Langkah Awal melakukan setting Mikrotik RB 750 untuk Speedy
Dalam melakukan setting awal mikrotik RB750 dengan 5 port yang sudah terseting bridge dari pabrikan adalah:
Masuk ke dalam mikrotik dengan menggunakan winbox yang adalah didownload langsung dari IP Mikrotik yang didapat atau dari http://mikrotik.com
Setelah masuk, ingat username dan password default mikrotik adalah : username = admin password = kosong (tidak ada password), seperti gambar berikut:
Lakukan Reset Konfigurasi, agar setting pabrikan atau bridge menjadi kosong, yaitu dengan pilih System > Reset Configuration seperti gambar:
Lakukan Restart atau Reboot Miktorik dengan cara pilih System > Reboot.
Tunggu beberapa saat hingga mikrotik dapat diakses kembali dengan memilih mac addres mikrotik, karena ip addres mikrotik sudah direset.
Membuat IP Address sesuai dengan nama eth0 - eth5 sesuai penamaan yang akan digunakan, sisini dibagi menjadi 3 kelompok yaitu, speedy, Local dan wifi.
Untuk membuat IP addres untuk masing-masing port. pilih IP > Address seperti:
Untuk Membuat IP seperti gambar diatas, klik menu tambah pada pojok kiri Address List, maka akan muncul seperti:
Inputkan IP yang akan digunakan, contoh:
ether3-wifi = 192.168.0.1/24
Sampai disini, kita telah membuat IP Address sesuai ether yang akan digunanakan, langkah selanjutnya adalah melakukan setting PPoE Client yaitu setting username speedy, yaitu dengan menggunakan PPP pada menu disebelah kiri, dan akan kita buat baru PPoE Client, seperti:
Pilih Tab Dial Out, yaitu untuk melakukan dial up username speedy, seperti:
Keterangan: Service = speedy
Kemudian centang pada Add Default Route dan Use Peer DNS serta Allow
Tunggu Beberapa menit agar mikrotik dapat melakukan dial up terhadap username dan password speedy sehingga statusnya menjadi Connect seperti:
Sampai disini kita telah membuat setting terhadap speedy sehingga jika kita ping ke google.com akan berhasil, seperti: contoh ping menggunakan terminal pada mikrotik yaitu dengan membuka new terminal seperti:
DNS Telkom sudah kita dapatkan, centang pada Allow Remote Requests agar dapat diakses dari luar jika akan melakukan setting melalui jarak jauh.
Langkah berikutnya adalah membuat NAT dan DHCP Server agar Client Local dan Wifi bisa mendapatkan IP Address secara Dynamic.
Setting NAT pada Firewall
Pilih Tab pada NAT untuk melakukan setting PPPoE Client yang telah dibuat ke ether modem, seperti:
Pilih manu Tambah maka akan muncul jendela NAT seperti:
Pilih srcnat pada Chain dan Tentukan Out Interfacenya dari pppoe-speedy yang telah kita buat sesuai gambar diatas, kemudian Pilih Tab pada Action lalu pilih masquerade seperti:
Disini kita harus membuat dua DHCP Server yaitu untuk ether-local dan ether-wifi, dengan dengan cara klik DHCP Setup pada Jendela DHCP Server seperti:
Jika telah menentukan ether yang akan dibuat DHCP maka klik Next, seperti:
Pada DHCP Rellay Klik Next saja untuk melajutkan, Maka akan memberikan membatasan client yang dapat mengakses yaitu mulai dari IP 192.168.10.2 - 192.168.10.100
Pada Jendela DNS Server klik Next saja, karena kita menggunakan DNS Telkom seperti: