• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Produktivitas Kerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Konsep Produktivitas Kerja"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Pengertian dan Konsep

Produktivitas Kerja

Solichul HA. BAKRI,

et al

Ergonomi untuk Keselamatan, Keselamatan Kerja dan Produktivitas

(2)

To make work more human

Pada hakekatnya pembangunan yang sedang

kita laksanakan adalah bertujuan untuk

memanusiakan manusia, seperti halnya telah

ditekankan dalam soglan ILO yaitu

To ake

work ore hu a

.

Manusia sebagai unsur utama pelaku

(3)

Produktivitas

Dengan demikian, setiap kebolehan, kemampuan

dan keterbatasan yang dimiliki haruslah selalu

diperhitungkan, untuk selanjutnya

dibenargunakan dalam setiap aktivitas

pembangunan sehingga daripadanya diperoleh

produktivitas yang setinggi-tingginya.

Produktivitas pada dasarnya merupakan sikap

mental yang selalu mempunyai pandangan

(4)

output

Produktivitas telah menjadi kata rumah tangga dan

sangat populer karena hampir semua orang berbicara

tentang hal tersebut. Namun demikian, istilah

'produktivitas' mempunyai makna dan hal yang

berbeda-beda antara orang satu dengan yang lainnya.

Sebagai sebuah fenomena, produktivitas berkisar dari

efisiensi untuk efektivitas, untuk tingkat

turnover

dan

ketidakhadiran, untuk mengukur output, untuk

mengukur klien atau kepuasan konsumen, untuk

mengukur sesuatu yang tidak nampak secara jelas,

(5)

produktivitas

Definisi produktivitas pada dasarnya sangat kompleks dan

karena melibatkan konsep baik teknis maupun manajerial.

Produktivitas merupakan masalah yang telah menjadi

perhatian oleh berbagai pihak, seperti instansi pemerintah,

perhimpunan pengusaha dan serikat pekerja serta lembaga

sosial lainnya.

Oleh karena itu, membahas masalah produktivitas di semua

tingkatan adalah secara umum, karena menyangkut

hubungan langsung antara produktivitas dan standar hidup

manusia. Maka semakin berbeda tujuan dari individu,

(6)

kualitas

Sebuah elemen kunci penting yaitu berkaitan dengan

kualitas tenaga kerja, manajemen dan

Kondisi kerja dan secara umum telah diakui bahwa

peningkatan kualitas hidup pekerja dan peningkatan

produktivitas cenderung berjalan seiring.

Konsep

produktivitas

juga terkait

(7)

Efisiensi dan Efektivitas

Produktivitas dapat dianggap sebagai suatu ukuran yang

komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat

memenuhi kriteria berikut ini (Prokopenko, 1987)

Tujuan:

Sejauh mana produktivitas dapat tercapai.

Efisiensi:

Seberapa efektif sumber daya yang digunakan

yaitu dengan melakukan hal yang benar (

Doing things

right

).

Efektivitas:

Hal apa yang telah dicapai dibandingkan

dengan apa yang mungkin dicapai dengan melakukan

hal yang benar (

Doing the right things

).

(8)

Pedoman Pelayanan Produktivitas

Di dalam Permenakertrans No.PER.21/MEN/IX/2009 tentang

dinyatakan bahwa produktivitas adalah sikap mental yang

selalu berusaha untuk melakukan perbaikan mutu kehidupan

secara berkelanjutan melalui peningkatan

efisiensi

,

efektivitas

, dan kualitas.

Efisiensi

adalah suatu ukuran tingkat penghematan

penggunaan masukan dalam suatu proses produksi

barang atau jasa.

(9)

Pedoman Pelayanan Produktivitas

Bahkan sebelumnya,

di dalam Doktrin

Konvensi Oslo 1984,

dinyatakan bahwa

Produktivitas adalah

suatu konsep yang

universal yang

bertujuan

untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk

lebih banyak manusia, dengan menggunakan

sumber-sumber

riil

yang makin sedikit. Prodiktivitas merupakan

(10)

output dan input

Definisi paling kontroversial tentang produktivitas adalah

hubungan kuantitatif antara output dan input (Iyaniwura

dan Osoba, 1983, Antle dan Capalbo, 1988).

