• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

How to cite Septiani, R., Nurchairina, Trinovadela, N. I, & Herlina (2021). Terapi Herbal Jinten Hitam dalam Peningkatan Haemoglobin pada Ibu Menyusui dengan Anemia14(2), 137-145. DOI: http://dx.doi.org/10.26630/jkm.v14i2.2961 Published by Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, Indonesia. Open Acess

The Published Article is Licensed Under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Terapi Herbal Jinten Hitam dalam Peningkatan Haemoglobin pada Ibu Menyusui dengan Anemia

Black Cumin Herbal Therapy in Increasing Haemoglobin in Nursing Mothers With Anemia Ranny Septiani 1, 1 Nurchairina Nurchairina1, Nora Isa Trinovadela1, Herlina Herlina1

1 Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia

Corresponding: [email protected]

Article Information Received November 2021 Reviced November 2021 Accepted December 2021 Keyword:

Anemia; Breastfeeding mothers; Nigella sativa.

Kata kunci:

Anemia; Ibu menyusui;

Jinten hitam.

Abstracts

Background: One of the world's health problems in developing countries is anemia.

Nationally, anemia is common in women. Anemia is very dangerous for both mother and baby. Anemia in breastfeeding mothers will affect the quality of breast milk so that it affects the nutritional fulfillment of their babies. Purpose: To determine the effectiveness of giving black cumin to breastfeeding mothers with anemia in Bandar Lampung City at 2020.

Methods: This study is a quasi-experimental study with pre and post test designs. The treatment in this study was giving black cumin. While the variables to be studied are hemoglobin levels in the blood of breastfeeding mothers before and after the intervention.

The sample in this study were breastfeeding mothers who suffered from anemia in Bandar Lampung City. Bivariate data analysis used the T-test to determine the difference in hemoglobin levels before and before offering black cumin. Results: This study showed that the administration of black cumin had an average hemoglobin level before administration of black cumin < the average hemoglobin level after administration of black cumin (p=0,001), resulting in an increase in the average hemoglobin level of 1.84 dl/gr. Conclusion: The use of black cumin as an effective complementary therapy (complementary) in the treatment of anemia in lactating mothers with anemia.

Abstrak

Latar Belakang : Salah satu masalah kesehatan di dunia pada negara berkembang adalah anemia. Secara nasional anemia banyak terjadi pada perempuan.Anemia sangat berbahaya bagi ibu dan bayinya. Anemia pada ibu menyusui akan mempengaruhi kualitas ASI sehingga mempengaruhi pemenuhan nutrisi bayinya. Tujuan: mengetahui efektifitas pemberian jinten hitam pada ibu menyusui dengan anemia di Kota Bandar Lampung tahun 2020. Metode:

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain pre dan post test.

Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian jinten hitam. Sedangkan variabel yang akan diteliti adalah kadar hemoglobin dalam darah ibu menyusui sebelum dan setelah diintervensi. Sampel pada penelitian adalah ibu meyusui yang menderita anemia di Kota Bandar Lampung. Analisis data bivariat menggunakan uji T untuk mengetahui beda kadar haemoglobin sebelum dan sesudah pemberian jinten hitam. Hasil : Penelitian ini didapat hasil pemberian jinten hitam mempunyai nilai rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian jinten hitam < rata-rata kadar hemoglobin setelah pemberian jinten hitam (p=0,001). Sehingga, terjadi peningkatan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 1,84 dl/gr.

Simpulan: Penggunakan jinten hitam efektif sebagai terapi komplementer (pelengkap) dalam pengobatan anemia pada ibu menyusui dengan anemia.

Copyright Holder © Ranny Septiani, et al. (2021).

First Publication Righ:Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai.

Pendahuluan

Salah satu masalah kesehatan di dunia karena ditemukan hampir 30% penduduk di dunia menderita anemia. Negara-negara yang sedang berkembang diantaranya Asia Tenggara merupakan dengan prevalens tinggi besarnya anemia pada ibu menyusui. Secara global prevalensi anemia pada ibu menyusui adalah 52,5% di Asia Selatan, 60% di Myanmar, 20% di Nepal, 63% di India, dan 28,3%

di Ethiopia (Tusa et al., 2021)Anemia dapat terjadi pada siapa saja sejak bayi hingga lansia dan angka

tertinggi terjadi pada remaja dan ibu. Tingginya prevalensi anemia pada ibu menyusui khususnya

(2)

138

negara berkembang, informasi tentang angka anemia dan faktor penentunya pada ibu menyusui masih belum jelas dan lengkap (Tusa et al., 2021).Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, angka kejadian anemia secara nasional adalah 21,7%, 18,4% terjadi pada laki-laki dan 23,9% terjadi pada perempuan (Balitbangkes, 2018). World Health Organization (WHO) menetapkan upaya pencegahan dan penanganan anemia harus dipusatkan pada kelompok risiko spesifik terutama anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi yaitu anak-anak, perempuan remaja wanita usia reproduksi, serta wanita hamil dan ibu menyusui (Milman, 2011)

Anemia pada masa menyusui merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia, ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Ibu menyusui yang mengalami anemia dapat disebabkan oleh kondisi anemia saat kehamilan dan kehilangan banyak darah pada saat persalinan (Milman, 2015).

Menyusui merupakan proses alamiah yang dilakukan ibu setelah melalui masa kehamilan dan persalinan. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) dianjurkan selama 6 bulan tanpa pemberian makanan tambahan lain (MP-ASI) kecuali obat terapi. ASI yang diproduksi banyak dipengaruhi oleh asupan gizi dari ibunya (Nursari Abdul Syukur, Widyani Utami, 2018). Anemia dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi yang terdapat dalam makanan sehari-hari yang ibu konsumsi yang dikarenakan adanya gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh (Hosseini & Hosseinzadeh, 2020). Kejadian anemia pada ibu menyusui juga akan mempengaruhi produksi ASI, menurunkan kualitas dan kuantitas ASI. Kualitas ASI akan berpengaruh secara signifikan apabila terjadi ketidakseimbangan asupan yang didapat dari ibu (Hosseini & Hosseinzadeh, 2020).

Ibu menyusui harus memperhatikan kesehatan dan asupan gizi dirinya agar bayi dapat menerima nutrisi terbaik dari ASI yang dihasilkan. Anemia yang tidak tertangani sejak masa kehamilan sangat berbahaya bagi ibu dan bayinya karena dapat menyebabkan depresi postpartum, respon imun ibu menurun, meningkatnya risiko anemia pada bayi yang diberi ASI sehingga dapat berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan (Stunting) (Shekar, M., Kakietek, J., Eberwein, J. D., & Walters, 2017)

.

Dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh anemia pada ibu menyusui sangat berpengaruh terhadap kecukupan gizi bayi maka dilakukan berbagai upaya untuk pencegahan anemia pada ibu menyusui.

Penyebab secara umum anemia adalah kehilangan darah secara kronis, asupan zat besi yang tidak cukup dan penyerapan yang tidak adekuat dan meningkatnya zat besi (EL Achadi, 2010).Anemia yang diderita ibu menyusui banyak disebabkan oleh kurang memadainya asupan zat besi (defisiensi zat besi) dalam makanan yang dikonsumsi serta meningkatnya kebutuhan Fe saat menyusui (EL Achadi, 2010). Untuk mengatasi masalah anemia defisensi zat besi ibu menyusui perlu mendapatkan asupan makanan yang banyak mengandung zat besi seperti sayur-sayuran yang berwarna hijau, namun zat besi dalam makanan tersebut lebih sulit penyerapannya. Dibutuhkan porsi yang besar untuk mencukupi kebutuhan zat besi dalam sehari. Sehingga dianjurkan untuk memberikan suplemen Fe kepada ibu menyusui. Namun Suplemen Fe yang tidak alami dapat menimbulkan beberapa keluhan seperti masalah pencernaan seperti mual, diare, konstipasi, menurunkan nafsu makan serta menimbulkan rasa pusing dan sakit kepala (Sudikno & Sandjaja, 2016).

Upaya mengatasi anemia, selain pemenuhan makanan dan tambahan suplemen Fe, banyak juga

masyarakat menggunakan berbagai macam bahan herbal yang dipercaya mampu menaikan kadar

hemoglobin darah atau mengatasi anemia diantaranya adalah jinten hitam (Hosseini & Hosseinzadeh,

2020). Seiring peningkatan kepercayaan masyarakat pada pengobatan alamiah, maka ketiga bahan

tersebut menjadi pilhan banyak masyarakat karena merupakan bahan-bahan herbal yang

ketersediaannya mudah didapat di lingkungan masyarakat, dipercaya memiliki khasiat atau manfaat

(3)

139

yang lebih banyak selain mengatasi satu masalah kompleks selain itu lebih murah dalam hal pembiayaan. komponen utama dari biji jinten hitam adalah thymoquinone, thymohydroquinone, thymol, carvacrol, nigellicine, nigellimine, 13 nigellimine-N-oxide, nigellidine, dan alpha hedrin (Burits

& Bucar, 2000). Senyawa aktif, Thymoquinone, Fe, Cu, Zn dan Vitamin C serta efek anti oksidan kuat yang mampu menekan stres oksidatif pada proses penyerapan zat besi dengan menekan pembentukan Fe2+ sehingga pembentukan Fe3+ meningkat (Baskoro & Setyawati, 2016).

