• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUNGSI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FUNGSI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DAL"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

FUNGSI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DALAM MISI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN PBB

Irawan Suharto1

Abstrak

sejakawal kemerdekaan republic Indonesia Indonesia telah turut aktif dalam misi

pemeliharaan perdamaian (MPP) dibawah PBB dimulai pada tahun 1957 melalui

pengiriman “kontingen GARUDA I” dibawah UNEF (UN Emergency Forces) di

Sinai. Pengiriman pasukanp erdamaiandari Indonesia tidak lepas dari

cita-citabangsa yang terterapada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia

Tahun 1945 Alinea ke-3 dan Alinea ke 4. Kedua kalimat dalam UUD tersebut

menggambarkan keinginan bangsa Indonesia yang merupakan mimpi yang ingin

dicapai demi terwujudnya dunia yang damai dan berkeadilan di dunia

internasional. Berdasarkan data pada bulan desember 2010. Indonesia memiliki

kontribusi aktif dalam 7 tugas pemeliharaan perdamaian dengan total kontribusi

pasukan sejumlah 1.795 personil serta saat ini menduduki peringkat 16 diantara

Negara-negara contributor dalam tugas pemeliharaan perdamaian pbb. Banyaknya

masalah yang melatarbelakangi konflik di berbagai Negara seperti masalah

politik, kemanusiaan, social, HAM, dan bahkan pembangunan di dalam suatu

Negara. Menuntut di ikut sertakannya Polri sebagai fungsi sipil dalam misi

pemeliharaan perdamaian, dimana Polri menjadi Unsur utamanya yang dijabarkan

dalam UU No. 2 Tahun 2002, dimana Kepolisian Negara Republik Indonesia

1 Mahasiswa Program Pascasarjana Magister

(2)

membantu secara Aktif tugas pemeliharaan perdamaian dunia di bawah bendera

PBB.

(3)

PENDAHULUAN

Seiring perkembangan jaman dan teknologi informasi dan komunikasi yang telah

memacu semakin seringnya interaksi yang terjadi antar bangsa dan Negara di

dunia ini. Dengan meningkatnya interaksi tersebut berdampak dengan kegiatan

ekonomi, kebudayaan, social maupun politik antar Negara khususnya Indonesia

yang dilakukan oleh pemerintah organisasi swasta dan perseorangan. Dalam

perjanjian internasional baik secara tertulis maupun tidak tertulis telah tertera

dalam pasal 5 ayat 1, pasal 11, pasal 13, dan pasal 20 ayat 1 UUD NRI tahun

1945.Pemerintah juga mengundangkanUndang-undang RI No. 37 Tahun 1999

tentang hubungan luar negeri dan UU RI No. 24 tahun 2009 tentang perjanjian

internasional. Kedua undang-undang tersebut bertujuan untuk melindungi

kepentingan negara negara dan warga negara, dan pada gilirannya memperkokoh

NKRI.

Kedua perangkat hukum diatas memberikan landasan hukum yang kuat bagi

penyelenggara pelaksanaan Politik Luar Negeri, Hubungan Luar Negeri, dan

Pembuatan perjanjian internasional serta menandai dibukanya paradigma baru

bagi Indonesia dalam melaksanakan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik

luar negeri untuk memenuhi tuntutan zaman dewasa ini. Keikutsertaan negara

Indonesia sebenarnya dilatar belakangi oleh keinginan indonesia dalam menjaga

serta meningkatkan hubungan baik antar negara demi merubah pandangan

negara-negara di dunia bahwa semakin dekat menuju negara-negara maju.

Dalam hubungan internasional sering kali terjadi masalah-masalah yang membuat

(4)

negeri dengan negara lain, untuk Indonesia masuk dalam PBB sebagai anggota

agar terjalin perdamaian dalam bangsa sendiri.

Berakhirnya masa perang dingin, mengakhiri pula pemetaan kekuatan dunia yang

bersifat bipolar. Menjadikan relevansi paradigma realisme terhadap negara dan

konflik internasional sebagai suatu pertanyaan. Seorang pemikir realis Hans J.

Morgenthau yang menjelaskan bahwa inti dari prespektif realisme mencakup tiga

hal utama yakni pandangan dan tindakan realis berpusat pada kepentingan

nasional (national interest), kekuasaan (power), balance of power dan pengaturan

kekuasaan dunia tanpa ada yang dominan (anarki)2. Paradigma realisme terhadap

politik internatsional didasarkan dari beberapa pemikiran, yakni negara

merupakan satu-satunya aktor didalam sistem internasioal dan negara akan selalu

bersaing dengan negara lain dan hanya bertindak atas dasar kebutuhan sendiri;

kedudukan negara itu sama menurut kedaulatan; negara cenderung akan

menggunakan kekuatan (militer)nya, baik untuk menjaga posisinya maupun untuk

tujuan agar bisa lebih unggul dibandingkan negara lain3. Hal ini menunjukan

bahwa konsep keamanan bukanlah merupakan suatu konsep statis, namun

keamanan bersifat dinamis. Peningkatan konflik dalam negara tersebut

mengakibatkan peningkatan secara signifikan dari operasi PBB untuk menjaga

perdamaian dan keamanan internasional.

Johan Galtung membagi perdamaian menjadi dua tipe : positive dan negative

peace. Dimana positive peace adalah keadaan dimana tidaknya kekerasan

2James E. Dougherty, Robert L. Pfaltzgraf, Cotending Theories Of International

Relations, A Comprehensive Survey, New York: Addison-Wesley Educational

Publisher Inc., 1997 halamam.71

3J. Lewis Rasmussen, Peacemeaking in the 21st Century: New Rules, New

(5)

langsung ditingkat struktural, sedangkan negative peace adalah ketika kekerasan

yang terjadi secara langsung sudah tidak ada lagi4. Semakin berkembangnya

pembahasan tentang perdamaian peran organisasai internasional yang bertindak

sebagai pihak ketiga, mempunyai tiga cara dalam mengatasu konflik yang sedang

terjadi : preventive diplomacy, peacemaking, dan peacekeeping5, dan untuk

melakukan ketiga cara tersebut PBB harus melakukan intervensi terhadap negara

yang mengalami konflik baik secara diplomatik, militer, ataupun ekonomi untuk

intervensi kepada negara berkonflik PBB melimpahkan kekuasaannya kepada

dewan keamanan PBB untuk bertindak sesuai dengan situasi yang ada.

Fenomena globalisasi akan mempengaruhi terjadinya suatu perubahan dalam

kehidupa masyarakat pada dunia internasional, terutama dalam lingkup kehidupan

sosial. Secara umum tugas Polisi didunia ini adalah melindungi dan melayani (to

serve and protect), oleh karena itu apabila suatu negara mengalami konflik, maka

sudah merupakan tugas polisi memelihara keamanan dan ketertiban di negara

tersebut baik dari Polisi negara itu maupun dari Polisi negara lain yang

diperbantukan ke negara tersebut. Peran PBB merupakan organisasi dunia yang

bertugas menciptakan perdamaian di berbagai belahan dunia antara lain dilakukan

dengan pembentukan Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP). Penggelaran MPP

juga terlibat dalam berbagai misi yang melibatkan masalah-masalah politik,

keamanan, sosial, HAM, dan Bahkan pembangunan didalam suatu negara.

Dengan demikian kehadiran pasukan perdamaian PBB dewasa ini merupakan

suatu kebutuhan, mengingat banyaknya konflik yang terjadi tidak saja melibatkan

4Johan Galtung and Carl G. Jacobsen, Searching for Peace: The Road to

TRANSCEND, Pluto Press: London, 2000.

(6)

antar negara, tetapi juga konflik yang terjadi didalam negara yang bersangkutan.

Keterlibatan atau diikutsertakannya Polri dalam Misi pemeliharaan Perdamaian

dunia PBB. Keterlibatan Polri dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB,

maka Polri secara dini harus menyiapkan sumber daya manusia Polri yang

profesional guna meningkatkan eksistensinya dan peranannya dalam operasi

pemeliharaan perdamaian PBB. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis akan

coba membahas peran polri dalam rangka memelihara perdamaian dnia di PBB

dengan harapan eksistensi Polri dalam misi perdamaian dunia mendappat apresiasi

yang baik dimata dunia internasional. Sebagai mana yang dijabarkandalam UU

No. 2 Tahun 2002, dimanaKepolisian Negara Republik Indonesia

membantusecaraAktiftugaspemeliharaanperdamaianduniadibawahbendera PBB.

KAJIAN PUSTAKA

Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB

Perang dunia kedua (1939-1945) dengan korban + 62.537.400 jiwa adalah

interstate conflict yang terburuk dalam sejarah peradaban manusia modern.

Berawal dari pengalaman empirik ini, timbul keinginan untuk menciptakan

sebuah dunia yang lebih aman dan lebih baik bagi generasi mendatang dengan

menjauhkan mereka dari bencana peperangan.6 Keinginan itu menyebabkan pada

tanggal 24 Oktober 1945, 51 negara bergabung dan membentuk satu organisasi

internasional yang sekarang dikenal sebagai perserikatan bangsa-bangsa (PBB).

Organisasi ini menggantikan organisasi internasional sebelumnya liga

bangsa-bangsa yang kredibiltasnya hancur setelah tidak mampu mencegah terjadinya

6United Nations Organization, 1948, Charted of The United Nations, preamble

(7)

perang. Sampai dengan tahun 2012 PBB beranggotakan 193 negara, termasuk

Indonesia yang bergabung tanggal 28 September 1950.

Organisasi PBB mempunyai 4 tujuan, yaitu menjaga perdamaian di seluruh dunia,

membangun hubunhan persahabat diantara sesama bangsa, memberikan bantuan

agar bangsa-bangsa bekerja sama menanggulangi kemiskinan, kelaparan, sakit

penyakit, dan untuk membangun rasa saling hormat menghormati atas hak asasi

dan kemerdekaan serta menjadi pusat harmonisasi agar keempat tujuan tersebut

dapat dicapai.7

Dalam rangka menjaga perdamaian dan keamanan internasional, Misi

Pemeliharaan Perdamaian (MPP) merupakan “flagship enterprise” PBB. MPP

Pertama kali dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1948, berdasarkan resolusi 50,

tahun 1948, mengirimkan tim pengamat yang tergabung dalam United Nations

Truce Supervision Organization (UNSTO) ke Palestina untuk menjaga genjatan

senjata antara Israel dengan Negara-negara Arab. Terhitung pada tanggal 30 Mei

2012, PBB sedang melaksanakan 17 operasi MPP diseluruh dunia dengan jumlah

personel sebanyak 121.443 orang. Dari angka itu, 98.695 orang merupakan

personel berseragam ( Militer dan Polisi) yang berasal dari 117 Negara. Secara

keseluruhan sejak 1948, PBB telah melaksanakan 67 MPP di seluruh dunia.8

Partisipasi POLRI dalam Misi pemeliharaan perdamaian PBB (peacekeeping

Operations) didasari oleh jiwa semangat pembukaan UUD 1945, Khususnya

Alinea 4. Aktualisasi komitmen pemerintah dan bangsa indonesia juga tercermin

7United Nations Organization, 1948, Charted of The United Nations, article 1

http://www.un.org/en/documents/charter/chapter1.shtml

8UN Peacekeeping Fact Sheet, 2012,

(8)

di dalam kebijakan politik luar negeri indonesia dengan terus berperan aktif

menjaga perdamaian Internasional.

PEMBAHASAN

Peran Polri Dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB

Peran polisi sipil.

Tugas pokok polisi adalah menjaga tegaknya hukum dan ketertiban serta

mengamankan hak-hak serta mengamankan hak-hak serta kemerdekaan sipil

melalui cara-cara damai seorang polisi yang mempunya kredebiltas tinggi akan

mampu melaksaknakan tugasnya depan efektif tindakan polisi sipil yang baik

adalah merebut simpati masyarakat setempat dimana dia ditempatkan tugasnya

sebagai anggota operasi perdamaian PBB mencakup banyak hal yang berkaitan

dengan tugas-tugas Kepolisian yang sudah dikenalnya dengan baik, disamping

tugas baru yang sama sekali bukan merupakan tugas polisi dalam keadaan normal.

Oleh karena itu polisi diharapkan mampu menyesuaikan diri untuk menghadapi

perbedaan tugas seperti yang juga dilakukan militer, dimana seorang polisi sipil

harus melakukan tugasnya berdasarkan kepentingan PBB, tidak diperkenakan

mencari atau menerima perintah dari pemerintahnya masing-masing atau institusi

lain diluar PBB.

Peran Polri Dalam Rangka Memelihara Perdamaian Dunia

Jadi menurut penulis kompleksitas dan multi dimensionalnya penugasan pasukan

perdamaian PBB telah menuntut kehadiran peran polisi sipil untuk ditugaskan

(9)

tergabung dalam penugasan sebagai pasukan perdamaian PBB, tentunya harus

memerankan dirinya sebagai polisi dengan misi khusus yang di embannya

dibawah bendera PBB. Dengan demikian tidak diperkenankan mencari atau

menerima perintah dari pemerintah atau atasannya langsung atau institusi lain

diluar PBB. Hal itu dimaksudkan untuk tidak mencampur adukkan atau menerima

intervensi yang dapat mempengaruhi dirinya, sehingga penugasannya sebagai

anggota pasukan perdamaian PBB menjadi bias.Adapun peran POLRI dalam misi

perdamaian dunia di perserikatan bangsa-bangsabantara lain sebagai berikut :

1) Membangkitkan kepercayaan masyarakat lokal. Dalam suatu negara yang

sedang mengalami konflik atau pergolakan, maka situasinya ada dalam

kondisi dimana tatanan hukum tidak teratur, terlebih lagi apabila polisi

lokalnya terlibat dalam konflik tersebut. Kehadiran POLRI dalam misi

pemeliharaan perdamaian tersebut dimaksudkan untuk membantu

menciptakan ketertiban dan memulihkan keamanan yang pada akhirnya

nanti akan kembali memulihkan kepercayaan masyarakat lokal untuk

kembal hidup normal seperti semula.

2) Membantu keberadaan polisi lokal dimana polisinya masih belum mapan

dalam menjalankan tugasnya, maka kehadiran polisi dalam misi PBB

tersebut adalah dengan melakukan pemantauan tindakan polisi setempat,

melakukan investigasi, dan memberikan pedoman yang bertujuan untuk

mendorong mereka agar dalam melaksanakan tugasnya menghargai

hak-hak penduduk serta melandasi pada kaidah yang berlaku secara universal.

3) Melaksanakan tugas polisi secara umum, kehadiran polisi dalam misi

(10)

kepolisian sebagaimana yang berlaku pada umumnya, yaitu menegakkan

hukum, pengendalian huru-hara, pengaturan lalu lintas, patroli jalan raya,

pengawalan, dan penyidikan serta berbagai tugas lainnya.

Penugasan polri dalam pasukan perdamaian PBB merupakan kepercayaan yang

diberikan oleh dunia internasional, sekaligus kepercayaan yang diberikan oleh

negara dan bangsa Indonesia didalam penugasan yang berskala internasional.

Oleh karena itu, keberadaannya ditengah penugasan tersebut juga membawa misi

sebagai duta bangsa. Berdasarkan beberapa pengalaman sebelumnya, keberhasilan

yang ditujukan oleh pasukan perdamaian PBB yang berasal dari Indonesia turut

mengharumkan nama baik atau cerita Indonesia ditengah pergaulan internasional.

Seperti halnya kontingen POLRI yang ikut dalam misi pasukan perdamaian PBB

dikamboja dan Namibia. Tetapi sebaliknya, apabila dalam penugasan tersebut

gagal atau menunjukan perilaku yang tidak semestinya, maka dengan sendirinya

akan turut mencoreng dan mempermalukan Indonesia di kancah pergaulan dunia.

Keikutsertaan POLRI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB

merupakan salah sat peluang yang dimanfaatkan dalam rangka pengembangan

sumber daya manusia polri. Karena mereka yang tergabung dalam penugasan

tersebut dengan sendirinya akan memperoleh berbagai pengetahuan yang nantinya

bisa dikembangkan pada lingkungan tugasnya sekembalinya mereka dari

penugasan tersebut. Adapun beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain :

1) Kecakapan dalam bahsa asing, sehingga menggugah rekan-rekannya yang

(11)

2) Menambah wawasan sekaligus studi banding, khususnya berkaitan dengan

pelaksanaan tugas polisi dari negara-negara lain.

3) Menambah rekan atau relasi dalam rangka menjalin kerjasama dengan

anggota kepolisian dari negara-negara lain.

Dari pengalaman pada berbagai penugasan POLRI dalam pasukan pemeliharaan

perdamaian PBB menunjukan, bahwa keberadaan anggota Polri yang tergabung

dalam pasukan perdamaian PBB sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai public

relation meskipun dalam lingkup sempit di lingkungan rekan kerjanya. Namun

hal tersebut cukup efektif untuk menjelaskan hal tentang Indonesia, khususnya

untuk menepis issue-issue negatif tentang Indonesia.

Oleh karena itu, kepada mereka yang ikut dalam tugas tersebut tidak saja dibekali

dengan kemampuan taktik dan teknik kepolisian, juga perlu dibekali dengan

pengetahuan mengenal masalah etnik, budaya, pariwisata serta beberapa

pengetahuan umum lainnya menyangkut berbagai hal tentang Indonesia yang

mungkin bisa dijelaskan kepada rekan-rekannya dari negara lain.

