• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

43 A. Data Masukan 1. Kondisi geometri dan lingkungan simpang

Dari hasil survei kondisi lingkungan dan geometrik simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta dilakukan dengan pengukuran langsung di lokasi penelitian dan pengamatan secara visual, sehingga diketahui kondisi geometrik simpang didaerah penelitian seperti pada Gambar 5.1.

Gambar 5. 1 Geometri Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta a. Lebar ruas pendekat lengan A atau lengan Utara : 7,1 meter b. Lebar ruas pendekat lengan B atau lengan Timur : 10,9 meter c. Lebar ruas pendekat lengan C atau lengan Selatan : 6,6 meter d. Lebar ruas pendekat lengan D atau lengan Barat : 11,5 meter

(2)

44

2. Tipe lingkungan jalan

Tabel 5. 1 Kondisi Lingkungan Jalan Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta

Kode Pendekat Kondisi Wilayah Tipe

Lingkungan Jalan

Jl. Angga Jaya (U) Pertokoan Komersial

Jl. Ringroad Utara (T) Pertokoan Komersial Jl. Gejayan (S) Pertokoan, Perkantoran Komersial Jl. Ringroad Utara (B) Pertokoan Komersial

3. Kondisi sinyal (fase)

Pada lokasi penelitian Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta terdapat empat fase Lalu Lintas. Lamanya waktu pengoperasian sinyal Lalu Lintas dilokasi penelitian dapat dilihat pada Tabel 5.2 berikut.

Gambar 5. 2 Kondisi sinyal Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta

(3)

Tabel 5. 2 Kondisi Sinyal dan Tipe Pendekat Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta

Sinyal Lengan Tipe Pendekat

Waktu (detik)

Merah Hijau Kuning All Red Fase 1 U Terlindung (P) 162 34 3 4 Fase 2 T Terlindung (P) 137 59 3 4 Fase 3 S Terlindung (P) 167 29 3 4 Fase 4 B Terlindung (P) 143 53 3 4

Waktu Siklus (detik) 203

4. Kecepatan eksisting

Kecepatan eksisting merupakan kecepatan kendaraan yang diperoleh dari hasil survey spot speed di lokasi penelitian. Kondisi kecepatan kendaraan dirangkum pada Tabel 5.3.

Tabel 5.3 Kecepatan kendaraan Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta Utara 30.91 30.25 26.16 Timur 50.73 50.78 50.71 Selatan 59.88 54.31 49.60 Barat 49.80 47.95 36.98 Utara 31.32 25.95 22.07 Timur 37.51 39.34 32.09 Selatan 35.57 32.36 30.68 Barat 50.74 49.69 35.87 Utara 29.23 23.04 19.30 Timur 34.41 45.80 44.95 Selatan 33.07 32.36 30.68 Barat 34.29 37.34 18.80 Kendaraan Ringan (KR) Kendaraan Berat (KB) Kecepatan Rata- rata per lengan (Km/ Jam) NO INTRVAL WAKTU LENGAN Sepeda Motor

(SM)

Kecepatan Rata- rata kendaraan (Km/ Jam) 39.79 39.10 33.16 PAGI (07.00- 09.00 WIB) SIANG (12.00- 14.00 WIB) SORE (16.00- 18.00 WIB) 1 2 3

(4)

46

B. Data Lalu lintas 1. Kondisi volume jam puncak (VJP)

Kondisi volume jam puncak di wilayah penelitian dirangkum pada Gambar 5.3. Kondisi selengkapnya dapat dilihat pada halaman lampiran.

Gambar 5. 3 Grafik Jumlah Kendaraan/Jam Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta

(Sumber : Maulidiah, E (2012)) 2. Kondisi arus lalu lintas perjam

Kondisi arus lalulintas perjam pada jam puncak dirangkum pada Tabel 5.3 dan Arus keberangkatan dari tiap lengan ditunjukan oleh Gambar 5.4. 13 876 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 VO L U ME (KEND/ JA M ) INTERVAL WANTU Jumlah kend/jam

(5)

Tabel 5. 4 Data Lalu Lintas pada Jam Puncak Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta

(Sumber : Maulidiah, E (2012))

Gambar 5. 4 Kondisi Arus Lalul intas pada Jam Puncak Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta

(Sumber : Maulidiah, E (2012)) KB KR SM KTB KIRI (A KE B) 3 110 145 4 LURUS (A KE C) 11 223 1680 2 KANAN (A KE D) 3 110 291 3 TOTAL 17 443 2116 9 KIRI (B KE C) 5 217 442 7 LURUS (B KE D) 1 672 1837 3 KANAN (B KE A) 8 111 472 9 TOTAL 14 1000 2751 19 KIRI (C KE D) 0 140 722 4 LURUS (C KE A) 13 142 900 4 KANAN (C KE B) 2 218 757 2 TOTAL 15 500 2379 10 KIRI (D KE A) 0 26 82 4 LURUS (D KE B) 2 654 2275 4 KANAN (D KE C) 3 201 1213 2 TOTAL 5 881 3570 10

INTERVAL LENGAN ARAH JENIS KENDARAAN ( KEND/JAM)

07.30 - 08.30 UTARA ATAU LENGAN A BARAT ATAU LENGAN D SELATAN ATAU LENGAN C TIMUR ATAU LENGAN B

(6)

48

C. Pemodelan Menggunakan Software VISSIM 9

Pada penelitian ini analisis dan pemodelan lalu lintas menggunakan Software VISSIM, seperti dijelaskan pada bab sebelumnya terdapat 3 proses utama dalam pengerjaanya yaitu input, running, dan output/ hasil. Pemodelan ini meliputi kondisi eksisting pada simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta dengan data masukan seperti pada sub- Bab A dan B di atas. Adapun langkah-langkah pembuatan simulasi adalah sebagai berikut.

1. Input

Pada proses ini akan dimasukan semua data yang dibutuhkan dalam pemodelan menggunakan VISSIM sebagai berikut.

a. Membuat jaringan jalan, dengan data masukan sesuai Gambar 5.1 yang merupakan data geometrik simpang APILL dan menghasilkan jaringan jalan seperti berikut.

Gambar 5. 5 Jaringan Jalan VISSIM b. Konflik area dan pengaturan prioritas.

Konflik area dan pengaturan prioritas jalan diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan keadaan lalu lintas sebenarnya.

