• Tidak ada hasil yang ditemukan

6. Uji Chi-Kuadrat. 6.1 Pendahuluan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "6. Uji Chi-Kuadrat. 6.1 Pendahuluan"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

6.1 Pendahuluan

Distribusi chi-kuadrat merupakan salah satu distribusi yang penting dalam ilmu statistik.

Distribusi ini selalu bernilai positif karena nilainya dihasilkan dari jumlah kuadrat dari variabel random bebas. Nilai dari distribusi chi-kuadrat ditentukan oleh banyaknya sampel, banyaknya variabel dan tingkat kesalahan yang diinginkan. Banyaknya sampel dan banyaknya variabel digunakan untuk menentukan derajat bebas (degrees of freedom). Apabila derajat bebas semakin tinggi, maka distribusi chi-kuadrat mendekati distribusi normal.

Dasar daripada distribusi chi-kuadrat adalah distribusi normal, khususnya normal standar (Z).

Distribusi normal standar adalah distribusi normal dengan nilai rata-rata (mean) nol dan keragaman (variance) satu. Distribusi chi-kuadrat dilambangkan dengan huruf Yunani 2, dibaca dengan chi-kuadrat (chi-square). Distribusi ini dibentuk dari:

1. Jika data dari distribusi normal standar dikuadratkan, maka data tersebut akan berdistribusi chi-kuadrat dengan derajat bebas satu,

2. Jika X1,X2, . . .,Xn adalah saling bebas dan X berdistribusi chi-kuadrat, maka i Xn

. . . X

X12   juga berdistribusi chi-kuadrat.

Fungsi kepadatan peluang (probability density function, pdf) dari distribusi chi-kuadrat adalah:

   

 



exp 2 2

2 /

1 2 1

2 /

- x p x

x

f p p/ - , 0x,

dengan p adalah derajat bebas. Bentuk daripada distribusi chi-kuadrat:

1-  (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 2

(2)

Sebagai contoh jika diketahui derajat bebas = 6 dan tingkat kesalahan yang digunakan adalah 5 %, maka diperoleh:

95 % 5 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 12.5916

Yang memperkenalkan pertama kali uji chi-kuadrat adalah Karl Pearson pada sekitar tahun 1900. Beberapa uji yang menggunakan distribusi chi-kuadrat antara lain:

1. Uji hipotesis bagi eksperimen atau penelitian dengan dua atau lebih kategori. Uji ini dinamakan uji kecocokan (goodness-of-fit tests),

2. Uji hipotesis tentang tabel kontingensi yang terdiri dari uji independensi (independence tests) dan uji homogenitas (homogeneity test),

3. Uji hipotesis tentang keragaman (variance) dan simpangan baku (standard deviation) dari populasi tunggal.

5.2 Uji Kecocokan (Uji Goodness of Fit)

Di dalam eksperimen yang menggunakan data dengan skala nominal, biasanya data terbagi dalam dua kategori. Dua kategori tersebut saling berlawanan antara yang satu dengan yang lain, misalkan cacat atau tidak cacat, baik atau buruk, berhasil atau gagal, rusak atau tidak rusak dan lain-lain. Eksperimen yang menghasilkan dua kategori data dikatakan eksperimen binomial.

Beberapa eksperimen yang lain dengan menggunakan data berskala nominal, seringkali membagi data lebih dari dua kategori. Misalkan tentang kepuasan pelanggan bias dibagi menjadi sangat puas, puas, kurang puas dan tidak puas. Kecepatan mobil bias dibagi dengan sangat cepat, cepat, sedang dan lambat. Eksperimen yang menghasilkan lebih dari dua kategori data dikatakan eksperimen multinomial. Ciri-ciri eksperimen multimonial antara lain:

1. Eksperimen diulang sebanyak n kali,

2. Setiap kali ulangan dapat dikelompokkan ke dalam k kategori, dimana k > 2, 3. Setiap ulangan adalah saling bebas (independent),

4. Probabilitas total dari seluruh sampel adalah satu.

(3)

Dalam pengujian tentang kecocokan atau disebut juga uji kompatibilitas, permasalahan yang dihadapi adalah menguji apakah frekuensi yang diobservasi (observed frequencies) memang konsisten dengan frekuensi teoritisnya (expected frequencies). Apabila konsisten, maka tidak terdapat perbedaan nyata antara frekuensi yang diobservasi dengan frekuensi teoritisnya atau dengan kata lain hipotesis nolnya dapat diterima. Sebaliknya apabila tidak ada konsistensi, maka hipotesis nolnya ditolak. Hal ini mengandung arti hipotesis teoritisnya tidak didukung oleh hasil observasinya. Rumus yang digunakan adalah:

 

 

n

i i

i i

E E - O

=

1

2 2

hitung

dengan

Oi = frekuensi yang diobsevasi

Dalam bidang industri dapat dimisalkan hasil produksi.

Ei = frekuensi teoritis

= np, dengan n banyaknya sampel dan p adalah probabilitas Dalam bidang industri dapat dimisalkan perencanaan produksi.

2 merupakan ukuran perbedaan antara frekuensi observasi dengan frekuensi teoritis. Apabila tidak ada perbedaan antara frekuensi observasi dengan frekuensi teoritis, maka 2 = 0. Semakin besar perbedaan antara frekuensi observasi dengan frekuensi teoritis, maka nilai 2 akan semakin besar pula. Nilai 2 akan dievaluasi dengan sebaran Chi-Kuadrat.

Prosedur pengujian hipotesis dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Nyatakan H0 dan hipotesis alternatifnya,

2. Tentukan taraf nyata (tingkat signifikansi), 3. Tentukan statistik uji 2 dan derajat bebasnya,

4. Tentukan daerah penolakan dan daerah penerimaannya, 5. Hitung 2 dan tentukan ditolak atau diterima H0-nya 6. Buatlah kesimpulannya

Contoh

1. Dalam 1 minggu perusahaan jasa pengiriman barang bekerja 5 hari, yaitu Senin sampai Jum’at, hari Sabtu dan Minggu libur. Selama 1 minggu berat barang (dalam ton) yang dapat diangkut adalah:

Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at

Barang 26.7 20.4 25.3 19.7 27.9

(4)

Lakukan uji hipotesis apakah proporsi berat pengiriman barang setiap hari dalam 1 minggu adalah sama ataukah proporsi berat pengiriman barang setiap hari dalam 1 minggu tidak sama.

Gunakan tingkat kesalahan 10 %.

Penyelesaian

- H0 : proporsi berat pengiriman barang setiap hari dalam 1 minggu sama p1 = p2 = p3 = p4 = p5 = 20 % = 0.20 (dari 1/5)

H1 : minimal ada 2 proporsi yang tidak sama dengan 20 % -  = 0.05

- Banyaknya kategori adalah 5 (hari) dan tingkat kesalahan adalah 10 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

- k 2

1

;

 = 20.10;5-17.7794 Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  7.7794 = 2tabel - Daerah keputusannya:

90 % 10 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 7.7794 - Mencari nilai 2hitung

Hari Oi p Ei = np Oi - Ei (Oi - Ei)2 (Oi - Ei)2/ Ei

Senin 26.7 0.20 24.0 2.7 7.29 0.3038

Selasa 20.4 0.20 24.0 -3.6 12.96 0.5400

Rabu 25.3 0.20 24.0 1.3 1.69 0.0704

Kamis 19.7 0.20 24.0 -4.3 18.49 0.7704

Jum’at 27.9 0.20 24.0 3.9 15.21 0.6338

Total n = 120 1.00 120 2.3184

(5)

Oi = berat pengiriman barang setiap hari dalam 1 minggu,

Ei = perkiraan berat pengiriman barang setiap hari dalam 1 minggu, n = total berat pengiriman barang selama 1 minggu,

p = proporsi berat pengiriman barang tiap hari

 

3184 . 2

1

2

2  

n

i i

i i

E E - O

hitung=

- hitung2 = 2.3184 < 7.7794 = 2tabel, maka H0 diterima

- Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa proporsi berat pengiriman barang setiap hari dalam 1 minggu adalah sama.

2. Suatu perusahaan sabun mandi telah melakukan survei tentang kepuasan pelanggan di perumahan Permai Indah. Kepuasan pelanggan dibagi menjadi 4 kategori, yaitu sangat puas, puas, kurang puas dan tidak puas. Hasil survei memberikan hasil:

1. Sangat puas = 12 %

2. Puas = 45 %

3. Kurang puas = 33 % 4. Tidak puas = 10 %

Selanjutnya survei kepuasan pelanggan dilaksanakan di perumahan Pondok Indah. Untuk tujuan tersebut, 210 pengguna sabun mandi (konsumen) diambil secara random. Hasil survei memberikan hasil:

1. Sangat puas = 16 konsumen, 2. Puas = 110 konsumen, 3. Kurang puas = 62 konsumen, 4. Tidak puas = 22 konsumen.

Lakukan uji hipotesis apakah proporsi kepuasan pelanggan di perumahan Pondok Indah sama dengan proporsi kepuasan pelanggan di perumahan Permai Indah ataukah proporsi keduanya berbeda.

Gunakan tingkat kesalahan 5 %.

Penyelesaian

- H0 : proporsi kepuasan pelanggan di perumahan Pondok Indah sama dengan proporsi kepuasan pelanggan di perumahan Permai Indah

- H1 : proporsi kepuasan pelanggan di perumahan Pondok Indah tidak sama dengan proporsi kepuasan pelanggan di perumahan Permai Indah

(6)

-  = 0.05

- Banyaknya kategori adalah 4 (kepuasan pelanggan) dan tingkat kesalahan adalah 5 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

- k 2

1

;

 = 20.05;4-1 7.8147

Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  7.8147 = 2tabel - Daerah keputusannya:

95 % 5 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 7.8147 - Mencari nilai 2hitung

Survei Oi p Ei = np Oi - Ei (Oi - Ei)2 (Oi - Ei)2/ Ei

Sangat puas 16 0.12 25.20 -9.2 84.64 3.35873

Puas 110 0.45 94.50 15.5 240.25 2.54233

Kurang puas 62 0.33 69.30 -7.3 53.29 0.76898

Tidak puas 22 0.10 21.00 1.0 1.0 0.04762

Total n = 210 1.00 210.00 6.7177

Oi = banyaknya konsumen di perumahan Pondok Indah, Ei = banyaknya konsumen di perumahan Permai Indah, n = total banyaknya konsumen (sampel),

p = proporsi konsumen di perumahan Permai Indah.

 

7177 . 6

1

2

2  

n

i i

i i

E E - O

hitung=

- hitung2 = 6.7177 < 7.8147 = 2tabel, maka H0 diterima

(7)

- Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa proporsi kepuasan pelanggan di perumahan Pondok Indah sama dengan proporsi kepuasan pelanggan di perumahan Permai Indah.

3. Setiap perusahaan tentunya telah mempunyai target produksi setiap bulan. Di bawah ini adalah target produksi (dalam ton) selama 7 bulan yang telah ditetapkan sebelumnya (Ei) dan hasil produksi (realisasi produksi, dalam ton) selama 7 bulan (Oi) sebuah perusahaan yang berberak dalam bidang produksi kayu lapis

bulan 1 2 3 4 5 6 7

Oi 120 125 115 130 110 115 125

Ei 120 120 120 120 120 120 120

Lakukan uji hipotesis apakah hasil produksi telah sesuai atau tidak sesuai dengan target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Gunakan tingkat kesalahan 5 %.

