• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. SUMI INDO KABEL Tbk N E R A C A 31 MARET 2009 dan 2008 ( Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) ( BELUM DIAUDIT )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PT. SUMI INDO KABEL Tbk N E R A C A 31 MARET 2009 dan 2008 ( Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) ( BELUM DIAUDIT )"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

AKTIVA LANCAR KEWAJIBAN

Kas dan setara kas 3 246.863.245.179 177.417.498.538

Piutang KEWAJIBAN LANCAR

Usaha Hutang

Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang Usaha 8

ragu-ragu sebesar Rp 965.271.364 pada Maret 2009 Pihak ketiga 9.217.620.807 9.254.376.725

dan Rp. Nihil pada Maret 2008 4 108.196.513.982 108.195.231.964 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 11 27.064.813.970 124.158.238.344

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 11 42.646.626.156 87.806.792.021 Lain-lain 1.863.844.564 2.994.021.171

Lain-lain Hutang pajak 9 9.406.276.733 2.459.198.310

Pihak Ketiga 34.920.452 14.726.304 Biaya masih harus dibayar 8.785.323.581 5.470.126.786

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 11 19.440.000 18.990.000 Uang muka pelanggan 10 25.885.882.245 20.591.176.174

Persediaan 5 91.322.104.750 95.336.367.375 Hutang dividen 81.818.949 82.927.414

Uang muka pemasok 2.601.397.593 288.392.531

Biaya dibayar di muka 1.227.114.802 792.409.577

Pajak pertambahan nilai dibayar di muka 6 2.052.007.594 7.238.329.433

JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 82.305.580.849 165.010.064.924

JUMLAH AKTIVA LANCAR 494.963.370.508 477.108.737.743

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

AKTIVA TIDAK LANCAR Penyisihan beban jasa karyawan 17 9.289.316.000 7.920.788.000

Aktiva pajak tangguhan 9 5.840.794.240 7.701.221.394

Penyertaan saham 11.670.731.524 11.670.731.524

Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan JUMLAH KEWAJIBAN 91.594.896.849 172.930.852.924

sebesar Rp 130.221.855.621 pada Maret 2009 dan

Rp 117.645.481.035 pada Maret 2008 7 120.895.212.674 125.629.607.409

Lain - lain 6 4.165.828.976 4.603.436.392 EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp 1.000 per saham Modal dasar - 321 juta saham

Modal ditempatkan dan disetor penuh -

306 juta saham 12 306.000.000.000 306.000.000.000

JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 142.572.567.414 149.604.996.719 Agio saham - bersih 1.576.787.460 1.576.787.460 Saldo laba *

Telah ditentukan penggunaanya untuk cadangan umum 13 6.500.000.000 3.000.000.000

Belum ditentukan penggunaanya 2b 231.864.253.613 143.206.094.078

JUMLAH EKUITAS 545.941.041.073 453.782.881.538

JUMLAH AKTIVA 637.535.937.922 626.713.734.462 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 637.535.937.922 626.713.734.462

Tangerang, 30 April 2009 PT. Sumi Indo Kabel Tbk

(2)

Catatan 31 Maret 2009 31 Maret 2008 PENJUALAN BERSIH 11,14,20 247.400.333.329 426.331.265.750 BEBAN POKOK PENJUALAN 11,15 196.009.767.008 396.158.121.347

LABA KOTOR 51.390.566.321 30.173.144.403

BEBAN USAHA 16,17,11

Penjualan 5.274.218.608 3.276.688.320

Umum dan Administrasi 5.092.537.566 4.493.244.159 Jumlah Beban Usaha 10.366.756.174 7.769.932.479

LABA USAHA 41.023.810.147 22.403.211.924

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Penghasilan bunga 152.183.079 503.556.240 Laba (rugi) selisih kurs-bersih 12.363.496.289 (3.143.141.299) Beban keuangan (112.496.071) (73.299.712) Laba pelepasan aset tetap 7 8.835.532 - Lain-lain bersih 11 620.779.314 (80.156.364) Beban Lain-lain Bersih 13.032.798.143 (2.793.041.135) LABA SEBELUM BEBAN

(MANFAAT) PAJAK 54.056.608.290 19.610.170.789

BEBAN (MANFAAT)PAJAK 9

Kini 15.270.301.760 5.923.353.800

Tangguhan (18.718.155) (46.609.592)

Beban Pajak - Bersih 15.251.583.605 5.876.744.208

LABA BERSIH 38.805.024.685 13.733.426.581

LABA PER SAHAM DASAR 2p 127 45

(3)

3

Disetor Penuh Saham - Bersih Cadangan Umum Penggunaannya

Saldo 31 Desember 2007 306.000.000.000 1.576.787.460 3.000.000.000 129.472.667.497 440.049.454.957

Laba bersih Maret 2008 - - - 13.733.426.581 13.733.426.581

Saldo 31 Maret 2008 306.000.000.000 1.576.787.460 3.000.000.000 143.206.094.078 453.782.881.538

Pemindahan saldo laba ke

cadangan umum 13 - - 3.500.000.000 (3.500.000.000) -

Dividen kas 13 - - - (30.600.000.000) (30.600.000.000)

Laba bersih Tahun 2008 - - - 83.953.134.850 83.953.134.850

Saldo 31 Desember 2008 306.000.000.000 1.576.787.460 6.500.000.000 193.059.228.928 507.136.016.388

Laba bersih Maret 2009 - - - 38.805.024.685 38.805.024.685

Saldo 31 Maret 2009 306.000.000.000 1.576.787.460 6.500.000.000 231.864.253.613 545.941.041.073

(4)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 31 Maret 2009 31 Maret 2008 ARUS KAS DARI AKTIVITAS

OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 305.100.726.430 422.871.513.354 Pembayaran kas kepada

pemasok dan karyawan (186.314.327.194) (334.557.439.508) Pembayaran kas untuk beban

pabrikasi dan beban usaha (15.314.352.760) (16.072.385.944) Kas diperoleh dari

aktivitas operasi 103.472.046.476 72.241.687.902

Pembayaran pajak (24.369.427.145) (22.525.163.341)

Penerimaan :

Penghasilan bunga 152.183.079 503.556.240 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas

Operasi 79.254.802.410 50.220.080.801

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan dividen kas 602.105.456 - Hasil penjualan aset tetap 22.863.635 - Perolehan aset tetap (1.843.919.966) (759.594.442) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas

Investasi (1.218.950.875) (759.594.442)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Pengaruh penjabaran kurs mata uang

asing atas kas dan setara kas 11.059.168.660 (3.908.876.250) KENAIKAN BERSIH

KAS DAN SETARA KAS 89.095.020.195 45.551.610.109 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 157.768.224.984 131.865.888.429 KAS DAN SETARA KAS AKHIR

MARET 3 246.863.245.179 177.417.498.538

(5)

5 1. U M U M

a. Pendirian Perusahaan

PT Sumi Indo Kabel Tbk (Perusahaan) didirikan pada tanggal 23 Juli 1981 berdasarkan akta notaris Chusu Nuduri Atmadiredja No. 121, wakil notaris di Tangerang, dengan nama PT Industri Kawat Indonesia. Perusahaan mengubah namanya menjadi PT IKI Indah Kabel Indonesia berdasarkan akta notaris Lieke Lianadevi Tukgali, S.H. No. 67 tanggal 19 Maret 1982. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/289/18 tanggal 30 April 1982 serta didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tangerang dengan No. 23/PN/TNG/1982 tanggal 24 Mei 1982.

Permohonan Perusahaan untuk mengubah status Perusahaan menjadi perusahaan patungan Penanaman Modal Asing sesuai dengan Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 Tahun 1967 (yang telah diubah dengan Undang-undang No. 11 Tahun 1970) disetujui oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan Surat No. 49/V/PMA/1994 tanggal 3 November 1994, yang diubah dengan Surat No. 35/III/PMA/1995 tanggal 30 Januari 1995.

Berdasarkan akta notaris Amrul Partomuan Pohan, S.H. No. 12 tanggal 4 Desember 1998, Perusahaan mengubah namanya menjadi PT Sumi Indo Kabel Tbk. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-2138.HT.01.04.TH.99 tanggal 29 Januari 1999.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris Amrul Partomuan Pohan, S.H. No. 19 tanggal 9 Juni 2008 mengenai perubahan anggaran dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Perubahan terakhir ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-35999.AH.01.02.Th.2008 tanggal 26 Juni 2008.

Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah memproduksi konduktor, kabel listrik, kabel kontrol dan kabel telekomunikasi. Perusahaan beserta pabriknya berlokasi di Desa Pasir Jaya, Tangerang. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1981. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan di pasar lokal dan ekspor, dengan proporsi antara penjualan lokal dan ekspor Maret 2009 masing-masing sebesar 22,46% dan 77,54%.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 21 Januari 1991, Perusahaan melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 3.500.000 saham melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) (yang telah bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia). Setelah pencatatan saham sebanyak 1.500.000 dan 17.500.000 saham masing-masing pada tanggal 21 Januari 1991 dan 1 September 1992, pembagian 13.500.000 saham bonus pada tanggal 8 September 1993 dan Penawaran Umum Terbatas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I sebanyak 270.000.000 saham pada tanggal 23 April 1998, jumlah saham Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi 306.000.000 saham.

(6)

1. U M U M (lanjutan)

c. Karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi

Berdasarkan risalah rapat umum tahunan pemegang saham yang diselenggarakan pada tanggal 12 Mei 2008, yang diaktakan dengan akta notaris Amrul Partomuan Pohan, S.H. No. 13 tanggal 12 Mei 2008, susunan anggota dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2009 adalah sebagai berikut :

Komisaris Direksi

1. Uray Sjaiful Hamid - Presiden Komisaris 1. Shigefumi Ushitani - Presiden Direktur 2. Hiroyuki Takenaka - Komisaris 2. Sulim Herman Limbono - Direktur

3. Hirokazu Sugawara - Komisaris 3. Shigeru Tanaka - Direktur

4. Husin Chandra - Komisaris Independen 4. Andri Adhitya Hamid - Direktur 5. Fathurin Zen - Komisaris Independen 5. Katsushige Mizuhashi - Direktur 6. Takaaki Usui - Direktur

Berdasarkan risalah rapat umum tahunan pemegang saham yang diselenggarakan pada tanggal 5 Juni 2007, yang diaktakan dengan akta notaris Amrul Partomuan Pohan, S.H. No. 2 tanggal 5 Juni 2007, susunan anggota dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2008 adalah sebagai berikut :

Komisaris Direksi

1. Uray Sjaiful Hamid - Presiden Komisaris 1. Kojiro Ishise - Presiden Direktur 2. Hiroyuki Takenaka - Komisaris 2. Sulim Herman Limbono - Direktur

3. Hirokazu Sugawara - Komisaris 3. Shigeru Tanaka - Direktur

4. Husin Chandra - Komisaris Independen 4. Andri Adhitya Hamid - Direktur 5. Fathurin Zen - Komisaris Independen 5. Nobuyuki Ito - Direktur 6. Takaaki Usui - Direktur

Jumlah kompensasi yang diterima dewan komisaris dan direksi Perusahaan sebesar Rp 2.164.065.883 dan Rp 1.747.946.184 masing-masing pada 31 Maret 2009 dan 2008.

Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, Perusahaan memiliki masing-masing 463 dan 466 karyawan tetap (tidak diaudit).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

Laporan keuangan terlampir disusun sesuai dengan prinsip akuntansi dan praktek yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Standar Akuntansi Keuangan, peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh BAPEPAM-LK bagi perusahaan manufaktur yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat.

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. Laporan keuangan disusun atas dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas.

(7)

7 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan menggunakan metode langsung.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah mata uang Rupiah.

b. Kuasi-Reorganisasi

Dalam rangka memperbaiki struktur keuangan dan agar Perusahaan dapat melakukan pembagian dividen tanpa terbebani akumulasi defisit, pada tanggal 1 Januari 2000, Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 51, “Akuntansi Kuasi-Reorganisasi”. Kuasi reorganisasi dilakukan dengan metode reorganisasi akuntansi. Dengan metode ini, seluruh aktiva dan kewajiban dinilai kembali berdasarkan nilai wajarnya dan defisit dan selisih penilaian kembali aktiva dan kewajiban dieliminasi keakun agio saham. Dengan penerapan kuasi reorganisasi, defisit dan selisih penilaian kembali pada tanggal 1 Januari 2000 masing-masing sebesar Rp.59.535.075.643 dan Rp.64.287.612.773 dieliminasi ke akun agio saham.

Nilai wajar aktiva dan kewajiban Perusahaan dalam rangka kuasi-reorganisasi ditentukan berdasarkan nilai pasar. Bila nilai pasar tidak tersedia, estimasi nilai wajar didasarkan pada informasi terbaik yang tersedia. Estimasi nilai wajar dilakukan dengan mempertimbangkan harga aktiva sejenis dan teknik penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik aktiva dan kewajiban yang bersangkutan.

c. Setara Kas

Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.

d. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.

e. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.

Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga , diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

(8)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) f. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method).

Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan fisik persediaan pada akhir tahun.

g. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).

h. Penyertaan Saham

Penyertaan saham Perusahaan pada PT Karya Sumiden Indonesia (KSI), dengan persentase pemilikan sebesar 4,49%, disajikan sebesar biaya perolehan (cost method). Ruang lingkup kegiatan usaha KSI adalah memproduksi kawat tembaga.

i. Aset Tetap

Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali tanah tidak disusutkan). Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap“ , yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain“ dan PSAK No. 17 (1994), “Akuntansi Penyusutan“, dimana Perusahaan telah memilih model biaya. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying amount“) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Tahun

Bangunan 20

Prasarana 20

Mesin dan peralatan 15

Peralatan dan perabot kantor 5

Kendaraan 5

(9)

9 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

i. Aset Tetap (lanjutan)

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

Sesuai dengan PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah” biaya yang berhubungan dengan proses pembaruan hak hukum atas tanah, meliputi biaya legal audit, biaya notaris, pajak dan biaya lainnya, ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama periode hak atas tanah.

PSAK No. 48, “Penurunan Nilai Aktiva” mensyaratkan perusahaan melakukan penelaahan nilai aktiva yang dapat dipulihkan apabila terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tersebut mungkin tidak dapat dipulihkan kembali.

Penurunan nilai aktiva, jika ada, dibebankan pada operasi tahun berjalan.

j. Aktiva Tidak Berwujud

Sesuai dengan PSAK No. 19 (revisi 2000), “ Aktiva Tidak Berwujud“. Pembelian dan biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan piranti lunak (sistem) komputer yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun, dikapitalisasi dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus (straight line) selama masa manfaat yaitu 4 (empat) tahun.

k. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan kepada pelanggan.

Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat barang diserahkan kepada pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya.

l. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah yang terakhir yang diumumkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, kurs yang digunakan adalah sebagai berikut : 31 Maret 2009 31 Maret 2008

Dolar AS (AS$) 11.575,00 9.217,00

Yen Jepang (JPY¥) 117,94 92,27

GBP (£) 16.559,30 18.390,78

(10)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang bersangkutan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas beda temporer antara komersial dan fiskal untuk aktiva dan kewajiban pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak pada masa mendatang, seperti akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sebesar jumlah yang kemungkinan dapat direalisasi.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aktiva dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Perubahan atas kewajiban pajak diakui pada saat ketetapan pemeriksaan diterima atau, jika Perusahaan mengajukan keberatan, ketika hasil dari keberatan tersebut telah ditetapkan.

n. Penyisihan Beban Jasa Karyawan

Perusahaan mengakui penyisihan imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU No. 13“) sesuai dengan PSAK No.24 (Revisi 2004),

“Imbalan Kerja“.

Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004). biaya penyisihan imbalan kerja karyawan ditentukan menggunakan metode “projected unit credit actuarial valuation”. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian tersebut diakui dengan metode garis lurus sepanjang prakiraan rata-rata sisa umur kerja para karyawan.

Selanjutnya, biaya jasa lalu yang timbul dari penerapan program imbalan pasti atau perubahan imbalan terutang pada program imbalan pasti yang sudah ada, diharuskan untuk diamortisasi selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi hak atau vested.

o. Pelaporan Segmen

Sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2000), “Pelaporan Segmen”, segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.

p. Laba bersih Per Saham Dasar

Sesuai dengan PSAK No. 56, “Laba Per Saham”, laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan. Laba bersih pada Maret 2009 dan 2008, masing-masing adalah sebesar Rp 38.805.024.685 dan Rp 13.733.426.581. Jumlah rata-rata tertimbang saham adalah 306 juta saham untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008.

(11)

11 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

q. Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah- jumlah yang dilaporkan di dalamnya. Karena terdapat risiko ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, hasil sebenarnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin akan didasarkan atas jumlah-jumlah yang berbeda dari estimasi tersebut.

3. KAS DAN SETARA KAS

Kas dan setara kas terdiri dari :

31 Maret 2009 31 Maret 2008 Kas

Dolar AS (AS$ 3.798 pada 31 Maret 2009

dan AS$ 2.812 pada 31 Maret 2008) 43.961.850 25.918.204

Rupiah 7.029.577 5.885.479

Sub Jumlah 50.991.427 31.803.683 Bank Pihak ketiga

PT. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Rekening Dolar AS (AS$ 667.830

pada 31 Maret 2009 dan AS$ 1.387.841

pada 31 Maret 2008) 7.730.126.700 12.791.730.142

Rekening Rupiah 3.423.927.922 9.296.521.636

Rekening Yen Jepang

(JPY 437.604 pada 31 Maret 2009

dan JPY 239.832 pada 31 Maret 2008) 51.610.141 22.129.778 PT Bank Central Asia Tbk

Rekening Dolar AS (AS$ 446.461 pada 31 Maret 2009 dan AS$ 735.138

pada 31 Maret 2008) 5.167.788.622 6.775.763.075

Rekening Rupiah 1.089.119.258 1.298.694.391

The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, Jakarta Rekening Dolar AS (AS$ 542.991

pada 31 Maret 2009 dan AS$ 673.250

pada 31 Maret 2008) 6.285.125.108 6.205.341.102

Rekening Rupiah 4.315.488.232 5.660.456.818

(12)

3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Kas dan setara kas terdiri dari :

31 Maret 2009 31 Maret 2008 Bank Pihak ketiga

PT Bank Mizuho Indonesia

Rekening Dolar AS (AS$ 334.526 pada 31 Maret 2009 dan AS$ 774.041

pada 31 Maret 2008) 3.872.142.964 7.134.337.556 Rekening Rupiah 362.598.865 55.907.219 PT Bank Mandiri (Persero)Tbk

Rekening Rupiah 376.825.940 149.313.138

Sub Jumlah 32.674.753.752 49.390.194.855

Deposito berjangka-Pihak ketiga PT Bank Central Asia Tbk

Rupiah - 22.000.000.000

PT. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Dolar AS$ 18.500.000 pada 31 Maret 2009

dan AS$ 11.500.000 pada 31 Maret 2008 214.137.500.000 105.995.500.000

Sub Jumlah 214.137.500.000 127.995.500.000

Jumlah 246.863.245.179 177.417.498.538

Deposito berjangka dalam Dolar AS memperoleh bunga berkisar antara 0,15% sampai dengan 0,40%

per tahun pada 31 Maret 2009 dan 2,00% sampai dengan 3,00% per tahun pada 31 Maret 2008 dan deposito berjangka dalam Rupiah memperoleh bunga berkisar antara 5,50% sampai dengan 6,50%

per tahun pada 31 Maret 2008.

4. PIUTANG USAHA

Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008 Pihak ketiga

Toshiba Plant Systems & Services Corporation 15.102.748.401 414.668.314 Mitsubishi Heavy Industries Ltd., Jepang 14.204.162.284 27.174.789.870 Sanko Material Supply Co.,Ltd 13.299.176.465 2.248.948 PT Taiyo Sinar Raya Teknik 8.089.751.435 4.032.306.867 PT Indo Fuji Energi 7.505.917.985 - Marubeni Metals Corporation, Jepang 6.463.102.539 5.121.788.370 Jo Zelan Primanaya Joint Operation 6.301.220.063 -

(13)

13 4. PIUTANG USAHA (lanjutan)

31 Maret 2009 31 Maret 2008 Pihak ketiga

Petrofac E & C International Ltd 5.586.021.036 - PT Kinden Indonesia 5.146.715.447 190.382.900 PT Inti Karya Persada Tehnik 4.630.619.203 - PT Gunanusa Utama Fabricators 3.626.565.701 3.340.180.065 Sumisetsu Philippines 3.501.978.168 5.509.570.879 CTEP FZCO, Uni Emirat Arab 2.225.578.148 22.902.117.256 PT Krakatau Engineering Corp 1.983.174.397 - PT Sariata Mula Jaya 1.273.245.885 - PT. Mawar Mahakam 567.570.323 1.128.692.178 PT. Kuarta Putra Pratama 240.785.125 1.204.478.649 Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) - 15.621.887.750 Mitsubishi Electric Asia Pte Ltd, Singapura - 8.227.892.761 Showa Astec Co., Ltd, Jepang - 2.159.759.146 Mitsubishi Heavy Industries, Yokohama Dockyard - 1.389.001.900 Ssangyong PL-Totalindo Joint Operation - 1.043.405.274 Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp. 1 Miliar) 9.413.452.741 8.732.060.837

Sub-jumlah 109.161.785.346 108.195.231.964

Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu 965.271.364 -

Bersih 108.196.513.982 108.195.231.964

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 11)

Sumitomo Electric Industries Ltd.,

Jepang 40.579.421.441 86.720.292.061

J. Power Systems Corp.,Jepang 1.172.503.515 1.086.499.960 Hokkaido Electric Industries Ltd., Jepang 756.727.200 - Sumitomo Electric Industries Ltd.,

Filipina 137.974.000 -

Sub-jumlah 42.646.626.156 87.806.792.021

Jumlah 150.843.140.138 196.002.023.985

(14)

4. PIUTANG USAHA (lanjutan)

Ringkasan piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Pihak ketiga

Dolar AS 96.670.348.171 90.062.795.082

Rupiah 12.491.437.175 18.132.436.882

Sub-jumlah 109.161.785.346 108.195.231.964

Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu 965.271.364 -

Bersih 108.196.513.982 108.195.231.964

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Dolar AS 42.646.626.156 87.806.792.021

Jumlah 150.843.140.138 196.002.023.985

Rincian umur piutang usaha pihak ketiga dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut : 31 Maret 2009 31 Maret 2008 1 bulan atau kurang 38.845.658.302 55.965.310.455

> 1 bulan - 3 bulan 55.009.203.477 38.741.489.507

> 3 bulan - 6 bulan 4.088.314.101 6.728.980.967

> 6 bulan - 1 tahun 8.628.968.001 5.239.262.077

> 1 tahun 2.589.641.465 1.520.188.958

Jumlah 109.161.785.346 108.195.231.964

Rincian umur piutang usaha pihak yang mempunyai hubungan istimewa dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut :

31 Maret 2009 31 Maret 2008 1 bulan atau kurang 35.415.827.831 87.771.398.741

> 1 bulan - 3 bulan 7.230.798.325 35.393.280

Jumlah 42.646.626.156 87.806.792.021

Penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp. 965.271.364 dan Rp. Nihil masing-masing pada 31 Maret 2009 dan 2008.

Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen perusahaan berpendapat bahwa tidak diperlukan pembentukan penyisihan piutang ragu- ragu di Maret 2008 karena seluruh piutang tersebut dapat tertagih.

(15)

15 5. PERSEDIAAN

Persediaan terdiri dari:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Barang jadi 38.785.652.235 11.110.045.795

Barang dalam proses 30.586.866.321 63.148.235.477

Bahan baku 12.838.255.281 11.529.042.789

Suku cadang 9.093.935.953 8.199.563.522

Barang Dalam Perjalanan 17.394.960 1.349.479.792

Jumlah 91.322.104.750 95.336.367.375

Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko kerugian lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 42.000.000.000 pada tanggal 31 Maret 2009. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap risiko-risiko tersebut.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak diperlukan pembentukan penyisihan persediaan usang.

6. PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DIBAYAR DI MUKA

Rincian ketetapan pajak atas pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai (“PPN“) adalah sebagai berikut :

Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) tanggal 16 Mei 2008, Direktorat Jendral Pajak menyetujui tagihan restitusi PPN periode pajak Januari – Desember 2007 dengan jumlah sebesar Rp. 5.314.258.450. Perusahaan telah menerima tagihan restitusi PPN ini pada bulan Juli 2008.

Berdasarkan SKPLB tanggal 11 November 2008, Direktorat Jendral Pajak menyetujui tagihan restitusi PPN periode pajak Januari – Juni 2008 dengan jumlah sebesar Rp. 947.444.000. Perusahaan telah menerima tagihan restitusi PPN ini pada bulan Desember 2008.

Pada tanggal 13 April 2007, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas PPN untuk tahun pajak 2006 dari Direktorat Jendral (Dirjen) Pajak sebesar Rp. 1.978.757.176.

Perusahaan telah menerima pengembaliannya sebesar Rp. 1.946.810.704, setelah dikompensasi dengan kekurangan pembayaran pajak penghasilan badan untuk tahun pajak 2004 sebesar Rp.31.946.472. Perbedaan antara taksiran tagihan restitusi pajak yang dicatat dan jumlah yang disetujui oleh kantor pajak dibebankan pada usaha tahun 2007.

Pada tanggal 3 Februari 2003, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (STP) atas denda pajak untuk tahun 1998 dan 1999 dari Dirjen Pajak sebesar Rp. 2.040.011.970.

(16)

6. PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DIBAYAR DI MUKA (lanjutan)

Pada tanggal 2 September 2004, Kantor Pajak mengkompensasi denda pajak untuk tahun 1998 dan 1999 sebesar Rp. 2.040.011.970 dengan restitusi PPN untuk periode pajak bulan Desember 2003.

Kompensasi ini dicatat sebagai bagian dari akun “Aktiva Tidak Lancar – Lain-Lain“ pada neraca.

Pada tanggal 7 November 2005, Perusahaan menyampaikan surat keberatan kepada Kantor Pajak atas denda pajak untuk tahun pajak 1998 dan 1999 sebesar Rp. 2.040.011.970 dan meminta untuk menghapuskan denda pajak tersebut. Kantor Pajak menolak surat keberatan Perusahaan melalui suratnya tertanggal 26 Desember 2005.

Selanjutnya, pada tanggal 19 Januari 2006, Perusahaan menyampaikan surat permohonan banding kepada Pengadilan Pajak atas Surat Keputusan Kantor Pajak tanggal 26 Desember 2005 dan meminta untuk menghapuskan denda pajak untuk tahun pajak 1998 dan 1999 tersebut.

Pada tanggal 18 Juli 2006, Pengadilan Pajak menolak Surat Permohonan Banding Perusahaan.

Kemudian, pada tanggal 12 Oktober 2006, Perusahaan mengajukan “Permohonan Peninjauan Kembali“ atas keputusan Pengadilan Pajak tanggal 18 Juli 2006.

Sampai dengan tanggal 30 April 2009, tanggal penyelesaian laporan keuangan, hasil permohonan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung belum diputuskan.

7. ASET TETAP

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Biaya Perolehan Pemilikan Langsung

Hak atas tanah 16.143.300.000 - - 16.143.300.000

Bangunan 28.926.300.988 131.227.000 - 29.057.527.988

Prasarana 12.608.884.605 173.692.188 - 12.782.576.793

Mesin dan peralatan 181.109.796.177 2.000.181.762 - 183.109.977.939

Peralatan dan perabot kantor 2.860.013.240 55.707.000 - 2.915.720.240

Kendaraan 7.067.813.035 101.545.900 61.393.600 7.107.965.335

Jumlah Biaya Perolehan 248.716.108.045 2.462.353.850 61.393.600 251.117.068.295

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung

Bangunan 12.962.051.003 340.230.311 - 13.302.281.314

Prasarana 6.669.563.995 154.841.638 - 6.824.405.633

Mesin dan peralatan 99.290.850.123 3.180.014.830 - 102.470.864.953

Peralatan dan perabot kantor 2.383.737.448 67.324.359 - 2.451.061.807

Kendaraan 5.081.456.846 150.196.020 58.410.952 5.173.241.914

Jumlah Akumulasi Penyusutan 126.387.659.415 3.892.607.158 58.410.952 130.221.855.621

Nilai Buku 122.328.448.630 120.895.212.674

(17)

17 7. ASET TETAP (lanjutan)

