• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. dengan arti yang berbeda, dengan tujuan informasi, hiburan, pendidikan dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. dengan arti yang berbeda, dengan tujuan informasi, hiburan, pendidikan dan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di zaman serba modern sekarang infromasi menjadi kebutuhan penting dikehidupan sehari-hari. Media massa menjadi sumber informasi media penyampai pesan atau berita kepada khalayak akan semakin terus berkembang seiring berkembangnya zaman. Pada hakikatnya media massa merupakan media untuk menyampaikan pesan yang di produksi dengan realitas yang disajikan dengan arti yang berbeda, dengan tujuan informasi, hiburan, pendidikan dan sebagai alat kontrol sosial. Menyampaikan pesan ke audiens yang berbeda pada saat yang sama memiliki beberapa efek positif dan negatif.

Istilah industri media massa (mass media industries), menjelaskan delapan jenis usaha atau bisnis media massa. Kedelapan industri media tersebut yaitu pertama buku, kedua surat kabar, ketiga majalah, keempat rekaman, kelima radio, keenam film, ketujuh televisi, dan kedelapan internet (Biagi,2010). Media online adalah media dunia maya yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja tanpa batasan melalui koneksi internet. Menurut Asep M. Romli mendefinisikan media online sebagai media massa

“generasi ketiga” yang mengikuti media cetak seperti surat kabar, tabloid, majalah, buku, media elektronik, radio, televisi, film dan video (Romli, 2012). Seiring berkembangnya Era industri media cetak seperti surat kabar dan majalah mulai merambah internet yaitu eprints. Eprints merupakan salah satu perangkat lunak perpustakaan digital dan digunakan sebagai katalog yang dapat memudahkan dan memudahkan pembaca untuk menemukan buletin online melalui internet.

(2)

2 Di awal tahun 2021 media massa gencar memberitakan musibah dan bencana alam di Indonesia, salah satunya media online yang banyak menyajikan berita bencana alam yang terjadi salah satunya Bencana Banjir yang terjadi Kalimantan Selatan yaitu Banjir. Peristiwa Banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan banyak menyedot perhatian khalayak dari media lokal hingga media nasional. Di kutip dari kumparan.com dari data BNPB bencana banjir Kal-Sel (Kalimantan Selatan) merendam 7.dari 11..Kabupaten/Kota dengan tinggi 1,5 hingga 2 meter, tujuh daerah itu adalah Kabupaten.Tapin, Kabupaten.Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Tanah.Laut, Kabupaten.Hulu Sungai.Tengah, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten.Tabalong.

Dengan status tanggap darurat hingga 19 Januari 2021. Menurut data Geoportal Kebencanaan Indonesia BNPB, mengakibatkan sejumlah orang tewas, rumah-rumah rusak, fasilitas umum rusak hingga jalur transportasi yang terputus akibar dari banjir besar di Kalimantan Selatan. Terhitung 15 orang tewas, 39.549 orang mengungsi dan 24.379 rumah terendam.

Gambar 1.1 Info Grafis Statistik di Kalsel 2008 – Januari 2021 (sumber : https://kumparan.com/kumparannews/data-.bencanabanjir-kal-sel- periode-2008-2021-kejadian-tersering-dibulan-januari-1v0ghlmYWsZ/full di

akses pada 7 april 2021)

(3)

3 Pada gambar 1.1 bisa dilihat bahwa pada tahun 2008 telah menjadi Bencana Banjir yang paling besar dalam jangka waktu hampir 13 tahun terakhir yang banyak merugikan warga Kalimantan Selatan khususnya. Tingginya curah hujan jadi salah satu faktor dan penyebab bencana banjir melebar dan membludak di wilayah Kalimantan selatan. Menurut Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tingginya intensitas hujan dengan curah yang sangat ekstrim terjadi dan menyebar luas secara melebar di Kalimantan Selatan di sekitar tanggal 8 hingga 14 Januari 2021. Berbagai kondisi mengakibatkan banjir meluas yang membuat para warga mengungsi ke lokasi lebih aman. Dari tinjauan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengamati adanya peralihan tutupan lahan dari hutan kering menjadi perkebunan.. Termasuk aktivitas pertambangan yang terjadi dari 1990 sampai dengan 2019.

