• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sains dan Metode Ilmiah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sains dan Metode Ilmiah"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Sains

dan Metode Ilmiah

(2)
(3)

Jika Barat hanya mengandalkan akal, lantas:

Bagaimana cara dia membuat keputusan?

Bagaimana mereka memproduksi pengetahuan kamanusiaannya?

Apa yang dijadikan parameter untuk mengukur kebenaran kenyataan?

(4)

Jawaban:

Rasionalisme: sumber pengetahuan adalah rasio

Empirisme: sumber pengetahuan adalah empiri/pengalaman

(5)

Empirisme dan Metode Ilmiah

Lihat pemikiran Auguste Comte

Metode ilmiah:

Merumuskan masalah

Observasi

Menarik hipotesa

Menguji hipotesa dengan eksperimen

Mengumpulkan dan menafsirkan data eksperimen

Menarik kesimpilan

Pengujian ulang

(6)

Metode Ilmiah

Dijadikan sebagai metode berpikir (sampai taraf mensucikannya)

Dijadikan sebagai satu-satunya fondasi berpikir

Menjadi parameter dalam mengukur kebenaran

Memberlakukannya kepada segala sesuatu dan segala jenis pembahasan

Menghasilkan determinisme ketika diterapkan dalam Ilmu-ilmu manusia, masyarakat dan hubungannya

(7)

Paruh pertama abad XX: supremasi metode ilmiah dengan

kepastiannya mendapat tantangan (fisika quantum, Geometri nonEuclidian, namun tidak meratakan jalan menuju revolusi sains dan metode ilmiah

Sebagian ilmuan mencoba mengkritik metode sains dan

membeberkan kesalahannya jika diterapkan dalam studi tentang manusia dan masyarakat, namun tidak keluar dari tendensi untuk sekedar mengungkap karakter objektif manusia dan masyarakat (tidak membahas “seperti apa yang seharusnya”)

(8)

Kebatilan pandangan Barat tentang sains dan metode ilmiah (scientific method):

Membatasi pengetahuan pada lingkup sains

Menjadikannya sebagai asas berpikir

(9)

Kesalahan menyamakan sains dengan pengetahuan:

1. Sains tak meliputi semua pengetahuan:

Sains hanya bisa menjelaskan bagaimana alam bekerja;

Sains hanya bisa mendeskripsikan alam, tak memberi cara pandang.

Sains hanya bisa memaparkan kenyataan sebagaimana adanya, bukan sebagaimana mestinya.

Sains tak dapat memberi pemahaman yang menyeluruh tentang hakekat “wujud”.

Sains tidak bisa membahas sebab dan tujuan keberadaan “wujud”.

Tak menjelaskan kaidah-kaidah perbuatan manusia dan pemahaman tujuan keberadaannya.

(10)

Itu berarti:

Sains hanya memberi pengetahuan parsial tentang kenyataan, tak meliputi hakekat kehidupan di dalamnya dan aspek-aspek yang melatari keberadaannya.

Sains tak menjawab “kenapa alam ada? Kenapa manusia ada?

Kenapa ada kehidupan? Pertanyaan sangat penting yang menemani manusia.

Malraux Andre: peradaban kita adalah yang pertama yang menjawab pertanyaan, “apa arti kehidupan?” dengan kalimat, “aku tidak tahu.”

(11)

2. Sains dan metode ilmiahnya tak bisa memberi kepastian:

Progressivism dan prolification: pengetahuan ilmiah manusia senantiasa berkembang dan berevolusi, berpeluang untuk diperbaiki dan dikoreksi, tak memberi pengetahuan final.

Contoh klasik: heliosentrisme Copernicus dan Kepler; dikoreksi oleh William Herschel, Friedrich Bessel, dll, bahwa alam tidak punya pusat yang spesifik.

(12)

Ketidaklayakan metode ilmiah sebagai asas berpikir

Baru dan hanya digunakan oleh kalangan khusus

Terbatas dalam perkara-perkara empirik

Tidak menghasilkan kepastian

(13)

Metode Rasional

Proses menafsirkan fakta dengan menggunakan pengetahuan- pengetahuan terdahulu.

Komponen: fakta, indra, otak, pengetahuan sebelumnya.

(14)

Metode Rasional Sebagai Asas Berpikir

Metode yang alami pada manusia

Universal

Meliputi segala jenis pengetahuan keunggulan

Bisa melahirkan pemikiran baru

Bisa memberi kepastian terkait pembahasan ada atau tidaknya sesuatu

(15)

Keterbatasan:

Harus terkait dengan hal yang empiric

Kebenarannya tidak selalu absolut jika membahas hakekat atau sifat sesuatu

(16)

Dengan segala batasannya, bagaimana

metode rasional bisa menjadi asas berpikir?

Metode rasional dapat memastikan keberadaan Pencipta

Metode rasional dapat menerima adanya mu’jizat dan para rasul

Metode rasional dapat menerima dan memastikan keabsahan informasi

Metode rasional dapat memberi penafsiran terhadap totalitas wujud, mengungkap asal-usulnya, dan tujuan keberadaannya.

(17)

Seputar Konsep

Kebenaran

(18)

Apakah kebenaran mutlak itu ada?

Dalam kenyataan, apa yang dianggap benar bisa berbeda menurut orang yang satu dengan yang lainnya, menurut

masyarakat satu dengan yang lainnya, menurut era yang satu dengan era berikutnya, dst.

Lantas bagaimana metode rasional bisa diklaim dapat menghadirkan kebenaran yang pasti?

Seperti halnya metode ilmiah, metode rasional banyak memberi hasil zhanni. Kenapa dijadikan asas berpikir?

(19)

Jawaban: makna kebenaran

Secara rasional, benar adalah kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan.

Konsep kebenaran ini, disadari atau tidak, telah diaplikasikan secara praktis oleh manusia dalam berbagai urusan.

Konsep kebenaran lain (ex: koherensi, pragmatis, konsensus, konstruktifis, dll), hanya filosofis.

Perbedaan pendapat di antara manusia tidak membuat kebenaran itu menjadi mutlak relatif

(20)

Jawaban: kepastian dalam metode rasional

Berpikir tentang:

Ada/tidaknya

sesuatu Pasti benar

Hakekat

sesuatu Mungkin salah

Sifat sesuatu Mungkin salah

(21)

Relativisme dan kesalahannya

Mengutip pernyataan Bohr, “There are trivial truths and there are great truths. The opposite of a trivial truth is plainly false. The

opposite of a great truth is also true.”

Jelas tidak masuk akal, sebab: “dua hal yang bertentangan tidak mungkin sama-sama benar.” (non kontradiksi)

(22)

Pragmatisme dan Kesalahannya

William James, “sejauh kepercayaan terhadap suatu ide itu memberi manfaat bagi hidup kita, maka itulah kebenaran”.

Pertama: manfaat bersifat subjektif, terkait nafsu, dan

kecenderungan orang. Berdusta bisa menjadi kebenaran bagi seseorang karena bermanfaat.

Kedua: manusia selalu mencari kebenaran di tengah

persengketaan. Sengketa tidak selesai jika kebenaran adalah manfaat subjektif bagi masing-masing pihak.

Ketiga: menimbulkan kontradiksi.

Keempat: menjadikan manfaat sebagai kebenaran berarti mencampakkan kebenaran atas nama manfaat

(23)

Masalah Pemikiran Barat

Tidak membedakan antara pemikiran tentang ada/tidaknya sesuatu dengan pemikiran tentang hakekat dan sifat sesuatu.

Menganggap seluruh pemikiran bersifat zhanni, mungkin salah, menerima perbaikan, dst.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif komparasi dengan penarikan kesimpulan melalui analisis statistik. Sampel yang diambil sebanyak 94 siswa dengan

[r]

10. Dalam melaksanakan praktik mengajar dikelas, sebelumnya telah mempersiapkan satuan mata diklat agar pada saat mengajar nantinya jelas arah dan tujuannya. Hal

Bryson (dalam Agus, 2008) menyatakan bahwa ada dua hal yang mengakibatkan adanya hegemoni maskulinitas dalam olahraga yaitu: pertama olahraga itu berkaitan dengan

Versi klien dari Windows 7 dirilis dalam versi 32-bit dan 64-bit walaupun versi servernya (yang menggantikan Windows Server 2008) dirilis hanya dalam versi 64-bit, atau

[r]

EFEKTIVITAS MEDIA STOP MOTION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA RANAH KOGNITIF MATA PELAJARAN BIOLOGI.. Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dari berbagai pihak sehingga skripsi yang berjudul “ Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Materi Bekerja Sama Dengan Tetangga Melalui Pembelajaran