• Tidak ada hasil yang ditemukan

1/10 STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI SEKTOR PERDAGANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1/10 STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI SEKTOR PERDAGANGAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1/10

STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI SEKTOR PERDAGANGAN

Nama Diklat : Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan VIII

Tahun : 2017

Ruang lingkup inovasi : Kabupaten/Kota

Cluster inovasi : Keuangan, Anggaran & Pendapatan Inovator : UN.Sugihartono,SE,MM

Jabatan : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Instansi : Kabupaten Sragen

Latar Belakang

Di era otonomi daerah, maka daerah diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Sejalan dengan kewenangan tersebut Pemerintah daerah diharapkan untuk dapat menggali sumber-sumber pendapatan daerah selain pendapatan dari dana perimbangan baik pusat maupun provinsi guna memenuhi kebutuhan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang khusus bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu upaya yang dapat di tempuh Pemerintah Daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepenuhnya tergantung sejauh mana kreatifitas daerah untuk memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya. Kewenangan Pemerintah Daerah dalam pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dengan di terbitkan Undang-Undang tersebut di atas di harapkan daerah dapat menciptakan perubahan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui penetapan pengenaan pajak daerah dan retribusi daerah baru sebagai pelimpahan kewenangan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Kewenangan tersebut di harapkan dapat mengoptimalkan pajak daerah dan retribusi daerah yang digunakan untuk pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Dalam rangka mewujudkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah dari sektor perdagangan perlu adanya strategi yang paling tepat dan sesuai situasi dan kondisi yang di miliki serta melalui inovasi yang tentunya di dukung oleh ketersediaan berbagai sarana dan prasarana di daerah misalnya mendorong penyediaan sarana prasarana yang dapat meningkatkan potensi penerimaan dari retribusi daerah, salah satunya adalah retribusi dari sektor perdagangan

Sejalan dengan 9 program agenda prioritas Nawa Cita yang dijadikan visi misi oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo dan M. Jusuf Kalla salah satunya adalah Mewujudkan

(2)

2/10

kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestic (Nawa Cita No. 7). Kondisi ini sangat sesuai dengan semangat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memaksimalkan potensi sesuai kondisi masing-masing daerah.

Semangat untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Sragen tahun 2016 –2021 yaitu :

“BANGKIT BERSAMA MEWUJUDKAN BUMI SUKOWATI YANG SEJAHTERA DAN BERMARTABAT”. Untuk mewujudkan Visi Bupati dan Wakil bupati tersebut di atas dijabarkan dalam Misi yang salah satunya

termaktup pada Misi no. 1 yaitu Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang efektif, aspiratif, partisipatif dan transparan.

Nawa Cita Presiden dan Wakil Republik Indonesia dan juga visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sragen dapat diambil suatu kesimpulan bahwa untuk melaksanakan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan daerah perlu adanya kemandirian daerah terkait dengan sumber-sumber pembiayaan khususnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi retribusi daerah sebagai salah satu penyumbang peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang cukup besar dan signifikan yang tidak bisa dipandang sebelah mata bagi Pemerintah Daerah Sragen.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sragen No 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum ada 11 jenis retribusi yang dipungut oleh Pemerintah Kabupaten Sragen melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai berikut :

1. Retribusi Pelayanan Kesehatan;

2. Retribusi Pelayananan Persampahan / Kebersihan;

3. Retribusi Pergantian Biaya Cetak KTP dan Akta Catatan Sipil;

4. Retribusi Pelayanan Pemakaman;

5. Retribusi Pelayananan Parkir di Tepi Jalan Umum;

6. Retribusi Pelayanan Pasar;

7. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor;

(3)

3/10

8. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran;

9. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta;

10. Retribusi Penyediaan dan / atau Penyedotan Kakus;

11. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

Sesuai tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen dari 11 retribusi tersebut di atas yang dikelola adalah terkait retribusi pelayanan pasar. Namun sesuai potensi yang dimiliki masih ada peluang untuk melakukan pemungutan retribusi baru dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Daerah melaksanakan fungsi pelayanan dan melindungi bagi masyarakat/ konsumen, yaitu pemungutan retribusi pelayanan tera/tera ulang, yang sebelumnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, namun setelah diterbitkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah maka retribusi pelayanan tera/tera ulang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Sampai dengan saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen melaksanakan pengelolaan 46 pasar rakyat dan 2 pasar hewan yang diketuai oleh 15 orang Ketua Pengelola Pasar yang dibantu oleh 94 orang PNS dan 44 orang non PNS. Adapun jumlah pedagang seluruhnya sesuai data yang ada terdiri dari 2.895 pedagang kios dan 8.651 pedagang los yang memegang ijin usaha pemanfaatan. Selain itu juga terdapat beberapa pedagang yang sifatnya musiman atau istilahnya oprokan sebanyak 1.380 pedagang.