Jintan hitam bermanfaat atau terdapat pengaruh terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas dan menyusui (Amelina, & Wahyuni, 2020; Hidayati, 2019; Siregar, & Yanti, 2021). Sementara hasil penelitian pada hewan ayam pedaging telah dilakukan oleh Melia, Siswanto, Santosa, & Suharyati (2021) memperlihatkan terdapat peningkatan pada kadar hemoglobin dan nilai hematokrit pada hewan tersebut setelah pemberian Nigella sativa, walaupun pada setiap perlakuan masih dalam batas normal. Penelitian ini mengkaji manfaat jintan hitam untuk meningkatkan haemoglobin pada ibu menyusui yang anemia, sehingga diperoleh juga manfaat lain untuk kesehatan ibu namun tidak masuk efek yang diteliti.

Anak umur 6 bulan yang mendapatkan ASI ekslusif berdasarkan SDKI tahun 2012 dan 2017 terjadi peningkatan, berjumlah 42% pada SDKI 2012 menjadi 52% pada SDKI 2017. Angka ibu menyusui ekslusif di Provinsi Lampung tahun 2019 sebesar 69,3% dan angka ini masih dibawah target yang diharapkan yaitu 80% namun tidak ditemukan secara spesifik jumlah ibu menyusui yang menderita anemia di Provinsi Lampung (Dinkes Provinsi Lampung, 2020). Penelitian ini untuk mengkaji efek pemberian jinten hitam pada ibu menyusui yang mengalami anemia.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperiment dengan rancangan One Group Pretest – posttest, sehingga tanpa kelompok kontrol dilaksanakan di kota Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui pada periode bulan September sampai Nopember 2020 dengan sampel ibu menyusui yang anemia berjumlah 20 sebagai kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini non probability sampling jenis consecutive sampling, yaitu mengambil seluruh sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi selama penelitian berlangsung.

Setiap ibu menyusui yang anemia yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan kedalam sampel.

Kriteria inklusi sampel antara lain: (1) Ibu menyusui secara Eksklusif; (2) Ibu yang menyusui bayi usia 0-6 bulan; dan (3) Ibu dengan hasil pemeriksaan kadar Hemoglobin 8 – 11.9 gr/dL. Sedangkan, kriteria eklusi sampel adalah sakit kronis dan Ibu menyusui yang mengalami bendungan ASI atau mastitis.

Variabel intervensi dalam penelitian ini adalah konsumsi jintan hitam, sedangkan variabel efek adalah kadar hemoglobin. Prosedur penelitian dimulai dengan pemeriksaan kadar hemoglobin ibu menyusui sebelum intervensi (pre test) menggunakan alat mengukur hemoglobin merek Easy Touch GCHb terstandar. Intervensi kepada ibu menyusui dilakukan dengan pemberian jinten hitam sedian kapsul 500 mg frekuensi 1 x 1 kapsul per hari diminum sebelum tidur selama 14 hari. Efek intervensi pada Ibu menyusui diukur kembali kadar haemoglobin dengan alat sama (post test) pada hari ke-15.

Analisa univariat dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai variabel yaitu: data-data

karakteristik responden, hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pre dan post intervensi dengan

menggunakan tabel distribusi frekuensi. Analisis bivariat, dilakukan untuk menguji perbedaan kadar

haemoglobin pre intervensi, kadar hemoglobin post intervensi pada masing-masing kelompok

intervensi yaitu kelompok jinten hitam. Apabila data terdistribusi normal, maka uji beda yang

digunakan untuk analisis adalah uji Paired samples T-Test dengan bantuan aplikasi SPSS.25. Penelitian

(4)

140

ini dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai etik penelitian dan telah mendapatkan persetujuan kaji etik dari Panitia Etik Penelitian di Poltekkes Tanjungkarang No. 274/KEPK-TJK/VI/2020.

