• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PASAR DAN PERUBAHAN SOSIAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II PASAR DAN PERUBAHAN SOSIAL"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

PASAR DAN PERUBAHAN SOSIAL

A. Fenomena Sosial

1. Pengertian Fenome na Sosial

Fenomena berasal dari bahasa yunani yaitu phainomenon yang artinya apa yang terlihat, dalam bahasa indonesia berarti gejala, hal- hal yang dirasakan oleh panca indera, hal- hal mistik atau klenik, fakta, kenyataan, dan kejadian.37 Fenomena (kejadian atau gejala) adalah hasil daya tangkap indera manusia tentang masalah yang ingin diketahui yang diabstraksikan dalam bentuk konsep- konsep. 38

Fenomena sosial sendiri berarti gejala- gejala atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan sosial. Ibnu khaldun berpendapat bahwa fenomena sosial mengikuti hukum-hukum alam yang berlaku pada masyarakat dan tidak bisa dimodifikasi secara signifikan oleh individu- individu yang terisolasi.39 Menurutnya juga fenomena sosial itu mengikuti pola-pola yang sah menurut hukum. Pola tersebut tidak sekaku pola yang berlaku dalam alam fisik, ia dapat menunjukan keteraturan yang cukup untuk dikenali dan dilukiskan.40

2. Faktor-Faktor Penyebab Fenomena Sosial

Adanya berbagai gejala sosial di masyarakat, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Faktor kultural merupakan nilai- nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat/komunitas. Ada beberapa contoh gejala sosial

37 https://id.wikipedia.org/wiki/Feno mena, dia kses pada tanggal 2 Februari 2017 puku l 13.23 WIB.

38 Moenandar Soelaeman, Il mu Sosial Dasar-Teori Dan Konsep Ilmu Sosial, (Bandung:

PT Refika Adita ma, 1987), 11.

39 Abdullah Ali, Sosiologi Islam, (STAIN Cirebon: IPB Press, 2005), 2.

40 Dewi Wulansari, Sosiologi: Konsep dan Teori, (Bandung: PT Refika Aditama , 2009), 143.

(2)

berdasarkan faktor kultural, antara lain kemiskinan, kerja bakti, prilaku menyimpang, dsb.

b. Faktor struktural merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi struktur, struktur yang dimaksud adalah sesuatu yang disusun oleh pola tertentu. Faktor struktural dapat dilihat dari pola-pola hubungan antar individu dan kelompok yang terjalin dilingkungan masyarakat. Contoh gejala sosial yang dipengaruhi oleh faktor struktural seperti penyuluhan sosial, interaksi dengan orang lain dsb.

3. Macam-Macam Fenome na Sosial

Adapun macam- macam fenomena sosial yang ada di masyarakat, antara lain:41

a. Ekonomi

Ekonomi merupakan ilmu pengetahuan yang berhubunga dengan pendapatan. Tingkat pendapatan yang dimiliki individu dapat menimbulkan gejala sosial dimasyarakat. Gejala sosial yang dilihat dari aspek ekonomi sangat berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Bila ada seseorang yang kurang dapat mencukupi kebutuhan, maka akan terjadi beberapa gejala sosial dilingkungan sekitarnya. Dilihat dari segi ekonomi, gejala sosial yang terjadi di masyarakat dapat meliputi kemiskinan, pengangguran, masalah kependudukan dsb.

b. Budaya

Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam sehingga kita harus saling menghormati budaya lain. Adanya perbedaan jangan dijadikan sebagai alat pemecah persatuan, melainkan kita harus bersyukur karena keanekaragaman tersebut dapat menambah kekhasan budaya indonesia. Keanekaragaman budaya tidak hanya ada di Indonesia, tetapi setiap negara juga memiliki budaya dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kita juga harus menghormati budaya asing.

Keanekaragaman budaya di sekitar kita juga dapat menimbulkan gejala sosial, misalnya tindakan peniruan budaya asing yang negatif, kenakalan remaja dsb.

41 Moenandar Soelaeman, Il mu Sosial Dasar-Teori Dan Konsep Ilmu Sosial, 12-13.

(3)

c. Lingkungan alam

Karakteristik gejala sosial dalam bidang lingkungan alam menyangkut aspek kondisi kesehatan. Seseorang yang terkena penyakit dapat menimbulkangejala sosial di lingkungannya sekitarnya. Contoh gejala yang ditimbulkan seperti munculnya, penyakit menular, pencemaran lingkunngan dll.

d. Psikologis

Prilaku seseorang/individu dalam kehidupan sehari- hari dipengaruhi oleh aspek psikologisnya. Bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan dapat menimbulkan gejala sosial dimasyarakat, misalnya disorganisasi jiwa, aliran ajaran sesat dsb.

4. Dampak Fenomena Sosial di Masyarakat

Dampak berarti akibat dari suatu perbuatan. Fenomena sosial memiliki dampak yang bersifat positif dan negatif, antara lain:42

a. Dampak Positif

Fenomena sosial yang ada di masyarakat harus kita sikapi dengan baik.

Bila kita dapat terbuka dan mengimbangi perubahan sosial-budaya yang ada.

Maka perubahan tersebut akan berdampak positif dan memberikan suatu manfaat baik untuk diri sendiri ataupun orang lain seperti modernisasi yang menimbulkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja, budaya gotong royong menimbulkan lingkungan yang bersih dan nyaman dan lain sebagainya.

b. Dampak Negatif

Seseorang yang tidak dapat menerima perubahan yang terjadi akan mengalami keguncangan dalam dirinya. Ketidak sanggupan seseorang dalam menghadapi fenomena sosial akan membawa kearah perilaku menyimpang, seperti kenakalan remaja, lingkungan yang tercemar, disintegrasi sosial, budaya hedonisme (hanya mementingkan kebahagian sendiri), menyalahgunakan wewenang jabatan, lain sebagainya.

42 Moenandar Soelaeman, Ilmu Sosial Dasar-Teori Dan Konsep Ilmu Sosial, 14.

(4)

B. Pasar

1. Pengertian Pasar, Pasar Kaget, dan Muludan

Pasar adalah sebuah mekanisme pertukaran produk baik berupa barang maupun jasa yang alamiah.43 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa pasar adalah tempat orang berjual beli.44 Sedangkan menurut istilah, Pasar adalah sebuah mekanisme pertukaran barang dan jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak peradaban awal manusia.45

Sedangkan dalam kajian ekonomi, pasa r adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawa ran (penjual) dari suatu barang atau jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara penjual dan pembeli, maka akan membentuk harga yang akan disepakati oleh keduanya.46

Pasar adalah sebuah institusi, tempat pertemuan antara penjual dan pembeli: suatu peristiwa yang berbentuk dan memiliki budaya yang khas yang melibatkan banyak orang dan tindakan serta hubungan sosial, yang membentang pada sejumlah tingkatan. Pasar merupakan salah satu lembaga yang paling penting dalam institusi ekonomi dan salah satu penggerak dinamika kehidupan ekonomi.

Berfungsinya lembaga pasar sebagai institusi ekonomi tidak terlepas dari aktivitas yang dilakukan oleh penjual dan pembeli.47 Pasar sebagai suatu institusi sosial dan merupakan sarana pembangunan yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan dalam bidang permintaan dan penawaran48.

Pasar sebagai tempat transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli dapat terbentuk dengan adanya syarat-syarat sebagai berikut:

a. adanya penjual,

43 M. Nur Rianto Al Arif Dan Euis Ama lia, Teori Mik ro Ekonomi: Suatu Perbandingan Ek onomi Islam dan Ek onomi Konvensional (Jakarta: Kencana, 2010), 263.

44 Muda Ahmad A. K, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Jakarta: Reality Publisher, 2006), 224.

45. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekono mi Isla m (P3EI) UII Yogyakarta , Ek onomi Islam ( Jaka rta: PT Ra ja Grafindo Persada, 2008), 301.

46. Supriyatno, Ek onomi Mik ro Perspek tif Islam (Malang: UIN Ma lang Press, 2008), 205.

47 . Da msar,. Sosiologi Ekonomi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002), 83.

48. Willia m J Stanton, dkk, Prinsip Pemasaran (Jaka rta: Erlangga, 1984), 94.

(5)

b. adanya pembeli,

c. tersedianya barang yang diperjualbelikan,

d. terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Dari beberapa pengertian tersebut, maka pasar dapat diartikan sebagai suatu tempat terjadinya mekanisme pertukaran barang atau jasa oleh penjual dan pembeli untuk menetapkan harga keseimbangan serta jumlah ya ng diperdagangkan.

