Nama: Soni Kurniawan Kelas : LT-2B
No : 19
TUGAS PERTANYAAN SOAL
1. Jangkar sebuah motor DC tegangan 230 volt dengan tahanan 0.312 ohm dan mengambil arus 48 A ketika dioperasikan pada beban normal.
a. Hitunglah GGL lawan (Ea) dan daya yang timbul pada jangkar.
b. Jika tahanan jangkar 0.417 ohm, keadaan yang lain sama. Berapa GGL lawan (Ea) dan daya yang timbul pada jangkar. Penurunan tegangan pada sikat-sikat sebesar 2 volt untuk soal a dan b.
Jawaban :
Diketahui : a. V = 230 volt b. V = 230 volt Ra = 0,312 ohm Ra = 0,417 ohm Ia = 48 Ampere Ia = 48 Ampere
∆ E = 2 ∆ E = 2
Jawab :
a. Ea = V – Ia . Ra – 2∆ E = (230 – 2 ) – (48 x 0,312) = 213 volt
Daya yang dibangkitkan pada jangkar = Ea x Ia = 213 x 48 = 10.224 watt b. Eb = V – Ia . Ra – 2∆ E = (230 – 2) – (48 x 0,417) = 208 volt
Daya yang dibangkitkan pada jangkar = Ea x Ia = 208 x 48 = 9984 watt
2. Sebuah motor DC mempunyai kerapatan medan magnet 0,8 T. Di bawah pengaruh medan magnet terdapat 400 kawat penghantar dengan arus 10A. Jika panjang penghantar seluruhnya 150 mm, tentukan gaya yang ada pada armature.
Jawaban :
Diketahui : B = 0,8 T I = 10A
ℓ = 150 mm = 0,155 m z = 400
Jawab :
F = B.I.ℓ.z
= 0,8 . 10 . 0,15 . 400 = 480 Newton
3. Suatu Motor DC kompond panjang 40 KW, tegangan terminal 200 V, tahanan kumparan shunt, seri,dan jangkar masing - masing adalah 93 Ohm, 0,04 Ohm, dan 0,6 Ohm. Hitung tegangan induksi yang dibangkitkan pada jangkar?
Jawaban :
Diketahui :
P = 40 KW = 40 x 1000 = 40000W VT = 200 V
Ra = 0,6 Ohm Rs = 0,04 ohm Rsh = 93 Ohm
Jawab :
Rs total = Rs + Ra = 0,04 + 0,6 = 0,64 Ohm
Rp total = Rs total + Rsh/Rs total + Rsh = 0,64 x 93/0,64 + 93
= 0,64 Ohm P = V x I
I = P/I = 40000 /200 = 200A Ish = 200/93 = 2,15 A
Ia = I - Ish = 200-2,15 = 197,84A maka :
Eb = Vt-Ia x Ra-Ia x Rs
= 200 - (197,84 x 0,6 ) - (197,84 x 0,04 ) = 73,384 V
4. Suatu generator DC kompond panjang 40 KW, 250 Volt tahanan kumparan shunt, seri dan jangkar masing - masing adalah 95 Ohm, 0,02 Ohm dan 0,5 Ohm hitung daya yang dibangkitkan pada jangkar?
Jawaban : Diketahui :
P = 40 KW = 40 X 1000 = 40000W VT = 250 V
Ra = 0,5 Ohm Rs = 0,02 ohm Rsh = 95 Ohm
Jawab :
I = = = 160
Ish = = 2,6 Ia = I – Ish = 157,4 Eb = V – Ia (Ra+Rs)
= 250 – 157,4(0,5+0,02)
= 168,2V P = Eb x Ia
= 168,2 x 157,4
= 26474,68 W
5. Suatu motor DC kompond panjang 40 KW, tegangan terminal 200 Volt tahanan kumparan shunt, seri dan jangkar masing -masing adalah 95 Ohm, 0,02 Ohm dan 0,5 Ohm hitung daya yang dibangkitkan pada jangkar?
Jawaban : Diketahui :
P = 40 KW = 40 X 1000 = 40000W VT = 200 V
Ra = 0,5 Ohm Rs = 0,02 ohm Rsh = 95 Ohm Jawab :
Rs total = Rs + Ra = 0,02 + 0,5 = 0,52 Ohm
Rp total = Rs total + Rsh/Rs total + Rsh = 0,52x95/0,52 + 95
= 0,51 Ohm P = V x I
I = P/V = 40000 /200 = 200 A Ish = 200/95 = 2,10 A
Ia = I - Ish = 200 - 2,10 = 197,9 A maka :
Eb = Vt-Ia x Ra-Ia x Rs
= 200 - (197,9 x 0,5 ) - (197,9 x 0,02 )
= 200 – 98,95 – 3,958
= 97,092 Volt
6. Suatu Motor DC seri 50 kW, 250 V,tahanan jangkar 0,1 Ohm dan tahanan medan seri 0,15 ohm, rugi tegangan total sikat 2 volt.Hitung EMF (ggl) lawan ?
Jawaban : Diketahui :
Pout = 50 KW = 50000 watt Vt = 250 volt
Ra = 0,1 ohm Vsi = 2 volt Jawab :
I = P out / Vt
I = 50000 / 250 = 200 A Vt = Eb +IaRa + Irs + Vsi
Vt = Eb + 200.0,1 + 200.0,15 + 2 Vt = Eb + 20 + 30 + 2
Vt = Eb + 52 Eb = 250 – 52 Eb = 198 volt
7. Suatu motor DC kompon pendek dengan daya input 34,5 kW, tegangan terminal 230 V, tahananakumparan medan shunt, medan seri dan jangkar masing2 sebesar 92 , 0,015 dan 0,03 ohm.
Hitung : a. Arus jangkar
b. EMF yang dibangkitkan c. Daya output
Jawaban : Diketahui :
V in = 230 volt Rsh = 92 ohm Rs = 0,015 ohm Ra = 0,03 ohm
Pin = 34,5 KW = 34500 watt Jawab :
I =P/Vt
I = 34500 / 230 = 150 A
Ish = Vt – Irs = 230 – ( 150 x 0,015 ) = 2, 475 A Rsh 92
a. Ia = I – Ish Ia = 150 – 2,475 Ia = 147,525 A
b. Eb = Vt – IaRa – Irs – V si
Eb = 230 – ( 147,525 x 0,03 ) – ( 150 x 0,015 )– 0 Eb = 223, 32 Volt
c. P out put = Eb x Ia
= 223,32 x 147,525 = 32,945 KW
8. Suatu motor Dc kompon panjang dengan daya input 300 kW, teg.terminal 600 V,
mempunyai tahanan medan shunt : 75 Ohm, tah.jangkar termasuk tah.sikat : 0,41 Ohm, tahanan Medan seri : 0,012 ohm, dan resistansi yang diparalel dengan medan seri sebesar 0,036 ohm.
Hitung
a. arus jangkar
b. EMF yang dibangkitkan c. daya yang dibangkitkan Jawaban :
Diketahui :
Pin = 30 KW = 30000 watt V in = 600 Volt
Ra = R sikat = 0,14 ohm Rs = 0,012 ohm
Jawab :
I = = = 500 A
Ish = = = 8 A
a. Ia = I – Ish
= 500 – 8
= 492 A
b. Eb = Vt – Ia (Ra+Rs)
= 600 – 492 (0,41+0,0009)
= 397,8 Volt c. P = Eb x Ia
= 397,8 x 492
= 195.717 W
TUGAS PERTANYAAN TEORI
1. Gambar rangkaian ekuivalen motor DC?
Jawaban :
2. Bagaimana Cara mengubah arah putaran motor DC?
Jawaban :
Untuk mengubah arah putaran dari motor DC dapat dilakukan dengan cara membalik tegangan input (+) dan (-) dari motor DC tersebut.
3. Mengapa kereta listrik di jepang (ex : kereta sinkansen) menggunakan motor DC sebagai penggeraknya?
Jawaban :
Karena motor dc mempunyai rugi - rugi daya yang kecil dan kecepatannya mudah dikendalikan dibandingkan dengan motor AC
4. Sebutkan keuntungan & Kerugian Motor DC?
Jawaban :
Keuntungan : kecepatannya mudah dikendalikan dan tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor DC ini dapat dikendalikan dengan mengatur:
• Tegangan dinamo – meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan.
• Arus medan – menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.
Kerugian : Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya dibatasi untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang, seperti peralatan mesin dan rolling mills, sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya. Motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC.
5. Jelaskan rugi-rugi daya pada motor DC?
Jawaban :
Rugi-Rugi Tembaga atau Listrik
Rugi tembaga terjadi karena adanya resistansi dalam belitan jangkar dan belitan medan magnet. Rugi tembaga akan diubah menjadi panas dalam kawat jangkar maupun kawat penguat magnet. Desain motor DC dilengkapi dengan kipas rotor tujuannya untuk menghembuskan udara luar masuk ke dalam jangkar dan mendinginkan panas yang terjadi akibat rugi-rugi tembaga.
Rugi tembaga dari belitan dibagi atas:
• Rugi tembaga terjadi pada jangkar = Ia2 · Ra Watt
• Rugi tembaga medan terdiri dari:
Ish2 · Rsh Watt = Motor Shunt/ Motor Kompound Is2 · Rs Watt = Motor Seri/ Motor Kompound
Rugi-Rugi Besi atau Magnet
• Rugi Histerisis
Ph = Bmax X f · V Watt
= Steinmetz Hysterisis Coefficient
Bmax = Kerapatan fluks maksimum =
f = Frekuensi dlm Hertz 6-30 V = Volume inti (m3)
nilai x = antara 1,6 s/d 2
• Arus Pusar (Eddy Current)
Inti pada stator dan inti pada jangkar motor terdiri dari tumpukan pelat tipis dari bahan ferromagnetis. Tujuan dari pemilihan plat tipis adalah untuk menekan
rugi-rugi
arus Eddy yang terjadi pada motor DC.
