TUGAS MAKALAH
TEORI BIG BANG
DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
TARMA EFENDI
NPM: 0116104025
KELAS A REGULER 2 AKUNTANSI
FAKULITAS EKONOMI
Semester Genap 2017
Pendahuluan
mengembang pesat, secara terus-menerus hingga hari ini.Orang yang pertama kali memperkenalkan teori Big Bang adalah Georges Lemaître, seorang biarawan Katolik Roma Belgia, meski ia menyebutnya sebagai “hipotesis atom purba”. Kerangka model teori Big Bang bergantung pada teori Relativitas Umum Albert Einstein dan beberapa perkiraan sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori Ledakan Dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Teori Big Bang menunjukkan bahwa semua benda di alam semesta pada awalnya satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam semesta yang sekarang dengan cara pemisahan satu dengan yang lain.
Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa jika alam semesta terbentuk melalui ledakan raksasa, maka sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan itu haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi itu juga harus tersebar merata di semua penjuru alam semesta. Bukti yang “seharusnya ada” itu pada akhirnya memang ditemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang itu tanpa sengaja. Radiasi tersebut, yang dinamakan radiasi latar kosmis, tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa, dan diketahui sebagai sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi Nobel untuk penemuan mereka.
Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer (COBE) ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi diawal pembentukan alam semesta, dan penemuan itu dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, yang juga membuktikan kebenaran teori Big Bang.
alam semesta tidak memiliki permulaan, dan jika ia telah ada sejak dahulu kala, maka unsur hidrogen itu seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.
Berdasarkan pengukuran terbaik pada tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian dijadikan rujukan sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori itu telah memberikan penjelasan paling lengkap dan akurat, yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan. Segala bukti meyakinkan di atas menyebabkan teori Big Bang diterima oleh semua masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta.
[1]
Berkaitan dengan Big Bang ini dalam Al-Qur’an surat al-Ambiya’ ayat 30
اَنْلَعَجَو اَمُهاَنْقَتَفَف اًقْتَر اَتَناَك ََضْرَ ْلاَو ِتاَواَمّسلا ّنَأ اوُرَفَك َنيِذّلا َرَي ْمَلَوَأ
( َنوُنِمْؤُي َلَفَأ ّيَح ٍءْي َش ّلُك ِءاَمْلا َنِم
30
)
Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. al-Ambiya’: 30)
Ayat ini menerangkan tentang awal kejadian langit dan bumi yang identik dengan teori Big Bang. Para ilmuan memahami ayat tersebut sebagai ayat yang berbicara tentang proses penciptaan langit dan bumi.
[2]
Ayat tersebut menginformasikan kepada kita bahwa alam raya pada mulanya merupakan keterpaduan kemudian terjadi pemisahan menjadi langit dan bumi.Ayat diatas memang tidak menjelaskan bagaimana terjadinya proses pemisahan itu, karena al-Qur’an bukan kita ilmiah sebagaimana kitab-kitab ilmiah yang dikenal selama ini, namun keterpaduan dan pemisahan alam raya tersebut dibenarkan dalam teori ilmiah.
[3]
Al-Qur’an memerintahkan orang-orang yang tidak percaya untuk mengamati dan mempelajari alam semesta yang tadinya padu kemudian dipisahkan oleh-Nya. Pengamatan tersebut diharapkandapat mengantarkan mereka kepada keimanan akan keeasaan dan kemahakuasaan Alaah Swt.
Menurut hepotesa saya, ada kemiripan antara teori big bang dengan surat al-Ambiya’ ayat 30 yang sama menjelaskan awala terjadinya alam semesta ini.
B.Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari uraian di atas, maka penulis akan menarik suatu rumusan pokok masalah agar pembahasan dalam skripsi ini lebih terarah dan sistematis. Pokok masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Teori Big Bang menurut astronom 2. Teori Big Bang menurut Al-Qur’an
3. Hubungan antara teori Big Bang menurut astronom dan al-Qur’an
C.Batasan Masalah
Sebagaimana lazimnya dalam setiap penyusunan skripsi atau karya ilmiah maka terlebih dahulu diberi batasan pengertian judul yang akan dibahas sehingga dalam pokok penguraiannya tidak terjadi kesimpangsiuran dan salah pengertian terhadap judul yang dimaksud.