Sedangkan definisi pasar kaget adalah pasar sesaat yang terjadi ketika terdapat sebuah keramaian atau perayaan.49 Contoh pasar kaget antara lain pada saat merayakan ulang tahun suatu daerah terdapat pasar malam, pasar sekaten di Yogyakarta dan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Cirebo n yang ada hanya setahun sekali yang disebut dengan pasar kaget muludan.

Arti kata Muludan sendiri adalah sebuah tradisi yang seringkali diselenggarakan oleh masyarakat Muslim-Sunda terkait dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagian orang Sunda Muslim menyebutnya Muludan atau Maulidan merujuk pada Maulid (hari kelahiran) Nabi Muhammad SAW.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW sendiri diyakini tepat pada tanggal 12 Rabi‟ul Awal pada kalender Hijriyah. Namun orang Sunda-Muslim menyebut bulan ini dengan sebutan bulan Mulud, karena terkait dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Muludan sebenarnya bermakna segala aktivitas yang dilakukan berkenaan dengan bulan Mulud (Rabi'ul Awal). Makna konotatif ini bergeser karena ada keramaian yang terjadi menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.50

Pada sebagian kalangan Sunda Muslim, bulan Mulud termasuk salah sat u bulan yang memiliki “makna”,“arti”, dan posisinya tersendiri, yakni sebagai bulan yang agung atau bahkan “suci”, di samping bulan suci lainnya, yakni bulan Muharram, Ramadhan, Rajab, dan Rayagung (Dzul Hijjah).Bulan Terdapat masing- masing alasan mengenai keagungan masing- masing bulan di atas. Bulan Muharram diagungkan karena 1) “peralihan tahun lama menuju tahun baru”,

49 Sugiharsono, Dkk, Ek onomi (Bandung: Grafindo Media Pratama , 2000), 99.

50 Wawancara dengan Bapak Iman, Abdi Da le m Keraton Kasepuhan Cirebon, 11 februari 2016. Pu kul 11:42 WIB

(6)

selain itu juga 2) karena peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah dan Madinah. Bulan Ramadhan diagungkan karena terdapat “aktivitas shaum yang dilaksanakan oleh seluruh manusia yang mengaku muslim, mampu, dan sehat, serta tidak sedang berhalangan”. Syawal diagungkan karena terdapat hari idul fitri dan juga dipenuhi dengan aktivitas “halal bi halal”. Rajab diagungkan karena terdapat peristiwa “isra mi’raj”nya Nabi Muhammad serta turunnya perintah shalat.51

Sedangkan Muludan diagungkan, sebagaimana dituliskan di ata, karena bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Pada tingkat Great tradition (terutama pada tingkat esensinya), peringatan maulid Nabi merupakan fenomena umum yang dilaksanakan oleh banyak kalangan muslim. Namun pada tingkat little tradition, terdapat variasi ekspresi kultural atau cara memperingatinya, sebagaimana terlihat pada variasi dari pelaksanaan peringatan tradisi muludan. Muludan diperingati dengan berbagai cara, sebagai berikut:

a. Sebagian orang menyunahkan shaum pada bulan ini; diyakini bahwa shaum pada bulan ini memiliki keistimewaan sendiri, dibanding bulan lainnya, se lain bulan Ramadhan.

b. Sebagian masyarakat menjadikan bulan ini identik dengan perayaan tertentu;

misalnya, tradisi sekatenan di Yogyakarta, tradisi nyangku di Panjalu. Tradisi nyangku (berasal dari kata Arab, yanqa (membersihkan) diisi dengan tradisi membersihkan senjata, pusaka,dan benda-benda yang dianggap “keramat”.

Tradisi ini merupakan tradisi turun temurun sejak masa islamisasi Islam dan masa perlawanan terhadap kompeni dan kolonial Belanda.

c. Sebagian pesantren dan madrasah menyelenggarakan pertunjuka n dan pergelaran seni Islami. Pada masa kecil, saya mengenal pergelaran seni Islami ini dengan nama imtihan; penamaan ini bisa jadi tidak tepat, tetapi imtihan dikenal sebagai aktivitas perayaan Maulidan dan rajab-an.

d. Pembacaan Qashidah Barjanji, Qashidah Burdah, dll. Pembacaan ini banyak ditemua di berbagai mesjid, mushalla, tajug, madrasah, majelis ta‟lim, dan

51 https://dadanrusmana.wordpress.com/2011/02/ 10/tradisi-muludan/, diakses pada tanggal 2 Februari 2017 puku l 12.42.

(7)

tempat-tempat pengajian, Sebagian masyarakat melakukan ziyarah kubur, terutama pada kubur orang tua atau orang-orang yang dianggap soleh, seperti kuburan-kuburan para wali, sunan, atau orang shaleh lainnya.

2. Mekanisme Pasar Dalam Islam

Mekanisme pasar adalah terjadinya interaksi antara permintaan dan penawaran yang akan menentukan tingkat harga tertentu. Adanya interaksi tersebut akan mengakibatkan terjadinya proses transfer barang dan jasa yang dimiliki oleh setiap objek ekonomi (konsumen, produsen, pemerintah). Dengan kata lain, adanya transaksi pertukaran yang kemudian disebut sebagai perdagangan adalah satu syarat utama dari berjalannya mekanisme pasar.52

Pasar, negara, individu dan masyarakat selalu menjadi topik pembahasan dalam ilmu ekonomi. Menurut ekonomi kapitalis (klasik), pasar memainkan peranan yang sangat penting dalam sistem perekonomian. Ekonomi kapitalis menghendaki pasar bebas untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi,mulai dari produksi, konsumsi sampai distribusi.

Islam menempatkan pasar pada kedudukan yang penting dalam perekonomian. Praktik ekonomi pada masa Rasulullah dan Khulafaurrasyidin menunjukkan adanya peranan pasar yang besar. Rasulullah sangat menghargai harga yang dibentuk oleh pasar sebagai harga yang adil. Beliau menolak adanya price intervention seandainya perubahan harga terjadi karena mekanisme pasar yang wajar. Namun, pasar disini mengaharuskan adanya moralitas (fair play), kejujuran (honesty), keterbukaan (transparancy) dan keadilan (justice). Jika nilai- nilai ini ditegakkan, maka tidak ada alasan untuk menolak harga pasar.53

Ekonomi Islam memandang bahwa pasar, negara, dan individu harus berada dalam keseimbangan (iqtishad) tidak boleh ada jarak diantara mereka, sehingga salah satunya menjadi dominan dari yang lain. Pasar menentukan harga dan cara berproduksi, tidak boleh ada gangguan yang mengakibatkan rusaknya keseimbangan pasar tersebut. Namun dalam kenyataannya sulit ditemukan pasar

52. Adi Warman Karim, Ek onomi Mik ro Islam (Ja karta : IIT Indonesia, 2003), 20.

53. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekono mi Isla m (P3EI) UII Yogyakarta , Ek onomi Islam, 301.

(8)

yang berjalan sendiri secara adil (fair). Distorasi pasar tetap sering terjadi, sehingga dapat merugikan para pihak.

Mekanisme pasar merupakan sistem yang cukup efisien dalam memberlakukan harga yang adil dan bahkan untuk mengalokasikan faktor- faktor produksi dan mendorong kegiatan ekonomi. Hal itu disebabkan karena mekanisme pasar memiliki beberapa kelebihan, seperti pasar dapat memberikan informasi yang tepat, pasar dapat merangsang pelaku usaha untuk melakukan kegiatan ekonomi, pasar mendorong penggunaan faktor-faktor produksi serta pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi.

Disamping kelebihan-kelebihan itu, mekanisme pasar juga memiliki beberapa kelemahan, seperti adanya kebebasan yang tidak terbatas akan menindas golongan-golongan tertentu, kegiatan ekonomi tidak stabil, munculnya kekuatan monopoli, tidak mampu menyediakan beberapa jenis barang secara efisien serta dampak eksternalitas yang merugikan.54

Mekanisme pasar memiliki arti khusus dalam sistem ekonomi Islam. Teori harga dalam Islam melarang setiap bentuk pemerasan, baik dari pihak produsen mau pun konsumen. Oleh karena itu, bentuk pemerasan dalam mekanisme pasar dalam Islam merupakan bentuk perbuatan tercela, bukan saja pada dimensi duniawi tapi juga bentuk ukhrawi.55

Pada masa Nabi SAW, mekanisme pasar sangat dihargai. Beliau menolak untuk berbuat kebijakan penetapan harga manakala tingkat harga di Madinah pada saat itu tiba-tiba naik sepanjang kenaikan terjadi karena kekua tan permintaan dan penawaran yang murni, maka tidak ada alasan untuk tidak menghormati harga pasar.56 Seperti dalam Hadits Kitab Tirmidzi no 1235 :

ٌدْيَمُح َو ٌتِباَث َو َةَداَتَق ْنَع َةَمَلَس ُنْب ُداَّمَح اَنَثَّدَح ٍلاَهْنِم ُنْب ُجاَّجَحْلا اَنَثَّدَح ٍراَّشَب ُنْب ُدَّمَحُم اَنَثَّدَح ْرِّعَس ِ َّاللَّ َلوُسَر اَي اوُلاَقَف َمَّلَس َو ِهْيَلَع ُ َّاللَّ ىَّلَص ِ َّاللَّ ِلوُسَر ِدْهَع ىَلَع ُرْعِّسلا َلََغ َلاَق ٍسَنَأ ْنَع

54Abdul Aziz, Ek onomi Islam Analisis Mik ro dan Mak ro, (Yogyakarta: Graha Ilmu , 2008), 115. Lihat juga Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mik roekonomi, (Jakarta: Ra ja Grafindo, 1995), 44-46.

