• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN

Pada bab 1 ini akan dibahas definisi kode, khususnya kode linier atas pencacah bobot Hammingnya

invarian dan strukturnya.

2.1. Teori Koding

Teori koding adalah ilmu yang mempelaja

saluran komunikasi yang tidak bebas gangguan secara efisien dan akurat. Teori ini berkembang pesat terutama dalam penerapan sistem telekomunikasi.

Perhatikan diagram sistem transmisi informasi pada gambar 1. Gangguan pada saluran informasi dapat menyebabkan pesan yang diterima tidak sama dengan pesan yang dikirim. Akan tetapi, jika digunakan kode yang dapat mendeteksi bahkan mengoreksi kesalahan, pesan dapat terkirim lebih efisien dan akurat.

BAB II

TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN

1 ini akan dibahas definisi kode, khususnya kode linier atas

pencacah bobot Hammingnya. Di samping itu, akan dijelaskan invarian, ring invarian dan strukturnya.

Teori Koding

Teori koding adalah ilmu yang mempelajari metode transmisi data melalui saluran komunikasi yang tidak bebas gangguan secara efisien dan akurat. Teori ini berkembang pesat terutama dalam penerapan sistem telekomunikasi.

Perhatikan diagram sistem transmisi informasi pada gambar 1. Gangguan saluran informasi dapat menyebabkan pesan yang diterima tidak sama dengan pesan yang dikirim. Akan tetapi, jika digunakan kode yang dapat mendeteksi bahkan mengoreksi kesalahan, pesan dapat terkirim lebih efisien dan

TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN

1 ini akan dibahas definisi kode, khususnya kode linier atas  dan . Di samping itu, akan dijelaskan invarian, ring

ri metode transmisi data melalui saluran komunikasi yang tidak bebas gangguan secara efisien dan akurat. Teori ini berkembang pesat terutama dalam penerapan sistem telekomunikasi.

Perhatikan diagram sistem transmisi informasi pada gambar 1. Gangguan saluran informasi dapat menyebabkan pesan yang diterima tidak sama dengan pesan yang dikirim. Akan tetapi, jika digunakan kode yang dapat mendeteksi bahkan mengoreksi kesalahan, pesan dapat terkirim lebih efisien dan

(2)

Kode atas 

Misalkan  suatu himpunan hingga. Maka  adalah himpunan semua - pasangan terurut (-tuple) elemen  atau himpunan vektor yang setiap koordinatnya adalah elemen ,  =  , , … ,   ∈ ,  = 1, … , .

 dikatakan kode atas  dengan panjang  jika  adalah subhimpunan tak kosong dari . Anggota atau elemen dari kode  disebut katakode.

Kode linier atas 

Misalkan  suatu lapangan hingga dengan  elemen,  = ,  suatu bilangan prima dan  bilangan bulat positif.  suatu kode linier [, ] atas  merupakan subruang berdimensi  dari .

Misalkan , ∈ . Hasil kali dalam antara vektor  dan (ditulis  ∙ ) didefinisikan sebagai  ∙ = ∑!  di . Jika  ∙ = 0 %di &,  dan dikatakan (saling) ortogonal. Kode dual (dinotasikan ') dari kode  didefinisikan sebagai ' = ( ∈  ( ∙ ) = 0 %di &, untuk setiap ) ∈ .

Kode ini merupakan kode linier [,  − ] atas  atau subruang berdimensi

 −  dari .

Jika ' = , maka kode  dikatakan kode swa-dual dan merupakan subruang berdimensi /2 dari . Eksistensi kode swa-dual atas  ditentukan lemma berikut.

(3)

Lemma 2.1.1 (Pless, 1968)

Misalkan  ≡ 167 4, kode swa-dual atas  panjang  ada ⟺  genap.

Misalkan  ≡ 367 4, kode swa-dual atas  panjang  ada ⇔  habis dibagi empat.

Bobot, Distribusi Bobot, dan Pencacah Bobot Hamming

Misalkan =  , , … ,  ∈ , bobot Hamming dari , <=  adalah banyaknya koordinat yang tak nol pada vektor .

Contoh : <=101 = 2, <=102023 = 4.

Distribusi bobot Hamming >? yaitu banyaknya katakode yang memiliki bobot Hamming = atau ditulis |A) ∈ |<=) = =B|.

Pencacah bobot Hamming dari suatu kode  adalah sukubanyak

CD(, E = F (GH?IEH?I

I∈D

= F >? (G?E?



?!J

Contoh : kode  = A00, 11B memiliki CDK(, E = ( + E.

 kode swa-dual linier [8,4] atas  dengan bobot terkecil dari setiap katakode tak nol adalah 4, memuat kata-katakode 11000101

00000000 11101000 01110100 00111010 10011100 10100110 11010010 11111111 00010111 10001011 01100011 10110001 01011001 00101101 01001110

(4)

Kode ini memiliki pencacah bobot Hamming CDM(, E = (N + 14(OEO+ EN. Dari persamaan ini dapat kita ketahui informasi distribusi bobot katakodenya.

Hubungan antara pencacah bobot Hamming kode dual dan pencacah bobot Hamming kodenya disebut identitas MacWilliams, yang ditunjukkan dalam teorema berikut.

Teorema 2.1.2 (MacWilliams, 1963)

Jika  kode linear atas  maka :

CDP(, E = 1

|| CD( +  − 1E, ( − E.

2.2. Teori Invarian

Misalkan R, R, … , RS matriks-matriks kompleks  ×  yang mempunyai invers. Jika dilakukan operasi perkalian matriks-matriks tersebut dalam semua kemungkinan, dapat dibentuk suatu grup U. Maka U memuat V, R, R, … , RS, RR, … , RRG, RGRW, … , dan dikatakan AR, R, … , RSB membangun U.

Asumsikan X = 6Y7ZU) yaitu banyaknya elemen U adalah berhingga (jika U tak berhingga maka teori invariant tidak berlaku).

Misalkan [( = [(, (, … , ( suatu sukubanyak dalam  variabel dengan koefisien kompleks, maka [( dapat ditulis sebagai jumlah dari

\K…](K (M … (] . Jika \K…] tidak nol, \K…](K (M … (] disebut

(5)

bagian (term) dengan derajat + + ⋯ + , dan derajat dari sukubanyak adalah derajat tertinggi dari bagian-bagian pada sukubanyak. Jika [( = 0 atau setiap bagian dari [( mempunyai derajat sama maka [( dikatakan homogen.

ℂ[(, (, … , (] adalah himpunan semua sukubanyak dalam variabel (, (, … , ( dengan koefisien kompleks.

Misalkan R suatu matriks kompleks  × , aksi matriks R terhadap [( adalah R ∙ [( = [R ∙ (, fungsi sukubanyak yang variabel-variabelnya ditransformasikan terhadap matriks R, dengan menganggap ( = (, (, … , ( sebagai vektor kolom.

Invarian

Jika R ∙ [( = [R ∙ ( = [(, sukubanyak tersebut tidak berubah (invarian) terhadap aksi matriks R. [( invarian terhadap aksi oleh matriks-matriks di U atau cukup dikatakan [( invarian dari U, jika untuk setiap matriks R` ∈ U berlaku R`∙ [( = [R`∙ ( = [(.

Contoh : Misalkan ab−1 00 −1c , b1 0

0 1cd grup matriks, maka (, E, (E dan (O+ (WE + 5(+ 2(E adalah sukubanyak yang merupakan invarian dari grup matriks tersebut.

Bagaimana cara mencari suatu invarian dari U? Teorema berikut menunjukkan invarian dapat dicari dengan merata-ratakan sebarang sukubanyak atas grup U.

(6)

Teorema 2.2.1

Misalkan [( sebarang sukubanyak maka

[f( =1

X F R`∙ [(

g

`!

adalah invarian dari U.

Bukti :

Ambil sebarang Rh ∈ U, maka Ri = Rh∙ R` ∈ U untuk suatu R` ∈ U karena U grup. Dengan demikian, jika dilakukan aksi Rh pada [f( =gg`!R`∙ [(,

Rh∙ [f( = 1

X F%RhR`& ∙ [(

g

`!

= 1

X F Ri∙ [(

g i!

= [f(.

[f( tak berubah terhadap aksi oleh matriks-matriks di U.

Jadi [f( adalah suatu invarian dari U. ■

Lebih lanjut, sebarang fungsi simetri dari g sukubanyak R ∙ [(, … , Rg ∙ [(

adalah suatu invarian dari U.

Ring invarian

Jika [, ℎ invarian dari U maka [ + ℎ, [ℎ, )[ () suatu bilangan kompleks), juga invarian dari U, maka himpunan semua invarian dari U dinotasikan ℂ[(]k

= A[(|[> ∙ ( = [(, untuk setiap > ∈ UB membentuk ring.

(7)

Salah satu masalah dalam bahasan dalam teori invarian adalah bagaimana mendeskripsikan ℂ[(]k = ℂ[(, (, … , (]k. Karena transformasi oleh matriks- matriks di U tak mengubah derajat dari sukubanyak, maka cukup dipelajari invarian yang homogen (sebarang invarian adalah jumlah dari invarian-invarian homogen).

Contoh : [( = (O + (WE + 5(+ 2(E adalah invarian dari grup matriks AV, −VB, merupakan jumlah dari invarian homogen berderajat 4 dan 2, [( =

(O+ (WE + 5(+ 2(E.

Langkah selanjutnya adalah mencari basis untuk invarian, yaitu suatu himpunan invarian dimana sebarang invarian dapat diekpresikan dalam bagian-bagian dari himpunan ini.

Bebas aljabar

Suku-sukubanyak [(, [(, … , [S(, dikatakan bergantung aljabar jika terdapat suatu sukubanyak  dengan koefisien-koefisien kompleks, yang tak semuanya nol, sehingga %[(, [(, … , [S(& = 0. Jika tidak demikian disebut bebas aljabar.

Teorema 2.2.2 (Jacobson, 1964)

 + 1 buah sukubanyak dalam  variabel bergantung aljabar.

(8)

Tipe basis pertama yang kita cari adalah himpunan  invarian [, [, … , [ yang bebas aljabar. Berdasarkan teorema ini, sebarang invarian adalah bergantung aljabar pada [, [, … , [ dan merupakan suatu akar dari persamaan sukubanyak dalam [, [, … , [. Teorema berikut menjamin adanya basis tersebut.

Teorema 2.2.3 (Burnside, 1955)

Selalu ada  buah invarian [, [, … , [ di ℂ[(]k yang bebas aljabar.

Deskripsi yang lebih sesuai mengenai basis yaitu himpunan invarian A[, [, … , [lB, dimana sebarang invarian adalah suatu sukubanyak dalam [, [, … , [l. Basis ini kita sebut basis sukubanyak.

Teorema 2.2.4 (Noether, 1916)

Ring invarian dari U, grup berhingga matriks kompleks  × , mempunyai basis sukubanyak yang memuat tak lebih dari m + X n buah invarian dengan derajat tak melebihi X = 6Y7ZU.

Lebih lanjut basis ini diperoleh dengan merata-ratakan atas U semua suku (oK(oM⋯ (o] yang total derajatnya ∑ pq! q tak melebihi X.

Bukti :

Misalkan U grup berhingga matriks kompleks  ×  dan ( = (, … , (r suatu vektor kolom. Aksi R`∙ (, untuk setiap matriks R`∈ U merupakan transformasi linier

(9)

s` ∶ (q → (q` = F \q,( ; w = 1, 2, … , 



!

. 1

Misalkan sebarang invarian di U adalah sukubanyak

[(, (, … , ( = F )x(xK(xM⋯ (x];

x

)x suatu bilangan kompleks (jumlah diperluas untuk semua Z = Z, Z, … , Z, sehingga tidak ada bagian yang nol).

Karena [( = [(, (, … , ( invarian maka tak berubah jika dirata-ratakan atas grup U, yaitu

[(, (, … , ( = 1

X [%(, (, … , (& + ⋯ + [%(g, (g, … , (g&

= 1

X F )x xa%(&xK ⋯ %(&x]+ ⋯ + %(g&xK ⋯ %(g&x]d

= 1

X F )x yx

x

;

Dengan demikian setiap invarian merupakan kombinasi linier dari (tak hingga banyaknya) invarian khusus yx = ∑ %(g`! `&xK ⋯ %(`&x].

yx (tanpa faktor konstanta) merupakan koefisien dari xKxM⋯ x] pada sukubanyak

zx = F%(`+ ⋯ + (`&x

g

`!

,

(10)

dimana Z = Z+ Z+ ⋯ + Z. Dengan kata lain, zx adalah jumlah dari pangkat- pangkat (+ ⋯ + (, … , (g+ ⋯ + (g.

Sebarang zx dapat ditulis sebagai suatu sukubanyak dengan koefisien- koefisien rasional dalam X jumlah pangkat z, … , zg. Maka sebarang yx untuk Z = ∑ Zq! q > Xdapat ditulis sebagai suatu sukubanyak dalam invarian khusus yx

dengan Z+ Z+ ⋯ + Z≤ X (yang merupakan koefisien-koefisien z, … , zg).

Kemudian kita dapat menuliskan sebarang invariant adalah suatu sukubanyak dalam bentuk yx dengan ∑ Zq! q ≤ X. Banyaknya yx yang seperti itu, yaitu sejumlah Z, Z, … , Z yang memenuhi Zq ≥ 0 dan Z+ Z+ ⋯ + Z ≤ X yaitu m + X n. Akhirnya, derajat yx ≤ X dan yx diperoleh dengan merata-ratakan (xK(xM⋯ (x] atas grup. ■

Teorema 2.2.5 (Miller dkk, 1961)

Banyaknya invarian berderajat 1 dari U yang bebas linier adalah

\ = 1

X F =Y\)ZR`

g

`!

.

Bukti :

Misalkan ~ =gg`!R`. Lakukan perubahan variabel-variabel dari (, (, … , (

ke E, E, … , E, dimana s(, (, … , (r = E, E, … , Er, mengakibatkan ~ berubah ke ~’ = s~sG. Dapat kita pilih s sehingga ~’ diagonal. Jika ~ = ~ maka

~’ = ~’ dan entri diagonal dari ~’ adalah 0 atau 1.

(11)

Maka dengan suatu perubahan variabel, dapat kita asumsikan

~ =

€



‚ 1 0

0

1 0

⋱ 0 „…………† ;

~ matriks dengan Y entri diagonalnya bernilai 1, maka ~ ∙ Eq = Eq, jika 1 ≤ w ≤ Y dan ~ ∙ Eq = 0, jika Y + 1 ≤ w ≤ .

Sebarang invarian linier (berderajat 1) dari U ditentukan oleh ~, maka \ ≤ Y.

Dengan teorema 2.2.1, ~ ∙ Eq =gg`!R`∙ Eq adalah suatu invarian dari U untuk sebarang w, dan \ ≥ Y. ■

Deret Molien

Jika \‡ menyatakan banyaknya invarian homogen berderajat 7 yang bebas linier maka Φk‰ = ∑Ї!J\‡‰‡ disebut deret Molien.

Dari teorema 2.2.4, kita ketahui basis untuk invariant dari U selalu ada. Untuk mengetahui bagaimana menemukannya, kita gunakan teorema Molien.

Sebelum ke teorema Molien, perlu didefinisikan matriks terinduksi ke-7 dari R.

Matriks terinduksi ke-7 dari R`, dinotasikan R`[‡], menyatakan bagaimana R` mentransformasikan hasil kali dari (q sebanyak 7 kali, yaitu

(12)

Contoh :

Misalkan R = b\ p) 7c mentransformasikan

( \(‡+ 2\p(( + p( (( ‹Z \)(‡+ \7 + p)((+ p7(

( )(+ 2)7(( + 7(

Maka matriks terinduksi ke-2 nya adalah R[] = Œ\ 2\p p

\) \7 + p) p7 ) 2)7 7.

Teorema 2.2.6 (Molien, 1897)

Untuk U suatu grup hingga matriks bilangan kompleks, deret Moliennya

Φk‰ = 1

|U| F 1

det V − ‰R

Ž∈k

Bukti :

Perhatikan bahwa \‡ adalah banyaknya invariant berderajat 1 dari U[‡] = aR`[‡]  = 1, … , Xd. Berdasarkan teorema 2.2.5, \‡ = gg`!=Y\)ZR`[‡].

Cukup dibuktikan =Y\)ZR`[‡] sama dengan koefisien ‰‡ di 1

detV − ‰R` = 1

1 − ‰‘ ⋯ 1 − ‰‘, 2

Dimana ‘, … , ‘ adalah nilai-nilai eigen dari R`. Dengan perubahan variabel yang sesuai, dapat dipilih

(13)

R` = Œ‘ ⋯ 0

⋮ ⋱ ⋮

0 ⋯ ‘ , R`[‡] =

€





‚‘‡

‘‡

⋱ ‘‡G‘

„… …… …… …†

dan =Y\)ZR`[‡] adalah jumlah dari hasil kali ‘, … , ‘ sebanyak 7 dan ini merupakan koefisien dari ‰‡ pada persamaan 2. ■

Struktur Ring Invarian

Sebelum kita tuliskan ring invariant, kita definisikan operasi atau jumlah langsung. Sebagai contoh, ring invarian yang dibentuk grup U ditulis ℂ[(]k =

“ ⊕ ~ berarti tiap invarian dapat dituliskan secara tunggal dalam bentuk Y + •, dimana Y ∈ “ dan • ∈ ~.

Secara umum, basis sukubanyak yang “bagus” untuk ℂ[(]k adalah himpunan invarian homogen A[ , [, … , [lB – ≥ , dimana [ , [, … , [ bebas aljabar dan berlaku hubungan

ℂ[(]k = ℂ[[ , [, … , [l], jika – = ; atau ℂ[(]k = ℂ[[ , [, … , [] ⨁[ℂ[[ , [, … , []⨁ … ⨁[l ℂ[[ , [, … , [], jika – > .

Referensi

Dokumen terkait

Mary Midgley is a moral philosopher and the author of many books including Wickedness, Evolution as a Religion, Beast and Man and Science and Poetry. All are published in

Hasil serupa juga dapat dilihat pada aktivitas antibakteri, dimana ashitaba yang dikeringkan menggunakan oven mempunyai aktivitas antibakteri lebih besar dengan nilai KBM (kadar

Berdasarkan hasil kuisioner dari calon pengguna, yaitu broker rumah dan pemilik sebuah property agent di surabaya, dengan total nilai kuisioner sebesar 87% dapat disimpulkan

Berkaitan dengan hubungan antara variabel resolusi konflik dan kepuasan pernikahan, dari kelima gaya resolusi konflik yaitu gaya penghindaran, gaya dominasi, gaya akomodasi,

Apabila Anda mengerti apa yang membuat wanita dan pria saling tertarik, maka Anda bisa mengerti apa yang harus Anda lakukan untuk membuat wanita tertarik pada Anda! Hanya

DaVita meru!akan nama baru yang diberikan tahun )*** ke!ada T#t yang diberikan tahun )*** ke!ada T#tal Renal Care yaitu ebuat al Renal Care yaitu ebuat !eruahaan yang

jika pekerjaan audit yang dilaksanakan telah mematuhi standar auditing yang berlaku untuk perikatan yang.. berubah tersebut, laporan yang diterbitkan

Tujuan penelitian ialah untuk : Menganalisis daya dukung lahan berdasarkan produktivitas tanaman pangan di Wilayah Sub DAS Panasen Kabupaten Minahasa, Menganalisis Kelas