ANGKA BENTUK DAN MODEL VOLUME KAYU AFRIKA (Maesopsis eminii Engl)
DI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT, SUKABUMI, JAWA BARAT
DIANTAMA PUSPITASARI
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
2015
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Angka Bentuk dan Model Volume Kayu Afrika (Maesopsis eminii Engl.) di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.
Bogor, Januari 2015
Diantama Puspitasari NIM E14100107
ABSTRAK
DIANTAMA PUSPITASARI. Angka Bentuk dan Model Volume Kayu Afrika (Maesopsis eminii Engl.) di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat. Dibimbing oleh TATANG TIRYANA
Beberapa model volume dan angka bentuk telah dikembangkan untuk beberapa jenis pohon di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW), namun belum ada model volume dan angka bentuk untuk jenis kayu afrika. Penelitian ini bertujuan menentukan angka bentuk dan menyusun model volume kayu afrika di HPGW. Sebanyak 87 pohon contoh digunakan untuk penyusunan model dan 37 pohon contoh untuk validasi model yang dipilih secara purpossive pada tegakan kayu afrika dengan kisaran diameter antara 5.7 sampai 73.5 cm. Pengukuran pohon contoh dilakukan dengan menggunakan Laser Criterion (untuk mengukur diameter) dan Laser Rangefinder (untuk mengukur tinggi pohon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu afrika di HPGW memiliki angka bentuk absolut 0.562 dan angka bentuk buatan 0.699, sedangkan model terbaik untuk menduga volume kayu afrika adalah V = 0.000264D2.35. Model volume tersebut memberikan ketelitian pendugaan yang lebih baik (dengan nilai bias sebesar 0.032) daripada pendugaan volume dengan angka bentuk.
Kata kunci: angka bentuk, kayu afrika, model volume, Hutan Pendidikan Gunung Walat
ABSTRACT
DIANTAMA PUSPITASARI. Form Factor and Volume Model for Maesopsis eminii Engl. in Gunung Walat University Forest, Sukabumi, West Java. Supervised by TATANG TIRYANA.
Some volume models and form factors have been developed for several trees species in Gunung Walat University Forest (GWUF), but no volume model and form factor are available yet for Maesopsis eminii. The objective of this study was to determine form factor and to develop volume model for M. eminii in GWUF.
Eighty seven sample trees were used to develop volume models and 37 sample trees were used to validate the volume models, which were purpossively selected from the M. eminii stands with diameters ranging from 5.7 to 73.5 cm. The measurements of sample trees were conducted by using a Laser Criterion (for measuring tree diameter) and Laser Rangefinder (for measuring tree height). The results showed that M. eminii had an absolute form factor of 0.562 and an artificial form factor of 0.699, while the best model for estimating its volume was V = 0.000264D2.35. This volume model provided better precision (with a bias of 0.032) than the use of form factors.
Keywords: form factor, Maesopsis eminii, volume model, Gunung Walat University Forest
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan
pada
Departemen Manajemen Hutan
ANGKA BENTUK DAN MODEL VOLUME KAYU AFRIKA (Maesopsis eminii Engl)
DI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT, SUKABUMI, JAWA BARAT
DIANTAMA PUSPITASARI
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
2015
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Skripsi ini adalah hasil penelitian yang berlangsung pada bulan Juni 2014, dengan judul “Angka Bentuk Kayu Afrika (Maesopsis eminii Engl.) di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat”.
Terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Dr. Tatang Tiryana, S.Hut, M.Sc selaku pembimbing yang dengan sabar memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis, kepada Ayah, Ibu, dan Adik, serta seluruh keluarga besar atas segala doa, kasih sayang, dan dukungannya, kepada seluruh staf karyawan Hutan Pendidikan Gunung Walat atas bantuan yang di berikan secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pengambilan data di lapangan, dan seluruh pihak yang membantu yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi banyak pihak. Penulis pun mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan skripsi ini.
Bogor, Januari 2015
Diantama Puspitasari
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL vi
DAFTAR GAMBAR vi
DAFTAR LAMPIRAN vi
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Tujuan Penelitian 1
Manfaat Penelitian 1
METODE 2
Lokasi dan Waktu Penelitian 2
Alat dan Bahan 2
Prosedur Pengumpulan Data 2
Prosedur Analisis Data 3
HASIL DAN PEMBAHASAN 7
Angka Bentuk Kayu Afrika 7
Model Volume Kayu Afrika 8
SIMPULAN DAN SARAN 11
Simpulan 11
Saran 11
DAFTAR PUSTAKA 11
LAMPIRAN 13
RIWAYAT HIDUP 21
DAFTAR TABEL
1 Jumlah pohon contoh untuk penyusunan dan validasi model 3 2 Deskripsi statistik dimensi pohon contoh dalam penyusunan dan validasi
model 3
3 Koefisien korelasi antara satu peubah dengan peubah lainnya 4 4 Deskripsi statistik angka bentuk absolut dan angka bentuk buatan 8 5 Hasil perhitungan uji validasi pendugaan volume menggunakan angka
bentuk absolut dan buatan 8
6 Nilai-nilai dugaan parameter, standard error (SE), dan statistik
kesesuaian model-model volume 9
7 Hasil perhitungan uji validasi menggunakan model volume 10
DAFTAR GAMBAR
1 Grafik analisis sisaan model Berkhout 10
DAFTAR LAMPIRAN
1 Hasil pengolahan data dengan menggunakan Minitab 14 13
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hutan merupakan sumber daya alam yang memiliki manfaat melimpah, seperti hasil kayu, hasil hutan bukan kayu, dan juga sebagai penyangga kestabilan ekosistem lingkungan. Pengelolaan hutan lestari perlu memperhatikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Perencanaan hutan perlu dilakukan agar tercipta pengelolaan hutan yang lestari, sehingga diperlukan data dan informasi mengenai hutan yang dikelola. Salah satu informasi yang dibutuhkan sebagai dasar kegiatan perencanaan adalah informasi mengenai potensi volume pohon dan tegakan.