55Abdul Aziz, Etik a Bisnis Perspek tif Islam, 272.

56Nur Rianto Al Arif dan Euis A malia, Teori Mik roek onomi: Suatu Perbandingan Ek onomi Islam dan Ek onomi Konvensional, 265.

(9)

ٌدَحَأ َسْيَل َو يِّبَر ىَقْلَأ ْنَأ وُج ْرَ َلَ يِّنِإ َو ُقاَّزَّرلا ُطِساَبْلا ُضِباَقْلا ُرِّعَسُمْلا َوُه َ َّاللَّ َّنِإ َلاَقَف اَنَل

ٌحيِحَص ٌنَسَح ٌثيِدَح اَذَه ىَسيِع وُبَأ َلاَق ٍلاَم َلَ َو ٍمَد يِف ٍةَمِلْظَمِب يِنُبُلْطَي ْمُكْنِم

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Qatadah, Tsabit dan Humaid dari Anas ia berkata; Pernah terjadi kenaikan harga pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka orang-orang berkata; Wahai Rasulullah, tetapkanlah harga untuk kami. Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Sang Penepat harga, Penggenggam, Pembentang rizki dan Pemberi rizki. Aku berharap bertemu dengan Rabbku dan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntut perbuatan zhalim yang aku pernah lakukan kepadanya, baik berupa darah (qishas) maupun harta." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.”57

Dalam hadits di atas jelas dinyatakan bahwa pasar merupakan hukum alam (sunnatullah) yang harus dijunjung tinggi. Tak seorang pun secara individual dapat mempengaruhi pasar, sebab pasar adalah kekuatan kolektif yang telah menjadi ketentuan Allah. Pelanggaran terhadap harga pasar, misalnya penetapan harga dengan cara dan karena alasan yang tidak tepat, merupakan suatu ketidakadilan yang akan dituntut pertanggungjawabannya dihadapan Allah.

Sebaliknya, dinyatakan bahwa penjual yang menjual dagangannya dengan harga pasar adalah laksana orang yang berjuang dijalan Allah, sementara yang menetapkan sendiri termasuk sebuah perbuatan ingkar kepada Allah. Maka sehubungan dengan mekanisme pasar di atas, dalam sistem ekonomi konvensional itu harus menyesuaikan dengan apa yang terkandung dalam sistem ekonomi Islam. Karena secara umum dapat dikatakan bahwa dalam sistem ekonomi Islam terdapat ilmu yang dibangun berdasarka n norma dan kaidah yang berasal dari Al-Qur‟an dan Hadis. Yang mana dalam konsep ekonomi Islam tersebut haruslah terjadi rela sama rela dalam melakukan transaksi, keadaan rela sama rela tersebut merupakan kebalikan dari keadaan aniaya yang mana dalam keadaan tersebut salah satu pihak berbahagia diatas penderitaan orang lain. Dalam QS. An-Nisaa‟ [4]: 29, Allah berfirman:

57. Had its ini berada dala m aplikasi Hadits dala m Kitab Tirmid zi Hadist no 1235.

(10)

















































Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama-suka di antara kamu.

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.58

Penjelasan ayat diatas dalam Tafsir Jalalain ialah jalan yang haram menurut Agama seperti riba dan gasab/merampas atau terjadi (secara perniagaan) menurut suatu qiraat dengan baris di atas sedangkan maksudnya ialah hendaklah harta tersebut harta perniagaan yang berlaku berdasar kerelaan hati masing- masing, maka bolehlah kamu memakannya. Dengan melakukan hal- hal yang menyebabkan kecelakaannya bagaimana pun juga cara dan gejalanya baik di dunia dan di akhirat. Sehingga dilarang-Nya kamu berbuat demikian.

Agar mekanisme pasar dapat berjalan dengan baik dan memberikan kebaikan bagi para pelakunya, maka nilai moralitas mutlak harus ditegakkan.

Secara khusus, nilai moralitas yang mendapat perhatian penting dalam pasar adalah persaingan yang sehat, kejujuran, keterbukaan, dan keadilan. Nilai moralitas ini memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam, sebagaimana dicantumkan dalam berbagai ayat Al-Quran. Untuk itulah, Rasulullah telah menetapkan beberapa larangan terhadap praktik bisnis negatif yang dapat mengganggu mekanisme pasar yang Islami.59

Pada zaman itu ada pemikiran yang menjadi suatu kesepakatan bersama bahwa tinggi rendahnya permintaan terhadap suatu barang ditentukan oleh harga barang yang bersangkutan. Dan pemahaman saat itu mengatakan bahwa bila barang yang tersedia di pasar sedikit, maka harga barang akan menjadi mahal dan kebalikannya bila tersedia banyak barang maka harga suatu barang akan murah.

58. Departe men Agama RI, Al -Hik mah Al-Quran dan Terjemahnya, , (Bandung : Diponegoro, 2007), 83.

59.Nur Rianto Al Arif dan Eu is Ama lia, Teori Mik roekonomi: Suatu Perbandingan Ek onomi Islam dan Ek onomi Konvensional, 266.

(11)

Pasar telah mendapatkan perhatian memadai dari para ulama klasik seperti Abu Yusuf, Al-Ghazali, Ibn Khaldun, Ibn Taimiyah. Pemikiran-pemikiran mereka tentang pasar tidak saja mampu memberikan analisis yang tajam tentang apa yang terjadi pada masa itu. Banyak dari pemikiran mereka baru dibahas oleh ilmuwan- ilmuwan barat beratus-ratus tahun kemudian.60 Berikut akan disajikan sebagian dari pemikiran mereka yang tentu saja merupakan kekayaan khasanah intelektual yang sangat berguna pada masa kini dan masa depan.

a. Mekanisme Pasar Menurut Abu Yusuf (731-798 M)

Abu Yusuf tercatat sebagai ulama terawal yang mulai menyinggung mekanisme pasar dan saat itu Abu Yusuf membantah pemahaman masyarakat tentang mekanisme pasar yang seperti itu, karena pada kenyataannya pemahaman itu tidak selalu terjadi. “Kadang-kadang makanan berlimpah, tetapi tetap mahal dan kadang-kadang makanan sangat sedikit tetapi murah”. Mengenai hal ini Abu Yusuf dalam Kitab Al-Kharaj mengatakan, “Tidak ada batasan tertentu tentang murah dan mahal yang dapat dipastikan. Hal tersebut ada yang mengaturnya.

Prinsipnya tidak bisa diketahui. Murah bukan karena melimpahnya makanan, demikian juga mahal bukan karena kelangkaan makanan. Murah dan mahal merupakan ketentuan Allah (sunnatullah).” Pernyataan ini secara implisit bahwa harga bukan hanya ditentukan oleh penawaran saja, tetapi juga permintaan terhadap barang tersebut. Bahkan, Abu Yusuf mengindikasikan adanya variabel- variabel lain yang juga turut memengaruhi harga, misalnya jumlah uang yang beredar di negara itu, penimbunan atau penahanan suatu barang, atau lainnya.61

Tampaknya Abu Yusuf juga menyangkal tentang hubungan terbalik antara persediaan barang (supply) dan harga, yang pada kenyataannya harga tidak selalu bergantung pada permintaan tetapi juga bergantung pada kekuatan penawaran.

Pada dasarnya pemikiran Abu Yusuf ini merupakan hasil observasi terhadap fakta empiris saat itu, dimana sering kali terjadi melimpahnya barang ternyata diikuti dengan tingginya tingkat harga, sementara kelangkaan barang diikuti dengan harga yang rendah. Beliau telah menyimpulkan bahwa bekerjanya hukum

60.Pusat Pengkajian dan Penge mbangan Ekono mi Isla m UII, Ek onomi Islam, 304.

