• Tidak ada hasil yang ditemukan

KACANG LUPA PADA khutbah KULITNYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KACANG LUPA PADA khutbah KULITNYA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KACANG LUPA PADA KULITNYA

Pada suatu hari, ada dua orang gadis yang benama Lestari dan Rianti. Mereka perjalanan pulang dari sekolah menuju ke rumah masing-masing.

Lestari : “Ri, kamu nanti aku jemput ya. Kita berangkat bersama-sama ke ladang. Oke.” Rianti : “Iya tar.”

**********

Lestari menjemput Rianti dirumahnya. Dan mereka berangkat ke ladang bersama-sama dengan membawa peralatan masing-masing.

Lestari : “Ri ! Rianti ! ayo kita berangkat ke ladang. Keburu sore lo.” Rianti : “Iya tar, aku sudah siap kok.”

Lestari : “Let’s go.”

Rianti : “Kamu ini memang paling pintar kalau berhubungan dengan bahasa Inggris.” Lestari : “Iya dong. Aku gitu. Hahaha..”

Rianti : “Ya sudah terserah kamu saja.”

**********

Akhirnya mereka berangkat ke ladang. Saat sampai di ladang, mereka membersihkan daun-daun tebu yang kering dan rusak sambil mengobrol.

Rianti : “Oh iya tar, nanti kalau kita sudah lulus kamu mau melanjutkan kuliah dimana ? kurang beberapa bulan lagi kan kita ujian. Apakah kamu sudah punya rencana mau kuliah dimana ?”

Lestari : “Aku ingin kuliah diluar negeri. Supaya aku tidak ketinggalan zaman. Kalau aku disini terus, bisa-bisa kita semakin bodoh bukan semakin pintar. Aku kan ingin jadi anak yang ngetren.”

Rianti : “Tapi belum tentu juga kita akan semakin bodoh. Itu tidak mungkin, kalau kita mau terus belajar dan berusaha, kita pasti bisa jadi pintar.”

Lestarh : “Pokoknya aku cuma ingin kuliah diluar negeri. Aku sudah bosan sekali tinggal dikampung ini.TITIK.”

Rianti : “Ya sudahlah kalau memang itu pilihan kamu. Aku dukung kamu seratus persen kalau memang itu yang terbaik.”

Lestari : “Nah begitu dong. Itu baru sahabatku. Hehehe..”

Rianti : “Bisa aja kamu tar. Tapi kamu janji ya, kamu harus sering-sering datang kesini lagi. Dan jangan lupa untuk selalu ngasih kabar ke aku ya.”

(2)

Lestari : “Kamu sendiri mau kuliah dimana Ri ?”

Rianti : “Aku rencana mau kuliah dikota saja sambil kerja, soalnya aku masih harus membantu ayu sekolah.”

Lestari : “God bless you. Hahaha” Rianti : “Itu artinya apa ?”

Lestari : “Haduh kamu ini gimana sih, kamu harus belajar bahasa inggris lo ya. Itu artinya Tuhan memberkati.”

Rianti : “Siap bos. Hahaha..”

**********

TIGA TAHUN KEMUDIAN

Di suatu pagi yang cerah , turun dua orang remaja dari pesawat. Mereka bernama Alexandra dan Bend.

Sandra : “Bend, you bisa cepet nggak sih. Udah capek banget nih aku. Be hurry, oke.” Bend : “Wait for some minutes.”

Sandra : “CEPET !”

Bend : “Terus ini kita mau kemana ? i’m so tired.”

Sandra : “Me too ! kita ke kampungku, tapi sebelumnya aku mau ke rumah My mom. Cepet cari taxi. Aku mau telfon My bestfriend.”

Saat bend mencari taxi, sandra mencoba menelefon temannya dekatnya dulu saat masih SMA.

Sandra : “Halo, ini Rianti kan?” Rianti : “Iya, maaf ini siapa ya ?”

Sandra : “Ini aku lestari. Aku sekarang sudah sampai Jakarta. Aku mau pulang. Aku mau tinggal dirumahmu untuk sementara boleh kan ? Nanti aku ceritakan semuanya saat sudah sampai.”

Rianti : “Apa ? Kamu sudah di Jakarta? Kamu kenapa mendadak sekali kalau mau pulang?”

Lestari : “Sudahlah, jangan banyak bertanya. Aku ini sudah diperjalanan, tapi aku mau ke rumah My mom dulu, nanti saja kita bicarakan di rumah.”

Rianti : “Oke deh. I miss you Tari. hahaha..”

Tutututututututut..(telpon sudah ditutup terlebih dahulu Sandra).

**********

Perjalanan ke rumah Ibu Sari (Ibu dari Alexandra) di Kota Jakarta.

(3)

Sandra : “Aku lagi mau pemotretan di kampung kita yang dulu jadi butuh duit banyak !” (bernada membentak)

Ibu Sari : “Apa benar Bend Tari ada pemotretan ?” Bend : “Iya benar tante.” (tersenyum)

Sandra : “Kenapa sih mom, ga percaya sama aku, lagian kenapa sih kok masih panggil aku tari sekarang kan aku Sandra bukan Tari yang kampungan !” (memalingkan wajah)

Ibu sari : “Ya sudah ini ATM buat kamu selama pemotretan nanti. Jangan di pakai hura-hura ya sayang apalagi untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.” (dengan ekspresi terpaksa)

Sandra : “Nah gitu dong dari tadi kan ga kelamaan. Yuk bend!” (meninggalkan rumah tersebut)

**********

Perjalanan kerumah Rianti tepatnya di sebuah desa yang bernama Citarek bandung Jawa Barat.

Sesampai di depan rumah Rianti...

Sandra : “Rianti..”(menggedor pintu rumah Rianti)

Rianti : (membuka pintu dan terkejut sambil memeluk Sandra). “Lestari..aku kangen sama kamu. Wow..ternyata kamu banyak berubah ya ?”

Sandra : “Ahh..biasa aja deh Ri, ini jadi trend masa kini. Oh ya..jangan panggil aku Lestari lagi ! itu kan nama kampungan. Sekarang namaku adalah Alexandra., kamu panggil aku Sandra !!” (sambil berjalan masuk ke rumah didampingi oleh Bend) Rianti : “Sejak kapan kamu berganti nama Tar ? Eh..mksudku San !!”

Sandra : “Ya sejak aku dapatkan beasiswa di Jepang. Aku malu kalo pakai nama kampungan di sana.” (dengan bergaya)

Rianti : “Ohh gitu. Ya udahlah.” (senyum pahit)

Sandra : “Hmm..oh ya kenalin ini Bend.Temenku selama di Jepang, tapi dia asli Jakarta.” Rianti : (menjabat tangan) “Rianti..”

Bend : “Aku Bend.” (senyum)

Sementara Rianti, Sandra, Bend bercakap-cakap, datang Ayu membawakan minuman.

Ayu : “Permisi,, ini minumannya kak. Silahkan!” Bend : “Makasih, ini siapa?”

Rianti : “Oh ya, kenalin ini adikku, Ayu.”

Ayu : (bersalaman dengan sandra dan bend sambil tersenyum)

(4)

Rianti : “Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian berdua. Ayo aku tunjukkin kamarnya.” (sambil membawa barang-barang)

Sandra : “Okeh..thank you.” (berjalan menuju kamar) **********

Keesokan harinya, sahabat Ayu yaitu Andira datang ke rumah Ayu untuk menjemputnya pergi ke ladang. Di saat yang bersamaan, Sandra sedang jogging.

Andira : “Ayu..” (memanggil di depan rumah Ayu dengan membawa peralatan

berladang.dan sekilas menatap Sandra dengan raut muka yang menampakkan ketidaksukaan terhadap Sandra)

Sandra : “Kamseupay!” (dengan sangat pelan dan meggurutu)

Ayu : (keluar dari rumah dan membawa peralatan berladang) “Iya..aku sudah siap. Ayo kita berangkat ke ladang.”

Andira : (senyum) “Ayo !”

Sandra : “Eitttts kamu mau kemana ?”

Ayu : “Mau pergi berladang kak.” (tersenyum dengan ramah) Sandra : “Ohhh begitu, ya sudah.”

Ayu : “Mari kak.” Sandra : “Hmmmmm.”

Dengan kepergian Ayu, Sandra memikirkan tentang ladang itu. Dan timbullah suatu ide.

Sandra : (masuk kerumah dan memanggil Bend) “Bend... Bend... aku punya ide untuk pemotretan kita.”

Bend : “Apa San ?” (penasaran)

Sandra : “Gimana kalo pemotretan kit di ladang tempat si Ayu berladang ?” (tersenyum lebar)

Bend : “Ihhhh... ga ada tempat lain apa ? kampungan banget ?!” (menampakan ketidak setujuannya)

Sandra : “Gapapa deh bend aku kan mau dapat view yang masih natural, kita kan udah sering foto bertema modern. Lagipula kita nanti bisa pamer ke teman-teman yang di Jepang view disini.” (membujuk Bend)

Bend : “Hmmmm... bener juga sih San. Ya udah yuk sekarang aja.” Sandra : “Ya udah buruan sana siap siap, aku mau ke Rianti dulu.”

Sandra menemui Rianti yang sedang memasak di dapur...

Sandra : “Ri bisa anterin aku ke ladang ga ?”

Rianti : “Emang kamu mau ngapain ?” (Rianti terkejut).

Sandra : “Udahlah anterin aja, nanti kamu pasti tau sendiri kok.”

(5)

********** Sandra, Bend, dan Rianti menuju ke ladang...

Ayu : “Loh teteh sama kak Sandra ngapain di sini ?” (ekspresi heran) Rianti : “Gatau nih kak Sandra aneh-aneh aja.”

Sandra : “Hehe, aku mau pemotretan disini aja, aku pikir ladang di sini cukup menarik untuk di jadikan pemotretan.”

Bend : “Nah betul banget tuh.”

Rianti : “Ohh jadi begitu maksut kalian minta kesini ?” Sandra dan bend : “Yap bener banget.”

**********

Bend mempersiapkan alat alat untuk pemotretan, sedangkan sandra mencari tempat yang bagus.

Di samping itu berbisik bisik sesuatu kepada Ayu...

Andira : “Yu.... itu teh sapa ?” (dengan muka yang tidak senang)

Ayu : “Ohh itu mah temennya teteh Rianti Dira, dia itu mah baru datang dari luar negeri. Aduh , mana atuh ya. Je .. je” (ekspresi mengingat ingat)

Andira : “Jepang atuh Yu, kamu ini gimana atuh.”

Ayu : “Aha, iya betul itu. Maklum lah aku kan tidak tau.hehe..” (tersipu malu) Andira : “Lalu, dia tinggal dimana atuh Yu ?”

Ayu : “Dia itu tinggal dirumahku Dira, seneng atuh akunya punya temen baru.” (muka senang)

Andira : “Memangnya dia tidak punya rumah ? Kok numpang dirumah kamu.”

Ayu : “Aku juga gak tau kenapa kok kak Sandra tinggal dirumahku. Yang pasti aku seneng punya temen baru kayak kak Sandra.” (wajah polos)

Andira : “Kok bisa sih kamu suka sama anak kayak dia itu. Mukanya itu saja sudah terlihat sombong. Bagaimana kelakuannya, pasti lebih parah deh.”

Ayu : “Huss, kamu ndak boleh bicara seperti itu, kak sandra itu kan cantik pasti hatinya juga secantik wajahnya.” (ekspresi kagum)

Andira : “Cantik apanya, kalo kata orang Jakarta nih ya, lebay bukan cantik. Kamu jangan gampang percaya sama tipuan paras wajahnya.”

Ayu : “Ah kamu itu selalu begitu. Sudahlah ndak usah membicarakan orang lain. Lebih baik kita selesaikan pekerjaan kita. Nanti keburu sore atuh.”

Akhirnya Sandra dan Bend selesai melakukan pemotretan dan mereka bergegas untuk pulang.

Sandra : “Uda ah Bend, capek aku. Pulang aja yuk.”

(6)

Sandra : “Tapi aku capek. Kamu enak tinggal jepret sono jepret sini. Aku capek pose tau. Pokoknya kita pulang sekarang.”

Bend : “Yaudah iya. Kita pulang sekarang. Dasar cewek egois.” (sambil menggumam) Sandra : “Apa kamu bilang ?” (sambil teriak dan marah marah)

Bend : “Enggak kok, ayo pulang.”

Sandra : “Dasar gila. Ayo yu pulang bareng kita ? Kamu nggak capek apa kerja kayak beginian ? Udah panas kotor-kotoran pula, ishh kalo aku mah ogah.”

Ayu : “Aduh gimana ya kak , Ayu belum selesai. Oh iya kak kenalin ini temenku, namanya Andira. Dan ini kak Sandra Dira.” (memperkenalkan dira pada sandra) Sandra : “Oh ya , salam kenal deh.” (dengan ekspresi jutek)

Andira : (ekspresi jutek)

Andira : “Yu, masak kamu mau ninggalin aku sih ? Kita kan biasanya pulang bareng. Gimana atuh kamu ini ?”

Sandra : “Uda deh , Ayu itu biar pulang sama aku aja. Ayo Yu...”

Andira : “Oh jadi kamu sekarang gitu ya Yu, yaudah atuh kamu pulang saja sana.” (berbicara dengan ketus)

Ayu : “Aduh, kamu jangan marah atuh Dira. Kak Sandra, aku pulangnya sama Dira aja ya, kak Sandra pulang duluan sama kak Bend ndak papa kok.”

Sandra : “Kamu itu gimana sih yu. Ya sudahlah terserah kamu aja. Aku pulang duluan kalau begitu.”

Ayu : “Iya kak, maaf ya kak.”

Sandra : “Dasar kamseupay !” (berkata pada andira)

Andira : (menggumam tak jelas) “Ishh, dasar wanita aneh.” **********

Sandra dan Bend pun pulang ke rumah Rianti. Rianti : “Udah selesai San pemotretannya ?”

Sandra : “Udah Ri , capek banget aku Ri. Bisa minta tolong masakan air gak buat mandi ?” (dengan mimik muka melas)

Rianti : “Ya sudah aku masakin air buat kalian.” (tersenyum)

Sambil menunggu air hangat, Sandra dan Bend masuk ke kamar mereka. Lalu Sandra menghidupkan musik dengan sangat keras. Serta mengikuti alunan musik.

Sandra : (mengikuti alunan musik bersama Ayu)

Sandra menunjukkan budaya-budaya di Jepang ke Ayu. Sandra : (menunjukkan foto-foto pakaian)

Rianti : “San , kamu lagi ngapain ? Musiknya bisa dikecilin dikit nggak ?” (sambil menggedor-gedor pintu kamar Sandra)

Sandra : (terus bernyanyi dan tidak mendengarkan panggilan rianti) Rianti : “Sandra kalau sudah selesai tolong kecilkan !!”

(7)

**********

Setelah selesai mandi, Sandra tiba – tiba menginginkan untuk membeli makanan khas Italy seperti yang biasa dia beli dengan teman – temannya di Jepang. Sandra pun mencari Rianti untuk mengajaknya pergi sebentar.

Sandra : “Rianti.... Rianti...” (mencari di sekeliling rumah) Tetapi Rianti tidak menjawab....

Sandra : “Rianti kamu dimana sih ?” (sambil menggurutu)

Ayu : “Ada apa kak mencari teteh, teteh lagi ada pengajian di kampung sebelah.” Sandra : “Ohh begitu. Kira – kira lama gak Yu perginya tetehmu itu ?”

Ayu : “Biasanya sih lama kak..”

Sandra : “Ehmmm, begitu toh. Gimana kalau sama kamu aja Yu ?” (dengan raut muka membujuk)

Ayu : “Loh emangnya kak Sandra mau ngapain kok mengajak saya ?”

