LAPORAN KINERJA
TAHUN 2021
DIREKTORAT SISTEM & STRATEGI PENYELENGGARAAN JALAN & JEMBATAN DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan “Laporan Kinerja Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Tahun 2021” ini dapat diselesaikan.
Laporan ini merupakan salah satu perwujudan laporan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja dan bentuk pertanggungjawaban Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 09/PRT/M/2018 tentang Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan melaksanakan kegiatan terkait tugas perumusan kebijakan penyelenggaraan jalan di bidang keterpaduan sistem jaringan jalan dan jembatan, strategi program dan anggaran, pembinaan teknis jalan daerah, pengelolaan pinjaman dan hibah luar negeri serta pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan jalan dan jembatan termasuk kawasan metropolitan dan kota. Penyusunan Laporan ini mengacu pada dokumen Perjanjian Kinerja serta DIPA Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga Tahun 2021.
Dengan terselesaikannya laporan kinerja ini, diharapkan dapat memberikan informasi secara transparan kepada seluruh pihak yang terkait mengenai kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, sehingga dapat memberikan umpan balik guna peningkatan kinerja pada periode berikutnya.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus disampaikan kepada semua pihak atas tenaga dan pikirannya sehingga laporan ini dapat disusun.
Jakarta, Januari 2022 DIREKTUR SISTEM DAN STRATEGI PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN,
Ir. Miftachul Munir, MT NIP. 19630506 199703 1 002
RINGKASAN EKSEKUTIF
Penyusunan Laporan Kinerja ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor: 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dengan turunannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Nomor: 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah serta mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 09/PRT/M/2018 tentang Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Di Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat.
Tujuan yang hendak dicapai Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan sebagai penjabaran atas visi dan misi Direktorat Jenderal Bina Marga serta mencapai tujuan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat selama periode 5 (lima) tahun (2020 - 2024) adalah:
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang Andal, Responsif, Inovatif dan Profesional dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil
Presiden:
“Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”
Sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, terdapat 6 (enam) indikator kinerja yag menunjang kinerja Direktorat, berikut indikator kinerja beserta capaian ditahun 2021 :
a. Capaian kinerja kegiatan Pengaturan dan Pembinaan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan sebesar 90,77%.
b. Capaian kinerja kegiatan Layanan Sarana Internal sebesar 99,80%.
c. Capaian Kinerja kegiatan layanan Dukungan Manajemen Satker sebesar 89,27%
d. Capaian kinerja kegiatan layanan perkantoran sebesar 83,62%
CAPAIAN KINERJA
Dit. SSPJJ TA. 2021:
90,87%
Status : 18 Januari 2022 Pkl 08:00,
Realisasi Keuangan:
Rp. 98.094.481.000,-
Presentase rata - rata
DIPA AWAL :
88,07 %
DIPA REVISI :
89,02 %
Capaian Indikator Kinerja Sasaran Program TA 2021 No Indikator Kinerja Sasaran
Program Sat Target Realisasi Capaian (%) 1 Tingkat Implementasi Perencanaan
Penyelenggaraan Jalan
% 95,00 90,87 90,87
2 Tingkat Implementasi Penyelenggaraan SAKIP
Nilai 81,00 80,47 80,47
Alokasi DIPA berdasarkan Perjanjian Kinerja
Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan 2021
DIPA AWAL
DIT. SSPJJ
DIPA REVISI
DIT. SSPJJ
Rp. 122.315.604.000,- Rp. 113.511.312.000,-
APBN (Rp) PLN (Rp) APBN (Rp) PLN (Rp)
103.517.332.000,- 29.538.000.000,- 71.978.312.000,- 41.533.000.000,-
Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor: 13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terdapat perubahan organisasi dimana awal mula Direktorat Penyelenggaraan Jaringan Jalan menjadi Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, perubahan struktur organisasi ini berimbas pula pada alokasi anggaran Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan dimana terdapat penambahan alokasi anggaran dari Satuan Kerja Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan untuk Sub Direktorat Jalan Daerah dan pengurangan alokasi anggaran untuk 2 (dua) sub direktorat yang berpindah ke Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan, yaitu Sub Direktorat Lingkungan dan Keselamatan serta Sub Direktorat Analisa Data dan Pengembangan Sistem.
Upaya-upaya peningkatan kinerja yang telah dilakukan Direktorat sistem dan strategi penyelenggaraan jalan dan jembatan untuk mendapatkan capaian kinerja yang optimal, sebagai berikut :
a. Meningkatkan koordinasi antar sub direktorat dan sub bagian dalam rangka optimalisasi penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan
(SAKIP) yang meliputi: perencanaan, pengukuran, pengelolaan data, pelaporan dan evaluasi kinerja;
b. Menyusun perencanaan dalam Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA- K/L) dengan target kinerja yang lebih matang sehingga tidak terlalu banyak revisi yang perlu dilakukan;
c. Meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan kegiatan swakelola;
d. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi terhadap kinerja secara berkala;
e. Meningkatkan kedisiplinan dalam pelaporan kinerja.
Beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan kinerja tahun anggaran 2021, sebagai berikut:
a. Kematangan dan kehandalan perencanaan kinerja yang masih perlu ditingkatkan. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya revisi DIPA, dimana setiap proses revisi DIPA yang dilakukan membutuhkan waktu cukup lama.
b. Perencanaan target kinerja tahunan yang tidak selaras dengan target tahunan dalam Rencana Strategis.
c. Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yang diukur pada Dokumen Laporan Kinerja tahun 2021 ini tidak dapat dibandingkan dengan IKK pada Reviu Renstra 2020 - 2024 dikarenakan IKK yang terdapat pada dokumen Perjanjian Kinerja tidak tercantum atau tidak selaras dengan IKK Reviu Renstra. Adapun indikator kinerja kegiatan yang tercantum dalam Perjanjian Kinerja 2021, antara lain:
1) Jumlah Rekomendasi Kebijakan Pengaturan dan Pembinaan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan;;
2) Jumlah Layanan Dukungan Manajemen Satker;
3) Jumlah Layanan Sarana Internal;
4) Jumlah Layanan Perkantoran.
d. Adanya lelang ulang pada beberapa paket pekerjaan di lingkungan Direktorat sistem dan strategi penyelenggaraan jalan dan jembatan, menyebabkan mundurnya waktu pelaksanaan kegiatan.
e. Adanya refocussing anggaran kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk mendukung percepatan penanganan pandemi Covid-19, yang
kemudian berpengaruh pula pada anggaran serta kinerja Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan.
f. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah sehingga survey dan monitoring lapangan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Kegiatan survey dan monitoring yang dapat dilaksanakan hanya pengumpulan data sekunder yang dilakukan melalui koordinasi antar instansi/Lembaga/pemerintah daerah, sambil menunggu waktu pelaksanaan survei yang kondusif.
g. Pandemi Covid-19 mengakibatkan pola kerja Work From Office/Work From Home (WFO/WFH) secara bergantian sehingga menjadi sulit untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Beberapa langkah antisipatif yang akan dilakukan agar kendala yang terjadi di tahun ini tidak terulang di tahun yang akan datang, sebagai berikut:
a. Pemantauan secara intensif terhadap pelaporan e-monitoring dan SiPP Terpadu, serta melakukan update dan penginputan data pada e-monitoring dan SiPP Terpadu secara berkala agar data yang diperoleh minim kesalahan dan dapat diandalkan.
b. Meningkatkan kedisiplinan dalam pelaporan kinerja sehingga data yang di dapat merupakan data yang update dan dapat diandalkan.
c. Meningkatkan kualitas perencanaan kinerja dengan menentukan prioritas kinerja yang akurat dan handal.
d. Meningkatkan koordinasi antar unit kerja di Lingkungan Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam hal waktu pelaksanaan pekerjaan.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Penyelenggaraan Laporan Kinerja dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2014 tentang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah.