Hasil

Karakteristik Responden

Karakteristik responden memperlihatkan dari 20 responden yang terbanyak adalah mempunyai umur reproduksi sehat (20 – 35 tahun) sebanyak 17orang (85%), pendidikan menengah (SMP-SMA) sebanyak 10 orang (50 %), ibu tidak bekerja sebanyak 12orang (60%), paritas lebih dari 1 anak yaitu 15 orang (75 %), sebagian besar bersalin dengan jenis persalinan normal sebanyak 18 orang (90%), responden yang menyatakan masih menyusui anaknya terbanyak dengan usia anak kurang dari 6 bulan sebanyak 18 orang (90%). Sebagian besar responden pada saat kehamilan mengalami anemia sebanyak 15 orang (75%). Dan 11 orang (55%) responden mengatakan merasakan gejala anemia.

Sebanyak 12 orang atau 60% responden mengaku hanya menghabiskan tablet Fe selama kehamilan kurangdari 90 tablet. Dalam kategori konsumsi tablet Fe selama menyusui sebanyak 18 orang atau 90%

tidak mengkonsumsi tablet fe selama menyusui (tabel 1).

Tabel 1. Karakteristik Responden

Variabel Kategorik Frekuensi

(n=20)

Persentase (n=100%)

Umur 20 – 35 Tahun

< 20 / > 35 Tahun

17 8

85 15

Pendidikan Dasar

Menengah (SMP/SMA) Tinggi (DI/DIII/S1/S2)

3 10 7

15 50 35

Status Bekerja Tidak bekerja

Bekerja

12 8

60 40

Paritas 1

> 1

5 15

25 75

Jenis Persalinan Normal

SC

18 2

90 10

Umur anak yang menyusui ≤ 6 Bulan

7 – 24 Bulan

18 2

90 10

Anemia saat hamil Ya

Tidak

15 5

75 25

Gejala anemia (5L) Ya

Tidak

11 9

55 45 Jumlah konsumsi tablet Fe selama kehamilan ≥ 90 tablet

< 90 tablet

8 12

40 60 Konsumsi tablet Fe selama menyusui Ya

Tidak

2 18

10 90

Hasil Analisis

Kadar Hemoglobin sebelum dan sesudah Pemberian Jinten Hitam

Hasil analisis memperlihatkan dari 20 orang responden, didapat adanya kenaikan kadar Hb pada

seluruh responden saat pre intervensi dan post intervensi dengan kadar hemoglobin tertinggi post

intervensi adalah 13,5 Selisih rata-rata kadar Hb sebelum dan sesudah intervensi sebesar 1,84 (Tabel

2). Rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian jinten hitam < rata-rata kadar hemoglobin setelah

pemberian jinten hitam yaitu nilai 10,990 <12,825 sehingga terjadi peningkatan rata-rata kadar

hemoglobin sebesar 1,84 dl/gr. ada perbedaan rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah

pemberian jinten hitam (Tabel 3).

(5)

141

Tabel 2. Distribusi Selisih Rata-Rata Haemoglobin Sebelum dan Sesudah Pemberian Jinten Hitam

Nilai N Min Max Rata-Rata Selisih Rata-Rata Std. Deviation

Pre Intervensi 20 9 11.8 10.99

1.84 0.704

Post Intervensi 20 12 13.5 12.83 0.444

Tabel 3. Hasil Uji Beda Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Intervensi Pada Kelompok Jinten Hitam

Kelompok Jinten Hitam Rata-Rata t hitung ttabel Sig

Pre Intervensi 10,990

10,230 2.093 0.000

Post Intervensi 12.825

Pembahasan

Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada wanita terutama ibu menyusui. Keadaan anemia pada ibu menyusui adalah keadaan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah ibu menyusui lebih rendah dari nilai normal melalui pemeriksaan laboratorium yaitu kurang dari 12gr/dl (Arisman, 2010). Informasi dan data tentang prevalensi anemia postpartum sangat terbatas.

pada negara berkembang berkisar antara 50% - 80% (Pratiwi et al., 2018). Prevalensi anemia besi yang terbesar adalah pada wanita hamil dan menyusui yaitu 50 – 70% dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil atau menyusui. Anemia dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian ibu 3,7 kali lebih tinggi jika dibandingkan ibu yang tidak anemia dan anemia merupakan salah satu penyumbang angka kematian ibu AKI di Indonesia.

Hasil penelitian ini semua ibu menyusui yang berjumlah 20 orang (100%) ibu menyusui menderita anemia dengan kadar hemoglobin kurang dari 12 gr/dl. Tingginya prevalensi anemia pada penelitian ini menunjukkan angka kejadian anemia pada ibu menyusui tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada masa menyusui (Alemayehu, 2017). Tingginya anemia pada ibu dapat dipengaruhi oleh asupan gizi ibu saat hamil dan ketidakpatuhan ibu mengkonsumsi tablet tambah darah saat hamil dan masa nifas hal ini tampak dari 81,7% responden mengalami anemia saat hamil, 73,3% responden mengkonsumsi Fe kurang dari 90 tablet selama kehamilan. 91,7% ibu menyusui tidak pernah mengkonsumsi tablet tambah darah selama menyusui.

