• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUESIONER PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI pada

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KUESIONER PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI pada "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KUESIONER

PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI

EKO HERTANTO

Salah satu masalah dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah produktivitas tenaga kerja. yang rendah. Rendahnya produktivitas pegawai dalam suatu organisasi, hingga saat ini masih merupakan masalah yang aktual untuk dikaji. Untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi, faktor manusia merupakan variabel yang sangat penting karena berhasil tidaknya suatu usaha, sebagian besar ditentukan oleh perilaku-perilaku para pegawai. Dalam suatu organisasi atau perusahaan sangat diperlukan adanya produktivitas kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Produktivitas kerja merupakan persyaratan kerja yang harus dipenuhi oleh karyawan untuk memperoleh hasil maksimal dimana dalam pelaksanaannya, produktivitas kerja terletak pada faktor manusia sebagai pelaksana kegiatan pekerjaan. Jadi faktor manusia memegang peranan penting dalam mencapai hasil agar sesuai dengan tujuan perusahaan tersebut, karena betapapun sempurnanya peralatan kerja tanpa adanya tenaga manusia tidak akan berhasil memproduksi barang atau jasa sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Setiap organisasi baik berbentuk perusahaan maupun lainnya akan selalu berupaya agar para pegawai yang terlibat dalam kegiatan organisasi dapat memberikan prestasi dalam bentuk produktivitas kerja yang tinggi untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Produktivitas kerja pegawai selalu diarahkan pada bagaimana melakukan atau memanfaatkan sesuatu agar mencerminkan prinsip efektivitas dan efisiensi. Dapat dikatakan efisien apabila yang dilakukan memperhitungkan aspek biaya, sarana prasarana, sumber daya (manusia dan material), dan waktu sehemat mungkin. Sedangkan sesuatu dikatakan efektif bila pemanfaatan berbagai aspek tersebut benar-benar tepat sasaran.

Manajemen perusahaan harus memperhatikan produktivitas tenaga kerja, karena produktivitas merupakan salah satu indikator untuk mengatur tingkat efisiensi. Pencapaian prestasi manajemen sangat tergantung pada produktivitas kerja, dalam hal ini adalah produktivitas sumber daya manusia.

Produktivitas kerja pegawai merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan suatu bisnis. Produktivitas yang tinggi akan sangat menguntungkan baik bagi perusahaan maupun bagi pegawai terutama untuk kesejahteraannya. Produktivitas kerja adalah pendayagunaan sumber daya manusia secara efektif dan efisien, ketepatan atau kesesuaian penggunaan metode atau cara kerja dibandingkan dengan alat dan waktu yang tersedia, dalam rangka mencapai tujuan. Ukuran pokoknya adalah penyelesaian volume dan beban kerja yang tepat pada waktunya, dengan menggunakan sumber daya manusia secara minimal.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja pegawai dapat diakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui kegiatan pendidikan dan latihan (diklat), melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, kursus atau dalam bentuk lain.

Peningkatan produktivitas kerja pegawai tidak dapat dilepaskan dari suasana kerja. Suasana kerja yang memungkinkan meningkatnya produktivitas kerja misalnya seperti pemahaman pegawai terhadap deskripsi tugas (job description) sesuai posisi dimana pegawai tersebut ditempatkan, tugas-tugas apa yang harus dilakukannya, kepada siapa pegawai itu melapor atas hasil yang

(2)

pedoman, demikian pula dengan pola interaksi yang harus diikuti oleh pegawai dalam organisasi.

Menurut Griffin (2003:213-214), produktivitas tenaga kerja pada dasarnya merupakan

produktivitas parsial, karena hanya membagi output dengan satu jenis input, yaitu hanya tenaga kerja. Jadi, produktivitas tenaga kerja merupakan perbandingan antara total keluaran dengan masukan tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja dapat diukur dengan menggunakan masukan tenaga kerjanya per minggu, per tahun, atau per jam kerja. Sehingga produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara hasil keluaran (output) yang diukur dalam kesatuan fisik dan nilai masukan (input) tenaga kerja. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas antara lain jumlah, waktu kerja, mutu, efisiensi dan efektivitas.

