Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
4
BAB II
GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG
A. GEOGRAFI
Kota Bandung merupakan Ibu kota Propinsi Jawa Barat yang terletak diantara 10736’ Bujur Timur, 655’ Lintang Selatan.
Ketinggian tanah 791m di atas permukaan laut, titik terendah + 675 m berada di sebelah selatan dengan permukaan relatif datar dan titik tertinggi + 1.050 m berada di sebelah utara dengan kontur yang berbukit-bukit. Wilayah Kota Bandung dilewati oleh 15 sungai sepanjang 265,05 Km, dimana sungai utamanya yaitu Sungai Cikapundung beserta anak-anak sungainya pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bermuara ke Sungai Citarum. Iklim Kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang sejuk tetapi beberapa tahun belakangan mengalami peningkatan suhu yang disebabkan polusi dan pemanasan global.
Luas wilayah Kota Bandung Berdasarkan Peraturan Daerah Kotamadya Tingkat II Bandung Nomor 10 Tahun 1989 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung, luas wilayah Kota Bandung adalah 16.729,65 Ha. Wilayah pemerintahan terbagi dalam 30 Kecamatan, 151 Kelurahan yang terdiri dari 1.558 Rukun Warga (RT), dan 9.678 Rukun Tetangga (RT).
Kota Bandung dipimpin oleh Walikota dibantu oleh Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah yang membawahi 3 Asisten Sekretaris Daerah, dengan 11 Kepala Bagian, 11 Kepala Dinas, 6 Kepala Badan dan 2 Kepala Kantor, 1 Inspektorat serta 3 Rumah Sakit Daerah.
Secara administratif Kota Bandung berbatasan dengan daerah kabupaten/kota lainnya yaitu :
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
5
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
2. Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.
3. Sebelah Timur dan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan
4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung
Dalam pelaksanaan Pembangunan Kesehatan diperlukan kerjasama dengan ketiga Kabupaten Kota diatas karena masalah-masalah kesehatan tidak mengenal batas wilayah kerja.
Kota Bandung sebagai kota besar juga memiliki 6 fungsi kota yaitu sebagai :
o Pusat Pemerintahan Jawa Barat o Kota Ekonomi dan Perdagangan o Kota Pendidikan
o Kota Budaya dan Wisata o Kota Industri
o Etalase Jawa Barat
Posisi strategis Kota Bandung terlihat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang RTRWN, dimana Kota Bandung ditetapkan dalam sistem perkotaan nasional sebagai bagian dari Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Kawasan Perkotaan Bandung Raya.
Bandung, sebagai kota besar tidak terlepas dari berbagai permasalahan akibat urbanisasi, yang membentuk budaya masyarakat yang heterogen sehingga pemerintah Kota Bandung perlu mengadakan penataan kota secara tepat dancermat.
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
6
GAMBAR II.1 PETA KOTA BANDUNG
B. KEPENDUDUKAN / DEMOGRAFI
1. Pertumbuhan Penduduk
Kota Bandung memiliki Jumlah penduduk sebanyak 2.455.517 jiwa dengan komposisi penduduk laki-laki sebanyak 1.244.344 jiwa (50,67%) dan penduduk perempuan sebanyak 1.211.173 jiwa (49,33%). Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di tahun 2012 sebesar 1,26%. Angka LPP ini naik dibandingkan tahun 2011 lalu yang sebesar 1,10%. Pertambahan penduduk di Kota Bandung tahun 2012 sebesar 34.371 jiwa dari tahun 2011.
Sedangkan pertambahan penduduk di Tahun 2011 sebesar 30.705 jiwa terhadap tahun sebelumnya. Grafik dibawah ini menunjukkan pertumbuhan penduduk Kota Bandung selama 5 tahun terakhir menurut jenis kelaminnya.