Laporan Kinerja adalah instrumen yang terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan strategis, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja yang digunakan oleh setiap unit kerja dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggung-jawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan visi dan misi organisasi.
Penyusunan Laporan Kinerja ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor: 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dengan turunannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Nomor: 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah serta mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 09/PRT/M/2018 tentang Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Di Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat.
Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan merupakan unit yang menyiapkan kebijakan terkait perencanaan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Direktorat Jenderal Bina Marga, berdasarkan kebijakan pemerintah yang berlaku. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan selalu bekerja sama dengan lingkungan strategis di sekitarnya.
Koordinasi dan kerjasama yang saling terkait antara Unit-unit Eselon II yang berada di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, khususnya di dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga menjadi sangat strategis untuk mempengaruhi pencapaian kinerja yang optimal di Direktorat sistem dan strategi penyelenggaran jalan dan jembatan. Unit-unit Eselon II tersebut yang dapat dipandang sebagai lingkungan strategis internal Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan meliputi:
a. Seluruh Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga, yaitu Sekretariat Direktorat Jenderal; Direktorat Pembangunan Jalan, Direktorat Pembangunan Jembatan, Direktorat Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I, Direktorat Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II, Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan; dan Direktorat Kepatuhan Intern.
b. Unit-unit Eselon II (Biro dan Pusat) di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terutama Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri.
c. Unit-unit Eselon II di Lingkungan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), terutama Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional.
d. Balai Besar dan Balai Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga.
e. Inspektorat-inspektorat Wilayah di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Sedangkan lingkungan strategis eksternal di luar Kementerian Pekerjaan Umum yang turut mempengaruhi pencapaian kinerja yang optimal di Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan antara lain meliputi:
a. Pemerintah Daerah, baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten dan kota;
b. Badan atau Negara Donor/Pemberi Pinjaman;
c. Dewan Perwakilan Rakyat;
d. Kantor Staf Kepresidenan;
e. Kementerian Keuangan;
f. Kementerian Perhubungan;
g. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
h. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
i. Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan j. Mitra Kerja Penyedia Jasa Konsultansi.
Lingkungan strategis internal yang mempengaruhi penyelenggaraan fungsi- fungsi Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan untuk
menjalankan tugas pokok sebagaimana diuraikan di atas pada dasarnya potensi sumber daya manusia dan sarana kerja yang telah dimiliki.
1.2 TUGAS DAN FUNGSI
Dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsinya Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan didukung oleh unit-unit kerja yang berada dibawahnya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 13/PRT/M/2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Tugas pokok Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan adalah perumusan kebijakan penyelenggaraan jalan di bidang keterpaduan sistem jaringan jalan dan jembatan, strategi program dan anggaran, pembinaan teknis jalan daerah, pengelolaan pinjaman dan hibah luar negeri serta pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan jalan dan jembatan termasuk kawasan metropolitan dan kota besar.
Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga menyelenggarakan fungsi, sebagaimana tertuang didalam Pasal 196 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 13/PRT/M/2020 Tahun 2020, adalah sebagai berikut:
a. Perumusan kebijakan keterpaduan sistem jaringan jalan dan jembatan;
b. Penyusunan rencana dan pengembangan strategi, serta rencana strategis pengelolaan jalan dan jembatan;
c. Pembinaan dan penyusunan strategi pemrograman dan penganggaran jalan dan jembatan termasuk jalan daerah yang dibiayai APBN, kawasan metropolitan dan kota besar;
d. Pembinaan teknis jalan daerah;
e. Penyiapan, pelaksanaan, dan pengendalian administrasi kerja sama luar negeri;
f. Pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan dan jembatan; dan g. Pelaksanaan urusan tata direktorat.
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga didukung oleh unit-unit di bawahnya, yaitu sebagai berikut:
a. Subdirektorat Keterpaduan Sistem Jaringan Jalan dan Jembatan
Subdirektorat Keterpaduan Sistem Jaringan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan umum pengembangan jaringan jalan, perencanaan strategis jalan dan jembatan, dan kebijakan rencana kerja tahunan, penyusunan perencanaan jangka menengah-panjang pengembangan jaringan jalan termasuk kawasan metropolitan dan Kota besar, pelaksanaan prastudi kelayakan, studi kelayakan dan penyiapan indikasi skema pembiayaan pengembangan jaringan jalan nasional, penetapan fungsi, status, dan kelas jalan pada sistem jaringan jalan nasional, dan pelaksanaan keterpaduan sistem jaringan jalan dalam rangka penguatan konektivitas termasuk kawasan metropolitan dan kota besar.
b. Subdirektorat Strategi, Program dan Anggaran
Subdirektorat Strategi, Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan Pembinaan strategi penyusunan program dan anggaran penyelenggaraan jalan dan jembatan, penyusunan program dan anggaran tahunan penyelenggaraan jalan dan jembatan, penyusunan dokumen anggaran tahunan, pelaksanaan pengendalian anggaran tahunan, pelaksanaan pemantauan dan evaluasi program dan anggaran tahunan, dan pelaksanaan pengendalian dokumen anggaran tahunan.
c. Subdirektorat Jalan Daerah
Subdirektorat Jalan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan penyusunan perencanaan jangka menengah panjang pengembangan jaringan jalan daerah, pembinaan perencanaan dan pemrograman jalan daerah termasuk konektivitas jaringan jalan, pembinaan pengawasan dan pelaksanaan jalan daerah, penyusunan tatalaksana dan evaluasi terhadap usulan penanganan jalan dan jembatan daerah yang akan didanai APBN, dan pelaksanaan prastudi kelayakan dan studi kelayakan pengembangan jaringan pada kawasan metropolitan dan kota besar.
d. Subdirektorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri
Subdirektorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan, pembinaan, penatalaksanaan , dan pengendalian pelaksanaan kerja sama luar negeri, penyiapan, pelaksanaan, dan pengendalian
administrasi kerja sama luar negeri, pembinaan dan pelaksanaan evaluasi pengolahan dan pelaporan bahan pemantauan penyelenggaraan jalan, penyiapan bahan informasi penyelenggaraan jalan dan penyiapan informasi pimpinan, pengolahan informasi dan isu-isu strategis penyelenggaraan jalan, pembinaan, koordinasi, dan penyusunan dokumen perjanjian kinerja dan laporan kinerja, dan evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan Direktorat Jenderal Bina Marga.
e. Subbagian Tata Usaha (TU)
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, administrasi barang milik negara, tata persuratan, kearsipan, kerumahtanggaan, koordinasi data dan informasi, serta koordinasi administrasi penerapan sistem pengendalian intern direktorat.
1.3 STRUKTUR ORGANISASI
Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan merupakan Unit Organisasi Eselon II yang didukung oleh 4 (empat) Unit Kerja Eselon III. Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan terdiri atas:
a. Subdirektorat Keterpaduan Sistem Jaringan Jalan dan Jembatan;
b. Subdirektorat Strategi, Program, dan Anggaran;
c. Subdirektorat Jalan Daerah;
d. Subdirektorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; dan e. Subbagian Tata Usaha.
Selain didukung unit-unit struktural sebagaimana dijelaskan di atas, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan juga didukung oleh Satuan Kerja Pembinaan Administrasi dan Pelaksanaan Pengendalian Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (Satker PAP2PHLN) yang mengelola kegiatan di Direktorat Jenderal Bina Marga yang didanai oleh Pinjaman dan Hibah Luar Negeri. Satuan Kerja Pembinaan Administrasi dan Pelaksanaan Pengendalian Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berkoordinasi dengan beberapa unit kegiatan yang bertugas melaksanakan manajemen pinjaman dan hibah, koordinasi pelaksanaan serta penyusunan laporan
dan evaluasi pelaksanaan sesuai dengan ketentuan donor dan Loan Agreement yang disebut dengan Project Management Unit (PMU).
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Direktorat sistem dan strategi penyelenggaran jalan dan jembatan
Melalui struktur organisasi Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan yang ditunjukan pada Gambar 1.1. diharapkan peran Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan dalam kegiatan Pengaturan dan Pembinaan Pengembangan Jaringan Jalan akan lebih optimal.
1.4 ISU STRATEGIS
Dalam upaya pencapaian target kinerja, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan menghadapi kendala dan tantangan di Tahun 2021, yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Perlunya pemantapan penggunaan Arsitektur dan Informasi Kinerja yaitu sistem penganggaran berbasis hasil. Melalui pemantapan dan persamaan persepsi mengenai Arsitektur dan Informasi Kinerja (ADIK) maka penganggaran dan penentuan target kinerja output dalam RKA-K/L akan lebih efisien.
2. Adanya perubahan tata cara, peraturan dan kebijakan terkait dengan keuangan dan anggaran yang menyebabkan dibutuhkannya waktu untuk
dapat menyesuaikan dengan prosedur baru serta belum optimalnya fungsi Renstra Direktorat Jenderal Bina Marga.
3. Adanya lelang ulang pada beberapa paket kegiatan yang menyebabkan mundurnya waktu pelaksanaan kegiatan.
4. Beberapa kegiatan studi maupun studi kelayakan yang dilakukan tidak serta merta memberikan penilaian kelayakan yang tinggi dari suatu rencana kegiatan untuk dapat dilakukan dalam waktu jangka pendek. Melalui setiap studi dimaksud diharapkan dapat memberikan rekomendasi kelayakan suatu rencana kegiatan melalui pentahapan, mengingat bahwa penyusunan suatu studi/ studi kelayakan merupakan salah satu readiness criteria yang perlu dipersiapkan sebagai langkap paling awal suatu rencana kegiatan pembangunan jalan/ jembatan.
5. Adanya kebijakan realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID- 19) pada tahun 2021 dan refocussing kegiatan untuk mendukung percepatan penanganan pandemi Covid-19, yang kemudian berimbas pula pada kinerja Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan.
6. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah sehingga survei lapangan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Kegiatan survei yang dapat dilaksanakan hanya pengumpulan data sekunder yang dilakukan melalui koordinasi antar instansi/Lembaga/pemerintah daerah, sambil menunggu waktu pelaksanaan survei yang kondusif.
7. Pandemi Covid-19 mengakibatkan pola kerja Work From Office / Work From Home (WFO/WFH) secara bergantian sehingga komunikasi dengan pihak- pihak terkait yang terlibat dalam kegiatan terutama pihak ketiga seperti laboratorium pengujian tanah, pihak terkait data sekunder, dan lain-lain menjadi terhambat.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan, terdapat beberapa keberhasilan dalam kinerja, antara lain :
1. Tersusunnya Rencana Kerja (Renja) TA 2022 sesuai angka dasar, pagu indikatif dan pagu anggaran
2. Telah dilakukannya pemutakhiran dan pengembangan aplikasi SiPP Terpadu yang telah terintegrasi dengan sistem e-monitoring, yang dikedepannya dapat menjadi tools untuk memantau kinerja dan mempermudah dalam pengambilan data pada pembuatan laporan untuk pimpinan.
3. Telah dilakukannya pengembangan aplikasi sigmetro untuk kebutuhan tugas dan fungsi Sub Direktorat Jalan Daerah.
4. Adanya penilaian terhadapan kinerja pemerintah daerah (provinsi, kota dan kabupaten) dalam rangka peringatan Hari Jalan, sesuai Surat Keputusan Direktorat Jenderal Bina Marga No.137/D/2021 pada tanggal 31 Agustus 2021 tentang Panitia Penyelenggaraan Peringatan Hari Jalan Nasional Direktorat Jenderal Bina Marga KemenPUPR Tahun Anggaran 2021.
BAB 2
PERENCANAAN KINERJA
2.1. URAIAN SINGKAT RENSTRA
Rencana Strategis (Rencana Strategi) Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga merupakan dokumen perencanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Ditjen Bina Marga selama periode 5 (lima) tahun. Dokumen tersebut merupakan bagian dari Rencana Strategi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2020–2024 yang disusun berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor: 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor: 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), Undang-Undang Nomor: 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005– 2025, serta Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 - 2024. Rencana Strategi Ditjen Bina Marga menjadi acuan yang digunakan seluruh unit kerja dan satuan kerja dalam Perencanaan, Pemrograman, dan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) untuk penyusunan dokumen Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga.
Sasaran program Direktorat Jenderal Bina Marga adalah “Meningkatnya Konektivitas Jaringan Jalan Nasional” yang didukung oleh salah satunya sasaran kegiatan “Peningkatan pengaturan dan pembinaan pengembangan jaringan jalan”. Sasaran kegiatan tersebut merupakan dasar kegiatan utama Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan.
Dalam rangka pencapaian Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga tahun 2020 - 2024, perlu disusun rencana strategis level direktorat, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.09/PRT/M/2018 tentang Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bab V Pasal 6 ayat 3, bahwa “Unit kerja/ unit pelaksana teknis menyusun Rencana Strategi sebagai dokumen perencanaan unit kerja/unit pelaksana teknis untuk periode 5 (lima) tahunan berpedoman
pada Rencana Strategi entitas di atasnya”. Rencana Strategi Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan ini akan menjadi acuan bagi seluruh sub unit kerja di bawah Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan dalam pelaksanaan tugas sebagai upaya mendukung Rencana Strategi Direktorat Jenderal Bina Marga.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan memiliki peran dalam perumusan kebijakan penyelenggaraan jalan di bidang keterpaduan sistem jaringan jalan dan jembatan, strategi program dan anggaran, pembinaan teknis jalan daerah, pengelolaan pinjaman dan hibah luar negeri serta pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan jalan dan jembatan termasuk kawasan metropolitan dan kota besar.
Dengan peran Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan yang strategis tersebut, Rencana Strategi Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan harus disusun secara sistematis, dan terperinci melingkupi harapan stakeholders dan customer yang harus dipenuhi, serta proses yang diperlukan untuk memenuhi harapan tersebut.
a. Visi dan Misi
Dalam Rangka mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 - 2024 maka Visi dan Misi Direktorat sistem dan strategi penyelenggaraan jalan dan jembatan serta Direktorat Jenderal Bina Marga merupakan Visi dan Misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai berikut:
VISI
“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang Andal, Responsif, Inovatif dan Profesional dalam Pelayanan Kepada Presiden
dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi Misi Presiden dan Wakil Presiden : Indonesia Maju yang Berdulat, Mandiri dan Berkepribadian
Berlandaskan Gotong Royong”
MISI
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Melaksanakan Misi Presiden dan Wakil Presiden dengan uraian sebagai berikut:
1. Memberikan dukungan teknis dan administratif serta analisis yang cepat, akurat, dan responsif kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam pengambilan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan serta penyelenggaraan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
2. Memberikan dukungan teknis dan administratif kepada Presiden dalam menyelenggarakan pembangunan infrastruktur sumber daya air, konektivitas, perumahan dan permukiman dalam suatu pengembangan infrastruktur wilayah yang terpadu.
3. Menyelenggarakan pelayanan yang efektif dan efisien di bidang tata kelola, perencanaan, pengawasan, informasi, dan hubungan kelembagaan.
4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penyelenggaraan jasa konstruksi, dan pembiayaan infrastruktur dalam mendukung penyelenggaraan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
b. Tujuan Fungsi dan Sasaran Strategis
Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor: 13 Tahun 2020 Pasal 195, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan penyelenggaraan jalan di bidang keterpaduan sistem jaringan jalan dan jembatan, strategi program dan anggaran, pembinaan teknis jalan daerah, pengelolaan pinjaman dan hibah luar negeri serta pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan jalan dan jembatan termasuk kawasan metropolitan dan kota besar.
Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan menyelenggarakan fungsi :
1. Perumusan kebijakan keterpaduan sistem jaringan jalan dan jembatan;
2. Penyusunan rencana dan pengembangan strategi, serta rencana strategis pengelolaan jalan dan jembatan;
3. Pembinaan dan penyusunan strategi pemrograman dan penganggaran jalan dan jembatan termasuk jalan daerah yang dibiayai APBN, kawasan metropolitan dan kota besar;
4. Pembinaan teknis jalan daerah;
5. Penyiapan, pelaksanaan, dan pengendalian administrasi kerja sama luar negeri;
6. Pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan dan jembatan;
dan
7. Pelaksanaan urusan tata direktorat.
Sasaran kegiatan Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan adalah Pengaturan dan pembinaan sistem dan strategi penyelenggaraan jalan dan jembatan serta Pengelolaan pengendalian pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri melalui beberapa indikator yaitu:
1. Jumlah dokumen Keterpaduan Sistem Jaringan Jalan dan Jembatan;
2. Jumlah dokumen Penyusunan Strategi, Program, dan Anggaran;
3. Jumlah dokumen Jalan Daerah;
4. Jumlah dokumen Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri;
5. Jumlah dokumen Pemantauan dan Evaluasi;
6. Layanan pengendalian pelaksanaan pinjaman dan hibah luar negeri.
c. Arah Kebijakan
Sesuai dengan Rencana Strategi Kementerian PUPR tahun 2020 - 2024 sasaran strategis no 2 yaitu “Meningkatnya konektivitas jaringan jalan nasional” yang didukung oleh sasaran program Direktorat Jenderal Bina Marga yaitu “Meningkatnya kinerja pelayanan jalan nasional”, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan memiliki sasaran pengaturan dan pembinaan sistem dan strategi penyelenggaraan jalan dan jembatan.
Pengaturan jaringan jalan nasional dilaksanakan antara lain melalui penyiapan konsep rencana umum jangka panjang dan jangka menengah jaringan jalan nasional; rencana strategis Direktorat Jenderal Bina Marga;
dan dokumen fungsi, status dan kelas jalan nasional.
Implementasi Rencana Strategi Direktorat Jenderal Bina Marga diturunkan dalam dokumen rencana kerja tahunan yang disiapkan oleh Direktorat
Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan. Untuk mendukung rencana kerja tahunan tersebut disiapkan juga dokumen anggaran Ditjen Bina Marga berupa Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian /Lembaga (RKAKL) serta Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Evaluasi pelaksanaan Rencana Strategi dijabarkan dalam bentuk dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) mengacu pada hasil olah data yang diperoleh dari hasil survei jaringan jalan tahun sebelumnya serta laporan e-monitoring yang dsampaikan oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga. Segala proses kerja tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip - prinsip money follow program, akuntabilitas, transparansi, dan mengacu pada norma - norma lingkungan dan keselamatan jalan.
Selain tugas utama dalam sistem penyelenggaraan jalan nasional sebagai mana tercantum pada paragraf sebelumnya, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan juga melaksanakan penyiapan dan manajemen pinjaman dan hibah luar negeri pendanaan untuk jalan nasional serta manajemen pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk proyek infrastruktur jalan nasional.
