• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN JARINGAN DISTRIBUSI SISTEM DIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENERAPAN JARINGAN DISTRIBUSI SISTEM DIS"

Copied!
155
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Muhammad Rizki Sya’bani
  • Pengajar:
    • Prof. Ir. Suprihanto Notodarmojo, Ph.D
    • Ir. Yuniati, MT., M.Sc., Ph.D
  • Sekolah: Institut Teknologi Bandung
  • Mata Pelajaran: Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi
  • Topik: Penerapan Jaringan Distribusi Sistem District Meter Area (DMA) Dalam Optimalisasi Penurunan Kehilangan Air Ditinjau Dari Aspek Teknis Dan Finansial (Studi Kasus: Wilayah Layanan IPA Bengkuring PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda Kalimantan Timur)
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2016
  • Kota: Bandung

I. Pendahuluan

Pada bagian ini, penulis menguraikan latar belakang pentingnya penyediaan air bersih dan permasalahan yang dihadapi oleh PDAM di Indonesia, termasuk tingginya angka kehilangan air. Penekanan diberikan pada perlunya penerapan sistem yang efisien untuk mengelola air, dengan District Meter Area (DMA) sebagai solusi potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan DMA di wilayah layanan IPA Bengkuring, yang diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis dan finansial untuk pengurangan kehilangan air.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian ini membahas teori-teori dasar yang berhubungan dengan sistem distribusi air bersih, termasuk definisi, klasifikasi jaringan perpipaan, dan pola distribusi. Penjelasan tentang kehilangan air, baik fisik maupun non-fisik, diuraikan untuk memberikan pemahaman tentang dampaknya terhadap kinerja PDAM. Juga dibahas adalah pentingnya neraca air dan aplikasi perangkat lunak Epanet dalam analisis jaringan distribusi.

2.1 Sistem Distribusi Air Bersih

Definisi sistem distribusi air bersih dijelaskan, dengan penekanan pada pentingnya memenuhi kebutuhan konsumen dengan kualitas dan kontinuitas yang baik. Kriteria yang harus dipenuhi agar sistem berjalan efektif juga dibahas, termasuk tekanan dan desain pipa yang baik.

2.2 Kehilangan Air

Kehilangan air didefinisikan dan dijelaskan, termasuk kerugian yang ditimbulkan serta manfaat pengendalian kehilangan air. Penekanan pada pentingnya pengelolaan kehilangan air untuk meningkatkan efisiensi operasional PDAM dan mengurangi biaya.

2.3 Pengendalian Kehilangan Air dengan Zoning / DMA

Penerapan konsep DMA sebagai strategi untuk mengelola kehilangan air dibahas. DMA memungkinkan pengelolaan yang lebih baik terhadap jaringan distribusi dengan membagi sistem menjadi zona terisolasi, sehingga memudahkan identifikasi dan perbaikan kebocoran.

III. Metodologi

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kerangka berpikir dan tahapan penelitian yang jelas. Data yang diperlukan diidentifikasi dan dijelaskan, serta metode analisis yang digunakan untuk mengolah data, termasuk analisis hidrolika dan analisis finansial. Penjelasan tentang perangkat lunak Epanet yang digunakan untuk simulasi jaringan distribusi juga disertakan.

3.1 Kerangka Berfikir

Kerangka berpikir penelitian ini menekankan hubungan antara penerapan DMA dan pengurangan kehilangan air, serta dampaknya terhadap kinerja PDAM. Penjelasan tentang bagaimana penelitian ini dirancang untuk mencapai tujuan tersebut.

3.2 Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian dijelaskan secara rinci, mulai dari pengumpulan data hingga analisis dan interpretasi hasil. Penekanan pada pentingnya setiap langkah dalam mencapai hasil yang valid dan dapat diandalkan.

IV. Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan kondisi eksisting wilayah studi, termasuk neraca air dan analisis jaringan distribusi. Simulasi menggunakan Epanet memberikan wawasan tentang efektivitas desain DMA yang diusulkan. Pembahasan mencakup perbandingan antara skenario yang berbeda dan analisis teknis serta finansial dari penerapan DMA.

4.1 Kondisi Eksisting Wilayah Studi

Kondisi eksisting wilayah studi diuraikan, termasuk karakteristik pelanggan dan fluktuasi konsumsi air. Data yang diperoleh memberikan gambaran tentang tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan distribusi air.