Upaya Meningkatkan Peran Polri Dalam Operasi Perdamaian Dunia

Dengan adanya partisipasi atau keterlibatan polri mengikuti perdamaian dunia,

maka perlu dilakukan upaya dalam rangka meningkatkan peran polri, mengikuti

operasi perdamaian dunia di PBB, antara lain sebagai berikut :

1) Perencanaan.

Dalam tahap ini perencanaan dilaksanakan melalui pendataan personil

POLRI yang memiliki kualifikasi sebagai pasukan perdamaian, dan

(12)

inggris, mengemudi, menguasai tentang masalah-masalah internasional,

komputer dan kemampuan-kemampuan lain yang menjadi persyaratan

PBB.

2) Pengorganisasian

Organisasi yang digunakan untuk penyiapan kemampuan polri

menggunakan organisasi yang baku yang berlaku saat ini, selanjutnya

koordinasi dengan lembaga pendidikan dan kesatuan yang terkait dalam

penyiapan kemampuan personil yang akan melaksanakan tugas-tugas

perdamaian dunia, sehingga nantinya, pelaksanaan pelatihan dan lain-lain

dapat berjalan lancar dan personil yang dilibatkan mempunyai kemampuan

dasar yang handal sesuai kriteria yang ditentukan oleh PBB.

3) Pelaksanaan.

Dalam tahap pelaksanaan perlu dilakukan kegiatan, yaitu :

a) Seleksi personil.

Untuk seleksi personil dapat dilakukan melalui dua tahap yaitu seleksi

tingkat kewilayahan dan seleksi tingkat pusat. Sifat seleksi yang

dilaksanakan adalah perorangan karena polri akan melaksanakan tugas

secara perorangan/individu di daerah operasi, seleksi tersebut

dilaksanakan secara berurutan mulai dari test bahasa inggris dan

seterusnya dengan menggunakan sistem gugur.

b) Pendidikan.

Personil yang lulus dilaksanakan pendidikan dan latihan khusus, untuk

(13)

pasukan perdamaian PBB. Pendidikan dan latihan tersebut

dilaksanakan selama 3 bulan dan merupakan pendidikan kejuruan.

4) Pengendalian.

Suatu kegiatan yang telah direncanakan baik apabila pelaksanaanya tidak

kendalikan, kemungkinan akan menyimpang dari rencana semula,

karenanya hasil-hasil yang telah didapatkan perlu dilakukan penyegaran

secara berkala untuk memudahkan pengendalian, maka anggota yang

sifatnya siap diberangkatkan ditempatkan tidak terpencar-pencar di

kesatuan, namun bisa didekatkan dengan satuan atas yang menangani

masalah penugasaan polri diluar negeri.

Hambatan Polri Dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB

Beberapa hambatan polri dalam mengikuti kegiatan tersebut, antara lain sebagai

berikut :

1) Permintaan PBB kepada pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap

pemerintah Indonesia (WATAPRI) di PBB mendadak, sehingga waktu

persiapan dan seleksi yang dilakukan POLRI sangat kurang terbatas.

2) Perbedaan sistem kepolisian yang dimiliki polisi yang tergabung dalam

polisi perdamaian dunia PBB dengan polisi setempat, sehingga

memerlukan penyesuaian antara sesama petugas polisi.

3) Kemampuan mengemudi, juga salah satu faktor utama dalam pelaksanaan

tugas MPP PBB, sehingga PBB menetapkan pelaksanaan test mengemudi

(14)

4) Kemampuan dan ketrampilan POLRI dalam melakukan fungsi kepolisian

Internasional yang masih terbatas.

5) Kurangnya analisa daerah operasi di negara yang sedang dilanda konflik,

karena PBB tidak mengirim analisa daerah operasi kepada negara

penyumbang, pasukan perdamaian.

6) Kemampuan berbahasa inggris yang masih kurang bagi anggota polri yang

dikirim dalam operasi perdamaian dunia, selain itu setiap personil juga

harus memahami bahasa lokal, tetapi waktu persiapan terbatas.

7) Negara yang bertikai belum ada hubungan diplomatik dengan Indonesia,

sedangkan pihak PBB tidak bertanggung jawab atas keselamatan anggota

kontingen dari indonesia.

8) Kondisi iklim daerah penugasaan yang sangat jauh berbeda dengan

indonesia membuat personil harus beradaptasi terlebih dahulu, sehingga

menghambat pelaksanaan tugasnya.

