Pengertian dan Konsep
Produktivitas Kerja
Solichul HA. BAKRI,
et al
Ergonomi untuk Keselamatan, Keselamatan Kerja dan Produktivitas
To make work more human
Pada hakekatnya pembangunan yang sedang
kita laksanakan adalah bertujuan untuk
memanusiakan manusia, seperti halnya telah
ditekankan dalam soglan ILO yaitu
To ake
work ore hu a
.
Manusia sebagai unsur utama pelaku
Produktivitas
•
Dengan demikian, setiap kebolehan, kemampuan
dan keterbatasan yang dimiliki haruslah selalu
diperhitungkan, untuk selanjutnya
dibenargunakan dalam setiap aktivitas
pembangunan sehingga daripadanya diperoleh
produktivitas yang setinggi-tingginya.
•
Produktivitas pada dasarnya merupakan sikap
mental yang selalu mempunyai pandangan
output
•
Produktivitas telah menjadi kata rumah tangga dan
sangat populer karena hampir semua orang berbicara
tentang hal tersebut. Namun demikian, istilah
'produktivitas' mempunyai makna dan hal yang
berbeda-beda antara orang satu dengan yang lainnya.
•
Sebagai sebuah fenomena, produktivitas berkisar dari
efisiensi untuk efektivitas, untuk tingkat
turnover
dan
ketidakhadiran, untuk mengukur output, untuk
mengukur klien atau kepuasan konsumen, untuk
mengukur sesuatu yang tidak nampak secara jelas,
produktivitas
•
Definisi produktivitas pada dasarnya sangat kompleks dan
karena melibatkan konsep baik teknis maupun manajerial.
•
Produktivitas merupakan masalah yang telah menjadi
perhatian oleh berbagai pihak, seperti instansi pemerintah,
perhimpunan pengusaha dan serikat pekerja serta lembaga
sosial lainnya.
•
Oleh karena itu, membahas masalah produktivitas di semua
tingkatan adalah secara umum, karena menyangkut
hubungan langsung antara produktivitas dan standar hidup
manusia. Maka semakin berbeda tujuan dari individu,
kualitas
•
Sebuah elemen kunci penting yaitu berkaitan dengan
kualitas tenaga kerja, manajemen dan
•
Kondisi kerja dan secara umum telah diakui bahwa
peningkatan kualitas hidup pekerja dan peningkatan
produktivitas cenderung berjalan seiring.
•
Konsep
produktivitas
juga terkait
Efisiensi dan Efektivitas
Produktivitas dapat dianggap sebagai suatu ukuran yang
komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat
memenuhi kriteria berikut ini (Prokopenko, 1987)
•
Tujuan:
Sejauh mana produktivitas dapat tercapai.
•
Efisiensi:
Seberapa efektif sumber daya yang digunakan
yaitu dengan melakukan hal yang benar (
Doing things
right
).
•
Efektivitas:
Hal apa yang telah dicapai dibandingkan
dengan apa yang mungkin dicapai dengan melakukan
hal yang benar (
Doing the right things
).
Pedoman Pelayanan Produktivitas
Di dalam Permenakertrans No.PER.21/MEN/IX/2009 tentang
dinyatakan bahwa produktivitas adalah sikap mental yang
selalu berusaha untuk melakukan perbaikan mutu kehidupan
secara berkelanjutan melalui peningkatan
efisiensi
,
efektivitas
, dan kualitas.
–
Efisiensi
adalah suatu ukuran tingkat penghematan
penggunaan masukan dalam suatu proses produksi
barang atau jasa.
Pedoman Pelayanan Produktivitas
Bahkan sebelumnya,
di dalam Doktrin
Konvensi Oslo 1984,
dinyatakan bahwa
Produktivitas adalah
suatu konsep yang
universal yang
bertujuan
untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk
lebih banyak manusia, dengan menggunakan
sumber-sumber
riil
yang makin sedikit. Prodiktivitas merupakan
output dan input
Definisi paling kontroversial tentang produktivitas adalah
hubungan kuantitatif antara output dan input (Iyaniwura
dan Osoba, 1983, Antle dan Capalbo, 1988).
Definisi ini menikmati adanya penerimaan umum karena
dua pertimbangan yang terkait.
Pertama
, adalah definisi yang menunjukkan bahwa
produktivitas dianggap menjadi suatu konteks perusahaan,
industri atau nilai ekonomi secara keseluruhan.
Kedua
, terlepas dari jenis produksi, sistem ekonomi atau
produktivitas
•
Eatwell dan Newman
(1991) mendefinisikan
produktivitas sebagai
suatu perbandingan dari
beberapa ukuran output
terhadap beberapa indeks
penggunaan input.
•
Dengan kata lain, produktivitas tidak lebih dari suatu rasio
aritmatika antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap
sumber daya yang digunakan dalam proses produksi.
•
Konsep produktivitas selanjutnya menyiratkan bahwa hal
tersebut memang dapat dianggap sebagai suatu output per unit
input atau efisiensi dengan berbagai sumber daya yang
Untuk mencapai tingkat produktivitas yang optimal, maka
perlu dilakukan melalui pendekatan multidisipliner yang
melibatkan semua usaha, kecakapan, keahlian, modal,
teknologi, manajeman, informasi dan sumber-sumber daya
lain secara terpadu untuk melakukan perbaikan dalam upaya
peningkatan kualitas hidup manusia.
produktivitas
Pengertian lain dari
produktivitas adalah suatu
konsep universal yang
menciptakan lebih banyak
barang dan jasa bagi kebutuhan
manusia, dengan menggunakan
sumber daya yang serba
produktivitas
Seperti telah kita ketahui,
bahwa konsep umum dari
produktivitas adalah suatu
perbandingan antara keluaran
(output)
dan masukan
(input)
per satuan waktu.
Produktivitas dapat dikatakan
meningkat apabila:
1) jumlah produksi/keluaran meningkat dengan jumlah
masukan/ sumber daya yang sama;
2) jumlah produksi/keluaran sama atau meningkat dengan
jumlah masukan/sumber daya lebih kecil dan
3) produksi/keluaran meningkat diperoleh dengan
Efisiensi & Efektifitas
Menurut Manuaba
(1992a) peningkatan
produktivitas dapat
dicapai dengan
menekan
sekecil-kecilnya segala
macam biaya
termasuk dalam memanfaatkan sumber daya manusia
(do the right thing)
dan meningkatkan keluaran
sebesar-besarnya
(do the thing right).
Dengan kata lain bahwa produktivitas merupakan
analogi
Dengan suatu analogi, kita dapat menggambarkan bahwa suatu contoh dari rasio produktivitas adalah kilometer perjalanan per galon bensin, dimana bensin adalah input dan kilometer merupakan output.
Namun, input banyaknya bensin tidak digunakan untuk menentukan efisiensi kinerja mobil. Faktor-faktor yang terkait lainnya seperti
kecepatan, arus lalu lintas, efisiensi mesin dan efisiensi bahan bakar adalah sama-sama terlibat dalam perhitungan indeks input. Ukuran
mengukur produktivitas
Konsep dalam mengukur produktivitas perlu
memperhatikan beberapa kesalahpahaman umum yang sering terjadi.
Kesalahpahaman tersebut adalah sebagai berikut:
• Pertama, bahwa produktivitas tidak hanya sekedar masalah
efisiensi tenaga kerja atau produktivitas tenaga kerja. Meskipun statistik produktivitas tenaga kerja pada dasarnya merupakan data yang penting untuk digunakan dalam pembuatan kebijakan.
Produktivitas jauh lebih dari hanya sekedar produksi yang
mengukur
produktivitas
•
Kedua,
produktivitas tidak sama
dengan peningkatan output atau
kinerja. Sumanth (l984)
menjelaskan kesalahpahaman
ini sebagai suatu konfuse atau
kebingungan antara
produktivitas dan hasil produksi.
•
Output mungkin meningkat tanpa peningkatan produktivitas jika,
misalnya, biaya input meningkat secara tidak proporsional. Salah
satu cara yang dapat digunakan untuk menghindari
confuse
• Ketiga, produktivitas sering menimbulkan kebingungan, untuk membedakan antara produktivitas dan
profitabilitas. Profitabilitas adalah suatu fungsi dari tingkat pemulihan harga, bahkan ketika terjadi
penurunan produktivitas.
• Produktivitas yang tinggi tidak selalu diikuti dengan keuntungan yang tinggi jika barang dan jasa yang dihasilkan secara efisien dan efektif tidak sesuai permintaan. Produktivitas juga dapat membingungkan dengan istilah efisiensi atau effektivitas yang dapat dimaknai sama artinya dengan produktivitas itu sendiri.
cutting cost
•
Keempat,
banyak yang
mempercayai bahwa pemotongan
biaya selalu meningkatkan
produktivitas. Ketika hal ini
dilakukan tanpa pandang bulu,
maka akan dapat membawa
penurunan produktivitas dalam
jangka panjang.
Kita tidak dapat begitu saja mempercayai bahwa produktivitas hanya dapat diterapkan untuk produksi. Pada kenyataannya, produktivitas relevan dengan segala jenis organisasi atau sistem termasuk jasa, khususnya informasi.
Sebagai contoh, peningkatan teknologi informasi sendiri dapat memberikan dimensi baru untuk konsep produktivitas dan
konsep produktivitas
•Konsep produktivitas dapat dikaitkan dengan kualitas output; input dan interaksi proses antara keduanya.
•Suatu elemen penting adalah kualitas tenaga kerja, manajemen dan
kondisi kerjanya,
karena elemen tersebut yang dapat mendorong kenaikan produktivitas kerja dan peningkatan kualitas hidup secara beriringan.