1. Teori Big Bang menurut astronom
2. Teori Big Bang dalam perspektif Al-Qur’an
D.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan msalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui teori Big Bang menurut astronom
2. Mengetahui teori Big Bang menurut perspektif al-Qur’an
3. Mengetahui hubungan atau korelasi antara teori Big Bang menurut astronom dan al-Qur’an
E.Manfaat penelitian
Dari penelitian ini ada beberapa manfaat yang dapat diambil dan menjadi bahan perenungan kita bersama, diantaranya:
1. Untuk menambah wawasan keilmuan tentang teori Big Bang menurut pemaparan astronom. 2. Untuk terus meneliti kandungan Qur’an dan melakukan kajian secara intensif terhadap
3. Untuk menambah keilmuan al-Qur’an yang tidak hanya membahas tentang surga dan neraka saja, tetapi juga membahas tentang perkembangan teknologi modern.
F.Kajian Pustaka
Mengenai literatur yang membahas judul skripsi ini, penulis merujuk pada buku-buku dan tafsir Alquran yang membahas masalah tersebut. Di antaranya buku yang berjudul “Tafsir ‘Ilmy: Memahami Al-Qur’an melalui pendekatan Sains Modern” karya Mohammad Nor Ichwan. Didalam buku tersebut membahas panjang lebar mengenai tafsir ilmy yang menjadi salah metode untuk memahami al-Qur’an. Dalam kaitannya dengan judul diatas yaitu salah satu contoh yang disebutkan dalam buku tersebut tentang proses penciptaan langit yang menggunakan surat al-Ambiya’ ayat 30.
Buku “Mukjizat Al-Qur’an: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah, dan Pemberitaan Gaib”, ditulis oleh M. Quraish Shihab. Buku tersebut berisi tentang kemukjizatan Al-Qur’an dari berbagai aspek, mulai dari aspek bahasa, ilmiah sampai sesuatu yang gaib. Bahasa yang digunakan al-Qur’an serpurna, hingga manusia dan jin tidak dapat menandingi al-al-Qur’an meskipun hanya satu ayat. Kejadian-kejadian alam yang kini telah diteliti oleh ilmuan juga diterangkan dalam al-Qur’an jauh sebelum penelitian-penelitian itu berlangsung. Pemberitaan gaib yang ada yang dalam al-Qur’an juga disampaikan sebelum kejadian tersebut berlangsung dan berita itu cocok peristiwa sebenarnya.
Buku karya Drs. Nanang Gojali, M.Ag yang berjudul “Manusia, Pendidikan dan Sains” berbicara tentang manusia dalam perspektif al-Qur’an meliputi kebutuhan manusia, tujuan hidup dan kewajiban manusia sebagai hamba. Sains modern dalam perspektif al-Qur’an meliputi berbagai ayat al-Qur’an yang berbicara tentang fenomena alam dan sains modern dengan didukung pendapat dari ilmuwan mengenai hal terssebut. Pendidikan dalam perspektif al-Qur’an, meliputi kewajiban belajar, tujuan pendidikan yang kesemua itu telah disinggung oleh al-Qur’an.
“Al-Qur’an sumber Ilmu Pengetahuan” karya Afzalur Rahman. Dalam buku tersebut membahas tentang al-Qur’an dan kaitannya dengan berbagai ilmu pengetahuan modern. al-Qur’an tidak hanya berisi tentang hubungan manusia dengan Tuhan, melainkan mempunyai jangkauan yang jauh lebih luas. Semua ilmu pengetahuan bersumber dari Maha Pencipta, mulai dari Kosmologi, Astronomi, Fisika, Matematika, dan lain-lain sampai ilmu kedokteran smuanya bersumber dari al-Qur’an. Terjadinya pertumbuhan ilmu pengetahuan yang pesat dan penemuan ilmiah semua bersumber dari al-Qur’an.
“Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman”, ditulis oleh Prof. Achmad Baiquni, MSc. PhD. Buku ini berisi tentang Al-Qur’an dan kaitannya dengan ilmu pengetahuan modern. Antara ayat-ayat al-Qur’an yang relevan dengan pengembangan sains terutama dalam bidang fisika. Buku ini mencoba mengunkap sifat dan kelakuan alam pada kondisi tertentu seperti terjadinya hujan, gerhana dan lain sebagainya.
