Etika dan Tanggung Jawab Sosial (2)

13 

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam dekade terakhir ini diributkan adanya

pergeseran dalam etika bisnis yang di katakan makin

merosot. Merosotnya rasa solidaritas tanggung jawab sosial

dan tingkat kejujuran di kalangan kelompok bisnis merupakan

gejala yang makin parah. Permainan cek kosong,utang tidak

di bayar,merupakan gejala umum ,dan meruntuhkan

teori-teori tentang solidaritas,baik solidaritas finansial

,komersial,dan moral.

Dalam dunia bisnis semua orang tidak mengharapkan

memperoleh perlakuan tidak jujur dari sesamanya. Praktik

manipulasi tidak akan terjadi jika di landasi dengan moral

tinggi. Moral dan tingkat kejujuran rendah akan

menghancurkan tata nilai etika bisnis itu sendiri. Masalahnya

tidak ada hukuman yang tegas terhadap pelanggran etika

tersebut ,karena nilai etika hanya ada dalam hati nurani

seseorang. Etika mempunyai kendali intern dalam

hati,berbeda dengan aturan hukum yang mempunyai unsur

paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang berkecimpung

di dalam dunia bisnis yang di landasi oleh rasa keagamaan

mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan

memberikan kepuasan tersendiri dalam kehidupanya baik

dalam dunia nyata sekarang .

(2)

B.Rumusan Masalah

1. Apa pengertian etika bisnis ?

2. mengapa etika bisnis sngat penting ?

3. Apa saja tanggung jawab yang dilakukan perusahaan ?

C.Tujuan

1. Mengetahui pengertian dari etika bisni.

2. Mengetahui pentingnya etika bisnis.

3. Mengetahui tanggung jawab yang di lakukan perusahaan.

(3)

Bab I : Pendahuluan

a.Latar

belakang...

b.Rumusan

masalah...

c. Tujuan...

...

Bab II : PEMBAHASAN

1. Arti Penting Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial

……

1.1 Pentingnya Etika dalam Bisnis

………

1.2 Hal-hal yang diperlukan dalam menciptakan

etika bisnis

………

………

2. Benturan Bisnis dan Tanggung Jawab

Sosial………

3. Membangun Tanggung Jawab

Sosial………

3.1 Pendekatan pembentukan Tanggung Jawab

sosial ..

3.2 Pertimbangan Tanggung Jawab Sosial

………

3.3 Contoh bentuk Tanggung jawab Sosial

………

BAB III : PENUTUP

(4)

a. Kesimpulan

………

………

Daftar pustaka

BAB II

PEMBAHASAN

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

1. Arti penting etika bisnis dan tanggung jawab sosial.

(5)

atau sebuah organisasi perusahaan untuk memberikan tanggapannya kepada orang atau perusahaan tersebut oleh pihak lain. Tanggung jawa sosial ( corporate social responsibility) merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap berbagai tindakan perusahaan yang memengaruhi manusia, komunitas, maupun lingkungan secara umum.

1.1 Pentingnya etika dalam bisnis

Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.

Pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :

a. Akan dapat mengurangi biaya,

b. Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja,

c. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga, dan d. Akan meningkatkan keunggulan bersaing.

1.2 Hal-hal yang diperlukan dalam menciptakan etika bisnis.

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah :

a. Pengendalian Diri,

(6)

c. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi,

d. Menciptakan persaingan yang sehat,

e. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan’’

f. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi),

g. Mampu menyatakan yang benar itu benar,

h. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah,

i. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama,

j. Menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati, dan

k. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.

2. Benturan bisnis dengan kepentingan masyarakat

Penyebab terjadinya :

a. Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan). Benturan ini terjadi kerap kali karena perusahaan menimbulkan polusi.

b. Klasifikasi aspek Pendorong tanggung jawab sosial

a. Dorongan dari pihak luar, yaitu dari lingkungan masyarakat.

b. Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa,karsa, dan karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur.

(7)

transaksi dapat merugikan para pemangku kepentingan tertentu atau pemegang saham terutama pemegang saham minoritas.

d. Dalam kerangka Good Corporate Governance, aspek transparansi dan keterbukaan dalam proses Transaksi Afiliasi dan Transaksi Tertentu sangat diutamakan. Hal ini untuk melindungi para pihak termasuk pemegang saham minoritas. Oleh karenanya, Bapepam selaku regulator dan otoritas jasa keuangan telah memberlakukan ketentuan yang cukup komprehensif tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu dan Transaksi Afiliasi. Namun prakteknya, pemahaman para pelaku usaha tentang benturan kepentingan Transaksi Tertentu dan Transaksi Afiliasi masih harus ditingkatkan. Hal ini sangat diperlukan karena menyangkut aspek keuangan, hukum serta good corporate governance suatu perusahaan.

Benturan ini kerap kali terjadi karena perusahaan menimbulkan polusi, hal-hal bersifat normatif dilanggar, ketertiban yang kurang dan berbagai hal-hal lainnya.