9) Kejenuhan personil polri dalam melaksanakan tugasnya, karena penugasa

di negara tersebut memakan waktu yang cukup lama.

KESIMPULAN

Perkembangan serta kompleksitas masalah yang dihadapi pada berbagai konflik

yang terjadi dewasa ini, menuntut adanya kehadiran polisi sipil termasuk polisi

yang dilibatkan dalam penugasan pasukan perdamaian PBB. Kehadiran pasukan

perdamaian PBB sangat dibutuhkan guna terciptanya perdamaian di dunia,

dimana dalam penugasannya melibatkan partisipasi serta keikutsertaan dari

(15)

memiliki segudang prestasi dalam misi perdamaian internasional khususnya

dibidang FPU (Formed Police Unit).

Polri dalam penugasan pasukan perdamaian PBB sebagaimana tercantum dan

diatur dalam tugas dan fungsi pokok menurut UU No. 22 Tahun 2002 tentang

kepolisian, Polri juga harus mampu menjalankan peran dengan sebaik mungkin,

antara lain perannya sebagai anggota yang menjalankan misi PBB, sebagai duta

bangsam ikut serta sebagai duta bangsa, ikut serta dalam pengembangan Sumber

Daya Manusia POLRI, sera sekaligus sebagai Public Relationbagi negaranya.

Meski dengan sedikit hambatan seperti permasalahan kejenuhan personil, bahasa

serta cuaca, namun keterlibatan POLRI dalam misi pemeliharaan perdamaian

PBB akan memberi dampak positif dalam rangka memperbaiki citra bangsa

indonesia di dunia internasional, apabila POLRI dapat melaksanakan tugas

dengan baik sesuai harapan masyarakat dunia dengan mengikuti dan

(16)

DAFTAR PUSTAKA

A. SUMBER BUKU

Boutros-Ghali, Boutros An Agenda for Peace, 1992.

Belllamy, Alex J., Paul Williams, Stuart Griffin, Understanding Peacekeeping,

2004.

Dixon, William J., Third-party Techniques for Preventing Conflict Escalation and

Promoting Peaceful Settlement, International Organization, 2000.

J. Lewis Rasmussen, Peacemaking in the 21st Century: New Rules, New Roles,

New Actors, United States Institute of Peace Press, 2000.

Johan Galtung, Searhing for Peace : The Road to Transcend, Pluto Press: London,

2000.

B. SUMBER LAIN (Dokumen, artikel, majalah dan website)

call the blue helmets : Can the UN cope with increasing demands for it

soldiers? http://www.economist.com/node/8490163

"Partisipasi Indonesia Dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB",

http://www.kemlu.go.id//pages/issuesdisplay.aspx?IDP=10&l=id

United Nations Organization, 1948, Charted of The United Nations, preamble

(17)

United Nations Organization, 1948, Charted of The United Nations, article 1

http://www.un.org/en/documents/charter/chapter1.shtml

UN Peacekeeping Fact Sheet, 2012,

http://www.un.org/en/peacekeeping/resources/stattistics/factsheet.shtml

C. Perundang-undangan

Piagam Perserikatan bangsa-bangsa

Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1996

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945

Undang-Undang RI No. 37 Tahun 1999 Tentang Hubungan Luar Negeri

UU RI No. 24 Tahun 2000 Tentang Perjanjian Internasional

Referensi

Dokumen terkait

(2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan fungsi penegak hukum polri dalam mengatasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam perspektif yuridis-sosiologis sesuai dengan

Kenaikan Pangkat Luar Biasa yang selanjutnya disingkat KPLB adalah pangkat yang diberikan kepada Anggota Polri setingkat lebih tinggi sebagai bentuk penghargaan terhadap

Menghasilkan Bintara Polri sebagai insan Bhayangkara yang memiliki sikap perilaku, pengetahuan, keterampilan tugas umum Kepolisian, didukung dengan kondisi fisik

Kenaikan Pangkat Luar Biasa yang selanjutnya disingkat KPLB adalah pangkat yang diberikan kepada Anggota Polri setingkat lebih tinggi sebagai bentuk penghargaan terhadap

3.3 Surat perintah adalah surat yang diterbitkan oleh Kapolri, Kapolda atau Kapolres bagi anggota Polri/PNS melaksanakan tugas sebagai penasehat hukum yang berisi

mengirim peserta yang dinyatakan lulus seleksi tingkat Subpanpus kepada Kabareskrim untuk diterbitkan keputusan sebagai penyidik Polri bagi yang pernah mengikuti