• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Hukum Perumahsakitan (Hospital Law )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Aspek Hukum Perumahsakitan (Hospital Law )"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Aspek Hukum

Perumahsakitan

(Hospital Law )

PERTEMUAN 3 & 4

(2)

TUJUAN

Mahasiswa dapat menyebutkan tujuan mata ajar

Aspek Hukum Perumahsakitan (Hospital Law)

Mahasiswa dapat menguraikan topik- topik dan

jadwal mata ajar Aspek Hukum Perumahsakitan (Hospital Law)

Mahasiswa dapat menggambarkan sistem

evaluasi pembelajaran dan buku wajib

Mahasiswa mampu memahami kompetensi yang

(3)

Pengertian Umum

Pengertian tentang “Hospital Law” sukar

diperoleh dari kepustakaan, namun

secara bahasa dapat diartikan sebagai

“hukum perumahsakitan” atau

sebenarnya hanya “

aspek hukum

perumahsakitan

Hospital Law berbeda pemahamannya

dengan The Law of Hospital (UU Rumah

Sakit), meskipun sebagian besar aspek

hukum perumahsakitan yang pokok

(4)

Perkembangan hospital law

Dulu RS merupakan “

custodial institution

(karantina) pada abad ke-19 sampai awal

abad ke-20, kemudian menjadi “

the

doctors’s workshop

” pada Perang Dunia

ke-II, dan sekarang lebih menjadi “

Community

Health Center

” :

mengakibatkan

perkembangan institusi dan organisasi/

manajemennya

(Horty, Pittsburg, 1964)

Perkembangan di bidang hukum

:

(5)

Regulasi terkait Hospital

law

Peraturan perundangundangan yang

berkaitan dengan beroperasinya rumah

sakit:

Pertanahan, Tata Ruang, Bangunan, Lift, Tenaga

Atom, Kelistrikan, Air, Pajak, Iklan, Billboard, dll

– Badan hukum (koperasi, PT, Yayasan,

Perkumpulan, Organisasi Pemerintahan),

Perdata, Penanaman Modal, BUMN, BLU, PNBP,

– Ketenagakerjaan, SJSN, Jamsostek, Askes, HAM, Perlindungan Anak, KUH Pidana, Tipikor, dll

– Kesehatan, Praktik kedokteran, Rumah sakit, Kefarmasian, dll

(6)

Sistematika UU RS

• Pengertian Rumah Sakit & Fasyankes lain • Tanggungjawab Pemerintah

• Persyaratan RS

• Jenis dan Klasifkasi • Perizinan

• Kewajiban dan Hak Rumah Sakit • Hak dan kewajiban Pasien

• Penyelenggaraan • Pembiayaan

(7)

Dasar Hukum

Pasal 28H ayat (1) UUD 1945

Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan

batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan

Pasal 34 ayat (3) UUD 1945;

Negara bertanggung jawab atas penyediaan

(8)

Pengertian Rumah Sakit

Rumah Sakit adalah institusi

pelayanan kesehatan yang

menyelenggarakan pelayanan

kesehatan perorangan secara

paripurna yang menyediakan

(9)

Azas-Azas Rumah Sakit

Rumah Sakit diselenggarakan

berasaskan Pancasila dan didasarkan

kepada nilai :

kemanusiaan,

etika dan profesionalitas, manfaat,

keadilan,

persamaan hak dan anti diskriminasi, pemerataan,

(10)

Fungsi RS

a. penyelenggaraan pelayanan pengobatan

dan pemulihan kesehatan

sesuai dengan

standar pelayanan

rumah sakit;

b. ...pelayanan kesehatan yang

paripurna

tingkat kedua dan ketiga

sesuai

kebutuhan medis;

c. penyelenggaraan

pendidikan dan

pelatihan

sumber daya manusia ...; dan

d. penyelenggaraan

penelitian dan

(11)

Tanggungjawab

Pemerintah dan Pemda

a.

menyediakan Rumah Sakit

berdasarkan

kebutuhan masyarakat;

b.

menjamin pembiayaan

pelayanan

kesehatan di Rumah Sakit bagi

fakir

miskin/tidak mampu

sesuai peraturan

perundangundangan;

c.