4.2 Neraca Air Wilayah Studi

Neraca air untuk wilayah studi dihitung, dengan analisis komponen penyusun neraca air. Hasil menunjukkan angka kehilangan air dan memberikan dasar untuk analisis lebih lanjut mengenai pengelolaan air.

V. Rekomendasi Teknis dan Analisa Finansial

Rekomendasi teknis untuk peningkatan kinerja DMA disajikan, bersama dengan analisis finansial yang mencakup kebutuhan investasi dan proyeksi pendapatan. Rencana proyeksi cashflow dan evaluasi kelayakan proyek juga dibahas, memberikan gambaran tentang potensi keberlanjutan finansial dari penerapan DMA.

5.1 Rekomendasi Teknis Peningkatan Kinerja DMA

Rekomendasi teknis untuk upgrade DMA mencakup langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk meningkatkan efisiensi jaringan distribusi dan mengurangi kehilangan air. Penekanan pada pentingnya pemeliharaan dan manajemen sistem.

5.2 Analisis Finansial

Analisis finansial menyajikan kebutuhan investasi dan proyeksi pendapatan dari penerapan DMA. Evaluasi kelayakan proyek dilakukan untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan akan memberikan manfaat jangka panjang.

VI. Penutup

Kesimpulan dari penelitian menegaskan pentingnya penerapan DMA dalam mengurangi kehilangan air dan meningkatkan kinerja PDAM. Saran untuk penelitian lebih lanjut dan implementasi yang lebih luas dari sistem DMA juga disampaikan, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan air di Indonesia.

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan menyoroti hasil utama penelitian, menekankan bahwa penerapan DMA efektif dalam mengurangi kehilangan air dan meningkatkan kualitas layanan. Penekanan pada pentingnya dukungan dari semua pemangku kepentingan.

6.2 Saran

Saran untuk implementasi DMA yang lebih luas dan penelitian lebih lanjut di bidang ini disampaikan. Penekanan pada perlunya kolaborasi antara pemerintah, PDAM, dan masyarakat untuk mencapai tujuan pengelolaan air yang lebih baik.

Referensi Dokumen

  • Pedoman teknis penurunan kehilangan air ( BPPSPAM )
  • Pilar keberhasilan strategi pengelolaan kebocoran ( International Water Association (IWA) )
  • Permen PU No.18 Tahun 2007 ( Pemerintah )
  • Permen PU Nomor 21 Tahun 2009 ( Pemerintah )
  • Hasil Olahan Penelitian ( 2016 )

Gambar

Tabel II.5 Nilai K perlengkapan pipa (James Hardie and Coy, 1978)
Tabel II.6 Skema Neraca Air / Water Ballance (Wegelin, 2011)
Gambar III.1 Kerangka berfikir
Gambar III.3 Diagram alir penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Optimasi distribusi air minum PDAM menggunakan pendekatan model FITP akan didapatkan biaya distribusi optimal dari reservoir ke empat daerah pelayanan wilayah

Hasil analisa terhadap sembilan lokasi survei penelitian didapatkan bahwa pola pemakaian air sangat berkaitan erat dengan kondisi jaringan distribusi air bersih yang

PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMNAS BANYUMANIK KOTA SEMARANG.. Seiring meningkatnya jumlah penduduk di wilayah Banyumanik, maka

Adapun judul dari Laporan Akhir ini adalah Studi Kehilangan Air Pada Jaringan Distribusi Dengan Metode District Meter Area Di Kawasan Sepakat Kalidoni

Tujuan dalam penelitian yang akan dilakukan adalah menginventarisasi dan mengidentifikasi sistem jaringan distribusi air IPA Sungai Lulut PDAM Bandarmasih., mengavaluasi dan

1 EVALUASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR PDAM UNIT IPA BANTUAS KOTA SAMARINDA MENGGUNAKAN SOFTWARE WATERGEMS Ariqah Hardiyanti1, Fitriyati Agustina2

Berdasarkan hasil dari data existing kondisi sekarang jaringan perpipaan primer khususnya distribusi air pada wilayah pelayanan Booster S.Parman masih belum maksimal dikarenakan adanya

Evaluasi dan perbaikan jaringan pipa distribusi air bersih pada IPA III PDAM Intan Banjar Kecamatan Simpang