Melihat hasil diagnosa model Leavitt’s di atas bisa diambil kesimpulan permasalahan prioritas yaitu karena tarif retribusi pelayanan pasar yang ditetapkan pada Perda No 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum sudah

tidak relevan lagi dengan pertumbuhan ekonomi atau terlalu rendah dan belum tercantumnya tarif tera/tera ulang serta penerapan e-retribusi pasar maka diperlukan proyek perubahan untuk mengoptimalkan retribusi di sektor perdagangan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sehingga kami menyusun proyek perubahan dengan judul “STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI SEKTOR PERDAGANGAN”.

Manfaat

(4)

4/10

Manfaat yang diharapkan dari terlaksananya proper ini adalah :

a. Bagi Pemerintah Kabupaten Sragen

1. Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah terutama dari sektor bidang perdagangan akan meningkatkan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pembanguanan daerah.

2. Terciptanya kondisi perekonomian yang stabil dan kondusif di Kabupaten Sragen.

3. Membantu mewujudkan visi misi Kabupaten Sragen “Bangkit Bersama Mewujudkan Bumi Sukowati yang Sejahtera dan Bermartabat”.

b. Bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen

1. Dengan telah di tetapkan perda retribusi jasa umum yang baru maka akan dapat meningkatkan target penerimaan retribusi sektor perdagangan dan meningkatkan kinerja bagi pegawai .

2. Berjalannya sistem pemungutan retribusi yang lebih efektif, efisien dan transparan melalui e-retribusi.

3. Peningkatan / perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi pedagang pasar dan pengguna jasa tera/tera ulang.

c. Bagi Masyarakat

1. Dengan meningkatnya kemampuan keuangan daerah maka pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sragen akan lebih cepat / baik sehingga bisa langsung di nikmati oleh semua lapisan masyarakat .

2. Dengan regulasi yang ada maka pemeriksaaan timbangan, alat ukur di bidang pelayanan tera/tera ulang membuat kepercayaan masyarakat akan alat ukur yang pasti dan memudahkan pelayanan bagi masyarakat yang terkait,

d. Bagi Pedagang Pasar

1. Dengan regulasi dan sistem pemungutan retribusi yang lebih efektif, efisien serta transparan, maka pedagang akan dimudahkan dalam melaksanakan

(5)

5/10

kewajibannya dalam membayar retribusi.

2. Dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah diharapkan ada timbal baliknya dalam pembangunan / perbaikan pasar sehingga pasar dapat lebih baik dan nyaman dan dapat menarik pengnjung lebih banyak lagi dan meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar.

e. Bagi Lembaga Keuangan / Perbankan

1. Terjalinnya kerjasama antara Pemkab Sragen dan Bank Jateng selaku penyedia program e-retribusi (electronic retribusi).

2. Bank Jateng lebih bisa mempromosikan program – programnya dan diharapkan bisa memberikan bantuan permodalan kepada pedagang pasar.

Milestone

NO

TAHAPAN DAN CAPAIAN ANTARA

OUTPUT TAHAPAN JANGKA WAKTU

A

JANGKA PENDEK

Tersusunnya draft Raperda jasa umum dan pilot proyek e-retribusi

(6)

6/10

1.

Pembentukan Tim Kerja

a. Penyusunan draf SK Tim Kerja

b. Perumusan Pembagian Tugas Tim

c. Penyusunan Jadwal Kegiatan Tim

Terbentuknya Tim Kerja dengan SK

Minggu ke III September 2017

2.

Koordinasi dengan stakeholder

internal dan eksternal Disepakatinya penyusunan draft perubahan tarif retribusi

Minggu ke III September 2017

3.