d. Kerangka Kelembagaan
Guna memastikan setiap unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga berkontribusi terhadap pencapaian sasaran RPJMN dan Rencana Strategi, diperlukan suatu kelembagaan yang terintegrasi dan saling mendukung tugas dan fungsi masing – masing. Direktorat Jenderal Bina Marga di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mempunyai tugas “menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”. Dalam menyelenggarakan tugas, Direktorat Jenderal Bina Marga menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
1. Perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan jalan nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
3. Pelaksanaan kebijakan di bidang penguatan konektivitas yang menjadi prioritas nasional;
4. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penyelenggaraan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
5. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang penyelenggaraan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
6. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan jalan;
7. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Marga; dan 8. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
e. Target Sasaran Program Penyelenggaraan Jalan
Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan Tahun 2020-2024 memiliki target kinerja sebagai berikut:
Tabel 2.1 Target Dit. SSPJJ 2020 – 2024 berdasarkan Renstra
2020 2021 2022 2023 2024 TOTAL
(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 Jumlah Dokumen Keterpaduan Sistem Jaringan
Jalan dan Jembatan Dokumen 1 1 1 1 1 5
2 Jumlah Dokumen Penyusunan Strategi, Program,
dan Anggaran Dokumen 1 1 1 1 1 5
3 Jumlah Dokumen Pembinaan Jalan Daerah Dokumen 1 1 1 1 1 5 4 Jumlah Dokumen Pengelolaan Pinjaman dan
Hibah Luar Negeri Dokumen 1 1 1 1 1 5
5 Jumlah Dokumen Pemantauan dan Evaluasi Dokumen 1 1 1 1 1 5
1 Layanan pengendalian pelaksanaan pinjaman
dan hibah luar negeri Layanan 1 1 1 1 1 5
KOORDINATOR: Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan PELAKSANA: Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan
Pengaturan dan pembinaan sistem dan strategi penyelenggaraan jalan dan jembatan
Pengelolaan Pengendalian Pelaksanaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri
OUTPUT KEGIATAN :
1
2 PROGRAM/
KEGIATAN
SASARAN STRATEGIS (IMPACT)/SASARAN PROGRAM (OUTCOME)/SASARAN
KEGIATAN/OUTPUT/INDIKATOR
SATUAN
TARGET
(1)
f. Kerangka Pendanaan
Dalam melaksanakan kegiatan pengaturan dan pembinaan penyelenggaraan jalan dan jembatan serta untuk pencapaian target kinerja Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaran Jalan dan Jembatan, diperlukan pendanaan dari tahun 2020 - 2024 sebesar Rp. 5,64 Triliun seperti pada tabel di bawah ini:
Tabel 2.2 Kerangka Pendanaan Dit. SSPJJ 2020 – 2024
2020 2021 2022 2023 2024 TOTAL 2020 2021 2022 2023 2024 TOTAL
(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)
% 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 200.000,0 204.000,0 208.000,0 212.241,0 216.486,0 1.040.727,0
1.1 Tingkat Penyaluran Bantuan Tanggap Bencana % 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0
% 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 82.677,2 88.464,4 94.657,5 2.516.224,5 2.860.532,3 5.642.555,9
2.1 Tingkat implementasi perencanaan
penyelenggaraan jalan % 95,0 95,0 95,0 95,0 95,0 95,0 2.2 Tingkat implementasi penyelenggaraan SAKIP Nilai 80,0 81,0 82,0 83,0 84,0 85,0 Tingkat kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja
penyelenggaraan jalan 1
2 (1)
KEGIATAN 3: Pengaturan dan Pembinaan Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan SASARAN KEGIATAN: Peningkatan Pengaturan dan Pembinaan
Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan
Tingkat layanan penanggulangan darurat akibat bencana INDIKATOR KINERJA KEGIATAN:
PROGRAM/
KEGIATAN
SASARAN STRATEGIS (IMPACT)/SASARAN PROGRAM (OUTCOME)/SASARAN
KEGIATAN/OUTPUT/INDIKATOR
SATUAN
TARGET ANGGARAN (Juta Rupiah)
2.2. PERJANJIAN KINERJA
Dokumen Perjanjian Kinerja merupakan dokumen yang disusun setelah adanya kejelasan mengenai alokasi anggaran yang nantinya didalam kesepakatan kinerja yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja tersebut akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah yang merupakan pimpinan suatu unit kerja / organisasi kepada atasan langsungnya. Dokumen Perjanjian Kinerja disertai dengan lampiran dokumen perjanjian kinerja yang menggambarkan kinerja yang akan diwujudkan dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola.
Dokumen Perjanjian Kinerja dapat dimanfaatkan oleh setiap pimpinan unit kerja / organisasi untuk:
a. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja organisasi;
b. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja organisasi;
c. Sebagai dasar penilaian keberhasilan / kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi;
d. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja penerima amanah; dan
e. Sebagai dasar dalam perjanjian Sasaran Kinerja Pegawai.
Perjanjian Kinerja Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan merupakan komitmen untuk mencapai kinerja dari sasaran program yang telah ditetapkan dalam Renstra Direktorat Jenderal Bina Marga Tahun 2020 - 2024.
Didalam Perjanjian Kinerja Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan telah ditetapkan target capaian kinerja sasaran kegiatan tahun 2020 yang menjadi panduan arah untuk mencapai visi dan misi dari Direktorat Jenderal Bina Marga.
Adapun Komponen Perjanjian Kinerja tahun 2021 Direktorat sistem dan strategi penyelenggaraan jalan dan jembatan dapat dijelaskan meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Sasaran Program, sesuai dengan Renstra Direktorat Bina Marga 2020 – 2024 , Sasaran program yang mendukung Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan yaitu Meningkatnya Kinerja Pelayanan Nasional dan Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya dengan Indikator program Tingkat Rating Kondisi dan Tingkat Dukungan Manajemen Kementerian PUPR.
b. Sasaran Program dan IKK tersebut diatas, didukung oleh Indikator Kinerja Kegiatan sebagaimana tercantum dalam DIPA Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan tahun 2021, yaitu :
1) Jumlah Rekomendasi Kebijakan Pengaturan dan Pembinaan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan;
2) Jumlah Layanan Dukungan Manajemen Satker;
3) Jumlah Layanan Sarana Internal; dan 4) Jumlah Layanan Perkantoran.
c. Target dan Jumlah Anggaran, merupakan kuantitas yang ingin dicapai dan total alokasi anggaran yang dimiliki Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan di tahun 2021 yang bersumber dari dokumen anggaran (RKA-KL) awal Satker Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan dan Satker Pembinaan Administrasi dan Pelaksanaan Pengendalian PHLN.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terdapat
perubahan struktur organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga, dimana hal tersebut berpengaruh pula struktur organisasi dimana awal mula Direktorat Penyelenggaraan Jaringan Jalan berubah menjadi Direktorat Sistem dan Strategi Pengembangan Jalan dan Jembatan , selain hal tersebut terdapat perubahan pula pada jumlah target output pekerjaan dan anggaran yang dimiliki oleh setiap unit kerja termasuk pada Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, perubahan tersebut meliputi perubahan pejabat, anggaran serta perubahan pada output kinerja.
Gambar 2.1 Perjanjian Kinerja (awal) Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan Tahun 2021
Gambar 2.2 Perjanjian Kinerja Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Tahun 2021
Dengan rincian per output sebagai berikut :
1. Jumlah Rekomendasi Kebijakan Pengaturan dan Pembinaan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan sebanyak 2 rekomendasi kebijakan ; 2. Jumlah Layanan Dukungan Manajemen Satker sebanyak 13 layanan;
3. Jumlah Layanan Sarana Internal sebanyak 2 unit; dan 4. Jumlah Layanan Perkantoran sebanyak 2 layanan.
2.3. METODE PENGUKURAN
Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan merupakan unit organisasi Eselon II yang seluruh kegiatannya berupa pekerjaan non fisik.
Metode pengukuran capaian output menggunakan parameter jumlah layanan yang dihasilkan. Setiap layanan yang dihasilkan diukur berdasarkan jumlah laporan yang disusun sesuai dengan paket pekerjaan (subkomponen) yang ada.
