• Tidak ada hasil yang ditemukan

Problematika Ketentuan Hukum Kewenangan Polri dan Kejaksaan Dalam Penyidikan Tindak Pidana Korupsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Problematika Ketentuan Hukum Kewenangan Polri dan Kejaksaan Dalam Penyidikan Tindak Pidana Korupsi"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Implementasi Peraturan Perundang-undangan terkait Kewenangan Kepolisan dan  Kejaksaan dalam Penyidikan Tindak Pidana Korupsi

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, memberikan kewenangan KPK antara lain melakukan supervisi terhadap Instansi

Kendala-kendala yang Ditemui Dalam Melakukan Penyidikan Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Negeri Sawahlunto .... Koordinasi Jaksa dengan Perangkat Hukum Lainnya

Dengan tujuan untuk memahami fungsi, tugas dan wewenang penyidik Polri dan penuntut umum dalam tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia khususnya di wilayah hukum

menanganai perkara tindak pidana korupsi secara normatif telah sesuai dengan sistem peradilan pidana di Indonesia (Kepolisian sebagai penyidik, Kejaksaan sebagai

Tumpang tindih kewenangan antara sub sistem dalam sistem peradilan pidana tentang siapa yang berwenang melakukan penyidikan pada perkara tindak pidana korupsi

Alasan diragukannya kewenangan jaksa sebagai penyidik dikarenakan adanya ketentuan pasal 26 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi

kasus tindak pidana korupsi sesuai persyaratan yang ditentukan undang- undang. Dalam hal melakukan penyidikan tipikor Polri dan KPK tdk. pernah melakukan penyidikan

96 Kajian Hukum: Kewenangan Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang yang Penyidikan Tindak Pidana Asalnya dilakukan oleh Penyidik Lain ϵϮ Kemudian dalam Ratio Decidendi 3.12 Putusan