• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1 PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pandemi COVID-19 yang diawali dari kota Wuhan provinsi Hubei, China yang menyebar luas di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kasus COVID-19 diumumkan di Indonesia sejak Maret 2020 dan telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi bencana nasional non alam melalui penerbitan Keppres 12 tahun 2020 (Kompas.com, 2020) . Pandemi COVID-19 tersebut menimbulkan penurunan kegiatan ekonomi/pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Penurunan kegiatan ekonomi timbul karena kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang membatasi kegiatan masyarakat, termasuk didalamnya pembatasan kegiatan bisnis.

Karena kegiatan bisnis dan masyarakat dibatasi, dampaknya jelas penurunan aktivitas bisnis yang pada akhirnya volume usaha menurun. Dugaan kuat, sektor yang terkena dampak negatif terbesar adalah pariwisata, maskapai penerbangan, industri manufaktur dan juga real estate dan properti (Santosa & Erna, 2021)

Sektor real estate dan properti juga menjadi salah satu sektor yang terdampak karena adanya covid-19 ini. Terjadinya penurunan pendapatan pada sektor real estate dan properti dipicu karena penurunan penerimaan pada seluruh segmen bisnis real estate dan properti. Seperti pada perhotelan, berdasarkan informasi PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) per 1 April 2020, saat ini ada 698 hotel di seluruh Indonesia tutup sementara sampai waktu yang tidak ditentukan dan untuk hotel yang masih beroperasi mereka menurunkan tarif kamarnya bahkan banyak yang banting harga hal ini disebabkan menurunnya pengunjung. Selain perhotelan,sektor real estate dan properti seperti bioskop, pusat perbelanjaan, bangunan atau aset properti apapun yang sifatnya lokasi fisik dipastikan mengalami kerugian signifikan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Syahrina & Halawa (2021) menyatakan bahwa dampak dari pandemi COVID-19, volume penjualan serta permintaan properti mengalami penurunan karena masyarakat banyak yang mengalami keguncangan ekonomi sehingga tidak berpikir untuk investasi dalam hal properti atau pembelian properti selain itu pandemi COVID-19 juga sangat mengganggu transaksi disektor perumahan dan tersendatnya penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) salah satu faktor yang menyebabkan tersendatnya penyaluran KPR ialah menurunnya pendapatan sejumlah calon debitur sehingga sulit mendapatkan akses pembiayaan dari

(2)

2

perbankan. Adanya sistem physical distancing dan bekerja dari rumah juga juga sangat berpengaruh terhadap permintaan dari konsumen yang kemudian akan berpengaruh pada penyaluran KPR.

Terjadinya penurunan pendapatan dapat menyebabkan kesehatan finansial perusahaan memburuk, jika manajemen tidak dapat mengelola keuangan dan melakukan aktivitas bisnis dengan baik maka dapat berdampak pada kinerja perusahaan. Karena dengan kinerja perusahaan yang baik maka dapat membantu manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan. Semakin tinggi kinerja perusahaan semakin tinggi pula nilai perusahaan dimata investor. Menurut Sari & Rahman (2021) menyatakan bahwa beberapa perusahaan properti di Indonesia yang cukup besar yaitu Bumi Serpong Damai, Summarecon Agung,Pakuwon Jati, dan Ciputra Development.

Perusahaan diatas merupakan perusahaan properti yang terkena dampak dari pandemi.

Terbukti dengan sahamnya yang menurun cukup drastis karena banyak investor yang menjual sahamnya serta pendapatan yang menurun dari perusahaan tersebut.

Perusahaan properti mulai redup karena pandemi ini sehingga membutuhkan strategi baru dalam mengembangkan produknya.