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
7
GRAFIK II.1
PERKEMBANGAN JUMLAH PENDUDUK DI KOTA BANDUNG TAHUN 2008 – 2012
Sumber : BPS Kota Bandung 2012
Pertambahan jumlahpenduduk di Kota Bandung dapat disebabkan oleh migrasi yang berarti pertambahan akibat perpindahan penduduk ke Kota Bandung (urbanisasi) lebih besar dari penduduk yang meninggalkan Kota Bandung atau yang dikenal dengan istilah migrasi neto positif. Selain itu juga pertambahan penduduk dikarenakan oleh fertilitas yang cukup tinggi (pertumbuhan penduduk alami).
Berbagai masalah akan timbul sebagai dampak dari tingginya kepadatan penduduk seperti sosial, ekonomi, lingkungan, perumahan, termasuk kesehatan. Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan mulai dari penyakit menular seperti TBC, diare, dan Hepatitis hingga akses pelayanan kesehatan yang terbatas. Program untuk mengurangi tingkat kepadatan penduduk adalah dengan program transmigrasi ke daerah luar Jawa dan menggalakkan Program Keluarga Berencana.
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
8
Bila dilihat dari komposisi penduduk masyarakat Kota Bandung berdasarkan jenis kelamin, penduduk laki – laki lebih banyak dari pada perempuan,sebanyak 50,75% laki-laki dan perempuan sebanyak 49,25 %. Komposisi penduduk menurut golongan umur dapat dilihat pada grafik batang sebagaimana berikut ini
GRAFIK II. 2
PENDUDUK MENURUT GOLONGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN DI KOTA BANDUNG TAHUN 2012
Sumber : BPS Kota BandungTahun 2012
Grafik komposisi penduduk di Kota Bandung memiliki bentuk limas (expansive) atau disebut piramida penduduk muda, yang menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari pada usia dewasa maupun tua, sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi. Ciri-ciri struktur grafik penduduk ini adalah : Sebagian besar penduduk berada pada kelompok penduduk muda, kelompok usia
108.712 108.813
97.629 111.269 130.003 132.013
117.290 101.646
86.816 70.684
60.051 46.000
27.062 21.211
13.631 13.292
103.206 102.547 94.144
113.951 123.107
121.802 108.595 96.429 84.832 72.118 59.462 43.169 28.446 23.157 15.536 18.894
150.000 100.000 50.000 0 50.000 100.000 150.000
0 - 4 5 - 9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 - 59 60 - 64 65 - 69 70 - 74 75+
LAKI-LAKI PEREMPUAN
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
9
tua jumlahnya sedikit, dan tingkat kelahiran bayi tinggi, sehingga pertumbihan penduduk tinggi. Grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah penduduk terbanyak di Kota Bandung berada pada usia 20 – 29 tahun yaitu sebesar 20,65 %. Komposisi penduduk Kota Bandung menurut kelompok umur menunjukkan bahwa penduduk berusia muda yaitu 0–14 tahun25,05%, usia produktif 15–64 tahun sebesar 70,65% dan usia tua ≥65 tahun sebesar 4,31%.
Pengelompokan penduduk berdasarkan umur berguna bagi intervensi program kesehatan yang akan dilakukan. Kelompok umur tertentu, seperti balita dan usia lanjut, merupakan sasaran program kesehatan, karena kelompok tersebut merupakan kelompok rentan terhadap resiko penyakit-penyakit tertentu yang memerlukan penanganan kesehatan khusus.
2. Persebaran Penduduk dan Kepadatan Penduduk
Penduduk Kota Bandung mendiami 167,31 Km2 luas Kota Bandung maka dapat diketahui bahwa kepadatan penduduk per kilometer perseginya adalah sebesar 14.676 jiwa/Km2 atau 146 jiwa per Ha. Kondisi ini melampaui standar sehat kepadatan penduduk yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) yaitu sebesar97 jiwa / Ha. Dari standard tersebut diketahui bahwa hanya 7 kecamatan di Kota Bandung yang tergolong wilayah dengan standar sehat padat penduduk.