G.Metode Penelitian
Metode penelitian dalam pembahasan skripsi ini meluputi berbagai hal sebagai berikut : 1. Metode Pendekatan
Melalui metode ini, penulis menggunakan metode pendekatan penafsiran Alquran dari segi tafsir tematik. Yakni, menghimpun ayat-ayat Alquran yang memiliki tujuan yang sama, menyusunnya secara kronologis selama memungkinkan dengan memperhatikan sebab turunnya, menjelaskannya, mengaitkannya dengan surah tempat ia berada, menyimpulkan dan menyusun kesimpulan tersebut ke dalam kerangka pembahasan sehingga tampak dari segala aspek, dan menilainya dengan kriteria pengetahuan yang sahih.
Untuk lebih jelasnya, penulis menghimpun ayat-ayat Alquran yang berkenaan dengan teori big bang, kemudian menyusunnya berdasarkan kronologis serta sebab turunnya ayat-ayat tersebut, sehingga diketahui pengklasifikasiannya. Apakah ia tergolong ayat-ayat makkiyah atau Madaniyyah.
2. Metode Pengumpulan data
Mengenai pengumpulan data, penulis menggunakan metode atau teknik library research, yaitu mengumpulkan data-data melalui bacaan dan literatur-literatur yang ada kaitannya dengan pembahasan penulis. Dan sebagai sumber pokoknya adalah Alquran dan penafisrannya, serta sebagai penunjangnya yaitu buku umum yang membahas secara khusus tentang teori big bang dan buku-buku yang membahas secara umum dan implisitnya mengenai masalah yang dibahas.
3. Metode Pengolahan Data
Mayoritas metode yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah kualitatif, karena untuk menemukan pengertian yang diinginkan, penulis mengolah data yang ada untuk selanjutnya di interpretasikan ke dalam konsep yang bisa mendukung sasaran dan objek pembahasan.
4. Metode Analisis
a. Metode deduktif, yaitu metode yang digunakan untuk menyajikan bahan atau teori yang sifantnya umum untuk kemudian diuraikan dan diterapkan secara khusus dan terperinci.
b. Metode induktif, yiatu metode analisis yang berangkat dari fakta-fakta yang khusus lalu ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum.
c. Metode komparatif, yaitu metode penyajian yang dilakukan dengan mengadakan perbandingan antara satu konsep dengan lainnya, kemudian menarik suatu kesimpulan.
H.Garis-garis Besar Isi Skripsi
Secara garis besarnya penulis memberikan gambaran secara umum dari pokok pembahasan ini. Isi skripsi ini terdiri dari lima bab yang dimulai dengan pendahuluan yang mengemukakan latar belakang masalah, dimana hal tersebut merupakan landasan berpikir penyusunan skripsi ini. Kemudian hipotesis dari permasalahan yang diangkut, disertai dengan pembatasan masalah, tinjuan pustaka, metode penelitian, tujuan dan kegunaan serta garis-garis besar isi skripsi. Dengan demikian, instisari yang termaktub dalam bab pertama ini adalah bersifat metodologis.
Dalam bab kedua, dikemukakan tentang tinjauan umum tentang Teori Big Bang, sebagai bab yang bersifat pengantar untuk pembahasan inti yang terletak pada bab ketiga dan keempat.
Pada bab tiga, menguraikan tentang pengertian big bang, teori big bang menurut ilmuwan dan menurut al-Qur’an, serta hubungan antara keduanya.
Daftar Pustaka
Ichwan, Mohammad Nor, Tafsir ‘Ilmy: memahami al-Qur’an melalui pendekatan sains modern, Jogjakarta: Menara Kudus Jogja, 2004
Shihab, M. Quraish, Mukjizat Al-Qur’an: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah, dan
Pemberitaan Gaib, Bandung: PT Mizan Pustaka, 2007
Prof. Achmad Baiquni, Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 1997
Gojali, Nanang, Manusia, Pendidikan dan Sains, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004 Rahman, Afzalur, Al-Qur’an sumber Ilmu Pengetahuan, Jakarta: Bina Aksara, 1989 Harahap, Hakim Muda, Rahasia al-Qur’an, Depok: Darul Hikmah, 2007
[1] Disadur dari Wikipedia Bahasa Indonesia tentang Ledakan Besar
[2] Ichwan, Mohammad Nor, Tafsir Ilmy: Memahami Al-Qur’an Melalui Pendekatan Sains Modern, hal. 191