• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Kepuasan kerja karyawan adalah cara pandangan seorang karyawan yang mempengaruhi keadaan emosional yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam mengerjakan suatu pekerjaannya (Handoko, 2001).

Menurut Suwatno dan Priansa (2011) mengatakan bahwa kepuasan kerja adalah cara seseorang merasakan pekerjaannya berdasarkan sikap seseorang tersebut terhadap berbagai aspek yang terkandung dalam pekerjaan. Menurut Dawal dan Taha (2006;267) menyatakan bahwa kepuasan kerja karyawan merupakan kunci sukses organisasi atau perusahaan. Untuk dapat survive perusahaan atau organisasi harus mempunyai seorang karyawan yang memiliki sikap yang baik dan semangat kerja yang tinggi sehingga ada rasa kepuasan dan loyalitas terhadap perusahaan.

Kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang dirasakan oleh karyawan terkait dengan keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap pekerjaan mereka. Yulharsari (2012;3) menyatakan bahwa kepuasan kerja tersebut dapat meningkat jika seorang karyawan memiliki rasa tanggung jawab untuk mengerjakan pekerjaannya secara maksimal.

Kepuasan kerja karyawan tidak dapat dilihat hanya saat melakukan pekerjaan, tetapi terkait juga dengan aspek yang lain seperti interaksi dengan atasan, rekan kerja, menaati peraturan, dan lingkungan kerja. Kepuasan kerja dapat dilihat dari sikap karyawan pada saat melakukan pekerjaan yang dapat dirasakan oleh karyawan tersebut di lingkungan pekerjaannya (Handoko, 2001).

Kepuasan yang dirasakan oleh karyawan dapat menimbulkan perasaan yang menyenangkan dalam bekerja dengan itu dapat mempengaruhi kinerja dari seorang karyawan. Kepuasan kerja karyawan adalah sebagai salah satu sikap umum seorang karyawan terhadap pekerjaannya (Nathalia dan Kristiana, 2012:26). Bertitik tolak dari uraian di atas kepuasan kerja merupakan unsur

(2)

penting yang tidak dapat diabaikan oleh setiap perusahaan. Pada kenyataannya kepuasan kerja sering kali kurang mendapat perhatian oleh setiap perusahaan.

Setiap perusahaan pasti ingin para karyawannya untuk dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, kepuasan kerja pada karyawan dapat berpengaruh dengan tercapainya tujuan perusahaan yang dapat dipengaruhi oleh hasil terbaik yang diberikan oleh setiap individu. Sikap umum terhadap pekerjaan karyawan yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang seharusnya mereka terima (Robbins dan Judge, 2007). Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perasaan seorang karyawan yang berkaitan dengan kepuasan kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja diantaranya adalah penghasilan atau gaji yang diterima, jenis pekerjaan, hubungan dengan atasan yang memberikan supervisi, rekan kerja, serta kondisi lingkungan kerja (Munandar, 2010).

Masalah sumber daya manusia masih menjadi sorotan dan tumpuan bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan di era globalisasi. Sumber daya manusia mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan organisasi. Organisasi tidak akan terselesaikan dengan baik jika hanya didukung oleh sarana dan prasarana serta sumber daya yang berlebihan, tetapi juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang handal (Abadi, 2013).

Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang cepat, sumber daya manusia yang berkualitas akan menjadi kekuatan bagi perusahaan untuk bertahan hidup. Kemudahan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi juga menyebabkan banyak pesaing–pesaing baru masuk dalam bisnis yang telah dijalani. Kemudahan pesaing– pesaing baru untuk masuk dalam dunia bisnis, mengakibatkan adanya persaingan yang semakin ketat. Pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia harus direncanakan dengan baik untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan yang diharapkan.

Sebelum pengembangan dilaksanakan, perlu dilakukan suatu analisis untuk mengetahui jenis dan metode pengembangan yang dibutuhkan oleh karyawan.

Pemilihan metode yang tepat akan membantu dalam kelancaran pelaksanaan.

(3)

Untuk mengetahui apakah hasil yang didapat telah sesuai dengan tujuan, diperlukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia, karena dengan adanya perencanaan yang matang, diharapkan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan (Abadi, 2013).

Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi kepuasan karyawan. Produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berhubungan dengan manusia itu sendiri maupun yang berhubungan dengan lingkungan. Dalam bekerja pegawai harus didukung oleh situasi lingkungan kerja yang baik. Lingkungan kerja yang baik yaitu lingkungan yang bersih, tenteram, aman, tidak bising, terang dan bebas dari segala macam ancaman dan gangguan yang dapat menghambat karyawan untuk bekerja secara optimal (Lewa dan Subowo, 2005:131).

Lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap kepuasan karyawan. Hasil penelitian, Chandra (2014), Adhi (2014) menyebutkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan karyawan. Hal ini di dukung oleh penelitian, Chandra (2014) bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan karyawan. Berbeda dengan penelitian Afiyah (2017) yang menunjukan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Lingkungan kerja yang baik akan selalu memberikan motivasi dan membuat karyawan nyaman dengan pekerjaannya. Hal itu bisa membuat karyawan senang bekerja menuju produktivitas kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah pemberian kompensasi. Pemberian kompensasi sangat penting bagi perusahaan karena besarnya kompensasi yang diberikan sangat berpengaruh terhadap kepuasan karyawannya. Pemberian kompensasi kepada karyawan secara tepat akan membuat mereka termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya dengan giat

(4)

sehingga hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi karyawan tersebut (Irawati, 2018).

Kompensasi ialah bentuk penghargaan yang di berikan kepada karyawannya sebagai balas jasa kepada karyawannya atas konstribusi yang di mereka berikan kepada organisasi atau perusahaan (Panggabean, 2002:75).

Nawawi (2008:315) menyatakan bahwa kompensasi merupakan penghargaan pada pekerja yang sudah berkonstribusi dalam mewujudkan tujuannya melalui kegiatan yang di sebut bekerja.

Kompensasi adalah segala sesuatu yang di terima oleh karyawan sebagai balas jasa kerja mereka (Sedarmayanti, 2011:239). Pemberian balas jasa ini dimaksudkan untuk mendorong aktivitas dan kreativitas karyawan sehingga menimbulkan loyalitas terhadap perusahaan. Apabila perusahaan tidak mampu mengembangkan dan mengaplikasikan imbalan yang layak atau memuaskan, perusahaan tidak hanya kehilangan tenaga profesional, tetapi juga kalah bersaing dengan perusahaan lain, karena tujuan perusahaan sendiri tidak tercapai (Sedarmayanti, 2011:239).

Hasil penelitian oleh , yang menunjukan bahwa kompensasi dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, dan kompensasi berpengaruh dominan terhadap kepuasan karyawan. Hal ini di dukung oleh penelitian Pioh (2016) & Tawas (2016) bahwa kompensasi mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dalam bekerja. Berdasarkan definisi tersebut pemberian kompensasi dalam organisasi sangat berpengaruh dalam kepuasan kerja karyawan. Berbeda dengan penelitian, Farida (2001) bahwa kompensasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

Sumber daya manusia (SDM) adalah unsur yang sangat penting untuk perusahaan karena tidak dapat tergantikan dengan teknologi apapun, karna semewah-mewahnya dan selengkap-lengkapnya fasilitas lingkungan kerja tidak akan berarti jika tidak adanya manusia yang mengatur, mengelola dan

(5)

memelihara fasilitas tersebut. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan bergantung dari faktor sumber daya manusia (Abadi, 2013).

Berdasrkan hasil pengamatan yang dilakukan pada PT. Swabina Gatra Gresik pada tahun 2019, fenomena di lapangan terdapat perilaku indisipliner pada beberapa karyawan misalnya datang terlambat saat berkerja, tidak semangat saat berkerja, sering melakukan kesalahan, banyak karyawan yang keluar dari perusahaan ata tidak berkerja lagi, dan seringkali lalai saat berkerja.

Perilaku-perilaku indisipliner tersebut memperlihatkan bahwasanya karyawan tidak optimal dalam berkerja. Hal ini mengindikasikan bahwa ketidakpuasan karyawan PT. Swabina Gatra Gresik.

Kepuasan kerja karyawan pada PT. Swabina Gatra Gresik ini dapat dilihat dari data absensi karyawan pada tahun 2018, jumlah karyawannya adalah 90 orang (bagian pengecekan, bagian mesin, bagian gudang, bagian produksi, bagian pengemasan), Data tersebut bisa dilihat dari tabel 1.1 sebagai berikut :

Tabel 1.1

Kedisiplinan Pegawai PT. Swabina Gatra Gresik tahun 2018

Bulan Ijin Sakit Absen

Januari 9 9 10

Februari 12 10 13

Maret 9 10 15

April 9 10 12

Mei 11 7 14

Juni 13 9 9

Juli 18 15 9

Agustus 12 11 14

September 9 8 11

Oktober 8 14 8

November 11 9 12

Desember 11 7 12

(6)

Sumber : Kantor PT. Swabina Gatra Gresik

Tabel 1.1 dapat dijelaskan bahwa hampir setiap bulan terdapat pegawai yang tidak datang dikantor dengan berbagai alasan, baik ijin, sakit, maupun alpa.