61 Pusat Pengkajian dan Penge mbangan Ekono mi Isla m UII, Ek onomi Islam, 304.

(12)

permintaan dan penawaran pasar dalam menentukan tingkat harga, meskipun kata permintaan dan penawaran ini tidak beliau katakan secara eksplisit.62

b. Evolusi Pasar Menurut Al- Ghazali (1058-1111 M)

Secara eksplisit Imam Ghazali mengaitkan segala kegiatan ekonomi dengan moral dan akhlak yang terkandung dalam Al-Qur‟an dan Hadits yaitu berdasarkan prinsip tauhid, dan dalam kaitannya dengan mekanisme pasar. Al- Ghazali dalam Ihya „Ulumuddin, juga telah membahas secara detail tentang perdagangan dan pasar yang harganya selalu bergerak sesuai dengan kekuatan penawaran dan permintaan. Menurutnya, pasar merupakan bagian dari keteraturan alami.

Disini Al- Ghazali tidak menjelaskan tentang permintaan dan penawaran dalam terminologi modern, tetapi dalam tulisannya ia menjelaskan tentang bentuk kurva penawaran dan permintaan. Untuk kurva penawaran “yang naik dari kiri bawah ke kanan atas”, dinyatakan dalam kalimat, “Jika petani tidak mendapatkan pembeli barangnya, maka ia akan menjualnya pada harga yang lebih murah.

Sementara untuk kurva permintaan, “yang turun dari atas ke kanan bawah, dijelaskan dengan kalimat, “harga dapat diturunkan dengan mengurangi permintaan.”

Pemikiran al-Ghazali tentang hukum supply and demand, untuk pada zamannya cukup maju dan mengejutkan dan tampaknya dia paham betul tentang konsep elastisitas permintaan. Ia menegaskan, “Mengurangi margin keuntungan dengan menjual pada harga yang lebih murah, akan meningkatkan volume penjualan dan ini pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan”.

Imam Al-Ghazali, sebagaimana ilmuwan muslim lainnya dalam membicarakan harga selalu mengkaitkan dengan keuntungan tetapi dia belum mengkaitkan harga barang dengan pe ndapatan dan biaya-biaya. Bagi Al-Ghazali, keuntungan (ribh), merupakan kompensasi dari kesulitan perjalanan, resiko bisnis dan ancaman keselamatan si pedagang. Dalam kajian ini perlu ditambahkan

62 Nur Rianto Al Arif dan Euis Amalia, Teori Mik roek onomi: Suatu Perbandingan Ek onomi Islam dan Ek onomi Konvensional, 267.

(13)

sedikit tentang pemikiran al- Ghazali mengenai konsep keuntungan dalam Islam.

Menurutnya, motif berdagang adalah mencari keuntungan. Tetapi ia tidak setuju dengan keuntungan yang besar sebagai motif berdagang, sebagaimana yang diajarkan kapitalisme. Al-Ghazali dengan tegas menyebutkan bahwa keuntungan bisnis yang ingin dicapai seorang pedagang adalah keuntungan dunia akhirat, bukan keuntungan dunia saja.63

c. Mekanisme Pasar Menurut Ibn Khaldun (1332-1383 M)

Ibn Khaldun membagi jenis barang kepada dua macam, pertama, barang kebutuhan pokok, kedua barang mewah. Menurutnya, bila suatu kota berkembang dan populasinya bertambah, maka persediaan pengadaan barang-barang kebutuhan pokok melebihi kebutuhan, sehingga penawaran meningkat dan akibatnya harga menjadi turun. Sedangkan untuk barang-barang mewah, permintaannya akan meningkat, sejalan dengan perkembangan kota dan berubahnya gaya hidup. Akibatnya, harga barang mewah menjadi naik.

Menurutnya keuntungan yang wajar akan mendorong tumbuhnya perdagangan, sedangkan keuntungan yang sangat rendah, akan membuat lesu perdagangan, karena pedagang kehilangan motivasi untuk kerja. Sebaliknya bila pedagang mengambil keuntungan sangat tinggi, juga akan membuat lesu perdagangan, karena lemahnya permintaan (demand) dari konsumen.64

Ibn Khaldun sangat menghargai harga yang terjadi dalam pasar bebas, namun beliau tidak mengajukan saran kebijakan pemerintah untuk mengelola harga. Beliau lebih banyak memfokuskan kepada faktor yang memengaruhi harga.65

d. Pemikiran Ibn Taimiyah

Dalam pandangannya yang lebih luas, Ibnu Taimiyyah mengemukakan tentang konsep mekanisme pasar didalam bukunya “Al-Hisbah fil Islam”. Beliau

63 Pusat Pengkajian dan Penge mbangan Ekono mi Isla m UII, Ek onomi Islam, 305-306.

64 Eu is Ama lia, Se jarah Pemik iran Ek onomi Islam (Depok: Gra mata Publishing, 2010), 240.

65 Nur Rianto Al Arif dan Euis Amalia, Teori Mik roek onomi: Suatu Perbandingan Ek onomi Islam dan Ek onomi Konvensional, 275.

(14)

mengatakan, bahwa di dalam sebuah pasar bebas (sehat), harga dipengaruhi dan dipertimbangkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan (supply and demand).

Suatu barang akan turun harganya bila terjadi keterlimpahan dalam produksi atau adanya penurunan impor atas barang-barang yang dibutuhkan. Dan sebaliknya ia mengungkapkan bahwa suatu harga bisa naik karena adanya penurunan jumlah barang yang tersedia atau adanya peningkatan jumlah penduduk mengindikasikan terjadinya peningkatan permintaan.

Ibnu Taymiyah mengatakan bahwa naik turunnya harga tidak selalu disebabkan oleh tindakan sewenang-wenang dari penjual. Bisa jadi penyebabnya adalah penawaran yang menurun akibat inefisiensi atau pemborosan produksi, penurun jumlah impor barang-barang yang diminta, atau juga karena tekanan pasar.

Karena itu, jika permintaan terhadap barang meningkat, sementara penawaran menurun, maka harga barang akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika permintaan menurun, sementara penawaran meningkat, maka harga akan turun.

Selanjutnya Ibnu Taymiyah menyatakan, penawaran bisa dari produksi domestik dan impor. Terjadinya perubahan dalam penawaran, digambarkan sebagai peningkatan atau penurunan dalam jumlah barang yang ditawarkan, sedangkan perubahan permintaan (naik atau turun) sangat ditentukan oleh selera dan pendapatan konsumen. Permintaan akan barang sering berubah-ubah. Perubahan itu disebabkan beberapa faktor yang antara lain, besar kecilnya jumlah penawaran, jumlah orang yang menginginkan terhadap barang tersebut, selera, harga barang itu sendiri dan harga barang lain yang terkait.66

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mekanisme pasar dalam Islam setidaknya mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

1) Membantu memecahkan persoalan penting ekonomi dalam bidang produksi, distribusi, dan konsumsi.

2) Konsumen perlu bersikap Islami agar tercapai tujuan di atas.

66 Eu is Ama lia, Se jarah Pemik iran Ek onomi Islam, 207.

(15)

3) Campur tangan negara dimaksudkan untuk melengkapi atau menggantikan mekanisme pasar, agar keterlibatan para pengusaha atau produsen tidak semena- mena dalam menentukan harga.

Melihat unsur- unsur tersebut di atas, secara eksplisit dapat dikatakan pula bahwa mekanisme pasar yang Islami merupakan mekanisme dimana pengusaha memperoleh keuntungan normal. Artinya, pengusaha berhak memperoleh keuntungan sedikit di atas biaya rata-rata. Keuntungan normal ini memang mempunyai pengertian yang relatif, karena pengusaha bisa mengartikan berbeda-beda. Yang pasti jangan mencekik konsumen dan juga tidak merugikan perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berbisnis dan bekerja harus diniati sebagai ibadah. Inilah tanggung jawab moral pengusaha muslim dalam menciptakan mekanisme pasar Islami. Sebab, seorang muslim ketika bekerja atau berbisnis tiada lagi merupakan cerminan diri sebagai khalifah di bumi.67

3. Fungsi dan Peran Pasar a. Fungsi pasar

Menurut Ari Sudarman pasar mempunyai lima fungsi utama. Fungsi- fungsi tersebut adalah:68

1) Pasar menetapkan nilai pasar (sets value). Dalam ekonomi pasar harga merupakan ukuran nilai. Fungsi ini memecahkan masalah penentuan apa yang harus dihasilkan oleh suatu perekonomian. Barang yang relatif lebih diinginkan oleh masyarakat mempunyai tingkat harga yang relatif lebih tinggi dibanding dengan barang yang tidak diinginkan masyarakat. Produsen yang menghasilkan barang yang lebih diinginkan masyarakat dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Akibatnnya produsen itu akan terangsang untuk memperbesar produksinya, dan juga mendorong produsen-produsen baru untuk menghasilkan barang tersebut. Jadi, gerak kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar menentukan tingkat harga barang. Sedang gerak harga-

67 Abdul Aziz, Etik a Bisnis Perspek tif Islam, 274.

68 Ari Sudarman, Materi Pokok Teori Ekonomi Mikro I (Jaka rta: Un iversitas Terbuka, 2000), 21-22.

(16)

harga itu sendiri untuk selanjutnya menentukan apa dan berapa setiap macam barang diproduksikan dalam suatu perekonomian.