Membangun kerjasama dengan pihak ke III

a. Rapat penyusunan draft

b. Pembahasan draft dengan stakeholders

c. Penandatangangan perjanjian kerjasama

Terlaksananya

penandatanganan perjanjian kerjasama dengan pihak ke III

Minggu ke III September 2017

(7)

7/10

4.

Penyiapan draft perubahan / penetapan tarif

a. Rapat pembahasan draft I perubahan / penetapan tarif

b. Study banding terkait Perda retribusi jasa umum

c. Rapat pembahasan draft II perubahan / penetapan tarif

Tersusunnya draft

perubahan/penetapan tarif retribusi

Minggu ke IV September 2017

dan Minggu ke III Oktober 2017

5. Pendataan potensi pasar Tersedianya data yang akurat dan akuntable

Minggu IV s/d Minggu V September 2017

6.

Sosialiasasi perubahan/penetapan tarif

a. Sosialisasi I

b. Sosialisasi II

Dipahaminya perlunya perubahan/penetapan tarif

Minggu ke IV September 2017

dan

Minggu Ke II

Oktober 2017

(8)

8/10

7.

Persiapan penerapan e-retribusi

a. Kajian aspek teknis

b. Study banding

c. Pembuatan draf SOP

d. Entry data dan pembuatan e-card dan aplikasi e-retribusi

Tersedianya SOP penerapan e-retribusi

Minggu ke V September 2017

8.

Sosialisasi e-retribusi

a. Sosialisasi I

b. Sosialisasi II

c. Sosialisasi III

Dipahami penerapan e-retribusi

Minggu ke III September 2017, Minggu ke IV September 2017 Minggu ke II Oktober 2017

9. Ujicoba penerapan e-retribusi di Pasar Bunder

Terlaksananya ujicoba

penerapan e-retribusi di Pasar Bunder

Minggu ke III Oktober 2017

10.

Launching e-retribusi Terlaksananya launching e-retribusi

Minggu ke IV Oktober 2017

(9)

9/10

11.

Monitoring dan evaluasi

Kegiatan jangka pendek

Diketahuinya capaian penerapan e- restribusi

Minggu I November 2017

B.

JANGKA MENENGAH

Penetapan Perda Retribusi Jasa Umum

56 1

a. Penyampaian raperda retribusi jasa umum ke DPRD

b. Pembahasan raperda di pansus DPRD

c. Pelaksanaan public hearing

d. Kesepakatan raperda menjadi Perda Retribusi

e. Jasa Umum

Disahkannya Raperda menjadi

Perda Retribusi Jasa Umum Tahun 2018

C.

JANGKA PANJANG

Peningkatan PAD sektor perdaganagan.

(10)

10/10 1

Pelaksanaan Perda Retribusi Jasa Umum

a. Pelaksanaan penarikan retribusi sesuai dengan regulasi

b. Penerapan E-Retribusi pasar di Kabupaten Sragen

Peningkatan PAD khususnya di sektor perdagangan

Tahun 2018,

Tahun 2019

2

Monitoring dan evaluasi kegiatan

jangka panjang Diketahui capaian peningkatan

PAD di sektor perdagangan Tahun 2019

Dicetak melalui website E-Proper BPSDMD Provinsi Jawa Tengah (https://bpsdmd.jatengprov.go.id/eproper) pada 24 Mar 2022 13:08:45

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah di bidang

Peranan Ret ribusi I MB dalam m eningkat kan PAD, padaTat a Ruang dan Pem ukim an Kabupat en Bant en.. Mencari Bent uk Ot onom i Daerah Dan Upaya

Untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran, maka pilihan strategi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten

Sesuai dengan visi misi Bupati Blora dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, bersih dari KKN, dan demokratis melalui reformasi birokrasi dalam rangka peningkatan pelayanan

Berdasarkan perumusuan strategi yang diusulkan pada matriks SWOT, strategi – strategi tersebut merupakan strategi yang harus dilakukan untuk mempertahankan posisi

Sebagai salah satu gambaran penerimaan PAD untuk jenis retribusi izin usaha perikanan selama 5 (lima) tahun terakhir tidak pernah mencapai target yang ditetapkan, hal

Atas dasar identifikasi masalah tersebut, maka perumuan masalah tersebut, maka perumuan masalah dalam penelitian ini adalah masalah dalam penelitian ini adalah strategi

Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke dalam rangka melaksanakan Visi, Misi untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan pada Tahun Anggaran 2002, memiliki dua