Pe = Ke · Bmax2· f2· V · t2watt Ke = Konstanta arus pusa t = Ketebalan inti magnet (m)
Rugi Mekanis
Rugi mekanis yang terjadi pada motor disebabkan oleh adanya gesekan dan hambatan angin, seperti pada bagian poros motor.
6. Jelaskan prinsip operasi motor DC seri dan motor DC shunt!
Jawaban :
Prinsip Operasi Motor DC Seri
Pada motor yang mempunyai hubungan seri jumlah arus yang melewati angker dinamo sama besar dengan yang melewati kumparan. Jika beban naik motor berputar makin pelan. Jika kecepatan motor berkurang maka medan magnet yang terpotong juga makin kecil, sehingga terjadi penurunan EMF. kembali dan peningkatan arus catu daya pada kumparan dan angker dinamo selama ada beban. Arus lebih ini mengakibatkan peningkatan torsi yang sangat besar.
EMF kembali mencapai maksimum jika kecepatan angker dinamo maksimum.
Arus yang disedot dari catu daya menurun saat motor makin cepat, karena EMF kembali yang terjadi melawan arus catu daya. EMF kembali tidak bisa sama besar dengan arus EMF. yang diberikan pada motor d.c., sehingga akan mengalir searah dengan EMF yang diberikan.
Karena ada dua EMF. yang saling berlawanan EMF kembali menghapuskan EMF.
Yang diberikan, maka arus yang mengalir pada angker dinamo menjadi jauh lebih kecil jika ada EMF kembali.
Karena EMF kembali melawan tegangan yang diberikan maka resistansi angker dinamo akan tetap kecil sementara arus angker dinamo dibatasi pada nilai yang aman.
Prinsip Operasi Motor DC Shunt
Ketika jangkar motor DC berputar di bawah pengaruh torsi penggerak, konduktor jangkar bergerak di dalam medan magnet dan akan menghasilkan tegangan induksi di dalamnya sepertihalnya pada generator. GGL induksi bekerja pada arah yang
berlawanan dengan tegangan terminal Vt (sesuai dengan bunyi Hukum Lenz) dan dikenal sebagai GGL lawan atau GGL balik Ea.
GGL balik Ea biasanya kurang dari tegangan terminal V, meskipun perbedaan ini kecil sekali pada saat motor berjalan di bawah kondisi normal.
Ketika tegangan DC sebesarVt diberikan pada terminal motor, suatu medan magnet dihasilkan dan konduktor jangkar disuplai dengan arus searah. Dengan demikian, torsi penggerak akan bekerja pada jangkar yang menyebabkan jangkar mulai berputar. Karena jangkar berputar, GGL balik Ea diinduksikan berlawanan dengan tegangan terminal. Tegangan terminal harus memaksa arus mengalir melalui jangkar melawan GGL balik Ea. Kerja listrik yang dilakukan untuk mengatasi dan menyebabkan arus mengalir melawan Ea dikonversikan kedalam energi mekanik yang dibangkitkan di dalam jangkar. Dengan demikian, pengkonversian energi di dalam motor DC hanya mungkin jika GGL balik dihasilkan.
7. Jelaskan pengertian mesin DC dan berikan alasannya secara singkat.
Jawaban :
Mesin arus searah (mesin DC) dapat berupa generator DC atau motor DC. Generator DC alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik DC. Motor DC alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik putaran. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai generator, atau sebaliknya generator DC bisa difungsikan sebagai motor DC.
Alasan mengapa disebut mesin DC adalah karena mesin tersebut menggunakan/menghasilkan tenaga listrik arus searah / DC.
8. Sebutkan perbedaan generator DC dan motor DC dari fungsinya.
Jawaban :
Generator DC adalah alat yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik DC.
Sedangkan Motor DC adalah alat yang berfungsi mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik putaran.
9. Dapatkah mesin DC difungsikan sebagai generator? Apa syarat agar berfungsi sebagai generator DC? Jelaskan dengan gambar skematik.
Jawaban :
Dapat, karena Mesin arus searah (mesin DC) dapat berupa generator DC atau motor DC.
Generator DC alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik DC.
10. Bila mesin DC difungsikan sebagai motor DC apa syarat yang harus dipenuhi? Jelaskan dengan gambar skematik.
Jawaban :
Mesin arus searah (mesin DC) dapat berupa generator DC atau motor DC. Motor DC alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik putaran .