(7)

Gambar 5. 6 Pengaturan konflik area pada lokasi penelitian

c. Membuat Vehicle Routes pembagian komposisi kendaraan tiap lengan Pengaturan rute perjalanan dibuat dengan kondisi seperti di lapangan, dimana ditunjukan oleh Gambar 5.4 yang merupakan arus keberangkatan dari tiap lengan sekaligus menentukan persen arus keberangkatan pada bagian Relative flow.

1) Rute perjalanan dari arah utara

(8)

50

2) Rute perjalanan dari arah timur

Gambar 5. 8 Vehicle Routes arah Utara Timur

3) Rute perjalanan dari arah selatan

(9)

4) Rute perjalanan dari arah barat

Gambar 5. 10 Vehicle Routes arah Utara Barat

d. Menentukan jenis kendaraan, types, dan classes sesuai dengan jenis kendaraan yang disurvei.

(10)

52

e. Mengisi Vehicle Input untuk memasukkan volume arus lalu lintas sesuai dengan data pada Tabel 5.4. pada paparan sebelumnya.

Gambar 5. 12 Mengisi Vehicle Input

f. Membuat dan mengisi Signal Controllers, untuk mengatur Traffic Light pada jaringan jalan sesuai kondisi eksisting di lapangan. Data kondisi sinyal dapat dilihat pada Tabel 5.2 pada paparan sebelumnya.

(11)

2. Running

Berikut adalah keadaan arus lalu lintas setelah dirunning.

Gambar 5. 14 Simulation Continuous 3D 3. Output

Output merupakan hasil dari pemodelan VISSIM yang dapat digunakan dalam menganalisis kapasitas simpang berupa panjang antrian, derajat kejenuhan, tundaan, emisi gas buang dan lainnya. Hasil / output dari VISSIM dapat dilihat pada Tabel 5.5.

(12)

54 Tabel 5. 5 Hasil output VISSIM pada kondisi Eksisting

No MOVEMENT QLEN (Meter) QLENMAX (Meter) VEHS (ALL) (Kend) PERS (ALL) (Person) LOS (ALL) LOSVAL (ALL) VEHDELAY (ALL) (detik) PERSDELAY (ALL) (detik) STOPDEL AY (ALL) (detik) STOPS (ALL) (Unif) 1 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Angga Jaya (U) 0.00 0.00 41.00 41.00 LOS_C 3.00 24.57 24.57 13.79 3.68 2 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Ringroad Utara (T) 291.55 383.33 131.00 131.00 LOS_F 6.00 139.04 139.04 115.26 4.56 3 Jl. Ringroad Utara (B) - Jl. Affandi (S) 291.55 383.33 60.00 60.00 LOS_F 6.00 174.82 174.82 131.17 11.23 4 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Ringroad Utara (T) 0 0 48 48 LOS_A 1 6.47 6.47 3.01 0.17

5 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Affandi (S) 140.02 167.94 59 59 LOS_F 6 188.52 188.52 157.37 3.75

6 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Ringroad Utara (B) 140.02 167.94 13 13 LOS_F 6 115.25 115.25 94.15 2.46

7 Jl. Affandi (S) - Jl.

Ringroad Utara (B) 24.66 148.29 19 19 LOS_D 4 36.57 36.57 21.43 1.68

8 Jl. Affandi (S) - Jl.

Angga Jaya (U) 152.48 207.82 59 59 LOS_F 6 208.15 208.15 185.12 3.15

9 Jl. Affandi (S) - Jl.

Ringroad Utara (T) 152.48 207.82 55 55 LOS_F 6 197.8 197.8 177.62 2.73

10 Jl. Ringroad Utara (T) -

Jl. Affandi (S) 0.01 12.32 105 105 LOS_B 2 15.9 15.9 4.51 0.67

11 Jl. Ringroad Utara (T) -

Jl. Ringroad Utara (B) 227.85 365.66 153 153 LOS_F 6 102.98 102.98 83.6 2.27 12 Jl. Ringroad Utara (T)-

Jl. Angga Jaya (U) 227.85 365.66 47 47 LOS_F 6 122.59 122.59 99.35 3.55

(13)

D. Perhitungan Biaya Kemacetan

Rumus umum dalam menghitung biaya kemacetan ditunjukan oleh persamaan 3-3 dengan parameter perhitungan sebagai berikut.

1. Jumlah Kendaraan (N)

Untuk menghitung jumlah kendaraan yaitu dengan mengalikan arus lalu lintas pada jam puncak dengan ekivalen kendaraan ringan untuk merubah satuan kend/ jam menjadi skr/ jam seperti ditunjukan pada Tabel 5.6 berikut.

Tabel 5. 6 Jumlah kendaraan dalam skr/ jam

No Lengan Jenis Kendaraan Jumlah Kendaraan (kend/jam) skr Jumlah Kendaraan (skr/jam) Terlindung 1 Utara KB 17 1.3 22.1 KR 443 1.0 443 SM 2116 0.15 317.4 2 Timur KB 14 1.3 18.2 KR 1000 1.0 1000 SM 2751 0.15 412.65 3 Selatan KB 15 1.3 19.5 KR 500 1.0 500 SM 2379 0.15 356.85 4 Barat KB 5 1.3 6.5 KR 881 1.0 881 SM 3570 0.15 535.5 2. Kecepatan Eksisting

Kecepatan eksisting kendaraan ditentukan berdasarkan Tabel 5.3. pada saat pagi hari karena volume jam puncak terjadi pada pukul 07.30 – 08.30 WIB.

3. Biaya Operasional Kendaraan (BOK)

Biaya Operasional Kendaraan dihitung berdasarkan persamaan 3- 1 untuk Kendaraan Ringan dan Berat, serta persamaan 3-2 untuk Sepeda Motor yang merupakan hubungan kecepatan dan Biaya Operasional Kendaraan.

(14)

56

a. BOK untuk Lengan Utara 1) Kendaraan Berat BOK KB = 0,4937V2 – 60,218V + 2991,9 = 0,4973 (26,16)2 – 60,218 (26,16) + 299,9 = Rp. 1754,62,-/kend 2) Kendaraan Ringan BOK KR = 0,4937V2 – 60,218V + 2991,9 = 0,4973 (30,25)2 – 60,218 (30,25) + 299,9 = Rp.1621,97,-/kend 3) Sepeda Motor BOK SM = 0,09217X2 – 8,6847X + 555,51 = 0,0921 (30,91)2 – 8,6847 (30,91) + 555,51 = Rp.375,07,-/kend

b. BOK untuk Lengan Timur 1) Kendaraan Berat BOK KB = 0,4937V2 – 60,218V + 2991,9 = 0,4973 (50,71)2 – 60,218 (50,71) + 299,9 = Rp.1207,84,-/kend 2) Kendaraan Ringan BOK KR = 0,4937V2 – 60,218V + 2991,9 = 0,4973 (50,78)2 – 60,218 (50,78) + 299,9 = Rp.1207,13,-/kend 3) Sepeda Motor BOK SM = 0,09217X2 – 8,6847X + 555,51 = 0,0921 (50,73)2 – 8,6847 (50,73) + 555,51 = Rp.351,96,-/kend

(15)

c. BOK untuk Lengan Selatan 1) Kendaraan Berat BOK KB = 0,4937V2 – 60,218V + 2991,9 = 0,4973 (49,60)2 – 60,218 (49,60) + 299,9 = Rp.1219,62,-/kend 2) Kendaraan Ringan BOK KR = 0,4937V2 – 60,218V + 2991,9 = 0,4973 (54,31)2 – 60,218 (54,31) + 299,9 = Rp.1177,69,-/kend 3) Sepeda Motor BOK SM = 0,09217X2 – 8,6847X + 555,51 = 0,0921 (59,88)2 – 8,6847 (59,88) + 555,51 = Rp.365,70,-/kend

d. BOK untuk Lengan Barat 1) Kendaraan Berat BOK KB = 0,4937V2 – 60,218V + 2991,9 = 0,4973 (36,98)2 – 60,218 (36,98) + 299,9 = Rp.1440,24,-/kend 2) Kendaraan Ringan BOK KR = 0,4937V2 – 60,218V + 2991,9 = 0,4973 (47,95)2 – 60,218 (47,95) + 299,9 = Rp.1239,61,-/kend 3) Sepeda Motor BOK SM = 0,09217X2 – 8,6847X + 555,51 = 0,0921 (49,80)2 – 8,6847 (49,80) + 555,51 = Rp.351,43,-/kend

(16)

58

4. Kecepatan Ideal

Seperti yang telah dipaparkan pada Bab sebelumnya maka untuk kecepatan kendaraan pada lengan Timur dan Barat yang merupakan jalan arteri primer berdasarkan PP No 34 Tahun 2006 tentang Jalan ditentukan paling rendah sebesar 60 km/ jam, akan tetapi berdasarkan survey kecepatan yang dilakukan pada jam puncak kecepatan 60 km/jam masih terlampaui, sehingga ditentukan kecepatan ideal sebesar 70 km/jam untuk menghitung biaya kemacetan. Sedangkan untuk lengan utara dan selatan ditentukan sebesar 60 km/ jam yang merupakan jalan kolektor primer.

5. Nilai Waktu Perjalanan

Nilai waktu dihitung dengan menggunakan studi Indonesian Highway Capacity Manual 1995 dengan pendekatan Gross Regional Domestic Product (GRDP). Berdasarkan Tabel 3.3 Nilai waktu untuk Kendaraan berat diambil sebesar Rp. 4.970, Kendaraan ringan Rp. 1.925, dan Sepeda Motor Rp. 315. 6. Jumlah Waktu Antrian

Jumlah waktu antrian atau tundaan didapat dari hasil output pemodelan VISSIM. Tundaan rata- rata pada setiap lengan ditunjukan Tabel 5. 7 berikut.

Tabel 5. 7 Jumlah Waktu Antrian

No Lengan Tundaan (detik) Jumlah Waktu Antrian (Jam) 1 Utara 103.413 0.0287 2 Timur 80.49 0.0224 3 Selatan 118.468 0.0329 4 Barat 112.81 0.0313

(17)

7. Biaya Kemacetan

Biaya Kemacetan dihitung berdasarkan persamaan 3- 3 untuk masing- masing pendekat dan jenis kendaraan.

a. Biaya Kemacetan Lengan Utara

1) Kendaraan Berat C = N ∗ G A + 1 − V T = 22,1 ∗ 1754,62 ∗ 26,16 + 1 − , ∗ 4970 ∗ 0.0301 = Rp. 30.914, −/jam 2) Kendaraan Ringan C = N ∗ G A + 1 − V T = 443 ∗ 1621,97 ∗ 30,25 + 1 − , ∗ 1925 ∗ 0.0301 = Rp. 636.589, −/jam 3) Sepeda Motor C = N ∗ G A + 1 − V T = 317,4 ∗ 375,07 ∗ 30,91 + 1 − , ∗ 315 ∗ 0.0301 = Rp. 107.086, −/jam

Total biaya kemacetan pada lengan utara adalah sebesar Rp. 774.589,-/jam b. Biaya Kemacetan Lengan Timur

1) Kendaraan Berat

C = N ∗ G A + 1 − V T

= 18,2 ∗ 1207,85 ∗ 50,71 + 1 − , ∗ 4970 ∗ 0.0225 = Rp. 25.479, −/jam

(18)

60 2) Kendaraan Ringan C = N ∗ G A + 1 − V T = 1000 ∗ 1207,13 ∗ 50,78 + 1 − , ∗ 1925 ∗ 0.0225 = Rp. 1.382.235, −/jam 3) Sepeda Motor C = N ∗ G A + 1 − V T = 412,65 ∗ 351,96 ∗ 50,73 + 1 − , ∗ 315 ∗ 0.0225 = Rp. 165.531, −/jam

Total biaya kemacetan pada lengan timur adalah sebesar Rp. 1.573.246,-/jam c. Biaya Kemacetan Lengan Selatan

1) Kendaraan Berat C = N ∗ G A + 1 − V T = 19,5 ∗ 1219,62 ∗ 49,60 + 1 − , ∗ 4970 ∗ 0.0248 = Rp. 39.374, − /jam 2) Kendaraan Ringan C = N ∗ G A + 1 − V T = 500 ∗ 1177,69 ∗ 54,31 + 1 − , ∗ 1925 ∗ 0.0248 = Rp. 1.055.329, −/jam 3) Sepeda Motor C = N ∗ G A + 1 − V T = 356,85 ∗ 365,70 ∗ 59,88 + 1 − , ∗ 315 ∗ 0.0248 = Rp. 257.140, −/jam

(19)

Total biaya kemacetan pada lengan selatan adalah sebesar Rp. 1.351.843,-/jam d. Biaya Kemacetan Lengan Barat

1) Kendaraan Berat C = N ∗ G A + 1 − V T = 6,5 ∗ 1440,24 ∗ 36,98 + 1 − , ∗ 4970 ∗ 0.0305 = Rp. 11.325, −/jam 2) Kendaraan Ringan C = N ∗ G A + 1 − V T = 881 ∗ 1239,61 ∗ 47,95 + 1 − , ∗ 1925 ∗ 0.0305 = Rp. 1.657.563, −/jam 3) Sepeda Motor C = N ∗ G A + 1 − V T = 535,5 ∗ 351,43 ∗ 49,80 + 1 − , ∗ 315 ∗ 0.0305 = Rp. 295.225, −/jam

Total biaya kemacetan pada lengan barat adalah sebesar Rp. 1.964.113,-/jam Maka dapat diketahui total biaya kemacetan per jam pada APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta adalah sebesar Rp. 5.663.790,-/jam. Hasil rekapitulasi biaya kemacetan kondisi eksisting dapat dilihat pada Tabel 5.8.