Produktivitas kerja selalu diarahkan pada bagaimana melakukan atau memanfaatkan sesuatu agar mencerminkan prinsip efektivitas dan efisiensi. Dikatakan efisien manakala apa yang dilakukan mempertimbangkan aspek biaya, sarana prasarana, sumber daya (manusia dan material), dan waktu sehemat mungkin. Sedangkan sesuatu dikatakan efektif bila pemanfaatan berbagai aspek tersebut benar-benar tepat sasaran atau tujuan yang diinginkan.

Deskripsi Teoritik

Konsep produktivitas kerja dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi individu dan dimensi organisasi. Dimensi individu melihat produktivitas dalam kaitannya dengan karakteristik-karakteristik kepribadian individu yang muncul dalam bentuk sikap mental dan mengandung makna keinginan dan upaya individu yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.

Sedangkan dimensi organisasi melihat produktivitas dalam kerangkan hubungan teknis antara masukan (input) dan keluaran (output). Oleh karena itu terjadinya peningkatan produktivitas tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas, tetapi juga dilihat dari aspek kualitas.

Unsur pertama dari produktivitas kerja adalah semangat kerja dapat diartikan sebagai sikap

mental para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dimana sikap mental ini ditunjukkan oleh adanya kegairahan dalam melaksanakan tugas dan mendorong dirinya untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif. Untuk menilai semangat kerja karyawan dapat dilihat dari tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.

Unsur kedua dari produktivitas kerja adalah cara kerja atau metode kerja. Cara atau metode kerja pegawai dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dapat dilihat melalui kesediaan para pegawai untuk bekerja secara efektif dan efisien.

Unsur ketiga dari produktivitas kerja adalah hasil kerja. Hasil kerja merupakan hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh pegawai. Hasil kerja yang diperoleh oleh pegawai merupakan prestasi kerja pegawai dalam

melaksanakan tugas-tugasnya. Hasil kerja ini dapat dilihat dari kuantitas yang telah dihasilkan.

Produktivitas pada hakekatnya meliputi sikap yang senantiasa mempunyai pandangan bahwa metode kerja hari ini harus lebih baik dari metode kerja kemarin dan hasil yang dapat diraih esok harus lebih banyak atau lebih bermutu daripada hasil yang diraih hari ini.

Menurut Hasibuan (2010:94), produktivitas karyawan adalah perbandingan antara output dan input, dimana outputnya harus mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik. Kemudian menurut Greenberg dalam Sinungan (2003:12), mendefinisikan produktivitas sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan selama periode tersebut.

Sedarmayanti (2009:104), mengatakan produktivitas kerja menunjukkan bahwa

(3)

Sedangkan menurut Sutrisno (2011:207), produktivitas merupakan output per unit, atau output dibagi input, atau rasio antara output dengan input.

Seorang karyawan yang produktif adalah karyawan yang cekatan dan mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai mutu yang ditetapkan dan waktu yang lebih singkat, sehingga akhirnya dapat tercapai tingkat produktivitas kerja karyawan yang tinggi. Dengan demikian penting bagi manajer berusaha untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan, agar perusahaan dapat berkembang dan dapat mempertahankan usahanya.

Teori-teori yang membahas tentang produktivitas kerja sangatlah bervariasi tetapi makna pokok dari produktivitas kerja adalah kemampuan seorang tenaga kerja dalam menghasilkan suatu pekerjaan.

Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas

Kerja

Dalam upaya mengembangkan produktivitas kerja pegawai disuatu perusahaan perlu

memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai baik yang beruhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan perusahaan.

