• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Analisis Situasi

Desa Kaliakah terletak di wilayah Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Desa Kaliakah adalah salah satu desa dari sembilan desa yang berada di wilayah Kecamatan Negara yang memiliki populasi penduduk sekitar 7.864 (jiwa), dengan jumlah KK sekitar 2133 KK. Secara topografi, Desa Kaliakah terletak didataran rendah dengan luas wilayah 1.624,80 Ha dan berlokasi 13 km dari ibukota Kabupaten Negara. Desa Kaliakah terdiri dari enam banjar, yaitu Br. Kaliakah, Br. Munduk, Br.

Pangkung Buluh, Br. Pangkung Liplip, Br. Banyubiru, dan Br. Peh. Adapun batas wilayah Desa Kaliakah ini yaitu:

Batas Desa/Kelurahan Kecamatan

Utara Desa Brambang Negara

Selatan Desa Baluk Negara

Timur Kelurahan B.B Agung Negara

Barat Desa Tukadaya Negara

Desa Kaliakah merupakan daerah yang subur dan memiliki potensi yang baik dalam

segi pertanian dan perkebunan. Hal ini dapat diamati dari luasnya hamparan sawah yang

mengelilingi Desa Kaliakah, sehingga berdampak pada mata pencaharian utama dan

terbesar penduduk Desa Kaliakah yaitu sebagai petani (695 orang) dan peternak. Sebagian

warga di Desa Kaliakah memiliki ternak Sapi yang bisa dimanfaatkan sebagai penambah

(2)

masyarakat Desa Kaliakah hanya mampu memproduksi hasil alam dari pertanian dan perkebunan tanpa dapat mengolah hasil tersebut lebih jauh lagi, sehingga tingkat kesejahteraan warga Desa Kaliakah hanya mencapai taraf mencukupi saja. Selain itu pada saat datangnya musim penen raya petani desa kaliakah sulit untuk memasakan hasil panennya terutama padi dikarenaka Koperasi Unit Desa (KUD) tidak bisa menampung hasil panen padi yang terlalu melimpah dan terjadinya alih fungsi lahan di Banjar Kaliakah.

Apabila dilihat dari segi kesehatan masyarakat, beberapa tahun terakhir ini di desa Kaliakah, banyak penduduk yang terinfeksi rabies dan DBD khususnya di Banjar Kalikah dimana hal ini semakin di perparah dengan adanya pencemaran lingkungan yang terjadi akibat pengelolaan limbah ternak yang tidak baik, sehingga lingkungan menjadi kotor dan banyaknya air tergenang. Selain itu penerapan hidup bersih dan sehat di usia dini melalui aksi sederhana seperti cuci tangan masih sangat diperlukan terutama untuk peternak dan anak-anak sejak usia dini.

Apabila dilihat dari segi kesejahteraan penduduk, Desa Kaliakah yang memiliki total jumlah penduduk 7.864 jiwa penduduk, dimana terdapat sekitar 184 KK Miskin yang tercatat dalam Buku Merah Desa Kaliakah membuktikan bahwa tingkat kesejahteraan warga Desa Kaliakah masih dibawah standar rata- rata. Sehingga masih membutuhkan pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian dan peternakan yang merupakan mata pencaharian utama penduduk Desa Kaliakah.

Maka dari itu mahasiswa KKN Periode XIII tahun 2016 Universitas Udayana kelompok yang mendapat di Desa Kaliakah membuat beberapa program dengan tema utama

“Pengembangan Sarana dan Prasarana Serta Pembinaan Sumber Daya Masyarakat Demi

Meningkatkan Kesejahteraan dalam Berbagai Bidang Kehidupan di Desa Kaliakah ”.

(3)

B. Identifikasi Permasalahan

Berdasarkan analisis situasi di atas, terdapat beberapa masalah yang teridentifikasi, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini, sebagai berikut:

No Permasalahan Alasan 1. Tidak adanya tempat

sampah disekitar desa.

Berdasarkan analisis KUWAT (Kesempatam, Uang, Waktu, Alat dan Tenaga) memungkinkan untuk dijadikan program pokok KKN PPM UNUD Tahun 2016, dimana pembuatan bak sampah merupakan penyelesaian masalah yang baik untuk masyarakat dan dapat menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan nyaman. Akibat tidak adanya tempat pembuangan sampah terutama di Banjar Kaliakah mengakibatkan masyarakat sekitar membuang sampah di sungai, sehingga saat hujan air sungai meluap dan tercemar.

Hal ini juga merupakan cikal bakal terjangkitnya wabah DBD (Demam Berdarah Dengue) pada masyarakat di Desa Kaliakah khususnya di Banjar Kaliakah.

2. Kurangnya pengetahuan petani terhadap pentinya manfaat dan fungsi LUEP (Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan) dalam pembelian padi saat panen raya tiba.

Pada saat panen raya tiba kebanyakan petani masih tergantung menjual padi ke penebas/tengkulak dari pada ke LUEP (Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan) yang pastinya memberikan keuntungan membeli padi dengan harga HPP (Harga Pokok Pemerintah) karena petani tidak mau terlalu rumit untuk memanen padi.

3. Kesadaran siswa-siswi Sekolah Dasar (SD)

Pancasila merupakan dasar Negara Republik Indonesia,

dimana dalam kehidupan sehari-hari harus berpedoman

(4)

4 Kesadaran siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) yang kurang tentang manfaat pentingnya menabung, dan perilaku hidup yang baik.

Kebiasaan menabung dan tetap selalu menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Hal ini akan sangat berguna bagi mental anak guna menjalankan kehidupannya di masa depan.

Selain itu sikap perilku yang baik juga penting untuk ditanamkan sebagai pembentuk karakter anak yang berbudi luhur.

5 Adanya penyakit rabies. Berdasarkan informasi dari perangkat desa, beberapa tahun terakhir beberapa warga di desa kaliakah terserang penyakit rabies. Hal ini mendorong mahasiswa untuk melakukan upaya peningkatan pengetahuan guna untuk mencegah dan menanggulangi penyakit rabies.

6. Kurangnya kesadaran siswa-siswi dewasa ini terhadap kebersihan diri sendiri dan correctual posture.

Dewasa ini kesadaran siswa-siswi masih sangat kurang terhadap kebersihan diri. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya jumlah siswa-siswi yang sering terkena diare.

Selain itu untuk memperbaiki kebiasaan siswa siswi yang masih produktif yang buruk, penyuluhan posisi ergonomis menjadi pilihan yang sangat tepat untuk memberi wawasan pada siswa-siswi pentingnya menjaga postur tubuh yang baik melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

7. Banyaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Kaliakah

Akhir-akhir ini mencuat banyak kasus DBD di semua banjar

Desa Kaliakah. Hal ini dsebabkan oleh banyak faktor, antara

lain tidak adanya tempat sampah hingga warga membuang

sampah ke sungai, hingga kurangnya kesadaran warga untuk

melakukan 3M untuk pencegahan DBD. Hal ini mendorong

mahasiswa untuk melakukan upaya guna untuk mencegah

dan menanggulangi penyakit DBD.

(5)

C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan

Tujuan dari kegiatan KKN-PPM di Desa Kaliakah ini adalah untuk pemberdayaan pelayanan masyarakat demi peningkatkan kesejahteraan dalam berbagai bidang kehidupan.

Untuk mencapai tujuan tersebut dapat dijabarkan dalam bentuk tujuan spesifik sebagai berikut:

1. Mahasiswa peserta KKN dapat memahami penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat di dalam lingkungan masyarakat Desa Kaliakah.

2. Mahasiswa peserta program KKN dapat menerapkan bidang ilmu teoritis ke dalam penerapan praktis di masyarakat.

3. Meningkatkan aspek pelayanan masyarakat dalam berbagai bidang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

4. Membantu mewujudkan penataan lingkungan yang bersih, nyaman dan indah guna menjaga kelestarian lingkungan di Desa Kaliakah.

5. Meningkatkan pengetahuan kepada petani mengenai manfaat dan tujuan LUEP (Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan).

6. Memberi informasi kesehatan untuk masyarakat untuk mencegah masyarakat terserang penyakit rabies.

7. Menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan mental anti korupsi pada generasi penerus sehingga dapat menjadi generasi penerus yang berkarakter dan jujur dalam bersikap.

8. Menanamkan arti penting menabung pada usia dini sehingga dapat membentuk sikap disiplin dan mandiri pada anak serta perilaku hidup yang baik.

9. Meningkatkan kesadaran siswa-siswi terhadap pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta pentingnya menjaga postur tubuh yang baik.

10. Meningkatkan pengetahuan siswa-siswi dan warga tentang penyakit DBD, pencegahan

(6)

Adapun manfaat dari pelaksanaan program KKN-PPM di Desa Kaliakah, dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Kesadaran masyarakan akan pentingnya kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas sampah.

2. Meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat khususnya petani yang telah menjual langsung padi atau gabah ke anggota perpadi yang mendapatkan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

3. Menciptakan generasi penerus bangsa khususnya di Desa Kaliakah menjadi generasi yang berkarakter Pancasila dan dapat menjadi generasi penerus dengan mental jujur.

4. Menciptakan generasi penerus yang disiplin dan mandiri melalui pendidikan menabung usia dini serta meningkatkan wawasan siswa sekolah dasar mengenai perilaku hidup yang baik sehari-hari.

5. Meningkatkan wawasan siswa sekolah dasar terhadap terhadap bahaya penyakit rabies serta cara pencegahan dan penanganannya.

6. Meningkatnya wawasan siswa sekolah dasar di Desa Kaliakah pada bidang PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).

Meningkatkan wawasan masyarakat terutama warga Desa Kaliakah tentang cara pencegahan dan

penanggulangan masalah DBD.

Referensi

Dokumen terkait

SMA N 1 Seyegan merupakan lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas yang beralamat di Desa Margoagung, Seyegan, Sleman. Lokasi SMA N 1 Seyegan sangat strategis

- Variabel dengan capaian yang tinggi, yaitu kualitas kesehatan yang tercermin dari angka harapan hidup penduduk Kabupaten Temanggung yang sangat tinggi, mencapai

Identifikasi permasalahan bidang kesehatan masyarakat yakni Kurangnya pengetahuan anak-anak mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu pengetahuan

Hal tersebut dapat dilihat dengan terprogramnya seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan di kelas dengan perangkat pembelajaran yaitu Silabus dan

Praktik mengajar terbimbing adalah praktik mengajar dimana mahasiswa praktikan mendapat arahan dalam pembuatan perangkat pembelajaran, persiapan mengajar, evaluasi

Ditinjau dari kualitas produk yang dihasilkan, warga belajar PKBM Agung Lestari di PKBM Agung Lestari Desa Kali Agung Kecamatan Sentolo telah dalam memproduksi mebel

Ditinjau dari kualitas produk yang dihasilkan, pengkrajin mebel kayu di di Desa Pathuk, Kecamatan Pathuk telah dalam memproduksi mebel kayu dan teknik finishing melamine

Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa pada tahap persiapan (pembekalan) sudah cukup memberikan bekal bagi praktikan untuk terjun ke lapangan karena sudah relevan