Anemia sangat rentan terjadi mulai dari masa kehamilan dan dapat berlanjut pada masa nifas dan atau menyusui. Ibu hamil dengan gizi yang baik tidak hanya dapat menjalani kehamilan yang aman, melahirkan bayi dengan fisik dan mental yang baik dan memperoleh energi yang cukup untuk menyusui bayinya (Ernawati, 2017). Ibu menyusui harus dapat memenuhi nutrisi yang baik agar ibu sehat secara fisik untuk dapat merawat bayi yang baru dilahirkan serta untuk dapat memproduksi ASI yang berkualitas.

Tingginya angka anemia pada ibu menyusui memberikan banyak dampak bagi ibu dan bayinya diantaranya ibu mengalami penurunan respon imun yang menyebabkan kondisi ibu tidak sehat, terjadi penurunan kualitas hidup, penurunan kemampuan kognitif, ketidakstabilan emosional hingga ibu menyusui mengalami depresi (Medina Garrido et al., 2018)

.

Belum adanya program pemerintah tentang konsumsi tablet Fe atau suplemen tambah darah bagi ibu menyusui juga dapat menyebabkan meningkatkan prevalensi anemia pada ibu menyusui di Indonesia. WHO telah merekomendasikan untuk pemberian suplemen zat bisi dan kombinasi dengan asam folat pada ibu postpartum 6-12 minggu setelah melahirkan untuk mengurangi risiko anemia ibu menyusui (WHO, 2016)

Hasil penelitian ini seluruh responden yang merupakan ibu menyusui mempunyai kadar

hemoglobin dibawah 12 gr/dl artinya seluruh responden mengalami anemia. Berdasarkan riwayat

konsumsi tablet Fe sebelum dan sesudah melahirkan kemungkinan ibu mengalami anemia defisiensi

zat besi. Dalam pembentukan darah zat besi merupakan salah satu komponen utamanya terutama

dalam membentuk molekul hemoglobin. Sumber utama zat gizi didapat dari asupan makanan, namun

penyerapan zat besi pada makanan yang efektif banyak dipengaruhi oleh faktor - faktor diantaranya

faktor pengolahan bahan makanan yang tidak tepat sehingga dapat menghilangkan unsur zat besi dari

(6)

142

makanan selain itu cara konsumsi makanan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan zat besi tidak terserap sempurna didalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi produktivitas kerja, penampilan kognitif dan sistem kekebalan tubuh (Milman, 2011)

.

Dikarenakan hal tersebut maka diperlukan tambahan/suplemen pelengkap tambahan suplemen. Tambahan suplemen yang diberikan pada penelitian ini berupa bahan makanan herbal yaitu jinten hitam.

Berdasarkan hasil penelitian ini, rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi pada jinten hitam adalah 10,99. Rata-rata kadar hemoglobin sesudah intervensi pada kelompok jinten hitam adalah 12,83. Berdasarkan hasil penelitian dari 20 responden (100%) sebelum intervensi mengalami anemia dengan kadar hemoglobin kurang dari 12 gr/dl. Setelah dilakukan intervensi dengan pemberian jinten hitam seluruh responden mengalami kenaikan kadar hemoglobin melebihi 12 gr/%

berarti ibu sudah tidak mengalami anemia kembali.

Peningkatan kadar hemoglobin pada ibu anemia dapat diatasi tidak hanya dengan konsumsi tablet Fe tetapi juga dengan pemberian suplemen / tambahan makanan yang banyak mengandung zat- zat yang dibutuhkan untuk pembentukan kadar hemoglobin. Bahan-bahan herbal yang terkenal dapat mengatasi anemia diantaranya adalah jinten hitam. Konsumsi bahan-bahan herbal digunakan dengan berbagai alasan salah satunya bahan-bahan herbal dalam pengobatan tradisional merupakan tradisi turun-temurun yang digunakan nenek moyang seseuai dengan kearifan lokal masyarakat yang diyakini tidak menimbulkan efek samping. Selain itu masyarakat semakin terbiasa menggunakan obat-obatan tradisional dan semakin percaya akan manfaatnya (Ismail, 2015).