Penyelesaian

- H0 : hasil produksi telah sesuai dengan target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya - H1 : hasil produksi tidak sesuai dengan target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya -  = 0.05

- Banyaknya kategori adalah 7 (bulan) dan tingkat kesalahan adalah 5 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

- k 2

1

;

 = 20.05;7-1 12.5916

Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  12.5916 = 2tabel - Daerah keputusannya:

95 % 5 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 12.5916

(8)

- Mencari nilai 2hitung

Bulan Oi Ei Oi - Ei (Oi - Ei)2 (Oi - Ei)2/ Ei

1 120 120 0.0 0.00 0.0000

2 125 120 5.0 25.00 0.2083

3 115 120 -5.0 25.00 0.2083

4 130 120 10.0 100.00 0.8333

5 110 120 -10.0 100.00 0.8333

6 115 120 -5.0 25.00 0.2083

7 125 120 5.0 25.00 0.2083

Total n = 840 840 2.4998

Oi = hasil produksi (dalam ton) selama 7 bulan, Ei = target produksi (dalam ton) selama 7 bulan, n = total produksi,

 

4998 . 2

1

2

2  

n

i i

i i

E E - O

hitung=

- hitung2 = 2.4998 < 12.5916 = 2tabel, maka H0 diterima

- Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa hasil produksi telah sesuai dengan target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Soal latihan

1. Suatu survei tentang jenis kendaraan yang melewati jalan Sumatra telah dijalankan. Di bawah ini adalah proporsi jenis kendaraan yang melewati jalan Sumatra berdasarkan survei tersebut.

1. Mobil pribadi = 18 % 2. Sepeda motor = 40 %

3. Sepeda = 8 %

4. Angkutan umum = 34 %

Selanjutnya survei yang sama dijalankan di jalan Sulawesi. Dari 650 kendaraan yang lewat, diketahui 102 berupa mobil pribadi, 256 berupa sepeda motor, 75 sepeda dan 217 berupa angkutan umum.

Lakukan uji hipotesis apakah proporsi jenis kendaraan yang melewati jalan Sulawesi sama atau tidak sama dengan proporsi jenis kendaraan yang melewati jalan Sumatra.

Gunakan tingkat kesalahan 2.5 %.

(9)

2. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang mencuci mobil dalam satu hari buka selama 10 jam, yaitu dari pukul 9 pagi sampai jam 7 malam. Tingkat keramaian mobil yang masuk untuk dicuci sama setiap jam. Di bawah ini adalah data tentang jumlah mobil yang masuk untuk dicuci setiap jam pada hari kemarin.

Jam (Wib) 10.00 11.00 12.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00

Jumlah 85 125 70 110 115 85 95 105 75 135

Lakukan uji hipotesis apakah proporsi jumlah mobil yang masuk untuk dicuci setiap jam pada hari kemarin adalah sama ataukah proporsi jumlah mobil yang masuk untuk dicuci setiap jam pada hari kemarin tidak sama.

Gunakan tingkat kesalahan 5 % dan 1 %.

3. Suatu perusahaan mempunyai 10 mesin produksi. Hasil produksi dan kapasitas produksi dari ke-10 mesin produksi adalah sebagai berikut:

Mesin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Oi 187 278 304 118 47 34 16 9 4 3

Ei 167 272 318 129 50 33 20 7 3 1

Ujilah dari ke-10 mesin produksi apakah hasil produksinya telah sesuai dengan kapasitas produksinya? Gunakan tingkat kesalahan 5 %.

4. Di bawah ini adalah data tentang jumlah karyawan yang tidak masuk kerja karena sakit tiap bulan selama 1 tahun.

Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Oi 12 13 15 23 26 27 29 23 17 15 10 14

Lakukan uji hipotesis apakah proporsi jumlah karyawan yang tidak masuk kerja karena sakit tiap bulan selama 1 tahun adalah sama ataukah berbeda.

Gunakan tingkat kesalahan 0.5 % dan 2.5 %.

5. Suatu perusahaan mempunyai 6 mesin produksi. Proporsi jumlah barang yang cacat yang dihasilkan oleh ke-6 mesin produksi diharapkan sama. Berikut ini adalah data tentang jumlah barang yang cacat yang dihasilkan oleh ke-6 mesin produksi.

(10)

Mesin produksi 1 2 3 4 5 6

Jumlah Cacat 10 9 17 13 7 4

Lakukan uji hipotesis apakah proporsi jumlah barang yang cacat yang dihasilkan oleh ke-6 mesin produksi adalah sama ataukah berbeda.

Gunakan tingkat kesalahan 5 % dan 10 %.

6. Suatu perusahaan mempunyai 5 kantor cabang, yaitu 2 kantor cabang utama dan 3 kantor cabang pembantu. Proporsi jumlah keuntungan yang dicapai oleh 2 kantor cabang utama diharapkan 52 % dan 24 % dan dari 3 kantor cabang pembantu diharapkan 10 %, 8 % dan 6

% dari total keuntungan. Berikut ini adalah data tentang jumlah keuntungan (dalam milyar rupiah) yang dihasilkan oleh 5 kantor cabang tersebut pada tahun kemarin.

1. Kantor cabang utama 1 = 400 2. Kantor cabang utama 2 = 185 3. Kantor cabang pembantu 1 = 95 4. Kantor cabang pembantu 2 = 80 5. Kantor cabang pembantu 3 = 40

Lakukan uji hipotesis apakah proporsi jumlah keuntungan perusahaan telah sesuai dengan yang diharapkan ataukah jumlah keuntungan perusahaan tidak sesuai dengan yang telah diharapkan

Gunakan tingkat kesalahan 5 % dan 10 %.

7. Suatu survei tentang jenis pekerjaan utama di perumahan Indah Permai telah dilakukan. Di bawah ini adalah proporsi jenis pekerjaan utama bagi penduduk di lingkungan perumahan Indah Permai berdasarkan survei tersebut.

