• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengapa pengkabelan UTP harus mengikuti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mengapa pengkabelan UTP harus mengikuti"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Mengapa pengkabelan UTP harus mengikuti standar T568A atau T568B

Beberapa hari yang lalu ada perdebatan tentang apa pemasangan kabel UTP itu harus mengikuti standar T568A/B ataukah tidak menggunakan standar T568A/B . Ada berbagai jawaban yang muncul waktu itu.Dalam tulisan ini saya berharap dapat menjadi referensi yang bisa bermanfaat bagi kita semua.

Saya mencoba melakukan pengkabelan dengan menggunakan standar T568A/B dan tidak menggunakan standar standar T568A/B. Setalah saya melakukan pengujian kabel menggunakan tester, pengkabelan dengan menggunakan standar T568A/B dan tidak menggunakan standar standar T568A/B ternyata sama terkoneksi. Saya mencoba untuk koneksikan jaringan dengan peengkabelan standar T568A/B dan tidak menggunakan standar standar T568A/B dan hasil IP DHCP dapat, ping bisa, internet lancar, akhirnya.semua kabel di rapikan dll.

Setelah di rapikan semua PC yang pengkabelannya tidak mengikuti standar T568A/B statusnya limited or no connectivity ditandai dengan icon segitiga kuning dan tanda seru (!) di tray pojok kanan bawah. saya bertanya-tanya kenapa PC yang awalnya nyambung tiba-tiba ndak nyambung. Tes ulang pada kabel dengan cable tester pun dilakukan, hasilnya tidak ada gejala aneh semua lampu menyala berurutan dengan terang . Pengalamatan IP secara manual saya lakukan dan voila!! icon menunjukan Status: Connected, tapi ping ke IP gateway tetap tidak bisa dilakukan… Aarrrgghh!!!

Setelah berkutat dengan masalah selama beberapa jam, sebuah kata muncul lengkap dengan gambaran detail dalam sepersekian detik (karena terjadi di alam pikiran).

Crosstalk, interferensi gelombang magnetik yang berasal dari sinyal listrik pada tiap kabel yang menghubungkan pin pada kabel UTP.

Mind Mapping: Unshielded Twisted Pair (UTP)→ pasangan kabel berpilin yang tak-berpelindung→ berpilin-twisted → metoda pilin digunakan untuk mematikan crosstalk yang muncul→ dengan memilin kabel yang berpasangan gelombang magnetik dari satu pin kabel UTP akan dimatikan oleh gelombang magnetik kabel pasangannya.

Jadi permasalahannya adalah Crosstalk, mengapa pada kondisi pertama tidak ada masalah koneksi. Karena crosstalk masih bisa ditoleransi (tidak mengganggu/interferensinya masih lemah) pada jarak tertentu.

FAKTA: Kondisi awal terhubung dengan kabel sepanjang -+ 10 m dengan switch, sedangkan Kondisi lainnya lebih dari 20 m.

(2)

Namun jika kabel dites dengan cable tester semua pin pasti menyala, yang harus diingat adalah cable tester hanya melakukan tes konduksi, apakah listrik dapat dihantarkan hingga ke ujung kabel, ia tidak dapat membedakan modulasi sinyal yang baik dengan yang sudah terkena gangguan.

Jarak maksimal kabel UTP dapat menghantarkan sinyal tanpa ada penurunan kualitas sinyal adalah 100 m.

Peta Masalah

Pada ethernet 10/100 Mbps dari 8 pin yang ada hanya pin 1-2-3-6 saja yang digunakan, masing-masing terdiri dari pasangan Transmit pin (Tx) dan Receive pin (Rx).

Pada konfigurasi yang tidak mengikuti standar T568A/B, pin 1-2 akan saling mematikan crosstalk, namun pada pin 3 dan 6 crosstalk akan terjadi dan semakin menguat seiring dengan jarak tempuh sinyal, karena pasangan kabel mereka tidak menghantarkan sinyal untuk mematikan crosstalk.

Hasi gambar di wikipedia.com

Konfigurasi warna yang tidak mengikuti standar T568A/B : Pasangan kabel pin 3 dan 6 tidak menghantarkan sinyal sehingga tidak meredam crosstalk yang terjadi.

Kesimpulan

1. Standar diciptakan oleh para ahli dengan alasan yang kuat, dalam kasus ini baik T568A/B merupakan kombinasi pengkabelan terstruktur yang mampu menghindari interferensi crosstalk.

2. Kombinasi selain T568A atau T568B sangat mungkin dilakukan jika sudah mengerti rumusnya. Hanya gunakan 4 kabel dalam 2 pasang pilihan pada pin 1-2-3-6.

3. Melakukan eksperimen terhadap sebuah ide yang telah mapan, memberikan kita pengalaman baru dan memperkuat pengetahuan yang telah kita miliki (jika jawabanya berhasil kita temukan, atau hanya buang-buang waktu).

4. Untuk konfigurasi kabel yang tidak mengikuti standar T568A/B tetap bisa digunakan

namun panjang kabel nantinya tidak bisa hingga 100m.