2.3.1 Metode Pengukuran Outcome
Dalam menjalankan kegiatannya, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, mendukung pada IKSP bina marga rating kondisi jalan nasional, dengan metode pengukuran sebagai berikut :
Untuk meningkatkan kehandalan pelayanan jalan dan pengambilan keputusan, Ditjen Bina Marga menyusun indikator kinerja kondisi jalan dengan 4 komponen berikut:
a. Kekasaran / Roughness (nilai international roughness index, IRI) b. Kondisi Permukaan Perkerasan / Pavement Surface Condition (PCI) c. Sisa Umur Perkerasan / Remaining Useful Life of Pavement (RSL) d. Efektivitas Drainase / Drainage Effectiveness
Sistem penilaian IKP Rating Kondisi Jalan menggunakan skala 1 sampai 5, dimana skor 1 menunjukkan bahwa kondisi jalan masih sangat baik atau baru, sedangkan skor 5 menunjukkan bahwa kondisi jalan rusak berat. Setiap komponen juga memiliki skor individu yang berupa bilangan bulat dalam rentang 1 sampai 5. Setiap skor kemudian dikalikan dengan faktor pembobot yang telah ditentukan untuk memperoleh nilai IKP Komponen Final. Namun bila ada setidaknya satu dari keempat IKP Komponen tersebut memperoleh skor 5, maka nilai IKP Rating Kondisi
Jalan Final secara otomatis adalah 5. Nilai Final ini mengindikasikan perlu adanya penanganan/perbaikan pada segmen tersebut untuk mencapai tingkat layanan yang disyaratkan.
2.3.2 Metode Pengukuran Output
Tabel 2.3 Metode Pengukuran Capaian Output NO. SASARAN KEGIATAN/ INDIKATOR KINERJA CARA
PENGUKURAN IK Pengaturan dan Pembinaan Penyelenggaraan Jalan dan
Jembatan
1 IKK 1
Jumlah Rekomendasi Kebijakan Pengaturan dan Pembinaan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan
Rekomendasi Kebijakan
Subkomponen 1 Laporan
Subkomponen 2 Laporan
Dst Laporan
IK Dukungan Manajemen Ditjen Bina Marga
4 IKK 1
Jumlah Layanan Dukungan Manajemen
Satker Jumlah layanan
Subkomponen 1 Laporan
Subkomponen 2 Laporan
Dst Laporan
5 IKK2
Jumlah Layanan Sarana Internal Jumlah Unit
Subkomponen 1 Laporan
Subkomponen 2 Laporan
Dst Laporan
6 IKK3
Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah layanan
Subkomponen 1 Laporan
Subkomponen 2 Laporan
Dst Laporan
Pengukuran sasaran strategis dilakukan melalui survei tersendiri dan pengukuran berbasis outcome (outcome based), pengukuran kinerja juga dilakukan dengan membandingkan realisasi setiap indikator kinerja (output) pada Sistem Informasi Pemantauan Proyek (SiPP) dan e-Monitoring Kementerian PUPR dengan target kinerja yang terdapat dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra).
Tahun 2021 merupakan tahun pertama pada periode Renstra Direktorat Jenderal Bina Marga 2020-2024. Perbandingan target capaian kinerja tahun 2020
berdasarkan Perjanjian Kinerja, RKA-K/L revisi terakhir dan Renstra Direktorat Jenderal Bina Marga dapat dilihat pada Tabel 2.2.
Tabel 2.4 Target Tahun 2021 berdasarkan Renstra
SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA TARGET
RENSTRA
Meningkatnya Kinerja Pelayanan
Jalan Nasional
Indikator Kinerja Sasaran Program
Tingkat Rating Kondisi 2,64
Indikator Kinerja Kegiatan
Jumlah Dokumen Keterpaduan Perencanaan
Sistem Jaringan 1 Dokumen
Jumlah Dokumen Penyusunan Strategi,
Program dan Anggaran 1 Dokumen
Jumlah Dokumen Pembinaan Jalan Daerah 1 Dokumen Jumlah Dokumen Pengelolaan Pinjaman dan
Hibah Luar Negeri 1 Dokumen
Jumlah Dokumen Pemantauan dan Evaluasi 1 Dokumen Jumlah Layanan Pengendalian Pelaksanaan
Pinjaman dan Hibah Luar Negeri 1 Layanan
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat 6 (enam) indikator kegiatan pada Renstra yang merupakan target Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan pada tahun 2021.
Tabel 2.5 Sandingan Output dan Target Perjanjian Kinerja dan Renstra 2021
NO OUTPUT SAT
TARGET
KETERANGAN RENSTRA PERJANJIAN
KINERJA 1
Dokumen Keterpaduan Perencanaan Sistem Jaringan
Dokumen 1 - tidak selaras
dengan PK 2021 2
Dokumen Penyusunan Strategi, Program dan Anggaran
Dokumen 1 - tidak selaras
dengan PK 2021 3 Dokumen Pembinaan
Jalan Daerah Dokumen 1 - tidak selaras
dengan PK 2021 4
Dokumen Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri
Dokumen 1 - tidak selaras
dengan PK 2021 5 Dokumen Pemantauan
dan Evaluasi Dokumen 1 - tidak selaras
dengan PK 2021 6
Layanan Pengendalian Pelaksanaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri
Layanan 1 - tidak selaras
dengan PK 2021
NO OUTPUT SAT
TARGET
KETERANGAN RENSTRA PERJANJIAN
KINERJA
7
Layanan Pengaturan dan Pembinaan Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan
Rekomendasi
Kebijakan - 2 tidak selaras
dengan Renstra 8 Layanan Dukungan
Manajemen Satker Unit - 2 tidak selaras
dengan Renstra 9 Layanan Sarana
Internal Layanan - 2 tidak selaras
dengan Renstra
10 Layanan Perkantoran Layanan - 13 tidak selaras
dengan Renstra
Dari tabel sandingan diatas, dapat terlihat adanya ketidakselarasan antaran output pada Renstra dengan yang terdapat pada dokumen perjanjian kinerja 2021. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan indikator kinerja di lingkungan Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan.
BAB III
KAPASITAS ORGANISASI
3.1 SUMBER DAYA MANUSIA
Struktur organisasi Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan didukung oleh sejumlah sumber daya manusia dengan berbagai latar belakang pendidikan, pangkat/ golongan, dan usia. Berdasarkan data kepegawaian (status per Desember 2021), total keseluruhan jumlah pegawai di Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan adalah 105 orang, yang terdiri dari 68 orang PNS dan 37 orang Non-PNS.
Diagram perbandingan total jumlah pegawai sejak tahun 2017 sampai dengan 2021 disajikan pada gambar berikut:
Gambar 3.1. Perbandingan Total Jumlah Pegawai Tahun 2017 s/d 2021
Adapun sebaran pegawai pada masing-masing sub direktorat pada tahun 2020 adalah sebagai berikut:
Gambar 3.2. Sebaran Pegawai per Unit Kerja
Sebaran Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan jalan dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, pangkat/golongan, usia dan jabatan yang dapat dilihat dalam diagram / grafik dibawah ini:
a. Berdasarkan Jenis Kelamin
Gambar 3.3. Sebaran Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
Dari grafik diatas terlihat bahwa Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan didominasi oleh laki – laki, ini terlihat dengan jumlah Pegawai laki – laki sebanyak 75 orang dengan rincian PNS 44 orang dan Non PNS 31 orang, sedangkan untuk perempuan sebanyak 30 orang, dengan rincian PNS 24 orang dan Non PNS 6 orang.
b. Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Jumlah sebaran Pegawai Negeri Sipil berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada grafik berikut:
Gambar 3.4. Sebaran Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Dari grafik diatas dapat dijabarkan bahwa sebanyak 1 orang Non PNS berpendidikan SD;
SLTP sebanyak 1 orang PNS dan 2 orang Non PNS; SMK sebanyak 4 orang Non PNS;
SLTA sebanyak 5 orang PNS dan 8 orang Non PNS; sebanyak 1 orang Non PNS berpendidikan D2, D3 sebanyak 3 orang PNS dan 4 orang Non PNS; S1 sebanyak 35 orang PNS dan 15 orang Non PNS serta yang berpendidian S2 sebanyak 24 orang PNS dan 2 orang Non PNS.
c. Berdasarkan Pangkat / Golongan
Gambar 3.5. Jumlah PNS Berdasarkan Golongan
Berdasarkan informasi di atas dapat diketahui bahwa PNS terbanyak adalah PNS dengan golongan III/a yang berjumlah sebanyak 16 orang. Selebihnya sebanyak 1 orang dengan golongan I/d, 2 orang dengan golongan II/a, 1 orang dengan golongan II/b, 4 orang dengan golongan II/d, 11 orang dengan golongan III/b, 14 orang dengan golongan III/c, 10 orang dengan golongan III/d, 3 orang dengan golongan IV/a, 5 orang dengan golongan IV/b dan sebanyak 1 orang dengan golongan IV/c.
d. Berdasarkan Usia
Gambar 3.6. Jumlah PNS Berdasarkan Usia
Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa sebaran pegawai dengan rentang usia 31 – 35 tahun merupakan jumlah terbanyak di lingkungan Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan, yaitu sebanyak 36 orang dan jumlah terkecil berada pada rentang usia 20 – 25 tahun sebanyak 2 orang.
e. Berdasarkan Jabatan
Gambar 3.7. Jumlah PNS Berdasarkan Jabatan
Dari grafik diatas dapat terlihat bahwa di lingkungan Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan terdapat 1 orang JPT Pratama, 4 orang Pejabat Administrator, 1 orang dengan Jabatan Pengawas, 1 orang dengan Jabatan Kasatker, 27 Orang dengan Jabatan JFT Teknik Jalan dan Jembatan, 4 Orang JFT Perencana, 1 Orang JFT Surveyor Pemetaan, 1 Orang JFT Pranata Komputer dan sebanyak 28 Orang dengan Jabatan Pelaksana.
3.2 SARANA PRASARANA
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan didukung oleh sejumlah sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan berdasarkan data SIMAK BMN status Desember 2021 sebagai berikut:
Tabel 3.1. Rincian Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan
BIDANG Baik RP Rusak
Ringan RP Rusak
Berat RP TOTAL RP
3.743 52.681.303.518 329 1.458.635.000 622 1.658.453.750 4.694 55.798.392.268 1
Alat Angkutan 84 10.890.023.311 - - - - 84 10.890.023.311 2
Alat Bengkel dan Alat Ukur 22 3.257.105.250 - - - - 22 3.257.105.250 3
Alat Pertanian 6 76.935.000 - - 8 10.201.100 14 87.136.100 4
Alat Kantor dan Rumah Tangga 1.584 7.045.820.559 251 432.562.500 395 342.341.300 2.230 7.820.724.359 5
Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar 330 2.652.495.447 9 16.430.000 6 2.481.000 345 2.671.406.447 6
Alat Kedokteran dan Kesehatan 10 97.000.000 - - - - 10 97.000.000 7
Alat Laboratorium 145 5.394.965.760 - - 7 58.110.200 152 5.453.075.960 8
Alat Persenjataan 5 25.900.000 - - - - 5 25.900.000 9
Komputer 1.539 23.186.897.191 69 1.009.642.500 206 1.245.320.150 1.814 25.441.859.841 10 Alat Keselamatan Kerja 18 54.161.000 - - - - 18 54.161.000 68 150.430.793.378 - - - - 68 150.430.793.378 11 Aset Tak Berwujud 68 150.430.793.378 - - - - 68 150.430.793.378 3.811 203.112.096.896 329 1.458.635.000 622 1.658.453.750 4.762 206.229.185.646 NO
KONDISI PER BIDANG BARANG
Peralatan dan Mesin
Aset Tak Berwujud
Grand Total
Sumber: Data SIMAK BMN Status Desember 2021
Gambar 3.8. Presentase Sarana dan Prasarana Dit. SSPJJ TA 2021
Dari tabel dan grafik di atas dapat diketahui bahwa total jumlah aset yang dimiliki oleh Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan sejumlah 4762, dengan rincian :
• kondisi baik sejumlah 3811;
• kondisi rusak ringan sejumlah 329; dan
• kondisi rusak berat sejumlah 622.
3.3 DIPA
Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, memiliki Perjanjian Kinerja awal status bulan Januari dengan memiliki 2 (dua) Satuan Kerja, yaitu Satuan Kerja Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan dan Satuan Kerja Pembinaan Administrasi dan Pelaksanaan Pengendalian PHLN (Satker PAP2PHLN).
DIPA awal Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Tahun Anggaran 2022 diterbitkan pada bulan 23 November 2020. Adapun rincian alokasi anggaran pada Tahun Anggaran 2022, sebagai berikut:
Tabel 3.2. DIPA Awal Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan Tahun 2022
NO NAMA SATKER RPM PLN TOTAL
1 SATKER PJJ 91.328.589.000 - 91.328.589.000
2 SATKER PAP2PHLN 10.203.515.000 20.783.500.000 30.987.015.000 TOTAL 101.532.104.000 20.783.500.000 122.315.604.000
Gambar 3.9. DIPA Awal Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan
Tabel 3.3. DIPA Akhir Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan Tahun 2021
NO NAMA SATKER RPM PLN TOTAL
1 SATKER PJJ 64.508.017.000 - 64.508.017.000
2 SATKER PAP2PHLN 7.470.295.000 41.533.000.000 49.003.295.000 TOTAL 71.978.312.000 41.533.000.000 113.511.312.000
Gambar 3.10. DIPA Akhir Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan
selama tahun anggaran 2021 Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan mengalami 5 (lima) kali revisi anggaran untuk Satker Pengembangan Jaringan Jalan dan 8 (delapan) kali revisi anggaran untuk Satker PAP2PHLN, yang disebabkan karena:
a. Perubahan pejabat inti satker;
b. Penambahan alokasi pendanaan;
c. Perubahan nama paket kegiatan dan penambahan paket kegiatan di lingkungan Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan; dan
d. Meningkatkan efektifitas dan kualitas belanja serta optimalisasi penggunaan anggaran.
Kronologis revisi DIPA Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 3.4. Kronologis perubahan DIPA Satker Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan Tahun 2021
NO DIPA TANGGAL (REVISI)
ANGGARAN
Total
RPM PLN
1 rev-1 17 Februari 2021 90.755.158.000 - 90.755.158.000
2 rev-2 22 Juli 2021 90.864.112.000 - 90.864.112.000
3 rev-3 27 Agustus 2021 73.298.776.000 - 73.298.776.000 4 rev-4 04 November 2021 70.050.074.000 - 70.050.074.000 5 rev-5 26 November 2021 70.050.074.000 - 70.050.074.000 6 rev-6 20 Desember 2021 68.601.474.000 - 68.601.474.000
Gambar 3.11. Kronologis DIPA Satuan Kerja Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan
Gambar 3.12. Kronologis DIPA Satker Kerja Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Jalan
Keterangan :
a. Revisi pertama, pada tanggal 17 Februari 2021 DIPA Satuan Kerja Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan berubah menjadi Rp. 90.755.158.000,- Revisi ini
terjadi karena terdapat arahan penghematan pagu rupiah murni Kementerian PUPR sebesar 17,99 Triliun. Penghematan belanja barang bersumber dari belanja honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, belanja jasa, dan belanja non operasional lainnya.
b. Revisi kedua, pada tanggal 22 Juli 2021, DIPA Satuan Kerja Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan naik menjadi sebesar Rp. 90.864.112.000,-. Revisi ini dilakukan karena adanya penambahan aloksi gaji ke-13 untuk pegawai non PNS (PPNPN) sebesar Rp. 108.954.000,-.
c. Revisi ketiga, pada tanggal 27 Agustus 2021, DIPA Satuan Kerja Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan mengalami penurunan menjadi sebesar Rp.
73.298.776.000,- penyebab revisi ketiga ini yaitu adanya pergeseran anggaran antar program dari program Infrastruktur Konektivitas ke program Dukungan Manajemen dan pergeseran anggaran di dalam program Infrastruktur Konektivitas untuk pemenuhan kegiatan prioritas sesuai arahan Menteri Keuangan terkait refocusing belanja Kementerian/Lembaga dan respon kebijakan fiskal dalam penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
d. Revisi keempat, pada tanggal 04 November 2021, DIPA Satuan Kerja Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan berubah menjadi Rp.70.050.074.000,- Revisi ini terjadi karena terdapat arahan Dirjen Bina Marga untuk melakukan optimalisasi anggaran sumber dana rupiah murni di Ditjen Bina Marga karena setelah dilakukan pembahasan bersama terdapat potensi anggaran tidak terserap pada program Infrastruktur Konektivitas dan program Dukungan Manajemen.
e. Revisi kelima, pada tanggal 26 November 2021, DIPA Satuan Kerja Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan masih tetap sebesar Rp.70.050.074.000,- ,revisi kelima ini disebabkan karena adanya pergeseran di dalam program Infrastruktur Konektivitas dan program Dukungan Manajemen untuk pemenuhan kebutuhan kegiatan di akhir tahun anggaran. Revisi hanya dilakukan ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta.
f. Revisi keenam, pada tanggal 20 Desember 2021, DIPA Satuan Kerja Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan turun menjadi Rp. 68.601.474.000,-. Perubahan DIPA ini disebabkan karena adanya arahan Dirjen Bina Marga untuk melakukan optimalisasi anggaran sumber dana rupiah murni di Ditjen Bina Marga karena setelah dilakukan pembahasan bersama terdapat potensi anggaran tidak terserap sumber dana rupiah murni sebesar Rp. 322.969.608.000,- pada 31 satker dan pemberian kompensasi pada proyek Jalan Tol Solo - Mantingan – Ngawi.
Sedangkan kronologis revisi DIPA Satuan Kerja PAP2PHLN dapat terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.5. Kronologis perubahan DIPA Satker PAP2PHLNTahun 2021 NO DIPA TANGGAL
(REVISI)
ANGGARAN
Total
RPM PLN
1 rev-1 17 Februari 2021 9.823.020.000 20.783.500.000 30.606.520.000 2 rev-2 14 Juni 2021 9.823.020.000 22.383.500.000 32.206.520.000 3 rev-3 24 Juli 2021 9.858.357.000 22.383.500.000 32.241.857.000 4 rev-4 27 Agustus 2021 9.029.357.000 22.383.500.000 31.412.857.000 5 rev-5 25 Oktober 2021 9.029.357.000 33.383.500.000 42.412.857.000 6 rev-6 04 November 2021 8.329.698.000 33.383.500.000 41.713.198.000 7 rev-7 26 November 2021 8.329.698.000 33.383.500.000 41.713.198.000 8 rev-8 09 Desember 2021 8.329.698.000 33.383.500.000 41.713.198.000
Gambar 3.13. Kronologis DIPA Satker PAP2PHLN
Keterangan :
a. Revisi pertama untuk Satuan Kerja PAP2PHLN terjadi pada tanggal 17 Februari 2021, anggaran menjadi sebesar Rp. 30.606520.000,- disebabkan karena adanya usulan revisi anggaran Ditjen Bina Marga Nomor PR.02.01-Db/201 tanggal 11 Februari 2021 terkait penghematan tahun anggaran 2021.
b. Revisi kedua pada tanggal 14 Juni 2021, DIPA Satuan Kerja PAP2PHLN berubah kembali menjadi Rp. 32.206.520.000,-. Revisi anggaran ini terkait lanjutan pelaksanaan kegiatan yang dananya bersumber dari pinjaman luar negeri pada anggaran tahun 2020.
c. Revisi ketiga pada 24 Juli 2021, DIPA Satuan Kerja PAP2PHLN naik menjadi Rp.
32.241.857.000,-. Revisi ini dilakukan karena adanya penambahan aloksi gaji ke-13 untuk pegawai non PNS (PPNPN) sebesar Rp. 35.337.000,-
d. Revisi keempat pada tanggal 27 Agustus 2021, DIPA Satuan Kerja PAP2PHLN menjadi sebesar Rp. 31.412.857.000,- disebabkan karena adanya pengurangan anggaran falam rangka kebijakan penghematan.
e. Revisi kelima pada 25 Oktober 2021, DIPA Satuan Kerja PAP2PHLN menjadi sebesar Rp.
42.412.857.000,-. Revisi kelima ini disebabkan karena beberapa hal, yaitu :
1. Adanya pengurangan anggaran dalam rangka kebijakan penghematan tahap IV;
2. Adanya penambahan anggaran dalam rangka luncuran dana loan tahun anggaran 2020; dan
3. Adanya percepatan penarikan dana loan IBRD ITDP.
f. Revisi keenam pada 4 November 2021. pada revisi DIPA Satuan Kerja PAP2PHLN naik menjadi sebesar Rp. 41.713.198.000,-. revisi ini disebabkan karena adanya kebikakan penghematan.
g. Revisi ketujuh, pada 26 November 2021, DIPA Satuan Kerja PAP2PHLN tetap sebesar Rp.
41.713.198.000,-, hal ini disebabkan karena adanya perubahan cara penarikan loan IBRD paket ITDP yang semula pembayarannya secara langsung (PL) berubah menjadi rekening khusus (RK).
h. Revisi kedelapan 9 Desember 2021, DIPA Satuan Kerja PAP2PHLN masih tetap Rp.
41.713.198.000,- Revisi ini terjadi karena ada pemutakhiran data.