31 Maret 2008 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Biaya Perolehan Pemilikan Langsung

Hak atas tanah 16.143.300.000 - - 16.143.300.000

Bangunan 26.061.667.083 346.604.602 - 26.408.271.685

Prasarana 12.264.973.683 124.820.816 - 12.389.794.499

Mesin dan peralatan 178.010.585.405 622.601.308 - 178.633.186.713

Peralatan dan perabot kantor 3.167.438.890 51.738.567 - 3.219.177.457

Kendaraan 6.587.915.635 14.104.500 120.662.045 6.481.358.090

Jumlah Biaya Perolehan 242.235.880.696 1.159.869.793 120.662.045 243.275.088.444

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung

Bangunan 11.681.553.521 322.830.087 - 12.004.383.608

Prasarana 6.051.226.801 153.040.512 - 6.204.267.313

Mesin dan peralatan 88.493.262.582 3.159.239.836 - 91.652.502.418

Peralatan dan perabot kantor 2.503.191.702 92.093.488 - 2.595.285.190

Kendaraan 5.193.934.089 115.770.462 120.662.045 5.189.042.506

Jumlah Akumulasi Penyusutan 113.923.168.695 3.842.974.385 120.662.045 117.645.481.035

Nilai Buku 128.312.712.001 125.629.607.409

Pengurangan aset tetap termasuk penjualan aset tetap dengan rincian sebagai berikut :

31 Maret 2009

Nilai buku Rp. 2.982.648

Harga jual 11.818.180

Laba penjualan aset tetap Rp. 8.835.532

Penyusutan yang dibebankan pada operasi sebesar Rp.3.892.607.158 Dan Rp.3.842.974.385 masing-masing pada Maret 2009 dan 2008.

Aset tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko kerugian lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.

121.000.000.000 pada tanggal 31 Maret 2009. Manajemen perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap risiko-risiko tersebut.

Perusahaan memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas tanah yang dimiliki sebagai berikut:

Nomor HGB Tanggal Berakhir HGB

HGB No. 252/Tangerang, Banten 26 Juli 2014

HGB No. 165/Tangerang, Banten 17 Agustus 2028

HGB No. 344/Tangerang, Banten 21 Nov 2036

Manajemen berkeyakinan bahwa HGB tersebut di atas dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya berakhir.

(18)

7. ASET TETAP (lanjutan)

Berdasarkan evaluasi manajemen Perusahaan, seperti yang disyaratkan dalam PSAK No. 48, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset Perusahaan.

8. HUTANG USAHA

Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Pihak ketiga

PT Riken Asahi Plastic Indonesia 4.460.945.157 4.640.302.705

PT. Walsin Lippo Industries 1.636.961.386 130.505.162

Sumitomo Corporation, Jepang 555.600.000 818.469.600

PT. Tembaga Mulia Semanan 440.981.225 65.248.618

PT Bojong Westplast 381.975.000 1.283.928.100

Roksan Ind.Co.Ltd 164.943.750 669.154.200

Lain-lain (masing-masing di bawah

Rp 300 juta) 1.576.214.289 1.646.768.340

Sub-jumlah 9.217.620.807 9.254.376.725

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 11)

PT Karya Sumiden Indonesia 26.557.662.290 124.063.211.166 Sumitomo Electric Industries Ltd.,Jepang 507.151.680 86.731.878

Sumitomo Electric International Singapore - 8.295.300

Sub-jumlah 27.064.813.970 124.158.238.344

Jumlah 36.282.434.777 133.412.615.069

Rincian umur hutang usaha pihak ketiga dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

1 bulan atau kurang 8.054.257.954 7.172.835.515

> 1 bulan - 3 bulan 1.163.362.853 2.081.541.210

Jumlah 9.217.620.807 9.254.376.725

(19)

19 8. HUTANG USAHA (lanjutan)

Rincian umur hutang usaha pihak yang mempunyai hubungan istimewa dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Kurang dari 1 bulan 26.949.360.290 119.509.659.326

> 1 bulan - 3 bulan 115.453.680 4.648.579.018

Jumlah 27.064.813.970 124.158.238.344

Ringkasan hutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Pihak ketiga

Dolar AS 8.499.926.236 8.527.673.935

Rupiah 717.694.571 726.702.790

Sub-jumlah 9.217.620.807 9.254.376.725

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Dolar AS 27.064.813.970 124.158.238.344

Jumlah 36.282.434.777 133.412.615.069

9. HUTANG PAJAK Hutang pajak terdiri dari:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Pajak penghasilan

Pasal 21 136.640.221 156.806.671

Pasal 23 19.812.378 20.835.132

Pasal 25 - 2.228.349.490

Pasal 26 - 22.682.019

Pasal 29 9.249.824.134 -

Pasal 4 (2) - final - 30.524.998

Jumlah 9.406.276.733 2.459.198.310

Rekonsiliasi antara laba sebelum beban (manfaat) pajak, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi, dan taksiran penghasilan kena pajak untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

(20)

9. HUTANG PAJAK (lanjutan)

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Laba sebelum beban (manfaat) pajak

sesuai dengan laporan laba rugi 54.056.608.290 19.610.170.789 Penghasilan bunga yang dikenakan pajak

Final (152.183.079) (503.556.240)

53.904.425.211 19.106.614.549 Beda temporer

Penyusutan aset tetap 74.872.619 155.365.305

Beda tetap

Sumbangan 6.057.000 14.923.226

Jamuan dan representasi 73.123.813 60.401.195

Gaji dan kesejahteraan karyawan 144.654.466 144.167.780

Lain-lain 333.658.997 321.373.977

Taksiran penghasilan kena pajak 54.536.792.106 19.802.846.032

Perhitungan beban pajak kini dan taksiran hutang pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Taksiran penghasilan kena pajak (dibulatkan) 54.536.792.000 19.802.846.000

Beban pajak kini 15.270.301.760 5.923.353.800

Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka:

