• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN SUPLEMENTASI TABLET BESI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN SUPLEMENTASI TABLET BESI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN SUPLEMENTASI TABLET BESI (Fe) DAN KOMBINASI TABLET BESI (Fe) DAN VITAMIN C TERHADAP KADAR

HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR UTARA

COMPARISON BETWEEN SUPPLEMENTATION OF IRON (FE) AN COMBINATION OF IRON (FE) AND VITAMIN C TABLETS ON HEMOGLOBIN LEVELS OF

ANEMIC PREGNANT WOMEN IN KAMPAR UTARA HEALTH CENTER WORKING AREA KAMPAR REGENCY

Elita Murni1*, Anita Syarifah2, Awaluddin3

1STIKes Tengku Maharatu, 2 STIKes Tengku Maharatu, 3 STIKes Tengku Maharatu

*e-mail : [email protected] ABSTRAK

Anemia Gizi Besi (AGB) merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia yang harus mendapatkan perhatian dan penanggulangan secara serius dengan prevalensi 48,9 %.

Kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kampar Utara tahun 2018 adalah sebesar 36,4

%. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan antara suplementasi tablet besi (Fe) dan kombinasi tablet besi (Fe) dan vitamin C terhadap kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Jenis penelitian penelitian Pre eksperimen design dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Sampel diambil dengan tekhnik purposive sampling yang terdiri dari 20 ibu hamil anemia diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C dan 20 ibu hamil anemia diberikan suplementasi besi. Lokasi penelitian di Kecamatan Kampar Utara. Lama pengambilan data selama 1 bulan. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan Hb digital. Data diolah menggunakan komputerisasi SPSS, dengan analis data univariat dan bivariat menggunakan uji statistis Independent Sample T Test. Hasil penelitian diperoleh perubahan kadar hemoglobin ibu hamil yang diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C lebih tinggi dari pada yang diberikan suplementasi besi dengan nilai mean 12,221 dan SD 0,7287 dibandingkan perubahan kadar ibu hamil yang diberi Fe dengan nilai mean 11,700 dan SD 0,4083. Hasil uji Independent Sample T Test didapatkan (ρ = 0,027) sehingga ada perbedaan rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil diberikan kombinasi tablet besi dan vitamin C dengan ibu hamil diberikan suplementasi tablet besi yaitu sebanyak 14 orang. Pemberian tablet besi dan vitamin C lebih efektif dalam meningkatkan kadar Hb ibu hamil. Disarankan kepada bagi ibu hamil untuk meminum tablet Fe dan vitamin C sampai habis sesuai anjuran bidan.

Referensi : 22 Referensi, 8 buku, 14 Jurnal (2009-2017)

(2)

ABSTRACT

Iron Nutrition Anemia is one of the four main nutritional problems in Indonesia that must get serious attention and response with prevalation in 48,9 %. The incidence of anemia in pregnant women in the Kampar Utara Health Center in 2018 was 36,4 %. The aim of the study was to determine the comparison between supplementation of iron (Fe) and combination of iron and vitamin C tablets on hemoglobin levels of anemic pregnant women. This type of pre-experimental research research design with a two group pretest-posttest design approach. The sample was taken by purposive sampling technique consisting of 20 respondents given combination iron and vitamin C supplementation and 20 respondents given iron supplementation. The location of research is in North Kampar District. Data collection duration for 1 month. The research instrument is an observation sheet and digital Hb. The data was processed used SPSS computerization, with univariate and bivariate data analysis used statistical tests Independent Sample T Test. The results showed that the changes in hemoglobin levels of pregnant women given iron and vitamin C combination supplementation were higher than those given iron supplementation with mean 12,221 and SD 0,7287 vs the pregnant women whose given with iron with mean 11,700 and SD 0,4083. Independent Sample T Test results were obtained (ρ = 0.027) so that the difference in average changes in hemoglobin levels of pregnant women were given iron and vitamin C tablets with pregnant women given iron tablet supplementation. It was concluded that iron and vitamin C tablets were more effective in increasing maternal hemoglobin levels of 14 pregnant person. pregnant. It is recommended for pregnant women to take fe and vitamin C tablets until they are exhausted as recommended by the midwife.

Keywords : Fe tablets, Vitamin C, Hemoglobin, pregnant women

PENDAHULUAN

Anemia Gizi Besi (AGB) merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia yang harus mendapatkan perhatian dan penanggulangan secara serius.

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia gizi (Susilo,W, 2015).

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2013, prevalensi anemia pada ibu-ibu hamil adalah sekitar 35–75% dan kejadian anemia semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan (Kemenkes RI, 2013).Menurut data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) tahun 2018, prevalensi anemia di Indonesia yaitu 48,9% dengan penderita anemia berumur 5-14 tahunsebesar 84,6%, 33,7 % berumur 25-34 tahun, 33,6 % berumur 35-44 tahun dan 24% berumur 45-54 tahun

(Kemenkes RI, 2018). Sedangkan kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Kampar tahun 2018 adalah sebesar 36,4%

(6.855 orang) dan di Puskesmas Kampar Utara sebesar 35,1 % (143 orang) Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2017 dimana jumlah ibu hamil anemia adalah sebanyak 25% (98 orang).

Anemia pada ibu hamil adalah keadaan ibu hamil dimana terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan untuk mensuplai makanan bagi kebutuhan ibu hamil dan janin. Berdasarkan kriteria World Health Organization (WHO) nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil ditetapkan dalam tiga kategori, yaitu normal ( 11 gr/dL), anemia ringan (8 – 11 gr/dL), dan anemia berat ( 8 gr/dL) (Kemenkes RI, 2012).

(3)

Faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya anemia gizi besi adalah kurangnya konsumsi zat besi yang berasal dari makanan atau rendahnya absorpsi zat besi yang ada dalam makanan. Ketersediaan zat besi dari makanan yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh akan mengakibatkan tubuh mengalami anemia gizi besi. Saat hamil, volume darah dalam tubuh meningkat 50%

karena tubuh memerlukan tambahan darah untuk mensuplai oksigen dan makanan bagi pertumbuhan janin. Meningkatnya volume darah berarti meningkat pula jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel darah merah. Anemia pada ibu hamil akan menimbulkan dampak antara lain abortus (keguguran), kelahiran prematur, persalinan yang lama karena rahim tidak berkontraksi, pendarahan pasca melahirkan, pendarahan yang terus menerus, syok serta infeksi pada saat persalinan atau setelahnya (Kemenkes RI, 2012)

Salah satu cara penanggulangan anemia gizi besi adalah dengan pemberian tablet besi sebanyak 90 tablet selama kehamilannya. Pemberian tablet besi bersamaan dengan zat gizi mikro lain (multiple micro nutrients) lebih efektif dalam meningkatkan status besi dibandingkan dengan hanya memberikan suplementasi besi dalam bentuk dosis tunggal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan penyerapan besi di dalam tubuh, suplementasi besi yang diberikan perlu dikombinasikan dengan mikronutrien lain, seperti vitamin C. Vitamin C atau asam askorbat adalah pendorong yang kuat untuk absorpsi besi. Mekanisme absorpsi ini termasuk mereduksi ion ferri menjadi ion ferro, sehingga mudah diserap dalam pH lebih tinggi dalam duodenum dan usus halus (Susilo,2015).

Berdasarkan penelitian Nurhayati, Halimatusakdiah, dan Asniah (2014) tentang pengaruh asupan tablet besi terhadap kadar Hemoglobin (Hb) pada ibu hamil pada 30

orang responden didapatkan hasil sebagian responden mengalami peningkatan nilai kadar Hb sesudah mengkonsumsi tablet Fe.

Hasil penelitian yang dilakukan Susilo Wirawan, dkk (2015) menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap perubahan kadar hemoglobin dengan pemberian tablet besi dan vitamin C dibandingkan dengan hanya memberikan suplementasi besi dalam bentuk tunggal.Vitamin C mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyerapan besi terutama dari besi nonhem yang banyak ditemukan dalam makanan nabati,sehingga dapat membantu peningkatan kadar Hb.

Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti terhadap 10 orang ibu hamil yang diberikan tablet besi sebanyak sepuluh tablet didapatkan bahwa 9 dari ibu hamil mengalami peningkatan kadar Hb dan 1 orang diantaranya tidak mengalami peningkatan Hb. Ini disebabkan karena kurang teraturnya ibu hamil mengkonsumsi tablet besi.

Terdorong karena masih tingginya angka kejadian anemia yang disebabkan kurangnya absorpsi zat besi dan ketidakteraturan konsumsi zat besi pada ibu hamil dimana berdasarkan penelitian terdahulu juga didapatkan bahwa pemberian tablet besi lebih efektif jika diberikan bersamaan dengan zat gizi mikro lain (multiple micronutrient) jika dibandingkan dengan hanya memberikan suplementasi besi dalam dosis tunggal maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Suplementasi Kombinasi Tablet Besi dan Vitamin C terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Ibu hamil Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Utara.

Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan antara pemberian suplementasi tablet besi (Fe) dan kombinasi tablet besi (Fe) dan vitamin C terhadap kadar hemoglobin ibu hamil anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Utara

(4)

Hipotesis ada perbedaan perbandingan antara pemberian suplementasi tablet besi (Fe) dan kombinasi tablet besi (Fe) dan dan vitamin C terhadap kenaikan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Kampar Utara

METODOLOGI

Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre eksperimen design dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Dalam penelitian ini dilakukan pada 2 (dua) kelompok yaitu kelompok perlakuan I (suplementasi Fe dan vitamin C) dan kelompok perlakuan II (suplementasi Fe).

Penelitian ini dilakukan dari September 2019 s/d Desember 2019.

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar di wilayah kerja Puskesmas Kampar Utara.

Populasi dalam penelitian ini adalahsemua ibu hamil anemia di wilayah Puskesmas Kampar Utara tahun 2019 yaitu 58 orang ibu hamil. Sampel yang dibutuhkan secara keseluruhan untuk 2 kelompok x 20= 40 orang ibu hamil. 20 orang untuk kelompok kontrol (Fe) dan 20 orang untuk kelompok intervensi (Fe dan vitamin C). Sampel diambil secara purposive sampling.

Pemeriksaan Hb dilakukan 4 kali selama 3,5 bulan Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji T independent.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Analisa Univariat

Tabel 1 Rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C di wilayah kerja Puskesmas Kampar Utara

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum diberikan suplementasi kombinasi tablet besi dan vitamin C adalah 9,150 gr/dl (SD=

0,8329 gr/dl) dengan kadar Hb terendah 8,4 gr/dl dan Hb tertinggi 10,3 gr/dl. Sedangkan rata-rata Hb ibu hamil sesudah diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C adalah 12,221 gr/dl (SD= 0,7287 gr/dl) dengan kadar Hb terendah 11 gr/dl dan tertinggi 13,6 gr/dl.

Tabel 2 Rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan suplementasi besi di wilayah kerja Puskesmas Kampar Utara

Variabel Mean SD Min-Max 95% CI Hb ibu hamil

sebelum diberikan suplementasi besi

11,700 0,4038 11-12,3 11,467- 11,933

Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum diberikan suplementasi besi adalah 10,136 gr/dl (SD= 0,4830gr/dl) dengan kadar Hb terendah 9,3 gr/dl dan tertinggi 10,9 gr/dl

Variabel Mean SD Min- Max

95% CI

Hb ibu hamil sebelum diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C

9,150 0,8329 7,4- 10,3

8,665- 9,635 Hb ibu hamil

sesudah diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C

12,221 0,7287 11-13,6 11,801- 12,642

Variabel Mean SD Min-Max 95% CI Hb ibu hamil

sebelum diberikan suplementasi besi

10,136 0,4830 9,3-10,9 9,857- 10,415

(5)

sedangkan rata-rata kadar Hb ibu hamil sesudah diberikan suplementasi besi adalah 11,700 gr/dl (SD= 0,4038 gr/dl) dengan kadar Hb terendah 11 gr/dl dan tertinggi 12,3 gr/dl.

Analisa Bivariat

Tabel 3 Perbedaan perubahan kadar hemoglobin antara kelompok perlakuan kombinasi tablet besi dan vitamin C dengan kelompok perlakuan suplementasi tablet besi di wilayah kerja Puskesmas Kampar Utara

Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa perubahan kadar hemoglobin ibu hamil selama tiga bulan pada ibu hamil yang diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C cendrung lebih tinggi dari pada ibu hamil yang diberikan suplementasi besi dengan nilai mean 12,221 dan SD 0,7287 dibandingkan ibu hamil yang diberikan suplementasi besi dengan nilai mean 11,700 dan SD 0,4083. Hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil antara kelompok perlakuan kombinasi tablet besi dan vitamin C dengan kelompok perlakuan suplementasi tablet besi dengan nilai ρ = 0,027 pada α 5%.

Pembahasan

Pengaruh Pengaruh Suplementasi Kombinasi Tablet Besi dan Vitamin C terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Ibu hamil Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Utara

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kadar hemoglobin ibu hamil selama 3,5 bulan pada ibu hamil yang diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C cendrung lebih tinggi dari pada ibu hamil yang diberikan suplementasi besi dengan nilai mean 12,221 dan SD 0,7287 dibandingkan ibu hamil yang diberikan suplementasi besi dengan nilai mean 11,700 dan SD 0,4083 . Hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil antara kelompok perlakuan kombinasi tablet besi dan vitamin C dengan kelompok perlakuan suplementasi tablet besi dengan nilai ρ = 0,027 pada α 5%.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Susilo (2015) bahwa da perbedaan yang signifikan (p = 0.001) sebelum dan setelah diberikan perlakuan.

Selisih kadar hemoglobin antara kedua kelompok perlakuan juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,001) yaitu

kelompok perlakuan I mengalami kenaikan kadar hemoglobin 0,91 gr%

sedangkan kelompok perlakuan II yaitu 0,43 gr%. Pada kelompok perlakuan I jumlah penderita anemia menurun menjadi 42,86%

dari 80,95% dan pada kelompok perlakuan II jumlahnya menjadi 71,43% dari 80,95%.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Utami (2016) bahwa rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol pada sebelum intervensi yaitu 9,15 gram/dL dan setelah intervensi meningkat menjadi 10,19 gram/dL.Pada kelompok perlakuan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 9,5 gram/dL dan meningkat menjadi 11,44 gram/dL sesudah inter-vensi. Ada perbedaan yang signifikan pada nilai mean kadar hemoglobin pada kelompok kontrol dan perlakuan (nilai p = 0,000).

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Yuliana (2017) bahwa Rata rata kadar Hb pada pengukuran sebelum

Berat

badan bayi N Mean SD SE Ρ Value Kombinasi

tablet besi dan vitamin C

14 12,221 0,7287 0,1948

0,027 Suplement

asi tablet besi

14 11,700 0,4038 0,1079

(6)

perlakuan adalah 10,7 gr% dengan standar deviasi 0.55 gr%. Pada pengukuran setelah perlakuan didapat rata-rata kadar Hb adalah 11.3 gr% dengan standar deviasi 0.37 gr%. Terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran pertama dan kedua adalah 0.6. Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,001 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara kadar Hb pengukuran sebelum perlakuan dan sesudah dilakukan perlakuan.

Salah satu cara penanggulangan anemia adalah dengan pemberian tablet besi sebanyak 90 tablet selama kehamilannya.

Pemberian tablet besi bersamaan dengan zat gizi mikro lain (multiple micro nutrients) lebih efektif dalam meningkatkan status besi dibandingkan dengan hanya memberikan suplementasi besi dalam bentuk dosis tunggal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan penyerapan besi di dalam tubuh, suplementasi besi yang diberikan perlu dikombinasikan dengan mikronutrien lain, seperti vitamin C. Vitamin C atau asam askorbat adalah pendorong yang kuat untuk absorpsi besi. Mekanisme absorpsi ini termasuk mereduksi ion ferri menjadi ion ferro, sehingga mudah diserap dalam pH lebih tinggi dalam duodenum dan usus halus (Susilo, 2015).