2) Pasar mengorganisasikan produksi. Dengan adanya harga-harga faktor produksi di pasar, maka akan mendorong produsen memilih metode produksi yang paling efisien. Dalam ekonomi di anggap bahwa antara faktor- faktor produksi mempunyai kemungkinan subtitusi. Bila harga suatu faktor produksi mengalami kenaikan di pasar, maka produsen akan mengadakan penghematan penggunaan faktor produksi tersebut dan mencoba menggantinya dengan faktor produksi pengganti yang lain yang harganya relatif lebih murah. Jadi fungsi pasar yang kedua ini memecahkan masalah bagaimana cara menghasilkan barang.69

3) Pasar mendistribusikan barang. Hal ini menyangkut pertanyaan untuk siapa barang dihasilkan. Kemampuan seseorang untuk membeli barang tergantung pada penghasilannya. Penghasilan seseorang di samping tergantung pada beberapa unit jumlah faktor produksi yang dimiliki juga tingkat harga faktor produksi tersebut di pasar. Pola distribusi penghasilan bersama-sama dengan tingkat harga barang di pasar akan menentukan pola distribusi barang dalam suatu masyarakat. Dengan menganggap pola pemilihan faktor produksi dari suatu masyarakat pada suatu saat tertentu bentuknya, maka gerak harga barang dan faktor produksiakan menentukan distribusi barang yang dihasilkan kepada warga masyarakat.

4) Pasar berfungsi menyelenggarakan penjatahan (rationing). Penjatahan adalah inti dari adanya harga karena jumlah produksi yang tersedia dalam masyarakat untuk jangka waktu tertentu terbatas jumlahnya, maka jumlah tersebut haruslah dibagi-bagi sehingga dapat “cukup” dalam jangka waktu tertentu itu. Barang yang jumlahnya relatif sedikit di dalam suatu perekonomian , maka tingkat

69. Ari Sudarman, Materi Poko k Teori Ekonomi M ikro I, 22.

(17)

harga barang tersebut di pasar tinggi. Tingginya tingkat harga barang tersebut akan membatasi tingkat konsumsi sekarang.

5) Pasar mempertahankan dan mempersiapkan keperluan di masa yang akan datang. Tabungan dan investasi semuanya terjadi di pasar dan keduanya merupakan usaha untuk mempertahankan dan mencapai kemajuan perekonomian yang bersangkutan.70

b. Peranan Pasar

Peran pasar terus meningkat sebagai akibat berkembangnya fungsi pasar saat ini. Pasar mempunyai peranan yang beragam berdasarkan pada pengertian- pengertian tentang pasar dan berkembangnya kegiatan-kegiatan yang terjadi dipasar, dimana berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 378/KPTS/1987 tentang Pengesahan 33 Standar Konstruksi Bangunan Indonesia, peranan pasar dijabarkan sebagai berikut:

1) Pasar sebagai tempat pemenuhan kebutuhan.

Pasar menyediakan kebutuhan pokok sehari- hari yaitu sandang dan pangan, dengan demikian bisa diartikan bahwa di dalam pasar dapat d itemukan kebutuhan pokok sehari- hari atau kebutuhan pada waktu-waktu tertentu.

2) Pasar sebagai tempat rekreasi.

Pasar menyediakan aneka ragam barang untuk kebutuhan sehari- hari atau kebutuhan yang akan datang. Barang-barang tersebut ditata dan disajikan sedemikian rupa sehingga menarik perhatian pengunjung. Orang-orang yang datang ke pasar kadang-kadang hanya sekedar berjalan-jalan sambil melihat-lihat barang dagangan untuk melepaskan ketegangan atau mengurangi kejenuhan.

3) Pasar sebagai sumber pendapatan daerah atau kota.

Kegiatan pasar akan mengakibatkan terjadinya perputaran uang dan Pemerintah Kabupaten berhak menarik retribusi dari kegiatan-kegiatan tertentu yang terjadi di pasar. Hasil penarikan retribusi akan menambah pendapatan daerah

70 Ari Sudarman, Materi Po kok Teori Ekono mi Mikro I, 22.

(18)

dan besarnya hasil penarikan dari retribusi ini akan sangat bergantung pada kondisi pasar, skala pelayanan dan pengelolaan pasar.

4) Pasar sebagai tempat bekerja.

Berdagang juga merupakan pelayanan jasa sehingga dalam kegiatan itu pasar tidak lagi sekedar tempat jual beli tetapi juga sebagai tempat kerja.

5) Pasar sebagai tempat komunikasi sosial.

Bentuk jual beli antara pedagang dan pembeli terjadi dengan cara kontak langsung, sehingga dalam proses jual beli terjadi komunikasi dan terjadi interaksi sosial. Pasar-pasar tradisional yang berada di lokasi di mana masyarakat sekitarnya masih menampakkan sifat kerukunan dan masih adanya ikatan masyarakat yang sering disebut paguyuban, merupakan tempat orang berkumpul dan berbincang-bincang, mengikat kerukunan yang telah ada dan menyambung hubungan batin. Paguyuban tampak akrab karena pembeli yang datang tidak dibedakan status sosial dan profesinya.

6) Pasar sebagai tempat studi dan latihan.

Pasar dapat digunakan sebagai tempat studi dan pendidikan di mana pada pasar tersebut dapat diketahui seluk-beluk kondisi pasar dan perkembangan pasar, tingkat kebutuhan pasar suatu daerah atau kota, tingkat pendapatan, tingkat pelayanan, pola hubungan antara pasar dengan komponen pelayanan yang lainnya.

C. Perubahan Sosial

1. Pengertian perubahan sosial

Menurut Soedjono Dirdjosisworo menyebutkan perubahan sosial adalah perubahan fundamental yang terjadi dalam struktur sosial, sistem sosial, dan organisasi sosial.71

a. Struktur sosial dimaksudkan adalah bentuk dari pada seluruh jaringan hubungan antar individu dalam masyarakat dimana terjalin interaksi, interalasi, dan komunikasi sosial.

71 Soedjono Dirdjosisworo, Pengantar Sosiologi (Bandung: Alu mni, 1982), 63-64.

(19)

b. Sistem sosial dimaksudkan adalah keseluruhan jaringan hubungan antar- individu dalam kelompok sosial, yang berhubungan dengan nilai- nilai dan pola-pola kebudayaan serta kaidah-kaidah masyarakat tersebut.

c. Organisasi sosial dimaksudkan adalah wadah-wadah pergaulan kelompok yang disusun secara jelas antara petugas dan tugas-tugasnya yang berhubungan dengan usaha mencapai tujuan tertentu, yang umumnya berhubungan dengan aspek kesejahteraan dan keamanan anggota organisasi.

Menurut Selo Soermadjan juga memberikan tanggapan tentang apa pengertian perubahan sosial itu. Dia mengatakan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi pada lembaga lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai- nilai, sikap-sikap, dan pola-pola prilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat tersebut.72

Pengertian Perubahan Sosial menurut Kingsley Davis, Menurut Kingsley Perubahan Sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam fungsi dan struktur masyarakat. Contoh perubahan sosial dalam hal ini yaitu timbulnya organisasi buruh dalam masyarakat kapitalis yang menjadi penyebab terjadinya perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan di dalam perusahaan. Perusahaan ini bisa menyebabkan perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik, seperti adanya partai buruh.73

Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin memberikan tanggapan dalam salah satu karangannya bahwa pengertian perubahan sosial sebagai suatu variasi cara hidup yang telah diterima, yang disebabkan baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun disebabkan karena adanya difusi maupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat tersebut.