1. Pegawai Negeri = 31 % 2. Pegawai Swasta = 24 % 3. Wirasuasta = 27 % 4. TNI dan Polri = 18 %

Selanjutnya survei yang sama dijalankan di perumahan Asri. Dari 530 penduduk, ternyata ada 128 sebagai pegawai negeri, 142 sebagai pegawai suasta, 143 sebagai wirasuasta dan 117 sebagai TNI dan Polri.

Lakukan uji hipotesis apakah proporsi jenis pekerjaan utama di perumahan Asri sama dengan di perumahan Indah Permai ataukah proporsinya berbeda.

Gunakan tingkat kesalahan 2.5 % dan 10 %.

(11)

5.3 Uji Independensi

Persoalan yang ingin diketahui dari uji independensi adalah apakah ada hubungan antara 2 unsur. Masing-masing unsur terdiri dari beberapa kategori. Dua unsur tersebut ditampilkan dalam suatu tabel kontingensi yang terdiri dari beberapa baris dan beberapa kolom, seperti di bawah ini:

Unsur 2 Unsur 1

Jumlah Kategori 1 . . . Kategori k

Kategori 1 O11 (E11) . . . O1k (E1k) n1.

. . . . . . . . . . . . . . .

Kategori b Ob1 (Eb1) . . . Obk (Ebk) nb.

Jumlah n.1 . . . n.k nbk

Keterangan:

k = banyaknya kategori dalam unsur yang diletakkan dalam kolom, b = banyaknya kategori dalam unsur yang diletakkan dalam baris,

O11 = nilai yang sebenarnya dari kategori ke-1 unsur ke-1 dan kategori ke-1 unsur ke-2, O1k = nilai yang sebenarnya dari kategori ke-k unsur ke-1 dan kategori ke-1 unsur ke-2, Ob1 = nilai yang sebenarnya dari kategori ke-1 unsur ke-1 dan kategori ke-b unsur ke-2, Obk = nilai yang sebenarnya dari kategori ke-k unsur ke-1 dan kategori ke-b unsur ke-2, E11 = estimasi nilai dari kategori ke-1 unsur ke-1 dan kategori ke-1 unsur ke-2,

=

  

nbk

n n1 1

E1k = estimasi nilai dari kategori ke-k unsur ke-1 dan kategori ke-1 unsur ke-2,

=

  

bk k

n n n 1

Eb1 = estimasi nilai dari kategori ke-1 unsur ke-1 dan kategori ke-b unsur ke-2,

=

  

bk b

n n n1

Eb1 = estimasi nilai dari kategori ke-k unsur ke-1 dan kategori ke-b unsur ke-2,

=

  

bk b k

n n n

n.1 = jumlah nilai dari kategori ke-1 unsur ke-1, n.k = jumlah nilai dari kategori ke-k unsur ke-1,

(12)

n1. = jumlah nilai dari kategori ke-1 unsur ke-2, nb. = jumlah nilai dari kategori ke-b unsur ke-2,

nbk = jumlah nilai dari seluruh kategori dan seluruh unsur.

Uji hipotesis yang dijalankan adalah apakah dua unsur tidak ada hubungan (independent) ataukah dua unsur tersebut saling berhubungan (dependent). Dalam pengujian ini hipotesisnya hanya sampai pada kesimpulan apakah kedua unsur tersebut mempunyai sifat independensi atau tidak. Uji hipotesis ini tidak dapat menghitung derajat asosiasinya (seberapa besar hubungan antara dua unsur tersebut).

Nilai dari hitung2 dicari dengan rumus:

2 hitung

 =

       

bk bk bk b

b b k

k k

E E - . O . E .

E - O E

E - . O . E .

E -

O 2

1 2 1 1 1

2 1 1 11

2 11

11     

Derajat bebas dari distribusi chi-kuadrat adalah (b-1) (k-1).

Nilai 2tabel adalah 2;  b-1 k-1 . Nilai kritis (H0 ditolak) jika:

2 hitung

  2tabel

Contoh

1. Suatu perusahaan minuman ringan memproduksi 4 rasa minuman, yaitu rasa Apel, Jeruk, Mangga dan Melon. Perusahaan ingin melakukan penelitian apakah ada hubungan antara rasa minuman ringan tersebut terhadap golongan umur. Golongan umur dibagi menjadi 3, yaitu anak-anak, dewasa dan orang tua. Diambil sampel random sebanyak 250 orang dan hasil dari penelitian tersebut adalah:

Golongan umur

Rasa minuman ringan

Jumlah

Apel Jeruk Mangga Melon

Anak-anak 14 72 33 10 129

Dewasa 16 26 23 8 73

Orang tua 12 7 19 10 48

Jumlah 42 105 75 28 250

Lakukan uji hipotesis apakah rasa minuman ringan berhubungan dengan golongan umur ataukah tidak ada hubungan antara keduanya.

Gunakan tingkat kesalahan 1 %.

(13)

Penyelesaian

- H0 : Rasa minuman ringan dan golongan umur tidak ada hubungan (saling bebas) H1 : Rasa minuman ringan dan golongan umur ada hubungan (tidak saling bebas) -  = 0.01

- Banyaknya kategori baris ada 3 (golongan umur) dan banyaknya kategori kolom ada 4 (rasa minuman), sehingga derajat bebasnya (3-1) (4-1) = 6. Diketahui tingkat kesalahan adalah 1 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

  b- k- 2

1 1

;

 = 20.01;6 16.8119

Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  16.8119 = 2tabel - Daerah keputusannya:

99 % 1 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 16.8119

Langkah selanjutnya adalah mencari nilai estimasi (Eij) dari masing-masing kategori pada rasa minuman dan golongan umur, diperoleh:

Golongan umur

Rasa minuman ringan

Jumlah

Apel Jeruk Mangga Melon

Anak-anak

250 14 21.672

) 42 )(

129

(

250 72 54.18

) 105 )(

129

(

25033 38.7

) 75 )(

129

(

250 10 14.448

) 28 )(

129

(129

Dewasa

(73250)(42)16 12.264

 

(73250)(10526 )30.66

 