Persebaran penduduk di Kota Bandung terbanyak terdapat di Kecamatan Babakan Ciparay dengan 145.411 jiwa kemudian Kecamatan Bandung Kulon 140.780 jiwa dan kecamatan dengan jumlah penduduk yang paling sedikit adalah Kecamatan Cinambo dengan 24.942 jiwa. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Bojong Loa Kaler dengan kepadatan 39.282 jiwa/Km2 kemudian Kecamatan Andir 25.993 jiwa/Km2 sedangkan untuk
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
10
kecamtan dengan kepadatan penduduk terendah berada di Kecamatan Gedebage dengan kepadatan 3.826 jiwa /Km2.
Hal ini menandakan bahwa kepadatan penduduk di Kota Bandung tidak merata masih bertumpuk pada daerah-daerah industri kecil /industri besar.
GAMBAR II. 2
PETA KEPADATAN PENDUDUK DI KOTA BANDUNGTAHUN2012
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
C. PENDUDUK MISKIN
Jumlah penduduk miskin dan hampir miskin di Kota Bandung, yang bersumber dari kepemilikan Jamkesmas dan Jamkesda (Bawaku Sehat) di Tahun 2012 adalah berjumlah 669.300 jiwa dengan rincian 346.230 jiwa peserta Jamkesmas dan 323.070 jiwa peserta Jamkesda. Jumlah ini sebesar 27,26 % dari jumlah penduduk Kota Bandung. Wilayah dengan persentase penduduk miskin (perbandingan penduduk miskin dengan jumlah penduduk)
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
11
tertinggi berada di Kecamata Bojongloa Kaler dengan persentase 42,96% kemudian Kecamatan Batununggal dengan persentase 41,42%. Wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah berada di Kecamatan Rancasari dengan persentase 8,35%.
Kemiskinan secara tidak langsung sangat berpengaruh terhadap kesehatan, terutama berkaitan dengan asupan gizi makanan, kualitas lingkungan tempat tinggal, akses pelayanan kesehatan dan lain-lain. Untuk itu, data kemiskinan dalam pembangunan kesehatan sangat diperlukan sebagai bahan untuk menentukan kebijakan–
kebijakan promosi maupun jaminan kesehatan.
D. KEADAAN EKONOMI
Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan yang ada adalah melalui perhitungan indikator pertumbuhan ekonomi, walaupun pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir dari pembangunan. Tujuan utama yang ingin dicapai adalah kesejahteraan rakyat seluas-luasnya. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) atau Economic Growth adalah indikator yang menunjukkan ada tidaknya kenaikan produk yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi di suatu daerah pada waktu tertentu. Laju Pertumbuhan Ekonomi merupakan indeks berantai dari masing- masing kegiatan ekonomi.
Kondisi perekonomian masyarakat Kota Bandung dapat terlihat dari Indikator Laju Pertumbuhan Ekonomi yang setiap tahun mengalami kenaikan yang signifikan. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung meningkat signifikan dari 8,73% pada Tahun 2011 menjadi 9,40% pada Tahun 2012. Kenaikan LPE 0,67 % terhadap tahun lalu dapat disebabkan adanya peningkatan beberapa faktor indikator makro yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari grafik berikut ini.
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
12
GRAFIK II. 3
LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA BANDUNG TAHUN 2008 - 2012
Sumber : BPS Kota Bandung Tahun 2012
Capaian Indeks Daya Beli Kota Bandung tahun 2012 juga memperlihatkan tren yang sama dengan LPE yaitu kenaikan terhadap tahun 2011. Indeks Daya Beli tahun 2012 adalah sebesar 66,35 naik dari Tahun 2011 65,90. Indeks Daya Beli merupakan alat ukur untuk mengetahui standar kehidupan yang layak dan juga sebagai indikator komposit dalam menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kekuatan ekonomi yang baik, bersama dengan sektor lain seperti pendidikan, dapat menjadi strengh / pilar penunjang pembangunan kesehatan. Meski demikian, peningkatan dalam bidang perekonomian di masyarakat tanpa basis pengetahuan kesehatan yang memadai, maka akan memunculkan permasalahan kompleks seperti masalah kesehatan ganda, dimana masalah penyakit infeksi muncul bersama penyakit-penyakit degeneratif.
8,17 8,34 8,46
8,73
9,40
7,40 7,60 7,80 8,00 8,20 8,40 8,60 8,80 9,00 9,20 9,40 9,60
2008 2009 2010 2011 2012
LPE
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
13
E. KEADAAN PENDIDIKAN
Manusia yang berkualitas, bermutu serta mampu bersaing dalam menghadapi jaman merupakan hasil dari proses pendidikan baik pendidikan formal maupun informalyang berkualitas. Penduduk yang bermutu akan mampu berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan termasuk pembangunan kesehatan sehingga dapat secara mandiri meraih kehidupan yang sehat. Tingkat pendidikan formal penduduk yang diselesaikan dapat dijadikan dasar perencanaan program kesehatan.
GRAFIK II.4
PERSENTASE PENDUDUK BERUSIA 10 TAHUN KEATAS DIRINCI MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN YANG DITAMATKAN DI KOTA
BANDUNG TAHUN 2011
Sumber : BPS Kota Bandung Tahun 2011
Grafik diatas menunjukkan jumlah penduduk dengan pendidikanterbanyak yang ditamatkan pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SLTA) sebesar 35,26%, Akademi/Diploma sebesar 5,35%, S1/S2 sebesar 9,62%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sumber dayamanusia di Kota Bandung cukup memadai.
0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00
TIDAK/BELUM SEKOLAH DAN TIDAK/ BELUM TAMAT SD/MI
SD/MI SMP/ MTs SMA/ SMK/ MA AK/ DIPLO MA UNIVERSITAS
7,00
22,50
20,26
35,26
5,35
9,62
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
14
Walaupun masih ditemukan penduduk yang tamat SD sebesar 22,50% serta yang belum/tidak tamat SD sebesar 7,00% yang secara tidak langsung dapat menjadi ancaman bagi pembangunan kesehatan di Kota Bandung.
Capaian Rata-Rata Lama Sekolah di Kota Bandung Tahun 2011Kota Bandung adalah 10,70 tahun sedangkan di Tahun 2012 sebesar 10,74. Perkembangan Rata-Rata Lama Sekolah di Kota Bandung dalam lima tahun terakhir dapat dilihat dari grafik di bawah ini.
GRAFIK II.5
PERKEMBANGAN RATA-RATA LAMA SEKOLAH DI KOTA BANDUNG (DALAM TAHUN)
TAHUN 2008 – 2012
Sumber : BPS Kota Bandung Tahun 2012
Grafik di atas dapat diartikan bahwa rata-rata warga Kota Bandung usia 7–18 tahun telah dapat menyelesaikan pendidikan hingga kelas 2 SMA.
Situasi pendidikan di suatu wilayah juga dapat digambarkan melalui Angka Melek Huruf (AMH). Angka Melek Huruf adalah proporsi seluruh penduduk berusia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya. Berikut grafik Angka Melek Huruf di Kota Bandung dalam lima tahun terakhir.
10,52 10,56
10,68 10,70 10,74
10,4 10,45 10,5 10,55 10,6 10,65 10,7 10,75 10,8
2008 2009 2010 2011 2012
RATA-RATA LAMA SEKOLAH
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
15
GRAFIK II.6
PERKEMBANGAN PERSENTASE ANGKA MELEK HURUF DI KOTA BANDUNGTAHUN 2008 – 2012
Sumber : BPS Kota Bandung Tahun 2011
Grafik di atas memperlihatkan indikator Angka Melek Huruf, yang menggambarkan tingkat penduduk di atas 10 tahunyang dapat membaca. Angka Melek Huruf Kota Bandung di Tahun 2011 sebesar 99,55 % sedangkan di Tahun 2012 sebesar 99,58%.
F. PEMBANGUNAN MANUSIA
Indeks pembangunan manusia (IPM) atau Human Development Index(HDI) adalah indikator untuk mengukur kualitas manusia di wilayah setempat. Indikator ini adalah indikator komposit yang kompleks yang mengikutsertakan banyak indikator dari berbagai bidang strategis, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Badan Pusat Statistikmenghitung indikator ini setiap tahunnya untuk mengukur kualitas manusia di wilayah setempat tersebut sekaligus mengukur evaluasi kinerja pemerintah. Berikut grafik IPM di Kota Bandung dalam lima tahun terakhir.
99,50
99,54 99,54 99,55
99,58
99,46 99,48 99,50 99,52 99,54 99,56 99,58 99,60
2008 2009 2010 2011 2012
Angka Melek Huruf
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
16
GRAFIK II.7
PERKEMBANGAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA(IPM) DI KOTA BANDUNGTAHUN 2008 – 2012
Sumber : BPS Kota Bandung Tahun 2012
IPM Kota Bandung Tahun 2012 sebesar 79,32. Melalui IPM ini dapat menjadi indikasi bahwa kesejahteraan masyarakat Kota Bandung dari waktu ke waktu mengalami peningkatan.
Indeks Kesehatan mengukur tingkat kesehatan manusia secara umum di suatu wilayah tertentu. Indeks Kesehatan juga merupakan indikator komposit yang kompleks yang perhitungannya memperhitungkan banyak indikator lain dalam bidang kesehatan.
Indikator Indeks Kesehatan setidaknya memilik 2 kelompok penilaian indikator kesehatan. Kelompok yang pertama adalah indikator yang menghitung jumlah kematian yang terjadi selama periode tertentu dengan penyebabnya. Kelompok kedua adalah indikator kesehatan mengukur tingkat kecatatan atau kesakitan yang ada di masyarakat.Peningkatan Indeks Kesehatan merupakan tanggung jawab seluruh pihak, bukan hanya menjadi tugas pemerintah.
Indeks Kesehatan Kota Bandung Tahun 2011 sebesar 81,32 meningkat di Tahun 2012 menjadi 81,35. Di bawah ini grafik
78,33
78,71
78,99
79,15
79,32
77,80 78,00 78,20 78,40 78,60 78,80 79,00 79,20 79,40
2008 2009 2010 2011 2012
IPM
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
17
yangmenggambarkan perkembangan Indeks Kesehatan di Kota Bandung dalam lima tahun terakhir.
GRAFIK II.8
PERKEMBANGAN INDEKS KESEHATAN DI KOTA BANDUNG TAHUN 2008 – 2012
Sumber BPS Kota Bandung Tahun 2012
Grafik di atas memperlihatkan bahwa Indeks Kesehatan di Kota Bandung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir.
Capaian Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Bandung di Tahun 2011 sebesar 73,79 tahun. Angka ini naik sebesar 0,06 tahun bila dibandingkan dengan tahun lalu. Definisi AHH sendiri adalah perkiraan rata-rata lamanya hidup sejak 0 tahun yang akan dicapai oleh sekelompok penduduk. Peningkatan AHH adalah hasil kumulatif dari berbagai kegiatan baik yang bersifat preventif, promotif, maupun kuratif di berbagai tingkatan pelayanan kesehatan. Di bawah ini grafik yang menggambarkan perkembangan Angka Harapan Hidup Kesehatan di Kota Bandung dalam lima tahun terakhir.
80,97
81,08
81,22
81,32 81,35
80,70 80,80 80,90 81,00 81,10 81,20 81,30 81,40
2008 2009 2010 2011 2012
Indeks Kesehatan
Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012
18
GRAFIK II.9
PERKEMBANGAN ANGKA HARAPAN HIDUP DI KOTA BANDUNG (DALAM TAHUN)
TAHUN 2008 – 2012
Sumber : BPS Kota Bandung Tahun 2012
Grafik di atas memperlihatkan bahwa Umur Harapan Hidup di Kota Bandung meningkat tahun demi tahun dalam lima tahun terakhir.
Capaian Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Bandung di Tahun 2012 sebesar 73,81 tahun. Ini berarti bayi penduduk Kota Bandung yang dilahirkan di Tahun 2012 akan memiliki kemungkinan hidup hingga usia 73,81 tahun.
73,58
73,65
73,73
73,79 73,81
73,45 73,50 73,55 73,60 73,65 73,70 73,75 73,80 73,85
2008 2009 2010 2011 2012
Angka Harapan Hidup