72 Selo Soermad jan, Social Change in Jogyakarta (New York: Corne ll University Press, 1962), 379.

73 Soerjono Soe kanto, Sosiologi Suatu Pengantar, 306.

(20)

Sedangkan menurut Robert H.Lauer mendefinisikan perubahan sosial menunjuk kepada perubahan fenomena sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia mulai dari tingkat individual hingga tingkat dunia.74

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapatlah dimengerti bahwa yang dimaksud dengan perubahan sosial adalah perubahan yanng terjadi dalam masyarakat meliputi perubahan struktur, sistem dan organisasi sosial sebagai akibat adanya modifikasi pola-pola kehidupan manusia, yang dipengaruhi oleh adanya faktor kebutuhan intern dan ektern masyarakat itu sendiri.75

Pada ada dasarnya perubahan adalah suatu keharusan, sebab setiap ciptaan Allah pasti akan mengalami perubahan, baik dalam arti perubahan yang menuju perkembangan atau menuju kemusnahan. Sebab seluruh ciptaan Allah SWT pasti hancur kecuali Allah SWT sendiri. Perubahan sosial yang dimaksud oleh manusia bukan secara individu melainkan perubahan antar pribadi seluruh komunitas masyarakat.

Menurut teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh August Comte membagi dalam dua konsep penting yaitu Social Static (bangunan struktural) dan Social Dynamics (dinamika struktural).76 Perubahan akan mencakup suatu sistem sosial, dalam bentuk organisasi sosial yang ada di masyarakat, perubahan dapat terjadi dengan lambat, sedang atau keras tergantung situasi yang mempengaruhinya. 77

Giddens dalam J. Dwi Narwoko, mengatakan kita hidup di era perubahan sosial yang mengagumkan, yang ditandai dengan transformasi yang sangat berbeda dari yang pernah terjadi sebelumnya.78 Yang demikian berarti realitas sosial adalah sebuah perubahan. Perubahan yang terjadi dalam suatu kelompok atau komunitas masyarakat adalah perubahan yang bersifat positif maupun

74 Robert H. Lauer, Perspek tif Tentang Perubahan Sosial (Jakarta: Bina Aksara, 1989), 5.

75 De wi Wulansari, Sosiologi: Konsep Dan Teori, 127.

76 Agus Salim, Perubahan Sosial sk etsa teori dan reflek si metodologi k asus Indonesia (Yogyakarta: PT Tia ra Wacana, 2002), 131.

77 Agus Salim, Perubahan Sosial sk etsa teori dan reflek si metodologi kasus Indonesia, 9-10

78 J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Tek s, Pengantar dan Terapan, (Jaka rta:Prenada Media, 2004), 342.

(21)

negatif. Selanjutnya Ginsberg mengatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu perubahan penting dalam struktur sosial, termasuk didalamnya perubahan norma, nilai, dan fenomena cultural. Satu hal yang perlu diingat bahwasanya setiap masyarakat pasti akan mengalami sebuah perubahan, meskipun dalam masyarakat primitive dan masyarakat kuno sekalipun.

Al-Qur‟an telah menjelaskan mengenai konsep perubahan masyarakat yang sesuai dengan firman Allah SWT pada Q. S. Ar–Ra‟du ayat 11 yang berbunyi :





















 



















































Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Kandungan ayat diatas ialah bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. Dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu , disebut malaikat Hafazhah. Allah SWT tidak akan merubah keadaan mereka selama mereka tidak merubah sebab-sebab kemunduran mereka.79

Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan maksud ayat diatas ialah manusia selalu di awasi dan jaga oleh para malaikat di hadapannya dan belakangnya berdasarkan perintah Allah, dari gangguan jin dan makhluk-makhluk yang lainnya. Dia tidak mencabut dari mereka nikmat-Nya dari keadaan yang baik dengan melakukan

79. Departe men Agama Republik Indonesia Jakarta, Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-Juz 30, (Jaka rta: CV. TOHA PUTRA SEMARANG, 1989), 370.

(22)

perbuatan durhaka. menimpakan azab dari siksaan-siksaan tersebut dan pula dari hal- hal lainnya yang telah dipastikan-Nya bagi orang-orang yang telah dikehendaki keburukan oleh Allah, selain Allah sendiri yang dapat mencegah datangnya azab Allah terhadap mereka. Huruf min di sini adalah zaidah.

Pada pemahaman ayat diatas bahwa kondisi masyarakat, baik maupun buruk, tidak akan dirubah oleh Allah SWT hingga mereka terlebih dulu melakukan perubahan terhadap apa yang terdapat pada diri mereka berupa pemahaman, pemikiran dan asumsi-asumsi. Tanpa melakukan hal tersebut, maka harapan untuk mendapatkan perubahan kondisi dari Allah adalah menyalahi teks ayat sekaligus mengingkari tugas kekhalifahan manusia.80 Kondisi sosial masyarakat pada dasarnya diskonstruksi oleh manusia sendiri, bukan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu pengembangan dan perubahan akan terjadi jika manusia itu sendiri yang akan melakukakan perubahan, bukan oleh Allah SWT, meskipun Allah SWT sendiri punya kuasa untuk melakukan itu.

Perubahan dicapai dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang handal yang akan menjadi agen perubahan (agent of change). Tentunya seorang agen perubahan mampu merubah beberapa aspek kehidupan masyarakat yang sesuai dengan syariat Islam seperti aspek muamalat, ekonomi, sosial kemasyarakatan, politik dan lain sebagainya.

Berkaitan dengan langkah ini ditegaskan dalam Hadist Nabi Muhammad SAW yaitu :

أٍَع ٍىِهأسُي ٍِأب ِسأَٛق أٍَعَٔ ِِّٛبَأ أٍَع ٍءاَجَز ٍِأب َمِٛعاًَأسِإ أٍَع ُشًَأعَ ألْا اََُثَّدَح َتَِٚٔاَعُي ُٕبَأ اََُثَّدَح

َلاَق ِِّ٘زأدُخأنا ٍدِٛعَس ِٙبَأ أٍَع اًَُْ َلَِك ٍبآَِش ٍِأب ِقِزاَط آَِب ُأَدأبُٚ أٍُكَٚ أىَنَٔ ِة َلََّصنا َمأبَق ِتَبأطُخأناِب َأَدَبَٔ ِِّب ُجَسأخُٚ أٍُكَٚ أىَنَٔ ٍدِٛع ِوإَٔٚ ِٙف َسَبأًُِأنا ٌُأَأسَي َجَسأخَأ

ِوإَٔٚ ِٙف ِِّب ُجَسأخُٚ أٍُكَٚ أىَنَٔ ٍدِٛع َوإَٔٚ َسَبأًُِأنا َج أجَسأخَأ َتَُُّّسنا َجأفَناَخ ٌُأَأسَي اَٚ َلاَقَف ٍمُجَز َواَقَف َلاَق إُناَق اَرَْ أٍَي ُِّ٘زأدُخأنا ٍدِٛعَس ُٕبَأ َلاَقَف َلاَق آَِب ُأَدأبُٚ أٍُكَٚ أىَنَٔ ِة َلََّصنا َمأبَق ِتَبأطُخأناِب َثأأَدَبَٔ ٍدِٛع ِّأَٛهَع ُ َّاللَّ َّٗهَص ِ َّاللَّ َلُٕسَز ُجأعًَِس ِّأَٛهَع اَي َٗضَق أدَقَف اَرَْ اَّيَأ ٍدِٛعَس ُٕبَأ َلاَقَف َلاَق ٌٍ َلَُف ٍُأب ٌُ َلَُف

80 Muhammad Munir, Manaje men Dak wah (Jakarta: Kencana, 2006), 256.

(23)

أٌِإَف ِِِدَِٛب ُِأسَِّٛغُٛأهَف ًةَّسَي َلاَقَٔ أمَعأفَٛأهَف ِِِدَِٛب َُِسَِّٛغُٚ أٌَأ َعاَطَتأسا أٌِإَف اًسَكأُُي أىُكأُِي َٖأَز أٍَي ُلُٕقَٚ َىَّهَسَٔ

ٌِاًَِٚ ألْا ُفَعأضَأ َكِنَذَٔ ِِّبأهَقِبَف َِِّاَسِهِب أع ِطَتأسَٚ أىَن أٌِإَف َِِّاَسِهِبَف ِِِدَِٛب أع ِطَتأسَٚ أىَن