Menurut Sinungan (2005:54) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja adalah sebagai berikut:

1. Tenaga Kerja

Kenaikan sumbangan produktivitas adalah karena adanya tenaga kerja yang lebih sehat, lebih terdidik dan lebih giat. Produktivitas dapat meningkat karena hari kerja yang lebih pendek. Dengan demikian tenaga kerja berperan penting dalam produktivitas.

Faktor-faktor tenaga kerja meliputi: a. Pendidikan

Pada umumnya orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi akan mempunyai wawasan yang lebih luas terutama penghayatan akan arti pentingnya produktivitas dapat mendorong pegawai

yang bersangkutan melakukan tindakan yang produktif. Pendidikan, baik formal maupun informal akan mendorong pegawai bertindak produktif. b. Disiplin

Disiplin kerja yaitu sikap patuh, taat, dan sadar pada peraturan lembaga atau organisasi. Disiplin kerja dapat membuat pekerjaan cepat selesai.

c. Motivasi

Motivasi yaitu dorongan kehendak yang mempengaruhi perilaku pegawai untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. Apabila pegawai mendapatkan motivasi, maka akan menimbukan psikologis untuk meningkatkan dedikasi serta pemanfaatan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas kerja.

d. Keterampilan dan Pengalaman Pada aspek tertentu apabila pegawai semakin terampil dan berpengalaman, maka akan lebih mampu bekerja serta menggunakan fasilitas kerja dengan baik.

2. Seni serta Ilmu Manajemen

Manajemen adalah faktor produksi dan sumber daya ekonomi, sedangkan seni adalah pengetahuan manajemen yang memberikan kemungkinan peningkatan produktivitas. Manajemen termasuk perbaikan melalui penerapan teknologi dan pemanfaatan pengetahuan yang memerlukan pendidikan dan penelitian.

3. Modal

Modal merupakan landasan gerak suatu perusahaan, karena dengan modal

perusahaan dapat menyediakan peralatan bagi manusia yaitu untuk membantu melakukan pekerjaan dalam meningkatkan produktivitas kerja. Fasilitas yang memadai akan membuat semangat kerja bertambah secara tidak langsung produktivitas kerja dapat meningkat. Menurut sinungan (2005:64), mengisyaratkan dua kelompok syarat bagi produktivitas perorangan yang tinggi:

1. Kelompok Pertama

a. Tingkat pendidikan dan keahlian. b. Jenis teknologi dan hasil produksi. c. Kondisi kerja.

(4)

2. Kelompok Kedua

a. Sikap mental (terhadap tugas), teman sejawat dan pengawas.

b. Keanekaragam tugas.

c. Sistem insentif (sistem upah dan bonus). d. Kepuasan kerja.

Manfaat Penilaian Produktivitas Kerja

Menurut Sinungan (2005:126), manfaat dari pengukuran prduktivitas kerja adalah sebagai berikut:

1. Umpan balik pelaksanaan kerja untuk memperbaiki produktivitas karyawan. 2. Evaluasi produktivitas kerja digunakan untuk

penyelesaian, misalnya: pemberian bonus dan bentuk kompensasi lainnya.

3. Untuk keputusan-keputusan penetapan, misalnya: promosi, transfer dan demosi. 4. Untuk kebutuhan latihan dan

pengembangan.

5. Untuk perencanaan dan pengembangan karir.

6. Untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan proses staffing.

7. Untuk mengetahui ketidak akuratan informal. 8. Untuk memberikan kesempatan kerja yang

adil.

Indikator Produktivitas Kerja Pegawai

Menurut Sutrisno (2011:104), indikator untuk mengukur produktivitas kerja pegawai, sebagai berikut:

1. Kemampuan

Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas. Kemampuan seorang karyawan sangat bergantung pada keterampilan yang dimiliki serta profesionalisme mereka dalam bekerja. Ini memberikan daya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya kepada mereka.

2. Meningkatkan hasil yang dicapai

Berusaha untuk meningkatkan hasil yang dicapai. Hasil merupakan salah satu yang dapat dirasakan baik oleh yang mengerjakan maupun yang menikmati hasil pekerjaan tersebut. Jadi upaya untuk memanfaatkan produktivitas kerja bagi masing-masing yang terlibat dalam suatu pekerjaan.