Berikut adalah contoh dari tindakan tidak etis atau tidak legal dalam sebuah manajemen perusahaan :

a. Penggunaan obat-obat terlarang

b. Pencurian oleh para pekerja atau korupsi

c. Konflik kepentingan

d. Pengawasan kualitas

e. Penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia

f. Penyelewengan dalam pencatatan keuangan

g. Penyalahgunaan pengunaan asset perusahaan

h. Pemacatan tenaga kerja

i. Polusi lingkungan

j. Penggunaan pekerja atau tenaga kerja dibawah umur

k. Pemberian hadiah kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan pemegang kebijakan

(8)

3. Membangun tanggung jawab sosial

3.1 Pendekatan dalam Pembentukan Tanggung Jawab Sosial

Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab sosial yaitu:

a. pendekatan moral yaitu tindakan yang didasarkan pada prinsip kesatuan.

b. pendekatan kepentingan bersama yaitu bahwa kebijakan moral harus didasarkan pada standar kebersamaan, kewajaran dan kebebasan yang bertanggung jawab.

c. kebijakan bermanfaat adalah tanggup jawab sosial yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilkan manfaat besar bagi pihak berkepentingan secara adil.

3.2 Pertimbangan Tanggung Jawab Sosial

Berikut beberapa pertimbangan tanggung jawab sosial:

1.Tanggung Jawab terhadap Konsumen

Tanggung Jawab kepada Pelanggan jauh lebih luas dari pada hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan mempunyai tanggung jawab ketika memproduksi dan menjual produk. Perusahaan berusaha untuk memuaskan para konsumennya agar pembelian itu dapat terus dilakukan secara berkesinambungan.

Dalam konsumerisme ada 4 hak-hak konsumen yang perlu dilindungi yaitu:

a. Hak untuk Keselamatan

(9)

dimana dalam label tersebut sebaiknya diberikan petunjuk penggunaa,kapan waktu kadaluwarsa, serta komposisi dalam membuat produk tersebut.

b. Hak untuk memperoleh informasi

Dimana konsumen berhak untuk mengetehui informasi yang jelas tentang produk atau jasa yang akan dibelinya.

c. Hak untuk memilih

Dimana konsumen berhak untuk memilih produk atau jasa yang ingin dibelinya

d. Hak untuk didengar

Dimana produsen bertanggung jawab untuk mendengar pertanyaan pelanggan, keluhan pelanggan, saran, serta informasi yang diberikan pelanggan.

2. Tanggung Jawab terhadap Karyawan

Perusahaan juga bertanggung terhadap karyawan, adapun tanggung jawabnya, yaitu sebagai berikut:

a. Rasa Aman para Karyawan

Meyakinkan tempat kerja adalah aman bagi karyawan dengan selalu mengecek peralatan kerja supaya selalu dalam kondisi layak dan tidak berbahaya.

b. Perlakuan layak oleh karyawan lain

Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa para karyawan diperlakukan layak oleh karyawan lain. Issue yang timbul biasanya masalah diversitas (kelainan, perbedaan) karyawan dan pelecehan seksual.

c. Kesempatan yang sama (equal Opportunity)

Karyawan yang melamar untuk suatu posisi tidak seharusnya ditolak karena diskriminasi masalah sara.

d. Adanya jaminan kerja

(10)

terhadapnya, seperti cuti, asuransi kesehatan, serta bonus-bonus yang diberikan.

3. Tanggung Jawab Perusahaan kepada Kreditur

Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak dapat memenuhi kewajibannnya, harus memberi tahu para kreditur. Biasanya kreditur bersedia memperpanjang jatuh tempo pembayaran serta memberi advis dalam mengatasi masalah keuangan.

4. Tanggung Jawab Perusahaan kepada Lingkungan

Proses produksi yang digunakan perusahaan juga produksi yang dihasilkan dapat mencemari atau merusak lingkungan misalnya polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi masyarakat dan polusi tanah akibat sampah atau limbah beracun yang mengakibatkan tanah tidak atraktif dan tidak berguna untuk keperluan lain seperti pertanian.

5.Tanggung Jawab terhadap Pemegang Saham

Pemegang saham mempunyai peranan penting dalam peningkatan nilai suatu perusahaan. Perusahaan tidak akan beroperasi tanpa adanya para pemegang saham (shareholders) yang memberikan dana bagi perusahaan tersebut. Maka dari itu, pimpinan perusahaan tersebut harus memberikan suatu ide-ide yang cemerlang agar para pemegang saham semakin meningkatkan dananya untuk perusahaan tersebut.

6.Tanggung Jawab Terhadap Komunitasnya (masyarakat)

(11)

mensponsorinya serta ikut serta dalam memberikan Sumbangan kepada masyarakat tidak mampu.

3.3 Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial

Penjabaran dari kepedulian sosial dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial bisnis. Sejalan dengan itu dapat dilihat behwa semakin tinggi tingkat kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin meningkat pula pelaksanaan praktek bisnis etika dalam masyarakat. Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di Indonesia adalah :

1. Pelaksanaan hubungan industrial pancasila (HIP)

Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusahan dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa contoh hak karyawan adalah cuti, tunjangan hari raya,dan pakaian kerja.

2. Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)

Penangan limbah industry sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi lingkungan.

3. penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Penekanan pada factor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman,masker pelindung maupun pakaian khusus lainya.

4.Perkebunan inti rakyat ( PIR )

(12)

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

1)

etika bisnis adalah suatu cara dalam melakukan kegiatan usaha dengan memperhatikan seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.

2)

etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena

a. Akan dapat mengurangi biaya,

b. Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja,

c. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga, dan d. Akan meningkatkan keunggulan bersaing.

(13)

Daftar pustaka

http://zaramitha.blogspot.com/2012/05/bab-10-etika-bisnis-dan-tanggung-jawab.html

http://rositasatri.blogspot.com/2013/03/etika-bisnis-dan-tanggung-jawab-sosial.html

http://cakzainul.blogspot.com/2012/02/makalah-etika-bisnis-dan-tanggung-jawab.html

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...