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata; telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Isma'il bin Raja` dari bapaknya, dan dari Qais bin Muslim dari Thariq bin Syihab, keduanya dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; "Marwan mengeluark an mimbar pada hari Ied, dan itu belum pernah dilakukan sebelumnya, lalu ia juga memulai dengan berkhutbah sebelum shalat Ied, dan itu belum pernah dilakukan sebelumnya. Maka seorang lelaki berdiri seraya berkata; "hai Marwan, engkau telah menyelisihi sunnah, engkau keluarkan mimbar pada hari Ied padahal itu belum pernah dilakukan pada hari Ied, dan engkau juga memulainya dengan khutbah sebelum shalat, padahal hal itu belum pernah dilakukan sebelumnya!" Ia berkata; maka Abu Sa'id Al Khudri bertanya; "Siapa orang ini?" Mereka menjawab, "Ia adalah fulan bin fulan, " ia berkata; Lalu Abu Sa'id berkata; "Orang ini telah melakukan apa yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, jika ia bisa merubahnya dengan tangan, maka hendaklah ia lakukan, " dan sesekali beliau bersabda: "maka hendaklah ia merubah dengan tangannya, jika ia tidak mampu dengan tangannya, hendaklah dengan lisannya, jika ia tidak mampu dengan lisannya, maka hendak lah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman." (H.R. Ahmad Hadits No 10651)

Ada tiga hal yang perlu dicatat pada isi hadits tersebut mengenai perubahan sosial masyarakat yaitu: pertama, mengidentifikasi bentuk kemungkaran terlebih dahulu dalam hal ini adalah faktor permasalahan pada masyarakat. Kedua, menghitung kemampuan atau menemukan kekuatan . Ketiga, menentukan strategi yang akan dijadikan metode dalam melaksanakan perubahan dalam masyarakat. 81

2. Sebab-Sebab Terjadinya Perubahan Sosial

Astrid S. Susanto menyebutkan bahwa, sebab-sebab timbulnya perubahan sosial karena:82

a. Keadaan geografi tempat pengelompokan sosial b. Keadaan biofisik kelompok

81 Muhammad Munir, Manaje men Dak wah, 258.

82 Astrid S. Susanto, Pengantar Sosiologi Dan Perubahan Sosial (Bandung: Bina Cipta , 1985), 166.

(24)

c. Kebudayaan

d. Sifat anomi manusia

Keempat unsur ini saling mempengaruhi dan akhirnya memengaruhi bidang-bidang lain seperti teknologi, ilmu pengetahuan, organisasi, dan pengetahuan masyarakat. Faktor- faktor ini kemudian menimbulkan lagi perubahan dalam bidang transportasi, ekonomi, politik, dan bidang sosial lainnya.

Peledakan penduduk dapat juga menjadi faktor penentu timbulnya perubahan sosial , karena keadaan biologi lebih mendahului kesiapan orang untuk maju, tidak jarang perubahan ini menyebabkan kesulitan bagi masyarakat atau pemerintah setempat apabila tidak diiringi oleh tindakan pengendalian lajunya pertumbuhan penduduk.

Faktor kebudayaan diatas yang juga dapat dianggap sebagai faktor penentu perubahan sosial, dapat diberi contoh misalnya karena kebudayaan dengan semua tradisinya kadang-kadang menyebabkan orang tidak mau atau tidak berani mengadakan kemajuan, apabila perubahan sosial itu mereka anggap bertentangan dengan kebudayaan yang telah mengakar dalam kehidupan mereka, sehingga mereka tidak melihat segi manfaat dari kemungkinan adannya perubahan sosial tersebut.

Sifat anomi (menjauhi diri dari masyarakat) yang dianggap dapat menjadi faktor penentu perubahan sosial, karena pada umumnya mereka yang bersifat seperti ini berkeinginan selalu untuk melakukan sesuatunya secara sendiri- sendiri. Anomi yang dikenal dalam teori sosiologi ada dua macam , yaitu anomi sederhana dan anomi gawat.

Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sebab-sebab terjadinya perubahan sosial dapat disebutkan karena adanya pengaruh dari dalam dan luar masyarakat itu sendiri. Sebab dari dalam masyarakat antara lain kare na bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan dalam masyarakat, dan terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam tubuh masyarakat bersangkutan. Penyebab dari luar masyarakat antara lain adalah sebab yang

(25)

berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia, peperangan dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.83

3. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Beberapa faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dapat disebutkan antara lain:84

a. adanya kontak dengan kebudayaan lain. Salah satu proses yang menyangkut dalam hai ini adalah difusi (proses penyebaran unsur- unsur kebudayaan dari orang ke orang lain), dengan difusi suatu penemuan baru yang telah diterima oleh masyarakat dapat diteruskan dan disebrakan pada masyarakat luas sampai umat manusia di dunia dapat menikmati kegunaan kemajuan peradaban, yaitu antara lain proses tersebut merupakan pendorong bagi pertumbuhan suatu kebudayaan masyarakat manusia.

b. Adanya sistem pendidikan formal yang maju. Pendidikan mengajarkan pada setiap orang agar dapat berpikir lebih objektif terutama terhadap penilaian manfaat kebudayaan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.

c. Adanya sikap menghargai hasil karya orang lain serta keinginan untuk maju.

Contohnya memberi hadiah atau penghargaan terhadap hasil karya orang.

d. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang yang bukan merupakan delik (perbuatan kejahatan yang bertentangan dengan peraturan UUD 45).

e. Sistem terbuka dalam lapisan- lapisan sosialnya. Pada sistem lapisan yang terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas yang berarti memberi kesempatan bagi orang perorangan untuk maju atau dasar kemampuan-kemampuan anggota masyarakat.

f. Adanya penduduk yang heterogen. Masyarakat yang anggotanya terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda ras, ideologi, dan sebagainya mudah terjadi pertentangan yang

83 De wi Wulansari, Sosiologi: Konsep Dan Teori, 131.

84 De wi Wulansari, Sosiologi: Konsep Dan Teori, 131-132.

(26)

menyebabkan suatu goncangan sosial, yang merupakan suatu pendorong bagi terjadinya perubahan dalam masyarakat.

g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.

Keadaan seperti ini apabila terjadi dalam waktu yang lama, dimana masyarakat mengalami tekanan-tekanan dan kekecewaan dalam menyebabkan timbulnya revolusi dalam masyarakat.

h. Orientasi ke masa depan

i. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.

j. Adanya disorganisasi dalam masyarakat, sikap mudah menerima hal-hal yang baru, dan seterusnya.

4. Faktor-Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial

Beberapa faktor penghambat terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut:85

a. Kurangnya hubungan suatu masyarakat dengan masyarakat lain.

b. Terlambatnnya perkembangan ilmu pengetahuan salam satu masyarakat.

c. Sikap masyarakat sangat tradisional.

d. Adanya kepentingan yang telah tertanam dengan kuat sekali dalam suatu organisasi sosial, mereka sangat menikmati kedudukannya.

e. Adanya rasa takut atau khawatir terjadinya kegoncangan pada transisi kebudayaan.

f. Siakp tertutup terhadap hal- hal yang baru.

g. Asal hambatan yang bersifat ideologis.

h. Adanya adat atau kebiasaan.

i. Adanya sikap masyarakat yang beranggapan bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk da tidak mungkin diperbaiki.

5. Proses Perubahan Sosial

Beberapa bentuk proses perubahan sosial dapat disebutkan sebagai berikut. Bogardus berpendapat antara lain:86

85 De wi Wulansari, Sosiologi: Konsep Dan Teori, 132-134.

(27)

a. Proses perubahan sosial melalui evolusi sosial

Evolusi sosial merupakan perkembangan gradual yaitu karena adanya kerjasama harmonis antara manusia dengan lingkungannya, dan dikenal bentuk- bentuk evolusi ssebagai berikut:

1) Evolusi kosmis adalah taraf evolusi dalam bentuk pertumbuhan , perkembangan atau kemunduran hidup manusia.

2) Evolusi organis adalah evolusi yang ditemukan dakam bentuk survival of the fittest, yaitu perjuangan manusia untuk mempertahankan hidupnya.

3) Evolusi mental adalah evolusi sebagai akibat adanya perubahan teknologi dan perubahan kebudayaan.

b. Proses perubahan sosial melalui mobilitas sosial

Mobilitas sosial adalah keinginan akan perubahan yang diorganisasi.

Sebab dari gerakan sosial ini ialah penyesuaian diri dengan keadaan (ekologi) karena didorong oleh keinginan manusia akan hidup dalam keadaan yang lebih baik, serta pemanfaatan dari penemuan-penemuan baru.

c. Proses perubahan sosial melalui revolusi sosial

Pada umumnya revolusi ditandai oleh adanya ketidakpuasan dari golongan tertentu, dan biasanya didahului oleh tersebarnya suatu ide baru. Suatu proses perubahan sosial akan lebih mudah terjadi apabila masyarakat yang bersangkutan bersikap terbuka terhadap hal- hal atau unsur-unsur baru , baik yang datangnya dari luar maupun dari dalam. Sikap yang terbuka tersebut menurut Soejono Soekanto lazimnya apabila masyarakat memiliki latar belakang pendidikan yang cukup tinggi, yang mengerti dan percaya tentang manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi.87 Selain itu, pelopor perubahan juga harus dapat menjelaskan secara konkret kegunaan unsur-unsur yang akan dilembagakan. Oleh karena itu apabila ingin diadakan perubahan, maka diperlukan persiapan yang matang sekali.

86 Astrid S. Susanto, Pengantar Sosiologi Dan Perubahan Sosial (Bandung: Bina Cipta , 1985), 170-173.

87 Soerjono Soe kanto, Sosiologi Suatu Pengantar, 95

(28)

Biasanya perubahan sosial harus dimulai dengan usaha-usaha yang persuasif karena ada kecenderungan bahwa hal- hal yang dipaksakan akan menghasilkan suatu sikap atau perikelakuan yang menentang dan mungkin berwujud atau mungkin merupakan sikap melawan yang diam-diam tersebut pada suatu ketika mungkin akan meledak sehingga menimbulkan akibat negatif yang menggoncangkan masyarakat secara menyeluruh dan mendasar.88

Inti proses modernisasi pada hakikatnya adalah adanya peningkatan kemampuan dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang mendasar dan meliputi:

a. Kebutuhan akan sandang, pangan dan papan b. Keselamatan terhadap jiwa dan harta benda

c. Kesempatan yang wajar untuk dihargai sehingga seseorang itu memiliki harga diri yang diharapkan

d. Kesempatan untuk dapat mengembangkan kemampuan atau potensi.

e. Mendapatkan kasih sayang dari sesamanya.

6. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial.

Dewi Wulandari berpendapat Bentuk perubahan sosial dapat disebutkan meliputi perubahan bentuk struktur sosial, sistem sosial, organisasi sosial, atau stratifikasi sosial. Pada struktur sosial terlihat bentuk perubahan-perubahan pada jaringan hubungan antar- individu dalam masyarakat berupa hubungan jalinan sistem nilai- nilai, norma- norma, pola-pola perilaku individu kelompok sosial dan kebudayaan serta kaidah-kaidah masyarakat lainnya.89

Pada organisasi sosial terlihat bentuk perubahannya pada wadah pergaulan kelompok yang disusun secara jelas antara para petugas dengan tugas- tugasnya yang berhubungan dengan usaha mencapai tujuan tertentu yang umumnya berhubungan dengan aspek kesejahteraan dan keamanan para anggota organisasi sosial tersebut.

88 De wi Wulansari, Sosiologi: Konsep Dan Teori, 137-138.

89 De wi Wulansari, Sosiologi: Konsep Dan Teori, 138-139.

(29)

Pada stratifikasi sosial terlihat bentuk perubahannya pada kedudukan sosial seseorang karena faktor tertentu baik secara vertikal maupun secara horizontal. Misalnya buruh karena pendidikan dapat menjadi seorang ilmuwan, atau menjadi pedagang, komandan pasukan militer, dan lain sebagainya.

Suatu hal yang berhubungan dengan bentuk perubahan struktur, sistem dan organisasi sosial di atas misalnya suatu gerakan masyarakat yang berhubungan dengan ruang geografi atau terjadinya perpindahan tempat sekelompok anggota masyarakat dari suatu daerah ke daerah lain dalam jumlah yang relatif besar, bentuknya yang terkenal diantaranya:

a. Imigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara masuk ke negara lain b. Emigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara luar atau pergi dari

negara asalanya.

c. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya yang dikirim oleh pemerintah dalam suatu wilaya h negara tertentu.

d. Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota satu wilayah negara tertentu.

7. Dampak-Dampak Perubahan Sosial

Perubahan sosial dalam masyarakat memiliki dampak/akibat baik itu dampak positif maupun dampak negatif dalam kehidpa n masyarakat antara lain sebagai berikut:90

a. Dampak Positif Perubahan Sosial

Dampak positif dalam perubahan sosial menunjukkan bahwa memberikan pengaruh dalam kemajuan kehidupan masyarakat. Macam- macam dampak positif perubahan sosial adalah sebagai berikut:

1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan iptek dapat mengubah nilai- nilai lama menjadi nilai- nilai baru untuk mendorong berbagai inovasi dalam kemudahan kehidupan masyarakat menuju perubahan sosial ke arah modernisasi.

90 Abdulsyani, Sosiologi Sk ematika Teori dan Terapan (Jakarta : Bu mi Aksara, 1992), 35.

(30)

2) Tercipta Lapangan Kerja Baru.Mendorong industrialisasi dan perkembangan perusahaan mutinasional yang berkembang secara global dan pembukaan industri kecil, tentu saja memberikan banyak lapangan kerja sehingga dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal.

3) Tercipta Tenaga Kerja Profesional, Untuk mendukung persaingan industri maka diperlukan tenaga kerja yang terampil, cakap, ahli dan profesional.

4) Nilai dan Norma Baru terbentuk karena perubahan akan terjadi terus menerus sehingga memerlukan nilai- nilai dan norma dalam menjaga arus perubahan berdasarkan nilai dan norma tanpa menghalangi terjadi perubahan sosial.

5) Efektivitas dan Efisiensi Kerja Meningkat. Efektivitas dan efisiensi kerja selalu berkaitan dengan penggunaan alat produksi yang tepat dalam menghasilkan produk lebih cepat, lebih banyak dan tepat sasaran.

b. Dampak Negatif Perubahan Sosial

Dampak negatif dalam perubahan sosial menunjukkan kerugian yang dialami oleh masyarakat, baik itu kerugian material maupun non material.

Macam- macam dampak negatif dalam perubahan sosial adalah sebagai berikut:91 1) Terjadinya Disintegrasi SosialDisintegrasi (perpecahan) terjadi karena adanya

evolusi, kesenjangan sosial, perbedaan kepentingan yang mendorong perpecahan dalam masyarakat.

2) Terjadinya Pergolakan Daerah. Pergolakan di daerah dapat terjadi karena akibat dari:

a) Perbedaan agama, ras suku bangsa, dan politik b) Tidak memperhatikan tatanan hidup

c) Mengabaikan nilai dan norma d) Kesenjangan ekonomi

3) Kenakalan Remaja Muncul akibat pengaruh perubahan sosial nilai- nilai kebebasan budaya barat yang diadopsi tanpa menyesuaikan kondisi kebudayaan sendiri.

4) Terjadi Kerusakan Lingkungan

91 Abdulsyani, Sosiologi Sk ematika Teori dan Terapan, 36

(31)

5) Eksistensi Adat Istiadat Berkurang. N ilai adat istiadat semakin ditinggalkan oleh masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman, dan digantikan dengan nilai kebudayaan modern.

6) Lembaga Sosial tidak Berfungsi Secara Optimal 7) Menyalahgunakan kedudukan dan wewenang 8) Munculnya Paham Duniawi

a. Konsumenisme, paham/ideologi yang menjadikan seseorang mengkonsumsi atau memakai barang-barang secara berlebihan

b. Sirkulasi, paham yang memisahkan urusan dunia dengan urusan agama.

c. Hedonisme, merupakan paham yang menganggap hidup bertujuan untuk mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan menghindari prasangka- prasangka yang menyakitkan.

Referensi

Dokumen terkait

Jika sekedar alat peraga, proses juga dihentikan ( diabaikan). b) Menentukan apakah tujuan pembelajaran lebih bersifat kognitif, afektif atau psikomotor. c)

Perbankan dalam menerima simpanan dari masyarakat, masih memperoleh dana untuk investasi jangka pendek dengan pengambilan dananya dapat dilakukan kapan saja, sehingga

(2005) menjelaskan bahwa biosorpsi dan akumulasi zat polutan oleh tumbuhan dapat terjadi melalui tiga proses yaitu biosorpsi logam oleh akar, translokasi zat

Berikut keunggulan-keunggulannya: (1) pembelajaran menulis resensi novel dengan menggunakan teknik peta pikiran memudahkan siswa untuk memahami suatu novel yang akan

Kegagalan memahami relasi ontologis ini tercermin dalam kutipan-kutipan ayat-ayat diatas[tidak perlu ditanggapi mendetail, ontologis ini tercermin dalam kutipan-kutipan

Mengenai peserta dari program pelatihan, idealnya tidak hanya karyawan baru yang diberikan program ini, tetapi juga karyawan lama yang sudah bertahun-tahun mengabdi pada

• Pencarian diperkenankan mengunjungi node yang terdapat pada level yang lebih rendah jika ternyata node pada level yang lebih tinggi ternyata memiliki nilai heuristik yang

Setelah itu, Bapak Burhan (KASI Haji dann Umrah juga menyampaikan berita tersebut ke grup telegram calon jemaah haji. Beliau merasa bahwa keputusan Pemerintah yang