Kinerja Perusahaan merupakan hasil akhir operasi suatu perusahaan dalam periode tertentu. Hasil akhir tersebut dapat diukur dan dapat menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan. Perusahaan yang memiliki kinerja yang baik akan mendapatkan kepercayaan dari para investor sehingga para investor akan merasa nyaman untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Kinerja perusahaan dapat diperngaruhi oleh beberapa factor seperti, efektifitas dan efisiensi serta otoritas atau wewenang. Menurut Hefrizal (2018) mendefinisikan kinerja keuangan sebagai hasil akhir yang telah diraih oleh manajemen suatu perusahaan dalam menjalankan fungsinya yaitu mengelola aset perusahaan secara efektif dan efisien selama periode tertentu. Pengukuran kinerja perusahaan merupakan faktor yang sangat penting dilakukan bagi suatu perusahaan, dimana dengan dilakukan pengukuran tersebut dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam perusahaan. Dalam pengukuran kinerja perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai metode, namun yang paling umum dilakukan adalah pengukuran kinerja perusahaan menggunakan analisis rasio profitabilitas.

(3)

3

Rasio profitabilitas diartikan sebagai rasio untuk menilai keberhasilan perusahaan dalam memperoleh laba. Rasio profitabilitas yaitu rasio yang menggambarkan potensi perusahaan dalam menciptakan keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio profitabilitas ini yang sering diperhatikan oleh perusahaan dan investor. Perusahaan menganggap rasio profitabilitas yang tinggi merupakan keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya. Murwanti

& Dwiastuti (2016) mendefinisikan rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.

Pada pengukuran kinerja perusahaan selain menggunakan rasio profitabilitas, terdapat juga metode economic value added (EVA). Economic value added (EVA) merupakan salah satu cara dalam melakukan pengukuran kinerja perusahaan dengan mempertimbangkan biaya modal yang dipergunakan dalam menciptakan laba, sehingga dengan metode ini dapat diketahui apakah proses yang terjadi dalam perusahaan selama satu periode tertentu memberi nilai tambah bagi perusahaan yang berarti meningkatkan nilai perusahaa (Wau et al., 2017). Dengan menggunakan EVA dapat melihat nilai tambah yang diperoleh perusahaan, dimana nilai tambah ini tentu penting bagi investor atau pemegang. EVA memberikan manfaat lebih karena EVA menunjukkan laba sebenarnya (real earning) dari perusahaan. Kedua metode ini mempunyai perbedaan dimana rasio profitabilitas hanya melihat dari sisi kemampuan menghasilkan laba sementara EVA melihat kemampuan menghasilkan nilai tambah yang melibatkan biaya yang digunakan dalam menghasilkan laba. Jika kemampuan nilai tambah untuk meningkatkan nilai perusaahan dikatakan baik maka dapat memberikan dampak yang baik untuk para pemegang saham. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat investor percaya tidak hanya pada kinerja perusahaan saat ini, namun juga pada prospek perusahaan di masa depan (Yusuf, 2021).

Menurut Ningsih & Muslimah (2020) Rasio profitabilitas dan metode EVA dipilih dalam menganalisis perkembangan kinerja perusahaan dalam sektor real estate dan properti karena rasio keuangan memiliki keunggulan yaitu angka-angka yang dihasilkan mengandung makna untuk memberikan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya.Hasil dari rasio profitabilitas apabila meningkat setiap tahunnya, maka

(4)

4

dapat disimpulkan bahwa kinerja dari perusahaan tersebut baik. Rasio profitabilitas tidak sepenuhnya sempurna, rasio ini masih memiliki keterbatasan yang menyebabkan harapan dari berbagai pihak yang berkepentingan tidak dapat tercapai.

Keterbatasan yang paling mendasar adalah bahwa analisis rasio keuangan tidak memperhitungkan adanya biaya modal (Arisanti & Bayangkara, 2016). Sehingga digunakan metode lain dalam melakukan penelitian yaitu dengan menggunakan Economic Value Added (EVA), konsep EVA lebih menekankan pada penentuan besarnya cost of capital Hal ini mendukung keefektifan EVA sebagai pengukur kinerja keuangan perusahaan. Selain itu EVA juga dapat membantu manajemen untuk memfokuskan perhatiannya dalam menciptakan nilai perusahaan. Rasio keuangan dan metode EVA adalah metode yang saling melengkapi, oleh karena itu untuk menganalisis kondisi atau kinerja suatu perusahaan dapat menggunakan kedua metode tersebut (Ningsih & Muslimah, 2020).

Beberapa penelitian terdahulu telah mengaplikasikan rasio profitabilitas dan metode economic value added (EVA) dalam mengukur kinerja perusahaan seperti pada penelitian Wawan & Saifi (2017) menyatakan bahwa pada pеngukurаn kinеrja pеrusаhааn dеngаn mеmbаndingkаn pеnggunааn mеtodе rаsio profitаbilitаs dаn economic vаluе аddеd (ЕVА) mеnunjukаn tеrdаpаt pеrbеdааn yаng signifikаn аntаrа kеduа metode tersebut, perbedaan tersebut dikarenakan dаlаm pеngukurаn mеnggunаkаn metode еconomic vаluе аddеd (ЕVА) yаng sеcаrа spesifik mеmаsukkаn pеrhitungаn biаyа modаl kе dаlаm pеrhitungаnnyа. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Nugraha (2017) menyatakan bahwa Hasil Penelitian Kinerja Keuangan dengan menggunakan rasio keuangan dan economic value added (EVA) yaitu sama-sama menunjukan nilai positif yang berarti tidak ada perbedaan.

Selanjutnya ada penelitian dari Riyadi (2021) Analisis Perbedaan Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Menggunakan Rasio Profitabilitas dan Metode Economic Value Added (EVA) hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang tidak signifikan di antara variabel yang diuji. Dan juga pada penelitian Wulandari (2021) Analisis Komparasi Kinerja Keungan Sebelum dan Selama Pandemi covid-19 Menggunakan Rasio Profitabilitas dan Economic Value Added (EVA), Hasil analisis menunjukan bahwa ROA, ROE dan EVA tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara sebelum dan selama pandemi Covid-19.

(5)

5

Dengan adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu dan ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 yang berdampak buruk bagi perusahaan sektor real estate dan properti memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada beberapa perusahaan real estate dan properti yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti kinerja perusahaan khususnya pada sektor real estate dan properti sebelum dan setelah adanya pandemi COVID-19 dengan menggunakan rasio profitabilitas dan metode economic value added (EVA) dalam pengukuran, Tujuan membandingkan kedua rasio tersebut adalah untuk mengetahui metode mana yang lebih menjelasan perbedaan kinerja perusahaan sebelum dan setelah adanya COVID-19. Manfaat dengan membandingkan kedua metode tersebut sebelum dan setelah adanya COVID- 19 yaitu untuk mengetahui bagaimana kondisi kinerja perusahaan setelah adanya pandemi, apakah memiliki kinerja yang baik atau sebaliknya.

Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi para akademisi yaitu dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian sejenis dan informasi tambahan dalam penelitian selanjutnya. Manfaat bagi para praktisi yaitu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pihak pemilik dana seperti investor dalam hal penanaman modal dan kreditur dan juga membantu pihak manajemen sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kinerja perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian kadar gula darah sesaat diperoleh data bahwa pada golongan umur 20-25 tahun terdapat 12 orang (40%) yang memiliki kadar GDS normal dan tidak

Dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan sektor konstruksi dan properti, laporan keuangan yang terdiri dari laba rugi komprehensif dan posisi keuangan tahun 2020

Mejuah-juah ibas gelar Tuhanta Yesus Kristus, Arah enda iundang kita kerina guna ikut ibas Kebaktian HUT 131 GBKP ras Pelantikan Moderamen GBKP 2020 – 2025 secara live streaming

Mensucikan rumah-Nya di dalam hal ini adalah dengan cara beribadah semata-mata kepada Allah di dekat rumah-Nya (Ka’bah) yang mulia, membersihkan sekitar Ka’bah dari

Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di perusahaan properti & real estate karena perusahaan properti & real estate mempunyai tingkat kerumitan yang

Hasil pada penelitian, diharap mampu memperbanyak ide maupun teori yang menjadikan pendorong kemajuan pengetahuan ilmu pada sektor akuntansi serta investasi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perusahaan properti dan real estate mana yang volatilitasnya paling tinggi dan paling rendah selama masa pandemi COVID-19,

Ketika terjadi hipertiroid berarti juga ada peningkatan fungsi sintesis tiroid yang diikuti dengan hipertiroid berarti juga ada peningkatan fungsi sintesis tiroid