(20)

62 Tabel 5. 8 Rekap Hitungan Biaya Kemacetan kondisi Eksisting

N0 Lengan Jenis Kendaraan Jumlah Kendaraan (skr/jam) Kecepatan Eksisting (Km/Jam) BOK (Rp/Kend.Km Kecepatan Ideal (Km/Jam) Nilai Waktu Perjalanan (Rp/Kend.Jam) Jumlah Waktu Antrian (Jam) Biaya Kemacetan (Rp/Jam) N A G B V T 1 Utara KB 22.1 26.16 1754.62 60 4970 0.0287 IDR 30,914 KR 443 30.25 1621.97 60 1925 IDR 636,589 SM 317.4 30.91 375.07 60 315 IDR 107,086

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 774,589

2 Timur KB 18.2 50.71 1207.84 70 4970 0.0224 IDR 25,479 KR 1000 50.78 1207.13 70 1925 IDR 1,382,235 SM 412.65 50.73 351.96 70 315 IDR 165,531

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,573,246

3 Selatan KB 19.5 49.60 1219.62 60 4970 0.0329 IDR 39,374 KR 500 54.31 1177.69 60 1925 IDR 1,055,329 SM 356.85 59.88 365.70 60 315 IDR 257,140

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,351,843

4 Barat KB 6.5 36.98 1440.24 70 4970 0.0313 IDR 11,325 KR 881 47.95 1239.61 70 1925 IDR 1,657,563 SM 535.5 49.80 351.43 70 315 IDR 295,225

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,964,113 Total Biaya Kemacetan di Simpang APILL Ringroad Gejayan (Rp/Jam) IDR 5,663,790

(21)

E. Pembahasan

Hasil analisis dan pemodelan menggunakan Software VISSIM 9, pada kondisi eksisting menunjukan kinerja simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta telah melebihi dari kapasitas yang ditetapkan. Hal ini ditandai dengan tingkat pelayanan jalan (level of service) bernilai F, tundaan yang cukup lama, dan antrian yang panjang pada setiap lengan. Dan untuk biaya kemacetan pada kondisi eksisting mencapai angka 5jt an per jam, dimana hal tersebut merupakan kerugian yang cukup besar yang terjadi akibat kemacetan di simpang.

Berdasarkan PKJI (2014), jika arus lalu lintas pada suatu simpang mendekati arus jenuhnya (DJ > 0,85) dan akan menyebabkan antrian panjang pada kondisi lalu lintas puncak, maka diperlukan penambahan kapasitas simpang melalui salah satu perubahan simpang. Ada tiga perubahan simpang yang dapat dipertimbangkan berikut ini.

1. Penambahan lebar pendekat

Menambah lebar pendekat, pengaruh terbaik dari tindakan ini akan diperoleh jika pelebaran dilakukan pada pendekat-pendekat dengan nilai rasio fase yang kritis (RFkritis).

2. Perubahan fase isyarat

Jika pendekat dengan arus berangkat terlawan (tipe O) dan rasio belok kanan (RBKa) tinggi dengan menunjukan nilai RFkritis yang tinggi (RF>0,8), maka dapat dibuat satu fase tambahan terpisah untuk lalu lintas belok kanan. Penerapan fase terpisah untuk lalu lintas belok kanan ini dapat juga dilakukan dengan pelebaran jalur pendekat.

3. Pelarangan gerakan belok kanan

Pelarangan bagi satu atau lebih gerakan belok kanan biasanya menaikkan kapasitas, terutama jika hal itu menyebabkan pengurangan jumlah fase yang diperlukan. Walaupun demikian perancangan manajemen lalu lintas yang tepat, perlu untuk memastikan agar perjalanan arus belok kanan yang akan dilarang tersebut dapat diselesaikan tanpa jalan pengalih yang terlalu panjang dan tidak mengganggu simpang yang berdekatan.

(22)

64

Berdasarkan uraian di atas, untuk mengurangi panjang antrian, tundaan, dan meningkatkan tingkat pelayanan jalan maka dibutuhkan beberapa alternatif. Antara lain :

1. Alternatif I (Perubahan Fase).

2. Alternatif II (Pelebaran pada Lebar Garis Henti (LM) dan Lebar Keluar Simpang (LK)).

3. Alternatif III (Kombinasi Perubahan Fase dan Pelebaran LM) 1. Alternatif I (Perubahan Fase).

Fase merupakan rangkaian sistem pengaturan arus lalu lintas dalam satu waktu siklus yang memberikan hak jalan pada satu atau lebih gerakan lalu lintas tertentu. Pada alternatif pertama ini perubahan fase dilakukan pada gerakan arus lalu lintas belok kanan dan lurus. Dimana pada fase pertama arus belok kanan lengan barat dan timur bergerak secara bersamaan, kemudian pada fase kedua arus lurus dari lengan barat dan timur bergerak. Begitupun untuk lengan utara dan selatan pada fase ketiga dan keempat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 5.14 berikut.

Gambar 5. 15 Alternatif Perubahan Fase simpang APILL Condong Catur Berdasarkan hasil pemodelan dan analisis menggunakan alternatif perubahan fase maka didapat output dari software VISSIM 9 seperti ditunjukan Tabel 5.9 berikut.