3. Semangat kerja

Ini merupakan usaha untuk lebih baik dari hari kemarin. Indikator ini dapat dilihat dari etos kerja dan hasil yang dicapai dalam satu hari

kemudian dibandingkan dengan hari sebelumnya.

4. Pengembangan diri

Senantiasa mengembangkan diri untuk meningkatkan kemampuan kerja.

Pengembangan diri dapat dilakukan dengan melihat tantangan dan harapan dengan apa yang akan dihadapi. Sebab semakin kuat tantangannya, pengembangan diri multak dilakukan. Begitu juga harapan untuk menjadi lebih baik pada gilirannya akan sangat berdampak pada keinginan karyawan untuk meningkatkan kemampuan.

5. Mutu

Selalu berusaha untuk meningkatkan mutu yang lebih baik dari yang telah lalu. Mutu merupakan hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan kualitas kerja seorang karyawan. Jadi meningkatkan mutu bertujuan untuk memberikan hasil yang terbaik yang pada gilirannya akan sangat berguna bagi perusahaan dan dirinya sendiri.

6. Efisensi

Perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. Masukan dan keluaran merupakan aspek produktivitas yang memberikan

pengaruh yang cukup signifikan bagi karyawan.

Sedangkan menurut Simamora (2004:612), indikator dalam pengukuran produktivitas kerja, meliputi:

1. Kuantitas Kerja

Kuantitas kerja adalah merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar yang ada atau ditetapkan oleh perusahaan.

2. Kualitas Kerja

Kualitas kerja merupakan suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu dari suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan dalam hal ini merupakan suatu kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan standar yang ditetapkan oleh perusahaan.

3. Ketepatan Waktu

(5)

ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang disediakan diawal waktu sampai menjadi output.

Pengaruh Stres Kerja terhadap Produktivitas Kerja

Salah satu alasan mengapa stres perlu untuk dipahami adalah stres berhubungan erat dengan produktivitas. Robbins dan Judge (2008:401), mengatakan stres kerja dengan tingkat tertentu akan menstimulasi tubuh untuk dapat

meningkatkan kemampuannya untuk bereaksi. Pegawai atau individu kemudian sering melakukan tugas mereka dengan lebih baik, lebih intensif, atau lebih cepat. Stres kerja dengan kata lain pada taraf tertentu akan mampu meningkatkan produktivitas pegawai namun bila dibiarkan berlarut dapat menurunkan tingkat produktivitas kerja. Pegawai yang mengalami stres kerja tidak dapat bekerja secara optimal sehingga akan memberi dampak yang negatif pada hasil kerjanya. Stres menjadi masalah yang penting karena dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai.

Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja

Umar (2005:36), mengemukakan bahwa kepuasan kerja tampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi lingkungan kerjanya. Dampak kepuasan kerja perlu dipantau dengan mengaitkannya pada output yang dihasilkan. Karyawan yang tidak puas terhadap pekerjaannya dapat mempengaruhi tingi rendahnya produktivitas kerja karyawan dalam lingkungan kerjanya. Kemudian Kreitner dan Kinicki (2005:272),

mengemukakan bahwa kepuasan kerja yang tinggi akan mempengaruhi produktivitas kerja yang tinggi pula.

Luthans (2006:246), mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang pasti di dalam kepuasan dan produktivitas karyawan. Kemudian Robbins dan Judge (2008:113), mengemukakan bahwa

pekerjaan yang bahagia cenderung lebih produktif, organisasi yang mempunyai karyawan yang lebih puas cenderung lebih efektif bila dibandingkan organisasi yang mempunyai karyawan kurang puas. Karyawan yang merasa kurang puas akan mengakibatkan rendahnya produktivitas kerja karyawan dalam organisasi.

