Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Pencemaran Lingkungan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata tes berpikir kritis siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), (2) Rata-rata berpikir kritis siswa yang menggunakan
Tahap pelaksanaan penelitian, adapun prosedur pelaksanaan penelitian adalah (1) melakukan pretest dengan soal-soal yang sama pada kelas eksperimen dan kelas kontrol; (2)
masing kelas penelitian dikategorikan menurut kemampuan awal matematis (KAM; tinggi, sedang, rendah). Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan
Untuk gain yang dinormalisasi diperoleh t hitung = 3,44 dengan signfikansi p = 0,002, karena signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa peningkatan keterampilan
Menurut Krulik (Supardi, 2012) mengemukakan bahwa dalam memahami maupun merencanakan penyelesaian masalah diperlukan suatu kemampuan berpikir kreatif siswa yang
Pada akhir siklus diadakan tes pemahaman konsep matematika. Pada tes awal yang diberikan sebelum tindakan diperoleh rata-rata nilai kemampuan pemahaman konsep
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata tes berpikir kritis siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), (2) Rata-rata berpikir kritis siswa yang menggunakan
Hal ini sesuai dengan pernyataan menurut Ratnaningsih (2003) bahwa model pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah seperti pada pembelajaran berbasis masalah