(23)

65 Tabel 5. 9 Hasil output VISSIM Perubahan Fase

No MOVEMENT QLEN (Meter) QLENM AX (Meter) VEHS (ALL) (Kend) PERS (ALL) (Person) LOS(AL L) LOSVA L (ALL) VEHDEL AY (ALL) (detik) PERSDEL AY (ALL) (detik) STOPDE LAY (ALL) (detik) STOPS (ALL) (Unif) 1 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Angga Jaya (U) 0.00 0.00 0.00 0.00 LOS_A 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 2 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Ringroad Utara (T) 267.18 383.28 157.00 157.00 LOS_F 6.00 103.14 103.14 83.63 2.10 3 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Affandi (S) 267.18 383.28 55.00 55.00 LOS_F 6.00 155.62 155.62 126.96 3.11 4 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Ringroad Utara (T) 0 0 48 48 LOS_B 2 11.61 11.61 6.04 0.52

5 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Affandi (S) 143.43 166.04 56 56 LOS_F 6 235.73 235.73 196.09 5.5

6 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Ringroad Utara (B) 143.43 166.04 13 13 LOS_F 6 171.16 171.16 139.55 6 7 Jl. Affandi (S) - Jl.

Ringroad Utara (B) 11.96 82.76 107 107 LOS_C 3 23.59 23.59 12.03 2

8 Jl. Affandi (S) - Jl.

Angga Jaya (U) 158.82 207.67 55 55 LOS_F 6 209.87 209.87 186 3.8

9 Jl. Affandi (S) - Jl.

Ringroad Utara (T) 158.82 207.67 54 54 LOS_F 6 230.89 230.89 203.57 4.52 10 Jl. Ringroad Utara (T) -

Jl. Affandi (S) 0 2.46 107 107 LOS_B 2 15.18 15.18 3.92 0.38

11 Jl. Ringroad Utara (T) -

Jl. Ringroad Utara (B) 221.41 365.66 160 160 LOS_F 6 96.87 96.87 76.09 2.6 12 Jl. Ringroad Utara (T)-

Jl. Angga Jaya (U) 221.41 365.66 34 34 LOS_F 6 89.27 89.27 62.48 4.06

(24)

66

Analisis kinerja simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta menggunakan alternatif perubahan fase berdasarkan software VISSIM 9 adalah sebagai berikut.

a. Nilai panjang antrian rata- rata sebesar 50,17 meter dan panjang antrian maksimum adalah 383,28 meter.

b. Tingkat pelayanan jalan (Level of Service) simpang APILL Condong Catur adalah F.

c. Nilai tundaan rata- rata pada simpang adalah sebesar 97,39 det.

Setelah didapat hasil dari output VISSIM selanjutnya dilakukan perhitungan biaya kemacetan menggunakan persamaan 3- 3.

= ∗ + 1 −

Dengan parameter perhitungan biaya kemacetan sebagai berikut. a. Jumlah kendaraan (N)

Jumlah kendaraan yang dipakai dalam menghitung biaya kemacetan pada kondisi alternatif 1 sama dengan kondisi eksisting. Ditunjukan oleh Tabel 5.6 pada paparan sebelumnya.

b. Biaya Operasional Kendaraan (G)

Berdasarkan paparan sebelumnya pada kondisi eksisting maka Biaya Operasional Kendaraan dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 5. 10 Biaya Operasional Kendaraan

(G) KB 1754.62 KR 1621.97 SM 375.07 KB 1207.84 KR 1207.13 SM 351.96 KB 1219.62 KR 1177.69 SM 365.70 KB 1440.24 KR 1239.61 SM 351.43 4 Barat 2 Timur 3 Selatan 1 Utara

N0 Lengan Jenis Kendaraan

BOK (Rp/Kend.Km)

(25)

c. Kecepatan eksisting (A) dan Kecepatan ideal (B)

Kecepatan eksisting kendaraan ditentukan berdasarkan Tabel 5.3. pada saat pagi hari dan kecepatan ideal berdasarkan paparan sebelumnya pada kondisi eksisting, dimana lengan Timur dan Barat ditentukan 70 km/ jam, sedangkan lengan utara dan selatan ditentukan sebesar 60 km/ jam. d. Nilai Waktu Perjalanan (V)

Sama dengan paparan sebelumnya pada kondisi eksisting, berdasarkan Tabel 3.3 Nilai waktu untuk Kendaraan berat diambil sebesar Rp. 4.970, Kendaraan ringan Rp. 1.925, dan Sepeda Motor Rp. 315.

e. Jumlah Waktu Antrian (T)

Jumlah waktu antrian atau tundaan berdasarkan hasil output pemodelan VISSIM pada kondisi alternatif 1 ditunjukan Tabel 5. 11 berikut.

Tabel 5. 11 Jumlah Waktu Antrian kondisi Alternarif 1

No Lengan Tundaan (detik) Jumlah Waktu Antrian (Jam) 1 Utara 139.5 0.0388 2 Timur 67.1067 0.0186 3 Selatan 122.925 0.0341 4 Barat 91.23 0.0253 f. Biaya Kemacetan (C)

Dengan menggunakan persamaan 3-3 maka biaya kemacetan pada kondisi alternatif perubahan fase dapat dilihat pada Tabel 5.12.

Tabel 5. 12 Biaya kemacetan alternatif perubahan fase

No Lengan Biaya Kemacetan (Rp/ Jam) 1 Utara IDR 1,044,886 2 Timur IDR 1,311,657 3 Selatan IDR 1,402,707 4 Barat IDR 1,588,446 Total Biaya Kemacetan pada simpang APILL IDR 5,347,697

(26)

68 Tabel 5. 13 Rekap Hitungan Biaya Kemacetan kondisi Perubahan Fase

N0 Lengan Jenis Kendaraan Jumlah Kendaraan (skr/jam) Kecepatan Eksisting (Km/Jam) BOK (Rp/Kend.Km Kecepatan Ideal (Km/Jam) Nilai Waktu Perjalanan (Rp/Kend.Jam) Jumlah Waktu Antrian (Jam) Biaya Kemacetan (Rp/Jam) N A G B V T 1 Utara KB 22.1 26.16 1754.62 60 4970 0.0388 IDR 41,702 KR 443 30.25 1621.97 60 1925 IDR 858,730 SM 317.4 30.91 375.07 60 315 IDR 144,454

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,044,886

2 Timur KB 18.2 50.71 1207.84 70 4970 0.0186 IDR 21,243 KR 1000 50.78 1207.13 70 1925 IDR 1,152,407 SM 412.65 50.73 351.96 70 315 IDR 138,008

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,311,657

3 Selatan KB 19.5 49.60 1219.62 60 4970 0.0341 IDR 40,856 KR 500 54.31 1177.69 60 1925 IDR 1,095,037 SM 356.85 59.88 365.70 60 315 IDR 266,815

