemudi (m/det2)

Lantai (m/det2)

Tempat Duduk (m/det2)

Angkot 1 0,6 0,6 0,3 0,4 0,3 0,3

Angkot 2 0,6 0,6 0,7 0,6 0,8 0,5

Angkot 3 0,6 0,5 0,7 0,6 0,8 0,4

Angkot 4 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,2

Angkot 5 0,4 0,6 1,7 0,5 0,8 0,4

Angkot 6 0,7 0,6 4,1 1,0 0,9 0,7

Angkot 7 0,7 0,5 1,3 0,4 0,4 0,5

Angkot 8 0,5 0,5 4,7 0,5 0,3 0,5

Angkot 9 0,2 0,2 0,3 0,2 0,3 0,4

Angkot 10 0,4 0,2 0,6 0,4 0,3 0,3

(4)

Gambar 2 Grafik pada Ruang Penumpang

Gambar 3 Grafik pada Body Kendaraan

Menurut nilai ambang batas pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 49 Tahun 1996 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor:

PER.13/MEN/X/2011 untuk geataran pada kendaraan Angkutan Kota masih terdapat beberapa kendaraan melebihi nilai ambang batas. Hal ini harus diatasi karena dapat mengganggu kesehatan dan menurunkan performansi kerja. Pengaruh getaran dalam jangka pendek dapat mengurangi kenyamanan kerja, meningkatkan tensi otot, dan pemucatan telapak tangan karena pengecilan pembuluh darah. Dalam jangka panjang, getaran berpengaruh pada masalah kesehatan yaitu spinal disorders, hermorruids, hernials, dan kesulitan pembuangan air kemih. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah meredam getaran yang timbul dari kendaraan khususnya Angkutan Kota diantaranya dengan perbaikan rancang bangun pada kendaraan tersebut atau disesusaikan dengan spesifikasi awal kendaraan tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN

Tingkat getaran pada kendaraan Angkutan Kota khususnya pada ruang kabin

(5)

kesehatan saat berada di dalam Angkutan Kota. Rancang bangun pada Angkutan Kota harus memperhatikan tingkat getaran mekanis yang ditimbulkan untuk mendapatkan kenyamanan, kesehatan dan performansi kerja. Perlu adanya perbaikan konstruksi seperti perbaikan rancang bangun kendaraan untuk mengurangi getaran pada Angkutan Kota khususnya ruang kabin dan ruang penumpang dan perlu penelitian lebih lanjut secara khusus terhadap getaran yang ditimbulkan pada Angkutan Kota.

Ucapan Terima Kasih

Syukur Allhamdulillah senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya dan pembuatan makalah ini. Karena tanpa bantuan pihak yang bersangkutan penulis tidak mampu menyelesaikan makalah ini, akhirnya kepada Allah senantiasa penulis berharap semoga pengorbanan akan selalu mendapat limpahan rahmat dan hidayah-Nya.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad A. Aziz. 2002. Rancang Bangun Sistem Suspensi Semi Aktif untuk Peningkatan Kenyamanan Kendaraan. Surabaya: Jurusan Teknik Mesin FTI – ITS.

Bridger R. S. 1995. Introduction to Ergonomics. Singapore: McGraw – Hill.

Depnaker. 1996. Standar Pengukuran Intensitas Getaran Dilingkungan Kerja. Jakarta:

Badan Perencanaan dan Pengembangan Pusat Hiperkes dan Keselamatan Kerja.

Emil Salim. 2002. Green Company. Jakarta: PT Astra Internasional Tbk.

F.S, Gill. J. M Harrington. 2003. Buku Saku Kesehatan Kerja Edisi ke 3. Jakarta.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 49 Tahun 1996. Baku Tingkat Getaran.

McCormick E.J. 1970. Human Factors Engineering. USA: McGraw – Hill Book Company.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: PER.13/MEN/X/2011.

Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja.

Prabawa Sigit. 2009. Analisis Kebisingan dan Getaran Mekanis Pada Traktor Tangan.

Bandar Lampung: Jurusan Teknik Pertanian FP – Universitas Lampung Sugeng Budiono. 2003. Bunga Rampai Hiperkes dan Kesehatan Kerja, Semarang.

Zander J. 1972. Ergonomics in Machine Design (A Case Study of the Self Propelled Combine Harvester).

Referensi

Dokumen terkait

Survai pengumpulan data primer antara lain frekwensi, faktor muat kendaraan, jarak antara angkutan umum yang beroperasi, kecepatan kendaraan, pergantian moda

Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang dengan mobil bus, yang mempunyai asal dan tujuan perjalanan tetap, lintasan. tetap

Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang dengan mobil bus, yang mempunyai asal dan tujuan perjalanan tetap, lintasan. tetap

Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui besarnya biaya operasi kendaraan angkutan umum jurusan Palangka Raya menuju Pontianak dan untuk mengetahui tarif ideal

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan terkait angkutan umum di persimpangan Lenteng Agung adalah sebagai berikut: - Reduksi unit armada angkot D.83

Upaya yang dapat dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru untuk mengatasi hambatan dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran kendaraan angkutan barang di

Oleh karena itu, pada bab ini akan disusun model optimasi masalah penyusunan timetable untuk meminimumkan kepadatan penumpang di dalam kendaraan angkutan umum dengan

Berdasarkan masalah yang ada, maka dirumuskan pertanyaan penelitian yaitu apabila diterapkan skenario perbaikan sistem angkutan penumpang umum perkotaan di Kota Tarakan, maka tahapan