Definisi ini menikmati adanya penerimaan umum karena

dua pertimbangan yang terkait.

Pertama

, adalah definisi yang menunjukkan bahwa

produktivitas dianggap menjadi suatu konteks perusahaan,

industri atau nilai ekonomi secara keseluruhan.

Kedua

, terlepas dari jenis produksi, sistem ekonomi atau

(11)

produktivitas

Eatwell dan Newman

(1991) mendefinisikan

produktivitas sebagai

suatu perbandingan dari

beberapa ukuran output

terhadap beberapa indeks

penggunaan input.

Dengan kata lain, produktivitas tidak lebih dari suatu rasio

aritmatika antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap

sumber daya yang digunakan dalam proses produksi.

Konsep produktivitas selanjutnya menyiratkan bahwa hal

tersebut memang dapat dianggap sebagai suatu output per unit

input atau efisiensi dengan berbagai sumber daya yang

(12)

Untuk mencapai tingkat produktivitas yang optimal, maka

perlu dilakukan melalui pendekatan multidisipliner yang

melibatkan semua usaha, kecakapan, keahlian, modal,

teknologi, manajeman, informasi dan sumber-sumber daya

lain secara terpadu untuk melakukan perbaikan dalam upaya

peningkatan kualitas hidup manusia.

produktivitas

Pengertian lain dari

produktivitas adalah suatu

konsep universal yang

menciptakan lebih banyak

barang dan jasa bagi kebutuhan

manusia, dengan menggunakan

sumber daya yang serba

(13)

produktivitas

Seperti telah kita ketahui,

bahwa konsep umum dari

produktivitas adalah suatu

perbandingan antara keluaran

(output)

dan masukan

(input)

per satuan waktu.

Produktivitas dapat dikatakan

meningkat apabila:

1) jumlah produksi/keluaran meningkat dengan jumlah

masukan/ sumber daya yang sama;

2) jumlah produksi/keluaran sama atau meningkat dengan

jumlah masukan/sumber daya lebih kecil dan

3) produksi/keluaran meningkat diperoleh dengan

(14)

Efisiensi & Efektifitas

Menurut Manuaba

(1992a) peningkatan

produktivitas dapat

dicapai dengan

menekan

sekecil-kecilnya segala

macam biaya

termasuk dalam memanfaatkan sumber daya manusia

(do the right thing)

dan meningkatkan keluaran

sebesar-besarnya

(do the thing right).

Dengan kata lain bahwa produktivitas merupakan

(15)

analogi

Dengan suatu analogi, kita dapat menggambarkan bahwa suatu contoh dari rasio produktivitas adalah kilometer perjalanan per galon bensin, dimana bensin adalah input dan kilometer merupakan output.

Namun, input banyaknya bensin tidak digunakan untuk menentukan efisiensi kinerja mobil. Faktor-faktor yang terkait lainnya seperti

kecepatan, arus lalu lintas, efisiensi mesin dan efisiensi bahan bakar adalah sama-sama terlibat dalam perhitungan indeks input. Ukuran

(16)

mengukur produktivitas

Konsep dalam mengukur produktivitas perlu

memperhatikan beberapa kesalahpahaman umum yang sering terjadi.

Kesalahpahaman tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, bahwa produktivitas tidak hanya sekedar masalah

efisiensi tenaga kerja atau produktivitas tenaga kerja. Meskipun statistik produktivitas tenaga kerja pada dasarnya merupakan data yang penting untuk digunakan dalam pembuatan kebijakan.

Produktivitas jauh lebih dari hanya sekedar produksi yang

(17)

mengukur

produktivitas

Kedua,

produktivitas tidak sama

dengan peningkatan output atau

kinerja. Sumanth (l984)

menjelaskan kesalahpahaman

ini sebagai suatu konfuse atau

kebingungan antara

produktivitas dan hasil produksi.

Output mungkin meningkat tanpa peningkatan produktivitas jika,

misalnya, biaya input meningkat secara tidak proporsional. Salah

satu cara yang dapat digunakan untuk menghindari

(18)

confuse

Ketiga, produktivitas sering menimbulkan kebingungan, untuk membedakan antara produktivitas dan

profitabilitas. Profitabilitas adalah suatu fungsi dari tingkat pemulihan harga, bahkan ketika terjadi

penurunan produktivitas.

• Produktivitas yang tinggi tidak selalu diikuti dengan keuntungan yang tinggi jika barang dan jasa yang dihasilkan secara efisien dan efektif tidak sesuai permintaan. Produktivitas juga dapat membingungkan dengan istilah efisiensi atau effektivitas yang dapat dimaknai sama artinya dengan produktivitas itu sendiri.

(19)

cutting cost

Keempat,

banyak yang

mempercayai bahwa pemotongan

biaya selalu meningkatkan

produktivitas. Ketika hal ini

dilakukan tanpa pandang bulu,

maka akan dapat membawa

penurunan produktivitas dalam

jangka panjang.

Kita tidak dapat begitu saja mempercayai bahwa produktivitas hanya dapat diterapkan untuk produksi. Pada kenyataannya, produktivitas relevan dengan segala jenis organisasi atau sistem termasuk jasa, khususnya informasi.

Sebagai contoh, peningkatan teknologi informasi sendiri dapat memberikan dimensi baru untuk konsep produktivitas dan

(20)

konsep produktivitas

•Konsep produktivitas dapat dikaitkan dengan kualitas output; input dan interaksi proses antara keduanya.

•Suatu elemen penting adalah kualitas tenaga kerja, manajemen dan

kondisi kerjanya,

karena elemen tersebut yang dapat mendorong kenaikan produktivitas kerja dan peningkatan kualitas hidup secara beriringan.

•Lawlor (l985) menyatakan bahwa produktivitas sebagai suatu pengukuran yang komprehensif tentang bagaimana efisiensi dan efektifitas sebuah organisasi atau pemenuhan ekonomi

(21)

penyakit akibat kerja

Menurut modul training

ILO

dengan judul Keselamatan

dan Kesehatan Kerja (K3) di

tempat kerja (

ILO, 2013

),

kecelakaan kerja dan penyakit

akibat kerja menghabiskan

biaya yang sangat besar dan

memiliki dampak secara

langsung dan tidak langsung

yang sangat serius dan

outcome

-nya berdampak pada

kehidupan pekerja dan

(22)

pemborosan kerja

Pembayaran upah untuk pekerjaan yang tidak dilakukan;

Pembayaran biaya medikal dan kompensasi;

Perbaikan dan penggantian peralatan kerja dan mesin-mesin

yang rusak;

Pengurangan produksi;

Biaya training dan administrasi, biaya asuransi meningkat;

Penurunan kualitas kerja;

Efek negatif pada moral pekerja lainnya, dan lain sebagainya.

Bagi pengusaha,

beberapa biaya

sebagai pemborosan

dapat dijelaskan

(23)

biaya-biaya lain

Sebagai tambahan dari biaya tersebut, perlu pula diperhitungkan biaya-biaya yang berkaitan dengan hal-hal berikut:

• Pekerja yang mengalami kecelakaan atau sakit mungkin harus dipindahkan ke tempat kerja lain;

• Pekerja baru harus dilatih dan diberikan waktu untuk dapat melaksanakan pekerja dengan baik;

• Waktu yang diperlukan agar pekerja pengganti tersebut dapat melaksanakan pekerjaaan sama kualitasnya dengan pekerja sebelumnya;

• Waktu yang diperlukan untuk melakukan investigasi kecelakaan kerja, membuat laporan dan sejenisnya;

• Kecelakaan sering dapat mempengaruhi dan mengganggu konsentrasi pekerja lain;

(24)

Dampak kecelakaan di tempat kerja dan penyakit yang

berhubungan dengan pekerjaan

Sumber: De Greef et al, 2011

Tidak nyata kelihatan Lebih atau kurang nyata kelihatan

Si korban  Kesakitan, penderitaan moral dan penderitaan psikologis (khususnya untuk kasus permanen)

 Kehilangan kepercayaan diri

 Keterbatasan dalam hubungan sosial  Perubahan gaya hidup

 Kehilangan pendapatan

 Penurunan kemampuan profesionalisme  Biaya medikal

 Kehilangan waktu (untuk penyembuhan)

Keluarga dan Teman

 Penderitaan moral dan psikologis  Beban keluarga dan medikal

 Keterbatasan dalam hubungan sosial

 Kehilangan pendapatan finansial  Biaya ekstra

Rekan kerja  Kesedihan secara psikologis dan fisik  Kegelisahan atau kepanikan (dalam

kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang serius atau sering)

 Kehilangan waktu dan mungkin juga premium  Peningkatan beban kerja

 Melatih tenaga kerja sementara

Perusahaan  Presenteeism(pekerja hadir di

tempat kerja tetapi terdapat keterbatasan terhadap kinerja pekerjaannya oleh karena masalah fisik dan atau mental)

 Image perusahaan

 Penurunan hubungan pekerjaan dan sosial

 Internal audit

Absenteeism , Penurunan produksi

 Kerusakan peralatan dan material  Penurunan kualitas produk

 Training pekerja baru, Gangguan teknis  Kesulitan secara organisasi

(25)

biaya perawatan kesehatan

• Sebagaimana Kirsten (2010) mencatat, Survei dengan topik

Working Well: A Global “urvey of

Health Promotion and Workplace

Wellness “trategies yang

direspon oleh lebih dari 10 juta responden dari 45 negara yang berbeda menemukan bahwa

tujuan strategis yang paling penting untuk menawarkan suatu promosi kesehatan di sebagian besar wilayah di dunia adalah dengan

meningkatkan produktivitas dan presenteeism (hadir di tempat kerja tetapi tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya karena keterbatasan fisik maupun mental).

Mengurangi biaya perawatan kesehatan tetap menjadi tujuan utama bagi pengusaha-pengusaha di Amerika Serikat, sementara itu

(26)

K3 di tempat kerja

Argumen bisnis yang dapat

diturunkan dari model tersebut juga didukung oleh banyak studi, seperti; Kuusela, 1997; Aldana, 2001;. Barling et. al., 2003; Ervasti dan Elo, 2006; Sockoll et.al., 2009;. Pot dan

Koningsveld, 2009 yang

menunjukkan adanya efek positif dari investasi dalam K3 di tempat kerja.

Investasi K3 yang telah banyak dilakukan tersebut menghasilkan keuntungan bisnis antara lain sebagai berikut:

• Penurunan tingkat penyakit akibat kerja dan ketidakhadiran pekerja;

• Penurunan angka turnover;

• Peningkatan produktivitas;

• Peningkatan image perusahaan yang disajikan kepada kustomer;

(27)

Sekian

(28)

Referensi

Dokumen terkait

Produktivitas tenaga kerja memegang peranan yang sangat penting terhadap proses produksi dengan didukung adanya faktor sumber daya manusia, karena kegiatan produksi dipengaruhi

Keberadaan sebuah instansi dalam bentuk apapun, baik dalam skala besar maupun kecil tidak terlepas dari unsur sumber daya manusia. Sumber daya manusia dengan produktivitas kerja

Agus Hidayat: Pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan produktivitas..., 2007... Agus Hidayat: Pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan

Asri: Pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan produktivitas kerja, 2006 USU e-Repository © 2008... Asri: Pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan

Rasio ini menunjukkan banyaknya total produksi listrik yang dihasilkan dibandingkan dengan jumlah jam operasi dalam setiap minggunya pada kedua unit mesin. Angka

Pada penelitian ini, pengukuran produktivitas dilakukan dengan metode OMAX dengan tiga rasio yaitu Rasio 1 (output produksi dan jumlah tenaga kerja), Rasio 2 (output produksi

Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset.. Rasio ini dihitung

Hal ini karena produktivitas merupakan hasil yang diperoleh oleh suatu unit produksi dengan jumlah tenaga kerja yang dimiliki, dengan produktivitas kerja yang tinggi menunjukkan