•Lawlor (l985) menyatakan bahwa produktivitas sebagai suatu pengukuran yang komprehensif tentang bagaimana efisiensi dan efektifitas sebuah organisasi atau pemenuhan ekonomi
penyakit akibat kerja
Menurut modul training
ILO
dengan judul Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) di
tempat kerja (
ILO, 2013
),
kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja menghabiskan
biaya yang sangat besar dan
memiliki dampak secara
langsung dan tidak langsung
yang sangat serius dan
outcome
-nya berdampak pada
kehidupan pekerja dan
pemborosan kerja
•
Pembayaran upah untuk pekerjaan yang tidak dilakukan;
•
Pembayaran biaya medikal dan kompensasi;
•
Perbaikan dan penggantian peralatan kerja dan mesin-mesin
yang rusak;
•
Pengurangan produksi;
•
Biaya training dan administrasi, biaya asuransi meningkat;
•
Penurunan kualitas kerja;
•
Efek negatif pada moral pekerja lainnya, dan lain sebagainya.
Bagi pengusaha,
beberapa biaya
sebagai pemborosan
dapat dijelaskan
biaya-biaya lain
Sebagai tambahan dari biaya tersebut, perlu pula diperhitungkan biaya-biaya yang berkaitan dengan hal-hal berikut:
• Pekerja yang mengalami kecelakaan atau sakit mungkin harus dipindahkan ke tempat kerja lain;
• Pekerja baru harus dilatih dan diberikan waktu untuk dapat melaksanakan pekerja dengan baik;
• Waktu yang diperlukan agar pekerja pengganti tersebut dapat melaksanakan pekerjaaan sama kualitasnya dengan pekerja sebelumnya;
• Waktu yang diperlukan untuk melakukan investigasi kecelakaan kerja, membuat laporan dan sejenisnya;
• Kecelakaan sering dapat mempengaruhi dan mengganggu konsentrasi pekerja lain;
Dampak kecelakaan di tempat kerja dan penyakit yang
berhubungan dengan pekerjaan
Sumber: De Greef et al, 2011
Tidak nyata kelihatan Lebih atau kurang nyata kelihatan
Si korban Kesakitan, penderitaan moral dan penderitaan psikologis (khususnya untuk kasus permanen)
Kehilangan kepercayaan diri
Keterbatasan dalam hubungan sosial Perubahan gaya hidup
Kehilangan pendapatan
Penurunan kemampuan profesionalisme Biaya medikal
Kehilangan waktu (untuk penyembuhan)
Keluarga dan Teman
Penderitaan moral dan psikologis Beban keluarga dan medikal
Keterbatasan dalam hubungan sosial
Kehilangan pendapatan finansial Biaya ekstra
Rekan kerja Kesedihan secara psikologis dan fisik Kegelisahan atau kepanikan (dalam
kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang serius atau sering)
Kehilangan waktu dan mungkin juga premium Peningkatan beban kerja
Melatih tenaga kerja sementara
Perusahaan Presenteeism(pekerja hadir di
tempat kerja tetapi terdapat keterbatasan terhadap kinerja pekerjaannya oleh karena masalah fisik dan atau mental)
Image perusahaan
Penurunan hubungan pekerjaan dan sosial
Internal audit
Absenteeism , Penurunan produksi
Kerusakan peralatan dan material Penurunan kualitas produk
Training pekerja baru, Gangguan teknis Kesulitan secara organisasi
biaya perawatan kesehatan
• Sebagaimana Kirsten (2010) mencatat, Survei dengan topik
Working Well: A Global “urvey of
Health Promotion and Workplace
Wellness “trategies yang
direspon oleh lebih dari 10 juta responden dari 45 negara yang berbeda menemukan bahwa
tujuan strategis yang paling penting untuk menawarkan suatu promosi kesehatan di sebagian besar wilayah di dunia adalah dengan
meningkatkan produktivitas dan presenteeism (hadir di tempat kerja tetapi tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya karena keterbatasan fisik maupun mental).
Mengurangi biaya perawatan kesehatan tetap menjadi tujuan utama bagi pengusaha-pengusaha di Amerika Serikat, sementara itu
K3 di tempat kerja
Argumen bisnis yang dapat
diturunkan dari model tersebut juga didukung oleh banyak studi, seperti; Kuusela, 1997; Aldana, 2001;. Barling et. al., 2003; Ervasti dan Elo, 2006; Sockoll et.al., 2009;. Pot dan
Koningsveld, 2009 yang
menunjukkan adanya efek positif dari investasi dalam K3 di tempat kerja.
Investasi K3 yang telah banyak dilakukan tersebut menghasilkan keuntungan bisnis antara lain sebagai berikut:
• Penurunan tingkat penyakit akibat kerja dan ketidakhadiran pekerja;
• Penurunan angka turnover;
• Peningkatan produktivitas;
• Peningkatan image perusahaan yang disajikan kepada kustomer;