5. Bermain game atau refreshing jauh dari rutinitas sangat dibutuhkan untuk

(3)

[wikipedia] Standar pengkabelan terstruktur (structured cabling) digunakan secara internasional dan diumumkan oleh ISO/IEC, dan BICSI (Building Industry Consulting Service International) sebagai pengatur sertifikat dalam instalasi pengkabelan terstruktur, bersama dengan industri maju mereka memainkan peranan penting dalam mengembangkan dan merancang standar.

Beberapa standar pengkabelan lain :

• TIA-526-7 Measurement of Optical Power Loss of Installed Single-Mode Fiber Cable Plant – OFSTP-7 – (February 2002)

• TIA-526-14-A Optical Power Loss Measurements of Installed Multimode Fiber Cable Plant – OFSTP-14 – (August 1998)

• ANSI/TIA/EIA-568-B.1 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements: General Requirements, May 2001.

• Adenda ANSI/TIA/EIA-568-B.1-1-2001, Addendum 1, Minimum Curve Radius for 4 pair UTP and ScTP cable, July, 2001.

• TIA/EIA-568-B.1-2 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 2 – Grounding and Bonding Requirements for Screened Balanced Twisted-Pair Horizontal Cabling – (February 2003)

• TIA/EIA-568-B.1-3 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 3 – Supportable Distances and Channel Attenuation for Optical Fiber Applications by Fiber Type – (February 2003)

• TIA/EIA-568-B.1-4 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 4 – Recognition of Category 6 and 850 nm Laser Optimized 50/125 μm Multimode Optical Fiber Cabling – (February 2003) • TIA/EIA-568-B.1-5 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part

1: General Requirements Addendum 5 – Telecommunications Cabling for Telecommunications Enclosures – (March 2004)

• TIA/EIA-568-B.1-7 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 7 – Guidelines for Maintaining Polarity Using Array Connectors – (January 2006)

• TIA/EIA-568-B.2 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – (December 2003)

• TIA/EIA-568-B.2-1 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 1 – Transmission Performance Specifications for 4-Pair 100 ohm Category 6 Cabling – (June 2002) • TIA/EIA-568-B.2-2 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part

2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 2 – Revision of Sub-clauses – (December 2001)

• TIA/EIA-568-B.2-3 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 3 – Additional Considerations for Insertion Loss & Return Loss Pass/Fail Determination – (March 2002)

(4)

2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 4 – Solderless Connection Reliability Requirements for Copper Connecting Hardware – (June 2002)

• TIA/EIA-568-B.2-5 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 5 – Corrections to TIA/EIA-568-B.2 – (January 2003)

• TIA/EIA-568-B.2-6 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 6 – Category 6 Related Component Test Procedures – (December 2003)

• TIA/EIA-568-B.2-11 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 11 – Specification of 4-Pair UTP and SCTP Cabling – (December 2005)

• TIA/EIA-568-3 Optical Fiber Cabling Components Standard – (April 2002)

• TIA/EIA-568-3.1 Optical Fiber Cabling Components Standard – Addendum 1 – Additional Transmission Performance Specifications for 50/125 μm Optical Fiber Cables – (April 2002)

• TIA-569-B Commercial Building Standard for Telecommunications Pathways and Spaces – (October 2004)

• TIA-598-C Optical Fiber Cable Color Coding – (January 2005)

• TIA/EIA-606-A Administration Standard for Commercial Telecommunications Infrastructure – (May 2002)

• J-STD-607-A Commercial Building Grounding (Earthing) and Bonding Requirements for Telecommunications – (October 2002)

Referensi

Dokumen terkait

Menyampaikan usulan program dan kegiatan prioritas tahun 2018 dengan mengacu kepada 11 Prioritas Pembangunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 melalui RKPDJabar Online 2101

Begitu bcrartinya peran benda-benda langit (terutama matahari, bulan, bintang) dalam prasarana religi, sehingga pada masa modem pun simbol benda-benda langit

Semakin tinggi komposisi tepung hati ayam maka semakin tinggi juga kandungan protein dalam biskuit tersebut, hal ini sesuai dengan penelitian Darmatika yang

Pada tahap ini ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan dalam pembuatan sistem inventory ini yaitu pengumpulan data untuk menggali informasi yang dibutuhkan

Selama musim udang (bulan Januari – Maret), nelayan di perairan Tambak Lorok menggunakan alat tangkap garuk kerang (dredged net) untuk menangkap udang, dengan

dan prasarana dalam waktu 4 (empat) tahun sejumlah Rp16.000.000,00, sisa le bih tahun 2019 yang diterima a tau diperoleh oleh Yayasan HIS tidak dapat dikecualikan

Dalam studi manajemen, kehadiran konflik pendidikan tidak bisa terlepas dari permasalahan keseharian yang dirasakan oleh pengelola lembaga pendidikan. Konflik tersebut

Sumber: Sucorinvest Sumber: Sucorinvest.. Pada dasarnya, pertanian yang kuat akan berujung pada ekonomi pedesaan yang kuat, yang pada gilirannya akan menciptakan