Pengaruh Motivasi terhadap Produktivitas Kerja

Keberhasilan perusahaan salah satunya ditandai dengan meningkatnya produktivitas, Produktivitas sangat tergantung pada motivasi dan akan tercapai bila terdapat motivasi yang tinggi dan moral yang baik dari sumber daya manusianya. Motivasi ini akan tercermin dalam etos kerja yang akan mempengaruhi produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Motivasi adalah salah satu faktor yang penting dan berpengaruh terhadap produktivitas.

Motivasi individu timbul karena adanya kebutuhan dalam diri seseorang yang dituntut adanya pemuasan dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan pegawai merupakan hal yang harus juga diperhatikan. Kebutuhan pegawai seperti keselamatan, pengakuan atas pekerjaan, dan gaji haruslah disesuaikan dengan pengeluaran dari pegawai, karena jika pengeluaran dari pegawai tidak terpenuhi maka motivasi kerja pegawai akan menurun sehingga produktivitas kerja akan menurun.

Kebutuhan yang terpenuhi akan memotivasi pegawai untuk bekerja lebih baik. Dengan adanya motivasi dari setiap pegawai maka produktivitas kerja dari pegawai akan meningkat.

(6)

Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Kerja

. Disiplin kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, maka keberadaan disiplin kerja sangat diperlukan suatu perusahaan. Dengan demikian dalam usaha meningkatkan produktivitas kerja pegawai salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan memperhatikan disiplin kerja pegawai.

Menurut Sinungan (2003:148), menyatakan disiplin mendorong produktivitas atau disiplin merupakan sarana penting untuk mencapai produktivitas.

Seorang pegawai akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab bila karyawan tersebut memiliki disiplin kerja yang tinggi, maka diperlukan peraturan dan hukuman dalam perusahaan tersebut. Disiplin kerja yang berarti kesediaan pegawai untuk mematuhi peraturan/ketentuan yang berlaku dalam lingkungan organisasi kerja masing-masing, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Disiplin kerja adalah salah satu syarat untuk dapat membantu karyawan bekerja secara produktif yang akan membantu peningkatan produktivitas kerja. Adanya disiplin kerja dalam perusahaan akan membuat pegawai dapat menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik. Pegawai yang disiplin dan patuh terhadap norma-norma yang berlaku dalam perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan prestasi kerja pegawai yang bersangkutan.

Untuk mencapai produktivitas yang tinggi pimpinan perusahaan harus memperhatikan disiplin kerja. Hilangnya disiplin akan berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan efektivitas tugas pekerjaan. Dengan adanya kedisiplinan diharapkan pekerjaan akan dilakukan seefektif mungkin. Bilamana kedisiplinan tidak dapat ditegakkan maka kemungkinan tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai secara efektif dan efisien. Apabila suatu perusahaan hanya memperhatikan tentang pendidikan, keahlian dan teknologi tanpa memikirkan disiplin kerja karyawan, maka

pendidikan, keahlian dan teknologi yang tinggi sekalipun tidak akan menghasilkan produk yang maksimal bila yang bersangkutan tidak dapat memanfaatkannya secara teratur dan mempunyai kesungguhan disiplin kerja yang tinggi.

Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Produktivitas Kerja

Pengalaman kerja yang dimiliki oleh pegawai akan menunjang terciptanya produktivitas kerja yang optimal. Hal ini akan berkebalikan jika pegawai pengalaman kerjanya kurang maka untuk mencapai produktivitas kerja yang optimal akan sulit. Dengan pengalaman yang didapat seseorang akan lebih cakap dan terampil serta mampu melaksanakan tugas pekerjaannya.

Banyak sedikitnya pengalaman kerja akan menentukan atau menunjukkan bagaimana kualitas dan produktivitas seseorang dalam bekerja, artinya cepat lambatnya seseorang dalam mengerjakan suatu pekerjaan akan dipengaruhi oleh seberapa banyak orang tersebut telah memiliki pengalaman kerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Ini berarti pengalaman akan juga mempengaruhi kemampuan dalam bekerja.

