Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ruptur Perineum pada Ibu Bersalin
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
“ Hubungan antara Umur, Paritas, Aktivitas Fisik Trimester III dan Berat Badan Lahir dengan Kejadian Ruptur Perineum di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu ”9. dapat
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara paritas dengan kejadian ruptur perineum spontan di RSUD Kota Surakarta, tujuan khususnya
Penelitian Elisa (2016) dan Pratami & Kuswanti (2015) juga menunjukkan adanya hubungan antara paritas dengan kejadian rupture perineum. Rupture perineum merupakan
Analisa kejadian preeklampsia-eklampsia berdasarkan faktor risiko paritas pada tabel terlihat bahwa paritas berisiko secara statistik, ada hubungan yang bermakna antara paritas
Sebagian besar kejadian derajat ruptur perineum pada ibu bersalin normal di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta tahun 2013 adalah ruptur perineum derajat II berjumlah 166 responden
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami ruptur perineum spontan adalah responden yang melahirkan dengan lama persalinan kala II
Hasil penelitian ini sejalan juga dengan hasil penelitian Hartalina (2020) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian IUFD
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian ruptur perineum mayoritas terjadi pada ibu bersalin yang sewaktu hamil tidak melakukan senam hamil yaitu sebanyak 22 (64,7%)