membina dan mengawasi

penyelenggaraan Rumah Sakit;

(12)

Tanggungjawab

Pemerintah dan Pemda

e. memberikan perlindungan masyarakat pengguna jasa pelayanan Rumah Sakit;

f. menggerakkan peran serta masyarakat dalam pendirian Rumah Sakit;

g. menyediakan informasi kesehatan; h. menjamin pembiayaan pelayanan

kegawatdaruratan akibat bencana dan KLB;

i. menyediakan SDM yang dibutuhkan; dan j. mengatur pendistribusian alat

(13)

Persyaratan Pemilik RS

Rumah Sakit dapat didirikan oleh

– Pemerintah, Pemerintah Daerah: UPT atau LTD

dengan Pengelolaan keuangan BLU atau BLUD

– atau swasta: Badan Hukum di bidang

perumahsakitan

Pengelolaan Rumah Sakit digolongkan:

Publik: Pemerintah, Pemerintah Daerah dan swasta yg nirlaba (UPT, LTD, Yayasan,

Perkumpulan)

(14)

Persyaratan

Penyelenggaraan RS

Rumah Sakit harus memenuhi persyaratan

lokasi,

bangunan,

prasarana,

sumber daya manusia,

kefarmasian, dan

Peralatan

(15)

Persyaratan Lokasi

harus memenuhi ketentuan mengenai

kesehatan, keselamatan lingkungan

(UPL, Amdal), dan

tata ruang (dan tata bangunan dan

lingkungan), serta

sesuai dengan hasil kajian kebutuhan

dan kelayakan penyelenggaraan

Rumah Sakit (prinsip pemerataan

(16)

Persyaratan Bangunan

a. persyaratan administratif dan

persyaratan teknis bangunan gedung

pada umumnya

b. persyaratan teknis bangunan Rumah

Sakit, sesuai dengan fungsi, kenyamanan

dan kemudahan dalam pemberian

pelayanan serta perlindungan dan

keselamatan bagi semua orang termasuk

penyandang cacat, anak-anak, dan orang

usia lanjut.

(17)

Persyaratan Prasarana

Prasarana Rumah Sakit dapat meliputi: ....

harus memenuhi standar pelayanan,

keamanan, serta keselamatan dan

kesehatan kerja penyelenggaraan Rumah

Sakit

harus dalam keadaan terpelihara dan

berfungsi dengan baik.

Harus dilakukan oleh petugas yang

mempunyai kompetensi di bidangnya.

Harus didokumentasi dan dievaluasi secara

(18)

Persyaratan SDM

harus memiliki tenaga tetap yang

meliputi tenaga medis dan penunjang

medis, tenaga keperawatan, tenaga

kefarmasian, tenaga manajemen

Rumah Sakit, dan tenaga

nonkesehatan

Sesuai jenis dan klasifkasi

Memiliki data ketenagaan

dapat mempekerjakan tenaga tidak

(19)

Persyaratan SDM

Memiliki Izin praktik / izin kerja

harus bekerja sesuai dengan:

standar profesi,

standar pelayanan Rumah Sakit,

standar prosedur operasional yang

berlaku,

etika profesi,

menghormati hak pasien dan

(20)

Persyaratan TK WNA

sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

Mempertimbangkan:

Kepentingan alih teknologi dan ilmu

pengetahuan serta

ketersediaan tenaga kesehatan setempat

(21)

Persyaratan Kefarmasian

harus menjamin ketersediaan sediaan

farmasi dan alat kesehatan yang bermutu,

bermanfaat, aman dan terjangkau

Harus mengikuti standar pelayanan

kefarmasian

Pengelolaan alat kesehatan, sediaan

farmasi, dan bahan habis pakai di Rumah

Sakit harus dilakukan oleh Instalasi farmasi

sistem satu pintu

Harga wajar dan sesuai patokan

(22)

Persyaratan Peralatan

peralatan medis dan nonmedis harus

memenuhi standar pelayanan, persyaratan

mutu, keamanan, keselamatan dan laik

pakai.