Struktur tegakan dipengaruhi oleh waktu, sehingga terjadi perubahan dimensi dan jumlah pohon. Oleh karena itu, pembaharuan model-model volume perlu dilakukan terhadap berbagai jenis tegakan untuk mengetahui potensi tegakan yang dikelola.
Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) didominasi oleh tegakan damar, pinus, puspa, dan jenis lainnya seperti kayu afrika. Kayu afrika merupakan jenis kayu endemik Afrika dan termasuk dalam famili Rhamnaceae. Kayu afrika digunakan sebagai tanaman pengayaan, seperti tanaman tepi dan tanaman pembatas (JICA 2003 dalam Wulandari 2008) dan merupakan jenis pohon cepat tumbuh (fast growing species). Kayu ini memiliki kelas kekuatan sedang sampai kuat sehingga baik digunakan sebagai kayu konstruksi, kotak, dan tiang (Dephut 2002 dalam Wulandari 2008). Menurut Wahyudi et al. (1990) dalam Wulandari (2008), kayu ini berpotensi sebagai bahan pembuat pulp, bahan baku kayu lapis, dan papan partikel.
Pendugaan volume pohon dapat dilakukan menggunakan model volume dan angka bentuk pohon. Perbedaan jenis dan karakteristik pohon dapat mempengaruhi angka bentuk yang digunakan, sehingga perlu dilakukan pengukuran untuk jenis pohon berbeda agar memperoleh angka bentuk yang sesuai. Pendugaan volume dan angka bentuk di HPGW telah diteliti untuk beberapa jenis seperti agathis (Wardasanti 2011), puspa (Juliantari 2013), dan pinus (Rianto 2012), namun belum ada penelitian serupa untuk untuk jenis kayu afrika.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan menentukan angka bentuk dan menyusun model volume kayu afrika (Maesopsis eminii Engl.) di HPGW.
Manfaat Penelitian
Angka bentuk dan model volume kayu afrika dari hasil penelitian ini bermanfaat untuk menduga volume pohon kayu afrika di HPGW.
2
METODE
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW), Sukabumi, Jawa Barat pada bulan Juni–Juli 2014. Berdasarkan administrasi pemerintahan, HPGW yang luasnya 359 ha terletak di Kecamatan Cibadak dan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, sedangkan berdasarkan administrasi kehutanan termasuk dalam wilayah Dinas Kehutanan Kabupaten Sukabumi. HPGW terletak pada ketinggian 460‒726 mdpl. Topografi di HPGW bervariasi dari landai sampai bergelombang, terutama di bagian selatan, sedangkan pada bagian utara mempunyai topografi yang semakin curam. Jenis tanah di HPGW adalah podsolik, litosol, dan latosol. Sekitar 70% tutupan lahan di HPGW didominasi oleh tegakan agathis (Agathis loranthifolia) dan campuran (Pinus merkusii, Pinus ocarpa, dan Schima walichii). Sekitar 30% lainnya merupakan tanaman yang berumur 1–40 tahun yang terdiri dari sonokeling (Dalbergia latifolia), Acacia auriculiformis, Acacia mangium, dan rasamala (Altingia excelsa), serta beberapa jenis asli yang dipertahankan. Selain pepohonan juga terdapat jenis paku-pakuan, epifit, dan berbagai jenis perdu dan rumput (Kosmaryandi 2013).
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laser Rangefinder, Criterion RD 1000, phi band, tally sheet, dan kamera. Analisis data menggunakan software Minitab versi 14 dan Microsoft Excel 2013. Bahan yang digunakan adalah tegakan kayu afrika (Maesopsis eminii Engl.) di HPGW.
Prosedur Pengumpulan Data
Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah tegakan kayu afrika berdiameter ≥ 5 cm di HPGW dan data penunjang berupa dokumen-dokumen terkait kondisi umum HPGW. Pengukuran dilakukan secara purpossive sampling dengan pertimbangan tertentu, yaitu pemilihan pohon secara merata di seluruh areal HPGW dan menyebar pada semua kelas diameter. Jumlah pohon contoh yang diukur sebanyak 124 pohon, yang dibagi menjadi dua kelompok data, yaitu 87 pohon untuk penyusunan model dan 37 pohon untuk validasi model (Tabel 1 dan Tabel 2). Pengukuran yang dilakukan pada pohon contoh meliputi pengukuran diameter setinggi dada (Dbh), diameter pohon per seksi (panjang seksi 1 meter), tinggi total (Tt), dan tinggi bebas cabang (Tbc).