Sandra : “Aku laper nih, gimana kalau kita pergi cari makan ?” (tersenyum lebar)

Ayu : “Ohh ayo atuh kak, kakak mau di warung sebelah mana ? Tapi saya lebih suka yang di sebelah timur sana.” (mimik wajah bersemangat)

Sandra : “Hah ? Warung ? Bukan Ayu, kamu ikut aja deh. Kakak tau tempat makan yang enak kok. Kamu pasti suka.” (raut wajah membujuk)

Ayu : “Emhh, ya sudah kalau begitu, Ayu ikut kakak aja deh.”

Sandra : “Nah begitu dong, kamu buruan siap-siap gih sana. Kakak tungu didepan ya.” Ayu : “Iya kak, tunggu sebentar ya.”

**********

Setelah mereka berdua siap, akhirnya mereka berangkat ke restoran Itali yang dipilih oleh Sandra.

Ayu : “Kak, ini warung apa ? Besar sekali atuh kak.” ( mimik muka kaget)

Sandra : “Ah sudah lah jangan banyak komentar.” (sambil menggandeng ayu masuk ke restoran)

Pelayan : “Selamat malam, ini daftar menunya.” (sambil menyodorkan daftar menu makanan)

Sandra : “Saya pesan spagetti, minumnya esspreso, sama buat desertnya saya pesan ice cream stroberry. Kamu apa pesen apa, Yu ?”

Ayu : “Aku nasi uduk aja kak hehe..” (dengan muka polos)

Sandra : (tertawa terbahak – bahak) “Udah kamu pesen kayak aku aja deh !!” Ayu : “Memangnya kenapa kak ?”

Sandra : “Ya ampun Ayu disini tuh restoran mahal jadi tuh ga ada yang namanya nasi uduk hahaha. Udah kamu nurut aja pasti kamu bakal ketagihan sama makanan disini.”

(8)

Setelah makanan datang...

Ayu : “Ohh Cuma mie goreng toh, di kampung mah juga banyak atuh kak Sandra...” Sandra : “Ayu please deh ini bukan mie goreng, tapi SPAGETTI! Udah jangan banyak

omong kita makan aja.” (ekspresi kesal) **********

Selama Ayu dan Sandra makan, Rianti bingung mencari Sandra dan Ayu.

Rianti : “Haduuuh mereka kemana ya ?” (bingung memikirkan Sandra dan Ayu)

Tak lama kemudian Andira datang ke rumah Rianti untuk berbincang-bincang dengan Ayu. Tetapi dia tak berjumpa dengan Ayu karena Ayu dan Sandra pergi tak berpamitan ke Rianti. Andira : “Ayu..Ayu..”(menggedor pintu dan memanggil Ayu)

Rianti : (membuka pintu dan sempat terkejut) “Ayu..oh Andira toh !” Andira : “Iya teteh ini aku Andira, kenapa kok kaget gitu teh ?” (terkejut) Rianti : “Eh.masuk-masuk Ra !” (menyuruh Andira masuk ke dalam rumah)

Mereka masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu.

Andira : “Ayu kemana ya teh ?”

Rianti : “Nah, itu teteh juga enggak tau. Dia ngilang sama Sandra.” Andira : “Dia lagi dia lagi....” (muka kesal)

Rianti : “Haduuh gimana ini aku khawatir sekali ?” (raut muka bingung)

Tiba-tiba pak RT datang...

Pak RT : “Assalamualaikum..”

Andira dan rianti: “Walaikumsalam pak RT..”

Rianti : “Ada apa atuh pak RT tiba-tiba maen kerumah saya ?” Pak RT : “Saya mau membicarakan sesuatu neng.”

Rianti : “Tentang apa atuh pak ?”

Pak RT : “Ini neng, aduh gimana ya ? begini saya merasa terganggu dengan suara bising yang berasal dari rumah eneng.”

Rianti : “Saya minta maaf kalau begitu pak, saya janji tidak akan mengulanginya lagi. Maaf atuh pak, saya tidak bermaksud untuk mengganggu warga disini.” (muka merasa bersalah)

Pak RT : “Iya neng , saya mengerti kok. Pasti yang melakukan bukan neng Rianti kan, tapi temen neng yang baru datang itu kan neng ?”

(9)

Pak RT : “Sudahlah neng , tidak apa-apa kok neng. Saya mengerti kok, mungkin teman eneng itu belum begitu tau aturan di kampung kita. Neng tolong beri tahu saja.” Rianti :” Sekali lagi saya minta maaf ya pak sudah merepotkan bapak. Iya, nanti saya

pasti memberi tahu temen saya kok pak. Trimakasih banyak ya pak sudah mau mengerti.”

Pak RT : “Iya neng sama sama. Ngomong-ngomong rumahnya kok sepi neng ? neng Ayu sama temen neng dimana ?”

Rianti : “Nah tu pak, ini saya dengan andira masih bingung dimana keberadaan Ayu dan sandra teman saya. Mereka menghilang daritadi belum pulang.” (raut wajah cemas)

Pak RT : “Bagaimana kalau kita cari bersama-sama saja neng.”

Rianti : “Tidak usah pak, nanti merepotkan Bapak.” (menolak dengan halus)

Pak RT : “Alah, tidak apa apa atuh neng. Neng tidak perlu sungkan, orang tua neng kan sudah menitipkan neng kepada saya, jadi anggap saja saya ini orang tua neng selama orang tua neng belum pulang dari rumah nenek neng.”

Rianti : “Benar tidak merepotkan bapak kan ?”

Pak RT : “Iya neng, kebetulan saya sedang tidak ada kerjaan. Ayo atuh neng.” Rianti : “Ya sudah kalau begitu pak, ayo kita berangkat bersama sama.” Andira : “Aku boleh ikut ndak teh ?” (raut muka memohon)

Rianti : “Kalau kamu mau ya tidak apa apa atuh Dira.” (tersenyum) Andira : “Iya teh, ayo berangkat.

***********

Setelah beberapa jam mencari ke sekeliling desa dan desa tetangga, tetapi mereka tidak menemukan Sandra dan Ayu. Akhirnya, mereka memutuskan untuk beristirahat karena waktu sudah sangat larut.Tak lama setelah mereka sampai dirumah, terdengar suara Ayu dan Sandra. Sontak mereka kaget.

Sandra : “Riaannttii !! Aku bawa belanjaan banyak nih, aku juga bawa oleh oleh buat kamu loh.” (teriak sandra saat memasuki rumah)

Rianti : (tidak menanggapi Sandra tapi langsung menghampiri Ayu) “Ayu kamu kemana aja atuh ? teteh kawatir mencari kamu.” (raut muka cemas sambil memeluk ayu) Ayu : “Sudah teteh nggak usah kawatir sama Ayu. Ayu tadi diajak sama kak Sandra

teh.”

Sandra : “Iya Ri, dia tadi aku ajak cari makan. Tenang saja dia tidak aku apa apain kok, hehe...”

Rianti : “Iya tapi kenapa kalian tidak bilang dulu kepada aku, aku kan jadi kawatir.” (raut muka kesal)

Sandra : “Hehe, ya ma’af deh ri. Aku tadi nyariin kamu tapi kamu nggak ada. Aku tadi itu mau ngajakin kamu.”

Ayu : “Iya teh, maaf ya. Kita nggak ngapa-ngapain kok. Cuman beli makan sama beli baju buat teteh.”

(10)

Sandra dan ayu: “Oke .. hahaha.”

Setelah Ayu dan Sandra pulang ke rumah, Andira dan Pak Bambang pulang ke rulah mereka masing-masing.

**********

Keesokan paginya, Sandra sudah bangun dan dia sangat bersemangat karena semalam dia membeli baju yang sangat keren keren untuk dia sendiri, Rianti dan Ayu. Segera dia membangunkan Rianti dan Ayu.

Sandra : “Riiaannttiii !! Ayyuuu !! ayo bangun !!” (teriak teriak di depan kamar Ayu dan Rianti)

Rianti : (membuka pintu dengan malas malasan) “Apa atuh san ? Aku masih ngantuk nih. Lagian tumben banget sih kamu pagi pagi begini sudah bangun ?”

Ayu : “Iya, tumben sekali kak Sandra sudah bangun ??”

Sandra : “Sudahlah ayo bangun, aku sudah membelikan baju baju bagus untuk kalian ini. Cepat mandi sana.”

Setelah Rianti dan Ayu selesei mandi mereka menghampiri Sandra yang sedang memilah-Milah baju di ruang tamu.

Rianti : “Ya ampun sandra banyak sekali baju yang kamu beli ?”

Sandra : “Ahh biarin yang penting kalian tidak cupu lagi bajunya.” (tersenyum lebar) Rianti : (menggelengkan kepala dengan pasrah)

Sandra dan Ayu meneruskan memilah- milah baju untuk Rianti....

Rianti : “Emang kamu beli semua ini habis berapa ?” (dengan penasaran sekali)

Sandra : “Enggak tau tuh, liat aja sendiri bill nya. Aku bayar pake kartu kredit soalnya.”

Karena mendengar jawaban sandra begitu, Rianti langsung mencari bill nya. Dan setelah menemukannya Rianti tercengang dengan angka – angka yang ada di bill tersebut.

Rianti : “Ya ampun sandraaa ?!! ini semua total belanjaan kamu ?? boros banget sampe berjua-juta ??” (menggeleng tidak suka)

Sandra : “Ini biasa aja kok, ga sebanding sama pengeluaranku di Jepang. Kalau di Jepang lebih dari ini, aku udah biasa belanja kayak gini haha...” (tertawa sombong)

Rianti : “Iya tapi kamu pake uang siapa semua ini ?”

(11)

Rianti : “Iyaa tapi kan kasian mami kamu, kalau uangnya di buat beli barang – barang ga berguna gini.”

Sandra : “Apa ?!! kamu bilang ini ga berguna ?? Aku itu udah capek – capek belinya. Tinggal pake aja kok susah.” (dengan kesal)

Ayu : “Udah teh, kita pake aja. Kata ibu kan ga boleh nolak rejeki.” (membujuk rianti) Rianti : “Ya sudahlah.” (dengan pasrah)

Sandra : “Nah gitu dong Ri. Kamu itu yang sahabat paling mengerti aku deh !” (tersenyum)

Rianti : “Mulai deh !!” Sandra : “Hehehe..”

Setelah itu, Ayu pergi ke belakang untuk mengambil peralatan berladang.

Ayu : “Teteh, kakak aku ke belakang dulu ya. Mau mengambil alat barladang.” Rianti : “Iya dek..”

**********

Lalu Andira datang ke rumah Rianti menjemput Ayu untuk pergi berladang. Akhirnya Ayu dan Andira segera menuju ke ladang. Sesampainya di ladang, Ayu menceritakan kejadian semalam kepada Andira.

Ayu : “Kemarin itu seru banget loh, kak Sandra asyik banget anaknya.” Andira : “Iyaa ta ?” (dengan malas)

Ayu : “Iyaa atuh Dira, kemaren aku di ajak makan di restoran mahal. Terus aku di ajak beli baju-baju bagus juga. Pokoknya seneng bangetlah. Tau engga Andira, kak Sandra habis berapa belanjanya ?”

Andira : “Emang habis berapa atuh Yu ?”

Ayu : “Habis berjuta-juta Dir, tapi maminya kak Sandra kan kaya Dir.” Andira : “Ihh, kok sombong banget sih kak Sandra Yu.” (menggelengkan kepala) Ayu : “Enggak kok, justru dia itu baik banget sama aku juga teteh.”

Andira : “Pokoknya tetep aja aku enggak suka sama dia, hati-hati loh Yu, nanti kamu ketularan sama perilakunya kak Sandra.”

Ayu : “Sudahlah jangan menjelek-jelekan kak Sandra, lebih baik kita berladang lagi.” *********

Selang beberapa hari Sandra mendapat telepon dari ibunya...

Ibu sari : “Tari kamu itu keterlaluan ya?!!” Sandra : “Apa sih mam ?”

Ibu sari : “Kamu ngapain aja sih kok tagihan kartu kredit mama banyak banget!!!” Sandra : “Sandra itu Cuma beli baju doang ma...!!!”

Ibu sari : “Pokoknya mama enggak mau tau, mulai besok semua fasilitas dan kartu kredit mama cabut!!!! Titik!!!”

(12)

Tutututututut (telepon sudah terputus)

Setelah terputus sambungannya, tiba-tiba Rianti dan Andira masuk ke kamar Sandra .

Rianti : “San, aku gak bisa bantu kamu lagi, dengan sangat menyesal kamu gak bisa tinggal disini lagi. Karena aku takut orang tuaku tidak suka dengan kelakuanmu yang berubah seperti sekarang ini.”

Andira : “Iya aku juga gak suka sama kakak, karena bisa memberikan pengaruh buruk terhadap Ayu. Dia sekarang menjadi malas ke ladang.”

Sandra : “Tapi Ri, aku sekarang lagi di hukum sama mama. Dan aku sangat perlu bantuan kalian.” (sambil menitihkan air mata)

Rianti : “Maaf San aku gak bisa.” Ayu : “Tapi teh, kasian kak Sandra.”

Andira : “Yu kamu gimana sih, kok malah belain kak Sandra ?!!” Rianti : “Sudahlah Yu, biar teteh yang urus ini.”

Ayu : “Tapi teh, kita dengarkan dulu penjelasan kak Sandra.”

Sandra pun menjelaskan semua yang terjadi pada dia dan mamanya .

Ayu : “Kalau begini, kita bantu saja kak Sandra.”

Andira : “Tapi dengan syarat yu ?! kak Sandra harus berubah dan tidak sombong lagi.” Rianti : “Aku setuju dengan Andira.”

Sandra : “Iya aku akan berubah, maafkan aku ya teman –teman.”

Rianti :” Mangkanya San, kamu jangan kayak KACANG YANG LUPA PADA KULITNYAA! Ingatlah kamu juga pernah menjadi gadis desa sebelum sukses dulu.”

Sandra : “Iyaa Ri, terima kasih ya.”

Andira : “Sudah ayo kita berpelukan dulu hehehe..” (sambil memeluk mereka semua)

Akhirnya Sandra kembali menjadi Sandra yang dulu yaitu LESTARI. Dan mereka pun menjadi sahabat selamanya.

Referensi

Dokumen terkait

Rata-rata kematangan karier mahasiswa bergaya pembuatan keputusan rasional juga lebih tinggi dibandingkan mahasiswa bergaya pembuatan keputusan intuitif, meskipun

Sesuai dengan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan Belanja Modal Pengadaan Alat Bantu Perlengkapan Satgas Nomor : PAN/ULP/04/07/VIII/BPBD-PS/2017 tanggal 22 Agustus 2017,

Atau Kota yang cukup mampu untuk berfungsi sebagai kota yang mandiri dalam arti dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kebutuhan serta kegiatan usahanya sendiri atau

Kinerja Sasaran Strategi 2.1 Meningkatka n penyediaan sarana dan prasarana dasar dengan kapasitas dan kualitas yang setara dengan standar dunia Berkembangnya

[r]

Salah satu cara untuk menraik perhatian orang tua calon siswa yaitu dengan cara memberikan citra yang bermutu dan juga memberikan fasilitas yang bagus agar orang tua calon siswa

Sistem pemantauan dirancang dengan tujuan agar dapat memantau posisi tempat petugas lapangan dan melaporkan kinerja dari petugas lapangan tersebut,di sistem ini terdapat tiga

Rekapitulasi Pasien Rawat Jalan Rekapitulasi Pasien Rujukan Rawat Jalan Tingkat Morbiditas Pasien (RL2b) Tingkat Surveylan (RL2b1) Laporan Penyakit Terbesar Laporan