(73250)(7523 )21.9

 

(73250)(28)8 8.176

73

Orang tua

250 12 8.064

) 42 )(

48

(

250 7 20.16

) 105 )(

48

(

25019 14.4

) 75 )(

48

(

250 10 5.376

) 28 )(

48

(48

Jumlah 42 105 75 28 250

(14)

- Mencari nilai 2hitung

No. Oi Ei Oi - Ei (Oi - Ei)2 (Oi - Ei)2/ Ei

1 14 21.672 -7.672 58.859584 2.715928 2 72 54.180 17.820 317.552400 5.861063 3 33 38.700 -5.700 32.490000 0.839535 4 10 14.448 -4.448 19.784704 1.369373 5 16 12.264 3.736 13.957696 1.138103 6 26 30.660 -4.660 21.715600 0.708271

7 23 21.900 1.100 1.210000 0.055251

8 8 8.176 -0.176 0.030976 0.003789

9 12 8.064 3.936 15.492096 1.921143

10 7 20.160 -13.160 173.185600 8.590556

11 19 14.400 4.600 21.160000 1.469444

12 10 5.376 4.624 21.381376 3.97719

Total n = 250 250.000 28.64965

 

6497 . 28

1 1

2

2   

  b i

k

j ij

ij ij

E E - O

hitung=

- hitung2 = 28.6497 > 16.8119 = 2tabel, maka H0 ditolak

- Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa rasa minuman ringan dan golongan umur ada hubungan (tidak saling bebas).

2. Sebuah industri mie instant memproduksi 3 rasa mie, yaitu rasa soto, ayam spesial dan rasa kari ayam. Industri tersebut ingin melakukan penelitian apakah ada hubungan antara rasa mie instant terhadap waktu makan. Waktu makan dikategorikan ke dalam makan pagi, makan siang dan makan malam. Diambil sampel random sebanyak 185 orang dan hasil dari penelitian tersebut adalah:

Waktu makan

Rasa mie instant

Jumlah Soto Ayam spesial Kari ayam

Pagi 12 50 19 81

Siang 14 25 18 57

malam 10 16 21 47

Jumlah 36 91 58 185

(15)

Lakukan uji hipotesis apakah rasa mie instant berhubungan dengan waktu makan ataukah tidak ada hubungan antara keduanya.

Gunakan tingkat kesalahan 5 % dan 1 %.

A. Jika tingkat kesalahannya 5 %

- H0 : Rasa mie instant dan waktu makan tidak ada hubungan (saling bebas) H1 : Rasa mie instant dan waktu makan ada hubungan (tidak saling bebas) -  = 0.05

- Banyaknya kategori baris ada 3 (waktu makan) dan banyaknya kategori kolom ada 3 (rasa mie instant), sehingga derajat bebasnya (3-1) (3-1) = 4. Diketahui tingkat kesalahan adalah 5 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

  b- k- 2

1 1

;

 = 20.05;4 9.4877 Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  9.4877 = 2tabel - Daerah keputusannya:

95 % 5 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 9.4877

Langkah selanjutnya adalah mencari nilai estimasi (Eij) dari masing-masing kategori pada rasa mie instant dan waktu makan, diperoleh:

Waktu makan

Rasa mie instant

Jumlah Soto Ayam spesial Kari ayam

Pagi

185 12 15.762

) 36 )(

81

(

185 50 39.843

) 91 )(

81

(

18519 24.4

) 58 )(

81

(81

Siang

185 14 11.092

) 36 )(

57

(

185 25 28.038

) 91 )(

57

(

18518 17.9

) 58 )(

57

(57

malam

(47185)(36)10 9.146

 

(47185)(91)16 23.119

 

(47185)(5821 )14.7

47

Jumlah 36 91 58 185

(16)

- Mencari nilai 2hitung

No. Oi Ei Oi - Ei (Oi - Ei)2 (Oi - Ei)2/ Ei

1 12 15.762 -3.762 14.153864 0.897965 2 50 39.843 10.157 103.159708 2.589139 3 19 25.395 -6.395 40.890840 1.610218

4 14 11.092 2.908 8.457093 0.762457

5 25 28.038 -3.038 9.228459 0.329143

6 18 17.870 0.130 0.016830 0.000942

7 10 9.146 0.854 0.729408 0.079752

8 16 23.119 -7.119 50.679007 2.192101

9 21 14.735 6.265 39.248532 2.663602

Total n = 185 185.000 11.12532

 

1253 . 11

1 1

2

2   

 

b i

k

j ij

ij ij

E E - O

hitung=

- hitung2 = 11.1253 > 9.4877 = 2tabel, maka H0 ditolak

- Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa rasa mie instant dan waktu makan ada hubungan (tidak saling bebas).

B. Jika tingkat kesalahannya 1 %

- H0 : Rasa mie instant dan waktu makan tidak ada hubungan (saling bebas) H1 : Rasa mie instant dan waktu makan ada hubungan (tidak saling bebas) -  = 0.01

- Banyaknya kategori baris ada 3 (waktu makan) dan banyaknya kategori kolom ada 3 (rasa mie instant), sehingga derajat bebasnya (3-1) (3-1) = 4. Diketahui tingkat kesalahan adalah 1 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

  b- k- 2

1 1

;

 = 20.01;4 13.2767

Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  13.2767 = 2tabel

(17)

- Daerah keputusannya:

99 % 1 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 13.2767

Langkah selanjutnya adalah mencari nilai estimasi (Eij) dari masing-masing kategori pada rasa mie instant dan waktu makan, diperoleh:

Waktu makan

Rasa mie instant

Jumlah Soto Ayam spesial Kari ayam

Pagi

185 12 15.762

) 36 )(

81

(

185 50 39.843

) 91 )(

81

(

18519 24.4

) 58 )(

81

(81

Siang

185 14 11.092

) 36 )(

57

(

185 25 28.038

) 91 )(

57

(

18518 17.9

) 58 )(

57

(57

malam

(47185)(36)10 9.146

 

(47185)(91)16 23.119

 

(47185)(5821 )14.7

47

Jumlah 36 91 58 185

- Mencari nilai 2hitung

No. Oi Ei Oi - Ei (Oi - Ei)2 (Oi - Ei)2/ Ei

1 12 15.762 -3.762 14.153864 0.897965 2 50 39.843 10.157 103.159708 2.589139 3 19 25.395 -6.395 40.890840 1.610218

4 14 11.092 2.908 8.457093 0.762457

5 25 28.038 -3.038 9.228459 0.329143

6 18 17.870 0.130 0.016830 0.000942

7 10 9.146 0.854 0.729408 0.079752

8 16 23.119 -7.119 50.679007 2.192101

9 21 14.735 6.265 39.248532 2.663602

Total n = 185 185.000 11.12532

(18)

 

1253 . 11

1 1

2

2   

 

b i

k

j ij

ij ij

E E - O

hitung=

- hitung2 = 11.1253 < 13.2767 = 2tabel, maka H0 diterima.

- Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa rasa mie instant dan waktu makan tidak ada hubungan (saling bebas).

Soal latihan

1. Sebuah perusahaan sabun mandi memproduksi 3 keharuman sabun mandi, yaitu keharuman Mawar, keharuman Melati dan keharuman Kenanga. Suatu survei dilakukan untuk menguji apakah ada hubungan antara keharuman sabun mandi dengan jenis kelamin dijalankan. Untuk tujuan tersebut diambil sampel random sebanyak 175 orang dan hasil survei disajikan dalam tabel di bawah ini.

Keharuman Jenis kelamin Laki-laki Perempuan

Mawar 38 27

Melati 18 27

Kenanga 25 40

Lakukan uji hipotesis apakah keharuman sabun mandi berhubungan dengan jenis kelamin ataukah tidak ada hubungan antara keduanya.

Gunakan tingkat kesalahan 1 % dan 5 %.

2. Rumah Makan “Menanti Anda” buka setiap hari dari jam 7 pagi sehingga jam 9 malam.

Ramai orang datang untuk makan pagi, siang dan malam. Sampel random sebanyak 200 pengunjung restoran diambil pada waktu makan pagi, siang dan malam. Mereka ditanya tentang minuman yang dipesan pada waktu makan. Jawaban dari pengunjung restoran disajikan dalam sebuah tabel di bawah ini

Waktu makan Jenis Minuman

Teh Kopi Lain-lain

Pagi 30 44 23

Siang 27 18 20

Malam 9 12 17

(19)

Lakukan uji hipotesis apakah jenis minuman (tek, kopi, lain-lain) berhubungan dengan waktu makan (pagi, siang dan malam) ataukah tidak ada hubungan antara keduanya.

Gunakan tingkat kesalahan 1 % dan 5 %.

3. Suatu survei dijalankan untuk menanyakan jenis pekerjaan dan ukuran televisi yang dimiliki pada sebuah Kabupaten. Jenis pekerjaan terbagi atas pegawai negeri, pegawai swasta, pedagang dan TNI Polri. Ukuran televisi terbagi atas ukuran kecil (dibawah 20 inchi), sedang (antara 20 sehingga 30 inchi) dan ukuran besar (lebih dari 30 inchi).Untuk tujuan tersebut diambil sampel random yang terdiri dari 225 orang dan jawaban dari orang tersebut disajikan dalam sebuah tabel di bawah ini

Ukuran televisi

Jenis pekerjaan Pegawai

negeri

Pegawai

swasta Pedagang TNI Polri

Kecil 27 18 32 24

Sedang 12 20 18 17

Besar 18 16 13 10

Lakukan uji hipotesis apakah jenis pekerjaan berhubungan dengan ukuran televisi yang dimiliki ataukah tidak ada hubungan antara keduanya.

Gunakan tingkat kesalahan 1 %.

4. Suatu perusahaan mainan anak-anak telah memproduksi mainan anak-anak dengan 3 jenis mainan, yaitu jenis X, Y dan Z. Sampel random sebanyak 300 anak-anak diambil yang terbagi dalam 3 kelompok umur yaitu umur di bawah 3 tahun, antara 3 sehingga 7 tahun dan antara 8 sehingga 12 tahun. Ke-300 anak-anak disuruh memilih jenis mainan yang disukai dan secara lengkap diperoleh data:

Kelompok umur Jenis mainan

X Y Z

Di bawah 3 tahun 34 52 21

3 - 7 tahun 41 45 28

8 - 12 tahun 25 24 30

Lakukan uji hipotesis apakah kelompok umur berhubungan dengan jenis mainan yang disukai ataukah tidak ada hubungan antara keduanya.

Gunakan tingkat kesalahan 1 % dan 5 %.

(20)

5. Suatu kajian dijalankan untuk menanyakan bentuk jam tangan yang dipakai oleh karyawan perusahaan. Karyawan perusahaan terbagi dalam 4 divisi, yaitu divisi pemasaran, divisi produksi, divisi R & D dan divisi keuangan. Bentuk jam tangan terbagi menjadi 3 bentuk, yaitu bulat, oval dan kotak. Sampel random sebanyak 230 karyawan diambil dan jawaban dari pertanyaan tentang bentuk jam tangan yang dipakai disajikan dalam tabel di bawah ini.

Divisi pekerjaan Bentuk jam tangan

Bulat Oval Kotak

Pemasaran 15 21 34

Produksi 23 8 26

R & D 25 9 18

Keuangan 27 14 10

Lakukan uji hipotesis apakah divisi pekerjaaan berhubungan dengan bentuk jam tangan yang dipakai ataukah tidak ada hubungan antara keduanya.

Gunakan tingkat kesalahan 1 % dan 10 %.

6. Perusahaan lemari es telah memproduksi lemari es dengan warna-warna Merah, Biru, Putih dan Hijau. Berdasarkan data penjualan yang dipilih secara random diperoleh data tentang jenis kendaraan yang dipakai pada waktu membeli lemari es. Dari 400 data dapat diringkas dalam satu tabel di bawah ini.

Jenis kendaraan Warna lemari es

Merah Biru Putih Hijau

Sepeda motor 44 35 54 43

Mobil pribadi 18 12 25 21

Mobil umum 25 38 27 58

Lakukan uji hipotesis apakah jenis kendaraan yang digunakan berhubungan dengan warna lemari es yang dibeli ataukah tidak ada hubungan antara keduanya.

Gunakan tingkat kesalahan 5 % dan 10 %.

5.4 Uji Homogenitas

Dalam pengujian hipotesis kadang-kadang dihadapkan pada suatu masalah apakah dua sampel atau lebih berasal dari satu populasi atau dengan kata lain apakah satu sampel dengan sampel yang lain mempunyai persamaan. Uji hipotesis yang ditujukan untuk mengetahui apakah

(21)

dua sampel atau lebih bersifat homogen disebut uji homogenitas. Sama dengan uji independensi, data sampel dalam uji homogenitas disajikan dalam suatu tabel kontingensi.

Beberapa sampel ditampilkan dalam suatu tabel kontingensi yang terdiri dari beberapa baris dan beberapa kolom, seperti di bawah ini:

Sampel karakteristik

Jumlah

1 . . . k

Sampel 1 O11 (E11) . . . O1k (E1k) n1.

. . . . . . . . . . . . . . .

Sampel b Ob1 (Eb1) . . . Obk (Ebk) nb.

Jumlah n.1 . . . n.k nbk

Keterangan:

k = banyaknya karakteristik yang diletakkan dalam kolom, b = banyaknya jenis sampel yang diletakkan dalam baris,

O11 = nilai yang sebenarnya dari karakteristik ke-1 dan jenis sampel ke-1, O1k = nilai yang sebenarnya dari karakteristik ke-k dan jenis sampel ke-1, Ob1 = nilai yang sebenarnya dari karakteristik ke-1 dan jenis sampel ke-b, Obk = nilai yang sebenarnya dari karakteristik ke-k dan jenis sampel ke-b, E11 = estimasi nilai dari karakteristik ke-1 dan jenis sampel ke-1 =

  

nbk

n n1 1

,

E1k = estimasi nilai dari karakteristik ke-k dan jenis sampel ke-1 =

  

bk k

n n n 1

,

Eb1 = estimasi nilai dari karakteristik ke-1 dan jenis sampel ke-b =

  

bk b

n n n1

,

Eb1 = estimasi nilai dari karakteristik ke-k dan jenis sampel ke-b =

  

bk b k

n n n

, n.1 = jumlah nilai dari karakteristik ke-1,

n.k = jumlah nilai dari karakteristik ke-k, n1. = jumlah nilai dari jenis sampel ke-1, nb. = jumlah nilai dari jenis sampel ke-b, nbk = jumlah nilai dari seluruh sampel.

Uji hipotesis yang dijalankan adalah apakah dua sampel atau lebih berasal dari satu populasi.

(22)

Nilai dari hitung2 dicari dengan rumus:

2 hitung

 =

       

bk bk bk b

b b k

k k

E E - . O . E .

E - O E

E - . O . E .

E -

O 2

1 2 1 1 1

2 1 1 11

2 11

11     

Derajat bebas dari distribusi chi-kuadrat adalah (b-1) (k-1).

Nilai 2tabel adalah 2;  b-1 k-1 . Nilai kritis (H0 ditolak) jika:

2 hitung

  2tabel

Contoh

1. Suatu survei dilakukan untuk melihat apakah kebiasaan bermain internet pada waktu istirahat sama pada berbagai golongan karyawan. Untuk tujuan tersebut diambil sampel random sebanyak 50 karyawan golongan IV, 70 karyawan golongan III, 100 karyawan golongan II dan 100 karyawan golongan I. Berdasarkan wawancara diperoleh data:

Golongan Kebiasaan bermain internet

Jumlah

Tidak Ya

I 6 44 50

II 18 52 70

III 26 74 100

IV 35 65 100

Jumlah 85 235 320

Lakukan uji hipotesis apakah kebiasaan bermain internet pada waktu istirahat pada berbagai golongan karyawan adalah sama ataukah berbeda.

Gunakan tingkat kesalahan 5 % dan 1 %.

A. Jika tingkat kesalahannya 5 %

- H0 : kebiasaan bermain internet pada waktu istirahat pada berbagai golongan karyawan adalah sama (homogen),

H1 : kebiasaan bermain internet pada waktu istirahat pada berbagai golongan karyawan adalah tidak sama (tidak homogen),

-  = 0.05

(23)

- Banyaknya baris ada 4 (golongan karyawan) dan banyaknya kolom ada 2 (kebiasaan bermain internet), sehingga derajat bebasnya (4-1) (2-1) = 3. Diketahui tingkat kesalahan adalah 5 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

  b- k- 2

1 1

;

 = 20.05;3 7.8147

Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  7.8147 = 2tabel - Daerah keputusannya:

95 % 5 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 7.8147

Langkah selanjutnya adalah mencari nilai estimasi (Eij) dari masing-masing unit pada golongan karyawan dan kebiasaan bermain internet, diperoleh:

Golongan Kebiasaan bermain internet

Jumlah

Tidak Ya

I

(85320)(50)6 13.281

 

(235320)(50)44 36.719

50

II

(85320)(70)18 18.594

 

(235320)(70)52 51.406

70

III

320 26 26.563

) 100 )(

85

(

320 74 73.438

) 100 )(

235

(100

IV

320 35 26.563

) 100 )(

85

(

320 65 73.438

) 100 )(

235

(100

Jumlah 85 235 320

(24)

- Mencari nilai 2hitung

No. Oi Ei Oi - Ei (Oi - Ei)2 (Oi - Ei)2/ Ei

1 6 13.281 -7.281 53.016602 3.991838

2 18 18.594 -0.594 0.352539 0.018960

3 26 26.563 -0.563 0.316406 0.011912

4 35 26.563 8.438 71.191406 2.680147

5 44 36.719 7.281 53.016602 1.443856

6 52 51.406 0.594 0.352539 0.006858

7 74 73.438 0.563 0.316406 0.004309

8 65 73.438 -8.438 71.191406 0.969415

Total n = 320 320.000 9.127295

 

1273 . 9

1 1

2

2   

  b i

k

j ij

ij ij

E E - O

hitung=

- hitung2 = 9.1273 > 7.8147 = 2tabel, maka H0 ditolak

- Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan bermain internet pada waktu istirahat pada berbagai golongan karyawan adalah tidak sama (tidak homogen).

B. Jika tingkat kesalahannya 1 %

- H0 : kebiasaan bermain internet pada waktu istirahat pada berbagai golongan karyawan adalah sama (homogen),

H1 : kebiasaan bermain internet pada waktu istirahat pada berbagai golongan karyawan adalah tidak sama (tidak homogen),

-  = 0.01

- Banyaknya baris ada 4 (golongan karyawan) dan banyaknya kolom ada 2 (kebiasaan bermain internet), sehingga derajat bebasnya (4-1) (2-1) = 3. Diketahui tingkat kesalahan adalah 1 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

  b- k- 2

1 1

;

 = 20.01;3 11.3449

Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  11.3449 = 2tabel

(25)

- Daerah keputusannya:

99 % 1 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 11.3449

Langkah selanjutnya adalah mencari nilai estimasi (Eij) dari masing-masing unit pada golongan karyawan dan kebiasaan bermain internet. Nilai estimasi (Eij) sama dengan pada tingkat kesalahan 5 %, yaitu:

Golongan Kebiasaan bermain internet

Jumlah

Tidak Ya

I 6 (13.281) 44 (36.719) 50

II 18 (18.594) 52 (51.406) 70

III 26 (26.563) 74 (73.438) 100

IV 35 (26.563) 65 (73.438) 100

Jumlah 85 235 320

- Mencari nilai 2hitung

No. Oi Ei Oi - Ei (Oi - Ei)2 (Oi - Ei)2/ Ei

1 6 13.281 -7.281 53.016602 3.991838

2 18 18.594 -0.594 0.352539 0.018960

3 26 26.563 -0.563 0.316406 0.011912

4 35 26.563 8.438 71.191406 2.680147

5 44 36.719 7.281 53.016602 1.443856

6 52 51.406 0.594 0.352539 0.006858

7 74 73.438 0.563 0.316406 0.004309

8 65 73.438 -8.438 71.191406 0.969415

Total n = 320 320.000 9.127295

(26)

 

1273 . 9

1 1

2

2   

 

b i

k

j ij

ij ij

E E - O

hitung=

- hitung2 = 9.1273 < 11.3449 = 2tabel, maka H0 diterima

- Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan bermain internet pada waktu istirahat pada berbagai golongan karyawan adalah sama (homogen).

2. Perusahaan yang bergerak dalam bidang garmen mengedarkan kuesioner yang berisi tanggapan tentang rencana penggantian atau penukaran makan siang dengan uang. Kuesioner tersebut dibagikan pada karyawan bagian produksi, bagian pemasaran dan bagian administrasi. Tanggapan dibagi atas setuju, tidak setuju dan ragu-ragu. Hasil dari kuesioner disajikan dalam tabel di bawah ini.

Karyawan Tanggapan

Jumlah Setuju Tidak setuju Ragu-ragu

Produksi 21 18 31 70

Pemasaran 44 24 18 86

Administrasi 32 25 27 84

Jumlah 97 67 76 240

Lakukan uji hipotesis apakah ke-3 bagian karyawan (bagian produksi, bagian pemasaran dan bagian administrasi) mempunyai tanggapan yang sama tentang rencana penggantian atau penukaran makan siang dengan uang atau mempunyai tanggapan yang berbeda.

Gunakan tingkat kesalahan 1 % dan 5 %.

A. Jika tingkat kesalahannya 1 %

- H0 : Ke-3 bagian karyawan (bagian produksi, bagian pemasaran dan bagian administrasi) mempunyai tanggapan yang sama tentang rencana penggantian atau penukaran makan siang dengan uang,

H1 : Ke-3 bagian karyawan (bagian produksi, bagian pemasaran dan bagian administrasi) mempunyai tanggapan yang berbeda tentang rencana penggantian atau penukaran makan siang dengan uang,

-  = 0.01

(27)

- Banyaknya baris ada 3 (karyawan) dan banyaknya kolom ada 3 (tanggapan), sehingga derajat bebasnya (3-1) (3-1) = 4. Diketahui tingkat kesalahan adalah 1 %, maka nilai dari distribusi chi-kuadrat:

  b- k- 2

1 1

;

 = 20.01;4 13.2767

Oleh karena itu daerah kritisnya:

2 hitung

  13.2767 = 2tabel

- Daerah keputusannya:

99 % 1 % (daerah penerimaan) (daerah penolakan)

0 13.2767

Langkah selanjutnya adalah mencari nilai estimasi (Eij) dari masing-masing unit pada golongan karyawan dan kebiasaan bermain internet, diperoleh:

Karyawan Tanggapan

Jumlah Setuju Tidak setuju Ragu-ragu

Produksi 21

(70240)(97)28.292

 

(70240)(67)18 19.542

 

(70240)(76)31 22.167

70

Pemasaran 44

(86240)(97)34.758

 

(86240)(67)24 24.008

 

(86240)(76)18 27.233

86

Administrasi 32

(84240)(97)33.950

 

(84240)(67)25 23.450

 

(84240)(76)27 26.600

84

Jumlah 97 67 76 240

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,