Dilihat dari tabel 1.1 tersebut bahwa tidak puasnya karyawan pada perusahaan ini sangatlah tinggi. Karena semakin banyak karyawan yang tidak masuk berarti semakin tidak ada kepuasan yang di miliki karyawannya. Dilihat dari segi gaji pekerja PT. Swabina Gatra Gresik ini masih kurang memenuhi. Gaji pokok pekerja yang belum pegawai tetap hanya Rp.2.853.000. Gaji ini masih di bawah upah minimum kabupaten Gresik yaitu Rp.4.197.030, tetapi masih banyak karyawan yang tetap berkerja di perusahaan ini karena memang membutuhkan pemasukan untuk keluargannya. Penyebabnya dapat menganggu jalannya pekerjaannya dan tidak optimal dalam menyelesaikan pekerjaannya. Menurut Effendi (2014) salah satu hal yang membuat karyawan absen dari pekerjaanya adalah rasa tidak puas terhadap pekerjaannya tersebut.

Kondisi seperti ini perlu diperhatikan secara lebih seksama faktor apa yang menyebabkannya. Dalam hal ini peneliti menentapkan faktor lingkungan kerja, kompensasi, serta kepuasan kerja karyawan sebagai variabel yang mempengaruhinya sesuai uraian di atas. Karena menurut peneliti kepuasan kerja karyawan pada PT. Swabina Gatra Gresik tersebut bermasalah. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka peneliti dapat membuat judul penelitian yaitu:

”Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. Swabina Gatra Gresik”.

(7)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan dari latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana lingkungan kerja, kompensasi dan kepuasan kerja karyawan pada PT. Swabina Gatra Gresik ?

2. Apakah lingkungan kerja dan kompensasi berpengaruh parsial terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Swabina Gatra Gresik?

3. Apakah lingkungan kerja dan kompensasi berpengaruh simultan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Swabina Gatra Gresik ?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui lingkungan kerja, kompensasi, dan kepuasan kerja pada PT. Swabina Gatra Gresik.

2. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Swabina Gatra Gresik.

3. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Swabina Gatra Gresik

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini di harapkan bisa memberi wawasan serta masukan bagi :

1. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan tambahan bagi perusahaan dalam menyikapi masalah tenaga kerja yang mencakup kepuasan kerja karyawan.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan lingkungan kerja, kompensasi, dan kepuasan kerja karyawan

(8)

E. Batasan Masalah

Masalah yang di angkat dalam skripsi ini terlalu luas jika diteliti secara menyeluruh. Maka dari itu agar pembahasan tidak meluas maka peneliti membatasi dan tefokus pada pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Swabina Gatra Gresik.

1. Responden yang di amati karyawan PT. Swabina Gatra Gresik yang sudah berkerja selama lebih dari 2 tahun

2. Pada perusahaan ini Kepuasan karyawan yang dirasakan oleh karyawan dapat menimbulkan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam bekerja dengan itu dapat mempengaruhi kinerja dari seorang karyawan pada PT. Swabina Gatra Gresik.

3. Jenis kompensasi yang di teliti adalah kompensasi berbentuk finansial di PT.

Swabina Gatra Gresik

Gambar

Tabel  1.1  dapat  dijelaskan  bahwa  hampir  setiap  bulan  terdapat  pegawai  yang tidak datang dikantor dengan berbagai alasan, baik ijin, sakit, maupun alpa

Referensi

Dokumen terkait

Selainitu, pada tahun 2014, Paramaguru dan Sampathkumar menentukan bilangan kromatik modularjoin dari dua buah graf khusus yaitu join dari dua graf bipartit, join dari

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk

Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan jurnal ini yaitu untuk mengetahui hak-hak dari anggota DPR dalam menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai suatu lembaga,dan untuk

Metode lain yang juga dapat digunakan untuk membuat PGA seperti yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode solid sate polymerization dengan

Merupakan suatu kehormatan dan kebanggan bagi Politeknik Negeri Jember, sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi untuk dapatnya menyelenggarakan suatu kegiatan

Uang pengganti yang mana kata dasar dari pengganti adalah ganti mempunyai arti : sesuatu yang menggantikan (alat, dan lainnya), orang yang menggantikan Pasal 18 Ayat (1) Huruf b

Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Kependudukan

Penyusunan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dalam