Analsisi hasil penelitian diperoleh dari seluruh kelompok intervensi mengalami perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intevensi dengan selisih rata-rata kenaikan pada kelompok jinten hitam 1,84. Hasil tersebut menunjukkan pemberian jinten hitam mempunyai pengaruh terhadap kenaikan kadar hemoglobin. Hemoglobin merupakan komponen utama darah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen. Sintesis hemoglobin merupakan proses yang melibatkan banyak zat-zat gizi serta senyawa-senyawa kimia. Penyebab rendahnya kadar hemoglobin disebabkan kurangnya asupan nutrisi terutama zat besi sebagai salah satu komponen pembentuk hemoglobin.

Salah satu pengobatan alternatif pada anemia adalah memanfaatkan bahan-bahan herbal.

Indonesia memiliki banyak sekali tanaman yang dimanfaatkan untuk berbagai pengobatan (Ismail, 2015). Bahan herbal yang telah banyak digunakan untuk pengobatan anemia telah dibuktikan pada beberapa penelitian salah satunya jinten hitam. Pemberian jinten hitam menghasilkan perbedaan hasil rata-rata kadar hemoglobin dengan selisih rata-rata kenaikan kadar hemoglobin paling besar.

Beberapa penelitian klinik baik pada binatang maupun langsung pada manusia telah membuktikan jinten hitam dapat meningkatkan kadar hemoglobin (Alhidayah, 2017; Baskoro & Setyawati, 2016).

Jinten hitam merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan masyarakat Indonesia dikarenakan manfaat yang dipercaya. Penggunaan obat-obatan herbal tradisional terbukti mampu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah terutama konsumsi jinten hitam (El-Shanshory et al., 2019).

Jinten hitam yang biasa dikonsumsi berbentuk ekstrak / bubuk dalam kapsul dan minyak dalam kapsul. Jinten hitam mengandung bebagai senyawa aktif, vitamin dan banyak mineral. Thymoquinone, thymohidroquinone, duthymoquinone, p-cmane, carvacrol, 4-terpienol, t-anethol, sesquiterpane longifelone, α-piane, thymol, alkaloid, protein, lemak, karbohidrat, Cu, P, Zn dan Fe merupakan senyawa aktif dan mineral zat gizi yang terkandung dalam jinten hitam. Kandungan Fe dalam jinten hitam ini merupakan salah satu mineral yang dapat mensisntesis hemoglobin (Alhidayah, 2017).

Kandungan tymoquinone yang banyak terdapat pada jinten hitam diketahui dapat memicu proses eritropoiesis, menghambat proses kerusakan oksidatif eritrosit, menurunkan tingkat kerapuhan membaran eritrosit sebagai komponen pembentukan sel darah merah (Baskoro & Setyawati, 2016).

Kandungan zat gizi dari jinten hitam seperti zat besi (Fe), flavonoid serta kandungan vitamin C juga

dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu menyusui anemia.

(7)

143

Penggunaan jinten hitam sebagai terapi hebal untuk anemia dikarenakan jinten hitam banyak ditemui di Indonesia dengan harga terjangkau selain itu manfaat jinten hitam yang kompleks yaitu untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit dan mempunyai kemampuan sebagai antioksidan dan meningkatkan imun tubuh. Selain itu secara penelitian jinten hitam tidak memiliki efek negative dalam penggunaan dosis normal yaitu tidak lebih dari 2 gram per harinya.

Penggunaan bahan herbal dapat dijadikan solusi lain dari pemberian tablet tambah darah.

Konsumsi herbal digunakan sebagai terapi komplementer (pelengkap) terhadap terapi utama yaitu pemberian tablet Fe. Pemberian tablet Fe diperlukan tidak hanya pada masa kehamilan tetapi dapat dilanjutkan hingga masa menyusui dikarenakan kebutuhan Fe pada bayi terutama bayi baru lahir hanya didapat dari air susu ibu (ASI) (El Achadi, 2010). Ibu menyusui dengan anemia dianjurkan salah satunya mengkonsumsi jintan hitam karena mampu meningkatkan haemoglobin, selain dapat meningkatkan produksi ASI dan impaknya sebagai upaya mencegah kejadian stunting pada anak.

Simpulan

Simpulan dari Penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar hemoglobin ibu menyusui anemia sebelum dan setelah diberikan jinten hitam di Kota Bandar Lampung. Jinten hitam efektif meningkatkan kadar hemoglobin darah ibu menyusui dengan anemia. Rekomendasi berdasarkan hasil penelitian ini adalah penggunaan bahan herbal jinten hitam dapat digunakan sebagai terapi komplementer (pelengkap) dalam pengobatan anemia pada ibu menyusui dengan anemia.

Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih penulis tujukan kepada Direktur dan Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Tanjungkarang serta semua pihak yang telah memberikan dukungan kesempatan, kebijakan serta pendanaan dan membantu untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan artikel ini.

Referensi

Amelina, I., & Wahyuni, C. (2020). Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa L.) Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di Klinik Endisa Medika Sukopuro Kabupaten Malang. Journal of

Health Science Community, 1(2). Retrieved from

https://thejhsc.org/index.php/jhsc/article/view/88

Hidayati, R. (2019). Pengaruh Ekstrak Nigella Sativa terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui. J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology), 2(2), 109-118.

https://doi.org/10.25139/htc.v2i2.2055

Alemayehu, M. (2017). Factors Associated with Anemia among Lactating Mothers in Subsistence Farming Households from Selected Districts of Jimma Zone, South Western Ethiopia: A Community Based Cross-Sectional Study. Journal of Nutrition & Food Sciences, 07(03).

https://doi.org/10.4172/2155-9600.1000595

Alhidayah. (2017). Pengaruh Pemberian Herbal Medicine Terhadap Kadar Hemoglobin Mahasiswi Akademi Kebidanan Syekh Yusuf Gowa Effect of Herbal Medicine on Levels of Student Haemoglobine. Jurnal Voice Of Midwifery, 06(Maret), 64–70.

Arisman, M. B. (2010). Gizi dalam Daur Kehidupan dalam Buku Ajar Ilmu Gizi. EGC.

Balitbangkes. (2018). Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf. In Badan Penelitian dan Pengembangan

Kesehatan (p. 198).

http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_R

KD2018_FINAL.pdf

(8)

144

Baskoro, F. T., DK, K. T., & Setyawati, A. N. (2016). Pengaruh pemberian ekstrak jintan hitam (Nigella sativa) terhadap kadar hemoglobin tikus Sprague dawley setelah diberikan paparan asap rokok.

Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 5(4), 791-799.

https://doi.org/10.14710/dmj.v5i4.14426

Burits, M., & Bucar, F. (2000). Antioxidant activity of Nigella sativa essential oil. Phytotherapy Research, 14(5), 323–328. https://doi.org/10.1002/1099-1573(200008)14:5<323::AID-PTR621>3.0.CO;2-Q El-Sanshory, M., Hablas, N. M., Aboonq, M. S., Fakhreldin, A. R., Attia, M., Arafa, W., Mariah, R. A.,

Baghdadi, H., Ayat, M., Zolaly, M., Nabo, M. M. H., Almaramhy, H. H., El-Sawy, S. A., Zidan, M., Elshazley, M., Alharbi, R., Moustafa, S., Abu-el Naga, M., & El Sayed, S. M. (2019). Nigella sativa improves anemia, enhances immunity and relieves iron overload-induced oxidative stress as a novel promising treatment in children having beta-thalassemia major. Journal of Herbal Medicine, 16. https://doi.org/10.1016/j.hermed.2018.11.001

EL Achadi. (2010). Gizi Ibu dan Kesehatan Reproduksi dalam Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Depok:

FKM UI Rajawali Press.

Ernawati, A. (2017). Masalah Gizi Pada Ibu Hamil. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 13(1), 60–69. https://doi.org/10.33658/jl.v13i1.93

Hidayati, R. (2019). Pengaruh Ekstrak Nigella Sativa terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui. J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology), 2(2), 109-118.

https://doi.org/10.25139/htc.v2i2.2055

Hosseini, A., & Hosseinzadeh, H. (2020). Effect of Nigella sativa on Blood Diseases. In Nuts and Seeds in Health and Disease Prevention. Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-818553- 7.00023-1

Ismail, I. (2015). Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat Memilih Obat Tradisional Di Gampong Lam Ujong. Idea Nursing Journal, 6(1), 7–14. https://doi.org/10.52199/inj.v6i1.6632 Dinkes Provinsi Lampung. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2019. Bandar Lampung:

Dinkes Provinsi Lampung

Medina Garrido, C., León, J., & Romaní Vidal, A. (2018). Maternal anaemia after delivery: prevalence and risk factors. Journal of Obstetrics and Gynaecology, 38(1), 55–59.

https://doi.org/10.1080/01443615.2017.1328669

Melia, D., Siswanto, S., Santosa, P., & Suharyati, S. (2021). Pengaruh Pemberian Jinten Hitam (Nigella Sativa) Sebagai Imunomodulator Dalam Air Minum Terhadap Profil Darah (Hemoglobin dan Hematokrit) BROILER BETINA. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals), 5(3), 168-173. https://doi.org/10.23960/jrip.2021.5.3.168-173

Milman, N. (2011). Postpartum anemia I: Definition, prevalence, causes, and consequences. Annals of Hematology, 90(11), 1247–1253. https://doi.org/10.1007/s00277-011-1279-z

Milman, N. (2015). Iron Deficiency and Anaemia in Pregnant Women in Malaysia ? Still a Significant and Challenging Health Problem. Journal of Pregnancy and Child Health, 02(03).

https://doi.org/10.4172/2376-127x.1000168

Nursari Abdul Syukur, Widyani Utami, H. E. W. (2018). HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU MENYUSUI DENGAN KUALITAS PROTEIN AIR SUSU IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI KAPIH SAMARINDA ILIR. International Midwifery Scientific Conference, 172–180.

https://repository.binawan.ac.id/845/1/Buku Prosiding PIT 2018 Final Full july.pdf#page=188 Pratiwi, I. R., Santoso, S., & Wahyuningsih, H. P. (2018). Prevalence and risk factors for postpartum

anemia 123. Jurnal Kesehatan Ibu Dau Anak, 12(2), 113–118.

(9)

145

Shekar, M., Kakietek, J., Eberwein, J. D., & Walters, D. (2017). An investment framework for nutrition:

reaching the global targets for stunting, anemia, breastfeeding, and wasting. World Bank Publications.

https://books.google.co.id/books?id=eqxjDwAAQBAJ&lpg=PT14&ots=rugX6cSkV8&dq=Shekar%

2C M.%2C Kakietek%2C J.%2C Eberwein%2C J. D.%2C %26 Walters%2C D. (2017). An investment framework for nutrition%3A reaching the global targets for stunting%2C anemia%2C bre

Siregar, G. G., & Yanti, M. D. (2021). Pengaruh Rebusan Jintan Hitam dengan Madu terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Desa Sidomulyo Kabupaten Deli Serdangpengaruh Rebusan Jintan Hitam dengan Madu terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Desa Sidomulyo Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Doppler, 5(2), 182-188.

Retrieved from

https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/doppler/article/view/2818

Sudikno, & Sandjaja. (2016). Prevalensi Dan Faktor Risiko Anemia Pada Wanita Usia Subur Di Rumah Tangga Miskin Di Kabupaten Tasikmalaya Dan Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Gizi Indonesia, Vol. 7, No(ISSN 2087-703X)), 72. [email protected]

Tusa, B. S., Weldesenbet, A. B., Bahiru, N., & Enyew, D. B. (2021). Magnitudes of Anemia and Its Determinant Factors Among Lactating Mothers in East African Countries: Using the Generalized Mixed-Effect Model. Frontiers in Nutrition, 8(July), 1–8.

https://doi.org/10.3389/fnut.2021.667466

WHO. (2016). Guideline: Iron supplementation in postpartum women.

https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/249242/9789241549585-eng.pdf

Gambar

Tabel 1. Karakteristik Responden
Tabel 2. Distribusi Selisih Rata-Rata Haemoglobin Sebelum dan Sesudah Pemberian Jinten Hitam

Referensi

Dokumen terkait

Dusun Rohua dari 5 (lima) fam/marga/ matarumah 2 (dua) di antaranya adalah Kapitan, yaitu Leipai dengan posisi rumah adat berada pada bagian utara barat dari rumah adat matoke dan

Skripsi ini membahas tentang Penerapan Manajemen Dalam Meningkatkan Pembinaan Santri di Pondok Pesantren Guppi Samata Kabupaten Gowa. Tujuan dalam penelitian ini

Total Quality Management (TQM) digunakan untuk memaksimalkan adanya persaingan organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan

Hal ini menunjukan bahwa dengan adannya Total Quality Management yang senantiasa diterapkan oleh perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengukur kinerja dan

Setiap peserta wajib mengikuti Technical Meeting, peraturan dan teknis pertandingan masing-masing cabang olahraga dan seni yang tidak diatur dalam buku panduan ini akan

Dalam proses tranformasi, terkait dengan terwujudnya implementasi kebijakan Perum Perhutani yang maksimal melalui komunikasi dan interaksi antarinstitusi yang terkait dengan

Activity diagram mengelola data surat masuk dan surat keluar merupakan aktivitas pengelolaan data yang dilakukan oleh user sekretaris lab. Aktivitas kelola data surat

Kinerja dibagi menjadi tiga golongan, yaitu kinerja individu, proses, dan organisasi. Telah banyak penelitian yang mencoba mengkaji kinerja, terutama kinerja pada