• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBERLANJUTAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBERLANJUTAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1

KEBERLANJUTAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI KABUPATEN LAMPUNG

TENGAH

Rizki Azharia, Husna Tiara Putri, S.T., M.T., Dr. Sri Maryati, S.T., MIP. Institut Teknologi Sumatera, Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung,

Kabupaten Lampung Selatan, Lampung 35365

Email : [email protected]

ABSTRAK

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) menjadi salah satu program nasional untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Kabupaten Lampung Tengah termasuk dalam posisi 4 terendah akses masyarakat terhadap layanan air minum layak dan menempati posisi terendah di Provinsi Lampung dalam akses masyarakat terhadap sanitasi layak. Lampung Tengah menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang menjadi sasaran dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi keberlanjutan dari program Pamsimas di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2018. Untuk menjawab tujuan tersebut maka dilakukan: 1.) Menilai Kondisi Keberlanjutan Program Pamsimas di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2018 2.) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program Pamsimas di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2018. Adapun Indikator yang digunakan dalam mengukur kondisi keberlanjutan program Pamsimas diantaranya adalah Akses Masyarakat Terhadap Air Minum Layak, Akses Masyarakat Terhadap Sanitasi Layak dan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi keberlanjutan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah terbagi menjadi tiga klasifikasi keberlanjutan yaitu keberlanjutan rendah, tinggi dan sedang. Dari seluruh faktor yang mempengaruhi keberlanjutan Pamsimas di Kabupaten Lampung tengah, faktor lingkungan menjadi pembeda diantara faktor lainnya, sehingga faktor lingkungan merupakan faktor yang paling berpengaruh karena kondisinya paling beragam dibanding faktor lainnya yang bersifat homogen.

Kata Kunci : Infrastruktur, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) , Keberlanjutan, Faktor, Lampung Tengah.

(2)

2 ABSTRACT

The Community Based Water Supply and Sanitation Program (Pamsimas) is one

of the national programs to increase rural population access to proper drinking

water and sanitation facilities using a community-based approach. Central

Lampung District is in the 4th lowest position for community access to proper

drinking water services and the lowest position in Lampung Province in terms of

community access to proper sanitation. Central Lampung is one of the districts in

Lampung Province which is the target of the Community Based Water Supply and

Sanitation Program (Pamsimas). This study aims to assess the sustainability

condition of the Pamsimas program in Central Lampung Regency in 2018. To

answer these objectives, it is carried out: 1) Assessing the Sustainability

Conditions of the Pamsimas Program in Central Lampung Regency in 2018 2)

Analyzing the factors that affect the sustainability of the Pamsimas program in the

Regency Central Lampung in 2018. The indicators used in measuring the

sustainability condition of the Pamsimas program include Community Access to

Proper Drinking Water, Community Access to Proper Sanitation and a Clean and

Healthy Lifestyle. The analysis method used in this research is quantitative

descriptive analysis and spatial analysis. The results of the analysis show that the

sustainability conditions of the community-based drinking water and sanitation

program in Central Lampung Regency are divided into three sustainability

classifications, namely low, high and medium sustainability. Of all the factors that

influence the sustainability of Pamsimas in Central Lampung Regency,

environmental factors differentiate between other factors, so that environmental

factors are the most influential because conditions are the most diverse compared

to other homogeneous factors.

Keywords

:

Infrastructure, Community-Based Water Supply and Sanitation

Program (PAMSIMAS), Sustainability,Factor, Central Lampung.

A. PENDAHULUAN

Air minum dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia yang harus dipenuhi karena tanpa kedua hal tersebut maka akan mengganggu keberlangsungan kehidupan dan pemenuhan akan penyediaan air minum dan sanitasi layak harus di laksanakan. Namun dalam kenyataannya dalam penyediaan air minum dan sanitasi layak masih mengalami berbagai kendala. Selain itu juga, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang sumber air minum dan sanitasi layak juga menjadi salah satu penyebab rendahnya akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi layak. Sehingga diperlukan percepatan dalam penyediaannya agar tidak terjadi kekurangan akan akses air minum dan sanitasi yang layak.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Indonesia mengambil tindakan dengan membuat program nasional Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Tahun 2019 dengan capaian target 100% akses air minum dan sanitasi bagi seluruh penduduk Indonesia. Dalam rangka memenuhi prioritas pengembangan nasional terkait air minum dan sanitasi, Kabupaten Lampung Tengah menyusun Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL) 2016-2021 sebagai instrumen percepatan daerah dalam mencapai target Sustainable Development Goals(SDGs) khususnya untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak

(3)

3

berkelanjutan. Salah satu program pengembangan di bidang air minum adalah pengembangan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dimana. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) menjadi salah satu kegiatan yang menjadi program pengembangan tersebut dan untuk bidang sanitasi adalah pembangunan prasarana sanitasi serta program lain seperti program pelayanan kesehatan penduduk miskin dengan kegiatan sosialiasi pencegahan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Keberlanjutan program Pamsimas dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci yang mempengaruhi, faktor-faktor tersebut meliputi faktor partisipasi masyarakat, faktor pembiayaan, faktor lingkungan, faktor teknis dan faktor kelembagaan. Kondisi faktor-faktor tersebut berbeda pada masing-masing wilayah sehingga dapat diidentifikasi faktor yang lebih signifikan mempengaruhi keberlanjutan program Pamsimas. Faktor tersebut kemudian dapat diintervensi untuk meningkatkan keberlanjutan program Pamsimas secara keseluruhan.

B. METODOLOGI

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis spasial. Analisis deskriptif pada penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan data sekunder yang didapat, penjelasan dengan analisis deskriptif dilakukan untuk menjabarkan bagaimana kondisi keberlanjutan program Pamsimas di Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan indikator yang telah di tetapkan yaitu akses air minum layak, akses sanitasi layak dan pola hidup bersih dan sehat dan juga analisis deskriptif pada penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana pola kecenderungan faktor-faktor keberlanjutan program Pamsimas yang ada dalam mempengaruhi tingkat keberlanjutan program Pamsimas di Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan ceklis-ceklis data yang ada. Analisis spasial pada penelitian ini merujuk pada fungsi pengklasifikasian yang ada pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Klasifikasi merupakan suatu proses mengelompokkan objek kedalam suatu kategori yang telah di tentukan. Pengklasifikasian pada penelitian ini dilakukan setelah didapatkan hasil persentase keberlanjutan program Pamsimas pada sasaran sebelumnya. Tingkat keberlanjutan didapatkan dari hasil persentase perhitungan ketiga indikator keberlanjutan yang telah ditetapkan, yaitu dari akses air minum layak, akses sanitasi layak dan pola hidup bersih dan sehat. Kemudian dengan menggunakan classify pada Arcgis , yaitu sebuah tool yang digunakan untuk membuat klasifikasi berdasarkan kriteria tertentu didapatkan hasil klasifikasi tingkat keberlanjutan Pamsimas di Kabupaten Lampung Tengah.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

1.

Mengukur Kondisi Keberlanjutan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Kabupaten Lampung Tengah Dalam penilaian kondisi keberlanjutan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menilai persentase dari tiga indikator yang digunakan. Berikut ini merupakan perhitungan untuk masing-masing indikator:

a.

Perhitungan nilai persentase akses masyarakat terhadap air minum yaitu sebagai berikut: Jumlah Jiwa yang akses air minum layak

Jumlah Penduduk × 100%.

b.

Perhitungan nilai persentase akses masyarakat terhadap air minum yaitu sebagai berikut: Jumlah Jiwa yang akses sanitasi layak

Jumlah Penduduk × 100%

c.

Perhitungan nilai persentase pola hidup bersih dan sehat yaitu sebagai berikut: Jumlah Jiwa yang adopsi CTPS+Jumlah dusun yang terverifikasi Stop BABS

(4)

4 Setelah didapat nilai persentase dari masing-masing indaktor kemudian dilakukan perhitungan untuk mendapat nilai keberlanjutan dengan perhitungan sebagai berikut:

Tabel 1 Pengukuran Kondisi Keberlanjutan

No Desa Akses Air Minum Layak (%) Akses Sanitasi Layak (%) Adopsi CTPS (%) Dusun yang Terverifikasi Stop BABS (%) Presentase Keberlanjutan 1 Terbanggi Besar 70 80 19 40 52

2 Anak Ratu Aji 54 43 59 33 47

3 Gunung Sugih 77 61 54 33 56

4 Seputih Agung 58 95 78 20 63

5 Anak Ratu Aji 42 25 34 60 40

6 Terusan Nunyai 69 84 75 12.5 60 7 Pubian 29 18 23 100 43 9 Kalirejo 53 71 69 29 56 10 Sendang Agung 35 30 52 20 34 11 Bandar Mataram 95 71 67 17 63 12 Punggur 63 70 66 60 65 13 Punggur 49 92 73 40 64 14 Seputih Raman 52 34 83 22 48 15 Seputih Raman 61 89 79 25 64 16 Pubian 59 66 63 50 60 17 Seputih Raman 75 79 91 22 67 18 Seputih Banyak 59 78 73 100 78 19 Sendang Agung 60 52 39 22 43 20 Seputih Banyak 44 46 85 25 50 21 Seputih Banyak 81 80 78 44 71 22 Bangunrejo 67 77 70 100 79 23 Bangunrejo 79 59 78 100 79 24 Bangunrejo 73 52 35 56 54 25 Bangunrejo 80 46 15 80 55 26 Seputih Banyak 83 79 83 50 74 27 Bangunrejo 47 55 47 60 52 28 Seputih Banyak 58 50 79 50 59 29 Seputih Banyak 41 75 75 57 62

30 Bumi Ratu Nuban 44 76 63 75 65

Sumber: Hasil Analisis, 2020

Berdasarkan penilaian keberlanjutan yang telah dilakukan bahwa persentase nilai keberlanjutan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tertinggi berada pada Desa Sidodadi dan Desa Sidoluhur dengan nilai persentase keberlanjutan sebesar 79% sedangkan persentase nilai keberlanjutan terendah berada pada Desa Gedung Ratu dengan nilai persentase keberlanjutan sebesar 40% .

persentase jumlah akses air minum layak + persentase jumlah akses sanitasi layak + persentase jumlah dusun stop buang air besar sembarangan 3

(5)

5

Perhitungan nilai keberlanjutan didapat dari persentase rata-rata indikator keberlanjutan yang telah ditentukan yaitu akses air minum layak, akses sanitasi layak dan pola hidup bersih dan sehat.

Sumber: Hasil Olahan Arcgis, 2020

Gambar 1 Peta Persebaran Kondisi Keberlanjutan PAMSIMAS Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2018

2.

Menganalisis Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Keberlanjutan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Kabupaten Lampung Tengah

Dalam peniliaian faktor partisipasi masyarakat ini, dinilai melalui dua indikator yaitu adanya partisipasi masyarakat dalam program pamsimas yang dilihat dari keterlibatan masyarakat dalam rangkaian program pamsimas serta adanya kemauan membayar iuran air oleh masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam rangkaian program pamsimas dapat dilihat dari keikutsertaan masyarakat pada setiap kegiatan dalam program Pamsimas dari tahap proses sosialisasi di tingkat desa, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan serta tahap keberlanjutannya.

(6)

6 Tabel 2 Penilaian Faktor Partisipasi Masyarakat

Desa

Indikator

Adanya partisipasi masyarakat dalam program pamsimas yang dilihat dari

keterlibatan masyarakat dalam rangkaian program pamsimas.

Adanya kemauan membayar retribusi/iuran

air oleh masyarakat

ADI JAYA  

BANDAR PUTIH TUA  

BUYUT UDIK  

GAYAU SAKTI  

GEDUNG RATU  

GUNUNG BATIN UDIK  

GUNUNG HAJI   KALI REJO   KUTOWINANGUN   MATARAM UDIK   MOJO PAHIT   NGESTI RAHAYU   RAMA GUNAWAN   REJO ASRI   RIAU PERIANGAN   RUKTI HARJO   SARI BAKTI   SENDANG REJO   SETIA BAKTI   SETIA BUMI   SIDODADI   SIDOLUHUR   SIDOMULYO   SIDOREJO   SRI BASUKI   SUKA NEGERI   SUMBER BAHAGIA   SUMBER BARU   TULUNG KAKAN  

Sumber: Hasil Analisis, 2020

Berdasarkan tabel diatas, untuk penilaian faktor partisipasi masyarakat dapat dilihat bahwa indikator untuk penilaian faktor partisipasi masyarakat di seluruh desa terpenuhi dilihat dari semua indikator yaitu adanya keterlibatan masyarakat di rangkaian program pamsimas yang dilihat berdasarkan keterlibatan masyarakat pada rangkaian tahapan kegiatan pamsimas dari tahap sosialisasi, perencanan, pelaksanaan hingga keberlanjutan dan kemauan membayar iuran oleh masyarakat terpenuhi untuk seluruh desa sasaran.

(7)

7

Tabel 3 Penilaian Faktor Pembiayaan

Desa Indikator Adanya penetapan iuran dan masih berlangsung sampai saat ini

Ketersediaan dana, untuk mendukung operasional pelayanan dan terpeliharanya sarana Pamsimas Kemauan Membayar Tinggi (Iuran>=BOP) ADI JAYA   

BANDAR PUTIH TUA

BUYUT UDIK

GAYAU SAKTI   

GEDUNG RATU

GUNUNG BATIN UDIK

GUNUNG HAJI KALI REJO    KUTOWINANGUN MATARAM UDIK MOJO PAHIT NGESTI RAHAYU    RAMA GUNAWAN REJO ASRI RIAU PERIANGAN RUKTI HARJO    SARI BAKTI SENDANG REJO SETIA BAKTI SETIA BUMI    SIDODADI SIDOLUHUR SIDOMULYO SIDOREJO    SRI BASUKI SUKA NEGERI SUMBER BAHAGIA SUMBER BARU    TULUNG KAKAN

Sumber: Hasil Analisis, 2020

Berdasarkan tabel diatas, untuk penilaian faktor pembiayaan dapat dilihat bahwa indikator untuk penentuan faktor pembiayaan di seluruh desa terpenuhi yaitu dilihat bahwa adanya iuran dan masih berlangsung sampai saat ini. Selanjutnya adanya ketersediaan dana, untuk mendukung operasional pelayanan dan terpeliharanya sarana Pamsimas memiliki kemauan membayar yang tinggi, hal tersebut dilihat dari jumlah iuran>=BOP di seluruh desa sasaran pamsimas akan tetapi pada faktor pembiayaan.

(8)

8 Tabel 4 Penilaian Faktor Lingkungan

Desa

Indikator Alternatif

sumber air bersih selain dari

saluran perpipaan air

bersih

Adanya perubahan perilaku hidup bersih

dan sehat di masyarakat Adanya upaya Perlindungan Sumber Air ADI JAYA x

BANDAR PUTIH TUA x

BUYUT UDIK x

GAYAU SAKTI x  

GEDUNG RATU x

GUNUNG BATIN UDIK x

GUNUNG HAJI x KALI REJO x   KUTOWINANGUN x MATARAM UDIK x MOJO PAHIT x NGESTI RAHAYU x RAMA GUNAWAN x REJO ASRI x RIAU PERIANGAN x RUKTI HARJO x SARI BAKTI x SENDANG REJO x SETIA BAKTI x SETIA BUMI x SIDODADI x SIDOLUHUR x SIDOMULYO x SIDOREJO x SRI BASUKI x SUKA NEGERI x SUMBER BAHAGIA x SUMBER BARU x TULUNG KAKAN x

Sumber: Hasil Analisis, 2020

Berdasarkan tabel diatas, untuk penilaian faktor lingkungan dapat dilihat bahwa indikator untuk Adanya perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat dan Adanya upaya Perlindungan sumber air terpenuhi untuk seluruh desa sasaran pamsimas akan tetapi untuk indikator alternatif sumber air bersih selain dari saluran perpipaan air bersih tidak terpenuhi karena untuk program pamsimas tahun 2018, sumber air bersih berasal dari saluran perpipaan.

(9)

9

Tabel 5 Penilaian Faktor Teknis

Desa

Indikator

Kondisi unit produksi/distribusi

Adanya pemeliharaan Kondisi bangunan fisik

sarana air bersih dan sanitasi

Adanya Pelatihan Teknis Sarana SAM dan SAN

ADI JAYA BAIK  

BANDAR PUTIH TUA BAIK  

BUYUT UDIK BAIK  

GAYAU SAKTI BAIK  

GEDUNG RATU BAIK  

GUNUNG BATIN UDIK BAIK  

GUNUNG HAJI BAIK  

KALI REJO BAIK  

KUTOWINANGUN BAIK  

MATARAM UDIK BAIK  

MOJO PAHIT BAIK  

NGESTI RAHAYU BAIK  

RAMA GUNAWAN BAIK  

REJO ASRI BAIK  

RIAU PERIANGAN BAIK  

RUKTI HARJO BAIK  

SARI BAKTI BAIK  

SENDANG REJO BAIK  

SETIA BAKTI BAIK  

SETIA BUMI BAIK  

SIDODADI BAIK  

SIDOLUHUR BAIK  

SIDOMULYO BAIK  

SIDOREJO BAIK  

SRI BASUKI BAIK  

SUKA NEGERI BAIK  

SUMBER BAHAGIA BAIK  

SUMBER BARU BAIK  

TULUNG KAKAN BAIK  

Sumber: Hasil Analisis, 2020

Berdasarkan tabel diatas, untuk penilaian faktor teknis dapat dilihat bahwa seluruh indikator terpenuhi yaitu adanya pemeliharaan Kondisi bangunan fisik sarana air bersih dan sanitasi dan adanya Pelatihan Teknis Sarana SAM dan SAN. Dan untuk kondisi unit produksi/distibusi di seluruh desa sasaran dalam kondisi baik dan berfungsi.

(10)

10 Tabel 6 Penilaian Faktor Kelembagaan

Desa Indikator Adanya lembaga pengelola Keikutsertaan pengelola dalam pelatihan Adanya kebijakan pemerintah daerah yang mendukung Adanya aturan dan norma ADI JAYA    

BANDAR PUTIH TUA    

BUYUT UDIK    

GAYAU SAKTI    

GEDUNG RATU    

GUNUNG BATIN UDIK    

GUNUNG HAJI     KALI REJO     KUTOWINANGUN     MATARAM UDIK     MOJO PAHIT     NGESTI RAHAYU     RAMA GUNAWAN     REJO ASRI     RIAU PERIANGAN     RUKTI HARJO     SARI BAKTI     SENDANG REJO     SETIA BAKTI     SETIA BUMI     SIDODADI     SIDOLUHUR     SIDOMULYO     SIDOREJO     SRI BASUKI     SUKA NEGERI     SUMBER BAHAGIA     SUMBER BARU     TULUNG KAKAN    

Sumber: Hasil Analisis, 2020

Berdasarkan tabel diatas, untuk penilaian faktor kelembagaan dapat dilihat bahwa seluruh indikator terpenuhi yaitu adanya lembaga pengelola, keikutsertaan pengelola dalam pelatihan, adanya kebijakan pemerintah daerah yang mendukung serta adanya aturan dan norma di seluruh desa sasaran Pamismas.

D. KESIMPULAN

(11)

11

sanitasi berbasis masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah terbagi menjadi tiga klasifikasi keberlanjutan yaitu, keberlanjutan rendah, tinggi dan sedang. Dengan pembagian desa dengan klasifikasi keberlanjutan tinggi yaitu Desa Setia Bumi, Desa Sri Basuki, Desa Sari Bakti, Desa Sidoluhur dan Desa Sidodadi, desa dengan klasifikasi keberlanjutan sedang yaitu Desa Adijaya, Desa Bandar Putih Tua, Desa Gedung Ratu, Desa Gunung Haji, Desa Kutowinangun, Desa Rama Gunawan, Desa Sendangrejo, Desa Setia Bakti, Desa Sukanegeri sedangkan desa klasifkasi keberlanjutan rendah yaitu Desa Buyut Udik, Desa Kalirejo, Desa Rukti Harjo, Desa Sidomulyo, Desa Sidorejo, Desa Sumber Bahagia dan Desa Tulung Kakan. Dari seluruh faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pamsimas di Kabupaten Lampung tengah, faktor lingkungan menjadi pembeda diantara faktor lainnya, sehingga faktor lingkungan merupakan faktor yang paling berpengaruh karena kondisinya paling beragam dsbanding faktor lainnya yang bersifat homogen. Sehingga faktor ini bisa diintervensi dan dapat meningkatkan kondisi Pamsimas di Kabupaten Lampung Tengah.

DAFTAR PUSTAKA

Kabupaten Lampung Tengah. (2012). Buku Putih Sanitasi.

Kabupaten Lampung Tengah. (n.d.). Rencana Aksi Minum Daerah dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL 2017-2021).

PAMSIMAS. (2020). Perunjuk Teknis Pengelolaan SPAMSS dan Penguatan Keberlanjutan.

PAMSIMAS. (n.d.). PAMSIMAS: Menjawab Tantangan Air Minum dan Sanitasi di Wilayah Perdesaan Indonesia. Indonesia: The World Bank.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pamsimas di Tingkat Masyarakat. (2015).

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2004). Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta. Jurnal, Artikel dan Paper

Adhi, A., & Maryono. (2016). Peluang Keberlanjutan Program Penyediaan Air Minum Berbasis Komunitas (PAMSIMAS) Di Kabupaten Kendal. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 141-153.

Anandini, F. (2011). Identifikasi Prospek Keberlanjutan Kegiatan Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat Setelah Program Water And Sanitation For Low Income Community 2 Berakhir (Studi Kasus: Kabupaten Bogor). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota , 161-178.

Insani, S. (2016). Efektivitas Pogram Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Temanggung. 1-12.

Krisdhianto, Andhi & Sembiring, Emenda . (2016). Evaluasi Keberlajutan Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan Di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur. Jurnal Teknik Lingkungan , 21-30.

Maharani, Nora. (2015). Hubungan Pelaksanaan Program Pamsimas Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat di Desa Merpang Kecamatan Runjung Agung Kabupaten OKU Selatan.

Nugroho, A. A., & Maryono. (2016). Peluang Keberlanjutan Program Penyediaan Air Minum Berbasis Komunitas (PAMSIMAS) Di Kabupaten Kendal. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota , 140-153.

Purwanti. (2015). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Keberlanjutan Program Pamsimas Di Desa Margoyoso Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.

Swastomo, A. S., & Iskandar, D. A. (2020). Keberlanjutan Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan Berbasis Masyarakat. Jurnal Litbang Sukowati In Press, Vol. 4, No. 2, 12-25.

(12)

12 Widayanti, M. R., Suryanto, & Radjiman, G. (2017). Efektivitas Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Kabupaten Klaten. Magistra No. 101 Th. XXIX, 38-42.

Wijoyo, M.F. (2017). Efektivitas dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas) di Kabupaten Pekalongan.

Data

Ringkas Program Program. (n.d.). Retrieved from PAMSIMAS.org: http://pamsimas.org/profil/ringkas-program/

Badan Pusat Statistik.. Kabupaten Lampung Tengah Dalam Angka 2019. Retrieved from Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Tengah:BPS

PAMSIMAS.Sistem Infromasi – Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Retrieved from PAMSIMAS.org: http://mis.pamsimas.org/

Peraturan

Keputusan Direktur Jendral Cipta Karya Nomor 13/KPTS.DC/2018 tentang Penetapan Desa Sasaran Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2018 Tahap 1.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 185 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi.

Gambar

Tabel 1 Pengukuran Kondisi Keberlanjutan
Gambar 1 Peta Persebaran Kondisi Keberlanjutan PAMSIMAS Kabupaten  Lampung Tengah Tahun 2018
Tabel 3 Penilaian Faktor Pembiayaan
Tabel 5 Penilaian Faktor Teknis

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Jaksa sebagai Penuntut Umum yang mewakili kepentingan dalam penyelamatan keuangan Negara dari tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh

Warga di Lingkungan XI Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan yang terlibat dalam penelitian ini, lebih banyak mempunyai partisipasi yang tinggi dalam mencegah DBD

Diperlukan penanganan atas konflik potensial ataupun konflik terbuka yang ada di antara anggota, sehingga konflik tidak menjadi bersifat disfungsional tetapi justru menguntungkan

Berikan pasien minuman dan cemilan bergizi, tinggi protein, tiggi kalori yang siap dikonsumsi,bila memungkinkan Nyeri berhubungan dengan stimulus yang berbahaya (makanan basi

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM PERSPEKTIF LINGKUNGAN TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa.. Efek

Salah satu alat untuk menganalisis return saham secara fundamental adalah dengan melakukan analisis tingkat kesehatan perbankan dengan menggunakan rasio CAMEL

Perempuan dengan segala sifat yang melekat di dalam dirinya dianggap tidak akan mampu menjadi pemimpin, baik di bidang eksekutif, legislatif maupun yudikatif (Muhammad

Pengujian dilakukan dengan cara non-real time yaitu menguji algoritma pada aplikasi Android menggunakan 72 citra latih yang digunakan pada proses optimasi yang