Kesimpulan

Produktivitas yang tinggi dapat dicapai jika didukung oleh para pegawai yang mempunyai semangat kerja dan disiplin kerja yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Semangat kerja yang tinggi dari pegawai merupakan faktor yang dapat berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas kerja.

Sedangkan dengan disiplin kerja yang tinggi berarti kesediaan dari pegawai untuk mematuhi semua peraturan atau ketentuan yang berlaku dalam lingkungan kerja perusahaan.

(7)

Motivasi dan pengalaman kerja yang baik dapat juga menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Sebab melalui adanya dua faktor tersebut akan menciptakan tingkat produktivitas kerja yang tinggi.

Setiap perusahaan selalu menginginkan produktivitas dari setiap karyawannya meningkat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan harus memberikan motivasi yang baik kepada seluruh pegawainyanya agar dapat meningkatkan

produktivitas. Selain itu ditambah pengalaman kerja yang dimiliki oleh para karyawannya, akan

memberikan suatu hubungan yang besar dalam upaya mencapai tingkat produktivitas.

Untuk meningkatkan produktivitas kerja perlu adanya upaya dari perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan tersebut agar hasil produktivitas yang diinginkan dapat tercapai. Kaitannya dalam hal produktivitas kerja pegawai diperlukan adanya kepemimpinan yang baik, disiplin kerja yang tinggi, pemberian motivasi kepada karyawan agar memberikan semangat dalam bekerja, serta pemberian kompensasi yang sesuai dan tepat sasaran kepada karyawan.

Produktivitas kerja dikatakan tinggi jika hasil yang diperoleh lebih besar daripada sumber kerja yang digunakan. Sebaliknya produktivitas kerja dikatakan rendah, jika hasil yang diperoleh lebih kecil dari sumber kerja yang digunakan.

Tujuan utama dari peningkatan produktivitas kerja karyawan adalah agar karyawan baik ditingkat bawah maupun ditingkat atas mampu menjadi karyawan yang efisien, efektif dan produktif.

Dengan penerapan sumber daya manusia yang baik pada suatu perusahaan, maka potensi

untuk mendapatkan suatu produktivitas kerja perusahaan akan dapat dicapai dengan baik pula, karena keseluruhan kegiatan produksi dalam mengolah sumber daya atau material perusahaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kerja untuk menghasilkan suatu output produk yang akan dihasilkan dan dipasarkan oleh perusahaan itu sendiri. Apabila produktivitas pegawai dalam bekerja menurun, maka tingkat karir sulit untuk meningkat.

Secara teoritik banyak faktor yang turut mempengaruhi produktivitas kerja pegawai dalam suatu organisasi, antara lain: kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang tersedia, dan lingkungan organisasi baik yang sifatnya ekternal maupun lingkungan organisasi yang sifatnya internal. Tetapi pengendali utama berada paa unsur manusia.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka produktivitas kerja pegawai dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui kegiatan pendidikan dan latihan (diklat),

melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, kursus atau dalam bentuk yang lain.

Produktivitas yang tinggi merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, tercapai atau tidaknya tujuan perusahaan tergantung dari sumber daya manusianya yang ada pada perusahaan tersebut.

(8)

INDIKATOR PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI

1.

Kemampuan

2.

Meningkatkan hasil yang dicapai

3.

Semangat kerja

4.

Pengembangan diri

5.

Mutu

6.

Efisiensi

1.

2.

3.

KRITERIA JAWABAN

SKOR PENILAIAN

4.

SS

= Sangat Setuju

5

5.

S

= Setuju

4

6.

KS

= Kurang Setuju

3

7.

TS

= Tidak Setuju

2

8.

STS

= Sangat Tidak Setuju

1

9. 10.

11.

N

12. PERTANYAAN

13.

S

14.

S

15.

K

16.

T

17.

S

18. KEMAMPUAN

19.

1

20. Saya menguasai bidang pekerjaan yang saya

kerjakan saat ini

21.

22.

23.

24.

25.

26.

2

27. Saya memiliki keterampilan yang sangat baik dalam

melaksanakan tugas kerja saya

28.

29.

30.

31.

32.

33.

3

34. Tugas dan tanggung jawab diberikan sesuai

dengan kemampuan saya

35.

36.

37.

38.

39.

40.

4

41. Kuantitas kerja yang diberikan sesuai dengan

kemampuan saya

42.

43.

44.

45.

46.

47.

5

48. Keterampilan saya kurang memadai sehingga

menyebabkan kejenuhan saat mengerjakan

pekerjaan

49.

50.

51.

52.

53.

54. MENINGKATKAN HASIL YANG DICAPAI

55.

6

56. Pekerjaan yang saya hasilkan sudah sesuai dengan

target yang ditetapkan oleh perusahaan

57.

58.

59.

60.

61.

62.

7

63. Target kerja tidak penting, yang penting pekerjaan

selesai

64.

65.

66.

67.

68.

69.

8

70. Dalam menyelesaikan pekerjaan, saya harus

mendapatkan hasil yang terbaik

71.

72.

73.

74.

75.

76.

9

77. Jumlah dari hasil pekerjaan yang saya tangani

selalu memenuhi target yang telah ditetapkan

78.

79.

80.

81.

82.

83.

1

84. Dalam mengerjakan saya selalu bersungguh-

sungguh agar tidak terjadi kesalahan

85.

86.

87.

88.

89.

90. SEMANGAT KERJA

91.

1

92. Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan sebelum

batas waktu yang ditentukan oleh atasan

(9)

98.

1

99. Saya bersedia diberi tambahan kuantitas kerja

diluar jam kerja apabila dibutuhkan

100.

101. 102. 103. 104.

105.

1

106.

Terkadang saya merasa jenuh terhadap

pekerjaan yang saya tangani

107.

108. 109. 110. 111.

112.

1

113.

Saya tidak pernah mengeluh dan merasa

berat terhadap beban pekerjaan yang menjadi

tanggung jawab saya

114.

115. 116. 117. 118.

119.

1

120.

Saya merasa bangga dengan pekerjaan

yang dibebankan kepada saya

121.

122. 123. 124. 125.

126.

PENGEMBANGAN DIRI

127.

1

128.

Pekerjaan saat ini membutuhkan pemikiran

dan tantangan dalam pelaksanaan aktivitas kerja

129.

130. 131. 132. 133.

134.

1

135.

tidak dituntut untuk segera diselesaikan

Saya tetap menyelesaikan pekerjaan walau

136.

137. 138. 139. 140.

141.

1

142.

Saya selalu berusaha memperbaiki

kesalahan yang pernah saya lakukan dalam

melaksanakan pekerjaan

143.

144. 145. 146. 147.

148.

1

149.

Perusahaan membuka peluang untuk

pengembangan pegawai dan perusahaan

150.

151. 152. 153. 154.

155.

2

156.

Saya selalu mengikuti pelatihan yang

diadakan oleh perusahaan untuk meningkatkan

keahlian

157.

158. 159. 160. 161.

162.

MUTU

163.

2

164.

Saya selalu berusaha untuk meningkatkan

kualitas kerja

165.

166. 167. 168. 169.

170.

2

171.

Saya selalu berusaha untuk meningkatkan

kualitas kerja saya

172.

173. 174. 175. 176.

177.

2

178.

Saya bekerja sesuai dengan program kerja

179.

180. 181. 182. 183.

184.

2

185.

Hasil kerja saya selama ini sesuai dengan

kualitas yang ditentukan oleh perusahaan

186.

187. 188. 189. 190.

191.

2

192.

Mutu dari hasil kerja saya selalu memenuhi

standar yang telah ditetapkan

193.

194. 195. 196. 197.

198.

EFISIENSI

199.

2

200.

Saya bekerja dengan waktu yang efisien

201.