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,402,707

4 Barat KB 6.5 36.98 1440.24 70 4970 0.0253 IDR 9,159 KR 881 47.95 1239.61 70 1925 IDR 1,340,529 SM 535.5 49.80 351.43 70 315 IDR 238,758

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,588,446 Total Biaya Kemacetan di Simpang APILL Ringroad Gejayan (Rp/Jam) IDR 5,347,697

(27)

2. Alternatif 2 (Pelebaran pada Lebar Masuk dan Keluar Simpang)

Pada percobaan alternatif 2 dilakukan pelebaran jalan pada lebar garis henti simpang/ lebar msuk simpang untuk setiap lengan dan lebar keluar simpang. Rincian dari pelebaran yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 5. 14 Alternatif pelebaran pada Lebar Masuk dan Keluar Simpang

Lengan

Kondisi Eksistingn Perancangan Ulang

Pendekat (m) Pendekat (m) Lebar Pendekat (L) Lebar Masuk (LM) Lebar Keluar (LK) Lebar BKiJT Lebar Pendekat (L) Lebar Masuk (LM) Lebar Keluar (LK) Lebar BKiJT Utara (A) 6,6 8 7,1 2 6,6 8 7,1 2 Timur (B) 10,9 10 7,2 3,1 10,9 12 7,7 2,5 Selatan (C) 7 8 7,1 2 7 8,5 7,1 2 Barat (D) 11,5 11 7,8 4,1 11,5 12,5 7,8 2,6

(28)

70 Tabel 5. 15 Output VISSIM alternatif pelebaran pada garis henti (LM) dan Lebar Keluas Simpang (LK)

No MOVEMENT QLEN (Meter) QLENM AX (Meter) VEHS (ALL) (Kend) PERS (ALL) (Person) LOS(AL L) LOSVA L (ALL) VEHDEL AY (ALL) (detik) PERSDEL AY (ALL) (detik) STOPDEL AY (ALL) (detik) STOPS (ALL) (Unif) 1 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Angga Jaya (U) 1.27 23.48 50.00 50.00 LOS_B 2.00 11.54 11.54 4.40 0.68 2 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Ringroad Utara (T) 149.09 245.27 98.50 98.50 LOS_F 6.00 96.66 96.66 81.50 1.60 3 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Affandi (S) 208.44 383.02 132.00 132.00 LOS_F 6.00 116.42 116.42 86.84 3.42 4 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Ringroad Utara (T) 0 0 51 51 LOS_A 1 1.97 1.97 0.09 0.04

5 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Affandi (S) 118.62 167.77 89 89 LOS_F 6 166.27 166.27 149.9 1.73

6 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Ringroad Utara (B) 27.09 82.59 57 57 LOS_F 6 85.6 85.6 75.52 1.12

7 Jl. Affandi (S) - Jl.

Ringroad Utara (B) 8.57 47.47 64.5 64.5 LOS_B 2 21.345 21.345 9.94 1.44 8 Jl. Affandi (S) - Jl.

Angga Jaya (U) 79.54 201.12 123 123 LOS_F 6 114.98 114.98 101.79 1.76

9 Jl. Affandi (S) - Jl.

Ringroad Utara (T) 56.6 178.24 107 107 LOS_F 6 105.36 105.36 93.79 1.33 10 Jl. Ringroad Utara (T) -

Jl. Affandi (S) 2.79 48.1 105 105 LOS_B 2 13.28 13.28 4.64 0.75

11 Jl. Ringroad Utara (T) -

Jl. Ringroad Utara (B) 128.34 238.43 93.5 93.5 LOS_E 5 71.71 71.71 60.975 1.16 12 Jl. Ringroad Utara (T)-

Jl. Angga Jaya (U) 11.99 51.24 42.5 42.5 LOS_D 4 47.535 47.535 37.475 0.77

(29)

Analisis kinerja simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta menggunakan alternatif pelebaran jalan berdasarkan software VISSIM 9 adalah sebagai berikut.

a. Nilai panjang antrian rata- rata sebesar 47,03 meter dan panjang antrian maksimum adalah 383,02 meter.

b. Tingkat pelayanan jalan (Level of Service) simpang APILL Condong Catur adalah E.

c. Nilai tundaan rata- rata pada simpang adalah sebesar 79,08 det.

Setelah didapat hasil dari output VISSIM selanjutnya dilakukan perhitungan biaya kemacetan menggunakan persamaan 3- 3.

= ∗ + 1 −

Dengan parameter perhitungan biaya kemacetan sebagai berikut. a. Jumlah kendaraan (N)

Jumlah kendaraan yang dipakai dalam menghitung biaya kemacetan pada kondisi alternatif 2 sama dengan kondisi eksisting. Ditunjukan oleh Tabel 5.6 pada paparan sebelumnya.

b. Biaya Operasional Kendaraan (G)

Berdasarkan paparan sebelumnya maka Biaya Operasional Kendaraan dapat dilihat pada Tabel 5.10.

c. Kecepatan eksisting (A) dan Kecepatan ideal (B)

d. Kecepatan eksisting kendaraan ditentukan berdasarkan Tabel 5.3. pada saat pagi hari dan kecepatan ideal berdasarkan paparan sebelumnya pada kondisi eksisting, dimana lengan Timur dan Barat ditentukan 70 km/ jam, sedangkan lengan utara dan selatan ditentukan sebesar 60 km/ jam. e. Nilai Waktu Perjalanan (V)

Sama dengan paparan sebelumnya pada kondisi eksisting, berdasarkan Tabel 3.3 Nilai waktu untuk Kendaraan berat diambil sebesar Rp. 4.970, Kendaraan ringan Rp. 1.925, dan Sepeda Motor Rp. 315.

(30)

72

f. Jumlah Waktu Antrian (T)

Jumlah waktu antrian atau tundaan berdasarkan hasil output pemodelan VISSIM pada kondisi alternatif 2 ditunjukan Tabel 5. 16 berikut.

Tabel 5. 16 Jumlah Waktu Antrian kondisi Alternarif 2

No Lengan Tundaan (detik) Jumlah Waktu Antrian (Jam) 1 Utara 84.61333 0.0235 2 Timur 59.47125 0.0165 3 Selatan 80.56167 0.0224 4 Barat 74.87 0.0208 g. Biaya Kemacetan (C)

Dengan menggunakan persamaan 3-3 maka biaya kemacetan pada kondisi alternatif pelebaran LM dan LK dapat dilihat pada Tabel 5.17 berikut.

