• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

Jawa Barat biasa juga disebut Tanah Sunda, terbentang dari Selat Sunda di barat sampai ke perbatasan Jawa Tengah di bagian timur. Provinsi ini juga menyimpan berbagai potensi menyangkut sumber daya air, pemanfaatan lahan, hutan, pesisir dan laut, serta sumber daya perekonomian masyarakatnya. Wilayah Jawa Barat adalah lokasi yang tepat untuk melakukan beragam jenis wisata, baik itu wisata alam, belanja dan rekreasi, kuliner, ataupun budaya. Maka dari itu Jawa Barat adalah salah satu destinasi pariwisata potensial bagi para wisatawan. Jawa Barat menjadi provinsi destinasi wisata tidak lepas dari peran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar) dalam mempromosikan potensi wisata yang ada di Jawa Barat.

Disparbud Jabar berada dibawah naungan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam menjalankan tugasnya, Disparbud melakukan kegiatan pemasaran dengan membuat kegiatan hiburan, menjalin hubungan baik dengan media, memasarkan Jabar melalui media cetak dan elektronik serta melalui media baru internet. Kegiatan pemasaran Disparbud Jabar dilakukan oleh praktisi pemasaran dan pratisi public relations.

Hal ini menempatkan public relations sebagai sebuah fungsi manajemen yang mempunyai tugas untuk menjaga alur internal dan eksternal perusahaan agar tercapainya sebuah komunikasi terpadu. Public relations banyak dipraktikkan di berbagai organisasi dalam rangka menunjang manajemen untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Hal tersebut membuat fungsi-fungsi public relations terbagi didalam praktiknya kedalam publik internal dan publik eksternal. Hubungan internal adalah hubungan publik yang terlibat atau berkaitan dengan pekerjaan internal dalam organisasi, seperti karyawan, keluarga karyawan, dan relawan internal. Sedangkan hubungan dengan publik eksternal adalah hubungan yang terjadi diluar organisasi seperti, lingkungan sekitar, aktivitas lingkungan investor, konsumen, dan sebagainya.

(2)

2 Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi public relations akan menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa tahapan manajemen public relations (planning, organizing,

communicating, controlling, evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan

manajerial untuk keperluan pembahasan manajemen public relations. Manajemen digunakan untuk membuat segala hal terencana dengan baik. Manajemen diaplikasikan pada hampir semua bidang tak terkecuali pada public relations.

Manajemen public relations dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengkomunikasian, pengawasan dan evaluasi) dalam kegiatan-kegiatan public relations yang dilakukan oleh Disparbud Jabar. Bentuk kegiatan komunikasi bisa berupa kegiatan kecil sampai pada kegiatan yang sangat komplek. Manajemen public relations bisa mencakup manajemen terhadap seluruh kegiatan public relations yang dilakukan oleh Disparbud Jabar dan manajemen terhadap kegiatan-kegiatan public relations yang lebih spesifik atau yang berupa satuan-satuan kegiatan public relations.

Keberadaan public relations dalam suatu organisasi terutama difungsikan untuk menunjang fungsi-fungsi manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Adanya berbagai kemajuan telah mengakibatkan terjadinya pembaruan dalam masyarakat. Cara hidup masyarakat yang semakin modern dan semakin terspesialisasi dalam bidang-bidang tertentu, semakin mempengaruhi fungsi tersebut. Kondisi di atas jelas memerlukan keahlian khusus dibidang public relations. Praktisi public relations dituntut kemampuannya untuk mengkoordinasikan atau mengelola pemanfaatan sumber daya organisasi untuk penyelenggaraan komunikasi 2 arah antara organisasi dan publiknya. Maka dari itu, public relations Disparbud Jabar memanfaatkan media baru internet khususnya media sosial twitter untuk mempermudah memberikan informasi kepada publik.

Seiring dengan perkembangan komunikasi dan juga teknologi, public relations juga mengalami perkembangan didalamnya. Munculnya media baru mempengaruhi

(3)

3 cakupan didalam public relations. Internet merupakan revolusi komunikasi yang sangat luas dan mendalam . Dunia digital telah mengubah komunikasi di dalam organisasi dan di antara organisasi dengan berbagai publik yang berbeda-beda.

Dilansir harianti.com, APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) mengeluarkan grafik proyeksi pengguna internet Indonesia dari tahun 1998-2015. Dalam grafik ini Indonesia mengalami peningkatan yang drastis dalam 3 tahun terakhir. Pada tahun 2015, penduduk Indonesia yang menggunakan internet hamper mencapai 140 juta atau 50 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Hal ini menandakan sudah semakin banyak orang yang sadar terhadap perkembangan teknologi khususnya internet. Perkembangan internet yang sangat pesat ini sangat memudahkan manusia di kehidupan sehari-hari. Saat ini internet dapat melakukan banyak hal mulai dari sekedar mencari berita, melakukan transaksi jual beli hingga berkomunikasi melalui media baru seperti twitter.

Gambar 1.1

Grafik Proyeksi Pengguna Internet Indonesia

Sumber: APJII, 2016

Media baru yang popular di internet antara lain adalah facebook, twitter, blog, website, dan berbagai macam media microblogging lain. Diantara media baru yang ada,

(4)

4 twitter menjadi media populer yang potensial bagi para praktisi public relations karena mudah digunakan, memerlukan sedikit waktu, dan dapat dengan cepat meningkatkan penjualan dan wawasan konsumen. Twitter juga dapat digunakan untuk mengumumkan kegiatan, mempromosikan posting blog/website atau memberitahukan pembaca berita penting melalui link.

Gambar 1.2

Statistik Negara Penghasil posting twitter (Tweet)

Sumber : aworldoftweets.com

Twitter menjadi media yang efektif karena Indonesia merupakan negara penghasil

posting twitter (tweet) terbanyak ke-3 dengan 10,32 persen dari seluruh dunia

(5)

5 Gambar 1.3

Perwakilan Disparbud Jabar Memperoleh Penghargaan

Sumber : disparbud.jabarprov.go.id

Pada tahun 2014, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mendapatkan apresiasi sebagai website dinas pariwisata terbaik 2014 oleh Serikat Perusahaan Pers. Prestasi yang sangat baik ini tidak diikuti dengan pengelolaan yang baik pula pada media sosial twitter. Alasan peneliti memilih Disparbud Jabar sebagai Subjek penelitian adalah strategi public relations yang menjadikan media baru khusunya twitter sebagai alat promosi pariwisata Jawa Barat kurang maksimal. Jika melihat dari profil

(6)

6 twitter, Disparbud hanya melakukan share dari website tanpa adanya komunikasi dua arah dengan para pengikut atau followers.

Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui lebih dalam bagaimana manajemen yang diusung oleh public relations Disparbud Jabar khususnya pada pengelolaan media sosial twitter. Berdasarkan uraian diatas, menarik perhatian peneliti untuk meneliti dan mengkaji lebih dalam kedalam penulisan skripsi dengan mengambil judul : MANAJEMEN PUBLIC

RELATIONS DALAM MENGELOLA MEDIA SOSIAL TWITTER (Studi Deskriptif

Pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Periode Januari 2016). 1.2.Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang akan menjadi rumusan masalah untuk diteliti lebih lanjut “Bagaimana manajemen public relations Disparbud Jabar dapat mengelola media sosial twitter?”. Adapun permasalahan yang ingin di angkat oleh peneliti adalah:

1. Bagaimana perencanaan (planning) manajemen public relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter? 2. Bagaimana pengorganisasian (organizing) manajemen public relations Dinas

Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter?

3. Bagaimana pengkomunikasian (communicating) manajemen public relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter?

4. Bagaimana pengawasan (controlling) manajemen public relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter?

5. Bagaimana penilaian (evaluating) manajemen public relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter?

(7)

7 1.3.Tujuan Penelitian

Pada penelitian ini penulis memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai, diantaranya:

1. Untuk mengetahui perencanaan (planning) manajemen public relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter.

2. Untuk mengetahui pengorganisasian (organizing) manajemen public relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter.

3. Untuk mengetahui pengkomunikasian (communicating) manajemen public

relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola

media sosial twitter.

4. Untuk mengetahui pengawasan (controlling) manajemen public relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter.

5. Untuk mengetahui penilaian (evaluating) manajemen public relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mengelola media sosial twitter.

1.4.Manfaat penelitian 1.4.1 Aspek Teoritis

1. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi sumber referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai manajemen public relations dalam pengelolaan media sosial khususnya twitter.

2. Dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Ilmu Komunikasi, serta dapat menjadi bahan acuan bagi teman-teman peneliti di bidang Ilmu Komunikasi, mengenai perkembangan Ilmu Komunikasi khususnya public

(8)

8 3. Penelitian ini juga dapat menjadi bahan studi banding bagi peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian yang sama dimasa yang akan datang.

1.4.2 Aspek Praktis

1. Membantu Dinas Priwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat khususnya PR dalam menyempurnakan proses kerja kehumasan dalam segala program dan kegiatan humas khususnya dalam pengelolaan media baru twitter.

2. Menjadi sebuah sarana bagi peneliti untuk menerapkan teori-teori yang telah dipelajari sebelumnya selama kegiatan belajar-mengajar di kampus Universitas Telkom. 1.5 Tahapan Penelitian Tabel 1.1 Waktu Penelitian Kegiatan Bulan Des 2015 Jan 2015 Feb 2015 Mar 2015 Apr 2016 Mei 2016 Jun 2016 Rancangan awal penelitian Pengurusan ijin penelitian Penjajakan lapangan dan penyempurnaan rancangan penelitian bersambung

(9)

9 sambungan Pemilihan interaksi dan informan Penyiapan peranti pembantu untuk kegiatan lapangan Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Penyusunan Laporan

Sumber: Olahan Peneliti, 2016

1. Tahapan pra-lapangan

Kegiatan pra-lapangan berupa Rancangan awal penelitian, Pengurusan ijin penelitian, Penjajakan lapangan dan penyempurnaan rancangan penelitian, Pemilihan interaksi dan informan, dan Penyiapan peranti pembantu untuk kegiatan lapangan akan dilakukan pada bulan Desember 2015

2. Tahap Kegiatan Lapangan

Kegiatan lapangan berupa observasi, wawancara dan pengumpulan dokumentasi akan dimulai pada bulan Mei 2016.

3. Tahap Pasca-lapangan

Tahap pasca-lapangan berupa penyusunan laporan akan dimulai pada bulan Mei 2016.

(10)

10 1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

1.6.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di lokasi sebagai berikut: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Jl. RE Martadinata No. 209, Bandung, Jawa Barat 1.6.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan selama enam bulan sejak Desember 2015 hingga bulan Juni 2016.

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan pengaruh agenda setting dari televisi dengan koran pada studi ini konsisten dengan data lain yang berkaitan dengan kekuatan hubungan bermacam media

Isu mengenai anak berkebutuhan khusus dan anak jalanan menjadi sebuah topik yang menarik untuk diangkat dalam sebuah news features.. Bentuk news features dipilih karena

Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol biji delim merah (Punica granatum L) 40% terhadap waktu penyembuhan luka tikus (Rattus novergicus) strain

Dari hasil perhitungan back testing pada tabel tersebut tampak bahwa nilai LR lebih kecil dari critical value sehingga dapat disimpulkan bahwa model perhitungan OpVaR

Dari area bisnis yang ada, ditemukan beberapa hal menyangkut permasalahan yang ada, yaitu: (1) Pihak manajemen dalam melakukan perencanaan penjualan dan produksi memperoleh data dari

Hasil uji reliabilitas instrumen variabel motivasi belajar (Y) akan diukur tingkat reliabilitasnya berdasarkan interpretasi reliabilitas yang telah ditentukan pada

tidak dapat mengukur non-perform dari suatu kredit padahal terdapat variabel total loans dalam perhitungan efisiensi; investor di Indonesia masih berorientasi short term

Penelitian dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mengikuti desain penelitian Kemmis dan Mc. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi