• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Bobot Media Tanam Pada Tanaman Sawi Sendok (Brassica juncea (L) Czern.) Dalam Polybag di Pekarangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kajian Bobot Media Tanam Pada Tanaman Sawi Sendok (Brassica juncea (L) Czern.) Dalam Polybag di Pekarangan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Kajian Bobot Media Tanam Pada Tanaman Sawi Sendok

(

Brassica juncea (L) Czern

.) Dalam Polybag di Pekarangan

Research of Media Weight Green Mustard Cabbage

(Brassica juncea (L) Czern.) in Polybags in The Yard

Maya Dhania Sari1*), Suri Emma, I.K.W. Edi, Suparwoto¹) ¹) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan

*)

Corresponding author: [email protected]

ABSTRACT

Planting vegetables in the yard can provide benefits as a source of family nutrition. Green Mustard Cabbage is one vegetable that can be planted in polybags in a relatively narrow yards in urban areas. This study aims to determine the effect of the weight of the growing media on growth and production of green mustard cabbage in a polybag. The activities carried out in the group of women farmers in the village Sukodadi Fir, District Sukarame, Palembang, South Sumatra Province, 2014. Green mustard cabbage seed planted in advance in plastic trays with soil and fertilizer bokhasi media ratio (1: 1) that has been sifted. After the 2-3 leaf pieces were transferred to bumbunan made of banana leaves with planting medium soil and manure is placed in Kebun Bibit Desa (Greenhouse). When the seedlings are 2 (two) weeks were transferred to poly-sized (25 cm x 25 cm) with soil growing media and fertilizers bokhasi (1: 1). The treatment of the four kinds of growing media weights namely, 1.5 kg, 2.0 kg, 2.5 kg and 3.0 kg. Each treatment of the 10 polybags where in one of the polybag planted only one of green mustard cabbage plants. Observation method is field observation method. The sampling Method is random sampling by taking random sample for five (5) plants. Data collected included: plant height, number of leaves, fresh weight per plant and weight per plant consumption. The analysis used a statistical analysis with t-test. Based on the results of the study showed that the weight of the growing media did not significantly affect plant height, leaf number and weight of consumption. As for the fresh weight of the plants, planting medium weight 3.0 kg significantly with the growing media treatment of 1.5 kg.

Key words: Green mustard cabbage, polybag, weight growing media, yard

ABSTRAK

Bertanam sayuran di pekarangan dapat memberi manfaat sebagai sumber gizi keluarga. Sawi sendok merupakan salah satu sayuran yang dapat ditanam dalam polybag pada lahan pekarangan yang relatif sempit di perkotaan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi sendok dalam polybag. Kegiatan dilaksanakan di kelompok wanita tani Cemara di Desa Sukodadi, Kecamatan Sukarame, Kodya Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, tahun 2014. Benih sawi sendok disemaikan terlebih dahulu dalam nampan plastik dengan media tanah dan pupuk bokhasi perbandingan (1:1) yang telah diayak. Setelah berdaun 2-3 helai dipindahkan ke bumbunan yang terbuat dari daun pisang dengan media tanam tanah dan pupuk kandang diletakkan dalam kebun bibit desa (Greenhouse). Setelah bibit berumur 2 (dua) minggu dipindahkan ke polybag yang berukuran (25 cm x 25 cm) dengan media tanam tanah dan pupuk bokhasi (1:1). Perlakuan empat macam bobot media tanam yaitu, 1,5 kg, 2,0 kg, 2,5 kg dan 3,0 kg. Setiap perlakuan 10 polybag dimana pada satu polybag

(2)

ditanam hanya satu tanaman sawi sendok. Metode pengamatan observasi lapang. Metode pengambilan contoh tanaman secara acak sebanyak 5 (lima) tanaman. Data yang dikumpulkan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar per tanaman dan berat konsumsi per tanaman. Analisis yang digunakan analisis secara statistik dengan Uji-t. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan bobot media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan berat konsumsi. Sedangkan untuk berat segar tanaman, bobot media tanam 3,0 kg berpengaruh nyata dengan perlakuan media tanam 1,5 kg.

Kata kunci : Bobot media tanam, pekarangan, polybag, sawi sendok

PENDAHULUAN

Pekarangan adalah sebidang tanah di sekitar rumah yang diusahakan secara sambilan (Sajogyo, 1994). Lahan pekarangan dapat dikelola secara optimal sebagai sumber bahan pangan keluarga. Menanam sayuran di pekarangan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, sehingga dapat mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Tidak hanya pekarangan yang luas, pekarangan sempit diperkotaan juga dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Kristanti (2011) mengemukakan bahwa di daerah perkotaan yang tidak memiliki lahan pekarangan, bertanam sayuran dapat dilakukan di dalam pot atau secara vertikultur.

Sawi sendok merupakan salah satu tanaman sayuran yang dapat ditanam di dalam pot atau polybag. Sawi sendok dapat tumbuh di daerah yang berhawa panas maupun dingin. Sayuran ini sangat cocok untuk ditanam di lahan pekarangan baik di perkotaan maupun di pedesaan. Sayuran hijau seperti sawi sendok banyak mengandung vitamin dan mineral. Menurut Rukmana (2015) Petsai dan sawi kaya akan sumber vitamin A, sehingga berdaya guna dalam upaya mengatasi masalah kekurangan vitamin A atau penyakit rabun ayam (Xerophthalmia) yang sampai kini masih menjadi masalah di kalangan anak balita. Kandungan nutrisi lain pada petsai dan sawi berguna juga untuk kesehatan tubuh manusia. Kegunaan petsai dalam tubuh manusia antara lain untuk mendinginkan perut, sedangkan sawi untuk memperbaiki daya kerja buah pinggang.

Kandungan kalsium yang tinggi pada sawi dapat mengurangi hilangnya bobot tulang yang biasa terjadi pada usia lanjut. Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh rendahnya kadar kalsium di dalam darah. Mineral lain yang cukup berarti pada sawi adalah magnesium. Kandungan magnesium pada sawi sangat berguna untuk mereduksi stres dan membantu membentuk pola tidur yang baik (Sutirman, 2011 dalam Anonim, 2015).

Salah satu upaya untuk mendapatkan produksi sawi sendok yang baik adalah dengan memilih media tanam yang baik. Agoes (1994) mengemukakan media tanam dapat diartikan sebagai tempat tinggal atau “rumah” bagi tanaman. Tempat tinggal yang baik adalah yang dapat mendukung pertumbuhan dan kehidupan tanaman.

Agar sawi sendok dapat tumbuh optimum, sebaiknya digunakan media tanam yang subur dan gembur. Tanah sebaiknya dicampur dengan pupuk kandang atau bokhasi. Namun bobot media tanam yang digunakan di dalam polybag juga harus tepat. Kramer (1975) dalam Fikri (2015) menyatakan komposisi media yang baik ntuk pertumbuhan tanaman adalah campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 karena mempunyai kemampuan menyerap air yang tinggi dan dapat memperbaiki drainase media sebab mempunyai ruang pori cukup. Bokhasi merupakan salah satu pupuk organik yang dapat digunakan. Indriyani (2001) menyatakan kata “Bokhasi” diambil dari bahasa Jepang, yang berarti bahan organik yang terfermentasi. Bokhasi adalah pupuk organik hasil fermentasi dengan teknologi larutan EM4 yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan menekan pertumbuhan patogen dalam tanah, efeknya dapat meningkatkan pertumbuhan

(3)

dan produksi tanaman (Irawan, 2012). Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi sendok dalam polybag, dan untuk mengetahui pada bobot media tanam mana yang terbaik pertumbuhannya.

BAHAN DAN METODE

Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Cemara di Desa Sukodadi, Kecamatan Sukarame, Kodya Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, tahun 2014. Benih sawi sendok disemaikan terlebih dahulu dalam nampan plastik dengan media tanah dan pupuk bokhasi perbandingan (1:1) yang telah diayak. Setelah berdaun 2-3 helai dipindahkan ke bumbunan yang terbuat dari daun pisang dengan media tanam tanah dan pupuk kandang, kemudian diletakkan dalam kebun bibit desa (Greenhouse). Setelah bibit berumur 2 minggu dipindahkan ke polybag yang berukuran (25 cm x 25 cm) dengan media tanam tanah dan pupuk bokhasi (1:1). Perlakuan empat macam bobot media tanam yaitu, 1,5 kg, 2,0 kg, 2,5 kg dan 3,0 kg. Setiap perlakuan 10 polybag dimana pada satu polybag ditanam hanya satu tanaman sawi sendok. Metode pengamatan observasi lapang. Metode pengambilan contoh tanaman secara acak sebanyak 5 tanaman. Data yang dikumpulkan meliputi : Tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar per polybag dan berat konsumsi. Analisis yang digunakan analisis secara statistik dengan Uji-t.

HASIL 1. Tinggi Tanaman

Perlakuan bobot media tanam dengan takaran 1,5 kg, 2 kg, 2,5 kg dan 3,0 kg pada tanaman sawi sendok, secara statistik tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot konsumsi kecuali pada parameter bobot segar tanaman, dimana media tanam dengan bobot 3,0 kg berpengaruh nyata dengan bobot media 1,5 kg (Tabel 1, 2, 3 dan 4).

Tabel 1. Rata-rata tinggi tanaman sawi sendok pada berbagai bobot media tanam No Bobot Media tanam (kg)/polybag Rata-rata tinggi tanaman (cm) Nilai beda 1,5 2,0 2,5 1 1,5 21,68 - 2 2,0 22,14 0,46tn - 3 2,5 22,46 0,78tn 0,32tn - 4 3,0 23,02 1,34tn 0,88tn 0,56tn

Keterangan : tn = berbeda tidak nyata

Pada Tabel 1, menunjukkan bahwa secara statistik perlakuan bobot media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman sawi sendok. Tetapi bila dilihat secara tabulasi bahwa bobot media tanam yang terberat yaitu 3,0 kg dapat meningkatkan tinggi tanaman sawi sendok 23,02 cm sedangkan pertumbuhan tanaman sawi sendok yang terendah pada bobot media tanam 1, 5 kg, yaitu rata-rata 21,68 cm.

(4)

2. Jumlah daun

Secara statistik perlakuan bobot media tanam yang dikaji tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah daun tanaman sawi sendok. Tetapi secara tabulasi perlakuan bobot media tanam dapat meningkatkan jumlah daun, dimana bobot 3,0 kg mencapai 16 helai daun, sedangkan yang sedikit rata-rata 14,6 helai dengan bobot media 1,5 kg (Tabel 2).

Tabel 2. Rata-rata jumlah daun tanaman sawi sendok pada berbagai bobot media tanam No Bobot media tanam (kg/polybag) Rata-rata jumlah daun (helai) Nilai beda 1,5 2,0 2,5 1 1,5 14,6 - 2 2,0 15,0 0,4tn - 3 2,5 16,0 1,4tn 1,0tn - 4 3,0 16,0 1,4tn 1,0tn 0tn

Keterangan : tn = berbeda tidak nyata

3. Berat segar tanaman

Bobot media tanam 3,0 kg berpengaruh nyata dengan bobot media tanam 1,5 kg terhadap berat segar tanaman sawi sendok, tetapi tidak berpengaruh nyata dengan bobot media 2,0 kg dan 2,5 kg. Berat segar tanaman sawi sendok tertinggi dicapai oleh bobot media 3,0 kg rata-rata 44 gr/tanaman dan terendah 28 gr/tanaman dengan media tanam 1,5 kg (Tabel 3).

Tabel 3. Rata-rata berat segar tanaman sawi sendok pada berbagai bobot media tanam No Bobot media tanam (kg)/polybag Rata-rata berat segar/tanaman (gr) Nilai beda 1,5 2,0 2,5 1 1,5 28 - 2 2,0 32 4tn - 3 2,5 33 5tn 1tn - 4 3,0 44 16* 12tn 11tn

Keterangan : tn = berbeda tidak nyata * = berbeda nyata

4. Berat konsumsi

Perlakuan bobot media tanam secara statistik tidak berpengaruh nyata antara satu dengan lainnya terhadap berat konsumsi. Walaupun demikian secara visual bobot media tanam yang terberat 3,0 kg dapat meningkatkan hasil tanaman sebesar 34 gr/tanaman lebih berat dibandingkan dengan bobot media lainnya. Hasil terendah diperlihatkan oleh bobot media 1,5 kg rata-rata 22 gr/tanaman (Tabel 4).

Tabel 4. Rata-rata berat bersih tanaman sawi sendok pada berbagai bobot media tanam No Bobot media tanam (kg/polybag) Rata-rata berat bersih/tanaman (gr) Nilai beda 1,5 2,0 2,5 1 1,5 22,0 - 2 2,0 26,0 4tn -

(5)

3 2,5 26,5 4,5tn 0,5tn -

4 3,0 34,0 12tn 8tn 7,5tn

Keterangan : tn = berbeda tidak nyata

PEMBAHASAN

Perlakuan bobot media tanam secara statistik tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot konsumsi. Pada parameter bobot segar tanaman, media tanam dengan bobot 3,0 kg berpengaruh nyata dengan bobot media 1,5 kg, dan tidak berpengaruh nyata pada media 2,0 kg dan 2,5 kg. Hal ini diduga karena selisih bobot antara media 3,0 kg lebih banyak dengan bobot media 1,5 kg, sehingga membuat perbedaan bobot segar tanaman semakin nyata.

Secara tabulasi tinggi tanaman pada perlakuan media tanam 3,0 kg lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan media tanam 1,5 kg, 2,0 kg, dan 2,5 kg. Jumlah daun pada media tanam 3,0 kg juga lebih banyak dibandingkan dengan bobot media tanam lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak media yang digunakan maka pertumbuhan tanaman semakin optimal. Tersedianya media tanam yang lebih banyak memberikan ruang akar untuk berkembang dengan lebih baik. Fikri (2015) mengemukakan volume media yang baik untuk budidaya tanaman adalah volume media yang mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan akar serta mencukupi kebutuhan tanaman akan air dan unsur hara.

Media tanah yang dicampur dengan pupuk bokhasi menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan membuat media tanam menjadi lebih gembur. Hal ini membuat sistem perakaran akan lebih baik dalam penyerapan unsur hara, sehingga pertumbuhan tanaman semakin baik pula. (Soepardi, 1983 dalam Fikri, 2015) menyatakan perbaikan sifat kimia tanah akibat penambahan bahan organik adalah menyediakan unsur hara, memperbaiki kapasitas tukar kation dan meningkatkan kelarutan unsur fospat dalam tanah. Pengaruh pemberian bahan organik terhadap sifat biologis tanah adalah aktifitas organisme dalam menguraikan bahan organik, dengan demikian unsur hara yang terdapat dalam tanah menjadi tersedia.

KESIMPULAN

Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa peningkatan bobot media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat konsumsi. Sedangkan untuk berat segar tanaman, bobot media tanam 3,0 kg berpengaruh nyata dengan perlakuan media tanam 1,5 kg. Bobot media tanam 3,0 kg memberikan kecenderungan pertumbuhan tanaman sawi sendok yang lebih baik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, maupun berat konsumsi.

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, S.D. 1994. Aneka Jenis Media Tanam dan Penggunaannya. Penebar Swadaya. Jakarta.

Anonim. 2015.

http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Undergraduate-22767-File%206_BAB%20II.pdf. Diakses 22 September 2015.

Fikri, K. 2015. Pengaruh Volume Media Dalam Polybag Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Alaeis guineensis Jacq.). http://download.portalgaruda.org/ article.php?article=186792&val=6448&title=Pengaruh%20Volume%20Media%20D

(6)

alam%20Polybag%20Terhadap%20Pertumbuhan%20Bibit%20Kelapa%20Sawit%2 0%20%28Elaeis%20guineensis%20Jacq.%29. Diakses 24 Agustus 2015.

Indriyani, H.Y., 2001. Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Irawan, U.S. 2012. Teknik Pembutan Pupuk Bokhasi. http://psflibrary.org

/catalog/repository/Booklet%20Bokashi_res.pdf. Diakses 27 September 2015.

Kristanti, I. 2011. “Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Menjadi Taman Sayur yang

Produktif”. http://uripsantoso.wordpress.com/201103/08/optimalisasi-pemanfaatan-pekarangan-menjadi-taman-sayur-yang-produktif/. Diakses 24 Oktober 2012.

Rukmana, R. 2015. Bertanam Petsai dan Sawi. https://books.google.co.id

/books?id=FXQcASoomsC&pg=PA14&dq=kandungan+gizi+tiap+100+gr+sawi&so urce=bl&ots=5F7Rq9jaQ4&sig=CxpYODDEx3K2EJ1p2JptakXwpn4&h1=id&sa=X &rediresc=y#v=onepage&q=kandungan%20gizi%20tiap%20100%20gr%20sawi&f= false. Diakses 22 September 2015.

Sajogyo. 1994. Menuju Gizi Baik yang Merata di Pedesaan dan di Kota. Gajah Mada Press. Yogyakarta.

Gambar

Tabel 4.  Rata-rata berat bersih tanaman sawi sendok  pada berbagai bobot media tanam  No  Bobot media  tanam  (kg/polybag)  Rata-rata berat  bersih/tanaman (gr)  Nilai beda 1,5 2,0  2,5  1  1,5  22,0  -  2  2,0  26,0  4tn  -

Referensi

Dokumen terkait

Baik TPB maupun TRA, menyatakan bahwa keyakinan-keyakinan utama individu (personal salient beliefs) akan menentukan sikap individu terhadap suatu perilaku tertentu, namun

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proteksi tanin ampas teh pada bungkil kelapa terbukti dapat menurunkan konsentrasi amonia, meningkatkan

Berdasarkan hasil percobaan disimpulkan bahwa: Tidak terdapat Interaksi konsentrasi air laut dengan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis,

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Pembangunan Manusia di Madura berdasarkan tipologi klassen. Indeks Pembangunan Manusia adalah salah satu indikator

13 Data yang dimaksud adalah hasil wawancara dengan para tokoh masyarakat (bapak Amin, Darso, Suprat) dan beberapa orang yang secara langsung atau tidak

Beberapa prinsip yang harus di dalam desain untuk meningkatkan proses perakitan termasuk menyederhanakan dan mengurangi jumlah bagian, menggunakan bahan terpadu untuk

Nilai maksimum faktor keamanan struktur rangka mekanik pasien berdasarkan hasil analisis statik pada software finite element adalah sebesar 15 yang berarti faktor keamanannya

[r]