Tabel 5. 17 Biaya kemacetan alternatif pelebaran jalan

No Lengan Biaya Kemacetan (Rp/ Jam) 1 Utara IDR 633,773 2 Timur IDR 1,162,416 3 Selatan IDR 919,296 4 Barat IDR 1,303,605 Total Biaya Kemacetan pada simpang APILL IDR 4,019,090

(31)

73 Tabel 5. 18 Rekap Hitungan Biaya Kemacetan kondisi Pelebaran

N0 Lengan Jenis Kendaraan Jumlah Kendaraan (skr/jam) Kecepatan Eksisting (Km/Jam) BOK (Rp/Kend.Km Kecepatan Ideal (Km/Jam) Nilai Waktu Perjalanan (Rp/Kend.Jam) Jumlah Waktu Antrian (Jam) Biaya Kemacetan (Rp/Jam) N A G B V T 1 Utara KB 22.1 26.16 1754.62 60 4970 0.0235 IDR 25,294 KR 443 30.25 1621.97 60 1925 IDR 520,860 SM 317.4 30.91 375.07 60 315 IDR 87,618

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 633,773

2 Timur KB 18.2 50.71 1207.84 70 4970 0.0165 IDR 18,826 KR 1000 50.78 1207.13 70 1925 IDR 1,021,285 SM 412.65 50.73 351.96 70 315 IDR 122,305

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,162,416

3 Selatan KB 19.5 49.60 1219.62 60 4970 0.0224 IDR 26,776 KR 500 54.31 1177.69 60 1925 IDR 717,657 SM 356.85 59.88 365.70 60 315 IDR 174,863

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 919,296

4 Barat KB 6.5 36.98 1440.24 70 4970 0.0208 IDR 7,517 KR 881 47.95 1239.61 70 1925 IDR 1,100,145 SM 535.5 49.80 351.43 70 315 IDR 195,944

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,303,605 Total Biaya Kemacetan di Simpang APILL Ringroad Gejayan (Rp/Jam) IDR 4,019,090

(32)

74

3. Alternatif 3

Percobaan pada alternatif 3 merupakan kombinasi dari alternatif satu dan dua.,dimana dilakukan pelebaran jalan pada lebar masuk dan keluar simpang serta perubahan fase arus lalu lintas belok kanan dan lurus. Kondisi perubahan fase dapat dilihat pada Gambar 5.14 dan pelebaran jalan pada Tabel 5.11 pada paparan sebelumnya. Hasil analisis dan pemodelan menggunakan software VISSIM 9 dapat dilihat pada Tabel 5.19 berikut.

(33)

75 Tabel 5. 19 Output VISSIM alternatif pelebaran jalan dan perubahan fase

No MOVEMENT QLEN (Meter) QLENM AX (Meter) VEHS (ALL) (Kend) PERS (ALL) (Person) LOS(AL L) LOSVA L (ALL) VEHDEL AY (ALL) (detik) PERSDEL AY (ALL) (detik) STOPDEL AY (ALL) (detik) STOPS (ALL) (Unif) 1 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Angga Jaya (U) 1.33 20.58 45.00 45.00 LOS_B 2.00 13.09 13.09 6.57 0.60 2 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Ringroad Utara (T) 124.43 381.31 219.00 219.00 LOS_F 5.00 72.83 72.83 60.03 1.45 3 Jl. Ringroad Utara (B) -

Jl. Affandi (S) 231.45 382.85 108.00 108.00 LOS_F 6.00 115.54 115.54 87.58 3.17 4 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Ringroad Utara (T) 0 0 51 51 LOS_A 1 1.63 1.63 0.03 0.02

5 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Affandi (S) 121.34 165.02 106 106 LOS_F 6 180.16 180.16 161.03 2.08

6 Jl. Angga Jaya (U) - Jl.

Ringroad Utara (B) 25.43 52.95 66 66 LOS_F 6 91.7 91.7 81.28 1.06

7 Jl. Affandi (S) - Jl.

Ringroad Utara (B) 10.84 71.63 109 109 LOS_C 3 21.58 21.58 10.85 1.31

8 Jl. Affandi (S) - Jl.

Angga Jaya (U) 96.8 203.88 118 118 LOS_F 6 140.21 140.21 126.84 1.75

9 Jl. Affandi (S) - Jl.

Ringroad Utara (T) 62.31 204.36 106 106 LOS_F 6 104.54 104.54 92.87 1.23 10 Jl. Ringroad Utara (T) -

Jl. Affandi (S) 3.72 47.54 109 109 LOS_B 2 12.77 12.77 4.37 0.72

11 Jl. Ringroad Utara (T) -

Jl. Ringroad Utara (B) 134.63 367.37 192 192 LOS_E 5 72.465 72.465 59.935 1.34 12 Jl. Ringroad Utara (T)-

Jl. Angga Jaya (U) 16.64 54.86 74 74 LOS_E 5 64.84 64.84 52.735 1.055

(34)

76

Analisis kinerja simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta menggunakan alternatif pelebaran jalan dan perubahan fase berdasarkan software VISSIM 9 adalah sebagai berikut.

a. Nilai panjang antrian rata- rata sebesar 46,45 meter dan panjang antrian maksimum adalah 382,85 meter.

b. Tingkat pelayanan jalan (Level of Service) simpang APILL Condong Catur adalah E.

c. Nilai tundaan rata- rata pada simpang adalah sebesar 72,93 det.

Setelah didapat hasil dari output VISSIM selanjutnya dilakukan perhitungan biaya kemacetan menggunakan persamaan 3- 3.

= ∗ + 1 −

Dengan parameter perhitungan biaya kemacetan sebagai berikut. a. Jumlah kendaraan (N)

Jumlah kendaraan yang dipakai dalam menghitung biaya kemacetan pada kondisi alternatif 3 sama dengan kondisi eksisting. Ditunjukan oleh Tabel 5.6 pada paparan sebelumnya.

b. Biaya Operasional Kendaraan (G)

Berdasarkan paparan sebelumnya maka Biaya Operasional Kendaraan dapat dilihat pada Tabel 5.10.

c. Kecepatan eksisting (A) dan Kecepatan ideal (B)

Kecepatan eksisting kendaraan ditentukan berdasarkan Tabel 5.3. pada saat pagi hari dan kecepatan ideal berdasarkan paparan sebelumnya pada kondisi eksisting, dimana lengan Timur dan Barat ditentukan 70 km/ jam, sedangkan lengan utara dan selatan ditentukan sebesar 60 km/ jam. d. Nilai Waktu Perjalanan (V)

Sama dengan paparan sebelumnya pada kondisi eksisting, berdasarkan Tabel 3.3 Nilai waktu untuk Kendaraan berat diambil sebesar Rp. 4.970, Kendaraan ringan Rp. 1.925, dan Sepeda Motor Rp. 315.

(35)

e. Jumlah Waktu Antrian (T)

Jumlah waktu antrian atau tundaan berdasarkan hasil output pemodelan VISSIM pada kondisi alternatif 3 ditunjukan Tabel 5. 20 berikut.

Tabel 5. 20 Jumlah Waktu Antrian kondisi Alternarif 2

No Lengan Tundaan (detik) Jumlah Waktu Antrian (Jam) 1 Utara 91.1633 0.0253 2 Timur 57.476 0.0160 3 Selatan 72.805 0.0202 4 Barat 68.57 0.0190 f. Biaya Kemacetan (C)

Dengan menggunakan persamaan 3-3 maka biaya kemacetan pada kondisi alternatif pelebaran dan perubahan fase dapat dilihat pada Tabel 5.21 berikut.

Tabel 5. 21 Biaya kemacetan alternatif pelebaran jalan dan perubahan fase

No Lengan Biaya Kemacetan (Rp/ Jam) 1 Utara IDR 682,834 2 Timur IDR 1,123,417 3 Selatan IDR 830,784 4 Barat IDR 1,193,859 Total Biaya Kemacetan pada simpang AILL IDR 3,830,894

(36)

78 Tabel 5. 22 Rekap Hitungan Biaya Kemacetan Alternatif Pelebaran Jalan dan Perubahan Fase

N0 Lengan Jenis Kendaraan Jumlah Kendaraan (skr/jam) Kecepatan Eksisting (Km/Jam) BOK (Rp/Kend.Km Kecepatan Ideal (Km/Jam) Nilai Waktu Perjalanan (Rp/Kend.Jam) Jumlah Waktu Antrian (Jam) Biaya Kemacetan (Rp/Jam) N A G B V T 1 Utara KB 22.1 26.16 1754.62 60 4970 0.0253 IDR 27,252 KR 443 30.25 1621.97 60 1925 IDR 561,181 SM 317.4 30.91 375.07 60 315 IDR 94,401

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 682,834

2 Timur KB 18.2 50.71 1207.84 70 4970 0.0160 IDR 18,194 KR 1000 50.78 1207.13 70 1925 IDR 987,021 SM 412.65 50.73 351.96 70 315 IDR 118,202

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,123,417

3 Selatan KB 19.5 49.60 1219.62 60 4970 0.0202 IDR 24,198 KR 500 54.31 1177.69 60 1925 IDR 648,559 SM 356.85 59.88 365.70 60 315 IDR 158,027

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 830,784

4 Barat KB 6.5 36.98 1440.24 70 4970 0.0190 IDR 6,884 KR 881 47.95 1239.61 70 1925 IDR 1,007,527 SM 535.5 49.80 351.43 70 315 IDR 179,448

Total Biaya Kemacetan Per Lengan (Rp/ Jam) IDR 1,193,859 Total Biaya Kemacetan di Simpang APILL Ringroad Gejayan (Rp/Jam) IDR 3,830,894

(37)

Dari hasil pembahasan menggunakan alternatif 1 (perubahan fase), alternatif 2 (pelebaran Lebar Masuk dan Lebar Kelura), dan alternatif 3 (kombinasi pelebaran dan perubahan fase) menunjukan kinerja dari simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta meningkat. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 5. 19 yang merupakan perbandingan kondisi eksisting dan alternatif.

Tabel 5. 23 Perbandingan Kinerja Simpang APILL

No Analisis

Kinerja Simpang APILL Panjang Antrian rata- rata (m) Tundaan rata- rata (det) Level of Service 1 Kondisi Eksisting 49,38 103,72 F 2 Alternatif 1 50,17 97,13 F 3 Alternatif 2 47,03 79,08 E 4 Alternatif 3 46,45 72,93 E

Sedangkan untuk biaya kemacetan yang terjadi pada simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta juga mengalami penurunan dari kondisi eksisting yang ada. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 5. 16 berikut.

Gambar 5. 17 Grafik Perbandingan Biaya Kemacetan 1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 5,663,790 5,347,697 4,019,090 3,830,894

Biaya Kemacetan (Rp/ Jam)

Biaya Kemacetan (Rp/ Jam)

Gambar

Gambar 5. 1 Geometri Simpang APILL Condong Catur Sleman Yogyakarta  a.  Lebar ruas pendekat lengan A atau lengan Utara : 7,1 meter   b
Tabel 5. 1 Kondisi Lingkungan Jalan Simpang APILL  Condong Catur Sleman  Yogyakarta
Tabel 5. 2 Kondisi Sinyal dan Tipe Pendekat Simpang APILL  Condong Catur  Sleman Yogyakarta
Gambar 5. 3 Grafik Jumlah Kendaraan/Jam Simpang APILL Condong  Catur Sleman Yogyakarta
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil sintesis didapatkan senyawa N-(2-nitrobenzil)-1,10- fenantrolinium klorida yang berupa padatan amorf berwarna dengan rerata rendemen yang optimal sebesar 37%+5%,

'ungkin anda sebagai siswa atau mahasiswa sering mendengar anjuran dari guru atau dosen, atau dari motiator seperti 'ario (eguh tentang perlunya bersikap positif% $pakah kamu

• Dalam hal Anda menarik seluruh dana pada Nilai Akun yang ada dalam Polis, maka Anda dianggap melakukan penebusan Polis dan Penanggung akan membayarkan Nilai Tebus yang ada

Syarat mutu biji kakao menurut SNI 2323-2008 ditentukan berdasarkan adanya serangga hidup atau benda asing, kadar air, adanya biji berbau asap abnormal atau berbau asing lainnya,

Sehingga dengan alasan tersebut, lebih menguntungkan untuk head sistem yang tinggi digunakan pompa perpindahan positif apabila kapasitas aliran tidak menjadi tujuan utama dari

Nilai impor Sulawesi Tenggara pada bulan Mei 2015 tercatat US$ 36,66 juta atau mengalami peningkatan sebesar 52,24 persen dibanding impor April 2015 yang tercatat US$ 24,08

Melakukan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan (daya tahan, kekuatan).. Melakukan pengukuran berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani

Berdasarkan pembahasan tentang Standar Nasional Perpustakaan yang dirujuk melalui UU No 43 tahun 2007. Setelah menyajikan hasil data penelitian diatas maka