harus diuji dan dikalibrasi secara berkala

Penggunaan peralatan medis dan nonmedis

harus dilakukan sesuai dengan indikasi

medis

Pemeliharaan peralatan harus

didokumentasi dan dievaluasi secara berkala

(23)

Jenis dan Klasifkasi Rumah

Sakit

Jenis

:

1. RS Umum

2. RS Khusus (berdasarkan disiplin ilmu,

golongan umur, organ, jenis penyakit,

atau kekhususan lainnya)

Klasifkasi:

(24)

RS Pendidikan

RS Pendidikan ditetapkan oleh Menteri

setelah berkoordinasi dengan Menteri

yang membidangi urusan pendidikan

Rumah Sakit pendidikan merupakan

Rumah Sakit yang menyelenggarakan

pendidikan dan penelitian secara

terpadu dalam bidang pendidikan

profesi kedokteran, pendidikan

kedokteran berkelanjutan,

dan

(25)

Perizinan

Izin Mendirikan: 2 tahun, dpt diperpanjang 1

th

Izin Operasional: 5 tahun, dpt diperpanjang

Pemberi Izin

:

RS kelas A, PMA, PMDN : oleh Menteri, dg

rekomendasi Dinkes Prov

RS kelas B : oleh Pemda Prov, dg

rekomendasi Dinkes Kab/Kota

(26)

Pencabutan Izin

Izin Rumah Sakit dapat dicabut jika:

a. habis masa berlakunya;

b. tidak lagi memenuhi persyaratan dan

standar;

c. terbukti melakukan pelanggaran

terhadap peraturan

perundang-undangan; dan/atau

(27)

Kewajiban RS

a. memberikan informasi yang benar tentang pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat; b. memberi pelayanan kesehatan yang aman,

bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai

dengan standar pelayanan Rumah Sakit; c. memberikan pelayanan gawat darurat

kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya;

d. berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana, sesuai dengan

(28)

Kewajiban RS

e. menyediakan sarana dan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu atau miskin;

f. melaksanakan fungsi sosial antara lain

dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulan gratis, pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa, atau bakti sosial bagi misi kemanusiaan;

g. membuat, melaksanakan, dan menjaga

(29)

Kewajiban RS

i. menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak antara lain sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat,

wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia; j. melaksanakan sistem rujukan;

k. menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan standar profesi dan etika serta

peraturan perundang-undangan;

l. memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai hak dan kewajiban pasien;

m. menghormati dan melindungi hak-hak pasien;

(30)

Kewajiban RS

o. memiliki sistem pencegahan kecelakaan

dan penanggulangan bencana;

p. melaksanakan program pemerintah di

bidang kesehatan baik secara regional

maupun nasional;

q. membuat daftar tenaga medis yang

melakukan praktik kedokteran atau

kedokteran gigi dan tenaga kesehatan

lainnya;

(31)

Kewajiban RS

s. melindungi dan memberikan bantuan

hukum bagi semua petugas Rumah Sakit

dalam melaksanakan tugas; dan

t. memberlakukan seluruh lingkungan rumah

sakit sebagai kawasan tanpa rokok.

Sanksi admisnistratif berupa:

a. teguran;

b. teguran tertulis; atau

(32)

Hak RS

a. menentukan jumlah, jenis, dan kualifkasi sumber daya manusia sesuai dengan

klasifkasi Rumah Sakit;

b. menerima imbalan jasa pelayanan serta menentukan remunerasi, insentif, dan

penghargaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

c. melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam rangka mengembangkan pelayanan; d. menerima bantuan dari pihak lain sesuai

(33)

Hak RS

e. menggugat pihak yang mengakibatkan

kerugian;

f. mendapatkan perlindungan hukum dalam

melaksanakan pelayanan kesehatan;

g. mempromosikan layanan kesehatan yang

ada di Rumah Sakit sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan;

dan

h. mendapatkan insentif pajak bagi Rumah

Sakit publik dan Rumah Sakit yang

(34)

Hak Pasien

a. memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit; b. memperoleh informasi tentang hak dan

kewajiban pasien;

c. memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi;

d. memperoleh layanan kesehatan yang

bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional;

