KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN
PENDAHULUAN
Pendidikan Islam di era modern ini ibarat dalam titik terendah, dunia pendidikan (Islam) dewasa ini sedang mengalami banyak sekali tantangan. Persinggungan langsung dengan bidang-bidang di luar sistem pendidikan seperti politik, ekonomi, lingkungan hidup, sosial budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, merubah paradigma pendidikan Islam di era modern. Saat ini, bangsa Indonesia telah dihadapkan pada banyak problem dan tantangan yang berat, terutama setelah munculnya globalisasi budaya, etika, dan moral sebagai akibat dari kemajuan teknologi sehingga sumber-sumber nilai dalam masyarakat sulit dikontrol apalagi dihentikan.
Oleh sebab itu, pembacaan sketsa sejarah pendidikan Islam pada masal lalu adalah menjadi ibrah bagi generasi sekarang serta menjadi pola pembentukan pendidikan Islam masa depan, inilah implementasi dari sebuah kebijakan yang baik dari negara.
PEMBAHASAN
Kebijakan (policy) juga merupakan sekumpulan keputusan yang di ambil oleh seseorang atau kelempok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan, jadi kebijakan selalu mengandung keputusan (Assegaf, 2005:1-2),suatu kebijakan di wujudkan dalam bentuk keputusan, juga menekankan pada tindakan, baik yang dilakukan maupun yang tidak di lakukan.
Pendidikan era modern telah melahirkan sejumlah kebijakan strategis dalam bidang pendidikan yang pengaruhnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas dan menyeluruh, bukan hanya bagi sekolah umum yang bernaung dibawah Kementerian Pendidikan Nasional saja melainkan juga berlaku bagi Madrasah dan Perguruan Tinggi yang bernaung di bawah Kementerian Agama.
Pendidikan Islam era modern keadaannya jauh lebih baik dari keadaan pemerintah pada masa orde baru, Karena dibentuknya kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pendidikan Islam era modern, kebijakan itu antara lain (Nata, 2011:352-359):
Pertama : kebijakan tentang pemantapan pendidikan islam sebagai bagian dari Sistem pendidikan nasional.
Kedua : kebijakan tentang peningkatan anggaran pendidikan.
Ketiga : program wajib belajar 9 tahun, yaitu setiap anak Indonesia wajib memilki pendidikan minimal sampai 9 tahun.
Keempat : penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Nasional (SBN), Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)
Kelima : kebijakan sertifikasi bagi semua Guru dan Dosen baik Negeri maupun Swasta.
Keenam : pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK/tahun 2004) dan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP/tahun 2006) serta kompetensi 2013 .
Ketujuh : pengembangan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya terpusat pada Guru (teacher centris) melalui kegiatan teaching, melainkan juga berpusat pada murid (student centris) melalui kegiatan learning (belajar) dan research(meneliti) dalam suasana yang partisipatif, inovatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Kedelapan: penerapan manajemen yang berorientasi pada pemberian pelayanan yang baik dan memuaskan (to give good service and satisfaction for all customers).
Kesembilan: kebijakan mengubah sifat madrasah menjadi sekolah umum yang berciri khas keagamaan.
PENUTUP
Seiring dengan lahirnya berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan nasional telah disambut positif dan penuh optimisme oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama para pengelola pendidikan. Berbagai inovasi dan kreatifitas dalam mengembangkan komponen-komponen pendidikan telah banyak bermunculan di lembaga pendidikan. Melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah memberi peluang bagi masyarakat yang kurang mampu untuk menyekolahkan putra putrinya. Melalui program sertifikasi Guru dan Dosen telah menimbulkan perhatian kepada para Guru dan Dosen untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Melalui program Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) telah melahirkan suasana akademik dan dan proses belajar mengajar yang lebih kreatif, inovatif dan mandiri. Demikian juga dengan adanya Standar Nasional Pendidikan telah timbul kesadaran dari kalangan para pengelola pendidikan untuk melakukan akreditasi terhadap program studi yang dilaksanakan
DAFTAR PUSTAKA
http; // google.co.id
Arifin, M, 1991, Kapita Selekta Pendidikan, Bina Aksara, Jakarta. Abidin, Said Zainal. 2006. Kebijakan Publik. Jakarta. Suara Bebas).
GOVERNMENT POLICY ON ISLAMIC EDUCATION IN THE MODERN ERA
INTRODUCTION
Islamic education in the modern era is like the lowest point, the education (Islam) today have a lot of challenges. Direct contact with areas outside the education system as a political,
economic, environmental, social, cultural, and development of science and technology, education change the paradigm of Islam in the modern era. Currently, Indonesia has faced many problems and difficult challenges, especially after the advent of globalization of culture, ethics, and morals as a result of technological advances so that the sources of values in society is difficult to control let alone halted.
Therefore, reading historical sketch of Islamic education in the mass is to be ibrah the present generation as well be the pattern formation of the future of Islamic education, this is the
implementation of a sound policy of the country.
DISCUSSION
Policy (policy) is also a set of decisions taken by someone in the business or political
kelempok choose objectives and ways to achieve the goal, so policies always contains a decision (Assegaf, 2005: 1-2), a policy embodied in form of a decision, also stressed on the action, whether done or not done.
Education modern era has spawned a number of strategic policy in the field of education whose influence can be felt by society at large and comprehensive, not only for public schools that shelter under the Ministry of National Education alone but also applies to Madrasah and universities under the auspices of the Ministry of Religious Affairs.
Islamic education modern era the situation is much better than the state government of the New Order era. Due to the establishment of Islamic education policies of the modern era, the policy among others (Nata, 2011: 352-359):
First : the policy of strengthening the Islamic education as part of the national education system. Second: the policies on education budget.
Third: the 9-year compulsory education program, which every Indonesian child shall have the minimum education to 9 years.
Fourth: the implementation of the National Standard School (SBN), International Standard School (SBI)
Fifth : the policy certification for all teachers and lecturers both state and private.
Sixth : the development of competency-based curriculum (KBK / 2004) and the Education Unit Level Curriculum (SBC / 2006) And competency 2013.
Eighth: application-oriented management of service delivery Good and satisfactory (to give good service and satisfaction for all customers).
Ninth: the policy changed the nature of public schools madrassas became distinctively religious.
CONCLUTION
Along with the birth of various government policies on the national level has been positive and full of optimism greeted by the whole society, especially the education managers. Various innovations and creativity in developing educational components have been popping up in educational institutions. Through the school operational funds (BOS) has provided opportunities for people who are less able to send their son of his daughter. Through the certification program of Teachers and Lecturers has aroused attention to the teachers and lecturers to carry out their duties properly. Through the program Competency Based Curriculum (CBC) and the Education Unit Level Curriculum (SBC) has spawned an atmosphere of academic and teaching and learning process more creative, innovative and independent. Likewise with the National
Standards of Education has raised awareness among education managers to conduct accreditation of study programs implemented.
BIBLIOGRAPHY http // google.co.id
Arifin, M, 1991, Selecta Capita Education, Literacy Development, Jakarta. Abidin, Said Zainal. 2006. The Public Policy. Jakarta. Free Voice).