Menurut data dari Daftar Rentan Bencana yang diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana tahun 2010, dari 386 kabupaten/kota di Indonesia, 175 kabupaten/kota tergolong area atau daerah yang berisiko tinggi.

Dan sebanyak 179 kabupaten/kota tergolong daerah dengan risiko bencana sedang dan sebanyak 32 kabupaten/kota tergolong daerah dengan risiko bencana rendah.

Kalimantan selatan masuk dalam kategori daerah rawan bencana sedang.

Dibalik berdukanya provinsi Kalimantan selatan diakibatkan Bencana Banjir, media sosial di ramaikan video yang memparodikan Gubernur Kalimantan Selatan H.

Sahbirin Noor, SSos., M.H. atau lebih sering dipanggil Paman Birin tentang bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan. Hingga ramai tersebar dan diperbincangkan di media sosial munculnya ancaman atau teguran yang dinyatakan tim kuasa hukum Gubernur Kalimantan Selatatan yang berisi sebagai berikut :

(4)

4 Gambar 1.2 Surat Somasi Gubernur Kalimantan Selatan

(sumber : https://walhikalsel.or.id/.rilis-.bersama.-koalisi-.masyarakat-sipil- .mengecam,-somasi-,gubernur-kalsel./ di akses pada 7 april 2021)

Terkait surat somasi pada gambar 1.2 pada tanggal 17 Januari 2021, Kuasa hukum Gubernur Kalsel mengecam dan melaporkan aktivitas menyebarkan kebencian (hatespeech), fitnah, dan pencemaran nama baik merujuk kepada H.

Sahbirin.Noor Gubernur Kalimantan Selatan ke Kepolisian dengan menggunakan pasal-pasal pidana UU ITE Nomor 11 tahun 2008. Somasi ini sampai ke acara Mata Najwa yang di bahas pada kanal Youtube Najwa Shihab yang di upload tanggal 21 januari 2021 pada Part 7 pada menit 3:27 yang menanyakan “Apakah benar ada ancaman untuk warga dan dilaporkan ke polisi bagi yang memviralkan video tertentu yang dianggap memparodikan bapak gubernur itu, benar pak sekda?” Tanya Najwa Shihab kepada perwakilan Gubernur yaitu Roy Rijali Anwar selaku Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan.yang menjadi Narasumber.

(5)

5 Sekda Kalsel tidak menjawab kebenarannya. Apalagi menurut Sekda Kalsel Roy Rijali kabar ini asal dan sumbernya dari Media Sosial. Di samping itu Najwa mempertanyakan kemana pak Gubernur yang biasa di sapa paman Birin yang tidak menjadi narasumber langsung.

"Saat ini saya mohon maaf Pak Gubernur tidak bisa hadir karena siang malam dia mendistribusikan logistik ke daerah-daerah yang tidak terjangkau korban banjir untuk mendistribusikannya ke seluruh wilayah yang terkena banjir di Kalsel." terang Roy Rizali. Terkait hal ini, kepala kuasa..hukum H.Sahbirin..Noor, Dr. Syarifudin.SH.,MH tidak mengiyakan namun juga tidak berkilah mengenai gambar berisi peringatan atau somasi yang beredar tersebut.