Pasal 22 321.973.784 98.327.188

Pasal 23 103.471.718 2.430.000

Pasal 25 5.595.032.124 6.685.048.470

Fiskal luar negeri - 16.000.000

Jumlah 6.020.477.626 6.801.805.658

Taksiran hutang pajak penghasilan 9.249.824.134 (878.451.858)

Manfaat (beban) pajak tangguhan atas beda temporer untuk periode yang berakhir pada tanggal- tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Aset tetap (18.718.155) (46.609.592)

Manfaat pajak tangguhan (18.718.155) (46.609.592)

(21)

21 9. HUTANG PAJAK (lanjutan)

Rincian aktiva pajak tangguhan adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Aset tetap 3.416.018.819 5.324.984.994

Gaji dan kesejahteraan karyawan 2.322.329.000 2.376.236.400

Penyisihan (penghapusan) piutang ragu-ragu 102.446.421 -

Jumlah 5.840.794.240 7.701.221.394

Rekonsiliasi antara beban pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku dengan laba sebelum beban (manfaat) pajak dan beban pajak sesuai laporan laba rugi untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

31 Maret 2009 31 Maret 2008

Laba sebelum beban (manfaat) pajak 54.056.608.290 19.610.170.789 Dikurangi: penghasilan bunga yang dikenakan

Pajak final (152.183.079) (503.556.240)

53.904.425.211

19.106.614.549

Beban pajak berdasarkan tarif pajak

yang berlaku 15.093.239.059 5.714.484.354

Pengaruh pajak atas beda tetap

Sumbangan 1.695.960 4.476.968

Jamuan dan representasi 20.474.668 18.120.359

Gaji dan kesejahteraan karyawan 40.503.250 43.250.334

Pengaruh perubahan tarif pajak 2.246.149 -

Lain-lain 93.424.519 96.412.193

Beban Pajak 15.251.583.605 5.876.744.208

Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai “Pajak Penghasilan”

diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya.

10. UANG MUKA PELANGGAN

Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, akun ini merupakan uang muka atas pemesanan penjualan yang diterima dari pelanggan.

(22)

11. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang terdiri dari penjualan produk, pembelian bahan baku, uang muka, komisi, penyediaan jasa manajemen dan jasa teknis.

Rincian transaksi signifikan dan saldo akun dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (afiliasi) adalah sebagai berikut:

Persentase dari Jumlah Aktiva/

Kewajiban/Pendapatan atau

Jumlah Beban yang bersangkutan (%)

31 Maret 2009 31 Maret 2008 31 Maret 2009 31 Maret 2008

Piutang usaha Sumitomo Electric

Industries Ltd., Jepang 40.579.421.441 86.720.292.061 6,37 13,84 J.Power System Corp.,

Jepang 1.172.503.515 1.086.499.960 0,18 0,17 Hokkaido Electric Industries Ltd.

Jepang 756.727.200 - 0,12 - Sumitomo Electric Industries Ltd.,

Filipina 137.974.000 - 0,02 -

Jumlah 42.646.626.156 87.806.792.021 6,69 14,01

Piutang lain-lain

PT Karya Sumiden Indonesia 19.440.000 18.990.000 0,00 0.00

Hutang usaha

PT Karya Sumiden Indonesia 26.557.662.290 124.063.211.166 28,99 71,74 Sumitomo Electric

Industries Ltd., Jepang 507.151.680 86.731.878 0,55 0,05 Sumitomo Electric

International Singapore - 8.295.300 - 0.00 Jumlah 27.064.813.970 124.158.238.344 29,54 71,79

Biaya masih harus dibayar : Komisi

Sumitomo Electric

Industries Ltd., Jepang 520.875.000 414.765.000 0,57 0,24 Sumitomo Electric Industries

(Philippines) Inc., Filipina 52.087.500 27.651.000 0,06 0,02 Jumlah 572.962.500 442.416.000 0,63 0,26

(23)

23 11. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

(lanjutan)

Persentase dari Jumlah Aktiva/

Kewajiban/Pendapatan atau

Jumlah Beban yang bersangkutan (%)

31 Maret 2009 31 Maret 2008 31 Maret 2009 31 Maret 2008

Penjualan Sumitomo Electric

Industries Ltd., Jepang 109.554.103.592 273.941.926.044 44,28 64,26 PT Karya Sumiden Indonesia 6.368.117.861 9.289.514.540 2,57 2,18 J.Power System Corp.,

Jepang 2.367.957.915 4.301.855.906 0,96 1,01 Sumitomo Electric (Thailand)

Ltd., Thailand 1.465.303.151 - 0,59 - Hokkaido Electric Industries

Ltd., Jepang 756.727.200 151.914.168 0,31 0,04 Sumitomo Electric Wire &

Cable Inc., Jepang 342.058.020 - 0,14 - Sumitomo Electric

Industries Ltd., Filipina 142.801.600 - 0,06 - Toyokuni Electric Cables Co.,

Ltd., Jepang - 381.140.977 - 0,09 Jumlah 120.997.069.339 288.066.351.635 48,91 67,58

Pembelian

PT Karya Sumiden Indonesia 118.399.383.049 342.995.942.091 78,31 91,84 Sumitomo Electric International

(Singapore) Pte Ltd, Singapura 7.579.836.581 - 5,01 - Sumitomo Electric

Industries Ltd., Jepang 497.512.512 - 0,33 - Jumlah 126.476.732.142 342.995.942.091 83,65 91,84

Beban komisi penjualan Sumitomo Electric

Industries Ltd., Jepang 699.103.085 413.385.000 39,41 59,88

Sumitomo Electric Industries

(Philippines) Inc., Filipina 52.365.000 27.559.000 2,95 3,99 Jumlah 751.468.085 440.944.000 42,36 63,87

Jasa manajemen

PT Karya Sumiden Indonesia 54.000.000 54.000.000 100,00 100,00

Penerimaan dividen kas

PT Karya Sumiden Indonesia 602.105.456 - 100,00 -

(24)

11. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

Pada tanggal 13 Maret 1998, Perusahaan mengadakan Perjanjian Jasa Manajemen dengan PT Karya Sumiden Indonesia (KSI) dimana Perusahaan memberikan jasa manajemen kepada KSI, antara lain dalam bidang keuangan dan akuntansi, personalia dan administrasi. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal 1 Maret 1998 dan dapat dihentikan oleh kedua belah pihak dengan persetujuan tertulis.

Pada tanggal 31 Maret 2009, perjanjian ini belum dihentikan. Penghasilan sehubungan dengan perjanjian ini sebesar Rp 54.000.000 masing-masing pada Maret 2009 dan 2008 dan disajikan sebagai bagian “Penghasilan (Beban) lain-lain – Lain-lain-bersih” pada laporan laba rugi. Saldo piutang yang timbul dari transaksi ini sebesar Rp. 19.440.000 dan Rp18.990.000 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 disajikan sebagai “Piutang Lain-lain” pada neraca.

Mulai tahun 1996, Perusahaan mengadakan perjanjian lisensi dengan Sumitomo Electric Industries, Ltd., Jepang (SEI) meliputi kabel telepon dan kabel serat optik. Berdasarkan perjanjian lisensi tersebut, SEI menyediakan jasa “know-how” antara lain manufaktur, informasi teknik, tenaga ahli, teknik-teknik dan informasi lainnya sehubungan dengan produksi dan penjualan kabel telepon dan kabel serat optik. Sebagai imbalannya, Perusahaan harus membayar royalti kepada SEI sebesar 1,0%

dan 1,5% masing-masing dari nilai penjualan bersih kabel telepon dan kabel serat optik. Perjanjian lisensi tersebut secara otomatis diperpanjang setiap tahun kecuali apabila salah satu pihak mengakhiri perjanjian tersebut. Pada tanggal 31 Maret 2009, perjanjian ini belum dihentikan. Beban sehubungan dengan perjanjian ini sebesar Rp. Nihil masing masing pada Maret 2009 dan 2008.

Perusahaan mempunyai perjanjian bantuan teknis dengan SEI dimana Perusahaan setuju untuk menggunakan bantuan teknis dari SEI, setiap saat diperlukan, untuk kegiatan operasi Perusahaan.

Perjanjian ini berlaku selama lima (5) tahun yang berakhir pada tahun 1999 dan secara otomatis diperpanjang setiap tahun, kecuali apabila salah satu pihak mengakhiri perjanjian tersebut. Pada tanggal 31 Maret 2009, perjanjian ini belum dihentikan. Perusahaan setuju untuk membayar imbalan seperti yang ditentukan dalam perjanjian. Pada 31 Maret 2009, Perusahaan tidak menggunakan jasa bantuan teknis tersebut, sehingga tidak ada jasa bantuan teknis yang dibebankan pada operasi di periode tersebut.

Pada tanggal 1 September 2003, Perusahaan mengadakan Perjanjian Jasa dengan Sumitomo Electric Industries Ltd., Jepang (SEI), dimana SEI akan memberikan jasa sehingga produk Perusahaan dapat dengan sukses diterima dan dibeli oleh pelanggan dinegara lain selain Jepang. Berdasarkan perjanjian pemberian jasa tersebut, SEI menyediakan jasa antara lain mencari pesanan penjualan, melakukan komunikasi dengan pelanggan mengenai masalah teknis atau bisnis yang berkaitan dengan produk-produk Perusahaan dan memberikan laporan ke Perusahaan mengenai situasi terakhir pasar dan promosi penjualan. Komisi yang dibayarkan AS$15.000 per bulan masing-masing pada Maret 2009 dan 2008. Beban sehubungan dengan perjanjian ini sebesar Rp.633.362.765 dan Rp.413.385.000 masing-masing pada Maret 2009 dan 2008 dan disajikan sebagai bagian “Beban Penjualan” pada laporan laba rugi. Hutang sehubungan dengan perjanjian ini sebesar Rp.

520.875.000 dan Rp. 414.765.000 masing-masing pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 dan disajikan sebagai bagian “Biaya Yang Masih Harus Dibayar “ pada neraca. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu (1) satu tahun dan secara otomatis diperpanjang setiap tahun.

Pada tanggal 1 Januari 2006, Perusahaan mengadakan Perjanjian Jasa dengan Sumitomo Electric Industries (Philippines) Incorporated (SEPI), dimana Perusahaan menginginkan SEPI menyediakan jasa-jasa tertentu sehubungan dengan produk Perusahaan, antara lain melakukan aktivitas pemasaran di Philipina, mendukung personel yang ditunjuk oleh Perusahaan atas kunjungan mereka kekonsumen tertentu, dan memproses tuntutan dari konsumen tertentu tersebut. Sebagai imbalannya,

Referensi

Dokumen terkait

Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan

Beliau menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan sejak 30 Juni 2014 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, yang ditetapkan dalam Akta Pernyataan Keputusan

Investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan untuk dimiliki untuk periode tertentu dimana akan dijual dalam rangka

Agenda Pertama dan Kedua Sesuai Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bakrieland Development Tbk Nomor : 5 tanggal 28 Juni 2013 dari Kantor Notaris Liestiani Wang,

Akun-akun aset dan kewajiban Anak Perusahaan (Visko) yang laporan keuangannya menggunakan mata uang fungsional dan mata uang pelaporan dalam Ringgit Malaysia dikonversikan ke

Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan dalam estimasi cadangan kerugian penurunan nilai persediaan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah

28, tanggal 11 Juli 2003, yang telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir dengan Akta Addendum perjanjian kredit No.13 tanggal 6 Juni 2007 dari Notaris Poerbaningsih

Piutang pelanggan dan piutang lain-lain adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif