• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebutuhan Guru Sekolah Dasar Inklusi dalam Meningkatkan Kompetensi melalui Media Video

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kebutuhan Guru Sekolah Dasar Inklusi dalam Meningkatkan Kompetensi melalui Media Video"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Pengalaman Mengajar   Lama Mengajar  Guru Reguler  GPK
Tabel 4. Upaya peningkatan Kompetensi Secara Mandiri Bentuk  Guru Reguler  GPK
Tabel di atas menggambarkan bahwa  peningkatan kompetensi terkait  pendidi-kan inklusi yang dilaksanapendidi-kan secara  man-diri lebih banyak dilakukan melalui diskusi  dengan teman yaitu 58%
Tabel 6. Kategori Sikap terhadap  Komponen Pelaksanaan Pendidikan Inklusif Katagori  Guru Reguler  GPK  Rerata
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini disebabkan karena pelaksanaan pembelajaran inklusi di SD Negeri Blotongan 03 mengalami beberapa kendala antara lain kurangnya Guru Pembimbing Khusus (GPK),

Permasalah utama dalam penelitian ini adalah adanya stigma-rumor negative dari sebagian masyarakat yang selama ini membebani profesi guru penjasorkes terutama teman sejawat guru

Pemerintah memberikan perhatian pada sekolah inklusi. Sekolah inklusi adalah lembaga pendidikan yang mendidik siswa berkebutuhan khusus dengan siswa tidak

Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SMP Negeri 23 Banjarmasin.. Pembimbing Bidang Konten dan

Moordiningsih, M.Psi.,Psikolog selaku pembimbing Praktek Kerja Psikologi Profesi, terima kasih telah membimbing peneliti selama PKPP dan para dosen yang mengajar di

Berkaitan dengan guru pendamping khusus, Kemendikbud RI pada pedoman penyelenggaraan kurikulum untuk PDBK di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi dikatakan bahwa jumlah guru

Hal ini sejalan dengan penelitain yang dilakukan oleh Tarnoto 2016 dengan hasil bahwa berbagai permasalahan dalam kesiapan guru seperti kurangnya kompetensi guru dalam menghadapi ABK,

Rudiyati et al., 2021 menjelaskan bahwa upaya pemenuhan kebutuhan siswa khususnya anak berkebutuhan khusus dalam sekolah inklusi yang dapat dilakukan oleh guru sebagai bentuk