202. 203. 204. 205.

206.

2

207.

ditetapkan sudah cukup efisien

Metode pelaksanaan kerja yang telah

208.

209. 210. 211. 212.

213.

2

214.

Saya terkadang melebihi batas waktu

dalam menyelesaikan pekerjaan

215.

216. 217. 218. 219.

220.

2

221.

Saya sangat menjaga ketepatan waktu dan

(10)

227.

3

228.

Waktu yang digunakan untuk

menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan

standar yang telah ditentukan

229.

230. 231. 232. 233.

234.

235.

236.

237.

238.

239.

240.

241.

DAFTAR PUSTAKA

242.

243.

244.

Griffin, Ricky W.

Management

, New

York: Houghton Miffin Company, 2003.

245.

Hasibuan, Malayu S.P.

Manajemen

Sumber Daya Manusia

, Edisi Revisi,

Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

246.

Kreitner, Robert., dan Angelo Kinicki.

Perilaku Organisasi

. Jilid 1. Edisi

Lima. Terjemahan Oleh: Erly Suandy.

Jakarta: Salemba Empat, 2005.

247.

Luthans, J. Fred.

Perilaku Organisasi

.

Edisi Sepuluh. Terjemahan Oleh: Vivin

Andhika Yuwono, dkk. Yogyakarta:

Andi, 2006.

248.

Mauled, Mulyono.

Penerapan

Produktivitas Dalam Organisasi

,

Jakarta: Bumi Aksara, 2004.

249.

Robbins, Stephen P., dan Timothy A.

Judge.

Perilaku Organisasi

. Jilid 1.

Edisi 12. Terjemahan Oleh: Diana

Angelica. Jakarta: Salemba Empat,

2008.

250.

Sedarmayanti. Sumber Daya Manusia

dan Produktivitas. Bandung: CV.

Mandar Maju, 2009.

251.

Sinungan, Muchdarsyah.

Manajemen

Sumber Daya Manusia

, Jakarta: Bumi

Aksara, 2003.

252.

Sinungan, Muchdarsyah.

Produktivitas: Apa dan Bagaimana

,

Jakarta: Bumi Aksara, 2005.

253.

Simamora, Henry.

Manajemen

Sumber Daya Manusia

. Edisi Ketiga.

Cetakan Pertama. Yogyakarta: STIE

YKPN, 2004.

254.

Sutrisno, Edy.

Manajemen Sumber

Daya Manusia

, Jakarta; Prenada

Media Grup, 2011.

255.

Umar, Husein.

Riset Sumber Daya

Manusia dalam Organisasi

. Jakarta:

Gramedia Pustaka, 2005.

256.

257.

258.

Referensi

Dokumen terkait

Keberadaan sebuah instansi dalam bentuk apapun, baik dalam skala besar maupun kecil tidak terlepas dari unsur sumber daya manusia. Sumber daya manusia dengan produktivitas kerja

Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia perusahaan dilaksanakanlah audit manajemen sumber daya manusia, karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas

Berdasarkan pengalaman praktik bahwa pengembangan sumber daya manusia yang efektif dapat meningkatkan produktivitas kerja, moral, dan potensi-potensi yang ada dalam

Simanjuntak, menjelaskan ”Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang terdiri dari beberapa

H1: Kompetensi sumber daya manusia dan motivasi kerja berpengaruh atas produktivitas kerja pegawai Kementerian Agama Kabupaten Gresik. H0: Kompetensi sumber daya manusia

Jadi untuk itu lembaga membutuhkan pegawai yang memiliki produktivitas kerja yang tinggi yang berkaitan dengan pendayagunaan sumber daya manusia, baik manusia

Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan oleh organisasi agar memberikan andil positif terhadap semua kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuannya, setiap

Menurut Muslinar 2021 Secara teoritik banyak faktor yang turut mempengaruhi produktivitas kerja pegawai dalam suatu organisasi, antara lain: kualitas sumber daya manusia, sarana dan