• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 188 TAHUN 2021

TENTANG

SPESIMEN TANDA TANGAN DAN PARAF PEJABAT YANG DIBERI DELEGASI DAN KUASA UNTUK MENANDATANGANI KEPUTUSAN MUTASI

KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dengan adanya pergantian pejabat eselon I/Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Perhubungan dan untuk memperlancar pelaksanaan mutasi Pegawai Negeri Sipil, perlu memberikan wewenang kepada pejabat-pejabat tertentu di lingkungan Kementerian Perhubungan;

b. bahwa pejabat yang namanya tersebut pada lajur 2 (dua) dalam Lampiran Keputusan Menteri ini, memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk diberikan kewenangan menandatangani keputusan mutasi kepegawaian di lingkungan Kementerian Perhubungan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Spesimen Tanda Tangan dan Paraf Pejabat yang Diberi Delegasi dan Kuasa untuk Menandatangani Keputusan Mutasi Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Perhubungan;

(2)

- 2-

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6037);

3. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 75);

4. Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2019 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Indonesia Maju (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 202);

5. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 203) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor

106);

6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 2 Tahun 2015 tentang Wewenang, Pendelegasian Wewenang, dan Pemberian Kuasa Bidang Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 32);

7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 873);

(3)

Memperhatikan :

Menetapkan

PERTAMA

KEDUA

KETIGA

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39/TPA Tahun 2021 tanggal 9 Maret 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Perhubungan;

MEMUTUSKAN :

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG SPESIMEN TANDA TANGAN DAN PARAF PEJABAT YANG DIBERI DELEGASI DAN KUASA UNTUK MENANDATANGANI KEPUTUSAN MUTASI KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.

Memberikan delegasi kepada pejabat yang namanya tersebut pada lajur 2 (dua), dalam jabatan sebagaimana tersebut dalam lajur 3 (tiga), untuk atas nama sendiri menandatangani mutasi kepegawaian sebagaimana tersebut dalam lajur 6 (enam), dengan spesimen tanda tangan dan paraf masing - masing sebagaimana tersebut pada lajur 14 (empat belas) dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

Memberikan kuasa kepada pejabat yang namanya tersebut pada lajur 2 (dua), dalam jabatan sebagaimana tersebut dalam lajur 3 (tiga), untuk atas nama Menteri Perhubungan menandatangani mutasi kepegawaian sebagaimana tersebut dalam lajur 6 (enam), dengan spesimen tanda tangan dan paraf masing-masing sebagaimana tersebut pada lajur 14 (empat belas) dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

Pejabat penerima delegasi sebagaimana tersebut dalam Diktum PERTAMA dapat memberikan kuasa kepada pejabat lainnya dalam lingkungan kewenangannya.

(4)

- 4-

KEEMPAT : Delegasi dan kuasa sebagaimana tersebut dalam Diktum PERTAMA dan Diktum KEDUA berakhir apabila pejabat yang bersangkutan pensiun, diberhentikan karena sebab

lain, atau dimutasikan pada unit lain.

KELIMA : Pada saat Keputusan Menteri ini mulai berlaku maka segala ketentuan yang bertentangan dengan Keputusan Menteri ini dinyatakan tidak berlaku.

KEENAM : Keputusan Menteri ini disampaikan kepada pejabat yang berkepentingan untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

KETUJUH : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan berlaku surut sejak tanggal 22 Maret 2021.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 12 Agustus 2021 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

BUDI KARYA SUMADI

SALINAN Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:

1. Kepala Badan Kepegawaian Negara;

2. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Perhubungan;

3. Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara;

4. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan;

5. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan;

6. Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi;

7. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Jakarta IV di Jakarta;

dan

8. Pejabat yang diberi Delegasi dan Kuasa.

Salinan sesuai aslinya

anto

(5)

1____________2_____

2_ Dr. Um ar Aris,S.H,M.M,M.H NIP. 196103231988112001

3________

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan

Perhubungan

RUANG ESELON

JENJANG A S U SALINA N/

JENIS MUTASI KEPEGAWAIAN DELEGASI KUASA

PET1KAN

4 5 6 7 8 9 10 11 12

-

X - 1. Menandatangani penetapan angka kredit V -

Penyelia

(III/c-III/d) khu sus jabatan litkayasa

X -

2. Menandatangani Keputusan Pemberhentian

Sementar a dari Jabatan Negeri V - I/ a -III/ d - -

X -

3. Menandatangani Keputusan Kenaikan Pangkat PNS

V - Untuk menjadi

IV/a - IV/b - -

kecuali kenaikan pangkat anumerta dan kenaikan pangkat

pengabdian

X -

4. Melantik dan mengambil sumpah/janji

jabatan struktural V - - I I I - V -

X

5. Menandatangani Surat Pemyataan

Pelantikan Pejabat Struktural V - - III - V - -

X -

6. Menandatangani Surat Pemyataan Menduduki Jabatan (SPMJ) dan Surat Pemyataan Menjalankan Tu gas Jabatan (SPMT) Struktural

- V - li - -

X -

7. Menandatangani Keputusan Pemindahan

Antar Wilayah Kerja V - IV/a -IV/e - - Dalam satu unit eselon I

X - 8. Mengambil Sumpah/Janji PNS V - I / a -IV / e - - -

X 9. Menandatangani Surat Ijin Cuti dan Surat Penangguhan Cuti

V - - Il -

Untuk jenis cuti:

a. cuti tahunan;

b. cuti besai%

c. cuti sakitj d. cuti bersalin;

e. cuti alasan penting;

KEWENANGAN

________ 13 Badan Penelitian

dan Pengembangan

Perhubungan

b. Paraf

14

b.

(6)

N o . N A M A / N I P J A B A T A N

W E W E N A N G U N T U K M E N A N D A T A N G A N I

K E P U T U S A N M U T A S I K E P E G A W A I A N S I F A T K E W E N A N G A N

B E R L A K U U N T U K

K E T E R A N G A N

D A L A M L I N G K U N G A N K E W E N A N G A N

C O N T O H a . T a r n i a T a n g a n b . P a r a f G O L .

R U A N G E S E L O N J A B F U N G J E N J A N G A S L I S A L I N A N /

J E N I S M U T A S I K E P E G A W A I A N D E L E G A S I K U A S A P E T I K A N

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 11 12 13 14

X

1 0 . M e n a n d a t a n g a n i K e p u t u s a n P e n e t a p a n P e m b e b a n a n B i a y a P i n d a h k a r e n a P i n d a h A l a m a t P e n s i u n

V I / a - I V / e -

X

1 1 . M e n a n d a t a n g a n i

K e p u t u s a n p e n e t a p a n P e m b e b a n a n B i a y a P i n d a h k a r e n a K e p e n t i n g a n G r o a n i s a f n

V I / a - I V / e -

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

ttd.

BUDI KARYA SUMADI

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Hukum,

Referensi

Dokumen terkait

Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya pada Pasal 158 ayat (1) yang menyatakan

Menunjuk dan mengangkat yang namanya tersebut pada lajur dua dalam jabatan sebagaimana tercantum dalam lajur tiga dalam lampiran keputusan ini sebagai Tim Penyusun

Alhamdulillahirabilalamin, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberi kemampuan dan kesempatan kepada penulis sehingga dapat

Sistem struktur gedung tinggi atau super-tinggi umumnya tidak hanya mengandalkan kepada konstruksi shear-wall dan rangka, tetapi sudah harus menggunakan sistem yang lebih

Beberapa perubahan ketentuan dalam PSAK tersebut sebagian relevan untuk akad asuransi syariah yang diatur dalam PSAK 108 (2009), seperti pengakuan pendapatan kontribusi peserta,

Untuk itulah diperlukan suatu kontrol kapasitor yang dapat bekerja secara otomatis untuk membuka kapasitor pada saat kehilangan tegangan sehingga ketika daya masuk maka

Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang tidak signifikan secara statistik antara pekerjaan dengan kualitas hidup pada lansia, sedangkan pada beberapa penelitian