Somasi tersebut menciptakan ketakutan warga Kalimantan Selatan dalam berekspresi dan menyampaikan pendapat, padahal kritik tentang banjir tersebut memang secara faktual terjadi. Berdasarkan Pasal 66..UU Nomor 32..Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan..Lingkungan Hidup (UU PPLH), Setiap pembela hak atas lingkungan yang sehat tidak dapat dituntut di bawah hukum pidana atau perdata. Kondisi lingkungan di Kalsel menjadi sorotan, menurut catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalsel, 50% dari luas Kalsel yang mencapai 3,7 juta hektare sudah dikenakan pajak izin pertambangan. , dengan 33% untuk izin perkebunan kelapa sawit dan 17% untuk hak pertambangan. Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hak Fasilitas Industri (HTI).

Menurut Walhi Kalimantan Selatan mendata ada sekitar 814 lubang bekas tambang milik 157 perusahaan pertambangan Batu Bara, hampir sebagian lubang masih status aktif dan lainnya dilupakan tanpa reklamasi.

(6)

6 Media merupakan salah satu alat umtuk menyebarkan informasi. Media memiliki peran penting dalam mempengaruhi dalam alur informasi yang tersebar di masyarakat. Secara tidak langsung masyarakat ikut mengawasi dan memonitor kinerja pemerintah khususnya pertambangan dan perkebunan.

Di Kalimantan Selatan persoalan kerusakan lingkungan khususnya pertambangan dan perkebunan masih sering terjadi, ditambah pemberitaan tentang hal tersebut kurang dilakukan oleh media lokal. Dalam ruang lingkup masyarakat sudah menjadi hal yang tabu betapa rusaknya alam Kalimantan selatan karena banyaknya dominasi pengusaha-pengusaha tambang dan perkebunan yang berpengaruh di Kalimantan Selatan. Beberapa persoalan ditenggarai menjadi penyebab yaitu :

1 Media massa sebagai salah satu alat informasi yang digunakan dalam aktifitas komunikasi khususnya dalam penyampaian informasi kerusakan lingkungan masih memiliki keterbatasan.

2 Kurangnya ketertarikan masyarakat tentang peduli lingkungan di Kalimantan selatan. Tetapi setelah terjadinya bencana banjir banyak masyarakat menyoroti kembali tentang kerusakan lingkungan yang terjadi.

Dari beberapa tersebut banyak media yang memberitakan hal tersebut, di karenakan kontroversialnya dan terbatasanya kebebasan berpendapat masyarakat ,dengan di keluarkan somasi anti kritik yang beredar di media sosial. Berbagai media memberitakan bencana banjir di Kalimantan Selatan dari Media Lokal hingga Media Nasional. Salah satu media yang besar di Kalimantan Selatan yaitu media lokal Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Peran media khususnya media lokal dalam menyajikan sebuah informasi tentunya tidak dapat

(7)

7 disampingkan tentang surat somsasi yang viral di media social yang keluarkan oleh Gubernur Kalimantan selatan, ditambah dengan banyaknya isu-isu mengenai bencana banjir dan kerusakan lingkungan yang menjadi penyebab banjir. Jadi fokus peneliti adalah analisis pemberitaan posisi pemerintah Kalimantan Selatan yang merujuk pada Bencana Banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Disini peneliti mengambil beberapa media lokal yaitu Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin yang menjadi objek dari penelitian ini karena berita banjir Kalimantan Selatan selalu menjadi Headline selama hampir 7 hari terhitung tanggal 14 Januari hingga 20 januari 2021. Sebagai Media yang menyajikan berita melalui Media Online dan Media Cetak, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin juga mempunyai perputaran yang besar dibandingkan dengan Media lokal yang terbit di Kalimantan Selatan. Tentunya peneliti mengambil berita dari periode 14 Januari 2021 sampai dengan 20 Januari 2021 dikarenakan semakin parahnya bencana banjir di beberapa daerah Kalimantan Selatan termasuk ibukota Kalimantan Selatan yaitu Kota Banjarmasin yang jarang sekali terdampak Bencana Banjir, di tambah dengan surat somasi Gubernur Kalimantan Selatan H.

Sahbirin Noor yang viral di sosial media dan banyaknya pemberitaan tentang gundulnya lahan dan hutan di Kalimantan Selatan.

Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis isi dari berita yang menjadi Headline dalam surat kabar lokal, salah satunya berita Bencana Banjir di Kalimantan Selatan. Apakah ada berita yang memuat pemerintah provinsi Kalimantan Selatan yang merujuk pada pemberitaan Positif, Netral, dan Negatif dari berita yang disajikan terkait Bencana Banjir di Kalimantan Selatan pada Media Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin selama ramainya pemberitaan

(8)

8 Bencana Banjir yang berdampak kepada Gubernur Kalimantan Selatan H. Sabirin.

Memperhatikan peran media dan fungsi media mampu memberikan informasi yang benar dan seimbang. Keakuratan informasi yang diterima tentu tidak dapat dipisahkan dari fungsi masing-masing media untuk memposisikan setiap pesan yang dipublikasikan. Permintaan ini tentu juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk kejelasan yang lebih besar tentang semua informasi media terkait.

Bertolak dari pemirikiran diatas, maka peneliti hendak melakukan analisis isi tentang pemberitaan positif, negative, dan netral pada portal berita Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin pada edisi 14 Januari 2021 hingga 20 Januari 2021.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah “Seberapa besar frekuensi kemunculan arah pemberitaan posisi pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam pemberitaan bencana banjir di Kalimantan Selatan berdasarkan kategori tema dan nada pemberitaan pada Portal Berita Lokal Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin edisi 14 Januari – 20 Januari 2021 berdasarkan analisis isi?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui arah pemberitaan posisi pemerintah provinsi Kalimantan Selatan pada pemberitaan bencana banjir di Kalimantan Selatan pada Portal Berita local Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin edisi 14 Januari – 20 Januari 2021.

(9)

9 1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:

1.5 Manfaat Akademis

Dari hasil penelitian yang telah ditemukan, maka harapannya penelitian ini dapat dijadikan Tambahan pengetahuan dan referensi baru serta pendampingan di bidang ilmu komunikasi, khususnya penelitian jurnalistik berita di surat kabar yang menggunakan model analisis isi.

1.6 Manfaat Audiens

Penelitian ini juga bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat umum mungkin mengetahui bahwa berita yang disajikan di media, khususnya media online, tidak ditentukan semata-mata oleh kebenaran/kenyataan yang disajikan.

Melainkan ditentukan oleh bagaimana kuantifikasi sifat-sifat yang terkandung dalam konten media massa.

Gambar

Gambar 1.1 Info Grafis Statistik di Kalsel 2008 – Januari 2021  (sumber :  https://kumparan.com/kumparannews/data-.bencanabanjir-kal-sel-periode-2008-2021-kejadian-tersering-dibulan-januari-1v0ghlmYWsZ/full di

Referensi

Dokumen terkait

RCM II ( Reliability Centered Maintenance ) meruapakan salah satu metode yang digunakan untuk menentukan tindakan perawatan optimal serta Grey FMEA digunakan untuk

Menjelaskan cara menyelesaikan soal cerita tentang penjumlahan atau pengurangan bilangan bulat Bersama siswa mendiskusikan cara penyelesaian soal cerita tentang penjumlahan

informasi tentang jenis dan berbagai motif batik store nusantara, dapat melakukan pemesanan batik secara online dengan mendaftarkan data diri pelanggan dan mengisi form

Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar,

Namun demikian, terjadinya berbagai aksi terorisme tersebut ditanggapi beragam oleh beberapa kalangan di tengah masyarakat Indonesia, disatu sisi bahwa aksi terorisme

Bagian pertama tentang pendekatan dalam kajian etika komunikasi yaitu pendekatan kultural guna menganalisis perilaku pelaku profesi komunikasi dan pendekatan strukrural

Produk yang dihasilkan dikeringkan untuk mengurangi kandungan air (lebih kurang 20%), kemudian disimpan dalam kantung polypropilen yang tertutup rapat. 4) Uji daya simpan

Penyusunan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dalam