Absorpsi besi terutama terjadi di bagian atas usus halus (duodenum) dengan bantuan alat pengangkut protein khusus.

Ada dua jenis alat angkut protein di dalam sel mukosa usus halus yang membantu penyerapan besi yaitu transferin dan feritin.

Transferin, protein yang disintesis di dalam hati terdapat dalam dua bentuk. Transferin mukosa mengangkut besi dari saluran cerna ke dalam sel mukosa dan memindahkannya ke transferin reseptor yang ada di dalam sel mukosa. Transferin mukosa kemudian kembali ke rongga saluran cerna untuk mengikat besi lain, sedangkan transferin reseptor mengangkut besi melalui darah ke semua jaringan tubuh. Duo ion ferri

diikatkan pada transferin untuk dibawa ke jaringan-jaringan tubuh. Banyaknya reseptor transferin yang terdapat pada membran sel bergantung pada kebutuhan tiap sel (Almatsier,2009).

Vitamin C mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyerapan besi terutama dari besi nonhem yang banyak ditemukan dalam makanan nabati. Vitamin C bertindak sebagai enchanceryang kuat dalam mereduksi ion ferri menjadi ion ferro, sehingga mudah diserap dalam pH lebih tinggi dalam duodenum dan usus halus.

Vitamin C menghambat pembentukan hemosiderin yang akan dimobilisasi untuk membebaskan besi bila diperlukan. Absorpsi besi dalam bentuk nonhem meningkatkan empat kali lipat bila ada vitamin C. Vitamin C berperan dalam memindahkan besi dari transferin didalam plasma ke ferritin (Guntur, 2014).

Asumsi peneliti, ibu hamil yang minum tablet Fe bersamaan dengan vitamin C akan mengalami kenaikan kadar Hb lebih besar dibandingkan ibu hamil yang hanya minum tablet Fe saja, ini berarti vitamin C dapat meningkatkan kadar Hb ibu hamil lebih banyak karena Vitamin C dan zat besi membentuk senyawa askorbat besi kompleks yang mudah larut dan mudah diabsorbsi, jika ibu hamil tetap minum tablet Fe bersamaan dengan vitamin C hingga masa nifas maka kemungkinan besar ibu akan terhindar dari anemia.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN

Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah : 1. Rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum

diberikan suplementasi kombinasi besi dan vitamin C adalah 9,150 gr/dl (SD=

0,8329 gr/dl). Sedangkan Rata-rata kadar Hb ibu hamil sesudah diberikan

(7)

suplementasi kombinasi besi dan vitamin C adalah 12,221 gr/dl (SD= 0,7287 gr/dl).

2. Rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum diberikan suplementasi besi adalah 10,136 gr/dl (SD= 0,4830gr/dl).

Sedangkan Rata-rata kadar Hb ibu hamil sesudah diberikan suplementasi besi adalah 11,700 gr/dl (SD= 0,4038 gr/dl) 3. Perbedaan rata-rata perubahan kadar

hemoglobin ibu hamil antara kelompok perlakuan kombinasi tablet besi dan vitamin C dengan kelompok perlakuan suplementasi tablet besi (ρ = 0,027) ini berarti bahwa perubahan kadar hemoglobin ibu hamil yang diberikan suplementasi kombinasi tablet besi dan vitamin C cenderung lebih tinggi dibandingkan kadar hemoglobin ibu hamil yang hanya diberikan suplementasi tablet besi saja.

Saran

Disarankan bagi bidan di Puskesmas Kampar Utara untuk dapat memberikan tablet Fe bersamaan dengan vitamin C kepada ibu hamil, serta memberikan penyuluhan kepada ibu hamil untuk menghindari minum kopi atau teh yang mengandung zat fitat dan kafein yang dapat menghambat absorbsi zat besi dan disarankan bagi ibu hamil untuk meminum tablet Fe dan vitamin C sampai habis sesuai anjuran bidan dan mengganti kebiasan minum teh dengan minum jus jeruk yang banyak mengandung vitamin C agar penyerapan zat besi oleh darah lebih cepat serta disarankan kepada STIKes Tengku Maharatu Pekanbaru untuk menambah kepustakaan mengenai anemia pada kehamilan dan hasil penelitian ini dapat menambah pembendaharaan referensi diperpustakaan STIKes Tengku Maharatu Pekanbaru mengenai perubahan kadar hemoglobin antara kelompok perlakuan kombinasi tablet besi dan vitamin C dengan

kelompok perlakuan suplementasi tablet besi.

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terimakasih kepada kepala Puskesmas Kampar Utara yang telah memberikan izin kepada peneliti dalam melakukan penelitian serta Jurnalkesehatan Maharatu (JKM) yang telah menerbitkan jurnal ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, T,dkk. 2013. Perbandingan Zat Besi dengan dan Tanpa Vitamin C Terhadap Kadar Hemoglobin Wanita Usia Subur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Vol 7 No.8 Maret, hal 344-347

Faruq Wibowo. 2010. Pengaruh Suplementasi Besi dan Vitamin C Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Siswa SDN Klego 01 Kota Pekalongan, Vol 2 No.2 Desember, hal 37

Guntur, A. 2014. Vitamin C Sebagai Faktor Dominan untuk Kadar Hemoglobin pada Wanita Usia 20 - 35 Tahun.

Jurnal Kedokteran Trisakti. Volume 23, Nomor 1

Gustiani, D dan Novianti. 2014. Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi (Fe) Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Kota Tasikmalaya.

Journal.Unsil.ac.id.

Hariyadi,D,dkk. 2015. Efektifitas Vitamin C Terhadap Kenaikan Kadar Hb Pada Ibu Hamil di Kecamatan Pontianak Timur. Jurnal Vokasi Kesehatan, Vol 5 No. 5 September 2015, hal 146-153 Pratiwi,E. 2015. Faktor-Faktor yang

Mempengaruhi Anemia Pada Siswi

(8)

MTS Ciwandan Cilegon Banten. FKM UIN Syarif Hidayatullah, hal 28

Purbadewi,L,dkk. 2013. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil.

Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang, Vol 2 No.

April 2013, hal 31-37

Susilo Wirawan. 2015. Pengaruh Pemberian Tablet Besi dan Tablet Besi dan Vitamin C Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, Vol. 18 no.3 Juli, hal 286-287

Uswatun Hasanah. 2012. Hubungan Asupan Tablet Besi dan Asupan Makanan dengan Kejadian Anemia pada Kehamilan. FKM UI

Utami. 2016. Perbandingan Zat Besi dengan dan Tanpa Vitamin C terhadap Kadar Hemoglobin Wanita Usia Subur . Artikel Penelitian. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Yuliana. 2017. Analisis Pemberian Tablet Fe dengan Kombinasi Vitamin C dan Vitamin A Terhadap Anemia pada Siswi SMU di Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara. Jurnal Penelitian Juurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan. Vplume 12 Nomor 2

Referensi

Dokumen terkait

bahwa Pemerintah Daerah Kata Mojokerto telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pendirian Perseroan Terbatas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

Candi Teluk I secara astronomis terletak 102 22’45”BT dan 01 24’33”LS, keberadaan Candi Teluk ditemukan secara kebetulan pada tahun 1980, sebuah buldoser yang sedang

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui

Kinerja dibagi menjadi tiga golongan, yaitu kinerja individu, proses, dan organisasi. Telah banyak penelitian yang mencoba mengkaji kinerja, terutama kinerja pada

Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian meliputi identifikasi sejauh mana tingkat kepuasan kerja pegawai dan faktor-faktor pentingldominan apa saja yang menyebabkan kepuasan

Longsoran translasional juga dapat terjadi pada lereng di mana terdapat bidang lemah yang mempunyai jurus yang sejajar dengan permukaan lereng serta sudut kemiringan

18 Tahun 2004: Yaitu merupakan peraturan daerah Kabupaten Pamekasan Tantang Larangan Terhadap Pelacuran dalam Wilayah Kabupaten Pamekasan, pelaksanaannya baik yang

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran polisi kehutanan dalam menjaga kawasan hutan lindung kerusakan hutan lindung Balang Lajangnge khususnya penebangan pohon