(35)

Hak Pasien

f. mengajukan pengaduan atas kualitas

pelayanan yang didapatkan;

g. memilih dokter dan kelas perawatan sesuai

dengan keinginannya dan peraturan yang

berlaku di Rumah Sakit;

h. meminta konsultasi tentang penyakit yang

dideritanya kepada dokter lain yang

mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di

dalam maupun di luar Rumah Sakit;

i. mendapatkan privasi dan kerahasiaan

(36)

Hak Pasien

j. mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang

mungkin terjadi, dan prognosis terhadap

tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan;

k. memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga

kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya; l. didampingi keluarganya dalam keadaan kritis; m. menjalankan ibadah sesuai agama atau

(37)

Hak Pasien

n. memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit;

o. mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya;

p. menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya;

q. menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun

pidana;

r. mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan

(38)

Organisasi RS

• Organisasi yang efektif, efsien, dan akuntabel. • Paling sedikit terdiri atas Kepala Rumah Sakit

atau Direktur Rumah Sakit, unsur pelayanan medis, unsur keperawatan, unsur penunjang medis, komite medis, satuan pemeriksaan internal, serta administrasi umum dan

keuangan

Kepala Rumah Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan

Struktural harus WNI

(39)

Pengelolaan RS

1. Tata-kelola RS (Good Corporate Governance)

2. Tata-kelola Klinis(Good clinical Governance ) 3. Persetujuan Tindakan, Rahasia Kedokteran,

Rekam Medis sesuai peraturan perUUan 4. Audit kinerja dan Audit Medis

5. Akreditasi RS oleh lembaga independen sekali dalam 3 tahun

6. Jejaring dan Rujukan

(40)

Pelepasan Hak atas Rahasia

Pasal 44

(2) Pasien dan/atau keluarga yang menuntut Rumah Sakit dan menginformasikannya

melalui media massa, dianggap telah melepaskan hak rahasia kedokterannya kepada umum.

(3) Penginformasian kepada media massa sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

memberikan kewenangan kepada Rumah Sakit untuk mengungkapkan rahasia

(41)

Pola dan Pagu Tarif

(1)Menteri menetapkan pola tarif nasional

(2) Pola tarif nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan

komponen biaya satuan pembiayaan dan dengan memperhatikan kondisi regional.

(3) Gubernur menetapkan pagu tarif maksimal berdasarkan pola tarif nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang berlaku untuk rumah sakit di Provinsi yang bersangkutan. (4) Penetapan besaran tarif rumah sakit harus

berdasarkan pola tarif nasional sebagaimana

(42)

Besaran Tarif

Pasal 50

(1) Besaran tarif kelas III Rumah Sakit yang

dikelola Pemerintah ditetapkan oleh Menteri. (2) Besaran tarif kelas III Rumah Sakit yang

dikelola Pemerintah Daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

(3) Besaran tarif kelas III Rumah Sakit selain

rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Pimpinan

(43)

Pembinaan dan

Pengawasan

Tujuan Bin-Was

:

a. pemenuhan kebutuhan pelayanan

kesehatan yang terjangkau oleh

masyarakat;

b. peningkatan mutu pelayanan kesehatan;

c. keselamatan pasien ;

d. pengembangan jangkauan pelayanan;

dan

(44)

Pembinaan dan

Pengawasan

Pengawasan Internal

Teknis

: Satuan Pemeriksa Internal

Non teknis : Dewan Pengawas RS

Pengawasan Eksternal

Teknis : Tenaga Pengawas (di Dinkes

Kab/Kota)

Non Teknis : Badan Pengawas RS di

(45)

Tanggungjawab Hukum

Pasal 46

Rumah Sakit bertanggung jawab

secara hukum terhadap semua

kerugian yang ditimbulkan atas

(46)

Tanggung jawab hukum RS

Pasal 45

(1) Rumah Sakit tidak bertanggung jawab

secara hukum apabila pasien dan/atau

keluarganya menolak atau menghentikan

pengobatan yang dapat berakibat

kematian pasien setelah adanya

penjelasan medis yang komprehensif.

(2) Rumah Sakit tidak dapat dituntut dalam

melaksanakan tugas dalam rangka

(47)

Perkembangan

Tanggungjawab. Hukum

Dahulu Rumah Sakit dianggap memiliki

imunitas dalam hal tanggung-jawab

hukum dengan mengingat sifatnya yg

charity / non-proft

Saat itu dokterlah yg memikul

tanggung-jawab hukum selaku “independent

contractor”, bahkan apabila pelakunya

adalah staf rumah sakit:

Captaincy of the ship

(48)

Perkembangan T.J. Hukum

• Saat ini Rumah Sakit sudah banyak yang for proft, sehingga dinilai imunitas harus

dicabut

Imunitas terhadap “respondeat superior”

juga “dicabut” sejak kasus New York tahun 1957

Rumah Sakit dianggap memikul

tanggung-jawab hukum oleh karena: – Non delegable duty theoryReliance theory

(49)

Perkembangan T.J. Hukum

RS memikul tanggung-jawab hukum tidak

hanya karena sebagai badan hukum

(persoon), melainkan juga sebagai “majikan” dari stafnya

RS sebagai badan hukum (yg limited) juga

bertanggungjawab sendiri dan tidak dapat melemparkan tanggungjawab ke pemegang sahamnya

RS sebagai “majikan” juga bertanggungjawab

(50)

Tanggungjawab :

Kewenangan

RS selaku pemikul tanggung-jawab

hukum dengan sendirinya harus

bertanggungjawab untuk mengatur

tata-laksana di RS, termasuk tatakelola klinis

Pemastian bahwa Nakes yang bekerja di

RS memiliki kompetensi yang

relevant

and sufcient

untuk melakukan tugas

klinis tertentu (

clinical privileges

)

Pemastian bahwa dalam menjalankan

(51)

Kewenangan RS

Pemastian bahwa terdapat sistem

monitoring dan evaluasi serta

pembinaan dan pengawasan,

termasuk audit medis dan audit

kinerja

Pemastian bahwa terdapat sistem

pelaporan kejadian tak diharapkan

berikut analisis dan

(52)

Kewenangan RS

Pemastian bahwa terdapat

upaya-upaya menuju peningkatan mutu

pelayanan, termasuk pelayanan

klinis/medis

Pemastian bahwa terdapat sistem

pendisiplinan, yang bertujuan

(53)

Penyelesaian Sengketa

Pasal 29 UU Kesehatan:

Dalam hal tenaga kesehatan diduga

melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya, kelalaian tersebut harus

diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi

Pasal 60 UU Rumah Sakit:

BPRS Provinsi bertugas:

(54)

Ketentuan Pidana

Setiap orang yang dengan sengaja

menyelenggarakan Rumah Sakit tidak

memiliki izin sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 25 ayat (1) dipidana dengan

pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun

dan denda paling banyak Rp.

5.000.000.000,00- (lima milyar rupiah).

Bila pelakunya suatu Korporasi:

(55)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk meningkatkan Pelayanan kesehatan dibutuhkan tenaga kesehatan yang trampil dan fasilitas rumah sakit yang baik, tetapi tidak semua rumah sakit dapat memenuhi kriteria

kesehatan. Masyarakat menuntut pelayanan kesehatan yang baik dari pihak. rumah sakit, disisi lain pemerintah belum dapat memberikan

Dengan memanjatkan Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, kami selaku Panitia Penyelenggara Seminar Perhimpunan Rumah Sakit

Dengan memanjatkan Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, kami selaku Panitia Penyelenggara Seminar Perhimpunan Rumah Sakit

Dengan memanjatkan Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, kami selaku Panitia Penyelenggara Seminar Perhimpunan Rumah Sakit

mengutamakan kepentingan pasien sesuai standar pelayanan rumah sakit, memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya, berperan aktif

Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan wajib memenuhi standar pelayanan Rumah Sakit sehingga mutu pelayanan dapat..

memenuhi kode etik, standar profesi, hak pengguna pelayanan kesehatan, standar pelayanan dan standar prosedur operasional. Jika rumah sakit tidak memenuhi kewajiban